Showing posts with label 2019 at 08:34PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 08:34PM. Show all posts

Wednesday, May 29, 2019

Cerita Wakapolsek Jatinegara yang Jadi Korban Aksi 22 Mei

Dia mengalami patah rahang dan harus menginap di rumah sakit (RS) Polri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakapolsek Jatinegara, AKP Agus Sumarno mengungkapkan kisruh yang terjadi pada aksi 22 Mei 2019. Agus merupakan salah satu korban dari aksi kekerasan itu mengalami patah rahang dan harus menginap di rumah sakit (RS) Polri.

"Saya dikeroyok dan diserang sekitar 10 samapai 15 orang. Ada yang pakai batu dan tangan kosong," ujar Agus yang masih dirawat di Gedung Promoter, RS Polri, Jakarta, Rabu (29/5).

Agus menjelaskan, sekitar pukul 02.30 WIB, masyarakat memberikan laporan ke Polsek. Masyarakat menyebut sedangkan terjadi pembakaran ban di Jalan Otista Raya.

Mengetahui hal itu, Agus kemudian merekomendasikan laporan tersebut kepada Polres. Dia, bersama dengan sejumlah personel terjun kelapangan dan mencoba menghalau aksi masa. "Kami berupaya menghalau mereka, dengan dibantu pasukan dari Polda Sumbar, Raimad dan Rajawali Polres yang lain sudah menghalau. Kami komunikasi lewat HT bahwa di sana sudah mulai rusuh batu kayu dilempar," ujarnya.

Massa, kata Agus, semakin sulit untuk dikendalikan. Mereka kemudian melempari polisi dengan batu, kayu dan nampak bom molotov. Sedangkan, saat mendatangi lokasi, Agus tidak membawa persiapan yang cukup untuk kemanan diri.

"Saya datang dari Polsek pakai pakai dinas dan langsung diserang. Digebuki di sana. Saya tidak pakai senjata. Hanya bawa gas air mata. Perlengkapan itu saja," ungkapnya.

Pihak Polres, kata Agus mencoba terus menghalau. Namun, masa terus berdatangan sehingga Agus dan anggotanya kewalahan menghadapi masa yang membawa batu.

"Kepalanya kena dua jahitan. Dari sana saya sudah gelap dan pusing. Diberikanlah pertolongan pertama, dibawa ke RS Hermina, lalu saya dirujuk ke RS Polri," terangnya.

Dia menyatakan, meskipun mendapat serangan dari masa aksi 22 Mei, hal itu tak sedikitpun membuatnya trauma sebagi anggota kepolisian. Dia menyebut akan selalu siap untuk melayani masyarakat. "Saya tidak trauma sebagai anggota dan pelayanan masyarakat akan siap terus melayani," ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/30TpmEf
May 29, 2019 at 08:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/30TpmEf
via IFTTT
Share:

Sunday, May 26, 2019

Aksi 22 Mei Rusuh, Kontras: Elite 01 dan 02 Provokatif

Elite dari dua kubu pilpres dinilai sama-sama memperkeruh keadaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gabungan kelompok masyarakat sipil menilai pernyataan elite politik dari kedua kubu menjadi penyebab terjadinya kericuhan 21-22 Mei. Kedua belah pihak terus-menerus melontarkan pernyataan publik yang semakin memperkeruh keadaan baik sebelum maupun sesudah penetapan pemenang pemilihan presiden (pilpres).

"Tercatat elite politik dari kubu 01 dan 02 telah mengeluarkan pernyataan-pernyataan provokatif, siar kebencian (hate speech) bahkan pelintiran kebencian (hate spin)," ujar Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Yati Andriyani, dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Ahad (26/5).

Menurutnya, kedua belah pihak terus melontarkan pernyataan publik yang semakin memperkeruh keadaan. Karena itu, alih-alih mendinginkan suasana, pernyataan kedua kubu tersebut justru semakin memperburuk situasi sejak sebelum dan setelah penetapan pemenang Pilpres oleh KPU.

"Pernyataan provokatif mereka direspons secara cepat di lapangan. Pernyataan-pernyataan elite politik dari kedua kubu menunjukkan kegagalan mereka dalam melakukan self-cencorship atas ucapan-ucapannya, seperti Wiranto dan Amien Rais," terangnya.

Yati menuturkan, pertarungan di dunia digital itu meluas. Hal tersebut diikuti pula oleh para pendukungnya, baik siar kebencian bahkan pemelintiran kebencian. Ada beberapa kata kunci yang digunakan untuk menimbulkan sentimen ataupun kemarahan publik.

"'komunis', 'PKI', Cina, teroris, radikal dan lain sebagainya," jelas dia.

Di samping itu, gabungan koalisi masyarakat sipil sudah memiliki 15 temuan awal dari peristiwa kericuhan 21-22 Mei lalu. Dari temuan-temuan itu disimpulkan, ada indikasi terjadinya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) selama peristiwa itu berlangsung.

Koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari YLBHI, KontraS, LBH Jakarta, AJI, Lokataru Foundation, Amnesty, dan LBH Pers melakukan pemantauan saat kericuhan terjadi. Temuan-temuan itu dijadikan sebagai laporan awal untuk dilaporkan ke lembaga pengawas pemerintah yang ada.

Temuan terhadap peristiwa itu terkait dengan pecahnya insiden, korban, penyebab, pencarian dalang, tim investigasi internal kepolisian, indikasi kesalahan penanganan demonstrasi, penutupan akses tentang korban oleh rumah sakit, penanganan korban yang tidak segera.

Temuan berikutnya terkait dengan penyiksaan, perlakuan keji, tidak manusiawi dan merendahkan nartabat, hambatan informasi untuk keluarga yang ditahan, salah tangkap, kekerasan terhadap tim medis, penghalang-halangan meliput kepada jurnalis yang terdiri dari kekerasan, persekusi, perampasan alat kerja, perusakan barang pribadi. Temuan selanjutnya, yakni terkait dengan penghalangan akses kepada orang yang ditangkap untuk umum dan advokat, dan pembatasan komunikasi media sosial.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W4Wfzd
May 26, 2019 at 08:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W4Wfzd
via IFTTT
Share:

Saturday, May 4, 2019

Stikes PKU Muhammadiyah Solo Resmi Berganti Nama

PKU Muhammadiyah Solo menjadi ITS PKU Muhammadiyah Solo.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO - Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) PKU Muhammadiyah Solo resmi bertransformasi menjadi Institut Teknologi Sains dan Kesehatan PKU Muhammadiyah Solo atau disingkat ITS PKU Muhammadiyah Solo. Perubahan status tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi kepada pimpinan ITS PKU Muhammadiyah Solo, di acara Launching ITS PKU Muhamamdiyah Solo, Sabtu (4/5).

Dalam kesempatan tersebut sekaligus pelantikan Weny Hastuti sebagai Rektor ITS PKU Muhammadiyah Solo, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Stikes PKU Muhammadiyah Solo.

Weny Hastuti menyatakan, prosesnya transformasi dari sekolah tinggi menjadi institut sangat cepat. Hanya tiga bulan lalu proses lnya dimulai dari Stikes dengan penambahan program studi (prodi) S1 Informatika.

"Alhamdulillah 1 April 2019 ITS PKU Muhammadiyah Surakarta resmi lahir," ucapnya seusai acara peresmian.

Weny menjelaskan, selama ini, dengan status sekolah tinggi hanya bisa mengelola satu rumpun ilmu yakni rumpun kesehatan dari berbagai prodi yang dimiliki. Selanjutnya, dengan perubahan bentuk menjadi ITS PKU Muhammadiyah Solo tersebut artinya ada kesempatan untuk membuka lebih dari satu rumpun ilmu, yakni tiga rumpun ilmu.

"Di era kolaborasi ini memang sangat dibutuhkan bagaimana antar profesi tidak hanya kesehatan nanti saling menguatkan. Sehingga kita bisa betul-betul meluluskan tenaga profesional," kata dia.

Sampai saat ini, ITS PKU Muhammadiyah Solo memiliki delapan program studi yang terbagi menjadi tiga fakultas, yakni Fakultas Kesehatan, Fakultas Sains dan Fakultas Teknologi. Ada enam prodi di Fakultas Kesehatan. Kemudian masing-masing satu prodi di dua fakultas lainnya. Fakultas Sains memiliki prodi S1 Infromatika, dan Fakultas Teknologi memiliki prodi Teknologi Rekayasa Elektromedik.

Tiga di antara delapan prodi tersebut baru dibuka mulai tahun ajaran 2019/2020. Ketiganya yakni, S1 Keperawatan, Profesi Ners, dan S1 Informatika.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IZobxp
May 04, 2019 at 08:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IZobxp
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 9, 2019

Prabowo Minta Pendukung Kawal Suara di TPS

Periksa betul, kotak suara harus kosong dan tunggu perhitungan suara sampai selesai.

REPUBLIKA.CO.ID,  PALEMBANG -- Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto meminta pendukungnya untuk mengawal suara dukungan dengan mengawasi proses pemilihan di tempat pemungutan suara pada Pemilu 2019. "Periksa betul, kotak suaranya harus kosong. Terus tunggu perhitungan suara sampai selesai," kata Prabowo dalam pidato politiknya pada kampanye akbar di Benteng Kuto Besak, Palembang, Sumatra Selatan, Selasa (9/4).

Menurut Prabowo yang berpasangan dengan Sandiaga Uno, kecurangan sangat mungkin terjadi jika proses pemilihan presiden ini tidak dikawal oleh pendukungnya. "Jangan sampai hantu ikut memilih. Jangan sampai ada tuyul ikut memilih. Ini ada orang usia 150 tahun ikut memilih (sudah meninggal, Red). Nggak bener ini," kata Prabowo.

Untuk itu, Prabowo meminta pendukungnya terus mengobarkan semang t apalagi masa pencoblosan tinggal menyisakan delapan hari lagi. Pendukung diminta berani bersikap jika terjadi kecurangan dengan tidak mendiamkan begitu saja. "Apakah saudara rela dicurangi?," tanyanya kepada puluhan ribu simpatisannya yang memadati BKB Palembang.

Para pendukung Prabowo secara kompak bersuara dengan mengatakan tidak. "Jika anda dicurangi, lawan," kata Prabowo.

Provinsi Sumatra Selatan yang menjadi salah satu basis pemenangan Prabowo ditargetkan dapat mendulang suara hingga 80 persen agar bisa menutupi kekurangan dukungan di provinsi lain. Ketua Umum Partai Gerindra ini juga mengatakan saat ini tren dukungan terus menanjak bahkan sudah dalam posisi 60 persen jika direkapitulasi total di seluruh Indonesia. "Kami saat ini sudah 60 persen, saya berharap Sumsel bisa 80 persen, saya minta dibantu," kata dia.

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Daerah Capres dan Cawapres Prabowo-Sandiaga, Aswari Rivai mengatakan jika merujuk kehadiran puluhan ribu pendukung Prabowo di kampanye akbar ini maka target tersebut sangat mungkin tercapai. "Ini menunjukkan cintanya masyarakat pada Prabowo, cintanya karena ingin perubahan," kata dia.

Menurut dia, tren perolehan suara terus menanjak, apalagi pendukung Prabowo-Sandiaga dikenal sangat militan. Selain itu yang terpenting adalah mengawal proses Pemilu 2019, yakni mengirimkan saksi-saksi ke TPS.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Gay7ll
April 09, 2019 at 08:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Gay7ll
via IFTTT
Share:

Saturday, March 23, 2019

Telur Mungkin tak Baik untuk Jantung, Tetapi...

Studi terbaru menemukan konsumsi telur berpengaruh ke jantung dan kematian dini

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Telur adalah makanan pokok bagi sebagian orang. Hanya saja yang patut diketahui adalah makanan yang sangat kontroversial. 

Banyak yang bertanya terkait kesehatan dan efek buruk memakan telur. Misalnya terkait kolesterol atau lebih baik memakan putihnya saja.

Sebuah studi baru mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, tetapi juga menambah perdebatan lama tentang telur. Penelitian yang dipublikasikan di JAMA menyatakan, kolesterol makanan dalam telur dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini.

Hasil penelitian itu sangat bertentangan dengan anjuran banyak pakar gizi dan dokter yang menyatakan telur sebagai bagian dari makanan sehat. Edisi terbaru dari pedoman diet itu bahkan menurunkan hingga jauh dibawah rekomendasi kolesterol harian (Batas kolesterol harian adalah 300 miligram atau setara dua telur).

"Apakah kolesterol makanan dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular atau kematian telah diperdebatkan selama beberapa dekade. Laporan studi positif, negatif, dan [netral] telah dilaporkan," tulis salah satu ahli yang melakukan studi Victor Wenze Zhong, dikutip dari Time, Sabtu (23/3).

Zhong yang berasal dari di departemen kedokteran pencegahan di Feinberg School of Medicine di Northwestern University menyatakan, literatur yang ada masih memuat perdebatan. Tidak meyakinkan bagi para ahli gizi dan peneliti untuk menyimpulkan keamanan mengonsumsi telur.

Kesimpulan tentang telur berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia sangat bervariasi. Meskipun ada kepercayaan yang kuat telur meningkatkan kolesterol, beberapa penelitian menunjukkan asupan kolesterol tidak selalu berarti kolesterol darah lebih tinggi. 

Sebuah studi dari tahun lalu menemukan orang yang makan telur per hari memiliki tingkat penyakit jantung dan stroke perdarahan yang lebih rendah daripada orang yang tidak memakannya. Penelitian dari tahun 2016 menemukan, telur tidak memiliki efek yang kuat pada risiko penyakit arteri koroner. 

Beberapa peneliti telah menyarankan hubungan antara konsumsi telur dan masalah kesehatan sebagian besar dapat dijelaskan oleh gaya hidup pemakan telur yang berat. Mereka mungkin juga lebih cenderung makan makanan yang tidak sehat untuk jantung dan cenderung berolahraga secara teratur.

Penelitian Zhong, mencoba disesuaikan untuk banyak faktor tersebut dan masih menemukan telur mungkin berisiko bagi kesehatan. Zhong dan rekan-rekannya melihat data yang dikumpulkan dari enam studi observasional yang berbeda, yang melibatkan hampir 30 ribu orang dewasa di Amerika Serikat dengan usia rata-rata 51 tahun. 

Peserta yang terlibat memberikan informasi tentang kebiasaan diet, serta informasi kesehatan, gaya hidup, dan demografis lainnya. Para peneliti kemudian melacak kesehatan mereka hingga 31 tahun, selama waktu itu lebih dari 6.100 orang meninggal dan 5.400 mengalami masalah kardiovaskular.

Konsumsi kolesterol diet secara keseluruhan, seperti dari telur, daging dan susu, memperlihatkan kalau telur secara khusus dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi dari masalah jantung dan kematian dini.  Untuk setiap tambahan setengah telur yang dimakan per hari, dengan jumlah total hanya tiga hingga empat telur lebih per pekan, risiko penyakit kardiovaskular seseorang naik sebesar enam persen dan risiko kematian dini meningkat sebesar delapan persen.

Kalau 1.000 orang makan setengah telur tambahan per hari, para peneliti memperkirakan, lebih dari 11 orang akan menderita penyakit jantung dan lebih dari 19 orang  akan mati dalam 30 tahun ke depan. Namun, karena makan tiga hingga empat telur per minggu adalah tipikal bagi banyak orang, menurut data diet, itu risiko yang patut dipertimbangkan. 

Orang yang makan telur setiap hari harus memberi perhatian ekstra. Alasannya konsumsi yang lebih besar berarti risiko yang lebih tinggi.

Zhong mengatakan, membatasi makanan yang kaya akan kolesterol, seperti telur, penting untuk dipertimbangkan saat memilih pola makan yang sehat. Putih telur, yang merupakan sumber kaya protein berkualitas tinggi tanpa kolesterol dapat digunakan untuk menggantikan telur utuh.

Tapi, kuning telur adalah sumber utama dari banyak nutrisi yang ditemukan dalam telur, termasuk asam amino, zat besi dan kolin, serta merupakan satu-satunya sumber vitamin D alami.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2JCabeb
March 23, 2019 at 08:34PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2JCabeb
via IFTTT
Share:

Saturday, March 9, 2019

Bawaslu Sampang Temukan Dua WNA Masuk DPT Pemilu 2019

Dua WNA yang masuk DPT Pemilu 2019 berasal dari Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, SAMPANG -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sampang, Jawa Timur, menemukan sebanyak dua warga negara asing (WNA) masuk daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019, dan kedua orang berasal dari Arab Saudi. Ketua Bawaslu Sampang Insiyatun di Sampang, Sabtu (9/3) menjelaskan, kedua WNA yang masuk DPT Pemilu 2019 itu bernama Nouf Ahmed Y Alqithmi dan Rehan Ahmed Alqithmi.

"Kedua WNA ini masuk DPT di Desa Meteng, Kecamatan Omben, Sampang," kata Insiyatun.

Ia menuturkan, temuan adanya WNA yang masuk DPT untuk pemilu 17 April 2019 itu, berdasarkan hasil pemantauan lapangan yang dilakukan oleh Panwaslu Kecamatan Omben. Panwaslu kemudian melaporkan temuan itu ke Bawaslu Kabupaten Sampang, dan langsung dilakukan pengecekan lapangan.

"Laporannya beberapa hari lalu, dan langsung kami tindak lanjuti dengan terjun langsung ke lapangan," tuturnya.

Menurutnya, dua WNA yang masuk DPT ini sebenarnya sudah memiliki KTP elektronik dan kartu izin tinggal sementara (KITAS). Tapi, keduanya kini sudah tidak tinggal di Desa Meteng, Kecamatan Omben, Sampang karena telah kembali ke negaranya. Oleh karenanya, sambung dia, Bawaslu merekomendasikan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang hendaknya mencoret nama dua WNA itu, dalam DPT Pemilu 2019.

Ketua Bawaslu Insiyatun lebih lanjut menjelaskan, saat melakukan verifikasi langsung ke lapangan itu, pihaknya juga menemukan ada lima warga negara asing lainnya yang terdata memiliki KTP Sampang. Mereka itu dari negara Malaysia, India dan Bangladesh.

"Hanya saja, kelima WNA ini tidak masuk DPT sebagaimana kedua warga negara asing asal Arab Saudi itu," ucapnya, menuturkan.

Secara terpisah Divisi Data dan Informasi Komisioner KPU Sampang Addy Imansyah membenarkan data temuan nama WNA yang masuk DPT Pemilu 2019 itu. "Itu memang benar, dan temuan data WNA masuk DPT itu telah kami laporkan ke KPU RI," imbuhnya.

Addy Imansyah menduga, penyebab adanya WNA masuk DPT karena pada proses verifikasi dan coklit yang dilakukan oleh petugas penyelenggara pemilu di tingkat desa kurang valid. "Kemungkinan mereka hanya berdasarkan kartu keluarga saja, tanpa ada verifikasi lebih lanjut tentang status kewarganegaraan," katanya.

Pemilu serentak 17 April 2019 di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur ini akan digelar di 3.692 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Sampang. Pesta demokrasi lima tahunan ini, akan diikuti sebanyak 825.125 jiwa, sesuai dengan jumlah DPT yang telah ditetapkan KPU Sampang. Mereka itu terdiri dari 407.914 pemilih laki-laki dan 417.211 pemilih perempuan.

Addy Imansyah menjelaskan, dengan pencoretan kedua warga negara asing yang masuk DPT itu, maka jumlah DPT untuk pemilu 17 April 2019 di Kabupaten Sampang nantinya akan berkurang sebanyak 226 orang karena sebelumnya KPU juga telah mencoret sebanyak 224 orang warga Syiah yang memilih pindah pada pemungutan suara nanti ke KPU Sidoarjo. Dengan demikian, maka jumlah calon pemilih di Kabupaten Sampang hanya tinggal 824.899 orang dari sebelumnya 825.125 orang.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2IZs8TL
March 09, 2019 at 08:34PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2IZs8TL
via IFTTT
Share:

Wednesday, March 6, 2019

Habib Zein Umar Mundur dari Mustasyar PBNU, Ini Alasannya

Kiai Zen mundur dengan alasan ada hal yang tak sejalan dengan aspirasi umat Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Habib Zein Umar bin Smith menyatakan mundur dari jabatannya sebagai salah satu Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk periode kepengurusan saat ini. Mustasyar adalah jajaran dewan penasehat syuriah. Biasanya, posisi ini terdiri atas para ulama sepuh NU yang tidak hanya dituakan dalam konteks usia, tetapi juga kedalaman ilmu pengetahuan, agama, dan spiritualnya.

Dalam pernyataan tertulisnya yang ditujukan kepada seluruh pengurus DPP, DPW dan DPC Rabithah Alawiyah, Habib Zein Umar mengatakan bahwa posisi tersebut merupakan kehormatan yang harus dijaga. Ia mengaku mengundurkan diri dari jabatannya karena menyikapi perkembangan dan langkah-langkah PBNU selama kepengurusan saat ini.

"Saya berpendapat ada hal-hal yang tidak sejalan dengan aspirasi umat Islam. Lebih-lebih seringnya pengurus PBNU mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang kurang bijak," demikian pernyataan Habib Zein dalam keterangan rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (6/3).

Pernyataan-penyataan tersebut, menurutnya, telah menimbulkan reaksi dan kegaduhan di kalangan umat Islam serta pihak lainnya. Sehingga, hal itu dinilai dapat merugikan wibawa organisasi.

Selain itu, sebagai mustasyar, Habin Zein mengungkapkan bahwa ia juga tidak dapat berfungsi dengan benar dalam memberikan saran dan nasihat kepada organisasi ini. Karena itu, dengan pertimbangan yang panjang, Kiai Zen memutuskan untuk mengajukan surat pengunduran diri sebagai mustasyar PBNU terhitung sejak 28 Jumadil Akhir 1440 H/5 Maret 2019.

Meskipun demikian, Ketua Umum Rabithah Alawiyah ini mengatakan akan tetap menjalin silaturahim dengan para kyai, masyaikh, ulama, para pimpinan pondok pesantren di lingkungan NU. Ia juga akan tetap menjalin silaturahim dengan berbagai lembaga dakwah maupun pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam. Sehingga, kata dia, terjalin saling pengertian yang baik.

"Semoga kita selalu diberikan petunjuk oleh Allah SWT, dan diberi kemampuan untuk mengatakan yang haq walaupun hal itu pahit," katanya.

Sebelumnya, Munas Alim Ulama NU di Banjar, Jawa Barat, telah menghasilkan salah satu keputusan yang telah menimbulkan kegaduhan. Hal itu terkait larangan penyebutan kata 'kafir' kepada non-Muslim. Hal itu kemudian memancing reaksi dari kalangan umat Islam.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2H3MMQG
March 06, 2019 at 08:34PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2H3MMQG
via IFTTT
Share:

Monday, February 4, 2019

Ini Pesan Valentino Rossi untuk Para Pembalap Muda Indonesia

Para pembalap muda harus menikmati setiap momen saat berlatih maupun berlomba.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembalap MotoGP dari tim Yamaha, Valentino Rossi, menyampaikan pesan untuk pembalap muda Indonesia agar terus belajar dan termotivasi. Pembalap veteran asal Italia itu menyarankan para pembalap muda menikmati setiap momen saat berlatih maupun berlomba.

Rossi yang hadir di Jakarta bersama Maverick Vinales guna memperkenalkan tim Monster Energy Yamaha MotoGP serta corak (livery) baru pada sepeda motor YZR M1, mengatakan bahwa pembalap lokal Indonesia akan berkembang asalkan terus termotivasi dan bekerja keras.

"Hasrat MotoGP di Indonesia sangat kuat. Makanya saya berpikir beberapa rider Indonesia akan berkembang," kata Valentino Rossi kepada pewarta di Four Session Hotel, Jakarta, Senin (4/2). "Mereka harus belajar, memberikan segalanya, dan nikmatilah semuanya saat sedang di atas motor."

Pembalap Indonesia, Dimas Ekky Pratama, dari Astra Honda Motor akan berlaga di ajang Moto2, sedangkan Galang Hendra dari Yamaha akan membawa nama Indonesia di ajang WorldSSP300 2019.

Rossi juga berbagi resep dalam menjaga kondisi kebugaran tubuhnya yang akan menginjak usia 40 tahun pada 16 Februari 2019. Ia mengakui bahwa kondisi fisiknya jauh berbeda ketimbang saat masih berusia 25 tahun. Namun hal itu bisa disiasati dengan rajin berlatih. "Ini tentang fisik. Memang cukup sulit untuk kerja keras setiap hari di gym dan berlatih dengan motor," kata Rossi.

Legenda MotoGP ini mengaku tak begitu berbeda saat ia berusia 40 tahun dengan 36 tahun. "Tapi jelas berbeda antara 40 tahun dengan saat masih 25 tahun. Semuanya menjadi mungkin dengan terus berlatih," jelas pembalap yang merupakan penggemar klub Italia Inter Milan itu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BjcDQl
February 04, 2019 at 08:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BjcDQl
via IFTTT
Share:

Tujuh Kabupaten Masih Tetapkan KLB DBD

Sebanyak 169 jiwa meninggal dunia karena DBD.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis hingga Senin (4/2) tujuh kabupaten/kota masih menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) penyakit demam berdarah dengue (DBD). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sedikitnya 169 jiwa meninggal akibat penyakit tersebut.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Anung Sugihantono mengatakan, hingga saat ini ada tujuh kabupaten/kota yang menyatakan KLB DBD. "Daerah yang menyatakan KLB dengan W1 awalnya Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, kemudian Kabupaten Ponorogo di Jawa Timur, serta Kabupaten Manggarai Barat dan Kota Kupang Nusa Tenggara Timur. Tetapi Kabupaten Kapuas sudah menarik status W1 awal pekan ini," ujarnya saat ditemui usai peringatan Hari Kanker Sedunia 2019 di Jakarta, Senin (4/2).

Wilayah yang menetapkan status KLB sifatnya dinamis dan bukan terus-menerus. Jadi, dia menambahkan, tujuh kabupaten ini yang masih menetapkan KLB DBD.

Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menambahkan, tujuh kabupaten yang tengah KLB DBD itu seperti Kota Kupang, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Minahasa Utara, Kota Manado, Kabupaten Minahasa, dan Kabupaten Tomohon.  Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sedikitnya 169 jiwa meninggal akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD) mulai awal Januari 2019 hingga Ahad (3/2). 

"Jumlah kasus DBD sesuai laporan 34 provinsi sebanyak 16.692 dan 169 jiwa meninggal dunia. Provinsi yang mempunyai tren tinggi kasus suspect dengue adalah Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Lampung, Sulawesi Utara (Sulut), Jawa Tengah, dan DKI Jakarta," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Tqoi6R
February 04, 2019 at 08:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Tqoi6R
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 29, 2019

Jokowi Tekankan Pentingnya Netralitas TNI-Polri di Pemilu

Jokowi meminta TNI dan Polri solid dalam menjaga keamanan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya netralitas TNI dan Polri dalam pesta demokrasi Pemilu 2019 yang meliputi Pileg dan Pilpres. Jokowi juga meminta TNI dan Polri solid dalam menjaga keamanan.

"Politik TNI/Polri adalah politik negara sehingga netralitas itu perlu sekali dijaga dan terpenting adalah lancarnya pemilu, kondisivitas situasi dan kondisi, dan damai," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah acara Pengarahan Presiden Republik Indonesia kepada Peserta Rapat Pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Tahun 2019 di Istana Negara Jakarta, Selasa (29/1).

Ia mengatakan, hal itu sangat diperlukan dalam pemilu sebagai kunci tetap terjaganya keamanan dan ketertiban. Menurut dia, peran TNI/Polri dalam Pemilu 2019 haruslah solid dan bersinergi bersama.

"Ini yang sangat diperlukan sekali dan itu akan terjadi apabila TNI Polri solid dan sinergi bersama menjaga ketertiban, menjaga keamanan," katanya.

Pada kesempatan yang sama Presiden juga mengingatkan pentingnya TNI/Polri merespons adanya revolusi industri 4.0. "Saya ingatkan saja bahwa sekarang ini dengan adanya revolusi industri 4.0 betul-betul harus kita respons, terutama TNI/Polri perlu merespons secara cepat mungkin dengan lebih menggiatkan lagi riset untuk alutsista kita," katanya.

Hal itu juga terkait misalnya dengan penggunaan virtual reality, AI, dan 3D printing yang di negara lain sudah dikembangkan di sisi kemiliteran. Pada kesempatan itu, hadir 368 perwira TNI dan Polri, terdiri atas 198 perwira tinggi TNI dan 170 perwira tinggi Polri. Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TkBwC1
January 29, 2019 at 08:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TkBwC1
via IFTTT
Share:

Thursday, January 24, 2019

Kejutan Tsitsipas Terhenti di Tangan Nadal

Tsitsipas sebelumnya menyingkirkan juara bertahan Roger Federer di putaran keempat.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Rafael Nadal mengakhiri harapan kemenangan Stefanos Tsitsipas di semifinal tunggal putra Australia Terbuka di arena Melbourne Park, Melbourne, Kamis (24/1). Nadal menekuk Tsitsipas dengan 6-2, 6-4, dan 6-0 sekaligus menjadi babak final kelimanya di arena Melbourne Park.

''Petenis peringkat dua dari Spanyol itu menjinakkan pukulan servis Tsitsipas yang sebelumnya menyingkirkan juara bertahan Roger Federer di putaran keempat,'' sebut laporan Reuters, Kamis.

Setelah unggul 5-0 di set terakhir, Nadal menutup pertandingan dengan servis kencang dalam waktu satu jam dan 46 menit dan meninggalkan Tsitsipas keluar dengan cepat dari stadion. Nadal, juara di 2009, akan menghadapi unggulan teratas Novak Djokovic atau unggulan ke-28 asal Prancis Lucas Pouille di final dalam pertaruhannya meraih gelar juara di Melbourne kedua kalinya dan mahkota Grand Slam ke-18.

Setelah mengundurkan diri dari turnamen utama Brisbane International akibat cidera paha, Nadal sangat senang dengan permainan dan kebugarannya di Melbourne Park, di mana tahun lalu ia pensiun karena cedera di perempat final. ''Ini adalah pertandingan yang hebat, turnamen yang hebat, saya pikir saya telah bermain sangat baik setiap hari,'' kata petenis berusia 32 tahun itu dalam wawancara di tepi lapangan usai pertandingan.

Ia menilai bahwa sulit untuk membayangkan bahwa lawannya adalah Tsitsipas, yang mengejutkan beberapa petenis paling berpengalaman hingga akhirnya bisa berada pada posisi semifinalis Grand Slam pertama dari negaranya. "Setelah berbulan-bulan tanpa bermain, mungkin lapangan ini, kerumunan ini memberi saya energi yang luar biasa. Pada saat itu (di Brisbane), sangat sulit membayangkan saya akan berada di sini," katanya.

Sementara itu, terlihat Tsitsipas datang ke konferensi media pascapertandingan dengan menyeka-nyeka matanya, seakan-akan terbangun dari mimpi buruk. ''Jujur saya tidak tahu apa yang bisa saya ambil dari pertandingan itu. Saya merasa senang dengan penampilan saya di turnamen ini tetapi pada saat yang sama saya merasa kecewa,'' katanya menjelaskan situasi yang ia rasakan sekarang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RO1nWg
January 24, 2019 at 08:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RO1nWg
via IFTTT
Share: