Showing posts with label 2019 at 03:06PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 03:06PM. Show all posts

Wednesday, May 29, 2019

Bea Cukai Dukung Pengembangan Kawasan Berikat di Bali

Bea Cukai terus berupaya jalin kerja sama dengan Pemda untuk meningkatkan ekspor.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Dalam menjalankan perannya sebagai industrial assistance dan trade facilitator, Bea Cukai terus berupaya menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) untuk meningkatkan ekspor. Baru-baru ini sebagai langkah nyata dalam menjalankan peran tersebut, Bea Cukai Bali dan Nusa Tenggara menghadiri acara Inisiasi Kemitraan dan Implementasi Peraturan Gubernur Bali No. 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

Direktur Utama Perusda Bali, Suryawan Dwimulyanto, pada kesempatan ini menandatangani kerja sama dengan PT Segar Nusantara Abadi yang diwakili Welly Soegiono untuk pilot project perkebunan pisang di Perkebunan Pekutatan yang berlokasi di Kabupaten Jembrana milik Perusda Bali seluas 50 hektare.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Bali dan Nusa Tenggara, Untung Basuki mengungkapkan bahwa PT Segar Nusantara Abadi adalah anak perusahaan dari Kawasan Berikat PT Great Giant Pinneaple (GGP) di Lampung yang sukses mengekspor nanas dan pisang atau Subkontrak Kawasan Berikat Holtikultura di Lampung. PT GPP telah berhasil merambah pasar ekspor ke 65 negara.

Untung mengatakan penandatanganan kerja sama antara PT Segar Nusantara Abadi dengan Direktur Utama Perusda Bali ini merupakan bentuk progress menuju duplikasi keberhasilan project Kawasan Berikat PT GGP yang sebelumnya telah sukses dibangun di Lampung. Project PT GGP mengusung program Create Share Value (CSV) dengan membangun Food Estate: Sustainable and Integrated Farming, yaitu program kemitraan dengan memberdayakan petani lokal dengan kegiatan pertanian yang terintegrasi dan ramah lingkungan.

“Bea Cukai mendukung duplikasi project serupa agar dapat dibangun di kawasan-kawasan lain di Indonesia, salah satunya di Bali.Bea Cukai bersama Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen untuk senantiasa mendukung pengembangan industri yang berpihak kepada kemakmuran rakyat Bali,” ujar Untung.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2I8J1b3
May 29, 2019 at 03:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2I8J1b3
via IFTTT
Share:

Monday, May 27, 2019

Pelaku Perampokan Lintas Wilayah Diringkus Polres Semarang

Pelaku kejahatan lintas wilayah merampok rumah di Semarang.

REPUBLIKA.CO.ID,  UNGARAN — Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Semarang mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) dengan korban pemilik penggilingan padi di Desa Terban, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang. Dua dari kawanan pelaku perampokan lintas wilayah ini ditembak karena berupaya melawan aparat kepolisian saat diringkus aparat kepolisian di tempat terpisah.

Kasatreskrim Polres Semarang, AKP Rifeld Constantien Baba mengungkapkan tersangka yang telah dicokok ialah Juvan Bahri dan Abdulloh Masykur. Sementara itu, dua tersangka lain masih dalam pengejaran aparat Polres Semarang.

Menurut Rifeld , satu orang tersangka masih dalam penanganan aparat penegak hukum atas tindak pidana di wilayah hukum Polres Magelang. Ia mengatakan, peristiwa perampokan ini dilakukan pada 27 April 2019 dengan korban keluarga Mulyono, pemilik penggilingan padi di Dusun Terban.

Rifeld menjelaskan, kawanan pelaku terlebih dahulu mencongkel salah satu jendela rumah yang juga menjadi tempat penggilingan padi. Setelah berhasil masuk, mereka berbagi tugas menyekap para korban yang ada di dalam rumah.

“Para pelaku menyekap para korban dengan cara melakban mulut dan mengancam korbannya dengan senjata tajam, seperti gobang dan kapak,” jelas Rifeld dalam rilis ungkap kasus di Mapolres Semarang, Senin (27/5).

Setelah korban dilumpuhkan, menurut Rifeld, beberapa pelaku lain mencari harta dan benda berharga. Dalam menjalankan aksi kejinya, ada juga pelaku yang berperan untuk mengamati situasi di sekitar rumah korban.

Dalam tindak kejahatan ini, korban Mulyono menderita kerugian materi hingga puluhan juta rupiah. Ia kehilangan uang tunai tujuh juta rupiah, berbagai perhiasan emas seberat lebih dari 25 gram berikut liontin, serta sebuah sepeda motor Honda Supra.

“Setelah mengambil harta benda dan barang berharga di rumah Mulyono, para pelaku perampokan ini selanjutnya kabur dan meninggalkan para korban yang disekap di dalam kamar,” ungkap Rifeld.

Rifeld mengatakan, berdasarkan pendalaman oleh penyidik Polres Semarang beberapa dari kawanan pelaku ini merupakan residivis. Mereka sebelumnya juga pernah berurusan dengan aparat penegak hukum.

Bahkan, tersangka Juvan Bahri dan Yudi (masih DPO) juga terlibat upaya pembobolan mesin Anjungan Tunai mandiri (ATM) di sebuah mini market di Jalan Ahmad Yani, Ungaran beberapa waktu lalu. Dalam pengungkapan ini, aparat Polres Semarang berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, seperti sebuah tas ransel perempuan, tiga lembar kwitansi pembelian emas milik korban, dua rol sisa lakban, dua buah gobang, dan sepeda motor sarana kejahatan para pelaku.

“Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun,” jelas Rifeld.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2McFeP3
May 27, 2019 at 03:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2McFeP3
via IFTTT
Share:

UGM tak Pernah Cabut Jabatan Guru Besar Amien Rais

Karena pencabutan jabatan guru besar merupakan kewenangan Kemenristekdikti.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan tidak pernah melakukan pencabutan atas jabatan guru besar dari politisi Partai Amanat Nasional (PAN) M Amien Rais. Karena hal itu merupakan kewenangan Kementerian Riset,Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

"Tidak pernah ada statement UGM mencabut guru besar (Amien Rais, Red), karena guru besar itu kewenangan Kemenristekdikti," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Iva Ariani saat dihubungi di Yogyakarta, Senin (27/5).

Iva menjelaskan bahwa statemen Ketua Dewan Guru Besar UGM Prof Koentjoro dalam acara Deklarasi Pesan Persatuan dan Perdamaian di Balairung, Gedung Pusat UGM, Jumat (24/5) sama sekali tidak menyebutkan adanya pencabutan jabatan guru besar. Statemen itu muncul setelah awak media menanyakan ihwal sikap UGM terhadap kontroversi kiprah politik Amien Rais.

Saat itu Koentjoro mengatakan bahwa jabatan guru besar merupakan jabatan fungsional akademik karena Amien Rais melaksanakan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi (mengajar, meneliti dan mengabdi kepada masyarakat). Namun, karena yang bersangkutan sudah pensiun maka jabatan itu hilang dengan sendirinya.

"Jabatan guru besar itu jabatan akademik, jadi hanya akan dipergunakan saat masih menjalankan kegiatan Tri Dharma. Sehingga kalau sudah pensiun dan tidak melaksanakan aktivitas akademik, maka guru besarnya sudah hilang," kata Koentjoro.

Saat ditanya mengenai sebutan profesor Amien Rais, Iva kembali merujuk ke jabatan guru besar. Sebutan itu bukan gelar melainkan jabatan fungsional akademik yang hanya berlaku saat yang bersangkutan masih menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Iva juga menegaskan bahwa sesuai data kepegawaian UGM tercatat status Amien Rais pensiun atas permintaannya sendiri. "Atas permintaannya sendiri," kata Iva.

Sebelumnya Rektor UGM Panut Mulyono juga mengatakan bahwa Amien Rais sudah tidak memiliki ikatan secara institusional dengan UGM karena yang bersangkutan telah pensiun. Panut berpendapat karena sudah pensiun maka semua yang dilakukan Amien Rais bukan tanggung jawab Universitas Gadjah Mada (UGM) melainkan tanggung jawab pribadi.

"Amien Rais sudah pensiun dari UGM, tidak ada lagi ikatan struktural. Apa yang beliau lakukan bukan tanggung jawab UGM, itu tanggung jawab pribadi," kata Panut dalam kesempatan yang sama dalam acara Deklarasi Pesan Persatuan dan Perdamaian di Balairung, Gedung Pusat UGM, Jumat (24/5).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WyamN6
May 27, 2019 at 03:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WyamN6
via IFTTT
Share:

Friday, May 24, 2019

Darmin: Tiket Pesawat Masih Berpotensi Dongkrak Inflasi

Kemenhub telah menurunkan tarif batas atas tiket pesawat sebesar 12-16 persen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, menyatakan kondisi harga tiket pesawat saat ini masih memiliki potensi untuk mendorong peningkatan laju inflasi. Sebab, penurunan harga tiket pesawat yang saat ini ditempuh maskapai tidak mengembalikan harga kepada posisi semula.

Darmin mengatakan, diantara kelompok barang yang memiliki andil inflasi, tarif tiket pesawat masih harus diantisipasi bersama. "Mungkin (inflasi bulan ini) akan ada dampak dari tiket pesawat. Memang dia sudah mulai turun, tapi tidak besar. Mahalnya tiket pesawat kan juga sudah sejak bulan-bulan sebelumnya," kata Darmin kepada wartawan di kantornya, Jumat (24/5). 

Pada April lalu, kelompok Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan mengalami inflasi sebesar 0,28 persen atau terbesar kedua setelah kelompok bahan makanan. Inflasi dari kelompok ini terutama dipicu sumbangan inflasi tiket peswat sebesar 0,03 persen. Kurun waktu April 2018 hingga April 2019, tiket pesawat telah mengalami inflasi sebesar 11 persen.

Kementerian Perhubungan pada awal bulan ini telah menetapkan kebijakan penurunan tarif batas atas (TBA) sebesar 12-16 persen. Keputusan itu kemudian diikuti seluruh maskapai dengan menurunkan tarif rata-rata 15 persen untuk rute domestik. Meski demikian, sejumlah pihak menilai,  walaupun tarif telah diturunkan tetap dirasa mahal oleh penumpang.

Sebab, penurunan tarif yang diikuti itu tidak sebanding dengan tingkat kenaikan signifikan tarif tiket pesawat yang terjadi sejak akhir tahun lalu. Darmin mengatakan, sebetulnya yang mesti menjadi perhatian bukanlah tingkat kenaikan atau penurunan harga suatu komoditas. Namun, seberapa besar pengaruhhnya terjadi kenaikan inflasi.

Dalam hal ini, Damin mengakui bahwa tiket pesawat untuk saat ini memiliki kontribusi yang besar. Terutama terhadap komponen pengeluaran biaya rumah tangga masyarakat. Komponen tiket pesawat, dikatakan Darmin, juga jauh lebih besar daripada komoditas bawang putih yang pada bulan lalu bahkan mengalami rata-rata kenaikan harga sebesar 35 persen.

"Boleh saja harga bawang putih naik sampai lebih dari 100 persen, tapi dalam porsinya pada pengeluaran rumah tangga, dia hanya 0,01 persen. Tiket pesawat ini agak besar," kata Darmin.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EvamD9
May 24, 2019 at 03:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EvamD9
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 14, 2019

Mengupas Sejarah Kuliner Pecel di Indonesia

Kuliner pecel di masa lampau merujuk pada teknik memasak melumuri atau menyiram.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Siapa yang tak kenal kuliner tradisional pecel? Hampir sebagian besar masyarakat terutama di Pulau Jawa tentu pernah melihatnya. Bahkan, beberapa di antara masyarakat pernah ada yang menyicipinya.

Antropolog dari Universitas Brawijaya (UB), Ary Budiyanto menjelaskan, kuliner pecel di masa lampau lebih sering merujuk pada teknik memasak seperti melumuri atau menyiram. Makna ini telah tertera dalam sejumlah tulisan kuno termasuk pada naskah Sanghyang Siksakanda Ng Karesian (nomor Kropak 630). Naskah ini ditulis sekitar 1440 Saka atau pada 1518 Masehi (M).

Menurut Ary, pecel dalam teks-teks kuno biasanya selalu disandingkan dengan ayam jadi. Beberapa penyebutannya seperti pecel ayam, pecel dhere atau babon muda. "Atau hayam danten dengan saus atau sambal yang berbahan salah satunya santan lalu dipanggang," kata Ary kepada Republika, Selasa (14/5).

Berdasarkan keterangan ini, saus atau sambal dalam kuliner tersebut kini dikenal dengan bumbu pecel. Alias, bumbu yang digunakan untuk kuliner pecel-pecelan. Atau, bisa juga bumbu siraman ayam untuk dipanggang.

"Jadi tidak ada hubungannya dengan pecel sayur kah? Nah begini cerita selanjutnya!" jelas Ary.

Sayuran yang disajikan mentah di abad kuno hingga Centhini lebih dikenal dengan nama lelawaran (lawar). Sementara sayuran matang (kukus/godog) dikenal hingga kini sebagai kuluban. Kuluban di sini serupa dengan istilah urapan, godhangan, atau meniran.

Di era kini, ia menambahkan, terdapat bahan sayur mentah di Jawa yang disebut trancam. Semua sesajian tersebut biasanya menggunakan parutan kelapa agak tua sebagai penyedap. Kadang parutan kelapa agak tua ini dikukus dahulu, baik hanya dicampur garam atau gula merah maupun terasi atau belacan.

Sementara untuk lawar biasa, kata dia, ini dicampur dengan darah. Kuliner ini masih mudah dijumpai di Bali sampai sekarang. "Jadi bilamana ada perubahan penyajian menjadi sayuran yang dilumuri atau siram dengan sambal pepecelan, itu adalah suatu proses yang wajar," jelasnya.

Menurut Ary, perubahan penyajian tak lepas ritual mengonsumsi pecel ayam/pitik/dhere. Kuliner ini biasanya disajikan bersama dengan lawar atau kuluban. Lalu apabila bahan ayam tidak tersedia, maka hanya kuluban dan bumbu pecel yang tersisa.

"Maka jadilah pecel jejanganan alias sayuran. Sambal atau saus bumbunya pun pastinya disebut juga dengan istilah bumbu pecel alias bumbu siram," ujar Ary.

Di sisi lain, Ary sendiri tak tahu persis bumbu pecel ayam sudah menggunakan kacang atau tidak di masa lalu. Namun di sini dia mencoba merujuk salah satu bumbu yang masih digunakan sampai saat ini. Antara lain serundeng atau parutan kelapa yang disangrai.

Serundeng di sini juga bisa berupa parutan kelapa yang ditumbuk halus. Bumbu ini diperuntukkan sebagai saus atau sambel lumuran. Atau, terkadang memakai tahi minyak kelapa alias blondo.

"Lalu darimana pastinya bumbu pecel kacang yang kita kenal itu berasal akarnya?" terang Ary.

Ary mengutarakan, sejak zaman kuno hingga masa Centhini terdapat masakan yang dikenal dengan rurujakan atau rujak. Kuliner ini bisa berbahan buah maupun sayur atau campuran keduanya seperti di rujak cingur. Menu ini biasanya berbumbu gula merah, bawang putih, kencur, daun jeruk purut, terasi atau petis, asam jawa dan garam.

"Dengan tambahan wijen, inilah yang mungkin nantinya berganti kacang menjadi asal muasal bumbu pecel kacang yang legendaris," tambahnya.

Di sisi lain, Ary berpendapat, bumbu pecel kacang bisa juga tercipta dari pengaruh luar negeri. Lebih tepatnya, pada perjumpaan saus kacang Portugis dengan menu serupa dari Cina. Saus kacang Cina menggunakan kecap dan/atau petis.

"Kemudian bertemu dalam dapur kuliner orang Jawa sehingga terciptalah: Karedok dan Kethoprak Betawi, Gado-gado, Tahu Tek Jawa Timuran, dan Tahu Gimbal Semarangan, atau varian kuliner lain yang dikenal dengan nama nasi/lontong tahu kecap," tegas Ary.

Kuliner-kuliner tersebut, menurut Ary, bisa jadi  bentuk pecel baru. Dengan kata lain, menu hibrid sekaligus kosmopolit di Jawa abad 19-an.  "Perlu diketahui pula ada kuliner yang telah lama hilang yakni plencing yaitu pecel sayur dengan bumbu rujak seperti di atas yang dikucurin jeruk pecel/nipis. Rujak cingur bisa jadi adalah varian dari inovasi semacam ini," terang Ary.

Selain itu, Ary juga menemukan catatan menarik lainnya terkait pecel. Dia menemukan, bahwa penjaja atau penjual rujak, urapan, dan pecel di masa dahulu biasanya satu paket. Dari sini, ia menduga, kalangan tersebut sebagai pencipta bumbu kacang untuk pecel sayur.

"Pecel sayur yang mungkin mulanya digado kemudian disajikan dengan teman lontong, kupat, atau nasi," jelas Ary.

Di kesempatan tersebut, Ary juga mencoba menjelaskan, waktu penyajian pecel di masa lampau. Berdasarkan naskah kuno, pecel dimasukkan sebagai makanan pesta. Hal ini bukan berarti tidak hadir dalam menu sehari-hari sehari-hari.

Menurut Ary, pesta ritual di kampung maupun kota pada masa kuno bisa menjadi mingguan, bahkan harian. Oleh sebab itu, pecel kemungkinan akan selalu hadir di sesajian pesta atau ritual. Apalagi, kata dia, pecel di Jawa dianggap salah satu uba rampe (perlengkapan--red) dalam selametan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VptqbE
May 14, 2019 at 03:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VptqbE
via IFTTT
Share:

Friday, May 10, 2019

Ramadhan dan Umat Terbaik

Dalam Al Imron: 110 predikat umat terbaik disematkan kepada umat Islam

Setiap Umat atau bangsa didunia ini pasti ingin menjadi umat terbaik, umat terkuat, terhebat, umat yang bisa mempengaruhi bangsa lain. Saat ini, sebutan umat terbaik itu biasanya dikaitkan dengan bangsa-bangsa eropa, Amerika atau Jepang dan negara-negara maju lainnya.

Karena memang negara-negara inilah yang saat ini menjadi acuan dalam segala hal. Sedang umat muslim, kondisinya justru berkebalikan. Umat muslim diberbagai belahan dunia saat ini justru dibelit banyak persoalan.

Masalah kemiskinan, kebodohan, hingga penjajahan yang tak kunjung berakhir seperti yang alami oleh muslim Palestina, yang Ramadhan tahun ini pun tidak tenang karena diteror oleh serangan Israel. Demikian pula umat Islam Uyghur, Rohingya dan yang lainnya. Astagfirullahaladzim..!!

Padahal  Jika kita baca dalam Al-qur’an dalam surat Al-Imron:110 justru predikat umat terbaik itu disandarkan oleh Allah kepada umat Islam. 

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Ali ‘Imran: 110).

Dalam Ayat ini, Allah tegas sekali menyebut umat Islam sebagai umat terbaik. Dan predikat umat terbaik itu memang terbukti pernah disandang oleh umat Islam masa lalu selama 13 abad lamanya. Dan hal ini banyak diakui oleh para sejarawan barat. 

Lalu mengapa mengapa predikat umat terbaik itu bisa disandang oleh umat Islam pada masa lalu?Hal itu karena Umat Islam adalah umat yang melakukan amar ma’ruf nahi munkar, selalu menjadi umat yang menyebarkan kebaikan dan mencegah dari kemunkaran dan senantiasa beriman kepada Allah.

Sayangnya, justru inilah yang hilang dari umat ini. Keimanan yang kuat yang menjadikan Allah satu-satunya dzat tempat bergantung dan satu-satunya dzat yang ditaati aturannya telah luntur. Umat Islam bahkan menjadi umat yang miskin idealisme dan mudah terbawa oleh budaya dan pemikiran yang tidak berasal dari Islam. Berbagai  gaya hidup dan pemikiran non Islam seperti sekuler, pluralisme, liberalisme justru digandrungi di negeri-negeri muslim. Inilah yang kemudian mencabut predikat umat terbaik dari Umat Islam.

Dibulan Ramadhan, bulan Al-qur’an dan Bulan taat ini, semangat untuk kembali kepada posisi terbaik itu harus dimunculkan. Pada bulan ini semangat perubahan pada umat Islam begitu terasa. Umat Islam berusaha meninggalkan hal-hal yang diharamkan dan melakukan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah.

Kita bisa melihat bagaimana antusiasnya umat Islam untuk sholat berjama’ah di masjid, shalat tarawih, tadarus, menjaga lisan dan tingkah laku serta berinfak dan bersedekah. Umat Islam pun sanggup meninggalkan aktivitas makan, minum, hubungan suami istri ketika mereka sedang berpuasa. Padahal hal-hal tersebut adalah sesuatu yang dimubahkan pada mereka diluar bulan Ramadhon.

Bahkan negarapun terus melakukan patroli untuk memastikan tidak ada aktivitas kemaksiatan dan tidak ada tempat hiburan yang buka di bulan Ramadahan. Artinya,  dibulan Ramadhan Umat Islam memiliki kesanggupan yang luar biasa untuk beribadah kepada Allah. 

Namun yang perlu mendapatkan perhatian adalah apakah aktivitas ibadah yang dilakukan selama sebulan penuh itu mampu mewujudkan perubahan yang hakiki pada 11 bulan berikutnya.

Mampukah bulan Ramadhan menguatkan keimanan umat Islam sehingga mengembalikan identitas mereka sebagai umat terbaik? Sebagai umat yang memiliki karakter sebagai agent perubahan yang selalu melakukan aktivitas amar ma’ruf nahi munkar.

Jika tidak, maka Ramadhan hanya akan menjadi aktivitas ibadah tahunan yang gagal mewujudkan tujuan dari ibadah puasa itu sendiri, sebagaimana Allah sampaikan di surat Al-baqarah 183 bahwa tujuan puasa adalah supaya kita meraih predikat takwa. Dan jika itu terjadi, maka kita harus risau jangan-jangan ibadah puasa kita hanya sebatas mendapat lahar dan dahaga saja. Na’udzubillahi min dzalik.

Karena itu, mari kita niatkan bulan Ramadahan kali ini sebagai momen perubahan bagi kita pribadi dan bagi umat Islam secara keseluruhan. Kita Ikatkan diri kita sepenuhnya kepada aturan Allah secara kaffah, mengamalkan dan menyebarkannya hingga Islam bisa diterapkan dalam kehidupan pribadi, masyarakat dan negara. Semoga dengan itu predikat umat terbaik bisa kita raih kembali.

Penulis: Yuniar Firdaus, S.Si, Praktisi pendidikan

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Jeu6iy
May 10, 2019 at 03:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Jeu6iy
via IFTTT
Share:

Thursday, May 2, 2019

Messi tak Suka Pendukung Barcelona Ejek Coutinho

Lionel Messi meminta fans Barcelona memberi dukungan kepada Coutinho.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lionel Messi mengkritik perlakuan pendukung Barcelona terhadap Philippe Coutinho. Pemain asal Brasil itu mendapatkan perlakukan tak ramah, kala Barcelona menghadapi Liverpool di leg pertama babak semifinal Liga Champions di Stadion Camp Nou, Kamis (2/5) dini hari.

Coutinho gagal tampil memukau melawan mantan klubnya dalam pertandingan itu. Coutinho akhirnya ditarik pelatih Barcelona Ernesto Valverde dan digantikan oleh Nelson Semedo di babak kedua. Usai pertandingan, Messi meminta para pendukung Blaugrana untuk lebih memberikan dukungan kepada Coutinho, dibandingkan memberikan perlakukan yang tak ramah.

"Ini adalah saat ketika kita harus lebih bersatu daripada sebelumnya, baik sebagai pemain dan penggemar. Ini bukan saatnya untuk mengkritik siapapun. Mencemooh Coutinho adalah perbuatan yang jelek. Kita harus bersama," tegasnya seperti dikutip dari Marca.

Terkait hasil pertandingan, Messi mengatakan timnya punya modal yang bagus untuk menghadapi Liverpool di leg kedua di Stadion Anfield.  "3-0 adalah hasil yang sangat bagus. Dasi tidak diputuskan karena kami akan ke stadion bersejarah dan itu akan banyak dituntut, tetapi kami sangat puas."

Mengomentari gol kedua pemain Argentina malam itu adalah tendangan bebas yang menakjubkan dan dia senang dengan bagaimana itu masuk. "Ini berjalan dengan sangat baik; saya melihat tempat itu dan cukup beruntung, di situlah tempat itu," kata Messi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2J9qTzF
May 02, 2019 at 03:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2J9qTzF
via IFTTT
Share:

Konser Silaturahmi, Maher Zain Sambangi Empat Kota Indonesia

Maher Zain akan gelar Konser Silaturahim di empat kota pada 22-29 Juni mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musisi Swedia Maher Zain segera kembali menyapa penggemarnya di Indonesia. Pria 37 tahun kelahiran Lebanon itu menggelar "Konser Silaturahmi Maher Zain" di empat kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Solo.

Konser yang merupakan kolaborasi promotor 165 Organizer dan Sound Rhythm itu akan digelar pada 22 sampai 29 Juni. Rangkaian pertunjukan musik yang dihelat dalam suasana Lebaran itu turut didukung oleh ESQ Leadership Center.

Seperti biasa, Zain akan menghadirkan lantunan suara merdu, lagu dengan lirik teduh, serta aransemen musik yang kental nuansa religi. Dia juga bekerja sama dengan musisi Indonesia, yaitu band religi Wali dan kelompok musik Sabyan Gambus.

"Konser Silaturahmi Maher Zain akan meleburkan tiga napas religi dari tiga generasi yang berbeda dalam satu benang merah yang sama, yaitu silaturahmi yang fitri," ungkap perwakilan promotor lewat pernyataan resminya.

Konser di Jakarta dan sekitarnya bertempat di ICE BSD City (22 Juni), sementara pertunjukan di Bandung, Jawa Barat berlokasi di Eldorado (24 Juni). Konser Surabaya berlangsung di Dyandra Convention Center (27 Juni). Konsernya berakhir di Hotel Alila Solo (29 Juni).

Informasi lengkap dan pembelian tiket dapat diakses melalui situs http://bit.ly/2JfVsUF. Harga tiket berkisar dari Rp 500 ribu sampai Rp 1,75 juta, belum termasuk pajak pemerintah dan biaya administrasi tiket.

Awal 2019, Zain diganjar penghargaan Double Platinum Award di Indonesia. Sebelumnya, dia juga mendapatkan Multiple Platinum Award di Indonesia dan Malaysia. Penyanyi religi yang telah mendunia itu memiliki basis penggemar di banyak negara.

Tidak hanya bermusik, Zain juga dikenal sebagai sosok yang banyak terilibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Pada 2013, dia berkolaborasi untuk menggalang donasi bagi korban angin puting beliung di Filipina.

Zain juga melakukan konser untuk memberikan dukungannya bagi penduduk Suriah, serta menggalang donasi untuk membangun irigasi air bagi penduduk Afrika. Pesan positif tidak hanya disampaikan lewat lagu, tetapi juga tindakan dan kepribadiannya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IZX7OT
May 02, 2019 at 03:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IZX7OT
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 1, 2019

Adu Kuat di Venezuela, Uni Eropa Serukan Semua Pihak Tahan Diri

Di ibu kota Caracas terjadi bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan.

Pimpinan oposisi yang mengangkat dirinya menjadi presiden transisi, Juan Guaido, hari Rabu (1/5) kembali menyerukan kepada para pendukungnya untuk turun ke jalan dan ramai-ramai menolak kekuasaan Nicolas Maduro.

Seruan itu pertama kali dikeluarkan hari Selasa kemarin (30/4) dan diikuti oleh ribuan warga Venezuela. Guaido menyebut aksi jalanan itu sebagai "operasi pembebasan".

"Hari ini, para serdadu dan patriot yang berani, warga yang menjunjung konstitusi, mengikuti seruan kami," kata Guaido dalam pernyataan video yang disebarkan lewat Twitter dan media sosial lain.

Selasa malam, di ibu kota Caracas terjadi bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan yang masih mendukung Maduro. Sekitar 70 orang diberitakan luka-luka. Mengenai para serdadu yang mendukung Juan Guaido, Nicolas Maduro mengatakan: "Para pengkhianat ini nanti akan merasakan sendiri konsekuensinya."

Solusi politik, bukan senjata

Menteri luar negeri Jerman Heiko Maas menerangkan, pemerintah Jerman tetap mendukung pimpinan oposisi Juan Guaido. Namun krisis di Venezuela tidak boleh diselesaikan dengan senjata.

"Kami ingin agar dilakukan pemilu baru di Venezuela dan karena itu tetap mendukung Juan Guaido. Yang tidak kami inginkan adalah, kalau sampai senjata yang berbicara. Kita perlu solusi politik, bukan senjata," kata Heiko Maas lewat Twitter.

Saat ini Menlu Jerman itu sedang melakukan kunjungan ke Amerika Selatan, antara lain ke Brasil, Meksiko dan Kolumbia. Presiden Brasil Jair Bolsonaro juga bereaksi lewat Twitter dan menulis, dia mendukung "peralihan demokratis" di Venezuela.

Kantor Kepresidenan menyebutkan, beberapa serdadu Venezuela kini mencari perlindungan di Kedutaan Besar Brasil di Caracas dan mengajukan permohonan suaka politik. Media Brasil melaporkan, ada sekitar 25 serdadu yang berlindung di gedung Kedutaan Brasil itu.

hp/ts (dpa, afp, rtr)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2J6BhrV
May 01, 2019 at 03:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2J6BhrV
via IFTTT
Share:

Thursday, April 25, 2019

Panggilan dari Jogokariyan

Masjid Jogokarian berdiri menjadi pusat pemberdayaan umat.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Fitriyan Zamzami

Tahun lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla berkisah soal pertemuannya dengan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz. Saat itu, dalam upaya mengesankan Sang Raja, Jusuf Kalla yang juga ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) memaparkan soal jumlah masjid di Indonesia yang setidaknya mencapai 800 ribu bangunan.

Jusuf Kalla kemudian berhitung, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, berarti ada sekitar satu masjid untuk 200 orang. Sementara masjid-masjid di Indonesia, jarak satu sama lain kerap tak sampai 500 meter saja.

Statistika dari hitung-hitungan kasar itu barangkali terasa wajar saja mengingat Indonesia memang negara mayoritas Muslim yang jumlahnya terbanyak di dunia. Tapi mari tengok satu dari ratusan ribu masjid itu yang berdiri di Yogyakarta.

Ketua majelis syura takmir masjid tersebut, Ustaz Muhammad Jazir, baru saja didapuk sebagai salah satu Tokoh Perubahan Republika 2018, pada Rabu (24/4) malam. Peran tak biasa masjid yang ia kelola bersama takmir-takmir lain jadi alasan penganugerahaan itu.

Masjid Jogokariyan yang ia kelola dahulu berdiri di "lahan panas", lokasi yang pernah ditinggali simpatisan komunis. Perlahan, seturut pergeseran keagamaan warga sekitar, masjid itu jadi pusat pemberdayaan.

Sebulan dua kali, sebanyak 380 KK warga miskin di sekitar masjid disantuni sembako. Mereka juga dapat kartu ATM beras yang bisa "dicairkan" kapan saja butuh dari ATM beras di masjid yang buka 24 jam. Pengurus RT-RW setempat, terlepas dari agama yang mereka peluk, dibayarkan premi asuransi kesehatan dari kas masjid itu.

Puluhan rumah warga miskin di sekitar masjid direnovasi tiap tahunnya. Usaha kecil seperti angkringan, didukung modalnya dan mampu menambah penghasilan puluhan keluarga. Warga yang terjerat rentenir dibebaskan dari hutang. Ada poliklinik gratis yang memberi layanan kesehatan kepada lebih dari 1.830 KK. Sebentar lagi, melalui program lantai dua, warga miskin akan ditampung dan diberdayakan.

Dengan rupa-rupa program pemberdayaan itu, kas masjid justru terus melonjak jumlahnya. Mulanya hanya puluhan juta per tahun, kini mencapai hampir Rp 2 miliar. Wajar saja, meski tak sebegitu mewah bangunannya, jamaah masjid tersebut membeludak hampir di semua waktu shalat. Kajian lintas mazhab tak jarang digelar di masjid yang memang tak dikhususkan untuk satu aliran Islam tertentu itu.

Masjid Jogokariyan menunjukkan sejatinya potensi masjid di Indonesia. Ia bisa jadi sarana pemberdayaan, pengentasan, bahkan layanan kesehatan dan pendidikan gratis.

Yang dilakukan di Masjid Jogokariyan tersebut bukannya tanpa preseden. Bahkan, demikianlah juga Masjid Nabawi pada masa Rasulullah. Saat itu, di bagian utara (belakangan dipindah setelah kiblat berganti) Masjid Nabawi ada sekutip wilayah yang diatapi pelepah kurma. Di bawah atap itu, sehari-hari tinggal puluhan kaum papa dan para pencari ilmu.

Mereka hidup dari sedekah makanan warga Madinah yang lebih banyak rezeki. Rasulullah kerap terlihat duduk-duduk dan mengobrol dengan mereka. Sebab hidup di bawah bayang-bayang pelepah kurma, mereka dipanggil Ahlul Suffah. Sahabat Rasulullah, Abu Hurairah --salah satu yang terbanyak merawikan hadits-- adalah salah satu penghuni Suffah tersebut. Saat ini lokasi tersebut ditandai pagar keemasan tak jauh dari Rawdhah di Masjid Nabawi.

Nah, sekarang bayangkan jika sebagian saja, apalagi seluruh masjid dari 800 ribu yang berdiri di Indonesia bisa seperti itu. Tak hanya jadi rumah ibadah, tapi juga pusat-pusat pemberdayaan. Tempat kaum papa bisa membawa diri mereka keluar dari hidup yang tak mudah. Tempat yang tak berpunya bisa mendapatkan pengobatan cuma-cuma. Tempat seluruh garis pemikiran umat, bahkan dari luar agama Islam, bisa merasa nyaman di dalamnya.

Tentu ada masjid-masjid lain di Indonesia yang menempuh jalan Jogokariyan. Tapi kita paham tak sedikit juga yang sekadar mewah bangunannya. Dapat sumbangan dalam jumlah besar dari donatur dalam negeri maupun mancanegara, tetapi kerap hanya untuk memperindah dan meninggikan bangunan. Sementara kaum papa di sekitar tetap tak mendapat perhatian.

Tak bisa begitu lagi. Tak perlu menunggu rezim berganti, kebaikan bisa disebar dengan berpusat di masjid-masjid. Tak perlu menunggu program dan rerupa kartu yang dibagikan pemerintah, umat Islam punya segala kemampuan untuk secara mandiri mengangkat saudara-saudara mereka yang ditimpa kemalangan. Masjid Jogokariyan sudah membuktikan, hal itu bisa dilakukan secara berkesinambungan. Sudah saatnya masjid-masjid lain menjawab panggilan yang diserukan dari Jogokariyan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GGyqV7
April 25, 2019 at 03:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GGyqV7
via IFTTT
Share:

Monday, April 22, 2019

Lima Pertemuan Terakhir Tottenham Hotspur Vs Brighton

Spurs berpeluang kunci kemenangan sekaligus memperlebar jarak dari pesaing terdekat.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perebutan posisi empat besar klasemen Liga Primer Inggris semakin ketat. Setidaknya empat tim saling jegal demi mengamankan tiket lolos ke Liga Champions musim depan.

Kali ini Tottenham Hotspur akan memanfaatkan laga versus Brighton Hove Albion untuk mengunci kemenangan sekaligus memperlebar jarak dari pesaing terdekat. Liga Primer sudah memasuki pekan ke-35, tuan rumah Tottenham akan menjamu tamunya tim papan bawah Brighton di Tottenham Stadium, Rabu (24/4) dini hari WIB.

Berikut lima pertemuan terakhir Tottenham Vs Brighton :

22-09-2018 Brighton 1-2 Tottenham

17-04-2018 Brighton 1-1 Tottenham

13-12-2017 Tottenham 2-0 Brighton

29-10-2014 Tottenham 2-0 Brighton

08-01-2005 Tottenham 1-0 Brighton

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Gvnicr
April 22, 2019 at 03:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Gvnicr
via IFTTT
Share:

Sunday, April 21, 2019

Kapal Khusus Ternak Jaga Kualitas Daging

Kapal khusus angkutan ternak memperhatikan prinsip animal welfare.

REPUBLIKA.CO.ID,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementerian Pertanian (Kementan) Fini Murfiani mengatakan pengiriman sapi melalui penyelenggaran kapal khusus ternak membuat kualitas ternak dapat terjaga dari tempat asal hingga ke wilayah tujuan konsumsi.

Menurutnya, pengangkutan dan pengiriman sapi selama ini melalui jalur darat dan laut. Kedua medium tersebut memiliki karakteristik berbeda dari sisi perlakuan dan prosedur. Menurutnya, penyelenggaraan kapal khusus angkutan ternak memperhatikan prinsip animal welfare karena menciptakan kondisi nyaman bagi hewan ternak dalam masa pengangkutan dan pengiriman.

“Selain itu juga, dampak kapal ternak ini juga dapat meminimalisasi penyusutan bobot ternak. Kan sering ada kasus kematian karena penanganan hewan ternak yang nggak layak di atas kapal,” kata Fini dalam keterangan pers yang diterima Republika.co.id, Ahad (21/4).

Fini menjelaskan, keberadaan kapal khusus angkutan ternak juga merupakan upaya tindak dari rekomendasi Lembaga Pengembangan (Litbang) KPK terkait perbaikan tata niaga komoditas strategis daging sapi. Menurutnya, Litbang KPK menilai pengankutan ternak antarpulau dengan kapal laut selama ini didominasi oleh beberapa pelaku usaha.

Dia menjabarkan, KPK merekomendasikan tersedianya alat angkut sapi yang dapat dimanfaatkan oleh banyak pihak dan memenuhi kaidah animal welfare. Dari rekomendasi tersebut disebutkan juga mengenai dibangunnya sarana dan prasarana loading-un loading di pelabuhan muat dan pelabuhan tujuan.

“Adanya kapal ternak ini dapat mengurangi waktu tempuh dan diharapkan dapat menghemat biaya,” kata dia,” kata dia.

Menurutnya, pengadaan kapal khusus angkutan ternak dilakukan oleh pemerintah termasuk pemberian subsidi biaya pengangkutan (ongkos tambang). Selain itu, kata dia, fasilitas yang tersedia di kapal khusus ternak adalah bongkar muat, asuransi, pakan dan air minum ternak selama pelayaran, dan pelayanan penanganan ternak.

Dia menjelaskan, pemanfaatan muatan balik masih belum dioptimalkan. Hal tersebut mengakibatkan biaya operasional atau tarif yang tinggi sehingga perlu pengembangan  distribusi yang melibatkan pemerintah daerah dan para pelaku usaha antarwilayah. “Harapannya kami ingin menciptakan pertumbuhan ekonomi antarwilayah dari tol laut ini,” kata dia.

Keberadaan kapal khusus ternak dapat dimanfaatkan pada arus balik untuk mengangkut bahan pakan ternak dari Pulau Jawa ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Biaya angkutan pakan buatan pabrik pun jika diangkut kapal ternak jauh lebih murah karena memanfaatkan arus balik dengan tarif muatan relatif murah.

Namun, kata dia, pada musim kemarau ketersediaan bahan pakan ternak di Provinsi NTT cenderung terbatas. Untuk mengantisipasi kekurangan tersebut, perlu dipasok bahan pakan ternak dari daerah sumber pakan ternak. Adapun sumber bahan pakan ternak cukup melimpah di beberapa daerah di Pulau Jawa sehingga bahan pakan ternak dapat dimuat di Pelabuhan yang disinggahi kapal.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PkRxH4
April 21, 2019 at 03:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PkRxH4
via IFTTT
Share:

Sunday, April 14, 2019

Orang Tua Tiang Utama Pendidikan Karakter Abad 21

Peran orang tua tidak bisa diabaikan dalam mendidik karakter anak

Dalam sebuah diskusi di forum komunitas menulis mencuat sebuah  pertanyaan, “Proyeksi pendidikan karakter abad 21, bagaimana cara yang paling efektif untuk menerapkan pada peserta didik tentang pendidikan karakter ini?”

Pertanyaan mendasar ini menjadi topik diskusi yang hangat. Para sahabat pemerhati pendidikan karakter se-Indonesia yang terlibat dalam diskusi saat itu sangat antusias memunculkan gagasan demi gagasan, yang apabila diurut tak satu pun ada yang salah. Sebuah gagasan menarik saat diksuksi pendidikan karakter tersebut diurai, yakni cara terbaik untuk menerapkan proyeksi pendidikan abad 21  adalah dengan modeling, pembiasaan, evaluasi dan apresiasi.

Semua sepakat empat hal tersebut harus dilakukan orang tua, para guru, seluruh civitas akademika di sekolah, serta masyarakat. Namun fakta di lapangan membuktikan kendala penanaman  proyeksi pendidikan karakter abad 21 tersebut berasal dari rumah.

Banyak hal yang menyebabkan ini terjadi, di antaranya kurangnya tingkat pendidikan orang tua, orang tua sangat sibuk, bahkan sampai memiliki sikap tak acuh dan beranggapan segalanya beres diurus oleh sekolah. Mereka berfikir untuk apa disekolahkan dan harus menambah iuran sebagainya.

Namun apakah ke empat kendala itu  akan dibiarkan begitu saja? Arus globalisasi kian deras, kemerdekaan berbicara, kemerdekaan berbuat sudah tidak terbendung. Perang ujaran setiap detik terjadi di media sosial. Siapakah yang harus menjadi tiang utama dalam proyeksi ini?

Memproyeksi pendidikan karakter abad 21 harus secara menyeluruh. Di samping guru dan pihak sekolah, justru peran orang tualah yang paling utama. Sekolah adalah mitra dan fasilitator dalam  proyeksi tersebut.

Jika mendapati orang tua yang kurang dalam tingkat pendidikan, tidak peduli dan sebagainya sekolah sebagai institusi pendidikan harus langsung mengambil alih. Ambil bagian untuk  memfasilatasi terselenggaranya Sekolah Orang Tua (SOT) atau Kelas Orang Tua (KOT) dianggap perlu dalam menanamkan proyeksi pendidikan karakter abad 21 ini. Mengapa penting pendidikan untuk  orang tua?

⦁    Orang Tua menjalankan 8 FUNGSI dalam keluarga, yaitu fungsi (1) agama; (2) sosial; (3) cinta kasih; (4) perlindungan; (5) ekonomi; (6) pendidikan; (7) pelestarian lingkungan; dan (8) reproduksi

⦁    Keterlibatan peran orang tua dan masyarakat dalam pengelolaan sekolah dan proses pembelajaran, untuk mencegah perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma susila dan nilai moral (Renstra Kemdikbud, hal. 79).

⦁    Orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk: (a) mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak; (b) menumbuh-kembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya; (c) mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak; dan (d) memberikan pendidikan karakter dan penanaman nilai budi pekerti pada anak. (UU RI NO.35 Tahun 2014 Pasal 26 ayat 1).

Berbagai penelitian telah membuktikan orang tua memiliki andil yang sangat besar dalam perkembangan kemampuan anak dalam lingkup pendidikan. Salah satu penelitian yang dilakukan Krishna Y. Smith (2011) dalam disertasinya yang berjudul The Impact of Parental Involvement on Student Achievement telah menunjukkan keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan dapat meningkatkan pencapaian prestasi belajar peserta didik baik dalam kemampuan moral maupun intelektual. Yang paling mendasar dalam keterlibatan ini adalah, saling memberikan keteladanan (model), menanamkan pembiasaan positif. Saling mengevaluasi dalam pengawasan serta memberikan apresiasi.

Dimensi pendidikan karakter abad 21 memiliki tiga komponen utama, yakni karakter, kompetensi, dan literasi. Karakter terdiri dari dua bagian, yaitu karakter moral dan karakter kinerja. Karakter moral meliputi iman, taqwa, jujur, dan rendah hati. Sedangkan karakter kinerja meliputi kerja keras, tangguh dan ulet. Memberikan keteladan dalam penanaman kedua karakter ini haruslah seimbang.

Adapun dalam hal kompetensi yang harus dimiliki oleh peserta didik adalah memiliki daya berpikir kritis, memiliki kreativitas, dapat berkomunikasi dengan baik serta dapat bekerja sama. Selanjutnya adalah kemampuan berliterasi.

Kemampuan berliterasi adalah pengembangan karakter yang akan lebih menguatkan nilai diri peserta didik. Literasi baca, literasi budaya, literasi teknologi, dan literasi keuangan. Peserta didik yang literat menjadi amunisi ampuh lahirnya genenasi emas di tahun 2045 yang diperoyeksikan melalui pendidikan karakter abad 21 ini.

Yang terpenting sekolah harus terus mencari upaya untuk terbangunya keterlibatan ini. Bentuk keterlibatan orang tua dan kerja samanya dengan pihak sekolah dapat terbangun jika seluruh pihak memainkan perannya. Eipstein (2002) telah mengembangkan sebuah rangkaian enam tipe keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak. Enam tipe tersebut, di antaranya adalah pengasuhan (parenting), komunikasi (communicating), relawan (volunteering), pembelajaran di rumah (learning at home), membuat keputusan (decision making), serta kerja sama dengan komunitas (collaborating with the community).

Penerapan ke enam tipe Eipstein di atas dapat digambarkan sebagai berikut ;

1.    Pengasuhan (parenting), keluarga membantu menyiapkan lingkungan kondusif untuk belajar.  Dapat pula dilakukan dalam bentuk mengadakan pertemuan dengan setiap orang tua peserta didik di awal semester dan akhir semester. Hal ini pun juga dapat didukung dengan sekolah yang mengadakan seminar parenting untuk para orang tua/wali, agar dapat terbangun pemahaman yang sama di antara seluruh keluarga akan pentingnya menyiapkan lingkungan belajar yang kondusif.

2.    Komunikasi (communicating), komunikasi instensif antara pihak sekolah dan orang tua dalam rangka  mensosialisasikan program-program sekolah serta progres perkembangan peserta didik selama berada di sekolah.  .

3.    Relawan (volunteering), mengajak orang tua peserta didik untuk menjadi relawan dalam aktivitas mengajar di kelas (guru tamu), administrator sekolah maupun mengadakan les-les tambahan bagi peserta didik serta program pengembangan diri lainnya.

4.    Pembelajaran di rumah (learning at home), hal ini dapat diwujudkan dengan cara memberikan kepada orang tua informasi tugas apa saja yang diberikan kepada peserta didik dan bantuan apa saja yang diperlukan peserta didik ketika berada di rumah. Kegiatan ini disebut juga proyek bersama orang tua (work with parent). Alangkah baiknya setiap kegiatan berbasis proyek/tugas diberikan di awal semester oleh pihak sekolah dalam bentuk satuan tugas semester (handout)

5.    Membuat keputusan (decision making), hal ini dapat diwujudkan dengan membentuk komite sekolah atau organisasi yang terdiri dari para orang tua peserta didik. Orang tua peserta didik diajak untuk ikut serta menjadi relawan dan mendukungan setiap program pengembangan sekolah.

6.    Kerja sama dengan komunitas (collaborating with the community) kegiatan ini dapat berupa pengadaan kerja sama dengan komunitas-komunitas pengembangan minat dan bakat yang disertai dengan partisipasi orang tua dan seluruh peserta didik.

Tidak ada kata terlambat dalam  membangun kembali sinergi bersama orang tua melalui program sekolah orang tua (SOT)/ kelas orang tua (KOT) yang merupakan tiang utama dalam memproyeksi tiga dimensi pendidikan katakter di abad 21 ini. Semoga kelak lahir generasi best yang diharapkan.

“Jika Anda ingin mengontrol hasilnya, Anda juga harus mengontrol prosesnya”. (Harvey Makcay, 1955:222)

“Jika namamu ingin tersimpan dalam hati mereka, maka mulailah masuk ke dunia mereka mulai hari ini, bukan nanti” (Sz).

TENTANG PENULIS

SUSILOWATI. Perintis gerakan literasi sekolah dan staf pengajar di SMA IT Insan Cendekia Gunung Geulis Kabupaten Bogor.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KBtSU8
April 14, 2019 at 03:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2KBtSU8
via IFTTT
Share:

Saturday, April 6, 2019

IPB Masuk 100 Besar Dunia Pengelolaan SDGs

IPB mendorong proses bisnis yang kondusif dan menciptakan inovasi yang mendukung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Institut Pertanian Bogor (IPB) masuk pada jajaran 100 besar dunia untuk pengelolaan Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan berdasarkan Times Higher Education (THE) University Impact Rangkings. Data ini diumumkan pada Rabu (3/4) lalu.

Direktur Program Internasional IPB, Iskandar Zulkarnaen Siregar, mengatakan sistem perankingan baru ini dikembangkan tidak hanya melihat output riset seperti jumlah publikasi internasional yang dipandang bias. Tetapi juga aspek stewardship seperti penggunaan sumber daya yang dimiliki secara adil dan seimbang.

"Serta aspek outreach yang mencakup pelibatan stakeholder dalam bekerja sama dari program dan kegiatan yang dilaksanakan suatu perguruan tinggi dengan basis bukti, sehingga dampaknya terlihat dan dapat diukur dari kriteria SDGs yang digunakan," kata Iskandar dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (6/4).

Sementara itu, Rektor IPB Arif Satria mengatakan metodologi pemeringkatan yang dilakukan oleh lembaga independen tersebut baru pertama kali ada. Pemeringkatan ini mengakomodir aspek tridarma perguruan tinggi, tidak hanya terbatas pada kualitas riset dan pengajaran.

"Dalam hal inovasi, IPB terus mendorong proses bisnis yang kondusif dan menciptakan ekosistem inovasi yang mendukung. Selama dua tahun berturut-turut (2017-2018) IPB mendapatkan penghargaan Widyapadhi dari Kemenristekdikti," kata Arif.

Penghargaan tersebut adalah Penghargaan Widyapadhi yang merupakan anugerah untuk mengapresiasi prestasi perguruan tinggi dalam membangun sistem inovasi. Salah satu infrastruktur yang saat ini sedang dikembangkan adalah IPB Science Techno Park.

"Selain itu, IPB juga telah mempersiapkan payung hukum insentif bagi para investor, sehingga pembagian manfaat berupa royalti dapat diimplementasikan secara adil dan proporsional," kata dia.

Menurutnya, IPB secara konsisten terus melakukan perbaikan program Green Campus maupun pembinaan desa sekitar kampus. IPB juga aktif melakukan riset terkait iklim. Salah satu pusat studi yang sangat aktif di antaranya adalah Center for Climate Risk and Opportunity Management in Southeast Asia Pasific (CCROM SEAP) yang salah satunya bekerja sama dengan lembaga National Institute for Environmental Studies (NIES), Jepang.

Di level ASEAN, IPB terus berperan aktif dalam riset dan advokasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui pembentukan Regional Fire Management Resource Center-Southeast Asia Region (RFMRC-SEA) di Fakultas Kehutanan IPB. Infrastruktur riset internasional seperti CRC990/EFForTS, REDD+, FOREST 2020 juga merupakan salah satu fokus riset dan terkait erat dengan iklim dalam rangka menyediakan landasan ilmiah bagi penyusunan berbagai strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2uRTbWY
April 06, 2019 at 03:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2uRTbWY
via IFTTT
Share:

Thursday, April 4, 2019

Konsultasi Syariah: Zakat Tanah dan Bangunan

Jika tanah/bangunan digunakan untuk tempat tinggal, tidak wajib dizakat.

REPUBLIKA.CO.ID, Diasuh Oleh: Dr Oni Sahroni, Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI

Assalamualaikum wr wb.

Ustaz, gedung beserta tanahnya yang idle, tetapi nilai ekonomisnya berkembang apakah wajib dikeluarkan zakatnya atau tidak? Mohon penjelasan Ustaz!

Hanafi - Solo

---

Waalaikumussalam wr wb.

Jika menelaah referensi klasik dan kontemporer maka akan menemukan dua pendapat para ulama dan ahli fikih kontemporer terkait zakat gedung dan tanah idle ini.

Pendapat pertama, gedung dan tanah yang idle itu wajib dizakati jika memenuhi kriteria berikut.

(A) Nilai aset mencapai minimum (nishab) 85 gram emas dengan tarif zakat 2,5 persen. (B) Dikeluarkan setelah melewati 12 bulan (haul). (C) Tanah dan bangunan tersebut tidak digunakan untuk kebutuhan primer/kebutuhan asasinya, seperti sebagai tempat tinggal. (D) Aset tersebut bernilai, berkembang, dan berpotensi jadi modal.

Oleh karena itu, apabila tanah tersebut diperuntukkan sebagai tempat tinggal atau kebutuhan primer lainnya atau tidak berkembang, seperti tidak layak jual dan harga yang tidak berkembang maka tidak wajib dizakat.

Pendapat kedua, sebagian ahli fikih berpendapat bahwa aset tersebut tidak wajib zakat karena tidak ada pernyataan sahabat dan hadis Rasulullah yang menegaskan bahwa aset tersebut itu wajib dizakati.

Penulis berpendapat bahwa pendapat pertama lebih kuat dengan dengan maqashid syariah berdasarkan alasan dan dalil berikut. Pertama, dianalogikan dengan zakat emas dan perak karena keduanya (emas dan bangunan tanah) aset yang berkembang (memenuhi illat qabbiliyatu lin nama') karena berkembang dan naik harganya.

Seseorang yang memiliki emas batangan 90 gram, misalnya, jika telah melewati satu tahun, harus ditunaikan zakatnya sebesar 2,5 persen dari nilai emas tersebut walapun emas tersebut disimpan di rumah dan tidak jadi modal maka begitu pula dengan aset rumah (dengan tanahnya) yang dimiliki jika mencapai syarat tersebut.

Kedua, menurut tradisi masyarakat dan pasar saat ini, bangunan seperti properti telah dijadikan sebagai aset investasi yang bisa berkembang dan menghasilkan manfaat (benefit) karena bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi. Oleh karena itu, tidak sedikit yang berinvestasi dengan membeli rumah karena harga tanah terus naik dan melebihi kenaikan harga emas, terutama di daerah-daerah perkotaaan.

Ketiga, firman Allah, "Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu." (QS At-Taubah: 34-35).

Menimbun yang dilarang dalam ayat tersebut di atas itu termasuk juga membiarkan aset-aset yang seharusnya produktif, tetapi menjadi tidak produktif. Oleh karena itu, membiarkan aset-aset, seperti tanah, bangunan, dan emas, sehingga tidak berkembang itu dilarang dalam Islam karena menghambat investasi, termasuk menjadikan aset itu idle (menganggur) dan tidak dikembangkan (tidak dijadikan aset investasi). Termasuk juga memiliki aset-aset yang seharusnya berkembang tetapi tidak dikembangkan, seperti memiliki tanah dan bangunannya yang hanya digunakan untuk kebutuhan pelengkap.

Keempat, hadis Rasulullah sebagaimana diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Nabi SAW bersabda, "Kembangkanlah (dagangkanlah) harta anak-anak yatim, sehingga tidak termakan oleh zakat." (HR Thabrani dalam kitab al-Ausath dengan sanadnya sahih).

Juga sebagaimana diriwayatkan dari Umar ra bahwa beliau berkata, "Kembangkanlah harta anak-anak yatim, sehingga tidak termakan oleh zakat." (HR Ad Daruquthni dan Baihaqi, beliau berkata sanadnya sahih).

Hadis tersebut menegaskan bahwa aset seperti emas yang tidak dijadikan modal investasi itu wajib zakat (jika mencapai nishab dan haulnya) karena menjadi aset yang berkembang.

Semoga Allah SWT memudahkan setiap ikhtiar kita dan memberkahinya. Wallahu a'lam.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Udk07j
April 04, 2019 at 03:06PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Udk07j
via IFTTT
Share:

Toure Berharap Bonucci Minta Maaf pada Moise Kean

Kean yang merupakan rekan setim Bonucci mendapat perlakukan rasialis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pesepak bola asal Pantai Gading Yaya Toure mengkritisi pernyataan bek Juventus Leonardo Bonucci terkait insiden yang dialami Moise Kean. Sebelumya, Kean yang merupakan rekan setim Bonucci mendapat perlakukan rasialis dari penggemar Cagliari.

"Saya pikir dia harus minta maaf kepada rekan setimnya itu (Kean), dan kepada anggota tim secara keseluruhan," ujar Toure kepada Gazzetta dan BBC, dikutip dari Football Italia, Kamis (4/4).

Juventus dan Cagliari bertemu pada pekan ke-30 Serie A. Kean turut mencetak gol di Sardegna Arena, Rabu (3/4) dini hari WIB. Hasil akhir si Nyonya Tua menang 2-0. Namun insiden kemenangan Bianconeri ternoda oleh aksi kurang fan terpuji tuan rumah.

Usai pertandingan, Bonucci yang diwawancarai sebuah stasiun televisi mengatakan tak hanya pendukung Cagliari yang melakukan kesalahan. Menurut dia, selebrasi Kean juga memicu kemarahan ultras Gli Isolani.

Bonucci mengatakan kesalahan itu berimbang. Menurut Bonucci, Kean tidak boleh memprovokasi penonton. Sebaliknya penonton tidak harus bereaksi demikian.

Yaya Toure heran mendengar hal itu. "Saya pikir ini skenario terburuk dalam sepak bola, ketika rekan setim menyerang Anda. Itu tidak dapat dipercaya. Anda bayangkan betapa sakitnya saya, melihat hal-hal seperti itu," kata sosok yang bergelimang gelar bersama Barcelona dan Manchester City..

Toure mengaku tidak berniat mengatakan hal buruk kepada Bonucci. Ia hanya ingin eks kapten AC Milan itu menyadari kekeliruannya.

Sebab, lumrahnya seorang rekan setim harus merasakan apa yang dialami temannya. Apalagi ini kasus yang terus mencederai sepak bola.

Bonucci kemudian menilai ucapannya disalahartikan. Bek tim nasional Italia itu mengecam semua tindakan yang berbau rasialisme.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FMv2Gr
April 04, 2019 at 03:06PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FMv2Gr
via IFTTT
Share:

Tuesday, March 26, 2019

Menpan RB Tegaskan Hak Politik ASN Hanya Ada di Bilik Suara

ASN dilarang kampanye memberikan dukungan kepada peserta pemilu.

REPUBLIKA.CO.ID, SUMEDANG -- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Syafruddin menyatakan, hak politik Aparatur Sipil Negara (ASN) hanya ada di bilik suara untuk memberikan hak pilih. ASN dilarang kampanye memberikan dukungan kepada peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

"ASN punya hak politik di bilik suara saja," katanya usai kuliah umum di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (26/3).

Ia mengatakan, sesuai peraturan bahwa ASN tidak boleh ikut berpolitik praktis dengan melakukan kampanye memberikan dukungan kepada peserta pemilu, salah satunya dalam pemilihan presiden. Bahkan, lanjut dia, ASN juga tidak diperbolehkan berpolitik praktis di media sosial, karena khawatir pemerintahan akan kacau karena ASN tidak netral.

"Sangat tidak diperbolehkan, karena nanti menjadi sebuah ironis sekali ketika berpolitik," kata Syafruddin.

Ia menambahkan, segala persoalan yang menyangkut dengan ASN akan ditangani oleh pimpinannya masing-masing. ASN, kata dia, punya kode etik dalam menjalankan tugasnya, termasuk aturan tidak boleh berpolitik dengan melakukan kampanye dalam pesta demokrasi ini.

"Soal aturan ini terbuka dan tertutup," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2U9DEQO
March 26, 2019 at 03:06PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2U9DEQO
via IFTTT
Share:

Wednesday, March 20, 2019

Pemkab Indramayu Segera Miliki Command Centre

Pemprov Jawa Barat akan membantu pendirian command centre tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID,  INDRAMAYU – Pemkab Indramayu bakal segera memiliki ruang command centre. Pemprov Jawa Barat pun akan membantu pendirian command centre tersebut.

Hal itu terungkap dari kegiatan survei rencana tempat command centre yang dipusatkan di dalam ruangan eks wakil bupati Indramayu, Selasa (19/3). Survei itu dihadiri langsung oleh Bupati Indramayu, Supendi, dengan Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Barat, Setiaji. Hadir pula Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, Aan Hendrajana.

Bupati Indramayu, Supendi, meminta agar Diskominfo Kabupaten Indramayu menyiapkan secara matang segala kebutuhan untuk pendirian command centre. Dia tak ingin ada kekurangan yang muncul di saat command centre sudah berdiri.

''Persiapkan dari sekarang, baik kebutuhannya, perencanaannya, jangan sampai command centre nanti justru kosong,’’ kata Supendi.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Barat, Setiaji, menilai, rencana pendirian command centre di Kabupaten Indramayu sudah siap karena memiliki konektivitas internet dan jangkauan CCTV. Bahkan hal itu tersebar di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Indramayu, maupun di sejumlah titik di Indramayu.

Setiaji menambahkan, jika Command Centre Kabupaten Indramayu sudah resmi berdiri, maka Diskominfo Provinsi Jawa Barat akan memberikan bantuan internet khusus. Internet itu bersifat rahasia karena menyangkut data pemerintah daerah.

Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, Aan Hendrajana menjelaskan, pengelolaan dan kinerja command centre Kabupaten Indramayu nantinya akan dimonitor dan dipantau secara langsung oleh bupati Indramayu.

‘’Seperti misalnya kondisi kinerja atau pelayanan di setiap SKPD dan OPD, info lalu lintas, info bencana dan berbagai peristiwa masyarakat lainya,’’ kata Aan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HLdTzB
March 20, 2019 at 03:06PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HLdTzB
via IFTTT
Share:

Wednesday, March 13, 2019

Yuk, Mulai Peduli Terhadap Rambu Lalu Lintas

Banyak warga memarkir kendaraan di depan Stasiun Pasar Senen meski ada rambu

Meskipun rambu dilarang berhenti sudah banyak dipasang di berbagai tempat, namun nampaknya masyarakat kita masih saja sering melanggar rambu-rambu tersebut. Salah satunya adalah di depan Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat beberapa hari lalu.

Kendaraan-kendaraan mulai dari mobil pribadi, motor, dan bajaj BBG sering kedapatan berhenti di area tersebut. Hal ini menyebakan jalan di depan Stasiun Pasar Senen agak tersendat.

Walaupun tak begitu parah, tetapi tetap mungkin mengganggu bagi masyarakat yang melewati jalan tersebut. Penulis tidak ingin menyalahkan siapa-siapa, tetapi ingin mengajak kepada seluruh masyarakat untuk sadar dan taat akan rambu lalu lintas. 

Sehingga hal-hal buruk seperti ini bisa kita selesaikan dan minimalkan tanpa harus melibatkan banyak pihak.

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HvseQt
March 13, 2019 at 03:06PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HvseQt
via IFTTT
Share:

Monday, February 11, 2019

In Picture: Pagar Pembatas yang Menghalangi Zebra Cross Dibongkar

Petugas membongkar pagar yang menghalangi zebra cross di kawasan Pinang Ranti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Petugas sudin bina marga membongkar pagar yang menghalangi zebra cross di kawasan Pinang Ranti, Jakarta, Senin (11/2).

Ujung zebra cross yang terhalang oleh pagar pembatas trotoar tersebut sempat viral dimedia sosial karena menggangu kenyamanan para pejalan kaki yang meyebrang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Sp45C6
February 11, 2019 at 03:06PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Sp45C6
via IFTTT
Share: