Showing posts with label 2018 at 01:13AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 01:13AM. Show all posts

Sunday, December 30, 2018

Tekuk PSCS Cilacap, Persik Kediri Juarai Liga 3

Kedua tim berhak naik kasta ke Liga 2.

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Tuan rumah PSCS Cilacap berhasil menundukkan Persik Kediri dalam final Liga 3 2018 leg kedua di Stadion Wijayakusuma, Cilacap, Jawa Tengah, Ahad (30/12), dengan skor 1-0. Satu-satunya gol yang diperoleh PSCS Cilacap untuk memperebutkan gelar juara 1 Liga 3 dicetak Arbeta Rokyawan pada menit ke-87.

Kendati berhasil menundukkan Persik dengan skor 1-0, itu tidak menjadikan PSCS Cilacap memperoleh gelar juara Liga 3. Hal itu disebabkan saat melakoni leg pertama final Liga 3 di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Kamis (27/12), PSCS Cilacap harus menelan kekalahan 1-3 atas Persik.

Dengan demikian, Persik berhak menyandang juara 1 Liga 3, sedangkan PSCS Cilacap berada pada posisi runner up. Keduanya berhak naik kasta ke Liga 2.

Dalam babak delapan besar Liga 3 2018, PSCS Cilacap merupakan juara pertama grup barat dan Persik Kediri juara pertama grup timur. Juara 1 hingga 3 dari masing-masing grup berhak naik kasta ke Liga 2.

Terkait dengan hasil pertandingan tersebut, Pelatih PSCS Cilacap Jaya Hartono mengatakan, tim besutannya telah bermain dengan semaksimal mungkin dalam menghadapi Persik. "Banyak peluang yang sebenarnya bisa dijadikan gol dan mereka (Persik, red) ada juga peluangnya. Tapi secara keseluruhan, ini final yang sangat ideal," katanya.

Jaya mengatakan dalam menjalani kompetisi Liga 3, PSCS Cilacap maupun Persik Kediri sama-sama mengalami satu kali bermain imbang, satu kali kalah, dan selebihnya menang. "Ini final yang sangat ideal dan saya lihat permainan kami juga saling menyerang. Cukup bagus, dan kalau memang harus ada yang kalah, ya sudahlah," kata Jaya yang pernah menjadi Pelatih Persib Bandung.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Aoye9l
December 31, 2018 at 01:13AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Aoye9l
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 25, 2018

Indonesia Belum Buka Bantuan Internasional

Kemampuan negara dalam penanggulangan bencana masih mencukupi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menyatakan, Indonesia hingga saat ini belum membuka penerimaan bantuan internasional untuk penanggulangan tsunami Selat Sunda yang menerjang wilayah pesisir Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12) silam. Sejumlah negara telah menawarkan bantuan untuk membantu pencarian korban dan pemulihan dampak bencana.

“Ketentuan bantuan internasional diputuskan oleh Presiden Jokowi selaku kepala negara. Sampai saat ini, BNPB belum menerima instruksi tersebut,” kata Sutopo, Selasa (25/12) malam. 

Menurut dia, potensi yang ada di lingkup nasional dalam penanggulangan bencana tsunami Selat Sunda hingga saat ini masih mencukupi. Ia menyebut, meski Indonesia telah menerima tawaran bantuan internasional, pihaknya mengaku belum membuka penerimaan bantuan karena masih menunggu instruksi presiden. 

Baca juga, Jepang Janjikan Bantuan Penanganan Tsunami

Salah satu negara internasional yang menawarkan bantuan penanggulangan bencana adalah Australia. Namun bantuan tersebut, lanjutnya, belum diterima oleh pihak BNPB. 

“Kalau Pak Presiden memerintahkan kami untuk menerima (bantuan tersebut), tentu kami BPBD akan berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri tentang bagaimana mekanisme bantuan internasional yang ada,” kata Sutopo. 

Sebelumnya diketahui, tsunami Selat Sunda yang menerjang wilayah pesisir Banten dan Lampung meluluhlantakkan lima kabupaten yang ada, antara lain, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Pesawaran, dan Kabupaten Tanggamus. Hingga Selasa (25/12) pukul 13.00 WIB, jumlah korban tewas akibat terjangan tsunami mencapai 429 orang. 

Sementara itu jumlah korban yang mengalami luka-luka berjumlah 1.485 orang sementara 154 orang lainnya dinyatakan hikang. Menurut Sutopo, BNPB juga mencatat setidaknya ada 16.802 orang korban yang mengungsi ke sejumlah daerah. 

“Jumlah korban baik yang meninggal dan luka-luka masih sangat mungkin bertambah karena kami masih melakukan proses evakuasi,” kata dia. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2V7uceh
December 26, 2018 at 01:13AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2V7uceh
via IFTTT
Share: