Showing posts with label 2018 at 07:39PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 07:39PM. Show all posts

Saturday, December 29, 2018

Modric Tolak Perpanjang Kontrak, Madridista Siap Gigit Jari

Modric dinilai menginginkan tantangan baru di kompetisi berbeda.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Laporan terbaru mengabarkan, Luka Modric menolak tawaran perpanjangan kontrak dari Real Madrid. Ia sedang mempertimbangkan rencana untuk bergabung dengan klub raksasa Italia Inter Milan.

Tak ingin memiliki cerita yang sama dengan Cristiano Ronaldo, Madrid berencana untuk menawarkan proposal kontrak baru bagi gelandang asal Kroasia itu. Namun sayang, Madridista harus siap gigit jari. Pasalnya, diberitakan Diario AS, Sabtu (29/12), Modric menolak tawaran tersebut di sisa kontraknya bersama el Real pada akhir musim 2018/2019 ini.

Adapun peraih Ballon d'Or 2018 ini menjadi pemain yang masuk dalam daftar belanja klub Serie A, Inter Milan. Bahkan, i Nerazzurri disebut sudah melakukan negosiasi dengan eks penggawa Tottenham Hotspur dan sang pemain tengah mempertimbangkan hal tersebut.

Selain keberadaan rekan senegaranya di Inter, yakni Sime Vrsaljko, Ivan Perisic, dan Marcelo Brozovic, Modric dinilai menginginkan tantangan baru di kompetisi berbeda. Modric tertarik untuk menjajal persaingan di Negeri Pizza, menyusul Ronaldo yang meninggalkan Madrid untuk bergabung ke juara bertahan Juventus.

Sebelumnya, saat menerima penghargaan Bola Emas, pesepak bola 33 tahun itu mengatakan bahwa ia ingin pensiun di Santiago Bernabeu. Mengakhiri karier bersama Los Merengues adalah targetnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EVu6BB
December 29, 2018 at 07:39PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EVu6BB
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 25, 2018

Konsumsi Pertamax dan Pertamina Dex Meningkat

Peningkatan konsumsi BBM akan terjadi pada sekitar tanggal 27, 29, dan 31 Desember.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Arus Balik libur Natal mulai memadati jalan tol menuju Jakarta pada Selasa (25/12). Sesuai dengan perkiraan Pertamina, hari ini akan terjadi peningkatan kebutuhan BBM jenis Gasoil (bahan bakar mesin diesel) dan gasoline (bahan bakar mesin bensin).

Berdasarkan pengamatan data satgas Pertamina pada hari ini, Selasa (25/12), peningkatan gasoline mencapai rata-rata sekitar 10 persen. Beberapa yag mengalami peningkatan antara lain BBM jenis Pertamax meningkat 10 persen.

VP Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito menjelaskan bahwa peningkatan Pertamax sesuai dengan prediksi awal. "Konsumen memilih Pertamax karena beberapa pertimbangan antara lain kesesuaian dengan spesifikasi mesin dan efisiensi penggunaan bahan bakar," ujarnya.

Peningkatan juga terjadi pada jenis gasoil atau bahan bakar mesin diesel. Adiatma menjelaskan, Pertamina Dex juga meningkat konsumsinya sebesar 9 persen. "Pertamina Dex ini bahan bakar untuk kendaraan bermotor dengan mesin diesel modern. Saat ini, banyak konsumen yang menggunakan SUV mesin diesel keluaran terbaru yang spesifikasi mesinnya membutuhkan bahan bakar diesel dengan cetana number 53 yang memiliki performa lebih tinggi," kata dia.

Pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2018 ini Pertamina memprediksi peningkatan konsumsi BBM akan terjadi pada sekitar tanggal 27, 29, dan 31 Desember 2018 dan akan kembali terjadi pada 5 Januari 2018. Mengantisipasi hal tersebut, Pertamina menyiagakan seluruh sumber daya layanan retailnya dan menjaga ketersediaan stok BBM dalam posisi aman.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EOopo6
December 25, 2018 at 07:39PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EOopo6
via IFTTT
Share:

Monday, December 10, 2018

Muslimah Australia Mencari Eksistensi

Berbagai upaya untuk merendahkan Muslimah di negeri itu sudah berlangsung sejak lama

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada 2015 sebuah pameran fesyen mengejutkan masyarakat Australia. Di sana ribuan pengunjung dikejutkan dengan penampilan busana Muslimah bermerek Covergirl yang dikenakan artis video bloger Nura Afia dan Mariah Idrissi.

Pegiat hukum Australia Lydia Shelly menyoroti fenomena ini dalam tulisannya yang dimuat The Guardian beberapa waktu lalu. Gaya hidup Muslimah ini tampil mewarnai 'dinasti' fesyen dunia yang diperkirakan akan meraup keuntungan hingga 368 miliar dolar AS pada 2021. Ini adalah industri yang berkembang pesat di negeri Kanguru.

Namun sayangnya, dinamika ini dimaknai secara sinis. Sebagian orang menganggap bahwa perkembangan fesyen Muslimah berkaitan dengan radikalisme dan teorisme. Shelly dalam tulisannya menjelaskan, bahwa ini adalah pandangan keliru, karena sama sekali tak ada kaitan antara keduanya.

Pandangan itu, menurutnya, berasal dari orang-orang yang mendapatkan informasi yang salah dan pemahaman sempit tentang terorisme dan radikalisme. Mereka adalah orang-orang yang berpemahaman dangkal tentang diplomasi, mudah berprasangka, dan cenderung mengabaikan kesetaraan dalam hidup.

Muslimah Australia hidup dalam naungan hukum. Aparat setempat, seperti polisi, dinilainya, harus bertindak objektif dalam menjalankan tugas. Tubuh dan pakaian adalah bentuk kekinian dan menjadi indikator kuat yang melawan berbagai tuding an tak jelas.

Lagi pula, tambahnya, Australia memiliki beragam wajah yang ditunjukkan kepada dunia. Sangat naif apabila ada upaya untuk merendahkan atau mengucilkan sebagian masyarakat Australia.

Berbagai upaya untuk merendahkan Muslimah di negeri itu sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Akarnya adalah ketakutan terhadap Islam atau Islamfobia. Perhimpunan universitas di sana pernah mengeluarkan sebuah laporan kondisi islamfobia pada 2017.

Laporan itu menyebutkan, sebanyak 243 insiden terjadi, di antaranya serangan fisik, verbal dan daring. Sebanyak 67,7 persen korbannya adalah wanita. Sejumlah 75 persen pelakunya adalah laki-laki.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2C1RzP2
December 10, 2018 at 07:39PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2C1RzP2
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 4, 2018

Jawa Dulu, Kini dan Esok Jadi Tema Dies Natalis FIB UI

Jawa merupakan budaya nasional yang cukup tua umurnya di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) merayakan Dies Natalis ke-78 pada Selasa (4/12) di Auditorium Gedung IX FIB, UI Depok. Tak hanya hari ini, rangkaian acara pendukung telah berlangsung sejak 1 November hingga 7 Desember mendatang.

Tema Dies Natalis kali ini mengambil sudut pandang salah satu kebudayaan tertua di Indonesia. "Jawa Dulu, Kini dan Esok" menjadi tema utama sebab seperti diketahui bahwa budaya Jawa merupakan budaya yang memiliki sejarah panjang dalam pembentukan Indonesia, dari awalnya Nusantara.

Ketua Panitia Dies Natalis dari Program Studi Sastra Jawa UI Widhyasmaramurti mengatakan, tema tersebut sangat layak diangkat menjadi tema karena melihat kian memudarnya budaya di Indonesia khususnya Jawa. Orasi ilmiah pun mengambil sosok Pangeran Diponegoro yang dinilai memberikan sikap hidup yang mencerminkan masyarakat kini  

"Menurut kami itu adalah salah satu yang cukup menarik untuk disampaikan kepada masyarakat luas," ujar Mara, panggilan akrabnya, Selasa (4/12).

Menurut Mara, Jawa merupakan satu budaya nasional yang cukup tua umurnya di Indonesia. Menghadapi adanya persingungan budaya asing yang sangat marak dan mudah diakses, sehingga menjadi tugas bersama untuk tetap melestarikan bdaya daerah Indonesia.

"Saya harap dengan pengangkatan tema ini dapat memicu adanya penelitian dan usaha untuk melestarikan budaya daerah tak hanya Jawa tapi budaya lainnya, baik FIB UI khususnya, dan UI pada umumnya," ujarnya.

Pemilihan tema ini, kata dia juga diharapkan memberikan gambaran akan uoaya pelestarian budaya Jawa yang tidak statis, namun dinamis mengikuti perkembangan Jawa. "Zaman sekarang merupakan tantangan, budaya Jawa bergerak dinamis, mengikuti perkembangan zaman," kata dia.

Mara menyontohkan, pertunjukan Tari Jawa oleh Karsono H Saputra mengangkat sub tema Jawa Kini, yang berarti tarian Jawa klasik yang dipersembahkan oleh Karsono, memuat rasa dan improvisasi modern tanpa menghilangkan pakem. Begitu pula dengan pertunjukan musik dari Endah Laras yang musiknya diaransemen kekinian tapi masih dalam bahasa Jawa dan nuansa gamelan.

Sehingga, di usia FIB ke-78 yang bukan meruoakan usia muda, Mara mewakili seluruh elemen yang ada di FIB berharap dapat mengembangkan sayap, seperti peduli terhadap kebudayaan Indonesia. "Tak hanya dari segi penelitian ya, tapi juga pengabdian kepada masyarakat sehingga budaya nasional bisa dapat dilestarikan," tutup Mara.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zEZgJu
December 04, 2018 at 07:39PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zEZgJu
via IFTTT
Share:

Monday, December 3, 2018

Dompet Dhuafa Pendidikan Gelar Lomba Busana Muslim

Sebanyak 50 peserta dari Jabodetabek berpartisipasi meramaikan perhelatan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA  -- Pada Sabtu (01-12) Dapour Enterprise bekerjasama dengan Blok M Mall dan Dompet Dhuafa Pendidikan menghelat gelaran Fashion Show Busana Muslim untuk memperingati rangkaian Maulid Nabi yang ditujukan untuk anak usia Sekolah Dasar di Blok M Mall, Jakarta belum lama ini.

Sebanyak 50 peserta dari Jabodetabek berpartisipasi meramaikan perhelatan yang rutin diadakan selama dua bulan sekali. "Kegiatan fashion show ini kami harapkan mampu membuat anak semakin mencintai agamanya sejak dini. Karena kami tak hanya ingin memberikan tantangan melainkan penanaman nilai-nilai Islam," ujar Daniel, Ketua Panitia, ketika ditemui di sela-sela acara.

Selama acara berlangsung para peserta terlihat menikmati setiap sesi yang disuguhkan penyelenggara. “Saya senang sekali anak saya bisa ikut acara ini, harapannya anak saya dan anak-anak lainnya bisa tambah percaya diri, mandiri, dan semakin cinta Islam,” tandas ibu dari Putri, salah satu peserta Fashion Show.

“Saya sudah sering ikut lomba fashion show seperti ini, biasanya Mama yang mengajak. Saya senang sekali, Semoga acara seperti ini masih terus dilaksanakan tidak hanya di blok M, tapi juga di mall besar lainnya,” tutup salah satu peserta fashion show.

Acara yang berlangsung selama tiga kali rangkaian ini akan ditutup pada 15 Desember 2018 dengan acara lomba Fashion Show dan Lomba Menggambar serta Mewarnai. (AR)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Qvdbvi
December 03, 2018 at 07:39PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Qvdbvi
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 27, 2018

Pikirkan Jadi Pelatih, Essien akan Kontak Mourinho

Ia tidak memiliki klub sejak kontraknya habis bersama Persib tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Mantan pemain Chelsea yang pernah Persib Bandung Michael Essien sudah memikirkan opsi menjadi pelatih. Essien yang sudah berusia 36 tahun masih berstatus sebagai pemain profesional. Tapi ia tidak memiliki klub sejak kontraknya habis bersama Persib tahun lalu. 

"Kalau jadi pelatih, saya masih memikirkannya," kata Essien, dikutip dari Independent, Selasa (27/11).

Essien tidak mau buru-buru gantung sepatu karena masih ingin merasakan kompetisi sebagai pemain. Ia berharap dalam waktu dekat dapat menemukan klub yang tepat. 

Tapi suatu saat legenda timnas Ghana itu berharap dapat menjadi pelatih klub atau tim nasional. Andai sudah mantap menentukan pilihan menjadi pelatih, bekas pemain AC Milan dan Real Madrid itu akan berdiskusi dengan mantan bosnya di Chelsea Jose Mourinho. 

Walau sudah lama tidak berada di dalam satu tim, Essien masih menganggap Mourinho sebagai ayah angkat. Sebab Mourinho-lah yang membuat Essien menjadi pemain kelas dunia. Mou yang mendatangkan Essien ke Chelsea 2005 lalu dari klub Prancis Olympique Lyon. 

Awal 2018, Essien menyempatkan berkunjung ke Old Trafford untuk bertemu Mou. Essien tidak segan masuk ke ruang ganti tim The Red Devils untuk melepaskan kerinduan kepada pelatih asal Portugal tersebut. 

"Kalau saya jadi pelatih, orang pertama yang akan saya mintai masukan adalah Mourinho," ujar Essien. 

Essien malang melintang di sepak bola Eropa bersama Bastia, Lyon, Chelsea, Madrid, AC Milan, Panathinaikos sampai Benua Asia membela Persib. Dia sudah merasakan bermain di bawah asuhan beberapa pelatih kelas dunia mulai dari Mourinho, Carlo Ancelotti, Luiz Felipe Scolari, sampai Guus Hiddink.  Tapi di mata Essien, pelatih terbaik dan dekat dengannya adalah Mourinho. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BBFQGR
November 27, 2018 at 07:39PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BBFQGR
via IFTTT
Share:

Sunday, November 25, 2018

Kesejahteraan Guru TK Bali Lebih Diperhatikan

Honor guru TK dan PAUD di Bali tidak besar.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Pemerintah Provinsi Bali memberi perhatian serius pada kesejahteraan guru Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan selama ini mereka kerap terbentur regulasi, sehingga keberadaannya terkesan kurang mendapat perhatian.

"Padahal mereka berperan penting mendidik dan membentuk karakter anak dalam periode usia emas," kata Koster di Denpasar, Ahad (25/11).

Koster mengakui keberadaan guru TK dan PAUD di Indonesia belum terakomodir undang-undang. Kebijakan dalam undang-undang baru dimulai dari sekolah dasar (SD).

Honor para guru TK dan PAUD pun tak seberapa, sehingga terkesan seperti relawan yang mengabdi dengan tulus mendidik anak-anak. Pemerintah Provinsi Bali akan memulai memberi perhatian pada guru TK dan PAUD dengan merancang Peraturan Daerah (Perda) khusus tentang Desa Adat.

Di dalam perda nanti desa adat akan dilibatkan menyelenggarakan TK dan PAUD, khususnya yang berbasis agama Hindu dan bahasa Bali. Ini akan mengganti perda lama yang mengatur tentang desa adat (pekraman).

Desa adat akan berada langsung di bawah provinsi, sehingga anggaran dari pemerintah provinsi bisa diturunkan langsung ke desa adat, tanpa harus melalui pemerintah kabupaten kota. Bantuan untuk desa adat di Bali dari tahun ke tahun juga terus meningkat.

Tahun depan jumlahnya ditetapkan Rp 250 juta per desa, meningkat dari Rp 225 juta per desa pada 2018. Kegiatan di desa adat selain budata, adat, seni, tradisio, agama, nantinya juga memperkuatan PAUD dan TK.

Ketua Ikatan Guru TK Indonesia (IGTKI) Provinsi Bali, Tjokorda Istri Mas Mingguwatini mengakui saat ini perhatian untuk guru TK belum optimal. Ini tercermin masih minimnya jumlah TK negeri, khususnya di Bali.

"Saat ini di Bali hanya ada 25 TK negeri, sementara TK swasta jumlahnya mencapai 1.200 TK," katanya. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Bvoo6L
November 25, 2018 at 07:39PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Bvoo6L
via IFTTT
Share: