Showing posts with label 2018 at 07:41PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 07:41PM. Show all posts

Sunday, December 30, 2018

Usai Dilantik, Bupati Bogor Janji Selesaikan Polemik Tambang

Ade mengatakan telah menyiapkan strategi untuk mengatasi masalah aktivitas tambang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bupati Bogor terpilih Ade Yasin berjanji menyelesaikan polemik aktivitas tambang di Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Bahkan, Ade mengatakan telah menyiapkan strategi untuk mengatasi masalah tersebut.

"Kami telah menyiapkan rencana jangka pendek dan jangka panjang sebagai solusi permasalahan di Jalur Parung Panjang," kata Bupati Ade Yasin, di Gedung Sate Bandung, Ahad (30/12).

Langkah pertama, kata Bupati Ade, pihaknya ingin bertemu dengan Pemkab Tangerang, karena ini terintegrasi antara Kabupaten Bogor dan Tangerang. "Saya ingin ada pertemuan dengan pemerintah tetangga, bagaimana Parung Panjang tidak menghambat lalu lintas dan kegiatan masyarakat," ujar dia.

Dia mengatakan masalah yang dikeluhkan warga adalah jalur tersebut sangat sering macet dan sering pula terjadi kecelakaan lalu lintas sampai mengakibatkan tewasnya beberapa orang. Menurut dia banyaknya truk tronton di jalur pertambangan itu disebut sebagai satu di antara faktor sering terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Dia mengatakan kemacetan lalu lintas di Parung Panjang juga, satu di antaranya diakibatkan adanya kebijakan Pemkab Tangerang yang memberlakukan jam operasional truk tambang.

"Sehingga mereka menunggu jam operasional dibuka sehingga terjadi penumpukan dan masyarakat tidak bisa lewat. Bagaimana kalau ada yang perlu ke rumah sakit dan sebagainya," kata dia.

Sementara untuk solusi jangka panjang, Bupati Ade Yasin menyatakan, Pemkab Bogor menyiapkan rencana pembangunan jalan tambang, yakni sebuah jalan yang akan dibangun sebanyak satu ruas sepanjang 18,5 kilometer. "Dan sepanjang lima kilometer merupakan lahan milik Perhutani, sedangkan sisanya milik warga. Itu dari Lebak Wangi, Cigudeg, sampai Parung Panjang, keluar di Tangerang, di BSD dan alternatif kedua yang keluar melalui Lebak, Banten," kata dia.

Namun, Pemkab Bogor mengaku kesulitan dari segi pendanaan karena APBD Kabupaten Bogor tidak cukup untuk membangun jalan baru di sekitar Parung Panjang. Karena itu, Pemkab Bogor menyambut baik rencana Pemprov Jabar yang berniat membantu menyelesaikan masalah pembangunan jalan terkait solusi Parung Panjang.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil meminta penyelesaian masalah polemik aktivitas tambang di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, kepada Bupati dan Wakil Bupati Bogor Periode 2018-2023, yakni Ade Yasin dan Iwan Setiawan. Keduanya resmi dilantik  di Aula Barat Gedung Sate Bandung pada Ahad.

"Salah satunya yang selalu masuk menjadi perhatian saya adalah masalah Parung Panjang, masyarakat berharap ada penyelesaian yang baik secara teknis sehingga tidak ada lagi masalah," kata Gubernur Jawa Barat seusai pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bogor terpilih.

Menurut dia, Bupati Bogor Ade Yasin sudah menghadap kepada dirinya untuk berkomunikasi dan memberikan solusi jangka pendek terkait penyelesaian masalah Parung Panjang. "Kita lihat setelah dilantik punya full power untuk menyelesaikan masalah salah satunya Parung Panjang. Jadi kebetulan bupatinya baru ya sudah saya titipkan dulu masalah yang menurut saya, jadi kalau Jabar mah Citarum sebuah krisis nah di sana mah Parungpanjang," kata Gubernur Jabar.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EXE0Sn
December 30, 2018 at 07:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EXE0Sn
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 19, 2018

Berita Bohong Saat Bencana Rugikan Sektor Pariwisata

Masyarakat diingatkan jangan mempercayai berita bohong.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berita bohong atau hoaks yang muncul saat bencana telah menimbulkan kerugian besar, salah satunya pada sektor pariwisata. "Selalu ada kepentingan dibalik hoaks, karena itu kita memerlukan sistem informasi yang akurat untuk melawanhoaks," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei di Jakarta, Rabu (19/12).

Ia mengatakan hoaks yang muncul saat bencana merugikan masyarakat yang menjadi korban. Ia mencontohkan, seperti saat erupsi Gunung Agung di Bali pada 2017-2018. Bencana tersebut menyebabkan satu juta wisatawan berkurang dan kerugian capai Rp 11 triliun di sektor pariwisata.

Begitu pula dengan gempa Lombok pada 2018 menyebabkan 100 ribu wisatawan berkurang dan kerugian Rp 1,4 triliun di sektor pariwisata. Selain menimbulkan kerugian sektor pariwisata, hoaks juga akan menimbulkan teror bagi masyarakat.

"Kita sudah mengingatkan masyarakat agar jangan mempercayai hoaks, tapi selalu memantau informasi yang dikeluarkan lembaga terkait," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2LpEUbx
December 19, 2018 at 07:41PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2LpEUbx
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 18, 2018

'Islam Bagai Kayu Gaharu, Dibakar Makin Wangi'

Pimpinan Majelis Az-Zikra, Ustaz Muhammad Arifin Ilham

Foto: Republika/Iman Firmansyah
EMBED
Tren Hijrah, Arifin Ilham: Subhanallah, Semakin Banyak Orang Bertaubat.

REPUBLIKA.CO.ID, SENTUL SELATAN — Fenomena hijrah beberapa tahun terakhir muncul di kota-kota besar di Indonesia. Berbagai kalangan dan komunitas beramai-ramai mendalami agama Islam. Pimpinan Majelis Az-Zikra, Ustaz Muhammad Arifin Ilham mengatakan, walaupun sebagian banyak yang mencaci maki. Namun, menurut dia, Islam bagaikan kayu gaharu, jika dibakar akan semakin wangi.

Terkait hal itu, Muhammad Arifin Ilham menilai tren hijrah tersebut memperlihatkan bila semakin banyak orang yang taubat dan peduli terhadap Islam.

Berikut video lengkapnya.

  • Videografer:
  • Surya Dinata Irawan
  • Video Editor:
  • Wisnu Aji Prasetiyo

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QFpzK2
December 18, 2018 at 07:41PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QFpzK2
via IFTTT
Share:

Sunday, December 16, 2018

Jogja Bike Tambah Sepeda Penuhi Permintaan Akhir Tahun

Wisata bersepeda diharapkan menjadi alternatif untuk menikmati Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Layanan bike sharing di Kota Yogyakarta yang dapat diakses melalui aplikasi Jogja Bike akan menambah jumlah sepeda. Penambahan menjadi 200 unit dilakukan untuk memenuhi permintaan wisatawan menjelang libur panjang akhir tahun.    

"Akhir tahun ini, jumlah sepeda yang dioperasionalkan bertambah menjadi 200 unit atau meningkat cukup banyak dibanding pada saat peluncuran yaitu sebanyak 20 unit sepeda," kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti di sela peresmian "Shelter Pit Jogja Bike" di Taman Pintar Yogyakarta, Ahad (16/12).    

Menurut Haryadi, keberadaan sepeda melalui layanan Jogja Bike memberikan alternatif wisata kepada wisatawan untuk menikmati suasana Kota Yogyakarta dengan cara yang unik yaitu bersepeda. Setiap wisatawan atau masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan bike sharing tersebut terlebih dulu harus mengunduh aplikasi Jogja Bike yang bisa diakses melalui Playstore. Aplikasi tersebut digunakan untuk membuka kunci sepeda. Seluruh sepeda disediakan di shelter pit yang ada di beberapa titik.    

Saat ini, sudah ada lima shelter pit yang berada di kawasan Malioboro. Yaitu di Loko Café Stasiun Tugu, Malioboro Mall, Kepatihan atau Kantor Gubernur DIY, Museum Vredeburg dan di Taman Pintar sebagai titik kelima.    

Peresmian shelter pit di Taman Pintar sekaligus dilakukan untuk memperingati ulang tahun ke-10 tempat wisata edukasi dan rekreasi milik Pemerintah Kota Yogyakarta tersebut. Shelter pit di Taman Pintar dinilai cukup strategis karena wisatawan dapat mengakses berbagai tujuan wisata dengan mudah seperti mengunjung Keraton Yogyakarta, Taman Sari, hingga berbelanja di sejumlah pusat oleh-oleh.    

"Namun demikian, setiap wisatawan atau masyarakat yang memanfaatkan layanan bike sharing ini harus mengingat untuk selalu menjaga dan merawat kondisi sepeda. Pengendara pun harus tetap mematuhi peraturan lalu lintas saat menggunakan sepeda," katanya.    

Sejak diluncurkan pada Oktober, layanan bike sharing tersebut sudah diakses oleh sekitar 4.000 pengguna dan diharapkan jumlahnya akan terus meningkat seiring dengan penambahan jumlah sepeda menjadi 1.000 unit pada 2019 dengan 15 shelter pit.    

"Masyarakat bisa memanfaatkan layanan ini untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti bersekolah atau berkeliling kota," katanya. Haryadi menambahkan, keberadaan layanan Jogja Bike sejalan dengan pembangunan Kota Yogyakarta yang ingin mewujudkan Yogyakarta sebagai smart city.

Sementara itu, Komisaris Jogja Bike Trianto mengatakan akan terus mengembangkan layanan bike sharing tersebut sehingga jangkauannya semakin luas dan layanan tersebut menjadi salah satu jawaban untuk memberikan alternatif akses yang praktis dan nyaman bagi wisatawan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SOIVcf
December 16, 2018 at 07:41PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SOIVcf
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 12, 2018

Rupiah gains 23 pts over dollar on relaxation of trade war

Rupiah traded at the level of 14,601 per dollar on Wednesday.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- The Indonesian currency rupiah closes stronger against the U.S. dollar in inter-bank transaction on Wednesday. The currency traded at the level of 14,601 per dollar gaining 23 points from earlier level of 14,624 per dollar.

Chief researcher of Monex Investindo futures Ariston Tjendra attributed the rupiah appreciation to relaxation of trade war between the United States and China. Investors began to eye risk assets, Ariston said.

"The United States and China would hold further discussion after the 90-day postponement to impose import tariff," he said.

He said he hoped the tension between the two world's economic giants would recede so as not to cause turbulence in the market in developing economies including Indonesia.

Analyst of CSA Research Institute, Reza Priyambada said intervention by Bank Indonesia in foreign exchange market helped strengthen rupiah.

"Intervention by the Central Bank started from spot market and purchases of state securities (SBN) and auction of Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF)," he said.

Meanwhile, Bank Indonesia middle exchange rate on Wednesday showed the domestic currency to strengthen to the level of 14,577 per dollar from earlier level of 14,613 per dollar.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PzwXRN
December 12, 2018 at 07:41PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PzwXRN
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 11, 2018

Bekasi Siapkan Sanksi Bagi Ritel Pengguna Kantong Plastik

Saat ini di Kota Bekasi ada 200 toko ritel yang masih manfaatkan kantong plastik

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mengumumkan masa sosialisasi pelarangan penggunaan kemasan kantong plastik oleh pengusaha ritel di wilayahnya berakhir pada 1 Januari 2019. Artinya tahun depan sudah tidak ada lagi ritel yang boleh menggunakan kantong plastik.

Pemerintah Kota Bekasi pun saat ini menyiapkan sanksi bagi perusahaan yang melanggar aturan. "Per Januari 2019 sudah kami terapkan larangan pemanfaatan kemasan plastik di toko ritel. Sejak awal 2018 sosialisasi sudah kami gencarkan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Jumhana Luthfi di Bekasi, Selasa (11/12).

Dia mengatakan, Pemerintah Kota Bekasi telah mematangkan strategi agar aturan tersebut nantinya diterima masyarakat maupun pemilik usaha. Strategi yang dimaksud di antaranya mengintensifkan komunikasi dengan perusahaan ritel untuk tetap konsisten pada aturan yang telah digariskan pemerintah.

"Peraturan Wali Kota sudah ada lebih dulu di tahun 2016 dan 2018 tentang larangan pemanfaatan kantong plastik sebagai kemasan," katanya. Aturan itu sama intinya pengurangan penggunaan plastik di tengah masyarakat Kota Bekasi.

Strategi berikutnya adalah penegakan sanksi bagi perusahaan yang melanggar aturan agar konsumen maupun perusahaan mau konsisten menjalankan aturan. "Harus ada aturan lagi, karena ini menyangkut masyarakat, bisa saja ritel dijatuhkan sanksi bila melanggar," katanya.

Di Kota Bekasi, kata Jumhana, ada lebih dari 200 toko ritel yang sampai saat ini sebagian besar masih memanfaatkan kemasan kantong plastik kepada konsumennya. "Sementara sampah plastik yang diproduksi masyarakat setempat saat ini mencapai rata-rata 1.900 ton per hari," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QNGdWW
December 11, 2018 at 07:41PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QNGdWW
via IFTTT
Share:

Saudi Mantapkan Si 'Nenek Tua' Sebagai Kota Wisata Sejarah

Jeddah kembali didaftarkan Saudi ke UNESCO pada 2009.

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH — Kementerian Kebudayaan Arab Saudi berencana mengubah kota tua Jeddah (yang dari bahasa Arab konon berasal dari kata Jaddah, nenek tua) menjadi museum terbuka. Mereka juga tertarik membuat rute pejalan kaki di seluruh area.

Dilansir di Arab News, kementerian mengumumkan sejumlah proyek pembangunan baru di daerah itu. Pembangunan itu diharapkan mampu menangani sejumlah permasalahan, termasuk penghilangan terowongan. Pembangunan itu bertujuan menghidupkan kembali pariwisata di daerah tersebut.

Pengubahan rute lalu lintas akan membuat bangunan bersejarah, masjid, dan pasar menjadi lebih menonjol dengan menciptakan ruang bersejarah. “Sehingga, tidak ada gangguan terhadap pejalan kaki,” kata salah seorang pengawas area, Abdulaziz Al-Issa.

Dia mengatakan, daerah di sekitar lokasi yang dikenal sebagai Al-Balad akan mengalami renovasi kelas dunia. Tujuannya, melestarikan arsitektur yang berbeda di daerah itu. Sebab, UNESCO telah menetapkan daerah itu sebagai situs warisan dunia pada 2014.

Kawasan bersejarah Jeddah yang berasal dari abad ketujuh, adalah pusat kota antara 1970-an hingga 1980-an. Ketika ada ledakan minyak di negara itu, mendorong keluarga setempat yang telah tinggal di sana selama berabad-abad pindah ke utara kota. 

Mereka mencari kehidupan yang lebih makmur dan standar hidup modern. Beberapa keluarga yang pernah tinggal di daerah itu membiayai upaya pelestarian tersebut. Daerah itu juga dikenal sebagai "gerbang ke Makkah”.

Terkadang, upaya pelestarian terhambat oleh sempitnya lorong-lorong di antara rumah-rumah. Kondisi lingkungan tersebut juga yang menjadi salah satu alasan banyak keluarga bergegas pindah ke tempat yang lebih besar dan lebih modern. Sebagian besar dinding kuno yang mengelilingi kota dan pasar telah lama hilang karena kondisi cuaca buruk. 

Bangunan-bangunan tua, yang membanggakan pintu dan jendela ukiran tangan, membutuhkan penanganan khusus karena faktor kelembaban yang mengikis dinding.

Paradoksnya, pihak berwenang menetapkan tembok-tembok itu harus direnovasi hanya dengan lumpur Laut Merah dan batu karang untuk mempertahankan karakter bangunan yang berbeda.

Daerah itu dinominasikan oleh Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Warisan Nasional untuk mendapatkan status UNESCO kembali pada 2009. Kota Jeddah mendirikan Lembaga Pelestarian Sejarah pada 1991. 

Sejak itu, pemerintah setempat mengganggarkan jutaan dolar Amerika Serikat (AS) untuk upaya renovasi.

Beberapa rumah masih dimiliki oleh keluarga paling terkenal di Jeddah. Pemerintah membeli dan memulihkan beberapa properti, termasuk Masjid Shafi yang terkenal dan rumah ayah pendiri Arab Saudi, Abdulaziz Al-Saud tinggal ketika mengunjungi kota pelabuhan.  

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SEQulO
December 11, 2018 at 07:41PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SEQulO
via IFTTT
Share:

Monday, December 3, 2018

Mahyudin Minta Masyarakat Waspadai Proxy War

Sasaran revolusi mental adalah perubahan menjadi mental-mental produktif.

REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN -- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Mahyudin mengakui revolusi mental belum berjalan dengan maksimal. Ini bisa dilihat dari mental masyarakat yang mudah diadu-domba, meluasnya ujaran kebencian serta hoaks.

"Mental-mental itu harus diubah dengan mental produktif," kata Mahyudin dalam pengantar Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada warga kelurahan Muara Rapak, kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (3/12). Sosialisasi ini merupakan kerja sama MPR dengan Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPLB) kota Balikpapan.

Mahyudin mengingatkan sasaran revolusi mental adalah perubahan menjadi mental-mental produktif, bukan mental malas, mudah diadu-domba, menyebar hoaks dan ujaran kebencian. Salah satu kekhawatiran Mahyudin adalah mental generasi muda yang mudah dirusak dengan narkoba. Untuk merusak sebuah bangsa, kata Mahyudin, tidak perlu dengan serangan militer.

"Cukup dengan cara merusak generasi muda. Kalau generasi muda rusak, hancurnya sebuah bangsa hanya menunggu waktu," ujarnya seperti dalam siaran pers.

Bukan hanya dengan narkoba, mental generasi muda juga dirusak dengan budaya asing melalui teknologi semisal game online. Content game online yang berisi kekerasan bahkan pornografi tidak sesuai dengan nilai luhur bangsa.

"Itulah perang asimetris atau proxy war. Perang yang diwakili. Perang modern ini bukan hanya perang dengan senjata, termasuk perang ideologi, perang dagang. Semua ingin dirusak oleh bangsa asing," jelasnya.

Untuk itu, lanjut Mahyudin, MPR turun ke bawah sampai ke kelurahan mensosialisasikan Empat Pilar MPR. Empat Pilar MPR inilah yang menjadi alat pemersatu bangsa untuk membentengi dari proxy war.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2E9MQgp
December 03, 2018 at 07:41PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2E9MQgp
via IFTTT
Share:

Monday, November 26, 2018

Bagaimana Kaum Nabi Luth Diazab? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Tak kurang dari 65 ribu jiwa binasa sekejap dalam bencana tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, SOUTHWEST—  Riset ilmiah belum lama ini mengungkap proses bencana alam yang membinasakan Kaum Nabi Luth AS sebagaimana disebutkan dalam Alquran, dan Kaum Soddom Gomorah. 

Layaknya orang jungkir balik atau terguling, kerap bagian kepala jatuh duluan, lalu diikuti badan dan kaki. Begitu pula Kota Sodom, saat runtuh dan terjungkal, bagian atas kota itu duluan yang terjun ke dalam laut, sebagaimana Allah kisahkan dalam Alquran, ''Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu (terjungkir balik sehingga) yang di atas ke bawah, dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.'' (Surat Huud [11]: ayat 82).

Peneliti dari Universitas Trinity Southwest, Philip Silvia, menjelaskan, berdasarkan penelitan menggunakan karbon, terungkap bahwa pada 3.700 tahun lalu, tepatnya ketika peradaban Nabi Luth dan kaumnya tengah eksis di tepi Laut Mati, Yordania, meteor berjatuhan dari langit dan terpecah menjadi pecahan-pecahan kecil. 

“Ukurannya bisa seperti butiran pasir atau sebesar batu-batu,” kata dia seperti dilansir Aljazeera, Senin (27/11).  

Dalam sekejap, kata dia, pecahan meteor itu mampu memporakporandakan peradaban yang hidup sepanjang 25 km di tepian Laut Mati. Tingkat kepanasan meteor tersebut diperkirakan sangat panas, hingga mampu membekar dan menghancurkan apapun yang disentuh.  

Dia menyebutkan, kajian statistik memprediksi, terdapat 120 tempat tinggal di lokasi tersebut pada masa itu. Diperkirakan sebanyak 65 ribu warga tinggal di kawasan ini sebelum peristwa jatuhnya meteor-meteor tersebut.  Angin dan suhu panas yang sangat membakar juga terjadi waktu itu.  

Sebelumnya, kajian ilmiah juga mengungkap penyebab dibinasakannya Kaum Nabi Luth. bencana itu dapat terjadi karena daerah Lembah Siddim, yang di dalamnya terdapat Kota Sodom dan Gomorah, merupakan daerah patahan atau titik bertemunya dua lempengan kerak bumi yang bergerak berlawanan arah. Patahan itu berawal dari tepi Gunung Taurus, memanjang ke pantai selatan Laut Mati dan berlanjut melewati Gurun Arabia ke Teluk Aqaba dan terus melintasi Laut Merah, hingga berakhir di Afrika.

Sebagaimana diungkap peneliti Jerman, Werner Keller, "Bersama dengan dasar dari retakan yang sangat lebar ini, yang persis melewati daerah ini, Lembah Siddim, termasuk Sodom dan Gomorah, dalam satu hari terjerumus ke kedalaman (Laut Mati). Kehancuran mereka terjadi melalui sebuah peristiwa gempa bumi dahsyat yang mungkin disertai dengan letusan petir, keluarnya gas alam, serta lautan api. Pergeseran patahan membangkitkan tenaga vulkanis (berupa gempa) yang telah lama tertidur sepanjang patahan. 

Antara kedua penelitian ini, sebenarnya tak saling bertentangan. Bisa jadi, hujan meteor tersebut saling berjatuhan dan memporak-porandakan segala kehidupan di tepian Luat Mati. Di saat yang sama, gempa, dan gunung berapi vulkanik meletus. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Rgi1JJ
November 26, 2018 at 07:41PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Rgi1JJ
via IFTTT
Share:

Saturday, November 24, 2018

Kenangan Dua Putri Khashoggi atas Ayah Mereka

Ketidakberadaan Khashoggi memunculkan kesunyian luar biasa.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Putri dari jurnalis Jamal Khashoggi, Noha dan Razan berbagi kenangan mereka mengenai sang ayah. Keduanya membagikan cerita tersebut dalam sebuah artikel di The Washington Post yang terbit pada Jumat (23/11).

Menurut Noha dan Razan, Khashoggi adalah sosok ayah pada umumnya. Mereka kerap dibawa untuk mengunjungi museum dan situs bersejarah, sebagai cerminan bahwa sang ayah ingin berbagi pengetahuan terhadap anak-anaknya.

Sering kali, saat Khashoggi bepergian ke luar negeri, Noha dan Razan menunggunya. Mereka bertanya-tanya kapan sang ayah pulang dari perjalanan yang dilakukan sebagai bagian dari pekerjaannya.

“Kami tahu sejak lama bahwa pekerjaan ayah mengharuskan ia untuk sering pergi jauh dari keluarga, dia menjadi orang yang sangat penting bagi kami, di mana kata-kata yang datang darinya memberi pengaruh bagi banyak orang,” tulis Noha dan Razan.

Noha dan Razan juga menulis mengenai kebanggan mereka mengenai pekerjaan sang ayah. Mereka juga mengaku bahwa melihat kekaguman dari beberapa orang lainnya terhadap Khashoggi.

“Ayah pasti memiliki sisi prgamatis, tetapi dalam mimpi dan ambisinya, dia selalu berusaha memiliki versi realitas yang utopis,” lanjut Noha dan Razan.

Noha dan Razan menceritakan kehidupan mereka setelah sang ayah pertama kali dilaporkan hilang. Hal paling sulit yang kedua kakak beradik ini hadapi adalah melihat kursi Khashoggi di kediamannya di Virginia.

Di sana, biasanya Khashoggi tengah mengetik maupun membaca. Menurut Noha dan Razan, ketidakberadaannya memunculkan kesunyian luar biasa.

“Ini bukanlah pidato, sebaliknya adalah janji bahwa cahayanya tak akan pernah memudar dan warisannya akan dilestarikan oleh kami. Kami merasa diberkati telah dibesarkan dengan moral, rasa hormat terhadap pengetahuan dan kebenaran, serta cintanya. Sampai bertemu lagi di kehidupan selanjutnya,” tutup Noha dan Razan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Rb3OOv
November 24, 2018 at 07:41PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Rb3OOv
via IFTTT
Share: