Showing posts with label 2018 at 06:43PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 06:43PM. Show all posts

Sunday, December 30, 2018

Razia Hiburan Malam Jelang Tahun Baru, Tujuh Orang Ditahan

Razia tempat hiburan malam dilakukan secara acak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menahan tujuh pengunjung diskotek lantaran terindikasi mengonsumsi narkoba saat menggelar razia pada sejumlah tempat hiburan malam, Sabtu (29/12) tengah malam. Razia dilakukan secara acak.

"Ketujuh orang itu tediri atas empat orang pria dan tiga orang wanita," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Ahad (30/12).

Kombes Argo mengatakan, ketujuh pengunjung itu di antaranya lima orang positif mengonsumsi methaphetamine dan dua orang lainnya menggunakan THC.

Agro menuturkan, petugas merazia sejumlah tempat hiburan secara acak di wilayah hukum Polda Metro Jaya guna mengantisipasi peredaran narkoba menjelang perayaan pergantian tahun.

Dari hasil razia selama 2018, Argo mengungkapkan peredaran narkoba menurun dibanding 2017 namun Polda Metro Jaya bersama jajarannya tetap berupaya membongkar peredaran narkoba secara intensif.

Sementara itu,Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Polisi Suwondo Nainggolan menambahkan petugas merazia narkoba secara terbuka selanjutnya polisi akan beroperasi memburu peredaran narkoba secara tertutup.  "Kami akan buru sindikat jaringan hingga ke atas," tutur Kombes Suwondo.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BQncd5
December 30, 2018 at 06:43PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BQncd5
via IFTTT
Share:

Saturday, December 29, 2018

Fakta Angka Tottenham vs Wolverhampton

Fakta Angka Tottenham vs Wolverhampton

Foto: republika

REPUBLIKA.CO.ID,

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EV0BQC
December 29, 2018 at 06:43PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EV0BQC
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 26, 2018

Jenazah Putri Sulung Aa Jimmy Ditemukan

Tim sedang mengurus kepulangan jenazah anak Aa Jimmy ke Cianjur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sempat tidak ada kabar, jenazah putri pertama almarhum Aa Jimmy yang bernama Radea Putri Aninditya akhirnya ditemukan pada Rabu (26/12) sore. Artinya keluarga Aa Jimmy tidak ada yang selamat dari tsunami Selat Sunda.

Menurut pernyataan resmi yang diterima Antara dari Ikatan Manajer Artis Indonesia (Imarindo), Rabu, jenazah Radea Putri Aninditya tengah berada di RSUD Pandeglang, Banten.

"Alhamdulillah, Tim Wali Care telah menemukan putri pertama almarhum Argo 'Aa Jimmy' bernama Radea Putri Aninditya di RSUD Pandeglang Banten," tulis pernyataan tersebut. Saat ini tim Wali Care tengah mengurus kepulangan jenazah putri pertama almarhum Aa Jimmy yang nantinya akan dikebumikan di Cianjur.

"Keluarga Besar Wali Care, Duo Jigo dan Almarhum Argo Aa Jimmy mengucapkan terima kasih atas doa dan bantuan semua pihak," lanjut pernyataan tersebut.

Sebelumnya pada hari Selasa (25/12) kemarin, jenazah putri kedua almarhum Aa Jimmy yang bernama Nasya Rafani Aradya ditemukan. Aa Jimmy sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Sirnalaya, Kelurahan Sawahgede, Cianjur, Senin (24/12) lalu. Ia dikubur berdampingan dengan istrinya Hati Nurilah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VbZz7p
December 26, 2018 at 06:43PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VbZz7p
via IFTTT
Share:

RSIA Budi Kemuliaan Naik Status Jadi Rumah Sakit Umum

peningkatan status ini juga untuk mengadaptasi system zonasi layanan kesehatan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Budi Kemuliaan, Jakarta meningkatkan statusnya menjadi Rumah Sakit Umum (RSU) Budi Kemuliaan.

Direktur Lembaga Kesehatan Budi Kemuliaan (LKBK), dr. Fahrul W. Arbi, SpA, MARS mengatakan perubahan atau peningkatan status tersebut berdasarkan cakupan pelayanan rumah sakit menjadi lebih luas.

"Intinya kami hadir dan memberikan pelayanan lebih dari 100 tahun. Selama itu pula kami memegang teguh pada nilai-nilai yang membuat rumah sakit ini bermartabat," katanya, di Jakarta, dalam siaran persnya, Kamis (20/12).

Peningkatan status tersebut, kata dia, bukan berarti rumah sakit meninggalkan nilai-nilai luhur yang telah dijunjung selama ini. Bahkan, nilai-nilai itu juga yang membuat pasien menjadi nyaman.

“Rumah sakit ini juga terus meningkatkan pelayan namun untuk pembayaran jasa masih terjangkau. Kami siapkan ambulans motor untuk cepat sampai tujuan sebelum ambulans mobil datang dalam keadaan darurat," terangnya.

Rumah sakit yang telah berdiri sejak 1912 ini mempunyai kultur kerja yang luhur sudah teruji. Oleh karenanya, jangan sampai perubahan status rumah sakit mengubah kultur kerja itu.

"Sejauh ini kurangnya dana seperti masalah BPJS Kesehatan saat ini, bukan berarti kami menurunkan pelayanan kepada pasien. Kami tetap optimal bekerja sesuai dengan nilai-nilai pengabdian terhadap masyarakat," tambahnya.

Selain itu, peningkatan status ini juga untuk mengadaptasi system zonasi layanan kesehatan oleh RS yang diterapkan Pemprov DKI. “Kan untuk wilayah Jakarta Pusat kami menjadi RS tipe C ketiga. Sementara RS tipe B sudah cukup banyak,” ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Q08lBO
December 26, 2018 at 06:43PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Q08lBO
via IFTTT
Share:

Monday, December 24, 2018

In Picture: Pantau Perayaan Natal, Anies Sambangi Gereja Katedral

Anies Baswedan bersama forum kerukunan umat beragama (FKUB) mengunjungi lima gereja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bertemu dengan uskup agung Ignatius Suharyo saat melakukan kunjungan perayaan natal di Gereja Katedral Jakarta, Senin (24/12).

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama forum kerukunan umat beragama (FKUB) mengunjungi lima gereja saat perayaan natal bertujuan untuk pemantauan perayaan natal berjalan dengan lancar.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SegioJ
December 24, 2018 at 06:43PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SegioJ
via IFTTT
Share:

Thursday, December 6, 2018

MPR: Desain Ketatanegaraan Harus Sesuai Ideologi Pancasila

Demokrasi Pancasila mengandung unsur penting yang berbeda dengan bangsa lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggelar seminar nasional dengan tema "MPR dalam Mekanisme Demokrasi Pancasila" di Depok, Jawa Barat, Kamis (6/12). Dalam seminar itu, Sekretaris Jenderal MPR Ma'ruf Cahyono mengatakan desain sistem ketatanegaraan Indonesia seharusnya tidak bertentangan dengan ideologi Pancasila.

"Desain ketatanegaraan Indonesia seharusnya tidak bertentangan dengan ideologi Pancasila. Pertanyaannya adalah apakah ideologi Pancasila sudah diimplementasikan dalam sistem ketatanegaraan?" katanya dalam seminar kerja sama MPR dan Pusat Studi Pancasila (PSP) Universitas Pancasila.

Ma'ruf menjelaskan lembaga MPR merupakan salah satu organ dalam sistem ketatanegaraan. Karena itu dalam seminar ini dibahas apakah MPR sebagai organ ketatanegaraan sudah sesuai dengan ideologi Pancasila, khususnya demokrasi Pancasila.

Demokrasi Pancasila, lanjut Ma'ruf, mengandung unsur-unsur penting yang berbeda dengan demokrasi bangsa-bangsa lain. Ada empat unsur penting dalam demokrasi Pancasila, yaitu unsur kebulatan pendapat atau mufakat, unsur musyawarah, unsur perwakilan, dan unsur hikmat kebijaksanaan.

"Unsur-unsur itu tidak kita temukan dalam demokrasi di negara-negara lain. Sejauhmana kekhasan demokrasi Pancasila itu mampu diimplementasikan dalam sistem ketatanegaraan," paparnya seperti dalam siaran pers.

Bukan hanya dalam tataran sistem ketatanegaraan, unsur demokrasi Pancasila itu juga diimplementasikan di tataran dimensi lain. Misalnya dalam politik, dalam ekonomi (demokrasi ekonomi Pancasila), sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. Semua dimensi itu harus mengerucut pada demokrasi Pancasila.

"Apabila bangunan sistem ketatanegaraan, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, dan lainnya, sudah sesuai dengan ideologi Pancasila maka cita-cita bangsa seperti dalam Pembukaan UUD bisa diwujudkan," imbuh Ma'ruf.

Atas dasar itu, Ma'ruf mengharapkan seminar ini bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan apakah sistem ketatanegaraan Indonesia sudah sesuai dengan demokrasi Pancasila.

"Pascaperubahan UUD 1945 terdapat pertanyaan mendasar yakni apakah disain ketatanegaraan Indonesia sudah sesuai dengan Pancasila? Kelembagaan utama ketatanegaraan Indonesia pasca-amandemen UUD 1945 mengalami perubahan dan menempatkan setiap lembaga negara sama kedudukannya," paparnya.

Narasumber dalam seminar ini adalah Dr. Hendra Nurtjahjo, SH, MHum (staf pengajar UI dan Universitas Pancasila), Prof Dr Drs Astim Riyanto SH, MH (Guru Besar Ilmu Hukum Konstitusi FH Universitas Pancasila), Prof Bagir Manan (mantan Ketua Dewan Pers), Prof Lily Romli (LIPI).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2G1iYEL
December 06, 2018 at 06:43PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2G1iYEL
via IFTTT
Share:

Sunday, December 2, 2018

'Youth for Peace Camp' Bangun Perdamaian Dunia

Isu perdamaian dan cara mengatasi konflik berbeda di setiap negara.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Dompet Dhuafa menggelar kegiatan Youth for Peace Camp - Strategi Alliance and Advocacy of Dompet Dhuafa, guna membangun perdamaian dunia. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai peserta dari berbagai negara yang diharapkan dapat menjadi agent of peace. 

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara. Di antaranya Tajikistan, Jerman, Laos, Thailand, Kamboja, Nepal, Nigeria, Zimbabwe, Timor Leste, Australia, dan Indonesia. Ada 23 mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini, mulai dari mahasiswa yang datang langsung dari negaranya maupun yang tengah menjalani program pertukaran mahasiswa.

General Manager Education Program Dompet Dhuafa, Arif Rahmadi Haryono mengatakan, kegiatan ini digelar dengan tujuan berbagi pengalaman dalam rangka membangun perdamaian dunia. Sebab, isu perdamaian dan cara mengatasi konflik sendiri berbeda di setiap negara.

Peserta pun dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalamannya dalam hal ini. Peserta juga diberikan pembekalan terkait isu perdamaian dan konflik yang ada di berbagai belahan dunia, serta bagaimana mengatasi konflik itu sendiri.

"Dengan begitu kita bisa saling belajar dan mengetahui insight  dari berbagai macam cerita dari berbagai macam negara," kata Arif, di Sambi Resort, Pakem, Kaliurang, Sleman, DIY, Sabtu (1/12).

Alasan kenapa kegiatan ini menyasar mahasiswa yang notabenenya generasi milenial dari berbagai negara, karena mereka masih belum terpengaruh dengan hal-hal yang dapat memicu konflik. Konflik ini sendiri dapat terjadi karena berbagai hal, seperti masalah ekonomi dan sosial.

Ia menjelaskan, generasi milenial ini merupakan generasi yang masih belum terpengaruh oleh politik dan kekuasaan. Sehingga, dapat dijadikan sebagai agen untuk membangun perdamaian di dunia.

"Kami mengumpulkan anak muda dari berbagai negara itu agar bisa saling sharing. Tidak hanya soal bagaimana konflik di suatu negara, tapi juga bagaimana cara kita mengatasinya," katanya.

Tujuan lain kegiatan ini yaitu sebagai langkah dalam membangun jejaring antar sesama negara untuk membangun perdamaian. Tentunya ini dapat dimulai dari generasi milenial.

Diharapkan, seluruh perserta yang berasal dari berbagai negara ini dapat bersinergi membangun perdamaian dunia. Sebab, tantangan yang akan dihadapi ke depan tentu akan lebih besar, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

"Kalau mereka berjejaring, mereka bisa berbagi. Seberapa pun banyaknya dan seberapa pun besarnya itu akan bisa mengurangi dampak konflik itu sendiri," ujarnya.

Sementara itu, Advocacy and Strategic Alliance Manager Dompet Dhuafa, Haryo Mojopahit mengungkapkan, membangun bersama perdamaian dunia ini dapat dimulai dari pemuda, dalam hal ini generasi milenial. Dengan jejaring yang mereka miliki, terutama melalui media sosial, gerakan perdamaian itu dapat ditularkan kepada orang lain.

"Kalau yang muda-muda itu jelas mereka punya tenaga dan mereka itu punya jejaring yang luar biasa solid dan berjejaringnya itu menggunakan media sosial," jelasnya.

Terlebih, saat ini banyak sekali konflik yang terjadi di dunia. Konflik itu, lanjutnya, ada yang disebabkan oleh perbedaan etnis dan perebutan kekuasaan. Seperti yang banyak terjadi di beberapa negara di Timur Tengah.

Diharapkan para peserta dapat mempraktekkan apa yang didapat dari kegiatan ini. Tidak hanya di Indonesia, namun juga di negaranya masing-masing. "Kita inginnya teman-teman yang muda ini membuat gerakan perdamaian, karena mereka di sini berbeda-beda. Ada berbagai tradisi, ada tradisi Muslim, Budha dan sebagainya," terangnya.

Salah satu peserta yang berasal dari Jerman, Lisa, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan terkait dengan isu dunia dan konflik yang terjadi saat ini di berbagai negara. Bahkan, ia  mendapatkan ilmu terkait bagaimana cara dari berbagai negara dalam mengatasi konflik tersebut.

"Di sini kita bisa sharing pengetahuan dan soal konflik di dunia saat ini. Juga bagaimana kita dapat ikut menjadi agent of peace dalam membangkitkan perdamaian dunia," kata Lisa.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2E8zbWY
December 02, 2018 at 06:43PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2E8zbWY
via IFTTT
Share: