Showing posts with label 2018 at 06:51PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 06:51PM. Show all posts

Monday, December 31, 2018

Rhoma Irama akan Meriahkan Perayaan Tahun Baru di Monas

Perayaan malam tahun baru di Monas juga diisi pengalangan dana untuk korban bencana

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Raja dangdut Rhoma Irama dan Grup Soneta akan mengisi puncak perayaan Tahun Baru 2019 yang berlangsung di Lapangan Timur Monas, Jakarta, malam ini, Senin (31/12). Kehadiran Rhoma Irama tersebut menjadi salah satu hiburan bagi masyarakat ibukota dan sekitarnya yang ingin menghabiskan malam tahun baru di kawasan Monas.

Berdasarkan pantauan, ratusan fans 'Bang Haji' yang sudah hadir di sekitar panggung utama, terlihat antusias untuk menyaksikan pertunjukkan sang maestro musik Indonesia. Para penonton itu ikut mengambil gambar penyanyi, yang terkenal dengan lagu 'Begadang' dan 'Nafsu Serakah', dengan telepon pintar, ketika Rhoma sedang melakukan check sound.

Puncak acara yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB juga dimeriahkan oleh pedangdut Rhido Rhoma, Rita Sugiarto, Erie Susan serta artis-artis lainnya yang tergabung dalam Dangdut Academy Asia dan Bintang Pantura.

Momen pergantian tahun baru yang akan disiarkan langsung oleh salah satu televisi swasta juga diisi dengan penggalangan dana serta doa bersama untuk para korban bencana alam di Selat Sunda, Palu dan Donggala.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menggelar panggung hiburan di Pintu Barat Daya Monas. Panggung hiburan serupa juga terdapat di Bundaran Hotel Indonesia, perempatan ujung Jalan Kebon Sirih, dan perempatan ujung Jalan KH Wahid Hasyim.

Seperti tahun sebelumnya, Pemprov juga melaksanakan kegiatan nikah massal di Lapangan Parkir Thamrin 10 dengan menghadirkan Aa Gym yang akan memberikan nasihat pernikahan.

Sementara itu, berdasarkan pantauan, masyarakat Jakarta dan sekitarnya terus berbondong-bondong memenuhi kawasan Monas, meski cuaca hujan ringan.

Sejumlah petugas keamanan beserta Satpol PP juga terlihat bersiaga untuk mengamankan perayaan tahun baru di wilayah Monas dan sekitarnya. Meski demikian, terlihat antrean panjang dari masyarakat yang ingin memanfaatkan toilet umum, karena jumlah fasilitas tersebut yang terbatas.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Ss2EP9
December 31, 2018 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Ss2EP9
via IFTTT
Share:

Sunday, December 30, 2018

Emil Kecewa Soal Citarum tak Kompak dari Pusat Hingga Daerah

Anggaran penanganan Citarum cukup besar.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, kecewa dengan tidak adanya perubahan perbaikan di daerah aliran sungai (DAS) Citarum. Salah satu penyebab adalah tidak kompaknya institusi pemerintahan dengan masyarakat. Akibatnya, sungai tersebut sampai saat ini belum ada perubahan seperti yang diharapkan.

"Penanganan Citarum tidak kompak. Mulai dari pusat sampai daerah. Makanya, banyak penanganan yang dilakukan secara terpisah," ujar gubernur yang akrab disapa Emil ini, usai menghadiri acara pencanangan gerakan nasional pemulihan DAS 2018 di Persemaian Permanen Purwakarta, Desa Jomin Timur, Kecamatan Kotabaru, Sabtu kemarin (29/12).

Lihat juga, Gubernur Jawa Barat Tinjau Sungai Citarum.

Menurut Emil, penanganan Citarum tak melulu soal uang. Sebab, anggarannya cukup besar. Hanya saja, kata ia, yang perlu diperhatikan adalah kekompakan. Apalagi, dalam penanganan Citarum ini yang terlibat cukup banyak. Ada KLHK, Kementerian PUPR, kampus-kampus sampai komunitas juga turut andil.

Pemprov Jabar, jelas Emil, akan mengumpulkan semua pihak yang terkait dengan DAS Citarum, pada Januari 2019 nanti. Ia akan mengenalkan dan menerapkan aplikasi yang terbaik untuk perubahan kondisi sungai di Jawa Barat ini.

"Sungai di Jabar ini, sudah menyandang citra buruk sebagai sungai terkotor di dunia. Karena itu, martabat sungai ini akan dikembalikan," ujar mantan wali kota Bandung ini.

Setali tiga uang dengan Gubernur Ridwan Kamil, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, membenarkan jika selama ini masih kurang jalinan sinergitas antar lembaga pemerintah, dalam penanganan perbaikan sungai ini. Dengan kata lain, kekompakannya belum maksimal.

"Peran aktif kepala daerah dengan pemerintah pusat juga harus ditingkatkan," ujar Siti Nurbaya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2R2p4di
December 30, 2018 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2R2p4di
via IFTTT
Share:

Porsi Penyaluran KUR Produksi BNI Capai 51 Persen

BNI fokus penyaluran ke sektor produksi existing seperti pertanian dan perkebunan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Negara Indonesia (BNI) fokus menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke sektor produksi. Hingga saat ini, penyaluran tersebut sudah mencapai 51 persen dari total KUR yang disalurkan BNI. 

"Penyaluran KUR produksi BNI ke sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan jasa-jasa. Sudah melebihi target pemerintah yang minimal 50 persen," ujar Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Bambang Setyatmojo kepada Republika.co.id Ahad, (30/12).

Ia menjelaskan, tim KUR BNI sudah semakin fokus menggarap bisnis KUR sektor produksi. Dengan penajaman strategi 2018 dan semakin fokusnya menggarap sektor pariwisata serta peternakan sesuai harapan pemerintah, kata dia, BNI yakin dapat menjalankan amanah menyalurkan KUR 2019 secara baik sekaligus meningkatkan penyaluran ke sektor produksi. 

Baca juga, Ini Sebabnya KUR ke Sektor Produksi Masih Minim

"Jadi bagi BNI, kenaikan alokasi yang ditargetkan pemerintah dan juga target penyaluran 60 persen ke sektor produksi menjadi tantangan dan peluang. Mengingat jumlah UMKM yang saat ini belum dapat mengakses serta mendapatkan KUR di luar perdagangan masih sangat besar," tutur Bambang. 

Perseroan, kata dia, juga telah menyiapkan sejumlah strategi penyaluran KUR tahun depan. Meski plafon KUR 2019 sampai sekarang belum ditetapkan secara resmi oleh pemerintah. 

"Strategi pertama, mempertajam fokus penyaluran ke sektor produksi existing seperti pertanian, perkebunan, industri pengolahan, dan jasa-jasa. Kedua, memperluas penyaluran ke sektor pariwisata, KUR khusus perkebunan, serta peternakan," sebut Bambang. 

Ketiga, meningkatkan sinergi dengan korporasi maupun pihak ketiga, termasuk melakukan sinergi BUMN. Lalu keempat, mempermudah akses digital kepada UMKM agar mudah mendapatkan KUR. 

"Dengan strategi dan penyiapan yang semakin matang, Kami yakin bisa mencapai target dan arah kebijakan pemerintah," tegasnya. 

Ia menyebutkan, sebelumnya pemerintah memberikan plafon KUR kepada BNI sebesar Rp 13,5 triliun pada tahun ini. Namun, plafon itu telah diselesaikan pada pertengahan Oktober plafon KUR BNI ditambah sebesar Rp 3 triliun sehingga totalnya menjadi Rp 16,5 triliun pada Desember 2018.

"Jadi realisasi KUR BNI sampai 30 November 2018 sebesar Rp 15,7 triliun dengan jumlah 135 ribu UMKM. Dengan begitu pada akhir 2018 diharapkan penyaluran sebesar Rp 16 triliun dapat terselesaikan," ujar Bambang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TkdAOR
December 30, 2018 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TkdAOR
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 26, 2018

Kontribusi Umat Islam di Karibia

'Saat ini, umat Muslim cukup berperan signifikan dalam kemajuan ekonomi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dari mana asal usul umat Islam di Karibia? Ali, Naseer Ahmad Khan, dan lainnya merupakan keturunan Muslim yang berasal dari sebuah provinsi di India, Uttar Pradesh.

Nenek moyang mereka itu pertama kali tiba di kawasan ini sekitar tahun 1845. ''Yang membawanya adalah para tuan tanah setempat. Orang-orang Islam dijanjikan kesejahteraan dengan memperoleh tanah. Tapi, janji tinggal janji, akhirnya banyak yang meninggal karena menderita,'' imbuh Ali.

Di sana, para imigran ini dipekerjakan di perkebunan tebu dan tembakau dengan memakai sistem imbal tenaga. Sejak perbudakan dihapuskan di seluruh wilayah jajahan Inggris, tuan tanah menerapkan sistem itu. Pekerja tersebut tidak menerima upah sebagai konsekuensi pembayaran utang-utang mereka dan biaya perjalanan.

Karena terus dipaksa bekerja keras setiap hari, banyak pekerja Muslim asal India ini yang tak sempat mencatatkan atau menuliskan riwayat mereka serta tempat tinggal sebelumnya. ''Kini, kita menjadi tidak tahu apa pun tentang asal usul kita di India,'' kata Nizam Mohammed.

Mohammed (46 tahun), lulusan sekolah tinggi di London, mengaku sama sekali tidak mengetahui apakah nenek moyangnya termasuk di antara pendatang Islam pertama dari India yang menumpangi kapal Fatel Razeck.

Dia hanya mengenal nama kedua buyutnya, yakni Kallam Meah dan Rajeem Meah. Setelah bekerja selama lima tahun memenuhi sistem imbal tenaga, Kallam melanjutkan bekerja di perkebunan kopi dan cokelat, sedangkan Rajeem memilih profesi sebagai penjahit.

Selain imigran dari India, ada lagi komunitas Muslim yang berasal dari Afrika. Mereka merupakan Suku Mandingo, suku asli Afrika Barat. Merekalah pemeluk Islam pertama yang datang ke Trinidad, tepatnya pada tahun 1777. Ketika itu, orang-orang Afrika ini dipekerjakan di perkebunan tebu sebagai budak.

Hingga tahun 1802, jumlah mereka telah mencapai 20 ribu jiwa. Tahun 1830-an, orang Islam asal Afrika ini menetap di Port of Spain. Kebanyakan tidak bisa baca tulis, namun terorganisasi berkat peran Muhammad Beth, yang telah membeli kebebasannya dari perbudakan. Mereka tetap mempertahankan agamanya, bergiat di banyak bidang, dan secara berkala kembali ke kampung halaman di Senegal.

Lainnya adalah warga Muslim dari Timur Tengah, Indonesia, Pakistan, dan sebagainya. Sejarah mencatat, sebelum Trinidad menemukan sumur minyak pertamanya, ekonomi di wilayah itu telah maju pesat. Para pendatang Muslim dulunya menekuni bidang pertanian dan perdagangan.

''Saat ini, umat Muslim cukup berperan signifikan dalam kemajuan ekonomi,'' urai Mohammed. ''Banyak dari mereka berhasil mencapai posisi penting di sebuah perusahaan publik. Mereka juga selalu terlibat dalam bidang politik.''

Hal itu diamini oleh Perdana Menteri ANR Robinson. ''Umat Muslim terus memberikan kontribusi cukup besar dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari sosial, ekonomi, politik, budaya, dan pendidikan. Hal ini tentu sangatlah membanggakan,'' jelasnya.

Pertumbuhan ekonomi terus dijaga. Walau harga minyak mentah dunia masih terus bergejolak, Trinidad tetap mampu mempertahankan pendapatan per kapita sebesar 6 ribu dolar AS, peringkat keempat tertinggi di kawasan barat Benua Amerika.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Ai3Y02
December 26, 2018 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Ai3Y02
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 19, 2018

Poligama Diibaratkan Membangun Rumah Bertingkat

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Yunahar Ilyas

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
EMBED
Jika seseorang ingin poligami, maka monogaminya harus kuat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Yunahar Ilyas mengatakan poligami itu ibarat membangun rumah bertingkat, jika ingin membangun dua lantai atau lebih maka pondasinya harus kuat. 

Yunahar mengatakan jika seseorang ingin poligami, maka monogaminya harus kuat. Menurutnya, kebanyakan yang berpoligami tidak berhubungan baik dengan istri pertama.

Pelaku poligami harus bersikap adil. Jika tidak berlaku adil tentunya tidak diperbolehkan.

Berikut video lengkapnya.

  • Videografer:
  • Havid Al Vizki
  • Video Editor:
  • Fian Firatmaja

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2GxIUbh
December 19, 2018 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2GxIUbh
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 12, 2018

Kondisi Terkini Polsek Ciracas

Pemasangan garis polisi di depan kantor Mapolsek, Ciracas, Jakarta Timur

Foto: Republika TV/Pina Darayani
EMBED
Seluruh pagar depan kantor Polsek pun ditutup dengan papan triplek.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kantor Polsek Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (12/12) pagi, ditutup oleh petugas. Masyarakat sama sekali tidak memiliki akses masuk ke dalam.

Seluruh pagar depan kantor Polsek pun ditutup dengan papan triplek. Penutupan dilakukan oleh petugas polisi dan sejumlah petugas kebersihan DKI Jakarta.

Sebelumnya, Polsek Ciracas diduga dibakar, Selasa (11/12) malam. Saat hendak dibakar, ada ratusan orang berkumpul di sekitar kantor Polsek Ciracas. Penyerangan itu pun diduga terkait insiden pengroyokan terhadap anggota TNI di wilayah Arundina, Ciracas, Jakarta Timur.

Berikut video lengkapnya.

  • Videografer:
  • Pina Darayani
  • Video Editor:
  • Wisnu Aji Prasetiyo

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RORtzH
December 12, 2018 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RORtzH
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 11, 2018

Pertamina RU VI Peduli HIV/AIDS

Indramayu saat ini menempati rangking kedua di Jabar untuk jumlah penderita HIV/AIDS.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Pertamina RU VI Balongan berkomitmen pada upaya Penanggulangan dan Pencegahan Human Immuno Virus/Acquired Immuno Deficiency Syndrom (P2HIV/AIDS) di Tempat Kerja. Komitmen itu dinilai berperan penting dalam membantu mencegah penyebaran HIV/AIDS, terutama di dunia usaha.

Komitmen Pertamina Peduli HIV/AIDS itu ditandatangani langsung oleh GM Pertamina RU VI Balongan, Burhanudin, dan jajaran manajer lainnya di Pertamina RU VI Balongan. Penandatanganan dilakukan dalam acara workshop Implementasi P2HIV/AIDS di Tempat Kerja dan Voluntary Counseling Test, yang diselenggarakan Pertamina RU VI di Gedung Patra Ayu, Kabupaten Indramayu, Selasa (11/12).

"Kami bekerja sama dengan pemda dan KPA berusaha sedini mungkin melakukan P2HIV AIDS di tempat kerja,’’ ujar Burhanudin.

Burhanudin menyadari, penyebaran HIV/AIDS berpotensi mengancam dunia usaha maupun kesehatan pekerja. Karena itu, dirinya berharap, melalui P2HIV/AIDS, dapat meminimalisasi penyebaran penyakit tersebut terutama di kalangan pekerja.

Sementara itu, Section Head Medical RU VI Balongan, Indah Kurniasih, menambahkan, kegiatan workshop tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia sekaligus HUT ke-61 Pertamina RU VI Balongan. Melalui kegiatan itu, pihaknya berusaha mensosialisasikan kepada para pekerja RU VI Balongan tentang penyebaran dan bahaya HIV/AIDS.

Tak hanya itu, lanjut Indah, dalam acara itu pihaknya juga menyelenggarakan Voluntary Counseling Test (VCT). Kegiatan itu merupakan yang kedua kali setelah sebelumnya dilakukan pada tiga bulan sebelumnya.

"Tujuannya, agar pekerja RU VI Balongan dapat lebih teredukasi tentang bahaya HIV/AIDS dan mengetahui status HIV/AIDS mereka,’’ terang Indah.

Selain itu, upaya yang dilakukan Pertamina RU VI Balongan itu juga diharapkan bisa membuahkan penghargaan P2HIV/AIDS di Tempat Kerja pada tahun depan dari Kementerian Tenaga Kerja.

Dalam kesempatan yang sama, Asda Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Indramayu, Maman Kostaman, mengakui, kasus HIV/AIDS di Kabupaten Indramayu cukup tinggi. "Indramayu saat ini menempati rangking kedua di Jabar untuk jumlah penderita HIV/AIDS,’’ terang Maman.

Maman menyebutkan, berdasarkan data sejak 1993 – September 2018, jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Indramayu mencapai 3.285 orang. Namun, menurutnya data itu seperti fenomena gunung es karena diperkirakan masih banyak kasus serupa yang belum terungkap.

Maman pun mengapresiasi kepedulian Pertamina RU VI terhadap upaya penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS terutama di tempat kerja. Dia menilai, kepedulian dunia usaha bisa membantu mengatasi penyebaran penyakit tersebut.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SERO7U
December 11, 2018 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SERO7U
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 5, 2018

Kapolda Puji Pengamanan Reuni 212

Kapolda juga mengingatkan personel kepolisian untuk mengamankan Pilpres 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis mengapresiasi pengamanan Reuni Akbar 212 yang berlangsung di silang Monas Jakarta Pusat, Ahad (2/12) lalu. Menurut dia, jajarannya telah berhasil melakukan pengamanan secara solid demi mengawal massa 212.

“Saya terima kasih atas kinerja teman-teman yang telah melaksanakan tugas mem-back-up Polda dalam rangka pengamanan 212 kemarin. Saya apresiasi itu semoga ke depan kita bisa lebih solid lagi, untuk menjaga lingkungan dan situasi dan bisa kita amankan,” jelas Idham usai melaksanakan annev bulanan di Polres Metro Jakarta Utara, Rabu (5/12).

Ia mengatakan, harapan pengamanan di negeri ini semua bertumpu di pundak Kepolisian Negara Kesatuan Republik Indonesia (Polri) dengan jumlah mencapai 33 ribu personel. Usai pengamanan Reuni Akbar 212, ia juga meminta kepada seluruh jajarannya untuk mengawal kampanye menuju Pilpres 2019 agar tidak terjadi gesekan di masyarakat.

“Tahun ini kita sudah memasuki tahap kampanye pilpres. Insya Allah 17 April 2019, kita melaksanakan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden. Pesan saya satu, kita anggota Polri harus netral, netralitas Polri tidak boleh ditawar-tawar,” papar Idham.

Baca juga, Polisi Apresiasi Kegiatan Reuni 212 yang Berjalan Tertib.

Kapolda juga meminta para anggota, perwira, hingga PJU di tingkat polres untuk tetap saling mengingatkan, terlebih para Kapolres sebagai kepala di daerah. Dengan tegas Idham mengatakan, tidak boleh ada satu pun anggota yang ikut berkampanye untuk satu calon tertentu.

Idham juga mengingatkan soal pose foto para anggota agar jangan sampai menunjukkan gaya yang mengarah ke salah satu calon. Posenya hanya cukup dengan kepalan tangan salam komando saja, agar tidak terjadi salah kaprah di masyarakat.

“Hati-hati Kalau berfoto nggak usah begini, nggak usah begini, sudah begini saja. Jadi salam komando saja. Ya, semua sanggup ya?” kata Idham.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FVHas2
December 05, 2018 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FVHas2
via IFTTT
Share:

Monday, November 26, 2018

Menag Ajak Guru Madrasah Mendidik dengan Cinta

Menag mengajak guru untuk menghindari sikap ekstimisme.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak guru madrasah untuk mendidik dengan cinta. Dia mengatakan tugas mendidik sangat mulia. Sebab, peradaban bangsa manapun terbentuk berkat adanya para guru yang tak henti mentransmisikan ilmu pengetahuan kepada anak didiknya.

Guru mengemban amanah, fungsi dan kehormatan untuk mendidik anak-anak, sekaligus menjadi teladan menata peradaban.  "Mari kita senantiasa menjaga rasa cinta kepada diri. Hanya dengan cinta, kita bisa mendidik anak-anak, tidak dengan amarah dan murka," kata Menag di hadapan ribuan guru madrasah di Malam Puncak Anugerah Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Madarasah yang bertepatan dengan Hari Guru Nasional ke 73 di Dyandra Covention Hall, Surabaya, Ahad (25/11) malam.

"Saya berharap, pola pendidikan kita bisa diperluas kepada ukuran kebajikan ahklak, tidak kognisi belaka, namun juga sikap. Akhlak itu yang penting. Agama hakikatnya perilaku dan kebajikan kepada sesama," kata Menag.

Kepada para guru madrasah, Menag menyatakan di Kementerian Agama, prinsip wasathiyah Islam diterjemahkan sebagai visi Moderasi Beragama. Yakni, menghindari sikap ekstrim dalam beragama, dan selalu menonjolkan tafsir keagamaan yang berimbang serta adil.

Pesan moderasi beragama ini perlu diterjemahkan kembali oleh para guru agar tersosialisasi kepada peserta didik secara inovatif, bijak, menyenangkan dan menghibur sesuai kebutuhan usia mereka.

"Dalam menghadapi tantangan zaman, mari kembali ke jatidiri kebangsaan dan keislaman. Kami di Kemenag intinya adalah pendidikan. Karena memang inilah yang menjadi tugas utama," ujarnya.

Dijelaskan Menag ada tiga tantangan di dunia pendidikan yaitu keterbatasan sarana prasarana, kesejahteraan guru dan kualitas dan mutu pendidikan. "Ketiga tantangan ini akan selalu menjadi perhatian serius dari Kementerian Agama," tandas Menag.

Malam puncak Hari Guru Nasional dan Anugerah Guru Madrasah Berpretasi 2018 ini juga bertepatan dengan ulang tahun Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin. Dalam kesempatan itu para guru pun mengucapkan selamat kepada Menag Lukman Hakim dan memberikan bunga sebagai ungkapan rasa bahagia. Begitu juga dengan Kepala Biro HDI Mastuki yang malam itu memberikan bingkisan kado berupa foto Menag Lukman Hakim.

Kemenag Peduli NTB dan Sulawesi Tengah

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menyampaikan ungkapan simpati dan bela sungkawa terhadap semua penyintas bencana alam di NTB dan Sulawesi Tengah.

Menurut Menag ASN Kemenag se-Indonesia telah memperlihatkan kepeduliannya dengan sangat penuh keikhlasan menyisihkan sebagian rizkinya untuk meringankan beban mereka.

"Untuk itulah kita merasa prihatin yang sedalam-dalamnya pada saat terjadi musibah alam yang berdampak pada sekolah, madrasah, guru, dan peserta didik seperti yang belakangan menimpa saudara-saudara kita di Lombok, NTB serta di Palu, Sigi, Donggala di Sulawesi Tengah," kata Menag.

Untuk NTB, Kementerian Agama menerima amanah bantuan ASN sebesar Rp. 17.697.789.220,- M, dan untuk Sulawesi Tengah sebesar Rp. 14.579.286.525,- M.

Dijelaskan Menag angka ini cukup besar yang secara spontan terkumpul dari ASN Kemenag dan sebagian besar disalurkan kepada pihak pihak memerlukan.  "Selaku Menag terima kasih yang terhingga kepada guru, ASN, dosen dan keluarga besar Kemenag di Indonesia," jelas Menag.

"Apa yang kita lakukan secara spontan adalah sesuatu yang luar biasa. Artinya ikatan kemanusian kita masih sangat kental dan inilah yang menjadi kekuatan kita sehingga masing-masing di lingkungan Kemenag tidak merasa sendiri. Kita tidak pernah merasa sendiri dan kita memiliki begitu banyak sauadara, tidak hanya saudara seiman dan sebangsa karena sesunguhnya kita sesama manusia," kata Menag.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DHGxzI
November 26, 2018 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DHGxzI
via IFTTT
Share: