Showing posts with label 2018 at 05:09PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 05:09PM. Show all posts

Thursday, December 27, 2018

Mengisi Liburan dengan Membaca Raksasa Pemakan Apel

Buku didesain dengan ilustrasi yang diharapkan menawan mata anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hari demi hari berganti seperti kebiasaan pun bisa berubah. Seperti kebiasaan membacakan cerita kepada anak dengan menggunakan buku cerita yang mulai ditinggalkan. Kecanggihan teknologi membuat anak juga lebih senang melihat cerita lewat gawai.

Tapi kebiasaan mendongeng menggunakan buku cerita masih memiliki peminat tersendiri. Masih ada pula penulis-penulis yang membuat buku dongeng untuk anak.

Salah satunya buku dongeng kolaborasi dari Buku Berjalan dengan Pickpockie Books yang berbasis di Yogyakarta. Kolaborasi tersebut meluncurkan satu buku yang berjudul "Raka si Raksasa dan Pohon Apel Tua".

"Ini buku kolaborasi yang dibuat untuk anak, karena anak jarang membaca buku. Dan buku berkualitas di pasaran sekarang juga sudah jarang apalagi buatan Indonesia," ungkap Marcelina, humas Pickpockie Books, di kawasan Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Buku dongeng ini didesain lebih menarik dengan ilustrasi lebih hidup. Sehingga anak-anak yang membacanya diharapkan lebih tertarik. Raka Si Raksasa dan Pohon Apel Tua bercerita tentang raksasa yang senang makan apel. Cerita lalu bergulir tentang apa yang harus dilakukan ketika semua apel habis untuk dimakan Raka.

Buku Raka Si Raksasa dan Pohon Apel Tua didesain agar pembacanya agar bisa saling berimajinasi. Bisa mengeksplorasi pengalaman dan perasaan. Picture book di sini bisa menceritakan hal-hal yang tidak bisa diceritakan di gawait. Buku juga mengajarkan untuk bisa membuat pandangan berubah termasuk memotivasi anak-anak untuk terus percaya diri.

Menariknya, Raka Si Raksasa dan Pohon Apel Tua adalah kumpulan cerita dari para relawan. Baru pada tahun ini kisah-kisah tersebut dibukukan.

Harga buku dongeng ini berkisar Rp 80 ribu. Jika ingin mengoleksi dengan merchandise harganya menjadi Rp 150 ribu. Buku bisa dibeli secara daring di media sosial Buku Berjalan dan Pickpockie Books.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LBiaWl
December 27, 2018 at 05:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LBiaWl
via IFTTT
Share:

Monday, December 24, 2018

In Picture: PT Pusri Berusia 59 Tahun Beri Penghargaan pada Karyawan

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG – PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) adalah pabrik pupuk tertua di Indonesia. Pada 2018,  BUMN pupuk yang berpusat di Palembang sudah berusia 59 tahun.

Pada peringatan HUT ke-59, Senin (24/12) PT Pusri melaksanakan berbagai kegiatan.
Setelah pelaksanaan upacara bendera peringatan HUT ke-59, Direktur Utama PT Pusri Mulyono Prawiro memberikan penghargaan Dwi Windu dan Catur Windu kepada karyawan yang telah mengabdi di PT Pusri. Juga diserahkan bantuan beasiswa pendidikan kepada anak dari karyawan dan pensiunan PT Pusri.

Pada hari yang sama juga dilakukan peresmian pilot plant pupuk hayati bioripah dan pupuk mikro nutremag. Produk ini merupakan hasil riset Pusri yang berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah, karena bahan baku yang digunakan dapat diperbaharui dan merupakan produk ramah lingkungan. 

Menyongsong revolusi industri 4.0. PT Pusri juga meluncurkan e-PAS (Pusri Agribusiness Solution) sebagai solusi bagi permasalahan pertanian dan agroindustri. e-PAS merupakan platform bisnis baru Pusri dalam era order pembelian produk dapat dilakukan secara online sehingga menjamin layanan dapat diberikan lebih transparan, lebih cepat dan efisien. 

Pada perayaan HUT 59 Pusri juga diisi dengan kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) antar-direktorat,  jalan sehat bersama masyarakat lingkungan bakti sosial donor darah, khitanan massal, doa bersama 1.000 anak yatim, pengantongan akhir 2018 dan pengantongan perdana 2019. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QNgjDv
December 24, 2018 at 05:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QNgjDv
via IFTTT
Share:

Friday, December 21, 2018

Ganjar Meminta Petugas Tol Trans Jawa tak Lengah

Ganjar menyebut banyak masyarakat ingin mencoba khususnya saat natal tahun baru

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kendati ruas tol Trans Jawa di wilayah Jawa Tengah telah dibuka, baik operasional maupun fungsional, bukan berarti jalur utama tidak berpotensi terhadap potensi kepadatan arus lalu lintas.

Oleh karena itu, jajaran Kepolisian dan Dinas Perhubungan diharapkan tidak lengah serta tetap mengantisipasi sejumlah titik potensi kepadatan arus lalu lintas di jalur utama pada Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini.

“Dibukanya tol Trans Jawa, kini Merak- Surabaya sudah terhubung jalan tol. Namun bukan berarti kepadatan di jalur utama selesai,” tegas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo usai memimpin upacara Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi 2018 di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, Jumat (21/12).

Menurut gubernur, dengan beroperasinya jalan tol, maka akan menambah kelancaran arus lalu lintas jalur utama sekitar 30 hingga 40 persen. Namun semua aparat yang berwenang tidak boleh lengah. “Sebab masyarakat, biasanya, kalau ada yang baru selalu ingin mencoba, jadi tetap harus waspada, kata Ganjar.

Kemungkinan, lanjutnya, akan banyak masyarakat yang akan menggunakan jalur tol Trans Jawa yang baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo, Kamis (20/12) kemarin.

Hal itu sudah terlihat pada hari ini, dimana masyarakat yang ingin mudik ke Jawa Tengah, DIY dan sekitarnya sudah berbondong-bondong memanfaatkan dan menggunakan jalur tol baru tersebut. Bahkan, semalam ada pemudik dari Jakarta yang rela menginap di Pemalang hanya karena penasaran untuk mencoba ruas Pemalang- Batang hingga Semarang yang baru difungsikan pagi ini.

“Hal- hal semacam ini memang tidak bisa dilarang, jadi petugas harus tetap waspada dan siaga dalam memberikan pelayanan,” tandas Ganjar.

Gubernur juga mengingatkan, selain persoalan kemacetan lalulintas, berbagai potensi kerawanan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru juga harus diwaspadai. Maraknya kriminalitas jalanan, premanisme, pencurian, terorisme, aksi sweeping juga harus mendapat perhatian serius.

Selain itu lanjut dia, kerawanan di sektor pangan dan bencana juga menjadi fokus pada operasi ini. Untuk itu, Pemprov Jawa Tengah bersama instansi terkait telah menyiapkan tim khusus dan membuka posko di titik- titik kerawanan tersebut.

Semua harus disiapkan dan kami ingin selama libur panjang, mereka yang merayakan Natal dan Tahun Baru di Jawa Tengah dapat melaksanakan dengan senang, aman dan nyaman.

Sedangkan di sektor pangan, Ganjar mengatakan saat ini ada kecenderungan kenaikan harga sejumlah komoditas, seperti cabai dan telur. Sementara untuk harga beras, dirinya memastikan tidak akan terjadi kenaikan signifikan karena sudah diantisipasi sejak jauh-jauh hari.

Pemprov Jawa Tengah telah bekerjasama dengan Bulog dan menggandeng BUMDes, Kades membuat operasi sampai ke tingkat- tingkat desa. Sehingga sekarang masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke pasar membeli beras.

“Namun cukup membeli di kampungnya saja sudah bisa dan harganya juga lebih murah dan terjangkau meskipun ada momentum Nataru,” tambahnya.

Gubernur juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berlebihan dalam merayakan Nataru, misalnya menyalakan petasan karena bisa membahayakan orang lain.

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono dalam kesempatan ini menambahkan, jajarannya siap mengamankan perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Selain fokus pengamanan pada tempat- tempat ibadah, jajaran kepolisian juga akan fokus dalam pengamanan sejumlah obyek wisata yang ada di Provinsi Jawa Tengah.

Karena bertepatan dengan libur nasional dan  libur anak sekolah, dimungkinkaan banyak masyarakat yang menghabiskan waktu liburan bersama keluarga di sejumlah obyek wisata.

“Maka di tempat-tempat tujuan wisata dana pusat aktivitas serta keramaian warga  juga akan kami lakukan pengamanan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,”ungkapnya.

Polda Jawa Tengah juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak berlebihan dalam merayakan libur Natal dan Tahun Baru nanti. “Terutama saat merayakan malam pergantian tahun saya meminta masyarakat tidak terlarut dalam kesenangan, namun diisi dengan acara doa untuk evaluasi diri,” tandas Condro.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2T3gIhL
December 21, 2018 at 05:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2T3gIhL
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 19, 2018

Ini Dampak Kenaikan Cukai ke Industri Minuman Alkohol

Industri minuman alkohol menyumbang penerimaan cukai ke kas negara Rp 5,27 triliun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Haris Munandar mengatakan, cukai minuman beralkohol tidak akan berdampak terhadap industri minuman beralkohol. Sebab, industri ini sudah memiliki pasar tersendiri, terutama wisatawan mancanegara.

Haris menjelaskan, kebijakan tersebut juga sudah diteken oleh pemerintah sehingga tidak dapat diganggu gugat. Hal ini berbeda dengan cukai kantong plastik konvensional yang masih dirancang di tingkat antar kementerian. "Apalagi, sudah empat tahun cukainya tidak naik," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (19/12).

Berdasarkan catatan Kemenperin, industri minol turut berperan dalam penerimaan negara dari nilai cukai sebesar Rp 5,27 triliun pada tahun 2017. Total itu naik sekitar 2,63 persen dibanding penerimaan cukai tahun 2016 yang mencapai Rp 5,14 triliun. Selanjutnya, dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan nilai ekspor bir tercatat hingga 12 persen per tahun.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pandu Baghaskoro menilai, kenaikan cukai minuman beralkohol dikhawatirkan tidak akan efektif menurunkan tingkat konsumsi alkohol. Sebab, kebijakan ini berpotensi membuat konsumen minuman beralkohol beralih ke minuman beralkohol oplosan.

Pandu menjelaskan, kenaikan cukai minuman beralkohol akan membuat harga minuman beralkohol yang legal (tercatat oleh pemerintah) semakin tinggi. Dengan begitu, semakin tingginya harga dapat memicu konsumen beralih ke minuman beralkohol oplosan yang harganya lebih terjangkau.

Sebaiknya, Pandu menjelaskan, kebijakan difokuskan untuk meningkatkan edukasi mengenai bahaya alkohol. Kalaupun mereka memilih untuk tetap minum, maka harus dipastikan mereka mendapatkan akses untuk mengonsumsi minuman beralkohol yang legal. "Konsumen juga berhak atas informasi yang jelas agar sadar untuk mengonsumsi alkohol secara bijaksana," katanya dalam rilis yang diterima Republika, Rabu (19/12). 

Pandu menambahkan, pemerintah seharusnya lebih mempertimbangkan aspek kesehatan masyarakat jika kebijakan pelarangan terus dilakukan. Pemberlakukan sanksi hukum terhadap pelaku black market dan pemilik tempat yang menjual minuman beralkohol oplosan dan ilegal juga wajib dilakukan. Hal ini supaya memberikan efek jera dan memutus rantai peredaran minuman jenis ini di masyarakat.

Berdasarkan penelitian CIPS di enam kota di Indonesia, diketahui motivasi terbesar konsumen mengonsumsi minuman oplosan karena harganya murah dan barang yang mudah didapatkan. Hal ini disebabkan sulitnya konsumen untuk mengakses minuman beralkohol resmi karena banyaknya peraturan pemerintah mulai dari pusat maupun daerah yang melarang minuman beralkohol.

Pandu menjelaskan, sebanyak 58,7 persen konsumen yang diwawancarai menyatakan alasan utama mereka mengonsumsi minuman oplosan karena harganya murah dan sangat mudah didapat. "Oleh karena itu, sebaiknya pemerintah fokus memberantas minuman beralkohol oplosan, bukan minuman beralkohol yang resmi," katanya.

Ada tiga kebijakan yang diberlakukan untuk mengatur konsumsi minuman beralkohol di Indonesia. Pertama, menaikkan bea impor minuman beralkohol kategori B dan C menjadi 150 persen dari nilai barang yang diimpor. Kedua, pembaharuan daftar bidang usaha yang tertutup terhadap penanaman modal asing atau terbuka dengan persyaratan tertentu (Daftar Negatif Investasi / DNI).

Lalu, pemerintah juga memberlakukan pelarangan penjualan minuman beralkohol di minimarket lewat Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Pengendalian dan Pengawasan Industri dan Mutu Minuman Beralkohol. "Sejumlah pemerintah daerah juga memberlakukan larangan untuk minuman beralkohol di wilayah yurisdiksinya," ujar Pandu.

Pemberlakuan kebijakan seperti ini justru membuat masyarakat beralih ke black market yang mendistribusikan minuman beralkohol oplosan dan tidak tercatat. Selain mengandung zat-zat mematikan, minuman beralkohol oplosan juga dikonsumsi karena harganya yang murah.

Baru-baru ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyetujui kenaikan tarif cukai minuman yang mengandung etil alkohol berkadar lima persen sampai 20 persen Keputusan tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 158 Tahun 2018.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2URZmX0
December 19, 2018 at 05:09PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2URZmX0
via IFTTT
Share:

Monday, December 17, 2018

Proses Urus Visa Saudi Lebih Rumit dari Negara Lain

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Seorang calon mahasiswa Universitas King Fahd, menyatakan proses pengurusan visa ke Saudi lebih rumit daripada ke Eropa. Ahmad Said, calon mahasiswa jurusan  Perminyakan dan Mineral ini mengatakan untuk mengurus visa ke Saudi pun kini harus melalui proses rekam biometrik.

“(Pengurusan visa ke Saudi) susah di antara negara lain, ke Eropa aja enggak seperti ini (persyaratannya, Red),” kata Said saat ditemui di VFS Tasheel, Epiwalk, Rasuna Epicentrum, Jakarta, Senin (17/12).

Dia mengeluhkan proses pengurusan untuk perekaman data biometrik agar mendapat visa pelajar. Sebab, dia harus menerjemahkan ijazah dan transkrip nilai dalam bahasa Arab.

Kemudian, harus ada legalisir dari tiga kementerian, yakni Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), serta Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Data itu untuk proses verifikasi sebelum mendaftar di laman VFS Tasheel.

Kemudian, Said harus melakukan tes kesehatan di klinik yang direkomendasikan Saudi. Sehingga, dia tidak bisa asal mendatangi rumah sakit. Semua berkas itu dikirim ke Kedubes Saudi di Indonesia.

Said memilih jasa agen untuk mempermudah pengurusan mendaftar rekam data biometrik. Sebab, alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu tinggal di DI Yogyakarta.

Said melakukan perekaman sidik jari dan retina tidak lebih dari lima menit. Kemudian, dia menunggu tiga hingga tujuh hari untuk mendapat visa tersebut.

Said menyayangkan, kantor perekaman data biometrik belum ada di seluruh Indonesia. Sehingga, dia harus bertolak ke Jakarta untuk mengurus perekaman. Dia tiba di Jakarta pada Senin (17/12) pagi dan kembali pada Senin malam.

Berita Terkait

Said mengatakan, pengurusan visa ke Eropa tidak serumit ke Saudi. Dia cukup memberikan semua berkas, seperti, ijazah, transkrip nilai, surat pernyataan diterima di perguruan tinggi tujuan, paspor, dan uang pada agen. Kemudian, dia akan menunggu satu hingga dua pekan visa pelajar untuknya keluar. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QW0byW
December 17, 2018 at 05:09PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QW0byW
via IFTTT
Share:

Saturday, December 15, 2018

Chelsea akan Terapkan Taktik Berbeda Vs Brighton

Pertandingan melawan Vidi tidaklah sepenting lawan Brighton Albion.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Chelsea akan mengubah permainan setelah ditahan imbang 2-2 oleh MOL Vidi di Liga Europa. Maurizio Sarri menilai, saat itu timnya membuat banyak kesalahan, khususnya dari sisi taktik dan penguasaan bola.

Namun, pertandingan melawan Vidi tidaklah sepenting lawan Brighton Albion. Sebab Chelsea sudah dipastikan lolos ke fase gugur Liga Europa. Namun kali ini, jika kalah oleh Brighton yang cukup impresif di kandang sendiri, akan langsung berpengaruh terhadap posisi the Blues di klasemen sementara Liga Primer Inggris.

Oleh karena itu, Sarri tidak akan menggunakan pendekatan strategi yang sama seperti lawan Vidi. ''Saya tidak tahu jika di Brighton kami akan bermain dengan cara yang sama atau tidak, mungkin tidak,'' ujar Sarri dikutip dari Theargus, Sabtu (16/12).

Namun, Chelsea juga tengah pincang karena salah satu dari dua striker yang dimilikinya tengah cedera, yaitu Alvaro Morata. Morata harus ditarik keluar lapangan saat baru main setengah jam lawan Vidi. Sehingga, satu-satunya striker yang siap untuk diturunkan adalah Olivier Giroud. Giroud dan Morata selama ini selalu bergantian mengisi posisi di lapangan.

Namun, Sarri belum memastikan berapa lama pemain internasional Spanyol itu akan absen. Laporan awal menyebutkan jika Morata tidak mengalami cedera serius. ''Tapi tentu dengan situasi ini kami harus menunggu,'' ujarnya menjelaskan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2LmEbbq
December 15, 2018 at 05:09PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2LmEbbq
via IFTTT
Share:

Kapendam Cendrawasih: Mbua Mulai Normal, Yigi Belum Berubah

Distrik Mbua telah diamankan oleh TNI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, menerangkan, situasi di Distrik Mbua, Nduga, Papua, sudah berangsur normal pascaterjadinya penyerangan oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB). Itu karena Distrik Mbua telah diamankan oleh TNI.

"Saat ini situasi di Distrik Mbua sudah mulai normal, kegiatan sosial dan roda perekonomian sudah berjalan dengan baik," jelas Aidi ketika dikonfirmasi, Sabtu (15/12).

Kondisi tersebut, kata Aidi, belum terlihat di Distrik Yigi, Nduga, Papua. Ia menuturkan, berdasarkan keterangan pengungsi dari Distrik Yigi, Distrik Mbua sudah berangsur pulih karena telah diamankan oleh TNI. Sementara di Distrik Yigi, setiap saat, terutama pada malam hari, masih kerap terdengar suara tembakan dari arah hutan ke perkampungan.

"Mungkin juga sebagian warga ada yang berlindung ke hutan. Dari penuturan warga Yigi yang mengunsi ke Mbua mengisahkan, pelaku pembantaian di Puncak Kabo di Yigi bukan warga Yigi, kemungkinan mereka dari Mapenduma atau daerah lain," jelas Aidi.

Menurut Aidi, pada saat kejadian pembantaian, warga di sama berusaha menghalangi KKSB agar tidak membunuh orang yang tidak berdosa, tapi warga tidak punya kekuatan apa-apa. Bahkan, pasa saat KKSB melaksanakan penyisiran ke rumah-rumah warga untuk mencari para pekerja bangunan, warga asli Yigi berusaha melindungi para pekerja tersebut.

"Mereka minta para pekerja agar lari menyelamatkan diri ke hutan karena KKSB akan menangkap dan membunuh mereka. Sebagian warga asli Yigi membawa lari dan mengantar warga pendatang masuk hutan menuju Mbua, karena mereka yang tahu jalan," jelasnya.

Hingga saat ini, dua orang jenazah karyawan PT Istaka Karya korban pembantaian KKSB di puncak Kabo Yigi belum ditemukan. Selain itu, dua orang yang diperkirakan masih selamat juga belum diketahui seperti apa nasibnya kini.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Cf8ugU
December 15, 2018 at 05:09PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Cf8ugU
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

BSM Nilai Bisnis Organik Saja Tidak Cukup

OJK mendorong perbankan syariah agar salurkan pembiayaan ke sektor riil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Syariah Mandiri (BSM) menilai, pertumbuhan keuangan syariah masih lambat. Hal itu karena pangsa pasarnya baru sekitar 8,58 persen. 

"Kita lihat pertumbuhan ini lambat. Meski masih bergerak," ujar Komisaris Utama BSM Mulya E Siregar dalam Indonesian Islamic Economic Forum dan Masyarakat Ekonomi Islam (IIEF & MES), di Menara Bank Tabungan Negara (BTN), Jakarta, Kamis, (13/12).

Selama ini, kata dia, lembaga keuangan keuangan syariah seperti bank hanya mengembangkan bisnis organik. Maka menurutnya, perlu ada terobosan lain untuk mempercepat pertumbuhan tersebut.

"Kayaknya perlu sesuatu yang out of the box, karena target nggak bakal tembus kalau hanya lakukan bisnis organik saja. Terobosan itu misalnya BTN dikonversi jadi bank syariah, bisa tembus 10 persen itu (pangsa pasar keuangan syariah)," tuturnya. 

Kepala Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ahmad Soekro menambahkan, dalam perekonomian syariah bukan hanya ada industri keuangan syariah melainkan juga sektor riil seperti industri halal. Dengan begitu perlu turut dikembangkan. 

"Jadi kita dorong perbankan syariah agar salurkan pembiayaan ke sektor riil yang orientasinya pada pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dengan begitu, bank syariah akan dapatkan nasabah yang betul-betul Bagus secara syariah," katanya pada kesempatan serupa. 

Ia menambahkan, pangsa pasar perbankan syariah sendiri kita sekitar 5,9 persen. Kurang sedikit lagi untuk mencapai target tahun ini di enam persen. 

Diharapkan lewat penyaluran pembiayaan ke sektor riil dapat meningkatkan pangsa pasar tersebut. "Proyeksi tahun depan, pertumbuhan bank syariah tidak berbeda jauh dengan tahun ini namun akan naik sedikit karena kita dorong ke pembiayaan sektor riil tadi," jelas Soekro.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ErmRkT
December 13, 2018 at 05:09PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ErmRkT
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 28, 2018

Perang Dagang Memanas, Darmin Prediksi Investor Tinggalkan C

Jika pertemuan di Argentina gagal, industri diprediksi akan meninggalkan Cina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut, perang dagang antara AS dan Cina bisa memberikan dampak positif bagi Indonesia. Menurutnya, sejumlah investor di Cina mulai memikirkan skenario relokasi pabrik terutama ke negara-negara berkembang di sekitarnya. 

"Dampak tidak langsungnya akibat perang dagang itu investor di Cina sudah mulai berpikir, kalau di Cina terus susah. Dia mulai mau relokasi," kata Darmin dalam sambutannya di acara Seminar dan Proyeksi Perekonomian Indonesia 2019 yang digelar Indef di Jakarta, Rabu (28/11). 

Darmin mengatakan, pelaku usaha di dunia sejatinya masih menanti moderasi dari perang dagang. Hal itu akan terjawab dalam pertemuan pemimpin negara G20 di Buenos Aires, Argentina yang akan dihadiri Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping. 

"Kalau di Argentina gagal, maka orang akan mulai bergerak (meninggalkan Cina)," kata Darmin. 

Kendati demikian, dampak positif itu belum tentu bisa langsung dinikmati Indonesia. Ini karena Indonesia masih harus bersaing dengan Vietnam, Thailand, dan juga Malaysia untuk menjadi tempat relokasi. 

Saat ini, kata Darmin, pemerintah fokus memperbaiki iklim investasi guna menarik investor tersebut. Salah satu upayanya adalah dengan menerbitkan Paket Kebijakan ke-16 yang telah diumumkan dua pekan lalu.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FXP58v
November 28, 2018 at 05:09PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FXP58v
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 21, 2018

Drajad Jelaskan Soal Amien Rais Minta Muhammadiyah Bersikap

Drajad jelaskan soal khittah, Muhammadiyah memang harus netral soal parpol.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Drajad Wibowo menjelaskan pernyataan Amien Rais soal 'menjewer' Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir jika tidak menentukan sikap dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Ia menerangkan pernyataan tersebut harus dilihat secara utuh.

"Itu bagian dari tausiyah kebangsaan Pak Amien dalam Tabligh Akbar dan Resepsi Milad ke-106 Muhammadiyah di Islamic Centre, Surabaya, 20 November 2018, yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya. Saya sendiri hadir mendampingi Pak Amien selama di Surabaya," kata dia kepada Republika.co.id, Rabu (21/11).

Drajad menjelaskan, Amien mendapat kesempatan berbicara setelah sambutan dari Ketua PD Muhammadiyah Kota Surabaya Mahsun Jayadi. Saat itu, Amien menyampaikan, ketentuan di dalam Islam itu dimaksudkan untuk menjaga dan melindungi agar semua manusia hidup dalam kedamaian, keamanan, dan ketenteraman umum.

"Beliau memberi contoh mengenai perintah berbuat adil dalam Al-Qur'an. Dan ternyata kata adil ini, yang berasal dari bahasa Arab, dipakai dalam dua sila Pancasila, yaitu, kemanusiaan yang adil dan beradab, serta Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," papar Drajad.

Dalam konteks inilah, lanjut Drajad, terdapat lima perkara penting yang harus dijaga dan dilindungi oleh kaum Muslimin, di mana tidak seorangpun boleh merusaknya. Yaitu, menjaga agama, jiwa, akal, keturunan dan harta. Kelima perkara ini dikenal sebagai adh-dharuriyyatul khams.

"Contohnya, membunuh itu menghilangkan jiwa. Umat Islam wajib mencegah pembunuhan dan wajib menghukum pembunuh sesuai aturan," kata dia.

Politik, kata Drajad, berperan sangat penting dalam menjaga dharuriyyatul khams itu. Karena itu, Amien menyampaikan bahwa warga Muhammadiyah tidak boleh lepas tangan dari politik.

Jadi, ia mengatakan, Amien akan mengingatkan jika Haedar memilih tidak bersikap dalam Pilpres. "Jika perlu, Pak Amien akan menjewer Mas Haedar," tuturnya.

Drajad memaparkan, Amien juga tidak secara eksplisit mengarahkan peserta agar memilih pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. "Tapi peserta tentu sudah maklum. Respons mereka amat sangat meriah. Terlihat sekali kalau Pak Amien menjadi panutan dari ribuan warga Muhammadiyah yang hadir kemarin," katanya.

Haedar, ucap Drajad, adalah junior Amien di Muhammadiyah. Keduanya sudah saling mengenal dengan sangat akrab.

Menurutnya, istilah 'menjewer' itu sebagai cermin keakraban, seperti saat Amien bercerita tentang pertemuannya dengan Syafii Ma'arif. Ada nuansa keakraban yang kental antar-para mantan Ketum dan Ketum Muhammadiyah.

"Soal khittah, Muhammadiyah memang harus netral soal parpol. Pak Amien juga menyebut netral dalam pileg (pemilihan legislatif)," ujar dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PHHQ8Y
November 21, 2018 at 05:09PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PHHQ8Y
via IFTTT
Share: