Showing posts with label 2019 at 02:12PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 02:12PM. Show all posts

Friday, May 31, 2019

IBL Gelar Kejuaraan Basket 3x3 Jelang Kompetisi

Ini menjadi ajang pramusim sebelum kompetisi IBL 2019-2020 digelar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesian Basketball League (IBL) akan menggelar kompetisi bola basket tiga lawan tiga atau 3X3 pada Juli 2019. Ini menjadi ajang pramusim sebelum kompetisi IBL 2019-2020 digelar.

"Kompetisi ini akan berjalan di lima kota yaitu Cirebon, Bandung, Yogyakarta, Denpasar dan final berlangsung di Jakarta," ujar Direktur IBL Hasan Gozali di Jakarta, Kamis (30/5).

Hasan menjanjikan kompetisi 3X3 tersebut akan lebih meriah dari turnamen sebelumnya. Kompetisi 3x3 IBL ini sebelumnya digelar pada 2018 dengan tim juara Satria Muda Pertamina. Ketika itu, turnamen disponsori oleh perusahaan transportasi asal Indonesia GoJek, yang juga menjadi pendukung utama pada 2019.

Para peserta kompetisi 3X3 IBL merupakan perwakilan dari klub-klub peserta IBL. "Kalau klub mau kirim dua tim silakan. Satu tim bisa diperkuat empat sampai enam pemain. Kuota maksimal tim 3X3 dari peserta IBL adalah 18 tim," tutur Hasan.

Tim juara kompetisi 3X3 IBL 2019 nantinya berhak mewakili Indonesia di FIBA 3X3 World Tour Master di Jeddah, Arab Saudi, 18-19 Oktober 2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MuaYiC
May 31, 2019 at 02:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MuaYiC
via IFTTT
Share:

Thursday, May 30, 2019

Laporan Dana Konsultasi Brexit di Inggris Bocor

Inggris mengeluarkan dana besar untuk konsultasi brexit.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sebuah laporan dari Whitehall yang bocor ke media menyebutkan, pemerintah Inggris menghabiskan anggaran sebesar 100 juta poundsterling untuk berkonsultasi masalah Brexit dengan perusahaan konsultan swasta. Draf laporan oleh Kantor Audit Nasional (NAO) yang meneliti pengeluaran untuk parlemen merinci bahwa pemerintah telah mengeluarkan anggaran setidaknya 97 juta poundsterling untuk berkonsultasi mengenai Brexit hingga April 2019. 

Dilaporkan The Guardian, Kamis (30/5), dalam catatan Whitehall, pengeluaran pemerintah untuk konsultasi Brexit dapat mencapai 240 juta poundsterling pada 2020. Biaya yang bocor dalam laporan tersebut juga menyoroti ketergantungan pemerintah pada konsultan ketika Inggris mempertimbangkan untuk keluar dari Uni Eropa. 

Laporan yang berjudul "Penggunan Konsultan oleh Departemen untuk Mendukung Persiapan Keluar dari Uni Eropa" juga menyoroti pengeluaran pemerintah untuk menyewa konsultan di luar persoalan Brexit. Pengeluaran pemerintah Inggris untuk menyewa jasa konsultan tampak meningkat, yakni dari 513 juta poundsterling pada 2015-2016 menjadi 1,54 miliar poundsterling pada 2017-2018. 

Sekitar 96 persen pengeluaran konsultan untuk Brexit berada di bawah pengaturan Kantor Kabinet. Konsultan mengenai Brexit sejauh ini diserahkan kepada enam perusahaan, antara lain Deloitte, PA Consulting, PricewaterhouseCoopers (PWC), Ernst & Young, Bain & Company, dan Boston Consulting Group. Sementara, lima departemen yang bertanggung jawab atas pengeluaran anggaran tersebut yakni the Cabinet Office, Home Office, Border Delivery Group, Department of Health and Social Care (DHSC), dan the Department for Environment, Food and Rural Affairs. 

Pekerjaan konsultan tersebut dibagi menjadi lima kategori, dengan skenario terbesar adalah kesiapan untuk keluar dari Uni Eropa. Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa keahlian diperlukan untuk memastikan pemerintah siap saat Inggris meninggalkan Uni Eropa, termasuk merencanakan apakah Inggris meninggalkan Uni Eropa dengan kesepakatan maupun tanpa kesepakatan, serta kemungkinan adanya darurat sipil.  

Laporan tersebut juga merinci bagaimana DHSC mempekerjakan Deloitte untuk dukungan manajemen dalam memastikan pasokan perangkat medis jika Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan. Sementara, Border Delivery Group, menggunakan Bain & Company antara Agustus 2018 dan Februari 2019 untuk mendukung keterlibatan dengan industri makanan dan mobil jika Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan. 

Laporan itu juga menyatakan, Crown Commercial Service yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kegiatan komersial dan pengadaan pemerintah, telah mengeluarkan panduan yang meminta departemen untuk mempublikasikan informasi dasar tentang pemberian kontrak dalam waktu 90 hari. Tetapi laporan itu mengatakan butuh rata-rata 161 hari untuk membuat rincian dasar dari kontrak konsultasi Brexit hingga diterbitkan, dibandingkan dengan 83 hari untuk semua kontrak konsultasi.

Laporan yang tertanggal Mei 2019 merinci bagaimana laporan itu disusun atas permintaan komite akuntansi publik. Laporan ini meneliti pengeluaran untuk kosnsultan dalam persiapan Brexit antara musim panas 2016 dan April 2019. Pemerintah telah menghadapi pengawasan terhadap pengeluaran anggaran yang melibatkan eksternal atas persoalan Brexit. 

Analisis menemukan bahwa badan-badan pemerintah dan sektor publik telah memberikan kontrak senilai 107 juta poundsterling untuk membayar konsultan. Sebuah perusahaan swasta yang menganalisis kontrak publik, Tussell mengatakan, angka tersebut termasuk 28 kontrak konsultasi senilai hampir 92 juta poundsterling. 

Seorang juru bicara pemerintah menyatakan, memanfaatkan saran dari konsultan eksternal untuk proyek jangka pendek dinilai lebih efisien. Karena persoalan Brexit membutuhkan saran dari para tenaga ahli, seperti memastikan ketersediaan pasokan produk medis dan makanan ketika Inggris keluar dari Uni Eropa.

Sementara itu, juru bicara NAO enggan berkomentar lebih lanjut. NAO menyatakan, perannya adalah untuk meneliti pengeluaran publik atas nama parlemen. Temuan dari NAO nantinya akan dilaporkan kepada parlemen untuk ditindak lanjuti.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EIE6g1
May 30, 2019 at 02:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EIE6g1
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 28, 2019

SMP IT Luqmanul Hakim Raih Peringkat 1 UNBK

Penghargaan ini dipersembahkan untuk semua keluarga besar SMP IT Luqmanul Hakim.

REPUBLIKA.CO.ID, ACEH BESAR -- Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Luqmanul Hakim menerima penghargaan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Besar sebagai peringkat 1 Ujian Nasional Berbasisi Komputer (UNBK) Tahun Pelajaran 2018/2019, jenjang SMP Kabupaten Aceh Besar. Penghargaan diberikan Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Aceh Besar dan diterima langsung Kepala SMP IT Luqmanul Hakim bertempat di SMP Negeri 3 Ingin Jaya.

Hal ini disampaikan Humas SMP IT Luqmanul Hakim Syakir Daulay dalam keterangannya yang diterima media ini. “Alhamdulillah, hari Senin 27 Mei 2019, SMP IT Luqmanul Hakim meraih peringkat 1 Ujian Nasional Berbasis Komputer Tahun Pelajaran 2018/2019 untuk Jenjang SMP se-Kabupaten Aceh Besar,” kata Syakir Daulay, seperti dalam siaran persnya.

Sementara Kepala SMP IT Luqmanul Hakim Alfajri Kamal Ayu, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang bekerja keras sehingga tercapai prestasi ini. “Penghargaan ini dipersembahkan untuk semua keluarga besar SMP IT Luqmanul Hakim mulai dari guru, siswa, orang tua siswa dan partner SMP IT Luqmanul Hakim. Semoga ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas dan layanan pendidikan,” kata Alfajri Kamal Ayu setelah menerima penghargaan.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Besar Silahuddin mengatakan nilai yang diperoleh harus bisa ditingkatkan untuk kemajuan pendidikan di kabupaten Aceh Besar. “Kami ucapkan selamat kepada SMP IT Luqmanul Hakim atas prestasi ini, semoga ke depan bisa ditingkatkan untuk kemajuan pendidikan di Kabupaten Aceh Besar,” kata Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Besar.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JG5WgV
May 28, 2019 at 02:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JG5WgV
via IFTTT
Share:

Sunday, May 26, 2019

X-Men: Dark Phoenix Tayang Pertengahan Juni

X-Men: Dark Phoenix akan menjadi puncak dari seri X-Men.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Angsuran terbaru dari seri X-Men akan menjadi puncak dari perjalanan film mutan yang dimulai sejak tahun 2000. X-Men: Dark Phoenix akan menjadi tontonan pamungkas dari saga superhero yang akan tayang pada pertengahan Juni tahun ini.

Kali ini, film ke-11 dari waralaba X-Men akan menampilkan cerita tentang Jean Grey (Sophie Turner) yang mendapatkan kekuatan ekstra setelah peristiwa yang tidak diduga. Dia dan rekan-rekannya sesama mutan mendapatkan misi ke luar angkasa dan misi tersebut membuat Jean hampir terbunuh karena dia menyerap entitas kosmik yang tidak dikenal. Namun, bukannya terluka atau mati, dia malah memiliki kekuatan jauh melebihi dari mutan lainnya.

Begitu dia kembali ke Bumi, Jean justru mengalami kesulitan atas kekuatan yang luar biasa itu. Kekuatan kosmik di dalam dirinya terlalu kuat untuk dikendalikan sehingga Jean malah menyakiti orang-orang tercinta saat hilang kendali.

Dengan kondisi tersebut, anggota X-Men pun terpecah. Para pahlawan super ini berada dalam situasi pelik sebab mereka harus menghadapi musuh mereka yang paling berbahaya, yaitu salah satu dari anggota mereka sendiri.

Film ini ditulis dan diarahkan oleh Simon Kinberg yang sudah menjadi langganan dalam memproduksi dan menulis film-film X-Men lainnya. X-Men: Dark Phoenix menjadi langkah perdananya mengarahkan waralaba mutan dari 20th Century Fox tersebut.

Cerita yang diangkat berdasarkan komik dengan judul yang sama ditulis oleh legenda  Chris Claremont dan diilustrasikan oleh seniman John Byrne pada tahun 1980. Kisah tentang kekuatan Jean pun semapat pula diangkat dalam film angsuran X-Men tahun 2006 berjudul X-Men: The Last Stand.

"Dark Phoenix saga adalah salah satu seri X-Men yang paling dicintai dalam garis keturunannya yang panjang, terutama karena itu bukan cerita di mana Anda memiliki pahlawan dan penjahat, hitam dan putih," kata Kinberg, melalui keterangan resmi yang diterima Republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JHiaWG
May 26, 2019 at 02:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JHiaWG
via IFTTT
Share:

Saturday, May 25, 2019

Bawaslu Sumbar Tangai Laporan Politik Uang Caleg Gerindra

Caleg Gerindra Dapil 3 diduga lakukan politik uang

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Barat menangani satu laporan dugaan politik uang atas calon legislatif terpilih dari Partai Gerindra yang maju pada Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Padang (Lubuk Kilangan, Lubuk Begalung, Bungus Teluk Kabung)

"Laporan masuk atas nama masyarakat dengan terlapor AT, caleg Gerindra Dapil 3. Terlapor adalah salah satu caleg terpilih," kata Ketua Bawaslu Padang, Dorri Putra di Padang, Sabtu (25/5).

Laporan itu masuk hari Senin (20/5) dan saat ini telah masuk tahapan pemanggilan pelapor dan saksi-saksi. Setelahnya Bawaslu akan memanggil terlapor untuk melakukan klarifikasi.

Dorri menyebut sesuai aturan Bawaslu memiliki waktu tujuh hari untuk menindaklanjuti laporan yang masuk dan bisa menambah tujuh hari lagi jika dibutuhkan.

Biasanya, untuk kasus yang berdasarkan kepada laporan, Bawaslu menggunakan waktu sepenuhnya sesuai undang undang yaitu 14 hari, agar hasil pemeriksaan benar-benar valid.

"Kalau nanti dalam pemeriksaan ternyata terpenuhi syarat formil dan materil, maka kasus dugaan politik uang itu akan dilimpahkan ke kepolisian," ujarnya.

Hanya saja dalam proses pembuktian, Bawaslu menurut dia memiliki keterbatasan karena harus merujuk pada UU Pemilu. Lembaga itu tidak bisa melakukan pemanggilan paksa terhadap saksi kunci sehingga terkadang pemeriksaan terhadap laporan masyarakat menjadi terhambat.

"Contoh kasus di Padang Selatan ada kasus serupa, setelah dilakukan pemeriksaan dan pemanggilan, ternyata saksi kunci tidak datang dan Bawaslu tidak mengetahui keberadaannya. Sedangkan waktu yang tersedia hanya 14 hari. Lewat waktu itu, kasus tidak bisa dilanjutkan lagi," ujarnya.

Namun, jika nanti laporan dugaan politik uang itu terbukti dan ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, maka calon legislatif yang terpilih (terlapor) bisa batal dilantik menjadi anggota DPRD Padang.

"Kalau sudah ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, Bawaslu akan merekomendasikan pada KPU agar pelantikan terlapor sebagai anggota DPRD Padang dibatalkan," katanya.

Sementara pelapor, Abu Talib menyebut pihaknya memiliki bukti foto dan video dugaan kasus politik uang itu dan telah menyerahkannya pada Bawaslu. Pihaknya juga mengajukan saksi kunci yaitu oknum pembagi dan penerima uang. Ia mendesak Bawaslu Kota Padang agar bergerak cepat menuntaskan kasus tersebut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2X5LUj0
May 25, 2019 at 02:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2X5LUj0
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 21, 2019

Ratusan Warga Sukabumi Antre Tukar Uang Baru untuk Lebaran

Bankn Indonesia menyediakan uang tunai Rp 13,7 triliun untuk Sukabumi.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Ratusan warga Kota Sukabumi mengantre untuk menukarkan uang di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi, Selasa (21/5). Mereka menukarkan uang untuk keperluan menghadapi Hari Raya Idul Fitri.

Adapun maksimal uang yang bisa ditukar per orang sebesar Rp 3 juta dengan uang pecahan kecil mulai dari Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5.000, dan Rp 2.000. Pelayanan ini bisa melayani masyarakat untuk menukarkan uang tunai sesuai dengan kebutuhanya.

Salah seorang warga Sukabumi Ujang Rahmat (28 tahun) mengatakan, ia menukarkan uang untuk keperluan menghadapi Lebaran. "Biasa untuk berbagi kepada ponakan dengan uang lembaran baru," kata dia.

Rahmat mengatakan, ia mengetahui adanya lokasi penukaran uang dari media sosial dan teman sekerjanya. Ia mengaku merasa terbantu dengan adanya mobil penukaran uang yang digelar Bank Indonesia (BI) tersebut.

Hal senada disampaikan warga lainnya Santi (33). Ia mengatakan menukarkan uang sebelum Lebaran sudah menjadi kebiasaan. Uang baru tersebut akan dibagi-bagikan kepada saudaranya di momen lebaran nanti.

"Layanan ini baru pertama kali di Sukabumi yakni mobil layanan penukaran uang terpadu," ujar Deputi Direktur BI Imanudin Sahabat.

BI menyediakan uang tunai sebesar Rp 24,4 triliun untuk melayani kebutuhan warga Jawa Barat dalam menghadapi hari raya Idul Fitri. Untuk Sukabumi disediakan uang tunai sebesar Rp 13,7 triliun.

Imanudin menuturkan, acara penukaran uang di Lapangan Merdeka ini diharapkan dapat melayani masyarakat untuk mendapatkan uang tunai yang dibutuhkan. Selain itu, untuk memastikan uang di masyarakat tidak lusuh dan kalau sudah lusuh masuk ke BI.

Imanudin menuturkan, kebutuhan uang tunai menjelang hari raya mengalami peningkaan hampir sembilan persen. BI sudah mengantisipasinya dengan membuka layanan kepada warga.

"Di sukabumi mobil layanan penukaran uang terpadu ini buka mulai 21-29 Mei," ujar Imanudin.

Kegiatan ini mendapatan dukungan perbankan di Sukabumi yang berjumlah delapan bank. Keberadaan layanan ini diharapkan dapat membantu warga yang membutuhkan penukaran uang.

Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami mengatakan, antusiasme masyarakat menukar uang tunai cukup tinggi. "Fenomena ini menunjukkan ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat," ujar dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LUyUeS
May 21, 2019 at 02:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LUyUeS
via IFTTT
Share:

Sunday, May 19, 2019

Tak Hanya Pecahkan Rekor, Zohri Juga Lolos Olimpiade 2020

Zohri yang bersaing ketat dengan juara dunia asal AS juga memecahkan rekornas lagi.

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sprinter muda Indonesia Lalu Muhammad Zohri tampil gemilang pada kejuaraan Seiko Golden Grand Prix 2019 di Osaka, Jepang, Ahad (19/5). Ia berhasil finis di urutan ketiga dengan catatan waktu 10,03 detik atau rekor nasional (rekornas) terbaru lari 100 meter.

Sprinter 18 tahun itu finis di belakang Justin Gatlin (Amerika Serikat/AS) yang meraih emas dengan 10,00 detik dan Yoshinide Kiryu (Jepang) yang meraih perak dengan 10,01 detik. Gatlin merupakan juara dunia sprint asal AS.

Gatlin adalah peraih medali emas 100 meter Olimpiade 2004 dan perak di Olimpiade 2016 saat dikalahkan Usain Bolt. Artinya, Zohri hanya berada 0,03 detik di belakang sang juara dunia.

Catatan 10,03 detik membuat Zohri kembali memecahkan rekor nasional sekaligus Asia Tenggara untuk jarak 100 meter. Sebelumnya, Zohri mencatatkan waktu 10,13 detik pada ajang yang berlangsung di Qatar, April lalu. Dengan catatan waktu 10,03 pula Zohri dipastikan tampil di Olimpiade 2020 Tokyo.

Sekjen PB PASI Tigor Tanjung mengatakan, bukan hal mudah untuk membawa Zohri tampil di Seiko Golden Grand Prix 2019. Namun Tigor mampu meyakinkan penyelenggara Seiko GP dengan mengatakan bahwa Zohri hanya kalah dari sprinter Jepang, Yoshinide, di Doha. Zohri akhirnya mendapat lintasan sebagai pelari undangan.

"Semoga seiring dengan peningkatan prestasi, atlet-atlet kita dapat berpartisipasi dalam kompetisi-kompetisi bergengsi supaya dapat juga mengumpulkan skor kualifikasi Olimpiade 2020," kata Tigor saat dikonfirmasi, Ahad (19/5).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LWswUu
May 19, 2019 at 02:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LWswUu
via IFTTT
Share:

Friday, May 17, 2019

Meski Produksi Minim, Kemendag Optimistis Ekspor Pertanian

Ekspor yang dapat digenjot ke Argentina ialah nanas dan buah tropis lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Arlinda mengatakan, masih ada peluang bagi produk-produk pertanian yang dapat digenjot untuk diekspor ke Argentina. Meski dia mengakui, kondisi produksi pertanian di dalam negeri belum mencukupi untuk kebutuhan domestik.

Arlinda menjabarkan, secara umum impor Indonesia dari Argentina memang didominasi oleh produk-produk pertanian seperti gandum, jagung, minyak kedelai, kapas, dan tembakau di periode awal 2019. Hal tersebut, kata dia, menunjukkan adanya peningkatan impor yang cukup signifikan walaupun secara volume tidak terlalu besar.

Berdasarkan catatan Kemendag, neraca perdagangan Indonesia-Argentina tahun lalu mengalami defisit sebesar 1,2 miliar dolar AS untuk Indonesia. Menurut dia, defisit neraca perdagangan menjadi tantangan tersendiri bagi pengembangan ekspor pertanian. Meski mengalami defisit yang lebar, dia menyebut produk pertanian seperti buah tropis akan mulai digenjot.

“Khususnya buah nanas, karena produksi nanas kita sangat besar dan permintaan dari Argentina terus ada,” kata Arlinda saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (17/5).

Selain nanas, kata dia, pengembangan ekspor produk pertanian juga akan menggenjot buah tropis lainnya seperti salak dan manggis. Dia juga mengatakan, saat ini pemerintah tengah berupaya menawarkan produk perkebunan seperti rempah-rempah dan kopi ke Argentina dan sejumlah negara Asosiasi Kerja Sama Perdagangan Amerika Selatan (MERCOSUR).

Dari catatan Kemendag, nilai ekspor Indonesia ke Argentina pada 2018 tercatat 238,3 juta dolar AS atau menurun berdasarkan skala tahunan sebesar 10,6 persen. Sedangkan impor Indonesia dari Argentina berjumlah 1,4 miliar dolar AS dalam skala tahunan, atau meningkat 24,5 persen.

“Adanya defisit itu, kami akan tingkatkan kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendorong tercapainya perdagangan yang seimbang,” kata dia.

Adapun pada periode Januari-Februari 2019, ekspor Indonesia ke Argentina tercatat sebesar 30,25 juta dolar AS atau mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2017 sebesar 28,9 persen. Namun di sisi lain, sejumlah produk ekspor Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan ekspor selama beberapa tahun terakhir, termasuk salah satunya produk alas kaki dan komponen kendaraan motor.

Adapun menanggapi kesiapan ekspor ke Argentina dan sejumlah wilayah di Amerika Selatan, Arlinda mengatakan masih menyiapkan pengembangan dari sisi suplai produksi. Pengembangan produk, kata dia, menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk ekspor Indonesia. Untuk itu, pihaknya menyiapkan sejumlah fasilitas guna menggenjot produksi yang berdaya saing.

“Kami fasilitasi desain produk ekspornya, ini agar sesuai dengan selera pasar. Ke pelaku usaha, kami lakukan pembekalan pengetahuan terkait ekspor. Kita juga sediakan terkait pasar ekspornya bagaimana,” kata dia.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Syukur Iwantoro mengatakan, beberapa komoditas pertanian memang belum sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan domestik. Kendati demikian, dia memastikan secara perlahan produksi pertanian dalam negeri mengalami perkembangan.

“Kita lihat, jagung kita misalnya, kita sudah setop impor. Artinya, produksi kita sudah mulai meningkat,” kata Syukur.

Kendati begitu dia mengakui, untuk beberapa komoditas pertanian seperti daging dan kedelai, Indonesia membuka ruang impor kepada Argentina. Dengan adanya defisit neraca perdagangan antara kedua negara, pihaknya memastikan pemerintah akan terus mengkalkulasi kerugian dan keuntungan dari kerja sama yang dilangsungkan agar tidak memberatkan kinerja perekonomian secara nasional. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JpWZbA
May 17, 2019 at 02:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JpWZbA
via IFTTT
Share:

Thursday, May 16, 2019

Dinilai Melanggar, KPU Bersyukur Bawaslu tak Setop Situng

KPU terbukti melanggar tata cara dan prosedur penginputan data Situng.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi menghargai keputusan bawaslu yang tidak memerintahkan penghentian penayangan Situng KPU.  Menurutnya, putusan Bawaslu sejalan dengan prinsip rekapitulasi resmi hasil pemilu yang manual dan berjenjang.

"Menanggapi putusan Bawaslu yang menyatakan KPU melanggar administrasi dalam hal Situng, maka KPU menyampaikan apresiasi yang setinggi-tigginya kepada Bawaslu karena memiliki komitmen yang sama kuat dengan KPU dalam hal keterbukaan informasi publik," ujar Pramono kepada wartawan, di Kantor KPU,  Menteng, Jakarta Pusat,  Kamis (16/5).

KPU pun menilai Bawaslu telah memahami sepenuhnya fungsi penting Situng sebagai media informasi bagi masyarakat. Jadi Situng bukan hanya dipandang berguna untuk paslon atau peserta pemilu saja. "Situng penting untuk mengetahui hasil-hasil pemilu dari seluruh wilayah Indonesia," tegas dia. 

Kemudian, terkait perintah Bawaslu agar KPU melakukan perbaikan prosedur dan tata cara Situng, juga sudah sejalan dengan komitmen KPU untuk melakukan koreksi jika ada laporan atau temuan salah input data. Sejak awal KPU menegaskan bahwa mereka terbuka atas laporan dan masukan publik. Jika informasi itu benar, maka KPU siap melakukan perbaikan.

"Putusan Bawaslu sebenarnya menegaskan bahwa proses penetapan hasil pemilu bukanlah melalui Situng, karena pemilu kita masih manual berbasis rekapitulasi secara berjenjang dan manual, " tambah Pramono. 

Sebelumnya, Bawaslu menyatakan KPU terbukti melanggar tata cara dan prosedur penginputan data dalam Situng.  Bawaslu memerintahkan KPU untuk memperbaiki hal tersebut.

"Menyatakan KPU terbukti secara sah melanggar tata cara dan prosedur dalam input data sistem informasi penghitungan suara atau Situng," ujar Ketua Bawaslu, Abhan, di Ruang Sidang Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis.

Dengan demikian,  Bawaslu memerintahkan KPU untuk memperbaiki tata cara dan prosedur dalam input data dalam Situng. Pada kesimpulan putusan atas laporan dugaan pelanggaran administratif pemilu No. 07/LP/PP/ADM/RI/00.00/V/2019 itu disebutkan, KPU berkewajiban untuk memastikan data yang dimasukan dalam Situng adalah data yang valid, telah terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2w2UIu6
May 16, 2019 at 02:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2w2UIu6
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 15, 2019

Mendagri Sebut TPF Pemilu tak Perlu Dibentuk

Mendagri menyatakan pemerintah sudah membentuk tim terkait meninggalnya petugas KPPS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, menilai tim pencari fakta (TPF) pemilu tidak perlu dibentuk. Menurutnya, pemerintah sudah membentuk tim untuk mendata penyebab meninggalnya petugas pemilu.

"Menurut saya nggak perlu, ngapain? Sudah ada kok," ujar Tjahjo di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk, Mangga Besar, Jakarta Barat, Rabu (15/5).

Menurut Tjahjo, tim untuk mencari tahu penyebab kematian para petugas pemilu sudah dibentuk oleh Departemen Kesehatan (Depkes). Dalam tim tersebut, Kemenkes turut melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Selain itu, kata dia, Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga sudah membuat tim serupa.

"Depkes (Kemenkes) sudah ada tim dengan IDI dengan KPU juga sudah membuat tim, menjelaskan dengan detail bahwa faktor meninggalnya karena apa," kata Tjahjo.

Ia menerangkan, dari tim yang dibentuk Kemenkes tersebut diketahui, mayoritas petugas pemilu meninggal dunia karena penyakit jantung dan asma. Karena itu, ia menganggap, TPF Pemilu tidak perlu untuk dibentuk.

"Mayoritas yang meninggal, di samping karena persyaratan kesehatan tidak akurat, cukup satu kertas sehat saja, maka mayoritas adalah karena penyakit jantung, yang kedua asma. Jadi tim sudah dibentuk," terangnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Koordinator Poltik dan Keamanan, Fadli Zon, mendesak pembentukan TPF untuk mengusut meninggalnya ratusan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). TPF dinilai perlu untuk mengungkap secara rinci fenomena meninggalnya ratusan petugas KPPS.

"Perlu ada semacam tim pencari fakta atau tim gabungan pencari fakta, karena ini kan nyawa manusia yang sangat serius, satu orang saja harus diinvestigasi apalagi sampai 600-an," kata Fadli Zon di Kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa (14/5).

Fadli mendorong pembentukan TPF lantaran adanya berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat. Fakta yang diungkap melalui TPF diyakini Fadli bisa menjawab pertanyaan dan spekulasi yang muncul di masyarakat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W4vSZt
May 15, 2019 at 02:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W4vSZt
via IFTTT
Share:

Monday, April 29, 2019

Polda Sulsel Tangkap Penyebar Hoax 22 Mei Terjadi Kerusuhan

Tersangka berinisial SA menyebarkan video hoax terkait akan adanya kerusuhan

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menangkap seorang pria paruh baya berinisial SA. SA ditangkap karena telah menyebarkan video analisis akan terjadinya kerusuhan pada 22 Mei 2019 setelah penetapan pemenang Pemilihan Umum (Pemilu).

"Sejak video beredar langsung viral dan meresahkan masyarakat," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, Senin (29/4).

Ia mengatakan tersangka SA berhasil diamankan oleh anggota Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) di rumahnya di Tompobalang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kombes Dicky menyebut sebagian isi dalam video itu sifatnya provokatif yang dapat menimbulkan ujaran kebencian atau permusuhan terhadap suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Videonya sangat meresahkan masyarakat. Kita ketahui bersama saat ini masih penghitungan suara dan 22 Mei nanti baru pengumuman oleh KPU. Makanya kami amankan karena telah melakukan provokasi," katanya.

Mantan Direktur Sabhara Polda Kepulauan Riau (Kepri) ini mengatakan video ujaran kebencian tersebut diunggah oleh akun Instagram @reaksirakyat1 pada 26 April 2019. Tersangka sambil mengendarai mobilnya, mengatakan akan terjadi huru-hara atau kerusuhan, pada 22 Mei 2019, tepatnya pada 17 Ramadhan.

Huru-hara bakal terjadi karena KPU RI bakal mengumumkan hasil Pilpres tidak sesuai yang diharapkan pasangan capres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. "Dalam video itu tersangka berupaya memprovokasi dan membenturkan antara TNI-Polri. Orang ini sengaja memprovokasi dan sangat berbahaya," ujar Dicky.

"Kami tidak pandang bulu, akan diproses, sambil melakukan pendalaman. Tidak mungkin dia main-main, pasti ada tendensinya," imbuhnya. Pada kesempatan itu, dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat agar bisa bersama-sama dengan aparat Polri dan TNI untuk bisa menjaga kedamaian serta stabilitas masyarakat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VyLm7N
April 29, 2019 at 02:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VyLm7N
via IFTTT
Share:

Sunday, April 28, 2019

Yuk Ikuti 3 Tips Sukses Dapat Beasiswa

Kemenkominfo mengumumkan sudah dibukanya Program Digital Talent Scolarship 2019

Beasiswa merupakan salah satu program baik dari pemerintah atau swasta yang paling diincar para anak muda baik yang baru lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) atau bagi yang ingin melanjutkan kuliahnya ke jenjang yang lebih tinggi. Tak terkecuali para orang tua yang memiliki perekonomian kurang stabil dan ingin anaknya kuliah.

Belum lama ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengumumkan sudah dibukanya Program Digital Talent Scolarship 2019 (DTS 2019). Tahun sebelumnya kominfo hanya membuka kesempatan untuk 1000 orang, tapi di tahun babi tanah ini bertambah kuotanya menjadi 25.000 orang untuk peserta umum dan juga disabilitas.

Adanya program DTS 2019 ini guna meningkatkan keterampilan sumber daya manusia (SDM) Indonesia khususnya di bidang Komunikasi dan Informatika. Dengan begitu, pemerintah berharap produktivitas anak bangsa dan daya saing bangsa menuju revolusi industry 4.0 terus mengalami peningkatan.

Seperti yang dikutip dari press release digitalent.kominfo bahwa beasiswa yang pendaftarannya sudah berlangsung sejak 20 April 2019 dan berakhir pada 19 Mei 2019 ini akan bekerja sama dengan 30 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, 23 Politeknik dan 4 perusahaan teknologi global, yaitu AWS, Cisco, Google dan Microsoft.

Program DTS 2019 terbagi 4 Akademi

Berikut ini informasi seputar empat akademi yang terdapat pada program DTS 2019 beserta persyaratan dari masing-masing akademi yang harus dipenuhi:

1. Vocational School Graduate Academy (VSGA)

Program VSGA merupakan program pelatihan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) untuk mencetak SDM level teknisi bidang digital, khususnya Junior Network Administrator, Junior Graphic Designerm Junior Web Developer, Junior Mobile Programmer, dan Intermediate Animator.

Persyaratan:

  • Warga Negara Indonesia
  • Usia Maksimal 29 tahun saat mendaftar
  • Lulusan SMK
  • Belum bekerja / sedang tidak bekerja
  • Lolos Seleksi Administrasi dan Tes Substansi
  • Scan KTP, Ijazah SMK (depan belakang) atau Surat Keterangan Lulus dengan format PDF
  • Menyetujui Surat Pernyataan Peserta DTS 2019
  • Menyetujui Syarat dan Ketentuan DTS 2019
  • Menyetujui Tata Tertib DTS 2019
  • Sanggup bawa laptop dengan spesifikasi tertentu sesuai dengan persyaratan di masing-masing tema pelatihan.

Baca Juga: Orang Tua Wajib Cermati Hal Berikut Agar Kelak Anaknya Bisa Kuliah

2. Fresh Graduate Academy (FGA)

Program FGA ini membuka pelatihan TIK dengan 6 tema pilihan, antara lain Artificial Intelligence, Big Data Analytics, Cloud Computing, Cybersecuritym, Internet Of Things, dan Machine Learning.

Persyaratan:

  • Warga Negara Indonesia
  • Usia Maksimal 29 tahun saat mendaftar
  • Lulusan D3/D4/S1 yang terkait dalam bidang TIK dan MIPA
  • Belum bekerja / sedang tidak bekerja
  • Lolos Seleksi Administrasi dan Tes Substansi
  • Terbuka bagi penyandang disabilitas: Netra (Universitas Sebelas Maret) Rungu dan Daksa (Universitas Brawijaya)
  • Scan KTP, Ijazah (depan belakang) atau Surat Keterangan Lulus dengan format PDF
  • Menyetujui Surat Pernyataan Peserta DTS 2019
  • Menyetujui Syarat dan Ketentuan DTS 2019
  • Menyetujui Tata Tertib DTS 2019
  • Sanggup bawa laptop dengan spesifikasi tertentu sesuai dengan persyaratan di masing-masing tema pelatihan.

3. Coding Teacher Academy (CTA)

CTA merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis dalam bidang pemrograman sehingga guru dapat mendidik dan mengajarkan kompetensinya kepada siswa/siswi di tempatnya mengajar.

Persyaratan:

  • Warga Negara Indonesia
  • Usia Maksimal 45 tahun saat mendaftar
  • Guru SMK/SMA/Madrasah Aliyah / SMALB yang mengajar bidang TIK (Terbuka untuk Guru PNS dan Non-PNS)
  • Mendapatkan rekomendasi dari Kepala Sekolah tempat mengajar
  • Lolos Seleksi Administrasi dan Tes Substansi
  • Scan KTP, Surat Rekomendasi dari Kepala Sekolah, SK Mengajar dengan format PDF
  • Menyetujui Surat Pernyataan Peserta DTS 2019
  • Menyetujui Syarat dan Ketentuan DTS 2019
  • Menyetujui Tata Tertib DTS 2019
  • Sanggup bawa laptop dengan spesifikasi RAM minimal 2 GB, laptop dengan 32/64-bit processor, laptop dengan Operating System Windows 7,8,9,19, Linux atau MAC OSX, laptop dengan konektivitas WiFi dan memiliki webcam.
  • Bersedia mengikuti pelatihan tatap muka pada 1-5 Juli 2019 atau 8-12 Juli 2019 atau 15-19 Juli 2019.

4. Online Academy (OA)

Program OA merupakan kerjasama Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan perusahaan teknologi dunia seperti Amazon, Cisco, Google, dan Microsoft serta Lembaga Administrasi Negara yang bertujuan untuk mencetak SDM di bidang digital, khususnya keterampilan Android, Artificial Intelligence, Associate Cloud Engineer, Big Data, Cyber Security, Cyber Operations, Digital Policy, IT Essentials, Programming Operations In Python, dan  Digital Skills (Artificial Intelligence, Cyber Security, Internet of Things, Data Analysis Data Science *pilih salah satu*).

Persyaratan:

  • Warga Negara Indonesia
  • Lolos Seleksi Administrasi dan Substansi
  • Khusus Tema Pelatihan Digital Policy, peserta adalah ASN Peserta Diklat Pimpinan Tinggi Pratama (PIM II)
  • Scan KTP atau Kartu Keluarga
  • Menyetujui Surat Pernyataan Peserta DTS 2019
  • Menyetujui Syarat dan Ketentuan DTS 2019
  • Menyetujui Tata Tertib DTS 2019
  • Sanggup mempersiapkan laptop atau PC dengan spesifikasi tertentu sesuai dengan persyaratan di masing-masing tema pelatihan

Baca Juga: Mau Kuliah S1/S2/S3? Catat Informasi Beasiswa Terbaru dan Deadlinenya Tahun ini!

Tips Dapat Beasiswa

dts 2019

DTS 2019 via vibizmedia.com

Semua orang tentunya sangat ingin mendapatkan beasiswa. Agar itu bisa menjadi kenyataan, tak ada salahnya ikuti tips berikut ini:

1. Persiapkan Sejak Awal

Ketika sudah mengetahui adanya program beasiswa yang dibuka, langsung persiapkan segala keperluan untuk mengikuti beasiswa tersebut. Cari tahu kelengkapan informasinya mulai dari persyaratan hingga tahapan-tahapan yang harus diikuti.

2. Segera Daftarkan Diri

Mengingat ada batas waktu dan kuota yang telah ditentukan dalam pendaftaran beasiswa, maka setelah persyaratan sudah lengkap segera daftarkan diri. Jangan sampai gagal hanya karena telat daftar.

3. Siapkan Diri untuk Tes Penyeleksian

Beasiswa tentunya ada tahapan yang harus dilalui oleh peserta. Setelah babak penyelisihan pada tahap kelengkapan dokumen, biasanya dilanjutkan dengan tes penyeleksian. Untuk itu, persiapkan dengan banyak menggali informasi atau ilmu pengetahuan lainnya yang bersangkutan dengan akademi yang dipilih.

Berusaha dan Imbangi dengan Doa

Bila tekad sudah bulat, maka jangan ada lagi keraguan yang dapat menghalangi langkah Anda. Teruslah berusaha semaksimal mungkin untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Jangan lupa juga imbangi dengan doa yang sungguh-sungguh agar mendapatkan hasil yang terbaik.

Baca Juga: Cara Jitu untuk Mendapatkan Beasiswa Kuliah di Luar Negeri

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WjgnJO
April 28, 2019 at 02:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WjgnJO
via IFTTT
Share:

Thursday, April 18, 2019

Harga Cabai di Petani Kembali Anjlok

Harga jatuh serentak di sentra komoditas cabai di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kondisi harga komoditas cabai di tingkat petani lokal anjlok. Meskipun petani menggenjot produksi demi mengamankan kebutuhan Ramadhan, akses pasar tidak disediakan dengan baik. Petani meminta pemerintah mengambil langkah cepat agar kerugian dapat diminimalisasi.

Ketua Umum Asosiasi Champion Cabai Indonesia, Tunov Mondro Atmodjo, menuturkan, harga komoditas cabai yang anjlok yakni untuk jenis cabai merah kriting dan cabai rawit merah yang paling banyak dikonsumsi masyarakat.

Rata-rata harga untuk kedua jenis cabai itu anjlok hingga Rp 6.000 sampai Rp 7.000 per kilogram (kg) dari harga normal cabai sekitar Rp 15 ribu per kg.  “Ini sudah bulan Januari anjlok. November tahun lalu sempat stabil, Desember tinggi sampai Rp 30 ribu per kg, lalu Januari sampai sekarang maksimal hanya Rp 7 ribu per kg,” kata Tunov saat dihubungi Republika.co.id, dari Jakarta, Kamis (18/4).

Tunov memaparkan, harga normal cabai merah keriting dan cabai rawit merah berdasarkan modal dan rata-rata produktivitas per hektare. Menurut dia, saat ini rata-rata produktivitas cabai sekitar 5 ton per hektare.

Sementara, modal yang dikeluarkan untuk satu kali tanam di lahan seluas 1 hektare sekitar Rp 75 juta. Dengan kata lain, harga Rp 15 ribu per kg setidaknya baru dapat menutupi modal petani.

Menurutnya, jatuhnya harga kali ini terjadi serentak di kota/kabupaten Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur yang menjadi sentra penanaman komoditas cabai. Khusus di Jawa Tengah, harga bahkan sempat menyentuh hingga Rp 3.000 per kilogram.

“Kita sudah ikuti kebijakan Kementerian Pertanian untuk mengatur pola tanam. Namun tidak dimbangi oleh kebijakan perdagangan. Saya khawatir kalau begini terus lama-lama petani tidak mau tanam,” ujarnya.

Tunov yang juga menjadi petani cabai di Magelang, Jawa Tengah, menuturkan, banyak petani yang pada akhirnya tidak memanen seluruhnya produksi cabai yang dihasilkan. Sebab, untuk memanen cabai diperlukan biaya untuk membayar buruh tani. Sementara, harga cabai yang rendah tidak sebanding dengan pengeluaran yang mesti dikeluarkan untuk membayar buruh.

Dampak dari dibiarkannya tanaman juga menimbulkan virus karena banyak cabai yang membusuk. Hal itu, kata Tunov, membahayakan untuk musim tanam selanjutkan karena dapat menjadi bibit penyakit tanaman.

Ia mengaku, berdasarkan laporan dari pasar induk seperti Pasar Kramat Jati, Jakarta, dari rata-rata penyerapan sehari sebanyak 20 ton, saat ini kurang dari 10 ton. Namun, pihaknya belum dapat menjelaskan penyabab utama penurunan permintaan cabai di pasar saat ini. Meski demikian, adanya penurnan permintaan menjadi masalah karena membuat adanya ketidakseimbangan antara produksi dan permintaan.

Di sisi lain, untuk distribusi cabai ke luar pulau Jawa terhambat oleh tingginya biaya kargo pesawat yang saat ini mencapai Rp 30-40 ribu per kg. Tarif tersebut naik signifikan dari sebelumnya hanya sekitar Rp 5-10 ribu per kg.

“Cabai itu harus pakai pesawat. Tidak bisa jalur darat atau laut karena dia cepat busuk. Akibat ini cabai yang diproduksi petani itu tidak tersalurkan. Melimpah di daerah produsen,” ujar dia.

Asosiasi, kata dia, telah berulang kali menyampaikan kondisi di petani kepada Kementerian Perdagangan. Namun, belum ada respons yang konkret terkait langkah pemerintah untuk menangani anjloknya harga.

Tunov menegaskan, jatuhnya harga cabai di tingkat petani menjelang hingga pasca Ramadhan kerap terulang setiap tahun. Padahal, upaya peningkatan produksi ditujukan untuk memenuhi permintaan masyarakat agar tidak terjadi lonjakan harga di pasar tradisional.

“Pemerintah ketika harga di pasar tinggi ribut, ketika harga dipetani diam. Kita akan demo dalam waktu dekat kalau tidak ada perubahan,” katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2V2ePXu
April 18, 2019 at 02:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2V2ePXu
via IFTTT
Share:

Friday, April 12, 2019

Demi Film Ini, Tanta Ginting Rela Dipukuli Raline Shah

Tanta Ginting mendalami peran dengan riset dan menyimak beberapa film

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memerankan sosok mafia bernama Riky Kumolo dalam film laga Police Evo membawa tantangan tersendiri untuk aktor Tanta Ginting. Dia mendalami peran dengan melakukan riset dan menyimak beberapa film untuk referensi.

"Mafia yang saya perankan bukan yang terlihat jahat, tapi lebih seperti pebisnis yang licik dan oportunis. Dia seperti punya dua sisi, bisa baik ke orang yang mau kasih duit, bisa sebaliknya," kata Tanta.

Pria kelahiran Medan itu tidak menjalani masa persiapan fisik seperti kedua lawan mainnya, Raline Shah dan Mike Lucock. Sebab, karakter Riky memang tidak banyak melakukan adegan dengan baku hantam atau adu tembak.

Tanta justru membagikan pengalaman menarik bersama Raline. Pada salah satu adegan, tokoh polisi bernama Rian yang diperankan Raline kesal pada Riky. Rian memukuli dada Riky, tetapi emosi Raline saat itu terasa sangat nyata.

"Keras banget dan harus diulang beberapa kali," ujar Tanta. Setelah pengambilan gambar selesai, kru sampai bertanya apakah Tanta baik-baik saja karena suara pukulan terdengar sangat kencang dari mikrofon.

Pengalaman lain yang dibagikan Tanta adalah angin ribut di lokasi syuting. Badai membuat set perkampungan penduduk yang sudah dibangun di area pantai di Kuantan, Malaysia, hancur berantakan. Alhasil, para pemeran harus sabar menunggu pembangunan kembali.

Terkait bahasa, Tanta tidak menjumpai banyak kendala karena karakter yang dia perankan berbahasa Indonesia. Dia mengatakan dialog dalam film terdiri dari bahasa Indonesia dan Melayu. Para tokoh pun diceritakan berasal dari Indonesia dan Malaysia.

Tanta mengajak penikmat film laga untuk menyimak Police Evo yang tayang mulai 18 April 2019. "Drama banget, action-nya bagus banget, usaha Raline di film ini juga beda banget," ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2uZCj0L
April 12, 2019 at 02:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2uZCj0L
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 10, 2019

Beredar Hasil Pemungutan Suara di Luar Negeri, KPU: Hoaks

Hasil pemungutan suara pemilu di luar negeri baru diketahui setelah 17 April.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy'ari, menegaskan informasi yang menyebutkan hasil perolehan suara Pemilu 2019 di luar negeri adalah hoaks. Menurut dia, meski pemungutan suara luar negeri sudah mulai dilaksanakan tetapi hasil perolehan suara pemilu baru dapat diketahui setelah proses penghitungan suara 17 April 2019 selesai.

"Bila sekarang ini beredar kabar tentang perolehan suara pemilu LN, dapat dipastikan hasil tersebut bukan hasil resmi atau real count yang dilakukan oleh Panitia Penyelenggara Luar Negeri (PPLN) dan Panitia Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPSLN)," ujar Hasyim dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/4).

Hasyim mengungkapkan, kegiatan pemungutan suara Pemilu 2019 di luar negeri dilaksanakan sebagaimana jadwal dalam SK KPU Nomor 644/2019. Berdasarkan SK tersebut pemungutan suara di luar negeri dilaksanakan terlebih dulu atau sistem early voting.

Sehingga, pemungutan suara di luar negeri berlangsung pada 8-14 April 2019. Kegiatan pemungutan suara di LN dilaksanakan dengan tiga metode, yakni memilih di TPSLN yg berada di kantor perwakilan RI (KBRI/KJRI/KDEI), memilih dengan Kotak Suara Keliling (KSK) yang bertempat di dekat pemukiman atau tempat kerja WNI dan metode pos.

"Namun, kegiatan penghitungan suara pemilu di LN tetap dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 sesuai waktu setempat. Hasilnya, baru diketahui setelah proses penghitungan suara 17 April 2019 selesai," tuturnya.

Hasyim juga menyampaikan bahwa beberapa wilayah di luar negeri yang sudah dan sedang menyelenggarakan pemungutan suara, antara lain, di Sana'a (Yaman) pada Senin 8 April 2019, Panama City (Panama) dan Quito (Ekuador) pada Selasa, 9 April 2019, serta Bangkok (Thailand) dan Songkhla (Thailand) pada 10 April 2019.

"Selain jadwal tersebut, kegiatan pemungutan suara di LN belum dilaksanakan. Dengan demikian terhadap kabar tentang perolehan suara pemilu di LN yg beredar luas di masyarakat adalah kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," tegas Hasyim.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UuM6Lx
April 10, 2019 at 02:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UuM6Lx
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 9, 2019

Pelajaran Berharga dari Dakwah Mus'ab bin Umair

Mus'aib bin Umair menjadi duta Islam lewat dakwahnya di Madinah

Mus'ab bin Umair adalah pemuda yang terkemuka pada masanya. Hidup sezaman dengan Rasulullah Saw. Bahkan turut berjuang bersama Baginda Nabi demi perluasan Islam. Tambahan pula, Mus'ab bin Umair adalah duta penting yang diutus oleh Rasulullah Saw untuk menjadi da'i di kota yang diberkahi, Madinah.

Jika kita membaca sirah nabawiyah, maka sudah pasti kita dapati akhir dari kisah dakwah Mus'ab bin Umair di kota Yastrib, Madinah. Islam sebagai poin utama dakwahnya, menjadi viral diperbincangkan.

Hingga disebutkan, tidak ada satupun pintu-pintu rumah di Madinah melainkan di dalamnya membicarakan Islam. Terlepas menerima atau menolak. Yang jelas, tidak lama setelah itu kehidupan Islam tunas, tumbuh dan berkembang pesat di sana. Masya Allah!

Melalui kisah ini kita peroleh pelelajaran berharga dari dakwahnya Mus'ab di Madinah. Yakni, bahwa ketika gagasan itu sudah ramai diperbincangkan, maka kemenangan untuk gagasan tersebut tidak terelakkan. Apalah lagi gagasan yang ada merupakan janji-Nya. Dikabarkan pula oleh Rasul-Nya. Jutaan ksatria sekalipun tidak akan mampu memadamkan kilauan cahaya-Nya.

Demikianlah dakwah pada yang hak. Pada masanya, ia akan memuncak tanpa ada yang mampu menghalangi. Maka demikian pula halnya dengan dakwah tentang Khilafah. Hari ini sudah mulai peroleh respon dari berbagai kalangan.

Dibicarakan dalam berbagai forum dan kesempatan. Disinggung dalam beragam momen dan kegiatan. Terlepas pro atau kontra. Khilafah kini menjadi gagasan yang menyita perhatian dunia.

Apapun respon yang beredar, kepastiannya tetap satu. Bahwa Khilafah adalah bagian dari ajaran Islam. Pun, sebagaimana penaklukan Konstantinopel yang dikabarkan oleh Rasulullah Saw., maka tegak kembalinya Khilafah adalah sebuah keniscayaan. Sebagaimana sabdanya "Kemudian akan kembali lagi Khilafah yang mengikuti metode kenabian. ..." (HR Ahmad).

Inilah yang harusnya kita pahami dan yakini. Bukan malah membenci apalagi menghalangi titah Illahi. Perkara kapan dan di mana, itu semua adalah mutlak kuasa Allah Swt. Sang pemilik bumi. Wallahu 'alam

Pengirim: Wulan Citra Dewi asal Pekanbaru, Riau

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2U0TNUB
April 09, 2019 at 02:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2U0TNUB
via IFTTT
Share:

Thursday, April 4, 2019

Emil Sampaikan Maaf Soal Monitoring UNBK

Kegiatan monitoring bertujuan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan UN.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan permohonan maaf jika kegiatan monitoring terhadap pelaksanaan UNBK dinilai melanggar dan mengganggu proses ujian. Emil, panggilan akrab  Ridwan Kamil,menegaskan, tidak ada sedikitpun niat untuk mengabaikan prosedur operasional standar penyelenggaraan ujian nasional (POS UN) tahun pelajaran 2018-2019.

Pernyataan Emil tersebut menanggapi siaran pers Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat, Selasa 2 April 2019, yang menyatakan ajakan kepada semua pihak agar mematuhi pada aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah, khususnya terkait POS UN.

Pada salah satu poinnya menyebutkan, saat berlangsungnya Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP), yang dapat masuk ruang ujian hanya peserta ujian dan pengawas. Begitupun pada UNBK, yang boleh masuk ruang ujian hanya peserta ujian, pengawas, proktor, dan/atau teknisi.

Atas ketentuan itu, Emil menyampaikan permohonan maaf jika ada kesalahan pada kunjungan monitoring UNBK ke sekolah, belum lama ini. Dia mengatakan, kunjungan monitoring UNBK ke SMKN 3 Bandung dan SLB Wiyata Guna pada 27 Maret 2019  dan 2 April 2019, bertujuan untuk memastikan bahwa pelaksanakan ujian nasional berjalan baik.

Selain itu, dirinya juga ingin melihat kesiapan kelengkapan sarana dan prasarananya. ‘’Kehadiran saya ingin memberikan support dan motivasi pada peserta didik, yang sedang melaksanakan UN dan saya sebelumnya telah mendapat ijin untuk masuk dan melihat lebih dekat peserta ujian,’’ tuturnya dalam siaran pers yang diterima Republika, Kamis (4/4).

Emil menyampaikan permohonan maaf kepada peserta didik dan guru di SLB karena telah mengganggu pelaksanaan ujian. Di sisi lain, dirinya mengapresiasi Ombudsman Jawa Barat yang telah melakukan peran dan fungsinya dalam melakukan monitoring pelaksanaan UNBK di Jawa Barat. 

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika menyampaikan hal senada. Kata dia, kejadian itu akan menjadi catatan penting untuk ke depannya agar penyelenggaraan UN bisa lebih baik lagi. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2G1dEiE
April 04, 2019 at 02:12PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2G1dEiE
via IFTTT
Share:

Friday, March 29, 2019

Mane Dinilai Layak Berkostum Real Madrid

Madrid membutuhkan sosok pembeda di lini depan pasca ditinggal Cristiano Ronaldo.

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Rumor Sadio Mane menuju Real Madrid, belakangan berhembus kencang. Saat ini Mane masih menjadi bagian dari Liverpool.

Terkait hal itu, mantan rekan setim Mane di Southampton, Oriol Romeu angkat bicara. Romeu menilai penyerang Senegal itu layak berkostum Los Blancos.

Ia paham bagaimana kemampuan Mane. Menurut Romeu, striker 26 tahun itu bisa memberi variasi di lini serangan El Real.

''Dia memiliki kualitas fisik dan tekhnik yang luar biasa. Dia siap (membuat lompatan besar dalam karier dengan) menuju Real Madrid,'' kata Romeu, dikutip dari Marca, Jumat (29/3).

Sang gelandang melihat Madrid sedang membutuhkan sosok pembeda di lini depan pasca ditinggal Cristiano Ronaldo. Mane, tegas dia, mampu mengisi kekosongan tersebut.

Apalagi, jagoan Senegal itu sedang bagus-bagusnya. Sejauh musim ini berjalan, Mane tampil dalam 38 laga di berbagai kompetisi dan mencetak 20 gol.

''Di Liverpool, dia telah berkembang pesat. Musim ini dia membuat lompatan besar dalam kariernya,'' ujar Romeu.

Sejauh ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak-pihak terkait. Mane masih fokus berjuang bersama the Reds memburu gelar Liga Primer Inggris.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OBELUg
March 29, 2019 at 02:12PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2OBELUg
via IFTTT
Share:

Tuesday, March 19, 2019

Marotta Ungkap Inter tak Menghukum Icardi

Marotta juga menyampaikan harapannya untuk kesembuhan cedera yang diderita Icardi.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Direktur olahraga Inter Milan Giuseppe Marotta menjelaskan pihaknya sama sekali tidak menjatuhkan hukuman kepada penyerang Mauro Icardi lantaran permasalahan yang tengah terjadi olehnya dan pihak klub. Marotta juga menyampaikan harapannya untuk kesembuhan cedera yang diderita sang pemain.

Hampir satu bulan lebih Icardi absen membela i Nerazzurri di semua kompetisi. Alhasil, buntut dari hilangnya Icardi di susunan pemain utama membuat Inter harus tersingkir di ajang Liga Europa oleh Eintracht Frankfrut.

"Kami berharap Icardi lekas membaik karena kami adalah keluarga. Tetapi kami tak menghukum," ujar Beppe Marotta dikutip Football Italia, Selasa (19/3).

Dalam periode tersebut, Icardi hanya satu kali dicoret dan delapan partai lain dilaporkan tidak bisa bermain akibat cedera lutut. Sang istri yang juga merangkap sebagai agennya, Wanda Nara, membenarkan apabila striker asal Argentina benar-benar mengalami cedera lutut dan masih dalam masa pemulihan.

"Icardi pemain bagus dan ia juga telah memberi banyak kontribusi untuk Inter. Kini kami hanya berharap ia cepat pulih dan kembali memperkuat tim," sambung Marotta.

Keretakan hubungan Icardi dengan Inter sudah tercium sejak awal 2019 kemarin. Wanda Nara, mendesak pihak La Beneamata untuk melipatgandakan upah suaminya jika ingin bertahan di Giuseppe Meazza. Akibat derasnya rumor keretakan itu, surat kabar Italia kerap mengait-ngaitkan bahwa Icardi bakal merapat ke klub elite Spanyol, Real Madrid.

Di sisi lain, Inter baru saja memenangkan laga derbi Milano versus AC Milan dengan skor 3-2 akhir pekan kemarin. Kemenangan itu sekaligus membuat posisi anak asuh Luciano Spalletti naik ke kursi ketiga klasemen Serie A Italia dengan perolehan 53 poin disusul rival sekota i Rossoneri di posisi keempat dengan 51 poin.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OcEU09
March 19, 2019 at 02:12PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2OcEU09
via IFTTT
Share:

Monday, March 4, 2019

Bang Imad dan Perjuangan Mendirikan Masjid Salman ITB

Almarhum Imaduddin Abdulrahim alias Bang Imad ikut dalam pembangunan Masjid Salman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam tulisan sebelumnya, telah dipaparkan bagaiman 'Imaduddin Abdulrahim alias Bang 'Imad tetap bertahan di ITB, alih-alih pulang kampung, untuk ikut berkontribusi dalam dunia dakwah dan keilmuan di Bandung. Dalam pada itu, para akademisi Muslim setempat sedang menghadapi persoalan yang sama. Mereka ingin hadirnya masjid di tengah-tengah lingkungan kampus tersebut.

Baca juga: Sesepuh Masjid Salman ITB, Bang Imad, dan HMI

Konteks waktu saat itu adalah Orde Lama. Partai Komunis Indonesia (PKI) sedang mendompleng popularitas kepemimpinan Presiden Sukarno. Karena itu, kelompok-kelompok yang alergi terhadap Islam merasa sedang di atas angin.

Keadaan kian parah setelah Bung Karno mulai terperosok ke dalam perilaku otoriter. Pada 5 Juli 1959, misalnya, dia menetapkan dekrit yang memberlakukan lagi UUD 1945. Akibatnya, Konstituante—lembaga demokratis yang berfungsi merumuskan konstitusi baru pengganti UUD-Sementara 1950—dibubarkan paksa.

Puncaknya, MPR-S--yang pembentukannya sarat intervensi--menetapkan Sukarno sejak 18 Mei 1963 sebagai presiden seumur hidup. Sebelumnya, pada 1956 Mohammad Hatta meletakkan jabatan selaku wakil presiden. Bung Hatta merasa, Sukarno tidak lagi mendengarkannya.

Bagi umumnya aktivis Muslim pada masa itu, pelbagai peristiwa politik nasional menyebabkan kesukaran tersendiri. Khususnya bagi Bang 'Imad, ayahandanya yang anggota Konstituante kian jarang ke Jawa untuk mengikuti rapat-rapat politik.

Untuk mengatasi krisis keuangan, Bang ‘Imad yang kala itu masih mahasiswa terpaksa mengambil pekerjaan sampingan sebagai guru SMP swasta. Nilai-nilai akademisnya sempat anjlok karena terlampau sibuk di luar kampus.

Untungnya, dia sudah berpasangan dengan gadis pujaan hati, Nur’aini, putri seorang kiai asal Maninjau, Sumatra Barat. Pada 1954, keduanya menikah secara sederhana saat Bang ‘Imad masih mahasiswa di ITB.

Upaya Bersama Mewujudkan Masjid

Suasana suram masih menyelimuti pergerakan dakwah di kampus. Apa daya, ITB pada dasawarsa 1960-an lekat dengan predikat “sekuler.” Bahkan, mahasiswa yang mengenakan simbol-simbol Islam cenderung dicap terbelakang.

Warga ITB yang hendak shalat Jumat harus jauh-jauh berjalan ke Jalan Cihampelas. Meskipun kehadiran masjid sebuah kebutuhan yang jelas, rektor ITB saat itu, Prof Otong Kosasih, masih tampak ragu-ragu.

Kalangan aktivis Muslim tidak gamang. Pada 1958, Prof Tubagus Sulaiman membentuk Panitia Pembina Masjid ITB. Di dalamnya, duduk para insan aktivis dan tokoh Muslim setempat. Misalnya, Bang ‘Imad, Achmad Sadali, dan Mahmud Junus.

Mereka menggalang dukungan dari rupa-rupa pihak yang berkompeten. Meski tanah lokasinya belum dipastikan, gambar desain masjid itu sudah dibuat dengan baik oleh Ir Ahmad Noe’man.

Pada 1963, kepanitiaan ini menghadap Presiden Sukarno yang didampingi menteri agama waktu itu, Saifuddin Zuhri. Hadirin antara lain Prof Sulaiman, Ir Achmad Noe’man, Achmad Sadali, dan Ajat Sudrajat. Bung Karno akhirnya merestui pendirian rumah ibadah itu. Obrolan lalu berlanjut pada soal nama yang hendak dipakai.

“Siapa itu sahabat yang menggali parit pada saat Perang Khandaq?” tanya Presiden Sukarno sambil menoleh pada Menteri Agama. Yang ditanya pun menjawab sigap, “Salman al-Farisi.”

“Nah itu,” kata Bung Karno, “Masjid ini saya namakan: Salman!”

Sumber lainnya berasal dari buku yang disunting Jimly Asshiddiqie dkk, Bang ‘Imad: Pemikiran dan Gerakan Dakwahnya (2002). Pada 1963, kepanitiaan berubah bentuk menjadi Yayasan Pembina Masjid Kampus ITB.

Di dalamnya, Bang ‘Imad bertindak sebagai sekretaris. Satu tahun kemudian, desain masjid ini sengaja dimasukkan di antara karya-karya yang hendak dipamerkan dalam ekshibisi seni rupa di ITB.

Acara ini dihadiri Bung Karno, yang kemudian melihat desain karya Ir Ahmad Noe’man tersebut. Karena sama-sama insinyur, Kepala Negara menemukan keunikan dalam gambar ini: rancangan kubah menghadap ke atas.

Presiden pun bertanya, sketsa itu untuk bangunan apa. Prof Sulaiman yang mendampinginya menjawab, itu adalah gambar Masjid ITB yang akan dibangun. Harapan warga kampus, lanjut guru besar itu, kelak masjid tersebut akan mencetak kader-kader teknokrat yang imannya setangguh Salman al-Farisi.

Mengapa Salman? Karena dialah sang insiyur kunci dalam Perang Khandaq yang juga sahabat Nabi SAW. Parit pertahanan yang dibangun tokoh asal Persia itu terbukti jadi faktor kunci dalam kemenangan kaum Muslimin di Perang Khandaq.

Apalagi, Presiden Sukarno sendiri gemar mengutip nama Salman al-Farisi dalam beberapa pidatonya. Bung Karno pun bertanya, kapan realisasi pembangunan masjid itu. Sulaiman menjawab, hal itu tinggal menunggu restu Kepala Negara.

Singkat cerita, RI-1 merestuinya. Sukarno melalui menteri perindustrian turut menyumbang seribu sak semen. Dia pun memaklumkan lokasi pendirian Masjid Salman yakni kompleks tanah yang masih dalam area ITB. Terkait kesiapan lahan itu, nama lain yang turut berjasa adalah aktivis Dewan Mahasiswa (Dema), Muslimin Nasution (1953-2012).

Proses penyelesaian rumah ibadah ini memakan waktu yang cukup panjang, sebagai dampak masa transisi yang penuh prahara Orde Lama ke Orde Baru. Saat yang ditunggu pun tiba. Pada 5 Mei 1972, Masjid Salman ITB untuk pertama kalinya menyelenggarakan shalat Jumat. Sejak saat itu, inilah markas baru pergerakan dakwah Islam di Indonesia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2J1Y2iC
March 05, 2019 at 02:12PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2J1Y2iC
via IFTTT
Share: