Showing posts with label 2019 at 11:10PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 11:10PM. Show all posts

Saturday, May 4, 2019

Ruko Tempat Penggerebakan Terduga Teroris Dijual Rp 11 Juta

Pemilik baru ruko belum melunasi sisa pembayaran sebesar Rp 5 juta kepada Ki Opung.

REPUBLIKA.CO.ID, CIKARANG -- Ruko yang menjadi lokasi penggerebekan terduga teroris oleh Densus 88 Antiteror, Sabtu (4/5) dini hari, dikabarkan dijual oleh pemilik lama kepada pemilik baru. Ruko yang terletak di Kampung Pangkalan, RT 11/04, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dilepas murah, sebesar Rp 11 juta.

"Dulu pemiliknya Ki Opung namun sejak tujuh bulan lalu dijual kepada Bapak Menin alias Mandor Patek," kata warga setempat, Maryanto (35).

Maryanto mengakui hal itu setelah dia bersama warga menelusuri kepemilikan ruko tersebut. Pada Sabtu siang, bahkan Maryanto selaku Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Kedung Pengawas ini sempat menemui Ki Opung.

"Tadi siang saya ketemu dengan Ki Opung dan beliau menjelaskan bahwa rukonya sudah dijual seharga Rp 11 juta. Itu pun pembayarannya belum lunas," ujar Maryanto.

Kepada Maryanto, Ki Opung bercerita bahwa Manin alias Mandor Patek baru menyetor uang sebesar Rp 6 juta untuk membeli ruko tersebut. Namun sampai sekarang, pemilik baru ruko belum melunasi sisa pembayaran sebesar Rp 5 juta kepada Ki Opung.

"Setelah dijual kepada Bapak Manin, lalu sama dia (Manin) dikontrakkan ke orang lain. Mungkin terduga teroris ini yang mengontraknya," ungkapnya.

Dia menjelaskan, harga ruko tersebut begitu murah karena berdiri di lahan milik pihak perusahan BUMN yang bergerak dalam pemanfaatan air, Jasa Tirta II. Sebelumnya, ruko tersebut digunakan oleh Ki Opung sebagai tempat usaha las.

"Jadi ini lahan garapan Ki Opung yang kemudian dijual ke orang lain," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WmQjhf
May 04, 2019 at 11:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WmQjhf
via IFTTT
Share:

Saturday, April 27, 2019

Ditanya Peluang Melatih Roma, Jawaban Conte Positif

Conte akan bebas dari ikatannya dengan Chelsea pada musim panas ini.

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- AS Roma terus dirumorkan dengan pelatih Antonio Conte untuk menangani i Giallorossi pada musim depan. Kini kabar positif menyeruak dari sang pelatih yang juga sangat tertarik untuk kembali mengarsiteki kesebelasan asal Ibu Kota Italia.

Conte akan bebas dari ikatannya dengan Chelsea pada musim panas ini. Dia pun kerap disinggung untuk kembali melatih di Negeri Spageti, dengan Juventus, Inter Milan, dan Roma yang terus dilaporkan berminat mendapatkan tanda tangan allenatore 49 tahun.

Jurnalis Laroma24 melakukan wawancara dengan bekas pelatih Chelsea ketika bertemu di pantai Porto Cesareo. Ia bertanya secara spesifik apakah Conte akan datang ke Olimpico sebagai pelatih Daniele De Rossi cs.

"Kita akan melihat, kita akan melihat bagaimana nanti," kata Conte kepada wartawan tersebut dilansir Football Italia, Sabtu (27/4).

Lebih lanjut, Conte yang pernah menangan Lecce tertawa ketika wartawan tersebut mengatakan apabila Roma merupakan tempat yang lebih baik untuk tinggal ketimbang harus bertahan di London.

Di sisi lain, surat kabar La Repubblica juga mengklaim Roma sedang dalam negosiasi untuk mendatangkan Paolo Bertelli, pelatih kebugaran yang bekerja dengan Conte untuk timnas Italia dan juga the Blues.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2L4dYS7
April 27, 2019 at 11:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2L4dYS7
via IFTTT
Share:

Saturday, April 6, 2019

Tantangan Umat Islam di Bulgaria

Muslim Bulgaria mengimbau agar umat Islam tak terprovokasi Islamofobia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada Jumat, 20 Mei 2001, umat Islam yang sedang menunaikan ibadah shalat Jumat di Masjid Agung Banya Bashi, Sofia, diserang dengan lemparan batu oleh  pendukung Partai Ataka, yang dikenal sangat anti-Islam.

Puluhan umat Islam terluka akibat lemparan batu dari gerombolan anti-Islam. Sejumlah jamaah juga dipukuli. Tak hanya itu, aksi brutal pendukung partai yang anti-Islam itu juga membakar sajadah yang digunakan jamaah yang shalat Jumat di pelataran masjid.

Umat Islam di Bulgaria pun mengecam aksi brutal itu. Wali Kota Sofia waktu, Yordanka Fandukova, mengingatkan agar setiap warganya untuk menaati hukum dan aturan yang berlaku. Islam adalah agama yang diakui dan dilindungi oleh konstitusi Bulgaria, cetusnya.

Meski begitu, kalangan Islam menilai pemerintah lamban merespons aksi penyerangan terhadap kaum Muslim itu. Sepekan setelah aksi penyerangan, parlemen Bulgaria mengutuk aksi brutal pendukung Partai Ataka yang menyerang umat Islam ketika shalat di luar masjid.

Seluruh anggota parlemen, kecuali wakil dari Partai Ataka, menyebut tindakan brutal yang menyerang umat Islam itu sebagai sebuah ‘ancaman bagi keamanan nasional’. Betapa tidak. Jumlah umat Islam mencapai 25 persen dari total populasi. Sebuah kekuatan yang tak boleh diremehkan. Parlemen Bulgaria juga akan melakukan investigasi internal terhadap kasus ini.

Jaksa Agung, Nikolay Kokinov, berjanji akan mempertimbangkan dan mengkaji pelarangan partai itu. Hal itu diungkapkan Kokinov setelah mendapat desakan dari para ulama dan tokoh Muslim agar Partai Ataka dinyatakan sebagai partai terlarang karena telah menyebarkan permusuhan.

Selain menyerang jamaah, para pendukung Partai Ataka juga memprotes pengeras suara di Masjid Banya Bashi yang merupakan satu-satunya masjid di ibu kota Bulgaria itu. Suara azan yang dikumandangkan lewat pengeras suara dinilai pendukung Partai Ataka telah menimbulkan kebisingan.

Imam Masjid Banya Bashi, Mustafa Hadji, pun merespons keberatan dari kalangan yang anti-Islam itu. Pengelola Masjid Banya Bashi pun terpaksa harus menurunkan dua pengeras suara dan mengecilkan pengeras suara yang tersisa. Keputusan untuk menurunkan volume pengeras suara masjid itu ditetapkan setelah Wali Kota Sofia, Yordanka Fandukova, serta Menteri Dalam Negeri, Tsvetan Tsvetanov, bertemu dengan Imam Masjid Banya Bashi.

Membutuhkan Masjid Baru

Saat ini, umat Muslim yang menetap di Kota Sofia tengah mendambakan hadirnya masjid yang baru. Menurut Sekretaris Jenderal Mulim Bulgaria, Hyussein Hafuzov, bangunan  Masjid Banya Bashi – satu-satunya tempat ibadah umat Islam di ibu kota Bulgaria – sudah tak mampu lagi menampung jamaah, terutama ketika hari Jumat dan hari-hari raya keislaman.

Sehingga, kata Hafuzov, umat Islam meminta agar Pemerintah Kota Sofia mendukung pembangunan masjid kedua bagi umat Islam di kota itu. Saat ini, kata dia, setiap hari Jumat, Masjid Banya Bashi dipenuhi sekitar 1.500 jamaah. Lantaran tak tertampung, akhirnya banyak jamaah yang terpaksa shalat di luar masjid dan pinggir jalan.

Ini karena ruangan masjid tak mampu menampung seluruh jamaah, ungkap Hafuzov. Tokoh Muslim Bulgaria mengimbau agar umat Islam tak terprovokasi dengan serangan yang dilakukan para pendukung partai yang anti-Islam. Selain membutuhkan bangunan masjid yang baru, umat Islam di Bulgaria juga mendambakan hadirnya madrasah-madrasah yang dapat mendidik anak-anak mereka sesuai ajaran Islam. N

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2I2NZbw
April 06, 2019 at 11:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2I2NZbw
via IFTTT
Share:

Saturday, March 23, 2019

Pelatih Norwegia: Spanyol tak Sekuat Beberapa Tahun Lalu

Lagerback percaya timnya masih punya peluang raih poin dari Spanyol.

REPUBLIKA.CO.ID, VALENCIA --  Norwegia akan bertemu Spanyol dalam laga pembuka Kualifikasi Piala Eropa 2020, di Mestalla Stadium, Ahad (24/3). Dilansir fourfourtwo, Sabtu (23/3), pelatih Norwegia Lars Lagerback percaya apa pun bisa terjadi ketika melawan Spanyol.

Pertemuan Spanyol dan Norwegia nanti merupakan yang pertama kalinya setelah 16 tahun silam. Perjalanan Norwegia di awal kualifikasi Piala Eropa cukup berat karena harus menghadapi tim yang kualitasnya berada di atas skuat Landslaget.

Setelah Spanyol, Norwegia akan berhadapan dengan Swedia. Menurut Lagercak, pertandingan melawan Spanyol dan Swedia akan menjadi laga yang sulit.

“Spanyol adalah salah satu yang paling sulit ditaklukkan, tetapi mereka mungkin tidak sebagus beberapa tahun yang lalu, dan kinerjanya tak mereka,” ungkap Lagerback.

Lagerback percaya, timnya masih mempunyai peluang untuk mendapatkan poin di kandang Spanyol. Pasalnya, dalam sepak bola tidak ada yang mustahil.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2YlUQBE
March 23, 2019 at 11:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2YlUQBE
via IFTTT
Share:

Tuesday, February 5, 2019

PSI: RUU Permusikan Sarat Kepentingan Bisnis

RUU permusikan yang diinisiasi DPR tidak mewakili aspirasi publik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bidang Ekonomi Digital dan E-Commerce Daniel Simeon Tumiwa menilai RUU permusikan yang diinisiasi DPR tidak mewakili aspirasi publik. Dia mengatakan, RUU tersebut sarat akan kepentingan bisnis.

"Karya musik tidak bisa diundang-undangkan karena merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang bersinggungan dengan seni dan budaya," kata Daniel Tumiwa di Jakarta, Selasa (5/2).

Daniel mengatakan, hadirnya RUU ini menunjukkan tidak ada keterwakilan aspirasi masyarakat, dalam hal ini ekosistem dan industri musik di DPR. Dia melanjutkan, hal itu juga menampakan jika masih banyak orang yang masuk ke badan legislatif hanya untuk bermain dengan kekuasaan untuk kepentingan bisnis, bukannya untuk memajukan Indonesia dari sudut seni dan budaya.

Mantan Marketing Director Universal Music Indonesia ini menyesalkan Komisi XI DPR yang telah meloloskan RUU tersebut. Dia melanjutkan, DPR lebih baik membuat regulasi yang memproteksi dan membiarkan musik berkembang sesuai waktu, zaman, dan perkembangan peradaban saat ini.

mantan CEO OLX Indonesia ini mengungkapkan, saat ini merupakan zaman di mana musik telah menjadi produk dunia, hasil dari demokratisasi, kolaborasi, dan globalisasi. Dia menilai, DPR telah gagal paham jika sekarang sudah bukan lagi jaman pembatasan dalam kebebasan berekspresi.

“Seharusnya, yang difokuskan adalah penguatan mental, pendidikan, dan wawasan agar Indonesia bisa tangguh dalam mempertahankan budayanya sendiri, tidak dengan mengekang kebebasan bermusik,” tandasnya.

Sebelumnya, pasal yang menjadi sorotan sejumlah musisi pasal 5 yang menyebutkan jika musisi dilarang menciptakan lagu yang menista, melecehkan, menodai dan memprovokasi. Mereka menilai pasal itu merupakan pasal karet sehingga mudah ditarik ke sana ke sini sesuai kepentingan masing-masing.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2t6XNrJ
February 05, 2019 at 11:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2t6XNrJ
via IFTTT
Share:

Saturday, January 26, 2019

Hasto Bercerita Pemikiran Islam Bung Karno di Pesantren

Bung Karno sebagai tokoh nasionalis yang juga dekat dengan tokoh-tokoh Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, PROBOLINGGO -- Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan bercerita soal Bung Karno dan pemikirannya tentang Islam. Hasto melakukan itu di hadapan para santri dan santriwati di Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Jailani, di Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (26/1) malam.

"Kami membawa buku berjudul Bung Karno dan Pemikiran Islam untuk perpustakaan di Pondok pesantren," kata Hasto Kristiyanto saat menyampaikan sambutannya di hadapan pengasuh pondok serta para santri dan santriwati.

Hasto Kristiyanto yang didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengunjungi Probolinggo dalam rangkaian Safari Kebangsaan VI ke Jawa Timur pada 25-28 Januari. Hasto dan rombongan disambut para santri di depan tempat pertemuan, yang berebut menyalami dan mencium tangan Hasto, Djarot, maupun Habib Sholeh.

Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Syek Abdul Qodir Al Jailani, KH Hafid Amiruddin bersama santri dan santriwati menunggu di tempat pertemuan. Hasto bercerita, dalam buku Bung Karno dan Pemikiran Islam dijelaskan, bagaimana gagasan dan pemikiran Bung Karno soal Islam. "Bung Karno sebagai tokoh nasionalis yang dekat dengan tokoh-tokoh Islam. Semangat tersebut yang menyatukan nasionalis dan Islam, serta Islam dan nasionalis," katanya.

Menurut Hasto, semangat nasionalisme Islam dan Islam nasionalisme tidak bisa dipisahkan. "Semuanya bersatu membawa kebaikan. Semangat itu pula yang kami bawa. Kami mohon bimbingan kiai," kata Hasto.

Hasto juga menyatakan, Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan salam untuk para santri dan santriwati. Sementara itu, Djarot Saiful Hidayat saat menyampaikan sambutan, melakukan dialog dengan para santri dan santriwati agar terus belajar keras sehingga meraih sukses di masa depan.

Djarot juga mendorong para santri dan santriwati untuk berani tampil sebagai pemimpin daerah maupun pemimpin nasional. "Santri harus bisa menjadi profesi apa aja, dan ilmunya bermanfaat bagi banyak orang," katanya.

Djarot juga mengingatkan para santri dan santriwati untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya serta menghormati orang tua dan guru. "Para santri juga harus menghargai dan berbuat baik dengan sesama teman," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2G0Dl3f
January 26, 2019 at 11:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2G0Dl3f
via IFTTT
Share:

Sunday, January 6, 2019

Optimisme Parpol Islam di NTB pada Pemilu 2019

Pada Pemilu 2014, parpol Islam tidak masuk tiga besar dalam raihan suara terbanyak.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Muhammad Nursyamsi

Jumlah penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam tidak berkorelasi lurus dengan tingkat perolehan suara partai politik (parpol) yang memiliki idelogi Islam seperti PKB, PAN, PKS, PPP, dan PBB. Hal itu juga terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada pemilihan legislatif (pileg) 2014.

Berdasarkan data KPUD NTB, raihan suara terbanyak diperoleh Golkar dengan 333.282 suara, Demokrat dengan 318.713 suara, dan Gerindra dengan 263.621 suara. Tidak ada nama parpol Islam dalam tiga besar parpol di NTB.

PKS menjadi parpol Islam dengan capaian suara terbanyak pada Pileg 2014 di NTB dengan 253.870 suara, disusul PAN yang berada di posisi enam dengan 196.074, PKB di peringkat delapan dengan 182.320 suara dan PPP di peringkat sembilan dengan 172.421 suara. Sementara PBB hanya menduduki peringkat kedua terbawah dengan raihan 83.768 suara.

Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram Bambang Mei Finarwanto dalam perbincangan dengan Republika beberapa waktu lalu mengatakan, masyarakat NTB masih memiliki kecenderungan memilih berdasarkan faktor figur. Pada 2014, Demokrat banyak diuntungkan lantaran adanya figur Gubernur NTB periode 2008-2018 Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi yang merupakan tokoh karismatik yang sangat dihormati di NTB.

TGB yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdaltul Wathan (PBNW) merupakan sosok yang menjadi panutan bagi jamaah NW. Bambang menilai, kepindahan TGB dari Demokrat ke Golkar akan memberikan keuntungan bagi Golkar dan semakin memperkuat posisi Golkar menjadi parpol pemenang kembaki di NTB pada Pileg 2019.

"TGB ke Golkar pasti ada pengaruh pada massa NW di pilpres dan pileg nanti," ujar Bambang.

Selain Demokrat, pencapaian Gerindra di NTB yang menduduki peringkat ketiga pada Pileg 2014 juga tidak lepas dari figur Prabowo Subianto. Kemenangan telak pasangan Prabowo-Hatta dengan meraih suara sebanyak 1.844.178 atau 72,45 persen, atau berbanding jauh dengan perolehan Jokowi-JK yang sebanyak 701.238 atau 27,54 persen mendongkrak raihan suara Gerindra di NTB.

Pengamat politik dari Universitas Mataram (Unram) Asrin mengatakan, kontestasi Pilpres dan Pileg 2019 di NTB akan jauh lebih ketat seiring bergabungnya TGB di kubu Jokowi-Ma'ruf. Kemenangan Golkar di NTB, kata Asrin, tidak lepas dari citra Golkar yang sudah begitu tertanam pada pikiran masyarakat. Meski tidak lagi mengandalkan figur tertentu, Golkar terbukti mampu bertahan dalam meraih suara di NTB hingga menjadi nomor satu pada 2014.

"Golkar ini sudah mampu bertahan dari berbagai macam dinamika, meski tidak mengandalkan figur, Golkar memiliki basis pemilih kuat pada tatanan birokrasi," kata Asrin.

Rendahnya capaian suara para parpol Islam di NTB tidak menyurutkan optimisme parpol Islam dalam menghadapi Pileg 2019. Ketua DPW PAN NTB Muazzim Akbar mengungkapkan keyakinannya PAN akan menjadi pemenang dalam Pileg 2019 di NTB.  Keyakinannya didasari dengan kerja-kerja partai yang masif dan juga sikap partainya yang mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga.

"InsyaAllah PAN optimistis jadi pemenang di NTB. Kader-kader PAN di NTB diuntungkan dengan adanya Prabowo-Sandiaga," ujar Muazzim.

Muazzim yang juga maju dalam Pileg untuk DPR RI melalui daerah pemilihan (dapil) II atau Pulau Lombok optimistis dukungan masyarakat NTB terhadap Prabowo akan menguntungkan PAN. Partai koalisi sendiri menargetkan Prabowo-Sandiaga menang di NTB dengan target minimal 75 persen.

"Melihat semangat masyarakat NTB kita semakin optimistis dan yakin bahwa Prabowo-Sandiaga menang dan PAN juga naik suaranya," kata Muazzim.

PAN, kata dia, tetap fokus pada isu-isu kondisi pemerintahan yang sekarang yang menilai kesenjangan semakin besar, harga-harga semakin mahal, kenaikan BBM, sulitnya lapangan kerja, hingga realiasi penanganan warga terdampak gempa dari pemerintah yang belum juga terselesaikan.

"Realisasi (rehabilitasi dan rekonstruksi) yang belum ada ini yang membuat masyarakat NTB itu semakin sulit dan semakin kompak untuk menyuarakan adanya perubahan," ucap Muazzim.

Muazzim menilai, proses pilpres dan pileg yang digelar bersamaan justru menguntungkan caleg PAN yang bertarung. Menurutnya, para caleg PAN mendapat manfaat dari kesukaan masyarakat NTB terhadap sosok Prabowo-Sandiaga.

"Kita kampanye caleg dan juga capres, dengan mengkampanyekan Prabowo-Sandiaga itu justru masyarakat lebih mudah menerimanya," ungkap Muazzim.

Keyakinan serupa disampaikan Ketua Komisi III sekaligus Fraksi PKS di DPRD NTB Johan Rosihan. Jika DPP PKS menargetkan meraih 12 persen suara secara nasional, DPW PKS, kata Johan, menargetkan suara PKS di NTB melebihi target suara PKS secara nasional.

"Kalau sekarang enam kursi di DPRD NTB, target kita 10 kursi nantinya, lalu dua kursi di pusat (DPR RI), dan di semua dapil kabupaten/kota, intinya semua dapil ada perwakilan," kata Johan.

Johan yang juga maju dalam pileg 2019 untuk DPR RI melalui dapil I Pulau Sumbawa menilai proses pilpres dan pileg yang digelar serentak tidak akan mengurangi fokus pada kerja-kerja partai. "Secara teknis tidak ada persoalan tapi memang kita harus lebih teliti dalam pengawasan," ucap Johan.

Johan menyampaikan, PKS menargetkan menjadi nomor satu pada pileg 2019. Target ini, Johan katakan, hal yang realistis berkaca pada Pilgub NTB 2018 yang memenangkan Zulkieflimansyah-Rohmi, pasangan yang diusung PKS dan Demokrat. Keberadaan Zul yang merupakan kader PKS sebagai Gubernur NTB, menurut Johan, akan semakin meningkatkan popularitas dan elektabilitas PKS di NTB.

"Target kita nomor satu, kalau ingin NTB gemilang, eksekutif kita menang, insyaAllah legislatif juga menang, target begitu. Tolak ukurnya kalau warga NTB kemarin dukung Zul-Rohmi, harapan kita pada pileg dukung PKS," lanjut Johan.

Johan menambahkan, militansi kader menjadi alasan dirinya untuk yakin PKS akan mampu meraih suara terbanyak di NTB. Johan menyebutkan, Presiden PKS telah menginstruksikan setiap kader untuk menjadi tim sukses salah satu caleg PKS. Pola-pola seperti ini, kata Johan, akan efektif dalam kerja partai mendulang suara terbanyak di NTB.

"Secara struktur kita solid, jadi kita kampanyekan caleg dan capres secara bersamaan," kata Johan menambahkan.

Data raihan suara partai politik pada Pemilu 2014:

1. Golkar: 333 282

2. Demokrat: 318.713

3. Gerindra: 263.621

4. PKS: 253.870

5. Hanura: 224.410

6. PAN: 196.074

7. PDIP: 189.569

8. PKB: 182.320

9. PPP: 172.421

10. Nasdem:154.981

11. PBB: 83.768

12. PKPI: 41.460

Partisipasi: 76,94 persen

Tidak sah: 12,59 persen

Sumber: KPUD NTB

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SFz6NY
January 06, 2019 at 11:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SFz6NY
via IFTTT
Share: