Showing posts with label 2018 at 04:28PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 04:28PM. Show all posts

Saturday, December 15, 2018

Xi Jinping Klaim Berhasil Lakukan Pemberantasan Korupsi

Xi bersumpah kampanye antikorupsi akan terus berlanjut.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Presiden Cina Xi Jinping telah menyatakan keberhasilannya dalam memberantas korupsi di Partai Komunis. Kendati demikian, Xi bersumpah kampanye antikorupsi akan terus berlanjut.

Xi berjanji melakukan perang terhadap korupsi sampai semua jenis korupsi hilang di semua tingkatan Partai Komunis. Pernyataan ini disampaikan Xi selama pertemuan partai Komunis pada Oktober 2017.

Dalam perkembangan terbaru, media negara Cina CCTV melaporkan Xi mengumumkan pada pertemuan partai Politbiro, Jumat (14/12), perang melawan korupsi telah memperoleh kemenangan luar biasa. Keberhasilan ini mencerminkan penilaian penting dari kepemimpinan partai.

Badan Pengawas Korupsi Cina menangani 464 ribu kasus korupsi dan menghukum 406 ribu orang dalam sembilan bulan pertama tahun ini. "Kami harus secara paksa mengurangi jumlah kasus dan secara efektif menghentikan pertumbuhannya," kata Politbiro.

Xi mengatakan badan antikorupsi Cina harus terus memodernisasi sistem pengawasan untuk anggota partai dan pegawai negara. Komisi Pengawas Nasional Cina secara resmi dibentuk pada Maret lalu. Ini untuk memperluas pemberantasan korupsi kepada semua pegawai negara dan memberikan dukungan hukum kepada sistem investigasi dan penahanan internal. Beberapa akademisi Cina telah menyuarakan keprihatinannnya reformasi tersebut tidak melindungi hak-hak tersangka selama penyelidikan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ExdvUt
December 15, 2018 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ExdvUt
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

Malam Mencekam di Ciracas

Massa datang dari arah Pasar Rebo lalu memarkir motor mereka di tengah jalan.

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh Rahma Sulistya

JAKARTA -- Kantor Polisi Sektor Ciracas, Jakarta Timur, sukar lagi di kenali pada Rabu (12/12) kemarin. Penanda gedung itu, sebuah neon box berlogo kepolisian, sudah bolong. Rentetan tripleks disusun untuk menghalangi pihak-pihak yang hendak menengok ke dalam.

Meski demikian, dari celah sempit di antara tripleks dapat terlihat bahwa kantor polisi benar-benar rusak. Hampir seluruh kacanya pecah, dengan atap hangus terbakar. Belasan mobil yang ditutup terpal, tapi tak bisa menutupi kondisinya yang hancur.

Dari sisi samping gedung itu, jelas terlihat kaca pos jaga polisi tak bersisa. Pintu masuk terlepas dari engselnya. Sejumlah kendaraan besar seperti truk dan bus juga tak selamat dari amukan. Beberapa sepeda motor polisi teronggok dengan setang patah.

Kondisi polsek secara dramatis menggambarkan kebrutalan yang terjadi pada Selasa (11/12) malam. Tak banyak saksi mata yang bersedia menuturkan apa yang terjadi di lokasi tersebut. Kebanyakan yang ditemui Republika kemarin memilih diam.

Sementara, beberapa yang buka suara menuturkan, kejadian di Mapolsek Ciracas bermula sekitar pukul 22.00 WIB saat rombongan sepeda motor yang masing-masing dinaiki berboncengan tiba di ruas Jalan Raya Bogor, Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur. Jalan Raya Bogor yang saat itu masih ramai dilalui pengendara mobil dan motor langsung tersendat karena kepungan massa tersebut.

Sebagian warga yang mencoba menepikan kendaraan mereka lalu mencoba mengabadikan momen tersebut, langsung kena teguran massa pengepung. "Jangan ada yang merekam!" ujar salah seorang dari mereka. Satu per satu telepon genggam warga yang mencoba mengabadikan suasana diambil paksa dan dihapus hasil rekamannya. Sebagian lainnya dibanting telepon genggamnya.

Salah seorang penjaga warung di lokasi itu yang meminta tak dituliskan namanya mengatakan, seluruh warung yang ada di sekitar Polsek Ciracas diperintahkan tutup oleh massa tersebut. "Sebelum mereka lakukan penyerangan, seluruh warung di sekitar polsek disuruh tutup. Karena ramai, jadi penjaga warung semua takut akhirnya menutup warung mereka," ujar pemilik warung kelontong tersebut saat ditemui Republika di lokasi, Rabu (12/12).

"Saya kurang tahu itu TNI atau bukan. Soalnya pas disuruh tutup, ya saya langsung tutup dan masuk ke dalam, nggak berani coba lihat keluar. Apalagi, ada ibu saya, ibu saya lagi sakit. Jadi, saya lebih baik jagain di dalam," kata dia lagi.

Kisah mencekam juga datang dari Juliyah (47), pemilik warung nasi yang berada tepat di samping Polsek Ciracas. Menurut dia, malam itu memang benarbenar ramai karena massa memang diperkirakan berjumlah ratusan. "Aduh itu semalam serem deh. Kita semua yang jualan disuruh tutup, mungkin karena takut terkena lemparan," kata Juliyah saat ditemui Republika.

Massa yang datang, kata dia, tidak ada yang memakai seragam tertentu. Mereka hanya mengenakan pakaian biasa dan tidak ada atribut-atribut yang memperlihatkan bahwa mereka anggota kesatuan tertentu.

Sementara, warga sekitar polsek lainnya, Sumarta (72), mengatakan, seorang keponakannya menjadi target perampasan telepon genggam. "Kita paling nonton sampai jembatan sini diusirin juga. Diusirin dari jalan, keponakan saya handphone-nya diambil, (ditegur) 'Ilangin nggak nih?' Ditabokin, akhirnya dihapus. Namun, ada yang handphonenya diinjak-injak, hancur," kata Sumarta.

Ia menceritakan, massa datang dari arah Pasar Rebo lalu memarkir motor mereka di tengah jalan, jalan sekitar Polsek Ciracas mereka duduki dan kendaraan tak boleh ada yang melintas. Teriakan "Mana pelakunya? Mana pelakunya?" terdengar oleh seluruh warga yang ada di situ.

Dari kejauhan, ia mendengar suara kericuhan. "Nggak tahu (ada kebakaran), tahunya ada suara kayak tembakan, 'dar dor dar dor!'. Itu kayaknya gudang senjata dibakar. Nembak sih nggak ada, kayaknya peluru kebakar. Warga nggak ada yang berani mendekat. Urusannya dia sama polsek aja, warga nggak ada," kata Sumarta.

Saksi mata lainnya di lokasi melihat massa yang menyerang mapolsek sempat membentuk barikade dengan pola seperti tapal kuda. "Seperti formasi tapal kuda begitu, jadi teratur barisannya. Setelah itu baru masuk ke kantor polsek dan menyerang," kata dia.

Saksi lainnya mengungkapkan, sesaat sebelum kejadian lampu jalan di sekitar kantor polsek sempat mati. "Biasanya lampu jalan itu nyala. Namun, kemarin sebelum ada ribut-ribut itu kebetulan nggak nyala," kata dia.

Saat kejadian berlangsung, ia mengaku hanya melihat kejadian dari celah kecil di balik tembok. Dari pengelihatannya, ia memperhatikan jalan di depan rumahnya penuh dengan orang-orang tidak dikenal. "Macem-macem, ada yang muda, ada juga yang kelihatan tua. Rambutnya ada yang gondrong, tapi diiket gitu ada juga yang pendek biasa. Nggak terlalu jelas soalnya gelap dan saya takut," ujarnya.

Ia mengatakan, keributan yang terjadi dilakukan dalam dua gelombang dalam rentang waktu tidak lebih dari 30 menit. Gelombang kedua, lanjutnya, lebih besar dari gelombang sebelumnya. "Saya nggak lihat gimana mereka ngerusaknya. Dari pendengaran saya, ada bunyi 'gubrak' kayak mobil dihancurin dan 'gumprang' kayak kaca dipecahin berkali-kali di dua waktu yang beda itu," katanya.

Setelah itu, ia melihat dari celah di balik tembok ada api yang berkobar pada tengah malam. Ia mengklaim tidak dapat ke mana-mana karena khawatir menjadi korban. Kondisi mulai kondusif menjelang dini hari. Saat itu, orangorang di sekitar lokasi baru mulai memberanikan diri untuk keluar rumah dan melihat sisa-sisa kejadian. Petugas pemadam kebakaran juga mampu menjinakkan api yang berkobar.

Salah satu petugas yang sedang berjaga di lokasi, Aiptu Harsono, mengatakan, Kapolsek Ciracas Kompol Agus Widartono turut menjadi korban dalam aksi penyerangan tersebut. "Pak Kapolsek sempat dipukul di bagian dada dan bahu. Sekarang sudah dirawat di RS Polri," kata Harsono saat ditemui di lokasi.

Harsono menyampaikan, Kapolsek turut menjadi korban kekerasan karena kala itu bertugas di kantornya hingga malam hari. "Kebetulan Pak Kapolsek pas kejadian sedang ada di sini. Dia memang selalu berjaga di sini, selalu stand by," ujarnya.

Sementara, menurut salah satu warga sekitar, Kapolsek mengalami luka parah hingga kesulitan berjalan karena sempat diinjak-injak. "Dia lari ke arah permukiman warga setelah diinjak-injak di bagian rusuk," katanya. ¦ muhammad ikhwanuddin ed: fitriyan zamzami

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Gdx7yF
December 13, 2018 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Gdx7yF
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 28, 2018

KPK: 80 Persen OTT di Daerah Terkait Perizinan

KPK mengingatkan kepala daerah untuk tidak meminta sesuatu untuk kepentingan pribadi.

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan sebanyak 80 persen kasus Operasi Tangkap Tangan yang ditanganinya terkait tentang masalah perizinan. "Khususnya OTT, 80 persen berbicara tentang perizinan," kata pimpinan KPK, Basaria Panjaitan di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (28/11).

Karena itu, Basaria mengingatkan kepala daerah dan jajarannya untuk berhati-hati dalam menjalankan tugasnya, terutama dalam pemberian izin kepada pihak lain. "Jangan meminta sesuatu untuk kepentingan pribadi," ucap dia, menegaskan.

Namun, bila kepala daerah hendak meminta sesuatu untuk kepentingan daerah yang dipimpin, maka bisa difasilitasi dengan penggunaan dana pertanggungjawaban perusahaan terhadap lingkungan (CSR). Ia mengatakan, dalam strategi nasional pencegahan korupsi, pemerintah fokus dalam 3 hal, yaitu perizinan dan tata niaga, keuangan negara serta penegakan hukum dan reformasi birokrasi.

Dalam hal keuangan negara, sebagian besar penggelembungan anggaran (mark up) yang ditangani KPK berupa penunjukan orang tertentu, baik pengusahanya yang ditunjuk atau diatur sedemikian rupa demi kepentingan kepala daerah. "Ada juga yang menempatkan orang-orangnya di posisi yang dianggap strategis, seperti PUPR, pendidikan, kesehatan," kata dia, menjelaskan.

Dalam modus lain, ada dinasti keluarga, yang mendudukkan orang-orangnya, yang dianggap bisa dikendalikan, di dalam jabatan tertentu. "Jangan paksakan orang, keluarga, kelompok yang dianggap menduduki jabatan dengan catatan mengharapkan sesuatu nantinya di sana," tutur dia.

Dalam kesempatan itu, Basaria juga mengingatkan masyarakat sebagai wajib pajak untuk membayarkan kewajibannya kepada pemerintah. "Bayar pajak. Kalau di luar itu ada yang minta, laporkan ke kepolisian. Dari pada tidak bayar, datang oknum tertentu, kemudian hitung-hitungan. Lebih bagus bekerja apa adanya, transparan," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2P6XjtU
November 28, 2018 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2P6XjtU
via IFTTT
Share:

Sunday, November 25, 2018

Asma Nadia Berbagi Resep Menulis Karya Islami, Apa Saja?

Banyak kebaikan ajaran Islam yang bisa disebarkan dalam sastra islami.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Pesantren Mahasiswa KH Ahmad Dahlan (Persada) menggelar seminar nasional bertajuk Sastra Islami. Seminar menghadirkan penulis kenamaan, Asma Nadia.

Gelaran sukses menarik ratusan pengagum sastra untuk memenuhi Masjid Islamic Center UAD, Ahad (25/11) pagi. Selain dapat memperluas pemahaman soal sastra islami, mereka tentunya berkesempatan berbincang langsung dengan Asma Nadia.

Sosok Asma memang memiliki banyak pengagum. Selain penulis best seller yang karya-karyanya banyak difilmkan, Nadia merupakan motivator, pendiri Forum Lingkar Pena (FLP) dan pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI).

Walau beragam, karya-karyanya dirasa begitu lekat karena banyak menghadirkan situasi nyata yang dihadapi masyarakat. Melalui tulisannya, Nadia banyak pula memberikan pemahaman lebih luas tentang serba-serbi keluarga Islami.

Dalam paparannya, Nadia mengungkapkan, semua tulisannya menjadi satu jihad yang coba dilakukan untuk mengubah stigma buruk yang seakan terus dilekatkan kepada Islam. Keresahan itu jadi dorongan semangat untuk Nadia terus melahirkan karya.

Ia menekankan, begitu banyak yang bisa diubah melalui sastra islami, dan salah satu peran utamanya mengembalikan pemahaman masyarakat tentang Islam. Maka itu, Nadia merasa, penting bagi generasi muda Muslim sendiri memahami sastra Islami.

"Dan beban ini terlalu berat untuk ditanggung seorang penulis, kita butuh squad, kita butuh batalion penulis, yang bisa menulis untuk membuat perubahan," kata Nadia.

Nadia menerangkan, sastra islami jika dipahami sederhana merupakan karya tulis yang mengandung nilai-nilai Islam. Pertanyaan yang muncul tentu saja apakah karya-karya sastra Islami boleh ditulis seorang di luar Muslim.

Bagi Nadia, misalnya, lagu Heal the World memiliki lirik yang islami, begitu menginspirasi walau itu diciptakan non-Muslim. Kemudian, sastra Islami tentu mengandung nilai pelajaran Islam, dan menghindari narasi fisik yang detail.

Jika begitu, bolehkah menuliskan kisah-kisah seperti yang bertema pemerkosaan? Ternyata boleh. Nadia membagikan trik-triknya menulis kisah-kisah seperti itu, yang tidak lain menggunakan metafora atau perumpamaan-perumpamaan.

Itu bisa dilihat dari buku Surga yang tak Dirindukan 1, yang kata orang miliki karakter cukup kuat. Menurut Nadia, novel itu sendiri membutuhkan waktu menulis sampai cetak selama tujuh tahun.

Walau ada adegan pemerkosaan di sana, penulis sastra islami harus merancang dan memastikan tulisan itu aman dibaca siapa saja. Termasuk, agar tidak menimbulkan gejolak apa-apa ketika yang membacanya merupakan anak-anak.

"Itu pilihan-pilihan yang dibuat penulis Muslim yang ingin menulis fiksi islami, kita memilih cara menyajikan, saya tidak akan menulis kisah perzinahan atau pemerkosaan dengan gaya erotis yang membuat orang bangkit syahwat," ujar Nadia.

Tulisan itu harus dipastikan pula tidak menebarkan keburukan orang lain. Bagi Nadia, begitu banyak kebaikan-kebaikan yang diajarkan Islam dan sangat bisa ditanamkan penulis-penulis yang mengusung prinsip sastra Islami.

Tapi, ia mengingatkan, orang yang membaca karya-karya fiksi ingin mendapatkan hiburan. Artinya, walau tetap harus memiliki nilai-nilai kebaikan, harus bisa dibalut tidak verbal, yang membuat pembacanya tidak merasa membaca ceramah.

Buku Bidadari untuk Dewa misalnya, ada kisah perjuangan tentang harta, tahta dan wanita. Dari sana, Nadia ingin mengajak anak-anak remaja menghabiskan masa mudanya dengan sangat produktif, salah satunya seperti sosok Dewa Eka Prayoga.

Contoh lain, di Assalamualaikum Beijing, Nadia menulis seorang Muslimah yang tiba-tiba kena penyakit anti-phospolipid syndrome (APS). Ia ingin menegaskan kalau dalam keadaan terbatas siapa saja tetap bisa memberikan inspirasi.

Untuk itu, Nadia menekankan, menulis tidak cuma bisa menjadi tiket untuk mendunia. Tapi, menulis juga bisa menjadi tiket ke surga. Tentunya, jika dilakukan secara ikhas dan diniatkan tidak lain untuk ibadah.

Bahkan, ia menambahkan, teman-teman penulis fiksi Islami itu sebelum menulis terbiasa mengawalinya dengan berwudhu dulu. Nadia sendiri turut membiasakan dirinya menulis bismillah ketika memposting tulisan di media sosial.

"Makanya kalau penulis sastra Islam jangan menulis yang jelek, tulis sebagus-bagus kamu, sebab selama itu dicetak ulang, masih ada di toko buku, masih ada yang baca, selama itu insya Allah pahala kebaikannya akan mengalir ke kamu," kata Nadia. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BvS6Ze
November 25, 2018 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BvS6Ze
via IFTTT
Share:

Najib Razak Diduga Perintahkan Perubahan Laporan Audit 1MDB

Low diduga sebagai orang berpengaruh dalam skandal 1MDB.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak diduga telah memerintahkan perubahan laporan audit dana negara 1MDB pada 2016. Perubahan itu termasuk menghapus kehadiran Low Taek Jho atau Jho Low pada pertemuan dewan 1MDB.

Menurut otoritas Malaysia dan AS yang menyelidiki kasus tersebut, Low telah digambarkan sebagai pemain sentral dalam dugaan korupsi dan pencucian uang pada dana 1MDB.  Dia tidak memiliki jabatan resmi dalam 1MDB, tetapi telah menjadi penasihat dalam investasi dan negosiasi penawaran untuk dana tersebut.

Najib, yang digulingkan dalam pemilu 9 Mei lalu oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad, menghadapi berbagai tuduhan korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan pelanggaran kriminal yang terkait dengan 1MDB.

Dia mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan itu dan secara konsisten membantah melakukan kesalahan. Dalam sebuah pernyataan tertanggal Sabtu (24/11), auditor-jenderal Malaysia Madinah Mohamad mengatakan, beberapa laporan audit 1MDB yang disampaikan pada Februari 2016, telah diubah.

Menurutnya, laporan audit yang belum diubah telah disampaikan kepada Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) dan polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Baca juga, Skandal Kasus 1MDB yang Masih Suram.

"Mantan perdana menteri memerintahkan penghapusan paragraf yang berisi dua versi dari laporan keuangan 1MDB untuk periode yang berakhir pada 2014 dan mengarahkan investigasi yang akan dilakukan oleh penegak hukum," kata Madinah, dalam sebuah pernyataan.

Sekretaris pribadi Najib juga diduga mengarahkan mantan auditor jenderal untuk menghapuskan paragraf di hadapan Low Taek Jho di salah satu pertemuan Dewan 1MDB. Alasannya, paragraf itu sensitif dan untuk menghindari fakta yang dipelintir oleh oposisi. Seorang juru bicara Najib tidak segera menanggapi permintaan untuk komentar.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Kvnmuc
November 25, 2018 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Kvnmuc
via IFTTT
Share:

Friday, November 23, 2018

Pelapor Merasa Terpukul Kasus Baiq Nuril Mencuat ke Publik

Republika mengunjungi rumah Muslim, mantan kepsek SMAN 7 pada hari ini.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Polemik kasus Baiq Buril menyita begitu banyak perhatian publik. Nuril yang merupakan staf honorer di SMAN 7 Mataram dinyatakan bersalah karena dianggap menyebarkan rekaman percakapan asusila mantan Kepala SMAN 7 Mataram, Muslim.

Republika mencoba mendatangi rumah Muslim yang berada di Lingkungan Pondok Prasi, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, NTB. Saat didatangi pada Jumat (23/11) sekira pukul 14.30 Wita, rumah Muslim terlihat sepi dari aktivitas.

Meski gerbang rumahnya terbuka, namun pintu rumahnya tertutup rapat dan tidak terlihat aktivitas berarti. Pun saat berulang kali pintu diketuk, tidak ada jawaban dari dalam rumah. Padahal, terlihat banyak sepatu dan sandal yang berjejer di rumah itu.

Menurut warga Lingkungan Kampung Bugis dan Pondok Prasi, di sekitar tempat tinggal Muslim, mantan Kepala Sekolah SMAN 7 Mataram mulai jarang terlihat berinteraksi dengan warga saat kasus Nuril kembali mencuat ke publik sejak putusan Mahkamah Agung (MA) kembali menjerat perempuan ini.

Warga Lingkungan Pondok Prasi, Amrullah, mengatakan, Muslim jarang berinteraksi dengan warga Pondok Prasi dan lebih sering berinteraksi dengan warga Kampung Bugis. "Bergaulnya dengan warga Kampung Bugis saja karena rumahnya berada di perbatasan dan lebih dekat ke Kampung Bugis," ujar Amrullah.

Amrullah juga mengaku kaget dengan kasus yang menimpa Muslim. Padahal, dia katakan,  semasa mudanya, Muslim, merupakan salah satu tokoh LSM yang getol memperjuangkan hak-hak nelayan di pesisir Pantai Ampenan.

Kepala Lingkungan Kampung Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Hery Kurniawan, memiliki sikap serupa. Ramainya pemberitaan di media massa, membuat dia dan warga sekitar terkejut

Hery menyampaikan, kendati Muslim merupakan warga Pondok Prasi, namun ia aktif mengikuti rapat warga di Lingkungan Kampung Bugis. Menurut dia, banyak juga warga yang kerap meminta saran dan masukan karena menilai Muslim sebagai salah satu warga yang memiliki kompetensi keilmuan yang baik.

Belum lama ini, Hery juga mengaku bertemu Muslim. Kepada Hery, Muslim mengaku sangat terpukul dengan kasus yang terjadi.

"Saya ketemu empat hari lalu usai menunaikan shalat Maghrib, memang beliau terpukul akibat kasusnya tersebut," ujar Hery.

Tak hanya dirinya, lanjut Hery, istri dan dua anak Muslim juga terpukul akibat kasus yang menimpa Muslim. Dia berharap, Muslim mau 'keluar' dan menjelaskan kasusnya kepada masyarakat luas. Hal ini, dia katakan, agar ada perimbangan pemberitaan dari pihak Muslim.

"Kalau dari sudut pandang saya, Pak Muslim itu orangnya baik, tapi memang akibat kasusnya mencuat dengan Baiq Nuril, dia terkesan tertutup dan menghindar dari siapa pun," kata dia menambahkan.

Baca juga

Baiq Nuril yang merupakan mantan staf tata usaha di SMAN 7 Mataram, mengaku mendapat pelecehan pada pertengahan 2012. Saat itu, Nuril masih berstatus sebagai pegawai honorer di SMAN 7 Mataram.

Satu ketika dia ditelepon oleh atasannya berinisial Muslim. Perbincangan antara Muslim dan Nuril berlangsung selama kurang lebih 20 menit. Dari 20 menit perbincangan itu, hanya sekitar lima menit yang membicarakan soal pekerjaan. Sisanya, Muslim malah bercerita soal pengalaman seksualnya bersama dengan wanita yang bukan istrinya.

Perbincangan itu pun terus berlanjut dengan nada-nada pelecehan terhadap Nuril. Terlebih, Muslim menelepon Nuril lebih dari sekali. Nuril pun merasa terganggu dan merasa dilecehkan oleh Muslim melalui verbal. Tak hanya itu, orang-orang di sekitarnya menuduhnya memiliki hubungan gelap dengan Muslim.

Merasa jengah dengan semua itu, Nuril berinisiatif merekam perbincangannya dengan Muslim. Hal itu dilakukannya guna membuktikan dirinya tak memiliki hubungan dengan atasannya itu. Kendati begitu, Nuril tidak pernah melaporkan rekaman itu karena takut pekerjaannya terancam.

Hanya saja, ia bicara kepada Imam Mudawin, rekan kerja Baiq, soal rekaman itu. Namun, rekaman itu malah disebarkan oleh Imam ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Mataram.

Diketahui, penyerahan rekaman percakapannya dengan Muslim, hanya dilakukan Nuril dengan memberikan ponsel. Proses pemindahan rekaman dari ponsel ke laptop dan ke tangan-tangan lain sepenuhnya dilakukan oleh Imam.

Merasa tidak terima aibnya didengar oleh banyak orang, Muslim pun melaporkan Nuril ke polisi atas dasar Pasal 27 Ayat (1) Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Padahal rekaman tersebut disebarkan oleh Imam, namun malah Nuril yang dilaporkan oleh Muslim.

Kasus ini pun berlanjut hingga ke persidangan. Setelah laporan diproses, Pengadilan Negeri Mataram memutuskan Nuril tidak bersalah dan membebaskannya dari status tahanan kota.

Kalah dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum mengajukan banding hingga kasasi ke Mahkamah Agung. Singkat cerita pada 26 September 2018 lalu, MA memutus Nuril bersalah dan menghukumnya dengan pidana enam bulan penjara dan denda Rp 500 juta.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2S7tUlc
November 23, 2018 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2S7tUlc
via IFTTT
Share:

Kementerian BUMN Pastikan Merpati Dimiliki Swasta

Ada kemungkinan Merpati dilepas ke swasta hingga 100 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan PT Merpati Nusantara Airlines akan menjadi milik swasta. Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius K Ro mengatakan kepastian tersebut akan diumumkan dalams epekan ke depan. 

Dia menjelaskan hal tersebut dipastikan setelah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). "Kemenkeu serahkan ke kita (Kementerian BUMN), privatisasi," kata Aloy di Kementerian BUMN, JUmat (23/11). 

Aloy memastikan ada kemungkinan Merpati dilepas ke swasta hingga 100 persen. Hanya saja, Aloy belum bisa mengungkapkan berapa valuasi dari pelepasan Merpati ke swasta tersebut.

Mengenai potensi investor Maskapai Merpati, Aloy mengatakan saat ini masih mempelajari homologasinya. "Kalau di situ (keputusan homologasi) sudah diikat (ada persyaratan privatisasi yang harus dilakukan investor), dulu sudah diikat," ujat Aloy. 

Jika nantinya, syarat privatisasi sudah termasuk dalam homologasi tersebut, Aloy menegaskan akan segera dirundingkan. Begitu juga dengan kemampuan investor baru Maskapai Merpati, yaitu PT Intra Asia Corpora. 

Saat ini PT Merpati Nusantara Airlines sudah memiliki investor yang akan menyuntikan dana segar senilai Rp 6,4 triliun. Hanya saja, sebelum beroperasi kembali, Merpati harus membayar utang terlebih dahulu.

Mantan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu mengungkapkan meski jumlah dana segar itu masih kurang dari total utang Merpati senilai Rp 10,7 triliun, hal itu bukan menjadi masalah utama. “Nggak masalah (baru Rp 6,4 triliun). Utang yang masalah itu utang mandatory,” kata Said. 

Dia menjelaskan, utang mandatory seperti pajak, utang izin dan negara tersebut harus dibayar baru bisa kembali terbang. Kalau hanya utang korporasi, kata Said, hal tersebut bisa dibayarkan nanti setelah restrukturisasi keuangan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zqrJT1
November 23, 2018 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zqrJT1
via IFTTT
Share:

Thursday, November 22, 2018

Cara Cepat Mendeteksi Diabetes Selain Tes Darah

Pendekatan ini mungkin menawarkan cara skrining lebih cepat dan lebih mudah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menyinari kulit bisa menjadi tes baru untuk melihat apakah seseorang berada pada tahap awal diabetes dan penyakit jantung. Cara ini bisa menjadi langkah mudah untuk melihat kemungkinan penyakit sebelum memeriksakan diri ke layanan kesehatan.

Pendekatan ini mungkin menawarkan cara skrining untuk kondisi kesehatan yang lebih cepat dan lebih mudah daripada metode saat ini. Untuk melakukan pemeriksaan dini, biasanya mencakup tes darah dan menilai faktor risiko seperti berat badan dan riwayat keluarga.

Metode yang dikembangkan ini berhasil karena glukosa dalam darah dan cairan tubuh lainnya dapat secara acak menempel ke banyak molekul protein yang berbeda di kulit dan jaringan lain. "Ini seperti lem," kata Bruce Wolffenbuttel dari Universitas Groningen di Belanda, dikutip dari New Scientist, Kamis (22/11).

Protein "glycated" atau dikenal sebagai produk akhir glikasi lanjut (AGEs) membuat jaringan lebih kaku, termasuk dinding pembuluh darah. Hal ini yang berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi.

Akumulasi AGEs di jaringan terjadi secara alami seiring dengan bertambahnya usia. Namun, kondisi tersebut dapat dipercepat pada penderita diabetes atau mereka yang berada pada tahap awal kondisi atau yang belum didiagnosis.

Tingkat AGE dapat diukur dalam kulit karena mereka memantulkan cahaya fluorescent berbeda untuk non-protein glikat. Perangkat genggam kecil yang disebut pembaca AGE telah dikembangkan oleh perusahaan Belanda bernama Diagnoptics. Alat ini akan menyinari cahaya fluorescent ke kulit dan mendeteksi apa akan memantul kembali.

Tim Wolffenbuttel membuat tes AGE bagian dari penelitian besar selama 30 tahun di Belanda. Mereka memperhatikan kesehatan dan penyakit dalam penuaan. Bagian dari studi ini mengamati sekitar 70 ribu peserta yang bebas diabetes dan penyakit jantung sejak awal dan memiliki tes AGE.

Empat tahun kemudian, mereka yang memiliki nilai AGE yang tinggi di awal memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes atau penyakit jantung. Ini menunjukkan tes dapat digunakan dalam skrining populasi untuk kondisi ini, menurut Wolffenbuttel, mungkin dalam pengaturan non-medis seperti supermarket.

Tapi, perlu ada tindak lanjut lebih atas penemuan baru tersebut. Sebab, alat tes semacam itu harus banyak dilakukan uji coba lagi agar tidak menimbulkan bahaya. Mungkin ada risiko skrining misdiagnosis diabetes pada orang sehat yang dapat mendorong orang untuk minum obat yang dapat memiliki efek samping yang tidak menyenangkan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Qa4N4d
November 22, 2018 at 04:28PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Qa4N4d
via IFTTT
Share: