Showing posts with label 2018 at 09:31PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 09:31PM. Show all posts

Friday, December 28, 2018

Pertamina Siap Kelola Blok Maratua

Pertamina telah menyiapkan investasi total sebesar 7,75 juta dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertamina siap mengelola Blok Maratua. Pertamina memenangkan lelang pengerjaan Blok Maratua dalam Lelang Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Konvensional Tahap III Tahun 2018 pada tanggal 27 Desember melalui mekanisme penawaran langsung. 

Pertamina dalam tahun 2018 ini sangat aktif menambah wilayah eksplorasi, melakukan joint study serta melakukan kegiatan pemboran sumur eksplorasi. Blok Maratua memiliki potensi strategis terutama untuk pengembangan Eksplorasi Pertamina  di Kalimantan Utara. 

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu menegaskan bahwa Blok Maratua memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan. Blok Maratua akan dikelola dengan skema gross split dan Pertamina telah menyiapkan investasi total sebesar 7,75 juta dolar AS yang terdiri dari Komitmen Kerja Pasti dan Signature Bonus.

Dharmawan menegaskan dalam Komitmen Kerja Pasti Pertamina akan melakukan studi geologi dan geofisika (G&G) dan Seismik 2D/3D sejauh 500 km2 di wilayah tersebut. “Melalui kegiatan seismik dan studi G&G oleh Pertamina, diharapkan dapat memperkuat upaya pembuktian cadangan di Blok Maratua dan Pertamina dapat memperoleh potensi cadangan yang lebih besar dari sebelumnya,” kata dia.

 Dharmawan menambahkan  Pertamina juga telah berpartisipasi 15 persen di WK East Sepinggan sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan aktivitas eksplorasi dan pengembangan lapangan baru di Indonesia.

Blok Maratua adalah wilayah kerja migas seluas 7.835,07 kilometer persegi yang terletak di Cekungan Tarakan. Area Kalimantan Utara (Kaltara) yang merupakan lokasi Cekungan Tarakan memiliki kumulatif produksi yang potensial. 

Di sekitar wilayah tersebut, Pertamina juga memiliki 4 wilayah kerja aktif di area Kaltara yaitu Pertamina EP Aset 5 di Bunyu, PHE Nunukan, JOB Pertamina – Medco EP Simenggaris, dan PHE East Ambalat.

Berdasarkan potensi yang dimiliki cekungan Tarakan di area Kaltara serta potensi bisnis terintegrasi dengan kilang Methanol, PLN, Jargas Kota Tarakan dan Bunyu serta pengembangan kawasan industri lain di Kaltara maka penambahan wilayah kerja di area Kaltara melalui Wilayah Kerja Maratua akan berpotensi menambah cadangan dan produksi serta memperkuat eksistensi Pertamina di Kaltara.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2rX4pIq
December 28, 2018 at 09:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2rX4pIq
via IFTTT
Share:

Monday, December 24, 2018

MUI Bangka Serukan Berdoa untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Bencana alam hendaknya dijadikan sebagai peringatan kembali ke Allah SWT.

REPUBLIKA.CO.ID, SUNGAILIAT— Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengajak seluruh masyarakat setempat mendoakan korban tsunami di kawasan Selat Sunda. 

"Saya mengajak semua lapisan masyarakat turut mendokan dengan penuh ikhlas bagi korban bencana tsunami di laut Selat Sunda pada Sabtu (22/12) sekitar pukul 21.27 WIB," kata Ketua MUI Kabupaten Bangka Syaiful Zohri di Sungailiat, Senin (24/12). 

Dia mengharapkan korban yang meninggal dunia dalam bencana itu diterima amalnya olah Allah SWT dan yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran. 

Dia mengingatkan tsunami di Selat Sunda dan bencana alam lainnya yang mengakibatkan korban jiwa dan harta menjadi bahan renungan untuk lebih mendekatkan diri kepada yang Mahapencipta. 

"Allah SWT mempunyai kehendak tanpa seorang pun manusia mengetahuinya, bencana tsunami yang biasanya diawali dengan gempa ternyata tsunami di laut Selat Sunda tanpa ada gempa," katanya.

Syaiful Zohri mendorong para relawan di daerah setempat untuk memberikan bantuan apapun bentuknya yang bermanfaat bagi para korban. 

"Para korban saat ini membutuhkan bantuan minimal bantuan doa dan motivasi bagi korban yang selamat agar tetap semangat," katanya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2V6O15A
December 24, 2018 at 09:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2V6O15A
via IFTTT
Share:

Sunday, December 23, 2018

Valencia Petik Kemenangan Dramatis Atas Tim Juru Kunci

Valencia ke jalur kemenangan setelah pada tiga laga sebelumnya tak pernah menang.

REPUBLIKA.CO.ID, VALENCIA -- Valencia meraih kemenangan dramatis saat melawan tim juru kunci Huesca dengan skor 2-1. Kedua tim bertemu dalam laga pekan ke-17 La Liga Spanyol di Stadion Mestalla, Valencia, Spanyol, Ahad (23/12).

Kemenangan itu diraih Valencia berkat gol Cristiano Piccini pada masa injury time. Gol Piccini melengkapi gol Dani Parejo yang sempat disamakan Huesca lewat penalti Juan Hernandez.

Valencia berhasil kembali ke jalur kemenangan setelah pada tiga pertandingan sebelumnya tak pernah menang. Sementara, catatan nirkemenangan Huesca berlanjut menjadi 16 pertandingan beruntun.

Hasil tersebut membawa Valencia naik ke peringkat kedelapan klasemen dengan raihan 22 poin, sedangkan Huesca (8 poin) tak beranjak dari dasar klasemen.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EEWxTA
December 23, 2018 at 09:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EEWxTA
via IFTTT
Share:

Sunday, December 9, 2018

Dukcapil dan Polisi Cari Sumber KTP-el yang Tercecer

KTP-el yang tercecer merupakan resmi keluaran pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, Dhany Sukma, mengatakan pihaknya dan kepolisian sedang mencari tahu sumber dari ribuan KTP-el yang tercecer di Kelurahan Pondok Kopi, Jakarta Timur. Menurut Dhany, ribuan KTP-el yang tercecer itu merupakan hasil cetakan pertama.

"KTP-el yang ditemukan itu hasil cetakan pertama, yakni pada saat perekaman massal dulu. Masa berlaku dari KTP-el itu antara 2011-2014," jelas Dhany kepada wartawan, Ahad (9/12) malam.

Dhany melanjutkan, pencetakan pertama KTP-el dilakukan oleh pusat atau lewat konsorsium. Hal ini berbeda dengan pencetakan setelah 2016 lalu, di mana daerah diberikan kewenangan untuk mencetak KTP-el.

Kemudian, yang menjadi titik perhatian Dukcapil adalah, apakah KTP-el yang ditemukan di Pondok Kopi itu apakah sudah pernah didistribusikan atau belum.

"Memang dugaan (barang tersebut) saya belum pernah didistribusikan kepada yang bersangkutan (masyarakat). Persoalannya distribusi itu, apakah dari konsorsium  belum pernah didistribusikan ke kecamatan atau kelurahan atau ke suku dinas? Atau mungkin sudah disampaikan kepada tiga pihak itu tetapi belum kepada masyarakat," jelas Dhany.

Maka, hal tersebut saat ini sedang didalami bersama. "Jadi ketahuan nanti sumbernya dari mana sih yang tercecer itu," lanjut Dhany.

Dia juga menegaskan jika ribuan keping KTP-el yang ditemukan di Pondok Kopi, memang dikeluarkan resmi oleh pemerintah. Hal tersebut sudah dipastikan dengan pengecekan menggunakan card reader.

"Kalau kita lihat dari card reader, itu memang KTP-el nya elemennya cocok dan valid. Artinya benar itu dikeluarkan secara sistem oleh sistem secara resmi. yang melalui konsorsium," ungkap Dhany.

Meski demikian, dirinya meminta masyarakat tidak panik dengan hal ini. Sebab, ribuan keping KTP-el dari Pondok Kopi itu sudah disampaikan ke Polda Metro Jaya.

"Jangan khawatir, tidak akan disalahgunakan. Sebab sudah diamankan ke Polda Metro. Tidak akan disalahgunakan untuk kepentingan pemilu," tambahnya.

Sebelumnya, Ketua RW 11 Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Ipit Purwanto, mengatakan jumlah KTP-el yang diduga dibuang di wilayahnya jumlahnya mencapai ribuan keping. Alamat yang tertera di ribuan KTP-el itu pun seluruhnya tercatat di Pondok Kelapa.

Ipit yang pertama kali mengamankan temuan itu sudah menghitung seluruh jumlah KTP-el yang ada. Dari seluruh temuan yang ada, jumlahnya mencapai 2.158 keping KTP-el.

"Semua KTP-el sudah kami lihat. Semuanya untuk Kelurahan Pondok Kelapa. (Alamatnya) dari semua RT dan RW yang ada di Pondok Kelapa," ujar Ipit, Ahad (9/12).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UsOC18
December 09, 2018 at 09:31PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UsOC18
via IFTTT
Share:

Friday, November 23, 2018

Jasa Raharja provides Rp5 billion to Lion Air victims' heir

Lion Air JT 610 aircraft crashes into Tanjung Karawang waters on Oct 29 morning.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- State-owned social insurance company PT Jasa Raharja has provided Rp5.058 billion in compensation to the heirs of the victims of the crashed Lion Air flight JT 610. Its president director Budi Rahardjo stated that at the Raden Said Sukanto Police Hospital in East Jakarta on Friday.

"As of Thursday (Nov 22), Jasa Raharja has distributed some Rp5 billion to the heirs of the victims in accordance with the law and government regulation," he noted.

The compensation was distributed to at least 103 heirs, with each receiving Rp50 million, Budi remarked. He said Jasa Raharja had selected the names of all heirs deserving insurance coverage, including those of 64 passengers, who have yet to be identified.

Only the heir of Italian passenger identified as Andrea Manfredi was not available, he stated. Jasa Raharja will continue to contact the Italian Embassy in Jakarta.

"We continue to communicate with them to get the compensation channeled to the heir of the Italian passenger," he noted.

Identification of the victims of the crashed Lion Air JT 610 flight was officially stopped on Friday (Nov 23). Since the identification was started on Oct 29, the DVI team had identified 125 bodies of the victims of the crashed Lion Air JT 610 flight.

The Boeing 737 Max plane, which carried 189 people, crashed in the Tanjung Pakis waters in Karawang District, West Java, on Oct 29 after it lost contact with airport authorities.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DEJjpk
November 23, 2018 at 09:31PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DEJjpk
via IFTTT
Share: