Showing posts with label 2018 at 03:18PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 03:18PM. Show all posts

Sunday, December 30, 2018

Datangi Indonesia, Wali Kota Hebron akan Bahas Pendirian RS

Pendirian RS ini melibatkan MUI dan sejumlah lembaga filantropi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Wali Kota Hebron, Palestina, Tayseer Abu Sneinah akan melakukan kunjungan ke Indonesia pada 5-8 Januari mendatang. Dalam kunjungannya itu, Tayseer akan melakukan sejumlah agenda pertemuan. Di antaranya pertemuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berencana membangun Rumah Sakit Indonesia di Tepi Barat Palestina. 

Hal ini disampaikan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI, KH Muhyidin Junaidi. Menurut Muhyidin , pertemuan Tayseer dengan MUI itu merupakan kedua kalinyasetelah sebelumnya berkunjung ke MUI pada 19 September lalu untuk membahas pendirian RS Indonesia di Palestina.  

"Jadi Wali Kota Hebron yang ada di Tepi Barat akan berkunjung ke Indonesia dari 5 sampai 8 Januari. Beliau akan menyampaikan sekali lagi tentang persiapan Hebron untuk membantu proses pendirian rumah sakit tersebut," ujar Kiai Muhyidin kepada Republika.co.id, Ahad (30/12). 

Dia menuturkan, pihaknya dan Wali Kota Hebron itu akan membentuk panitia terlebih dahulu untuk memulai proses pembangunan rumah sakit milik Indonesia tersebut. Menurut dia, panitia tersebut terdiri dari berbagai unsur, termasuk dari lembaga-lembaga filantropi yang berpengalaman.  

"Ketika sudah bentuk panitia untuk pembangunan RS di Hebron tersebut, nanti panitia akan mengecek dokumen yang sudah ada. Kemudian melihat secara langsung fisik rencana pembangunan RS tersebut di Tepi Barat seraya mulai melakukan fundraising," ucap Kiai Muhyidin. 

Namun, kata dia, untuk sementara ini pihaknya belum mulai melakukan proses fundraising atau pengumpunan dana sukarela tersebut karena di dalam negeri sendiri saat ini masih terdapat banyak bencana.  

Kiai Muhyidin berharap, pembangunan rumah sakit Indonesia di Palestina tersebut bisa selesai pada 2019 mendatang. Karena, menurut dia, sejauh ini rencana pembangunan RS tersebut mengalami progres.  

"Progresnya bagus. Perizinan, pembuatan gambar, RAB, sudah semuanya. Mudah-mudahan bisa segea berdiri dalam kurun waktu setahun," kata Kiai Muhyidin.  

Selain akan melakukan pertemuan dengan MUI, tambah dia, dalam kunjungannya ke Indonesia Tayseer juga diundang sebagai narasumber wisuda mahasiswa di Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SrFp7X
December 30, 2018 at 03:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SrFp7X
via IFTTT
Share:

Saturday, December 29, 2018

Krakatau Akan Terus Tumbuh dan Tidak Akan Berhenti

Meski volume Gunung Anak Krakatau telah mengecil, tak buat aktifitas magma berhenti

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Badan Geologi mengungkap aktifitas Gunung Anak Krakatau akan terus menerus terjadi dan tidak akan berhenti. Meskipun volume Gunung Anak Krakatau telah mengecil karena aktifitas vulkanik dalam beberapa hari terakhir, namun tak membuat aktifitas magma Gunung Anak Krakatau berhenti.

"Krakatau itu akan tumbuh terus dan tidak akan berhenti. Jadi misalkan dia (letusan Anak Krakatau) melorot, dia jatuh. Terus nggak berhenti. Di dalam bubur ini nggak pernah habis bubur magmanya itu;" ujar Sekretaris Badan Geologi Kementerian ESDM, Antonius Ratdomopurbo di Kantor ESDM, Jakarta, Sabtu (28/12).

Menurutnya, aliran magma Gunung Anak Krakatau juga bersifat konstan. Setiap harinya ada aliran magma sekitar 150 ribu meter kubik.

"Itu banyak lho dari dalam sekali, itu naiknya minimal konstan. Meskipun konstan dia itu akan ngumpul agak memenuhi di dapur magma yang dangkal kalau ndak kuat, keluar sampai tekanannya nanti stagnan dan normal lagi. Ini sambil ini ditambah terus. Makanya aktivitas terus menerus dan tidak  pernah berhenti," ujar Purbo.

Meskipun, Badan Geologi telah melaporkan terjadinya penurunan aktifitas vulkanik gunung tersebut sejak Jumat (28/12) sore. Anak Krakatau saat ini lebih banyak mengeluarkan letusan Surtseyan dan tidak disertai suara dentuman.

Penurunan juga disusul pantauan bahwa puncak Gunung Anak Krakatau tidak terlihat lagi. Berdasarkan hasil analisis visual, terkonfirmasi Gunung Anak Krakatau yang tingginya semula 338 meter kini terlihat tinggal 110 meter.

"Sekitar 14.18 kemarin sore, itu terlihat dan terkonfimrasi bahwa Gunung Anak krakatau itu jauh lebih kecil dari sebelumnya. Kita melihat bahwa Gunung Anak Krakatau itu tingginya yang semula 338 meter sekarang ini ya kira-kira hanya 110 meter," ujar Purbo.

Menurutnya, dari pos PGA Pasauran, posisi puncak Gunung Anak Krakatau saat ini lebih rendah dibanding Pulau Sertung yang menjadi latar belakangnya yang tingginya 182 meter.

Volume Anak Krakatau yang hilang diperkirakan sekitar antara 0-180 juta m3, sementara volume yang tersisa saat ini diperkirakan antara 40-70 juta m3.

"Sehingga masyarakat mungkin menganggap lho krakataunya hilang? nggak, sebenarnya ada sisa, hanya di bawah background," ujar Purbo.

Ia melanjutkan, berkurangnya volume tubuh gunung Anak Krakatau ini diperkirakan karena adanya proses rayapan tubuh gunung api yang disertai oleh laju erupsi yang tinggi pada 24-27 Desember 2018.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Q7FRWP
December 29, 2018 at 03:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Q7FRWP
via IFTTT
Share:

Thursday, December 27, 2018

Yasonna: Kabar Puluhan Juta Orang Asing Serbu RI Hoaks

Lebih banyak orang yang keluar daripada masuk.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly mengungkapkan, kabar puluhan juta orang asing menyerbu Indonesia merupakan hoaks. Menurut data Ditjen Imigrasi Kemenkumham ada 20.614.717 orang keluar wilayah Indonesia. Adapun yang masuk wilayah Indonesia sebanyak 19.921.016 orang.

"Jadi, lebih banyak yang keluar daripada yang masuk. Jadi, kalau ada hoaks yang bilang kita sudah diserbu sama puluhan juta orang asing, itu yang namanya hoaks, hoaks politik itu namanya, hoaks menakut-nakuti," kata Yasonna saat menyampaikan "Refleksi Akhir Tahun 2018" di gedung Kemenkumham, Jakarta, Kamis.

Yasonna pun menegaskan bahwa instansi yang paling kredibel untuk menentukan jumlah keluar masuk orang Indonesia melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) adalah Ditjen Imigrasi. Mereka memiliki data yang jelas. "Tidak mungkin datang mereka turun dari langit tiba-tiba datang jutaan orang, tidak ada ceritanya itu," ucap Yasonna.

Baca juga, Tenaga Kerja Asing Dinilai Perlu Dibatasi.

Selain itu, ia juga menyampaikan soal peningkatan dan penegakan hukum pada keimigrasian. Salah satu bentuk penegakan hukumnya adalah penyelesaian proses kasus Pro-Justisia sebanyak 141 kasus, memberikan tindakan administrasi keimigrasian sebanyak 2.845 orang asing dan penundaan paspor karena diduga akan menjadi Tenaga Kerja Indonesia nonprosedural sebanyak 5.796 orang.

Di sisi lain, ucap Yasonna, peningkatan pelayanan publik keimigrasian terus diperbaiki melalui "upgrading" sistem keimigrasian (SIMKIM) sehingga layanan pemberian dokumen keimigrasian dapat cepat, tepat, dan akurat.

"Sampai saat ini, kami telah menerbitkan paspor sebanyak 3.183.951, dokumen izin tinggal orang asing sebanyak 395.858 yang terdiri dari 250.407 izin kunjungan, 2.836 izin tinggal terbatas, dan 142.615 izin tinggal tetap," ungkap Yasonna.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EMTd8Y
December 27, 2018 at 03:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EMTd8Y
via IFTTT
Share:

Thursday, December 20, 2018

Via Vallen Penuhi Panggilan Polda Jatim

Via Vallen diperiksa sebagai saksi dalam kasus produk kosmetik ilegal

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Penyanyi dangdut Via Vallen memenuhi panggilan Polda Jawa Timur pada hari ini, Kamis (20/12). Pemanggilan tersebut terkait pemeriksaannya sebagai saksi terkait kasus produk kosmetik ilegal bermerek Derma Skin Care (DSC) Beauty.

Penyanyi asal Sidoarjo ini datang sekitar pukul 11.35 WIB dengan mobil warna putih dan mengenakan hijab warna hitam menuju ke ruang penyidik. Tidak banyak keterangan yang disampaikan pelantun "Meraih Bintang" yang merupakan "Theme Song" Asian Games 2018 tersebut.

Dia hanya menjelaskan kondisinya saat akan menjalani pemeriksaan dan keberangkatannya dari Jakarta. "Alhamdulillah, saya berangkat dari Jakarta pukul 10," kata Via singkat sebelum masuk ke ruang penyidik.

Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim AKBP Arman Asmara mengatakan, Via Vallen adalah artis kedua yang memenuhi panggilan Polda Jatim, setelah Nella Kharisma pada Selasa (18/12) lalu. "Salah satunya yang sudah datang itu Nella Kharisma. Hari ini Via Vallen, kita siapkan waktu," ujarnya.

Selain dua artis dangdut ini, penyidik juga sudah melayangkan surat pemanggilan terhadap beberapa artis yang menjadi endorse untuk produk kosmetik ilegal dan akan datang di awal Januari 2019.

Arman mengaku, pertanyaan yang diajukan kepada perempuan yang terkenal dengan lagu "Sayang" ini tidak jauh berbeda dengan yang dipertanyakan kepada Nella Kharisma.

Setidaknya ada enam artis, yakni Via Vallen, Nella Kharisma dan empat artis berinisial NR, MP, DJB dan DK yang menjadi "endorse" produk kosmetik ilegal dengan merek DSC Beauty dari Kediri yang tidak terdaftar di BPOM.

Polisi mengamankan satu tersangka berinisial KIL. Selama dua tahun, tersangka memproduksi kosmetik menggunakan bahan untuk campuran dari sejumlah merek terkenal, antara lain, Marcks Beauty Powder, Mustika Ratu, Sabun Papaya, Vivo Lotion, Vasseline, Sriti dan lain-lain.

Tersangka KIL juga menjual produknya dengan banderol mulai dari Rp 350 ribu hingga Rp 500 ribu per paket. Dalam sebulan, tersangka mampu menjual sebanyak 750 paket dengan wilayah penjualan mulai dari Surabaya, Jakarta, Bandung, Medan dan Makassar.

Dalam perkara ini, tersangka dijerat Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SayShK
December 20, 2018 at 03:18PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SayShK
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 18, 2018

Daftar Sekolah di Bekasi Harus Pakai KIA

Kewajiban berlaku bagi sekolah negeri maupun swasta.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi menyatakan, mulai tahun ajaran baru 2019 para calon siswa-siswi tingkat SD dan SMP wajib melampirkan Kartu Identitas Anak (KIA). Kewajiban tersebut seiring perintah Wali Kota Bekasi terkait kepemilikan KIA untuk anak usia 0-16 tahun di Kota Bekasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jamus Rasyidi mengatakan, dalam waktu dekat regulasi terkait hal tersebut akan diterbitkan oleh Wali Kota Bekasi selaku otoritas.

“Aturan akan kita keluarkan. KIA menjadi prasyarat untuk mendaftar sekolah. Berlaku mulai tahun ajaran 2019,” kata Jamus saat ditemui di Kantor Disdukcapil, Bekasi, Selasa (18/12).

Jamus mengatakan, kewajiban tersebut berlaku bagi sekolah negeri maupun swasta. Bagi para calon siswa yang mendaftarkan diri namun belum memiliki KIA maka diwajibkan terlebih dahulu untuk mengurusnya. Pengurusan KIA, kata dia, akan selesai maksimal dalam waktu 1x24 jam.

Butuh Rp 7 Miliar untuk Bangun Sekolah Permanen di Sulteng

Terkait kendala pencetakan, Jamur meyakini tidak akan terjadi. Sebab, pada tahun Disdukcapil Bekasi menyiapkan sekitar 200 ribu keping KIA yang dapat dicetak mulai Januari 2019. Adapun tahun ini, pihaknya hanya menyiapkan 10 ribu keping. Pencetakan tersebut, kata Jamus, menggunakan alokasi anggaran APBD sedangkan pencetakan dilakukan oleh perusahaan konsorsium Kemendagri.

“Kita terus siapkan kepingan jadi tidak akan ada kendala bagi calon siswa yang mau daftar sekolah tapi belum punya KIA,” tuturnya.

Jamus mengklaim, 12 Kantor Kecamatan dan dua Mal Pelayanan Publik (MPP) di Kota Bekasi sudah dapat melayani pencetakan KIA. Pengurusan KIA, kata dia, tidak dipungut biaya sehingga diharapkan para orang tua mengikuti imbauan pemerintah. 

Kewajiban KIA untuk mendaftar sekolah, kata Jamus, sekaligus untuk mendorong para orang tua agar tidak lupa mengurus akta kelahiran anak. Sebab, salah satu syarat pembuatan KIA yakni dengan melampirkan akta kelahiran beserta kartu keluarga dan KTP ayah dan ibu. Jamus pun mengklaim, telah melakukan sosialisasi ke seluruh elemen masyarakat termasuk dengan pihak sekolah.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2S9zDHY
December 18, 2018 at 03:18PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2S9zDHY
via IFTTT
Share:

Saturday, December 15, 2018

Rayakan Ultah, Mastel Gelar Festival Inovasi Digital

Mastel memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA  - Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 dengan menggelar Digital Innovation Festival 2018.

"Mastel menggelar acara ini dalam usianya yang masuk seperempat abad karena kami melihat peran inovasi sangat penting bagi pembangunan ekonomi suatu bangsa. Perjalanan negara-negara maju telah membuktikan hal itu, ada hubungan statistik yang jelas antara inovasi dengan peningkatan standar hidup masyarakat," ungkap Ketua Umum Mastel Kristiono di Jakarta, Kamis (13/12).

Dijelaskannya, Digital Innovation Festival 2018 terdiri atas sejumlah kegiatan mulai dari konferensi, eksebisi, talkoshow, hingga Mastel Digital Inclusion Award 2018. 

Kepala Bekraf Triawan Munaf, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menkominfo Rudiantara, dan Menteri BUMN Rini Soemarno diantara penerima Mastel Digital Inclusion Award 2018.

Sementara untuk korporasi yang menerima penghargaan adalah Telkom, BRI, dan BukaLapak. Untuk Fintech  Amartha dan Crowde, kategori non-fintech (TaniHub). Kategori pemerintah daerah tingkat II diraih Kabupaten Sragen dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Triawan munaf dalam sambutannya mengatakan ada dua masalah dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia yakni belum tersedia ekosistem yang mendukung dan pemasaran secara profesional.  

Menkominfo Rudiantara menegaskan Mastel memiliki posisi strategis bagi pemerintah. "Mastel tetap menjadi mitra pemerintah yang mendisrupsi ekosistem dan dirinya," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UL9nW4
December 15, 2018 at 03:18PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UL9nW4
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 11, 2018

OJK Kaji Ulang Proses Pemeringkatan Penerbitan Surat Utang

Surat utang yang gagal bayar merugikan investor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal melakukan kajian proses pemeringkatan atas surat utang yang sudah terbit. Pengkajian ini terutama terhadap surat utang yang gagal bayar. 

Deputi Pengawas Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi mengatakan menyebutkan, ada beberapa surat utang yang mengalami gagal bayar sehingga merugikan para investornya. Sehingga, otoritas perlu melakukan kajian ulang (review) atas proses tersebut. 

Sebelumnya, kata dia, kebijakannya sudah ada. "Jadi nanti kita review lagi," ujarnya kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, (11/12).

Sebagai informasi, baru-baru ini dana pensiun PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) mengajukan PKPU dengan menggugat PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI). Pasalnya, perusahaan tersebut sampai sekarang belum membayarkan obligasi yang diterbitkannya. Nilai pokok obligasi tersebut mencapai Rp 1 triiun.

Kasus surat utang yang gagal bayar juga dialami oleh PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) yang sampai sekarang masih menunggak pembayaran kuponnya. Begitu pula, SNP Finance yang gagal bayar medium term notes (MTN) senilai Rp 1,85 triliun. 

"Jadi kita lihat kasus per kasus. Hal itu karena ada tiga kasus bersama, tidak kita samakan," kata Fakhri.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QpFL1X
December 11, 2018 at 03:18PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QpFL1X
via IFTTT
Share:

Saturday, December 8, 2018

Polisi Belum Bisa Pastikan Kabar Persekusi Habib Bahar

Kabid Humas Polda Jabar mengaku belum nmendapatkan informasi terkait kabar tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kabar Habib Bahar bin Smith yang melakukan persekusi kepada anak remaja di salah satu ponpes Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, masih simpang siur. Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengaku belum mendapat informasi apa pun terkait kabar tersebut.

Dia pun menyerahkan kepastian kasus ke Polres Bogor, sebagai yang diduga sebagai tempat kejadian perkara. "Nggak ada konfirmasi. Ada salah persepsi, di media online, saya bilang silakan konfirmasi dulu ke polres (Bogor). Kami tidak menangani, dan saya juga tidak tahu infonya dari mana bisa bergulir seperti itu. Intinya saya belum dapat konfirmasi apa pun," kata dia, Jumat ( 7/12).

Pernyataan serupa juga disampaikan Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena. Saat dihubungi Republika.co.id, Ita menjelaskan pihaknya belum menerima laporan apa pun terkait kabar persekusi Habib Bahar.

"Belum ngecek, belum ada jawaban dari Kasat Reskrim. Konfirmasi ke Kasat saja Mbak. Saya humas bukan bagian mengecek laporan polisi," ucapnya.
Ketika dihubungi, Kasat Reskrim Polres Bogor,  Benny Cahyadi belum bisa berkomentar. Ia beralasan sedang rapat kerja di Bandung. "Saya tidak tahu Mbak, (saya) lagi di Bandung. Lagi raker," ujarnya.
Sebelumnya beredar surat laporan Polisi Nomor LP/B/1125/XI/I/2018/JBR/Res. Bgr, tanggal 5 Desember 2018, atas dugaan persekusi oleh Habib Bahar bin Smith, bersama rekannya. Dalam kasus itu, Habib Bahar secara bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang dan atau penganiayaan dan atau melakukan kekerasan terhadap anak. Sesuai Pasal 170 KUHP dan atau 351 KUHP dan atau Pasal 80 UU Tahun 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SxXgJZ
December 08, 2018 at 03:18PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SxXgJZ
via IFTTT
Share:

Friday, November 23, 2018

7 Korban Biro Umrah Nakal Berangkat dari Penggalangan Dana

program penggalangan dana untuk korban biro perjalanan nakal diluncurkan 6 bulan lalu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan lembaga filantropi memberangkatkan tujuh korban biro perjalanan umrah nakal dari hasil program penggalangan dana. "Dari penghalangan dana sudah terkumpul sejumlah dana dan bisa berangkatkan lima calon jamaah umrah," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi di Hotel Sofyan Cikini, Jakarta, Jumat (23/11).

Tulus mengatakan, sebanyak lima korban akan berangkat pada Senin (26/11) menggunakan biro perjalanan PT Kasturi Mandiri Wisata (Castourindo). Sementara dua lainnya, masing-masing diberangkatkan Dompet Dhuafa, dan kolaborasi YLKI dan Kitabisa.com.

Tulus menjelaskan, program penggalangan dana untuk korban biro perjalanan nakal diluncurkan enam bulan lalu. Program itu tidak bertujuan mengambil alih peran negara. Namun, kolaborasi itu untuk menunjukkan bahwa korban agen perjalanan umrah nakal bisa difasilitasi dengan cara lain ke Tanah Suci, yakni lewat dana publik.

Tulus menyebut, masyarakat Indonesia terkenal sebagai warga paling dermawan dj dunia untuk mendonasikan uang atau rezeki pada kegiatan sosial. Karena itu, kolaborasi itu bisa memberangkatkan 99 calon jamaah umrah.

Tulus mengatakan YLKI ingin membantu mengembalikan hak-hak keperdataan sebagian dari konsumen dhuafa yang menjadi korban travel umrah nakal tersebut. Program itu bekerja sama dengan Rumah Zakat dan filantropi lainnya. "YLKI mengajak masyarakat untuk berdonasi memberangkatkan 99 orang calon jamaah dari kalangan dhuafa yang menjadi korban salah satunya lewat platform crowdfunding (pendanaan bersama)," ujar Tulus.

Kepala Devisi Penggalangan Dana Sharinghappiness.org Rumah Zakat, Dang Heppy Hermawan A menjelaskan upaya penggalangan dana dilakukan sejak Mei 2018. Pengumpulan donasi hingga November 2018 mendapatkan dana sebesar Rp 153.599.529. Anggaran tersebut diperuntukkan memberangkatkan lima korban. ”Alhamdulillah, ada lima jamaah yang siap berangkat dari hasil galang donasi di sharinghappiness.org," ujar dia.

Saat ini, Heppy mengatakan, penggalangan donasi untuk para korban masih berlanjut dan terbuka. Staf program divisi advokasi Dompet Dhuafa, Gita Aulia Putri menjelaskan program penggalangan dana itu adalah bentuk kepedulian terhadap umat Muslim yang merindukan Tanah Suci. Dari awal kampanye, terkumpul dana sebesar Rp 26 juta. Dana itu digunakan untuk memberangkatkan salah satu korban bernama Panikem. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TB8kY6
November 23, 2018 at 03:18PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TB8kY6
via IFTTT
Share:

Thursday, November 22, 2018

FWD Life Gandeng Bank Mestika Salurkan Asuransi Digital

FWD Life akan meluncurkan produk asuransi jiwa berjangka yang terjangkau dan lengkap

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN – Perusahaan asuransi jiwa berbasis digital, PT FWD Life Indonesia (FWD Life), dan PT Bank Mestika Dharma Tbk (Bank Mestika) melakukan kerja sama strategis guna memperkuat jalur distribusi bancassurance. FWD Life dan Bank Mestika berkomitmen meningkatkan pelayanan yang memudahkan masyarakat dalam mengakses kebutuhan asuransi jiwa, khususnya di wilayah Sumatera Utara.

Melalui kerja sama bancassurance ini, FWD Life dan Bank Mestika sepakat untuk menghadirkan produk asuransi jiwa berjangka yang terjangkau, lengkap dan fleksibel, ProFuture, untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dalam berasuransi dengan memberikan bonus sebesar 105 persen.

Penandatanganan kerja sama ini juga merupakan bagian dari upaya FWD Life dan Bank Mestika untuk mendukung pemerintah dalam mendorong  percepatan literasi dan inklusi asuransi di Indonesia. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), penetrasi asuransi di Indonesia masih berada di angka 2 persen dari produk domestik bruto.

Wakil Presiden Direktur FWD Life Rudi Kamdani mengatakan bahwa Bank Mestika memiliki rekam jejak yang solid di industri perbankan. Bank Mestika merupakan mitra strategis yang memiliki komitmen yang sama untuk memperluas akses terhadap produk finansial kepada seluruh masyarakat khususnya di wilayah Sumatera Utara, melalui pengembangan produk dan layanan yang inovatif berbasis teknologi digital.

"Kami ingin memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui produk  bancassurance yang dapat memberikan proteksi optimal serta kesempatan mendapatkan bonus maksimal sesuai uang premi yang sudah dibayarkan," kata Rudi Kamdani di Medan, Kamis (22/11).

Presiden Direktur Bank Mestika Achmad S Kartasasmita mengungkapkan bahwa pihaknya melihat adanya kesamaan visi antara Bank Mestika dan FWD Life, yaitu untuk mengembangkan pasar baru, khususnya generasi muda.

"Dengan inovasi teknologi digital yang dimiliki FWD Life serta jaringan pasar yang kami miliki, khususnya di Sumatera Utara, kami yakin kerja sama ini dapat memberikan solusi kepada masyarakat yang menginginkan produk asuransi jiwayang terjangkau, lengkap dan fleksibel," kata Achmad.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TyvxtR
November 22, 2018 at 03:18PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TyvxtR
via IFTTT
Share: