Showing posts with label 2018 at 06:45PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 06:45PM. Show all posts

Sunday, December 30, 2018

In Picture: Penjelasan KPK Terkait OTT di PUPR Terkait Proyek Air Minum

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan kronologi operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus suap proyek-proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2017-2018. Dalam konferensi pers pada Ahad (30/12) dini hari, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyampaikan, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat dan melakukan serangkaian kegiatan penyelidikan, KPK melakukan tangkap tangan pada Jumat (28/12) di beberapa lokasi di Jakarta.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QUkfm5
December 30, 2018 at 06:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QUkfm5
via IFTTT
Share:

Saturday, December 29, 2018

Pemprov Aceh Dukung Pendidikan Dayah

Hal tersebut bertujuan untuk melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan agama.

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDA ACEH -- Pemerintah Aceh mendukung perkembangan pendidikan dayah atau pesantren. Hal tersebut bertujuan untuk melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan agama.

"Pemerintah Aceh sangat mendukung perkembangan pendidikan dayah, sehingga lulusannya mampu bersaing dengan lulusan sekolah umum," kata Pelaksana (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah di Setya Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, Sabtu (29/12).

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Nova Iriansyah ketika meresmikan gedung baru asrama putri santri yatim Dayah Darul Abrar, Aceh Jaya. Peresmian gedung baru itu ditandai pemotongan pita serta penandatanganan prasasti oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Turut hadir pada peresmian tersebut santri dan dewan guru Dayah Darul Abrar.    Kemudian Asisten II Sekretariat Daerah Aceh Taqwallah, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Usamah El-Madny, serta Bupati Aceh Jaya T Irfan TB, Wakil Bupati Aceh Jaya Tgk Yusri Sofyan, dan undangan lainnya.

Nova menyatakan, gedung baru itu difungsikan untuk asrama putri santri yatim. Gedung ini merupakan bantuan Dinas Pendidikan Dayah Aceh melalui dana otonomi khusus.

"Dengan adanya asrama putri ini, semoga para santriwati lebih nyaman dalam beristirahat setelah seharian belajar di dayah ini," kata Nova.

Pada kesempatan itu, Nova memberikan semangat agar para santri lulusan daya tidak takut bersaing dengan lulusan sekolah umum. Malah, lulusan dayah dianggap lebih baik karena memiliki kemampuan agama.

"Karena itu, saya mengajak para santri jangan takut untuk bermimpi demi mencapai segala cita cita dengan setinggi-tingginya. Tidak sedikit alumni santri yang sukses," kata Nova.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EUU1bL
December 29, 2018 at 06:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EUU1bL
via IFTTT
Share:

Monday, December 17, 2018

Ringo Starr Buat Kegaduhan di Konser Paul McCartney

Penggemar menyangka kehadiran Ringo untuk konser reuni.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Ringo Starr membuat penggemar The Beatles yang menyaksikan pertunjukan Paul McCartney gempar. Pasalnya, Ringo ikut menyaksikan penampilan sahabatnya di antara para penonton.

Paul baru saja menggelar konser di O2 Arena London pada Ahad (16/12) waktu setempat dalam rangkaian tur album terbarunya "Egypt Station". Selain O2 Arena, Paul juga akan mengadakan pertunjukan besar lainnya di Liverpool dan Glasgow.

Sebelum Paul muncul, terjadi keributan besar di depan panggung. Ternyata banyak orang yang berkerumun dan memotret gambar mantan drummer The Beatles tersebut. Ringo berdiri di antara para penggemar Paul untuk menyaksikan penampilan sang legendaris.

Seorang wartawan bernama Howell Davies sempat mengabadikan momen langka ini dan mengunggahnya di Twitter. Ia mengatakan bahwa ada reuni mini The Beatles di O2 Arena.

"Reuni Mini Beatles di O2 malam ini Ringo Starr hadir untuk menonton Paul McCartney. Luar biasa," tulis Howell dilansir NME, Senin (17/12).

Selain Ringo, ada juga Roger Daltrey personel The Who dan Ronnie Wood dari The Rolling Stone yang menyaksikan penampilan Paul McCartney.

Stella McCartney, anak Paul yang juga desainer ternama ini juga menonton pertunjukan sang ayah bersama Emma Stone. Ia lalu foto bersama Paul dan Ringo.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Chw8JP
December 17, 2018 at 06:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Chw8JP
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 11, 2018

Konsumsi Ikan Masyarakat Banyumas Masih Rendah

Pemkab terus melakukan sosialisasi dan upaya untuk meningkatkan konsumsi makan ikan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS -- Tingkat konsumsi makan ikan masyarakat Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tergolong masih sangat rendah. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyumas, Sugiyatno, menyebutkan tingkat konsumsi ikan masyarakat di daerahnya baru mencapai 13,7 kg per kapita per tahun.

''Tingkat konsumsi ikan sebanyak ini, memang masih jauh di bawah tingkat konsumsi tingkat nasional dan Jateng,'' jelasnya, Selasa (11/12).

Tingkat konsumsi ikan sebesar ini, juga tidak berbeda jauh dengan masyarakat Purbalingga. Sebelumnya, Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menyebutkan, tingkat konsumsi makan ikan masyarakat Purbalingga baru mencapai 13 kg per kapita per tahun.

Tingkat konsumsi ikan sebesar itu, masih sangat jauh di bawah tingkat konsumsi ikan rata-rata masyarakat Jateng maupun nasional. Tingkat konsumsi ikan masyarakat Jateng sudah mencapai 29,17 kg per kapita per tahun, sedangkan tingkat nasional sudah mencapai 43 kg per kapita per tahun.

Sugiyatno menyebutkan, dari hasil pendataan yang dilakukan pihaknya, baru sekitar 40 persen masyarakat Banyumas yang mengonsumsi ikan dengan tingkat konsumsi memadai. ''Kondisinya hampir sama dengan tingkat konsumsi minum susu masyarakat Banyumas, yang juga masih tergolong rendah,'' katanya.

Menyikapi hal ini, dia menyatakan akan terus melakukan sosialisasi dan upaya untuk meningkatkan konsumsi makan ikan di kalangan masyarakat Banyumas. ''Kami juga akan mengimbangi hal ini dengan kegiatan penebaran benih ikan di perairan umum,'' jelasnya.

Disebutkan, sepanjang 2018, pihaknya telah menebar benih ikan sebanyak satu juta ekor di perairan umum wilayah Banyumas. Benih tersebut berasal dari pengadaan oleh Pemkab Banyumas sebanyak 500 ribu ekor, dan sisanya diperoleh dari bantuan Pemprov Jateng serta Kementrian Kelautan dan Perikanan.

Dalam hal konsumsi ikan ini, Bupati Banyumas Achmad Husein berharap tingkat konsumsi ini bisa terus ditingkatkan. Hal ini karena produk makanan yang berasal dari ikan mengandung gizi dan protein yang dibutuhkan tubuh. ''Ikan laut maupun ikan tawar gizinya sangat bagus karena  mengandung berbagai unsur vitamin dan protein,'' jelasnya.

Bahkan bupati menyebutkan, produk makanan yang berasal dari ikan memiliki kandungan Omega 3 yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan otak. ''Untuk itu, ibu-ibu yang sedang mengandung, dianjurkan juga untuk banyak mengonsumsi makanan yang terbuat dari ikan segar. Termasuk juga anak-anak,'' katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ryk7cE
December 11, 2018 at 06:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ryk7cE
via IFTTT
Share:

Desa Mandiri Meningkat Sejak Ada Dana Desa

Jumlah Desa Mandiri meningkat dari 2.894 desa atau 3,93 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, Menurut Kepala BPS Kecuk Haryanto berdasarkan Laporan hasil pengamatan BPS pada bulan Mei lalu, dengan dikucurkannya Dana Desa sejak tahun 2015 langsung ke desa sebanyak Rp 187 trilliun, yang dikawal oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pimpinan Menteri Desa Eko Priyo Sandjojo, telah terjadi kemajuan desa yang luar biasa.

Seperti dalam siaran pers Kemendes PDTT, Selasa (11/12), dibandingkan keadaan pada tahun 2014, terjadi kemajuan yang membesarkan hati. Sebab jumlah Desa Mandiri meningkat dari 2.894 desa atau 3,93 persen dari jumlah seluruh desa pada tahun 2014 menjadi 5.559 desa Mandiri atau 7,55 persen pada tahun 2018. Ini merupakan suatu kemajuan hampir 200 persen sebagai lompatan yang sangat tinggi.

Sebaliknya jumlah desa tertinggal menurun dari 19.750 desa atau 26,81 persen dari seluruh desa yang ada menjadi 13.232 desa atau 17,96 persen dar seluruh jumlah desa, suatu penurunan yang dramatis. Dalam laporan BPS yang baru saja dikeluarkan tersebut, tercatat jumlah Desa Berkembang meningkat dari 69.26 persen di tahun 2014 menjadi 74.49 persen atau 54.479 Desa.

Ini berarti bahwa Desa Tertinggal berkurang dengan 5.918 Desa dan Desa Mandiri bertambah sebanyak 2.865 Desa, atau menjadi dua kali lipat dalam empat tahun program pembangunan desa dan masyarakat desa yang dikawal oleh Kemendes PDTT, suatu kemajuan yang luar biasa.

Pembangunan yang dibiayai dengan Dana Desa itu dipergunakan juga untuk sarana desa seperti jalan, jembatan dan sarana umum seperti pasar dan sarana kebutuhan dasar lainnya seperti klinik dan fasilitas umum lainnya. Pembangunan ini rupanya merangsang masyarakat desa membangun sarana tambahan seperti rumah obat atau apotik dan pelayanan modern lainnya. Mulai dari tempat penjualan elpiji untuk keperluan umum yang meningkat karena penduduk makin menikmati hidup modern.

Selanjutnya dikabarkan oleh Haryono Suyono, Ketua Tim Pakar Menteri Desa PDTT bahwa antara tahun 2014 sampai waktu pendataan awal Mei lalu terdapat kemajuan pada hampir semua demensi desa. Kemajuan yang cepat terjadi pada demensi pemerintahan yang secara otomatis terangsang karena harus melayani masyarakat yang makin modern berkat adanya pembangunan berbagai sarana desa yang gegap gempita.

Demensi pelayanan dasar relatif lamban karena masyarakat perlu belajar menjadi masyarakat modern, belajar hidup modern, tidak membuang kotoran sembarangan dan pola kehidupan yang sama sekali berubah tidak seperti maunya sendiri. Ini merupakan suatu perubahan sosial yang menarik karena berubah menjadi penduduk dan keluarga Indonesia sebagai bagian dari penduduk modern dunia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2GcVaxX
December 11, 2018 at 06:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2GcVaxX
via IFTTT
Share:

Sunday, December 9, 2018

Jakmania: Alhamdulillah Akhirnya Persija Juara

Persija mengakhiri Liga 1 musim 2018 dengan skor 61 poin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persija Jakarta berhasil menjadi kampiun Liga 1 2018, setelah mengalahkan Mitra Kukar dengan skor 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Ahad (9/12). Dengan kemenangan ini Persija berhasil mengumpulkan 62 poin dan tak terkejar oleh pesaing terdekatnya yang mengoleksi 61 poin.

Dua gol Persija dicetak oleh Marko Simic masing-masing melalui titik putih di babak pertama dan sundulan di babak kedua. Sedangkan gol balasan dicetak oleh Herdianto. Sementara PSM Makassar berhasil melibas tuan rumah PSMS Medan dengan skor 5-1, namun kemenangan telak itu sia-sia, karena Persija menang atas Mitra Kukar.

Kemenangan itu disambut suka cita oleh puluhan ribu The Jakmania, julukan Persija Jakarta. Selepas pertandingan mereka terus menyanyikan chant tanpa henti. Suara knalpot saling bersauatan, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa meluapkan kegembiraannnya. "Champione...champione...champione," teriak ribuan The Jakmania yang memadati kawasan SUGBK hingga Jalan Tentara Pelajar," Jakarta Pusat, Ahad (9/12).

Mereka seolah-olah enggan melewati momen bersejarah begitu saja. Mereka terus menari dan bernyanyi, diiringi letupan kembang api dan kepulan asap cerawat.

"Alhamdulillah akhirnya juara, Persija sampai kiamat," teriak pemuda berkaos orange, lengkap dengan syal Persija.

Sayangnya, tidak semua The Jakmania yang datang ke SUGBK tidak semuanya mendapatkan tiket masuk. Tidak sedikit, mereka harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli tiket lewat calon dengan harga dua kali lipat dari harga resmi. Ribuan The Jakmania yang tidak kebagian tiket harus puas menonton melalui layar lebar di halaman Kemenpora.

Salah satu pendukung Persija asal Bogor, Jawa Barat, Lufi Antara juga mengucap rasa syukur setelah klub favoritnya merengkuh trofi liga. "Alhamdulillah penantian panjang terbayar," ucap Lufi kepada Republika, Ahad (9/11).

Berbeda dengan mayoritas the Jakmania lainnya, Lufi hanya datang bertiga ke GBK dengan saudara dan adik kandungnya. Namun, ia menengaskan dirinya datang dengan penuh optimisme.

"Persija telah melalui musim sulit dengan banyak berpindah kandang (musafir). Kami berharap kedepannya Persija memiliki rumah sendiri (stadion)," sambung pria yang mengaku telah mendukung Persija sejak 20 tahun silam.

 

Musim ini, tim ibu kota sudah meraih dua gelar juara yakni Piala Presiden dan BootsSportsFix SuperCup 2018 di Malaysia. Alhasil, dengan kemenangan ini Macan Kemayoran mengikat tiga gelar juara.

Keberhasilan Persija Jakarta merengkuh juara Liga 1 Indonesia juga disambut suka cita Jakmania yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Puluhan Jakmania Lombok yang menyaksikan laga dengan nonton bareng di Kafe P 26, Jalan Sriwijaya, Kota Mataram, NTB, meneriakan yel-yel juara usai wasit meniup peluit menyudahi laga antara Persija melawan Mitra Kukar yang berakhir dengan skor 2-1 untuk Persija.

Ketua Jakmania Lombok, Rifki (25), mengaku  amat gembira dengan hasil yang diraih Persija setelah sempat terlunta-lunta di awal musim. Rifki mengaku begitu tegang saat menyaksikan laga antara Persija dengan Mitra Kukar lantaran tim Macan Kemayoran terus ditekan, terutama pada akhir laga.

"Alhamdulilah juara, tak bisa berkata-kata," ujar Rifki kepada Republika di Mataram, NTB, Ahad (9/12).

Rifki mengaku bersyukur bisa melihat Persija juara, meski tidak dari Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Ia sudah cukup puas mampu mendukung Persija saat bertandang ke Bali beberapa waktu lalu bersama Jakmania Lombok.

"Musim depan Jakmania Lombok berencana untuk sama-sama nonton Persija langsung di Jakarta," lanjutnya.

Rifki berharap, manajemen Persija tidak berpuas diri dan melakukan perbaikan untuk musim depan dan juga berkancah di AFC Cup.

"Tahun depan harus lebih baik," kata Rifki menambahkan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ruyz5K
December 09, 2018 at 06:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ruyz5K
via IFTTT
Share:

Friday, December 7, 2018

Satu Warga Sukabumi Tewas Tertimbun Longsor

Korban tidak bisa menghindari longsoran tanah sehingga tertimbun sekitar satu meter

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Seorang warga Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi tewas tertimbun longsor Kamis (6/12). Peristiwa tersebut terjadi ketika wilayah Sukabumi diguyur hujan sejak Kamis sore hingga malam.

Keterangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menyebutkan, peristiwa tanah longsor terjadi pada Kamis (6/12) siang sekitar pukul 11.15 WIB. Longsor tepatnya terjadi di Kampung Cikaung Hilir RT 03 RW 03 Desa Babakan Panjang Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

'' Korban yang meninggal dunia atas nama ibu Iyar (68 tahun), '' ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi Maman Suherman kepada wartawan Jumat (7/11). Pada saat kejadian korban sedang berkebun dan secara tiba-tiba terjadi longsor.

Menurut Maman, korban tidak bisa menghindari longsoran tanah sehingga tertimbun sekitar satu meter. Setelah kejadian warga sekitar mencoba memberikan bantuan dan jasas korban berhasil dievakuasi sekitar 15 menit setelah kejadian. Kejadian ini kata Maman langsung disikapi petugas BPBD dengan mendatangi lokasi longsor. Pemkab pun memberikan bantuan kepada keluarga korban bencana.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman menambahkan, bencana tersebut terjadi di saat wilayah Sukabumi diguyur hujan deras sejak Kamis sore. Dampaknya terjadi longsor di Nagrak yang menyebabkan seoramg warga meninggal dunia. Menurut Eka, warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi bencana. Hal ini dikarenakan tingginya intensitas hujan akhir-akhir ini.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2E8AhRT
December 07, 2018 at 06:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2E8AhRT
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 4, 2018

Sukabumi Kerja Keras Tangani Ribuan Rumah tak Layak Huni

Penanganan RTLH juga dibantu Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Pemerintah Kota Sukabumi berupaya keras menangani ribuan rumah tidak layak huni (RTLH) atau rutilahu. Pasalnya, hingga kini jumlah RTLH yang belum tersentuh program perbaikan jumlahnya masih cukup banyak.

"Pada 2015 lalu jumlah RTLH di Kota Sukabumi mencapai sebanyak 4.909 unit,’’ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi di sela-sela kegiatan penyerahan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat di salah satu hotel di Jalan Suryakencana Sukabumi, Selasa (4/12). Dari jumlah tersebut yang sudah ditangani sejak 2016-2018 ini mencapai sebanyak 1.204 unit.

Sehingga kata Fahmi, jumlah RTLH di Sukabumi masih cukup banyak mencapai sebanyak 3.705 unit. Targetnya pada 2019 mendatang upaya penanganan RTLH dapat ditingkatkan baik bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, kota maupun dana CSR perbankan.

Fahmi mengatakan, pemkot memberikan perhatian khusus pada RTLH karena kemungkinan jumlahnya bertambah cukup tinggi. Misalnya bisa jadi ada orang yang menjadi miskin dan ada warga yang terkena musibah yang berdampak pada perumahan warga.

"Oleh karena itu pemkot mendorong dana CSR fokus ke RTLH,’’ kata Fahmi. Hal ini akan memperkuat upaya penangnan yang dilakukan pemerintah dalam menuntaskan masalah rutilahu.

Selain dari pemerintah dan CSR ungkap Fahmi, penanganan RTLH juga dibantu Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang menggulirkan program rumah tinggal sanitasi sehat (Rutisae) yang fokus pada sanitasi. Namun kegiatan ini mendongkrak penanganan rutilahu di Sukabumi.

Pemkot, lanjut Fahmi berharap dengan intervensi ini warga sukabumi semakin sejatera, cerdas, dan semakin sehat karena semuanya berawal dari rumah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Pemukiman  dan Pertanahan Asep Irawan menambahkan, pad 2018 ini ada sebanyak 849 unit rumah yang mendapatkan penanganan. Rinciannya dari APBD Provnsi Jabar sebanyak 150 unit rumah yang tersebar di 16 kelurahan dengan dana Rp 2.2 miliar.

Selanjutnya dari APBN berupa bantuan BSPS strategis sebanyak 299 unit rumah di lima kelurahan dengan total Rp 4.4 miliar dan BSPS bantuan world bank sebanyak 400 unit rumah yang tersebar di 20 kelurahan Rp 6 miliar.

Kasubdit Pelaksanaan Bantuan Stimulan, Direktorat Rumah Swadaya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Fitrah Nur menerangkan, pada 2018 ini ada sebanyak 699 unit rumah di Kota Sukabumi yang mendapatkan program BSPS. "Pada  2019 jumlah rumah yang diberikan bantuan masih dibahas dan mudah-mudahan ada penambahan,’’ katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2AT3q0a
December 04, 2018 at 06:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2AT3q0a
via IFTTT
Share:

Friday, November 30, 2018

Arcandra Heran Ada Penolakan Proyek Panas Bumi di Sumbar

Arcandra menyebut proyek panas bumi bisa mendatangkan keuntungan.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG PARIAMAN -- Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar sempat menyinggung proyek panas bumi di Gunung Talang, Solok, Sumatra Barat dalam pidatonya saat menyerahkan bantuan konverter kit bagi nelayan di Padang Pariaman, Jumat (30/11). Arcandra menyayangkan proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Gunung Talang yang terkendala penolakan oleh sebagian kelompok masyarakat.

"Misalnya pemerintah pusat ingin membangun jalan tol. Malah ini dikritisi. Saya ngga tau kenapa. Ada investor yang mau masuk panas bumi. Juga ngga mau," ujar Arcandra, Jumat (30/11).

Padahal, lanjut Arcandra, pembangunan PLTP nantinya memberikan imbas positif berupa tambahan porsi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menyebut, kecilnya PAD Kabupaten Solok dan Provinsi Sumatra Barat bisa didongkrak dengan pembangunan PLTP di Gunung Talang. Tak hanya itu, PLTP merupakan bentuk pembagkit energi yang paling ramah lingkungan dibanding bentuk pembangkitan lainnya.

"Kalau PAD kecil artinya bergantung pada pemerintah pusat. Iya kalau Pemerintah Pusat punya uang. Kalau ngga ada, ya kami datangkan investor. Namun malah sebagian masyarakat menolak," jelas Arcandra.

Ia meminta masyarakat terbuka terhadap investasi, termasuk proyek panas bumi. Arcandra meminta masyarakat mampu memilah antara isu politik dan isu pembangunan. Bagi pemerintah saat ini, ujar Arcandra, pembangunan proyek panas bumi dilakukan untuk kepentingan masyarakat.

Gelombang penolakan oleh sebagian masyarakat Gunung Talang terhadap proyek panas bumi memang memanas dalam setahun belakangan. Akhir 2017 lalu, bahkan terjadi pembakaran kendaraan perusahaan oleh oknum warga yang menolak proyek panas bumi ini.

Sebagai informasi, PT Hitay Daya Energy sebelumnya telah memperoleh izin pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di atas lahan seluas 27 ribu hektare di kawasan Gunung Talang dengan jangka waktu 37 tahun. WKP Gunung Talang - Bukit Kili mengandung sumber daya sebesar 24 MWe (Mega Watt elektrikal), dengan cadangan terduga totalnya 66 MWe. PLTP yang akan dibangun Hitay sendiri nantinya berkapasitas 20 MWe dan ditargetkan operasi pada 2022.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2E8iQ4o
November 30, 2018 at 06:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2E8iQ4o
via IFTTT
Share:

Thursday, November 29, 2018

In Picture: Terkait Kasus Meikarta, Sekda Jabar Diperiksa KPK

Sekda Jabar Iwa Karniwa diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dewi Tisnawati.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- KPK memeriksa Sekretaris Daerah Jawa Barat (Sekda Jabar) Iwa Karniwa dalam penyidikan kasus suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Iwa diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dewi Tisnawati.

KPK memanggil Iwa terkait perubahan aturan tata ruang di Kabupaten Bekasi. "Dalam kasus suap untuk perizinan Meikarta, KPK mulai masuk mendalami indikasi adanya pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan mengubah aturan tata ruang di Kabupaten Bekasi agar proyek tersebut bisa diterbitkan perizinan secara menyeluruh," tambah Yuyuk.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2G0fDpF
November 29, 2018 at 06:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2G0fDpF
via IFTTT
Share: