Showing posts with label 2018 at 07:04PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 07:04PM. Show all posts

Sunday, December 9, 2018

Ribuan KTP-El Tercecer di Jaktim, Ini Temuan Awal Polisi

Ribuan KTP-el ditemukan di Kelurahan Pondok Kopi, Jakarta Timur, pada Sabtu (8/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur mendalami kasus tercecernya KTP-elektronik (KTP-el) kedaluwarsa di sekitar Jalan Bojong Rangkong, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Sabtu (8/12). Berdasarkan informasi yang diperoleh, KTP-el yang tercecer tersebut berjumlah sekitar 2.000 buah yang dimasukkan dalam karung berukuran 20 kilogram (kg) di mana 63 di antaranya dalam keadaan rusak.

"KTP-KTP itu belum sempat didistribusikan karena saat itu muncul kasus KTP-el sehingga sempat terkendala dalam pembuatan KTP-el maupun distrubusi KTP-el. Tapi yang jelas ini benar keluaran Dukcapil yang harusnya dihancurkan karena sudah habis masa berlakunya," ucap Kapolres Metro Jakarta Timur, Komisaris Besar Polisi Tony Surya Putra, Ahad (9/12).

Ada 10 saksi yang sudah diperiksa terkait pendalaman ini. Sebagian besar KTP-el tersebut, disebutkannya sudah habis masa berlakunya pada tahun 2016, 2017 dan 2018.

"Kami masih mendalami kasus ini, untuk menyelidiki apakah ada pelaku yang membuang sengaja atau tidak," kata Tony.

"Karena itu kami belum bisa menentukan pelanggarannya apa, karena saat ini masih dalam pemeriksaan. Nanti jika sudah didapatkan pelakunya, akan ketemu pelanggarannya," ujar Tony, melanjutkan.

Sebelumnya, penemuan KTP-el oleh anak-anak yang sedang bermain bola di area persawahan Jl Bojong Rangkong, Pondok Kopi, Duren Sawit, ini dilaporkan sekitar pukul 13.30 WIB oleh pihak RW ke polisi. Saat diperiksa oleh warga setempat, KTP itu ditemukan dalam kondisi tidak terpotong-potong dan terisi dengan data pribadi warga. Meski demikian, sebagian KTP ditemukan dalam kondisi rusak dan tidak terbaca tulisannya.

Dari hasil perhitungan di Mapolsek Duren Sawit, awalnya jumlah KTP-el disebut sebanyak 1.706 buah. "1.706, sudah kita hitung. Dari Kelurahan Pondok Kelapa seluruhnya," ujar Kapolsek Duren Sawit Komisaris Polisi Parlindungan Sutasuhut, Sabtu (8/12).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2GgFz0m
December 09, 2018 at 07:04PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2GgFz0m
via IFTTT
Share:

Friday, December 7, 2018

Jokowi comments on banner mentioning him as PKI minion

Provocative banners bearing 'Jokowi is PKI minion' found in Tanah Abang on early Dec.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — President Joko Widodo (Jokowi) commented on the provocative banner that said he is  ‘antek PKI’ or Indonesia Communist Party (PKI) minion. He streesed that he would not remain silent with the slander.

“Many issues that say President Jokowi is PKI and even recently there are many similar banners. I’ve been patient during these four years. I didn’t respond to it, but now I have to answer,” Jokowi said during the opening of the National Jamboree of the Indonesian Military and National Police's Son Daughter Communication Forum (FKPPI) at Ragunan Campground, Jakarta, on Friday (Dec 7).

He has explained for many times that he is not a PKI member. Jokowi said PKI has been dissolved in 1965, while he was born in 1961, so he was 4 years old at that time.

“I was 4 years old at that time, is there a toddler became a PKI member?” Jokowi added.

Jokowi asked the method of politics through accusations and slanders, also hate speeches to be stopped. He said those ways actually damage the democracy. He also assessed the slander to him was unethical and uncivilized ways.

“On social medias there are pictures of me and PKI chairman DN Aidit in 1955, it makes no sense and needs to be explained to people,” Jokowi said.

He said he has to straighten out every issue and slander because around nine million people trust that information. Jokowi said there was survey that showed at least nine million people believed in this slander.

Earlier, there were banners found in Tanah Abang, Central Jakarta that included a picture of Prabowo Subianto - Sandiaga Uno pair and logos of their supporting political parties. On the right side of the banner some hashtags were seen, one of those is 'Jokowi with PKI'.

According to Election Supervisory Board (Bawaslu) DKI Jakarta, an investigation related to the banner will be conducted. The banners installed in Tanah Abang area, Central Jakarta have been removed on last Tuesday (Dec 4).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Ejux8t
December 07, 2018 at 07:04PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Ejux8t
via IFTTT
Share:

Sunday, November 25, 2018

Pendidikan Modal Utama dalam Pembangunan Bangsa

Indonesia masih tertinggal dengan negara-negara lain, salah satunya Malaysia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua DPD RI, Letjen TNI Marinir (Purn) Dr Nono Sampono SPi MSi menjelaskan saat ini Indonesia tidak boleh hanya bergantung pada sumber daya alam (SDA) dalam pembangunan untuk mewujudkan kemakmuran bangsa. Indonesia lebih membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif dalam persaingan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang maju dan besar.

Dalam acara Festival Beasiswa Nusantara yang digelar di Komplek Parlemen sejak hari sabtu kemarin, Nono Sampono mengatakan pendidikan merupakan modal utama bagi Indonesia dalam menghadapi bonus demografi tahun 2020-2030. Dalam kurun waktu 3-13 tahun ke depan Indonesia akan memiliki banyak sekali sumber daya manusia (SDM) yang tengah berada pada puncak usia produktif.

Oleh karena itu DPD RI bersama pemerintah akan berupaya untuk mencetak generasi yang memiliki pendidikan yang tinggi sebagai SDM yang kompetitif. “Dengan bonus demografi kedepan yang kita dapatkan, kalau diisi orang-orang yang berkualitas, tentunya yang diuntungkan adalah negara dan bangsa,” ucapnya di Gedung Nusantara IV, Ahad (25/11).

Senator asal Provinsi Maluku ini menjelaskan saat ini proporsi SDM dengan kualifikasi pendidikan tinggi di Indonesia hanya 7,2 persen dari angkatan kerja. Hal tersebut menunjukkan Indonesia masih tertinggal dengan negara-negara lain, salah satunya Malaysia yang mencapai lebih dari 20 persen.

Nono melihat di daerah-daerah masih banyak masyarakat yang belum memiliki pendidikan yang cukup untuk menghadapi persaingan global. Oleh karena itu, DPD RI sebagai wakil daerah selalu berjuang untuk menyiapkan SDM-SDM yang berkualitas di seluruh daerah.

Salah satunya adalah melalui acara Festival Beasiswa Nusantara yang dikerjasamakan dengan bersama Asosiasi Dosen Indonesia dan Forum Rektor Indonesia. “Dan kita tahu pendidikan adalah salah satu yang paling utama. Karena pendidikan yang akan menjawab. Dengan lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas yang unggul, mampu menghadapi tantangan global, maka negara, khususnya daerah akan semakin maju,” imbuhnya.

Nono Sampono menambahkan, dalam menciptakan SDM yang kompetitif juga membutuhkan sistem pendidikan yang unggul di Indonesia. Jika tidak, maka bidang pendidikan akan selalu menghadapi persoalan. Selain tidak tercetaknya SDM yang berkualitas, juga akan menciptakan daerah yang serba T, yaitu tertinggal, terbelakang, dan menimbulkan kemiskinan.

Oleh karena itu, dirinya mengajak seluruh komponen untuk turut serta dalam membangun dunia pendidikan di Indonesia. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga semua lembaga dan perusahaan harus memiliki kepedulian atas pendidikan untuk Indonesia yang lebih maju.

“Kita harus membangun kesadaran bersama, semua komponen, agar dunia pendidikan kita semakin berkualitas menjangkau persaingan global. Ada standar-standar internasional yang harus kita miliki. Bukan hanya ilmu saja, tetapi fasilitas pendukung juga harus ada,” tegas Nono.

Sementara itu, dalam sambutannya Ketua Umum Asosiasi Dosen Indonesia (ADI), Dino Patti Djalal, menjelaskan nasib sebuah negara berada pada masyarakatnya. Untuk dapat maju, sebuah negara harus memiliki SDM yang kompetitif. Menurutnya SDM yang kompetitif adalah yang memiliki ilmu, jaringan, watak, dan peluang. Dirinya juga meminta agar generasi muda Indonesia untuk dapat selalu inovatif. Karena itu adalah kunci dari masa depan Indonesia.

“Tiongkok menjadi negara dengan ekonomi terbesar di dunia karena mereka memiliki Inovasi, sama seperti Jepang dan Korea yang bisa maju. Bagaimana kita bisa mencetak anak-anak muda yang menjadi inovasi dan raja inovasi di negaranya sendiri. Kedepannya akan ada perang dagang, perang ekonomi, tetapi yang terpenting adalah talent war. Perang memperebutkan talent berkualitas,” kata Dino.

Dalam acara tersebut, juga terdapat pembagian beasiswa. Diantaranya diberikan kepada Umar Warpete dari STAIN Alfatah Jayapura, dan Desi Safriana dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zq1hZC
November 25, 2018 at 07:04PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zq1hZC
via IFTTT
Share: