Showing posts with label February 05. Show all posts
Showing posts with label February 05. Show all posts

Tuesday, February 5, 2019

Rumah Zakat Hijaukan Rumah Warga Uma Sima

Pohon yang ditanam bisa menjadi sumber resapan air ketika hujan.

REPUBLIKA.CO.ID, SUMBAWA -- Kesadaran terhadap lingkungan terus digalakan oleh Rumah Zakat melalui program desa berdaya. Salah satunya adalah program penghijauan yang di lakukan oelh Fasilitator Desa Berdaya Uma Sima, Sumbawa.

Sumbawa disering dijuluki oleh para pendatang sebagai Kota dua matahari karena panasnya suhu jika musim kemarau. Disamping itu, jika musim penghujan banyak kawasan yang dilanda banjir karena kurangnya resapan air.

Fasilitator Desa Berdaya memberikan bibit tanaman mangga dan klengkeng kepada anggota majelis Taklim Al-Ikhlas di Desa Uma Sima, Sumbawa. Tujuanya adalah membangun kesejukan disaat musim kemarau dan disaat musim penghujan banyak pohon-pohon yang menjadi resapan air.

"Program bagi-bagi bibit dengan menghijaukan pekarangan rumah Semoga dengan gerakan menghijaukan pekarangan menjadi bagian dalam menjaga dan melestarikan lingkungan dan disaat bersamaan sebagai amal jariyah bagi yang menanam karena buah dan kesejukan dapat dirasakan oleh banyak orang," ujar Fasilitator Desa Berdaya Rumah Zakat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BnHxXA
February 05, 2019 at 11:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BnHxXA
via IFTTT
Share:

Kurangi Impor Beras Perlu Gerakan Pangan Lokal

Di Indonesia, jumlah kalori dan bahan makanan masih didominasi beras.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Pakar Biologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof Djukri mengatakan, Indonesia sebenarnya bisa mengurangi kebijakan impor beras. Tapi, ia merasa, pengurangan impor beras memerlukan gerakan pangan lokal.

Djukri mengatakan, meningkatnya jumlah penduduk akan berefek meningkatnya permintaan bahan pangan. Di Indonesia, jumlah kalori dan bahan makanan masih didominasi beras.

Mengacu rekomendasi Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), ada banyak bahan pangan nonberas yang layak. Seperti jagung, talas, sukun, sorgum, singkong atau sagu yang dapat menurunkan konsumsi beras.

Ia menilai, kebijakan pangan di Indonesia tidak akan kurang karena banyak keragaman. Untuk mendukung program ketahanan pangan, diversifikasi pangan menjadi kuncinya. "Agar tidak tergantung impor beras dan gandum," kata Djukri melalui pidato pelepasan guru besar purna tugas di UNY pekan lalu.

Djukri melihat, ragam pangan lokal terus tergerus gandum dan beras impor. Karenanya, perlu gerakan bersama kembali ke ragam pangan lokal yang dijamin UU Nomor 18 Tahun 2012. "Papua dan Maluku yang pernah terjadi krisis pangan karena rendahnya konsumsi beras adalah solusi kepada kearifan lokal," ujar Djukri.

Menurut Djukri, aneka ragam sumber bahan pangan lokal memiliki karbohidrat tinggi yang setara dengan beras dan terigu. Sayangnya, terjadi pemudaran pamor bahan pangan lokal di kalangan muda.

Hal itu disebabkan mereka menganggap komoditas itu sebagai makanan inferior. Maka itu, ia menekankan, program penganekaragaman padi, jagung dan kedelai harus saling mendukung.

Djukri menjelaskan, tanaman pangan memiliki kemampuan melepaskan diri dari lingkungan seperti faktor air, cahaya, nutrisi, suhu dan sebagainya. Kemampuan adaptasi juga ada dalam tanaman tertentu di lingkungan ekstrim.

Lingkungan ini akan mengubah struktur tanaman agar bertahan hidup. Tanaman juga memiliki kemampuan memulihkan diri dari ancaman lingkungan. Penemuan varietas unggul merupakan resultante proses fisiologi tingkat tertentu. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WHQELY
February 05, 2019 at 11:39PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WHQELY
via IFTTT
Share:

Ini Saran Rusia Atas Krisis yang Terjadi di Venezuela

Rusia menjadi negara yang tetap mengakui Nicolas Maduro sebagai pemimpin Venezuela.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Kantor berita yang dikelola pemerintah Rusia, RIA News Agency melaporkan, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan krisis Venezuela hanya bisa selesai dengan duduk bersama. Ia mengatakan, pemerintah Presiden Nicolas Maduro dan oposisinya harus duduk bersama.

"Kami tetap yakin satu-satunya cara untuk keluar dari krisis ini pemerintah dan oposisi duduk bersama di meja negosiasi," kata Lavrov seperti dikutip RIA, Selasa (5/2).

Negara-negara besar Eropa sudah bergabung dengan Amerika Serikat (AS) dengan mengakui ketua oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela. Sementara itu Rusia, Cina, dan Turki masih mendukung Maduro.

"Kalau tidak hanya akan ada perubahan rezim yang sama dengan yang telah Barat lakukan berkali-kali," kata Lavrov.

Sebelumnya, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan mereka berharap pemimpin Venezuela dapat mengakhiri krisis politik dengan cepat dan damai. Merkel mengatakan Jerman sudah mengakui ketua oposisi pemerintah Venezuela Juan Guaido sebagai presiden sementara negara Amerika Latin tersebut.

"Guaido orang yang berbicara dengan kami dan orang yang perkirakan dapat menggelar proses pemilihan umum secepat mungkin dan dari sudut pandang Jerman dia presiden sementara yang memiliki legitimasi untuk tugas ini dan juga dari sudut pandang negara-negara Eropa," kata Merkel dalam konferensi pers bersama Abe.

Dalam kunjungan selama dua hari ke Jepang, Merkel mengulangi pernyataan pemimpin negara-negara Eropa. Ia juga mengatakan Guaido harus segera melakukan pemilihan umum.

"Kami berharap proses ini dapat dilakukan sesingkat mungkin dan tentu dengan damai," tambah Merkel.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2REXzlh
February 05, 2019 at 11:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2REXzlh
via IFTTT
Share:

Himpuh: BKPM Nampak Ketakutan pada VFS Tasheel

IHRAM.CO.ID, Pemerintah melalui kementerian-kementerian sepakat merekomendasikan rekam biometrik yang dilakukan Visa Facilitation Services (VFS) Tasheel ditunda. Namun, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) besa menunda operasi VFS Tasheel adalah belum melakukannya.

Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) mempertanyakan mengapa BKPM nampak kesulitan menunda operasi VFS Tasheel. Bahkan Himpuh menilai BKPM dinilai seperti ketakutan pada VFS Tasheel.

Ketua Umum Himpuh, Baluki Ahmad mengatakan, kementerian-kementerian sudah memutuskan kegiatan rekam biometrik harus segera ditutup atau ditunda melalui BKPM. Tapi mengapa tidak ada keputusan yang dikeluarkan BKPM.

"Kementrian-kementerian sudah setuju diberhentikan sementara (operasi VFS Tasheel), tapi bolanya di BKPM,(BKPM) seperti ketakutan, ada siapa dan punya siapa (VFS Tasheel), kalau dia (BKPM) tidak punya persoalan semestinya sudah harus dilakukan," kata Baluki kepada Republika.co.id, Selasa (5/2).
 
Ia menyampaikan, Himpuh mempertanyakan ada apa dan siapa di balik VFS Tasheel hingga pemerintah nampak kesulitan menghadapinya. BKPM pernah menyampaikan takut disomasi kalau menutup operasi VFS Tasheel.

Ia menegaskan, kalau BKPM takut disomasi, mestinya dibicarakan dengan semua pihak lain sebelum menentukan kebijakan yang mungkin akan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. BKPM bisa memberi izin operasi VFS Tasheel, tapi sekarang tidak berani mencabut izin operasinya.

"Saat beri izin enggak koordinasi dulu, sekarang berpikir takut disomasi dan lain sebagainya, kenapa kita (calon jamaah umrah dan penyelenggara umrah) dibiarkan dijadikan korban," ujarnya.

Berita Terkait

Baluki juga mengungkapkan, BKPM mungkin sudah bosan dengan pertanyaan dari Permusyawaratan Antar Syarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (Patuhi) terkait rekam biometrik. Padahal kementerian-kementerian sudah setuju operasi VFS Tasheel harus diberhentikan terlebih dahulu karena dianggap menyusahkan calon jamaah umrah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Gnp9l6
February 05, 2019 at 11:29PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Gnp9l6
via IFTTT
Share:

Ketua TKN: Kubu Prabowo-Sandi Menggoreng Seakan Jokowi Panik

Ketua TKN membantah Jokowi mulai ofensif karena sedang panik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa pihak menilai pidato-pidato calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) semakin keras, dan tak segan menyerang lawan politiknya. Bahkan, kubu Prabowo-Sandi menilai Jokowi saat ini sedang panik, karena elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 02 semakin mendekati capres pejawat.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Maruf Amin, Erick Thohir menilai kubu Prabowo-Sandi berusaha menggoreng seakan-akan Jokowi panik. Erick mengatakan, justru jika mengacu pada fakta, selisih suara Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi masih berada dikisaran 20 persen. Hal itu mengacu dari berbagai hasil lembaga survei, sementara yang mengatakan elektabilitas Jokowi mulai terkejar oleh Prabowo hanya dari dua lembaga survei saja, yakni Median dan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis).

"Kita harus lihat track record. Kita harus berkaca pada lembaga survei yang asosiasinya masuk ke KPU. Jadi lembaga survei yang diakui KPU itu memberi data kedua paslon itu bedanya masih 20 persen," kata Erick, pengusaha muda pendiri Grup Usaha Mahaka itu, Selasa (5/2).

Sebagai pengingat, pada 2014, Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) memutuskan untuk mengeluarkan Jaringan Suara Indonesia (JSI) serta Pusat Studi Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) dari keanggotaan Persepi. Pangkal masalahnya, kedua lembaga tak bisa mempertanggungjawabkan publikasi hasil hitung cepat Pilpres 2014 bahwa Prabowo-Hatta unggul dengan selisih 1%-2% suara.

"Nah, kalaupun survei Median dan Puskaptis itu hendak diakui, jika dihitung rata-rata selisih elektabilitas Jokowi dan Prabowo masih di angka 15 hingga 18 persen. Semuanya dengan kemenangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin. Sehingga aneh bila disebut Jokowi-Ma'ruf panik. Yang terjadi seharusnya adalah sebaliknya," tegasnya.

"Intinya, kalau dikatakan Jokowi panik karena survei, jawabannya tidak," ucapnya menambahkan.

Sedangkan soal terminologi ofensif, Erick mengakii bahwa dirinya pernah bicara bahwa Tim Jokowi-KH Ma'ruf sudah saatnya ofensif. Pernyataan dikeluarkan saat rapat koordinasi tim hukum TKN, yang dihadiri Yusril Ihza Mahendra. Konteks ofensif itu adalah pihak Jokowi-Ma'ruf sering dilaporkan ke Bawaslu tanpa data akurat oleh pihak lawan.

"Jadi saya katakan, sudah selayaknya tim hukum kita ofensif melaporkan dengan fakta dan data," kata pria yang sukses memimpin penyelenggaran Asian Games 2018 di Jakarta itu.

Masalahnya kemudian, pihak lawan langsung memelintir. Ketika tim hukum melakukan pelaporan berdasarkan data dan fakta yang ditindaklanjuti secara serius oleh aparat, langsung diisukan telah terjadi kriminalisasi. "Mereka tak bisa membedakan kriminalisasi dengan penegakan atas fakta hukum. Ini perlu saya tegaskan supaya fair dulu ya," jelasnya.

Jokowi sendiri, dalam beberapa hari terakhir, sebenarnya hanya menyampaikan isi hatinya. Bahwa isu yang ada selama ini sebenarnya terbalik-balik. Ketika sebagai petahana Jokowi dituduh melakukan kriminalisasi, yang terjadi sebenarnya adalah Jokowi dizalimi. Yakni dengan dicap sebagai antek asing, PKI, antek aseng, dan lain-lain. Dan semua penzaliman itu sudah dimulai sejak 2014 dengan terbitnya Obor Rakyat.

"Jadi kalau sekarang beliau menjawab, itu lumrah. Sebab kalau tak menjawab, nanti fitnah itu dianggap benar. Anehnya, ketika beliau menjawab, dikatakan beliau panik dan ketakutan. Justru beliau sedang menyampaikan data dan fakta, yang selama ini diputarbalikkan," kata Erick.

"Contoh saja, soal konsultan asing. Di media sosial sudah ada buktinya keberadaan orang asing di belakang BPN. Propaganda Rusia itu yang dimaksud adalah konsultan asing yang dipakai. Dan kita tahu, beliau lebih tahu, konsultannya bukan satu atau dua saja. Dari negara lain juga ada," beber Erick nenambahkan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SxPLpO
February 05, 2019 at 11:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SxPLpO
via IFTTT
Share:

PBB Ingatkan Dampak Besar Perang Dagang AS-Cina Bulan Depan

Negara-negara Asia disebut akan mendapatkan dampak terbesar dari perang dagang ini.

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Badan PBB untuk perdagangan telah memperingatkan rencana AS untuk menaikkan tarif barang-barang Cina bulan depan akan memiliki implikasi masif bagi ekonomi global. Negara-negara Asia disebut akan mendapatkan dampak terbesar dari perang dagang ini.

AS berencana untuk menaikkan tarif barang-barang Cina jika kedua belah pihak gagal membuat kemajuan pada kesepakatan perdagangan pada 1 Maret. Komentar tersebut mengikuti laporan oleh PBB tentang dampak perang dagang AS-Cina. Dikatakan negara-negara Asia kemungkinan akan paling menderita dari proteksionisme, dilansir di BBC, Selasa (5/2).

AS dan Cina terkunci dalam sengketa perdagangan yang merusak yang telah menyebabkan kedua belah pihak memungut tarif barang miliaran dolar AS satu sama lain. Pada Desember 2018, kedua negara sepakat untuk menunda tarif baru selama 90 hari untuk memungkinkan perundingan.

AS dan Cina memiliki tenggat waktu 1 Maret untuk mencapai kesepakatan, atau AS mengatakan, akan menaikkan tarif barang-barang Cina senilai 200 miliar dolar AS dari 10 persen menjadi 25 persen. Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) telah memperingatkan bahwa akan ada harga besar jika perang perdagangan meningkat.

"Implikasinya akan sangat besar. Implikasinya bagi seluruh sistem perdagangan internasional akan sangat negatif," kata Pamela Coke-Hamilton, kepala perdagangan internasional UNCTAD, mengatakan pada konferensi pers.

Dia menjelaskan, negara-negara yang lebih kecil dan lebih miskin akan berjuang untuk mengatasi guncangan eksternal. Tingginya biaya perdagangan AS-Cina akan mendorong perusahaan untuk beralih dari rantai pasokan Asia Timur saat ini.

Laporan UNCTAD memperkirakan bahwa produsen Asia timur akan terpukul paling keras, dengan proyeksi kontraksi 160 miliar dolar AS dalam ekspor kawasan itu. Tapi lembaga tersebut mengingatkan efeknya bisa dirasakan di mana-mana.

"Akan ada perang mata uang dan devaluasi, stagflasi yang mengarah pada kehilangan pekerjaan dan pengangguran yang lebih tinggi. Dan yang lebih penting, kemungkinan efek penularan, atau apa yang kita sebut efek reaksioner, yang mengarah ke aliran langkah-langkah distorsi perdagangan lainnya," kata Coke -Hamilton.

Tingginya biaya perdagangan AS-Cina akan mendorong perusahaan untuk beralih dari rantai pasokan Asia Timur saat ini, tetapi laporan menunjukkan tidak mungkin bahwa perusahaan-perusahaan AS akan mengambil bisnis itu. Studi ini menemukan bahwa perusahaan-perusahaan AS hanya akan mengambil 6 persen dari 250 miliar dolar AS dalam ekspor Cina yang dikenai tarif AS.

Dari sekitar 85 miliar dolar AS dalam ekspor AS yang dikenakan tarif Cina, hanya sekitar 5 persen akan diambil oleh perusahaan-perusahaan Cina, penelitian PBB menunjukkan. Studi ini menemukan bahwa ekspor Eropa akan tumbuh 70 miliar dolar AS, sementara Jepang, Kanada dan Meksiko akan melihat ekspor meningkat masing-masing lebih dari 20 milyar dolar AS. Negara-negara lain yang dapat mengambil manfaat termasuk Australia, Brasil, India, Filipina dan Vietnam, kata laporan itu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HSy4gL
February 05, 2019 at 11:27PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HSy4gL
via IFTTT
Share:

PSI: RUU Permusikan Sarat Kepentingan Bisnis

RUU permusikan yang diinisiasi DPR tidak mewakili aspirasi publik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bidang Ekonomi Digital dan E-Commerce Daniel Simeon Tumiwa menilai RUU permusikan yang diinisiasi DPR tidak mewakili aspirasi publik. Dia mengatakan, RUU tersebut sarat akan kepentingan bisnis.

"Karya musik tidak bisa diundang-undangkan karena merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang bersinggungan dengan seni dan budaya," kata Daniel Tumiwa di Jakarta, Selasa (5/2).

Daniel mengatakan, hadirnya RUU ini menunjukkan tidak ada keterwakilan aspirasi masyarakat, dalam hal ini ekosistem dan industri musik di DPR. Dia melanjutkan, hal itu juga menampakan jika masih banyak orang yang masuk ke badan legislatif hanya untuk bermain dengan kekuasaan untuk kepentingan bisnis, bukannya untuk memajukan Indonesia dari sudut seni dan budaya.

Mantan Marketing Director Universal Music Indonesia ini menyesalkan Komisi XI DPR yang telah meloloskan RUU tersebut. Dia melanjutkan, DPR lebih baik membuat regulasi yang memproteksi dan membiarkan musik berkembang sesuai waktu, zaman, dan perkembangan peradaban saat ini.

mantan CEO OLX Indonesia ini mengungkapkan, saat ini merupakan zaman di mana musik telah menjadi produk dunia, hasil dari demokratisasi, kolaborasi, dan globalisasi. Dia menilai, DPR telah gagal paham jika sekarang sudah bukan lagi jaman pembatasan dalam kebebasan berekspresi.

“Seharusnya, yang difokuskan adalah penguatan mental, pendidikan, dan wawasan agar Indonesia bisa tangguh dalam mempertahankan budayanya sendiri, tidak dengan mengekang kebebasan bermusik,” tandasnya.

Sebelumnya, pasal yang menjadi sorotan sejumlah musisi pasal 5 yang menyebutkan jika musisi dilarang menciptakan lagu yang menista, melecehkan, menodai dan memprovokasi. Mereka menilai pasal itu merupakan pasal karet sehingga mudah ditarik ke sana ke sini sesuai kepentingan masing-masing.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2t6XNrJ
February 05, 2019 at 11:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2t6XNrJ
via IFTTT
Share:

Penurunan Hasil Tangkapan Nelayan Karawang Capai 50 Persen

Nelayan harus cermat dalam membaca tanda alam.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Cuaca buruk yang melanda perairan utara Kabupaten Karawang, berdampak pada menurunnya hasil tangkapan nelayan. Penurunan hasil tangkapan itu, mencapai 50 persen dari hari normal. Selain itu, nelayan harus cermat dalam membaca tanda alam. Sebab, cuaca buruk ini bisa mengancam keselamatan.

Wakil Ketua DPD HNSI Kabupaten Karawang, Sahari, mengatakan, cuaca buruk ini terjadi sejak sebulan terakhir. Nelayan Karawang yang mayoritas mencari udang serta rajungan, harus berpacu dengan kondisi alam. Jangan sampai, saat melaut nelayan terjebak dalam situasi yang buruk.

"Kalau sedang melaut, tiba-tiba langit berubah dari terang ke gelap, buru-buru para nelayan pulang ke daratan," ujarnya, kepada Republika, Selasa (5/2).

Sebab, jika tak diantisipasi, cuaca buruk bisa mengancam keselamatan nelayan. Karena kondisi ini, lanjut Sahari, aktivitas nelayan jadi terdampak. Begitu pula dengan hasil tangkapannya.

Biasanya, dalam sehari nelayan bisa menangkap udang empat kilogram, saat ini hanya dua kilogram. Hal itu, dikarenakan waktu untuk menangkap ikan dan udangnya semakin sempit. Karena, kondisi cuaca.

Meskipun ada penurunan hasil tangkapan, sambungnya, belum berimbas pada harga ikan dan udang. Untuk harga, masih relatif stabil. Yakni, udang harganya mencapai Rp 75 ribu per kilogram. Sedangkan harga rajungan Rp 50 ribu per kilogram dalam kondisi mentah.

"Tetapi, nelayan kami masih bisa melaut. Meskipun harus kucing-kucingan dengan perubahan cuaca," ujarnya.

Sementara itu, Wardita (56 tahun) nelayan asal Kampung Pasir Putuh, Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, membenarkan bila saat ini aktivitas nelayan terkendala cuaca. Jadi, jika pagi-pagi sudah mendung, nelayan pergi ke lautnya siang sampai sore hari. Sebaliknya, bila siang hari di laut angin sudah kencang dan gelombang tinggi, nelayan akan segera pulang.

"Tapi, alhamdulillah, kami masih di beri rezeki, meskipun hasilnya berkurang dari hari normal," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HVJuAl
February 05, 2019 at 11:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HVJuAl
via IFTTT
Share:

Ada Syarat Rekam Biometrik, Jumlah Jamaah Umrah Turun

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Keharusan untuk melakukan rekam biometrik bagi jamaah umrah mengakibatkan penurunan jumlah jamaah hingga 20-25 persen pada tahun ini. Ketua Permusyawaratan Antarsyarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (PATUHI) Artha Hanif menyebutkan, persyaratan ini menambah repot calon jamaah umrah yang ingin berangkat ke Tanah Suci.

"Pada awal tahun lalu, jumlah jamaah umrah sudah melebihi 700 ribu. Sekarang malah baru sekitar 600 ribu. Ini salah satu faktor penurunannya, efek biometrik menambah ribet mereka yang mau berangkat," jelas Artha kepada Republika.co.id, Selasa (5/2).

Dia mencontohkan beberapa hal yang menyebabkan rekam biometrik menjadi faktor yang menyulitkan calon jemaah. Pertama, bagi calon jamaah di kota, kesibukan dalam bekerja membuat mereka sulit untuk secara fisik hadir di cabang VFS Tasheel terdekat untuk melakukan rekam biometrik.

Kedua, untuk calon jamaah yang berasal dari daerah timur, contohnya Papua, cabang VFS Tasheel terdekat berada di Makassar. Sehingga, menambah beban biaya ongkos perjalanan.

"Padahal 60-70 persen berasal dari kelas ekonomi ke bawah, mereka harus mengumpulkan dana besar untuk bisa umrah, tapi sekedar rekam biometrik untuk dapat visa harus pontang panting, tambah banyak biaya. Itu tidak fair," tegasnya.

Dia mempertanyakan manfaat rekam biometrik tersebut, karena setelah sampai di Arab Saudi, para jamaah pun harus kembali melakukan rekam biometrik. Apabila rekam biometrik dimaksudkan untuk memperoleh data biometrik, maka seharusnya pihak Pemerintah Arab Saudi bisa bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri untuk memperolehnya. Rekam biometrik penduduk sebelumnya sudah dilakukan untuk memperoleh KTP dan paspor.

"Itu kalau poinnya adalah data, kalau itu poinnya kan selesai, bisa kerja sama dengan Kemendagri. Tapi poinnya sepertinya karena bisnisnya," katanya.

Selain itu ia mempertanyakan apakah VFS ini pihak yang secara sah atau legal untuk merekam data pendudukan. Karena seharusnya berhubungan dengan Kementerian terkait, apalagi terkait penyelengaraan umroh dan haji, yang memiliki dinaungi beberapa peraturan perundang-undangan.

"Minimal ada empat ketentuan untuk penyelenggaran umroh dan haji. Mereka harus melakukan koordinasi ini. Heran mereka bisa melakukan ini tanpa koordinasi dengan pemerintah," ujar Artha.

Dia juga menganggap aneh karena keharusan rekam biometrik ini hanya diwajibkan Arab Saudi kepada beberapa negara, termasuk Indonesia. Sementara negara tetangga seperti Malaysia tidak terkena peraturan ini.

Lebih lanjut Artha juga mengkritik upaya Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang dianggap lambat dalam menyelesaikan permasalahan ini. Karena sampai sekarang BKPM belum dapat menyelesaikan persoalan ini.

Berita Terkait

"BKPM kan sudah sepakat mengundang asosiasi dan VFS agar mendapatkan gambaran itu bisa dilakukan di Indonesia tanpa menyulitkan. Misalnya beberapa jam sebelum terbang ke Saudi, kan tidak akan menyulitkan jamaah," sarannya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Bn57nA
February 05, 2019 at 11:02PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Bn57nA
via IFTTT
Share:

Pengamat: Politik Tanpa Mahar Harus Ditiru

korupsi tidak bisa dituntaskan selama ongkos politik yang tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Donny Gahral Adian, mengatakan, politik tanpa mahar yang dilakukan oleh Partai NasDem bagi para kader yang ingin maju dalam kontestasi pemilu, menjadi salah satu langkah positif. Menurutnya, korupsi tidak bisa dituntaskan selama ongkos politik yang tinggi.

"Itu salah satu langkah yang harus ditiru juga. Hanya persoalannya, meski tanpa mahar, kemudian ketika menjabat jangan sampai tergoda oleh korupsi, tergoda melakukan penyalahgunaan kekuasaan. Itu persoalannya," kata Donny, di Jakarta, Selasa (5/2).

Menurutnya, permasalahan korupsi tidak akan bisa tuntas selama pembiayaan politik masih cukup tinggi. Oleh karena itu, upaya yang dilakukan NasDem patut dicontoh. Ia menyebutkan, partai yang memberlakukan politik tanpa mahar itu justru memberikan beban tersendiri bagi para caleg karena tidak ada alasan bagi para caleg ketika terpilih untuk "bermain-main" mencari peluang guna mengembalikan modal dan utang biaya berpolitik.

"Rekrutmen harus didasarkan kompetensi, bukan berdasarkan kedekatan dan kekuatan finansial," sarannya.

Sementara itu, pengamat Politik Hendri B Satrio, mengatakan partai-partai yang tidak mempunyai caleg eks napi koruptor merupakan citra yang baik bagi partai tersebut, namun jangan sekadar dijadikan "gimmick" belaka. Seperti Partai NasDem yang tidak mengusung caleg mantan napi koruptor. Menurutnya, partai yang bersih memang potensial menjadi partai besar di masa depan, terutama terkait elektabilitas. Namun hal itu kembali pada caleg-caleg dan politisi di dalamnya.

"Bagus ketika KPU mengumumkan partai politik yang calegnya tidak ada napi koruptor, masyarakat akan lega, dan bisa menjadikan hal itu sebagai pilihan. Namun jangan berhenti di situ saja, partisipasinya nanti di legislatifnya bagaimana?" ujarnya.

Hendri menilai caleg-caleg dari partai itu harus berhasil memperbaiki DPR dengan menyelesaikan Undang-Undang yang pro terhadap pemberantasan korupsi. 

Imparsialitas NasDem menjadi hal yang mengemuka belakangan ini.  Partai pendukung Jokowi ini sempat dituding punya kepentingan tertentu dengan kadernya yang duduk sebagai Jaksa Agung.  Terhadap hal itu, Ketua DPP Partai NasDem, Taufik Basari menegaskan jika partainya sangat berkomitmen dengan penegakan hukum kasus korupsi di Indonesia.

Komitmen itu sudah ditunjukkan DPP Partai NasDem terhadap beberapa kasus korupsi yang menjerat kader ataupun pengurus partai. Jika ada kader atau pengurus yang terlibat korupsi dan ditetapkan jadi tersangka.  "Kita kasih dua pilihan. Pilihannya mengundurkan diri atau dipecat," tegas Tobas, sapaan Taufik Basari.

Sebagai contoh, anggota DPRD Malang dari Fraksi NasDem, Mohammad Fadli dipecat dari keanggotaan partai menyusul telah ditetapkan statusnya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi pengesahan RAPBD-P tahun 2015.

Kemudian, Bupati Malang Rendra Kresna mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPW Jatim NasDem. Dia mundur karena masalah hukumnya di KPK. Dua pilihan ini, dijelaskan Tobas, berlaku untuk siapapun yang ada di Partai NasDem. Dimana hal ini NasDem tidak tebang pilih untuk urusan penegakan kasus korupsi.

"Selama ini jika ada kader yang kena kasus korupsi, NasDem tidak akan membela. Korupsi jadi tanggung jawab pribadi. Kita tidak akan intervensi apalagi melakukan pembelaan," paparnya.

Tobas juga menampik tudingan kader Nasdem yang bermasalah hukum aman dari kasus hukum karena di back up Kejaksaan. "Tudingan itu tidak didasari fakta. NasDem tidak melakukan intervensi kasus apapun termasuk kasus korupsi," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GaD4eX
February 05, 2019 at 11:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GaD4eX
via IFTTT
Share:

Wisatawan Padati Jembatan Gantung Terpanjang di Sukabumi

Wisatawan terlihat padat menghabiskan waktunya menikmati libur Imlek.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Obyek wisata jembatan gantung atau Suspension Bridge di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi dipadati pengunjung Selasa (5/2). Mereka menghabiskan liburan tahun baru Cina atau Imlek di kawasan tersebut.

Kepadatan pengunjung tersebut terlihat dari antrean panjang untuk melintasi jembatan sejak Selasa pagi hingga sore hari. Para pengunjung tidak hanya dari Sukabumi. Beberapa di antaranya berasal dari daerah lain seperti Jakarta, Bogor dan sekitarnya. "Saya membawa keluarga berlibur ke jembatan gantung karena penasaran," ujar salah seorang pengunjung dari Bogor, Rahmat (34 tahun).

Sebelumnya ia hanya membaca pemberitaan mengenai jembatan gantung yang diklaim terpanjang di Asia tersebut. Menurut Rahmat, setelah mencobanya ia merasakan sensasi dan tantangan ketika melalalui jembatan tersebut. Misalnya berdebar-debar ketika merasakan goyangan di atas jembatan.

Istimewanya pada Selasa (5/2), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga ikut melintasi jembatan tersebut. Kunjungannya ini untuk mempromosikan wisata alam dan kuliner di Sukabumi.

Kedatangan Ridwan Kamil yang sering disapa Emil ini didampingi Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro. Sebelumnya Emil mendatangi Vihara Widhi Sakti di Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi dan lokasi kuliner mochi kaswari Lampion di Kecamatan Cikole Kota Sukabumi.

"Keindahan alamnya luar biasa dan sebelum ada manusia sudah begitu indah," ujar Emil kepada wartawan disela-sela melintasi jembatan gantung di Kecamatan Kadudampit. Keindahan yang dimaksud seperti bukit, tebing, air terjun dan lain sebagainya.

Menurut Emil, pengelolaan wisata di Sukabumi ini menjadi contoh terbaik bagi daerah lain. Sebab, pengelolaannya memberi nilai tambah tanpa menganggu keseimbangan alam.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BljA37
February 05, 2019 at 10:59PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BljA37
via IFTTT
Share:

Dompet Dhuafa Bantu Korban Banjir di Manado

Dompet Dhuafa bekerjasama dengan pemerintah setempat membantu korban banjir longsor.

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Sejumlah wilayah di Kota Manado, Sulawesi Utara diterjang banjir dan longsor akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Lima kecamatan terdampak banjir dan longsor, yakni Kecamatan Wanea, Mapanget, Singkil, Paal Dua dan Wenang.

"Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa melakukan respons cepat, tepat dan terkoordinasi untuk membantu masyarakat saat terjadi bencana. DMC Dompet Dhuafa didukung relawan yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai ujung tombak dalam penanggulangan darurat bencana," kata Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, drg Imam Rullyawan kepada Republika.co.id Selasa (5/2).

Imam mengatakan, Dompet Dhuafa bekerjasama dengan pemerintah setempat dalam membantu para korban banjir dan longsor. Hingga hari ini pembersihan fasilitas umum terus dilanjutkan. Dompet Dhuafa juga mengoperasionalkan dapur umum dan pos hangat di Ponpes Darul Istiqamah untuk memberi dukungan logistik.

Sementara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengoperasionalkan tiga posko tanggap darurat banjir yang berlokasi di lobi kantor gubernur, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan.

Imam menyampaikan, data sementara Pemerintah Kota Manado menginformasikan masyarakat terdampak banjir dan longsor pada Jumat (1/2) sebanyak 7.818 jiwa atau 2.201 keluarga.

Empat jiwa meninggal dunia yakni dua korban longsor dan dua korban banjir. "Sebanyak 1.130 bagunan terendam air, rusak dan hanyut di delapan kecamatan dan 23 kelurahan di Kota Manado," ujarnya.

Bahkan akibat cuaca buruk dan banjir yang melanda Kota Manado, sebanyak empat penerbangan batal mendarat. Beberapa penerbangan tujuan Manado terpaksa dialihkan dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado ke Bandara Jalaludin Gorontalo.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UC5lOO
February 05, 2019 at 10:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UC5lOO
via IFTTT
Share:

Radovic: Saya Senang Main di Lapangan, tak di Luar Lapangan

Jadwal laga yang harus mundur adalah masalah manajemen, bukan ranah pelatih.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung siap menjalani laga tunda kontra Persiwa Wamena pada Senin (11/2) di Stadion Si Jalak Harupat. Laga leg kedua babak 32 besar Piala Indonesia ini sebelumnya terpaksa ditunda karena tidak turunnya izin penggunaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Manajemen Persib memang tidak tinggal diam, Stadion Si Jalak Harupat pun menjadi pilihan. Persiwa Wamena sempat mengajukan keberatan atas laga tunda dan meminta Persib dihukum kalah walk out (WO).

Pelatih Persib, Miljan Radovic menanggapi permintaan Persiwa Wamena. "Kemarin Wamena ingin kami itu (kalah WO), saya tidak bisa komentar itu. Tapi saya suka main di lapangan, tidak di luar lapangan," kata Radovic di SOSI Fitness, Jalan Manado, Kota Bandung, Selasa (5/2).

Radovic menyatakan, Persib juga dirugikan atas mundurnya jadwal. Menurutnya, masalah tersebut adalah masalah manajemen, bukan ranahnya. "Saya mau kalah main dan menang di lapangan, tapi tidak di luar lapangan, kalau komen itu kamu (media) tanya manajemen, saya tidak kerja untuk dokumen," jelasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SaU2QP
February 05, 2019 at 10:44PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SaU2QP
via IFTTT
Share:

Simona Halep Tunjuk Pelatih Baru

Halep akan mewakili Rumania dalam pertandingan Piala Fed melawan Ceska.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Mantan petenis putri nomor satu dunia, Simona Halep, telah menunjuk Thierry van Cleemput sebagai pelatih barunya. Ia akan secara resmi mulai bekerja sama dengan pelatih asal Belgia itu pada Qatar Terbuka pekan depan.

Halep telah merencanakan tidak didampingi pelatih pada beberapa bulan pertama 2019 setelah mantan pelatihnya Darren Cahill berhenti untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarganya di Australia.

Juara Prancis Terbuka ini mulai berdiskusi dengan Van Cleemput pada Australia Terbuka bulan lalu. Ini setelah pelatih itu tidak bekerja sama lagi dengan petenis peringkat 21 dunia David Goffin pada pertengahan turnamen tersebut.

Menurut laporan pada laman WTA, Selasa (5/2), Van Cleemput telah bekerja bersama petenis senegaranya itu pada lima tahun terakhir. Ia menangani Goffin untuk meningkat ke posisi top 10.

Halep, yang kini menjadi petenis peringkat tiga dunia, mencapai putaran keempat di Melbourne Park saat dikalahkan petenis Amerika Serena Williams dalam tiga set. Halep akan mewakili Rumania dalam pertandingan Piala Fed melawan Republik Ceska di Ostrava akhir pekan ini sebelum turnamen di Doha dan Dubai.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WDDv6F
February 05, 2019 at 10:33PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WDDv6F
via IFTTT
Share:

PSIS Tundukkan Persibat Batang 2-0

Para pemain PSIS masih kurang bisa memanfaatkan peluang-peluang yang ada.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- PSIS Semarang menundukkan tim tamu Persibat Batang 2-0 pada lanjutan 32 besar Piala Indonesia leg pertama di Stadion Moch Soebroto Kota Magelang, Selasa (5/2). Dua gol kemenangan laskar Mahesa Jenar tercipta pada babak pertama oleh Septian David Maulana menit ke-32 dan Bayu Nugroho menit ke-42.

Pada babak pertama, para pemain PSIS tampil konsisten, memborbardir gawang Persibat Batang yang dijaga Ghoni Yanur Gitoyo. Namun, PSIS yang bermain di Liga 1 terlihat kesulitan menembus pertahanan Persibat pada babak kedua. Pemain PSIS lebih sering kehilangan bola dan tidak mampu mengembangkan permainan.

Hingga peluit akhir dibunyikan, tidak ada lagi gol tercipta. Asisten Pelatih PSIS Semarang Widyantoro mengaku bahwa permainan timnya menurun pada babak kedua.

Menurut Widyantoro, para pemainnya kurang bisa memanfaatkan peluang-peluang yang ada. "Catatan kami di babak kedua, peluang-peluang seharusnya mampu dimaksimalkan dengan baik. Ada kesalahan-kesalahan mendasar yang perlu diperbaiki," katanya.

Pada laga tandang leg kedua di markas Persibat Batang, PSIS akan tetap memainkan materi pemain yang ada dan bermain menyerang. "Akan kami evaluasi di semua lini. Banyak yang harus diperbaiki di pertandingan leg kedua nanti. Kami optimistis mampu meraih hasil optimal," jelasnya.

Asisten pelatih Persibat Abdul Mungin mengakui keunggulan tuan rumah yang secara materi dan kualitas di atas timnya. Ia mengakui timnya bermain defensif pada babak pertama, namun justru harus kebobolan dua gol. "Strategi kami ubah pada babak kedua, kami bermain lebih menyerang, ternyata sukses karena PSIS cukup kerepotan. Namun kami akui finishing kami kurang sempurna. Pertandingan di leg kedua, yakni di kandang, akan kami maksimalkan untuk mengejar defisit dua gol."

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Gvqfvl
February 05, 2019 at 10:23PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Gvqfvl
via IFTTT
Share:

Rumah Zakat Gelar Pelatihan Tahsin untuk Guru TPA

Pelatihan tahsin untuk meningkatkan kualitas guru TPA.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rumah Zakat bekerja sama dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Leran Kulon menggelar pelatihan tahsin Alquran untuk guru TPA. Pelatihan Tahsin AlQuran dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu, 1-2 Februari.

Kegiatan dilaksanakan di Masjid Abdurrahman Bin Auf Leran Kulon. Pelatihan ini diikuti oleh 35 Peserta dari perwakilan TPA di Leran Kulon serta Dewan Guru KB-TK-SD Muhammadiyah di Leran Kulon.

Pimpinan Ranting Muhammadiyah berharap pelatihan ini bisa menjadi bekal dan motivasi bagi para dewan guru alquran baik di TPA maupun di Sekolah untuk terus mencetak generasi qurani.

"Semoga dengan sinergi program bersama Rumah Zakat ini bisa memberikan banyak manfaat bagi masyarakat khususnya di Desa Leran Kulon" ujar Pimpinan Ranting Muhammadiyah.

Pendidikan di Lembaga Alquran setingkat TPA – TPQ kini sudah mulai banyak di tinggalkan. Banyak factor yang mendasarinya, diantaranya adalah masalah SDM dan dewan gurunya.

Mulai tidak ada guru sampai belum ada bekal yang cukup untuk mengajarkan alquran. Pelatihan ini diharapkan bisa menjadi solusi dari permasalahan tersebut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GeI2HE
February 05, 2019 at 10:17PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GeI2HE
via IFTTT
Share:

KPHI: Penetapan BPIH 2019 Manguras Dana Optimalisi

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) menyayangkan penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp 35,2 juta. Dengan tidak bertambahnya besaran BPIH 2019, KPIH berpendapat hal itu bisa mengurangi dana otpimilasisi.

Baca Juga:

Komisioner KPHI Syamsul Maarif menilai BPIH yang ditetapkan Kementerian Agama (Kemenag) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Komisi VIII sangat murah. Hal itu berdampak pada berkurangnya dana optimalisasi haji.

"Terlalu murah BPIH itu, sehingga penggunaan dana optimalisasi terlalu besar," kata Syamsul Maarif saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (5/2).

Syamsul mengatakan, dana optimalisasi itu bukan hanya hak calon jamaah yang akan berangkat tahun ini. Akan tetapi haknya seluruh calon jamaah yang sudah mendaftar untuk bisa berangkat haji.

Syamsul mengatakan, seharusnya  pemerintah hanya bisa memberikan atau menggunakan dana optimalisasi disesuaikan dengan masa tunggu masing-masing jamaah. Secara pribadi Syamsul mengaku kecewa dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang tidak memberikan masukan. Sehingga Pemerintah dan DPR menetapkan nilai BPIH 2019 sama dengan nilai BPIH tahun 2018.

Karena menurut Syamsul, dengan tidak bertambahnya nilai BPIH, hal itu akan menyebabkan besarnya dana optimalisasi digunakan untuk keberangkatan jamaah tahun ini. Sehingga dana optimalasisi akan berkurang jumlahnya. "Dalam hal ini, saya secara pribadi kecewa dengan BPKH, karena telah menggunakan dana optimalisasi dengan sembrono," ujarnya.

Padahal menurut Syamsul, KPHI telah melakukan pertemuan dengan BPKH dan sepakat untuk meninjau ulang penggunakan dana optimalisasi yang melebihi haknya bagi calon jamaah. "Dampaknya, tahun yang akan datang, BPKH akan kesulitan untuk menyesuaikan BPIH, karena dana optimalisasi hampir seluruhnya terpakai untuk calon jamaah sekarang. Bisa jadi pada tahun-tahun yang akan datang akan terjadi kelonjakan BPIH secara drastis," katanya.

Syamsul mengaku khawatir, jikalau model penggunakan dana optimalisasi dihabiskan tahun ini yang tidak menutup kemungkinan akan menggerus modal awal atau setoran awal calon jamaah. Oleh karena itu, Syamsul mengatakan, BPHK harus secara terbuka memberikan masukan kepada DPR dan Pemerintah terkait dengan penggunakan dana optimalisasi yang berlebihan.

Berita Terkait

"Saya secara pribadi berpendapat bahwa BPIH yang wajar adalah kisaran Rp 40 juta perjamaah, atau Rp 35 juta, tetapi jamaah tidak diberikan living kost, karena seluruh jamaah haji Indonesia sudah mendapatkan jatah makan di Makkah," katanya.

Syamsul menyarankan agar BPKH menghadap Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk meminta fatwa bagaimana jika penggunakan dan optimalisasi model sekarang ini menurut fikih. "Karena menurut pandangan saya pribadi, hal ini berpotensi melanggar hukum agama. Karena ada hak calon jamaah lain yang belum berangkat digunakan

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2t3E38c
February 05, 2019 at 10:14PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2t3E38c
via IFTTT
Share:

Bandara Soekarno-Hatta Ikut Semarakkan Imlek

Pagoda dan badut panda terdapat di pintu masuk Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Beragam hiasan khas Imlek terpasang di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Selasa (5/2). Ornamen berbentuk pagoda setinggi 10 meter dan badut panda juga terdapat di pintu masuk Terminal 3.

Bandara Soekarno-Hatta juga menggelar pertunjukan barongsai tonggak, kuis interaktif, dan musik untuk menyemarakkan Tahun Baru Imlek 2570. Selain itu, photobooth juga tersedia bagi pengunjung yang ingin berfoto.

Di Terminal 1 dan Terminal 2, pengunjung dihibur pertunjukan musik dan atraksi barongsa. Pengunjung yang beruntung juga mendapatkan cenderamata dari Bandara Soekarno-Hatta.

Di sana juga digelar lomba mewarnai untuk anak. Tak lupa, photobooth pun tersedia di Terminal 1 dan 2. Senior Manager of Branch Communication and Legal, PT Angkasa Pura II (Persero), BSH, Febri Toga Simatupang mengatakan, seluruh rangkaian pertunjukan serta ornamen itu akan terpasang selama perayaan Imlek.

"Pagoda raksasa setinggi 10 meter dan badut panda menjadi ikon yang tidak kalah menarik dibandingkan dengan pertunjukan barongsai tonggak, sudah banyak yang berswafoto di spot tersebut,” kata dia dalam keterangan resminya, Selasa (5/2).

Pagoda yang berwarna merah dan kuning tersebut dilengkapi lampion. Ikon babi yang menandakan shio Tahun Baru Imlek 2019 juga terpasang.

Menurut Febri, suasana Imlek di Bandara Soekarno-Hatta mulai terasa sejak sepekan terakhir. Pernak-pernik Imlek sengaja dipasang untuk memberikan kehangatan bagi keluarga yang terbang dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta. PT Angkasa Pura II (Persero) selalu ikut menyemarakkan Imlek setiap tahun.

“Keindahan ornamen yang terpasang di Bandara Soekarno-Hatta ini sebagai komitmen kami yang selalu memberikan hiburan yang meriah agar pengguna jasa tidak kehilangan momentum libur Imlek,” kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HTm12M
February 05, 2019 at 10:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HTm12M
via IFTTT
Share:

Emil Minta Sekda Kawal Pembiayaan LRT Bandung Raya

LRT Bandung Raya ditargetkan beroperasi 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jabar Ridwan Kamil memastikan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) untuk pembiayaan pembangunan proyek LRT Bandung Raya dikawal langsung Sekda Jabar Iwa Karniwa. Hal tersebut diungkapkan Ridwan Kamil dalam rapat pimpinan membahas terkait progres proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang terintegrasi dengan LRT Bandung Raya.

"Pertama kereta api cepat ini pembebasan lahannya sudah 85 persen. Kalau fisik baru lima persen. Tapi target 2021 sudah bisa beroperasi," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil di Gedung Sate, Bandung, Senin petang (4/2).

Menurut Emil, dalam rapat tersebut kesiapan rute LRT sebagai koneksi dari Kereta Cepat ke Kota Bandung melewati GBLA, melewati masjid Raya, lanjut ke Kota Bandung pun dibahas. Termasuk, skema KPBU yang akan melibatkan pendanaan pemerintah dan swasta.

"Sementara ini wacananya KPBU jadi ada penyertaan modal dari APBN itu yang saya titipkan ke Pak Sekda untuk memastikan skenario ini ada," kata Emil.

Rute awal LRT Bandung Raya yang akan pertama kali dibangun, kata Emil, adalah dari Tegaluar sampai Leuwipanjang. "Yang penting orang datang ke sana bisa konek ke kereta cepat," katanya.

Di tempat yang sama Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan proyek LRT Bandung Raya ini ada beberapa yang perlu mendapatkan tindak lanjut lebih detil terkait dengan konektivitas.

Hal ini, kata Iwa, merupakan tindaklanjut dari pertemuan yang dihadiri perwakilan Bappenas, Kemenhub, kemenkeu, PT SMI, PTPII juga dirut PT PSBI, Dirut PT JMT, perwakilan Jasa Sarana, juga dari Wika, Dishub, Bappeda DPKAD.

Kementrian Perhubungan dalam dua hari kedepan akan mengirimkan surat ke gubernur Jabar hasil dari penyusunan studi pendahuluan dan dokumen Outline Bussiness Case (obc) semacam dokumen pra FS.

"Diupayakan dalam dua hari sampai ke gubernur," katanya.

Selanjutnya, kata dia, setelah dokumen diterima, gubernur oleh Sekda akan ditindaklanjuti dengan berkirim surat ke Bappenas untuk mengusulkan perencanaan LRT atau monorel Bandung Raya untuk masuk dalam PPP Book Bappenas.

Dalam hal yang sama, kata dia, dokumen obc dan studi pendahuluan, akan dikomuniaksikan ke Kemenkeu terkait beberapa kajian seperti demand, kemampuan fiskal daerah, dan kajian skema investasi.

"Secara simultan juga akan dilakukan pembahasan LRT di kantor bersama KPBU Jakarta," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2t57R4a
February 05, 2019 at 10:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2t57R4a
via IFTTT
Share:

Kemenag Pastikan Layanan dan Fasilitas Jamaah Dimaksimalkan

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Komisi VIII sepakat Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tidak dinaikan. BPIH tahun 2019 sebesar Rp 35,2 juta sama dengan BPIH tahun 2018.

Direktur Pengelolaan Dana Haji Kementerian Agama Maman Saefullah mamastikan, meski BPIH tidak naik, pelayanan kepada para jamaah haji tetap akan dimaksimal. "Insya Allah akan pemerintah upayakan peningkatan dari tahun yang lalu," kata Maman kepada Republika.co.id, Selasa (5/2).

Maman mengatakan salah satu upaya peningkatan kepada jamaah adalah memberikan fasilitas pendingin moderen atau Air Conditioning (AC) di tenda-tenda Arafah dan penambahan urinior di Mina. Penambahan AC dan urinoir ini merupakan salah satu upaya pemerintah meningkatkan pelayanan terhadap seluruh jamaah haji Indonesia.

"Antara lain pemasangan Air Conditioning di Arafah dan penambahan fasilitas urinoir di mina," ujarnya.

Mamam tidak merinci berapa jumlah unit AC yang akan diadakan untuk jamaah haji tahun 2019 nanti. Maman hanya merinci berapa jumlah urinoir diadakan untuk di Mina. "Hanya penambahan fasilitas urinoir per maktab 8 unit," katanya.

Maman mengatakan, tidak ada perubahan untuk desain atau model tenda yang digunakan bagi para jamaah haji di Arafah dan di Mina, seperti yang telah disarankan Sekjen Aphuri Firman Nur Alam.

Menurut Firman, salah upaya pemerintah meningkatkan pelayanan ada dengan memberikan fasilitas maksimal, salah satunya adalah dengan membuat perubahan desain tenda bertingkat. "Makanya sekarang harus sudah dipikirkan membuat tenda bertingkat atau gedung bertingkat atau lain sebagainya agar peningkatan pelayanan di sana bisa baik," katanya Firman belum lama ini.

Menurut Firman, pemerintah perlu tim khusus untuk bernegoisasi terkait percepatan perbaikan atau penambahan fasilitas ibadah haji terutama di Mina dan di Arafah. "Jadi diplomat itu yang bisa memberikan masukan yang baik kepada pemerintah Saudi," ujarnya.

Misalnya, masukan yang mesti disampaikan ke pemerintah Saudi adalah bagaimana membuat sebuah inovasi tempat tinggal yang memuat banyak jamaah dalam satu tempat. Sebagaimana yang pemerintah Saudi lakukan terhadap perluasan di Masjidil Haram dan Nabawi.

Berita Terkait

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GnBgPc
February 05, 2019 at 09:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GnBgPc
via IFTTT
Share: