Showing posts with label 2018 at 05:43AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 05:43AM. Show all posts

Saturday, December 22, 2018

Minuman yang tak Boleh Dikonsumsi Pelaku Diet Saat Sarapan

Diet akan sia-sia jika seseorang mengkonsumsi makanan dan minuman yang salah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kehilangan berat badan membutuhkan kombinasi yang baik dari makan sehat dan olahraga. Tetapi, diet akan sia-sia jika seseorang mengkonsumsi makanan dan minuman yang salah.

Banyak orang sering percaya kunci mengurangi berat badan adalah menumpuk sebanyak mungkin buah dalam makanan. Namun, jika mengkonsumsinya dalam bentuk yang salah, maka diet akan gagal.

Jus kemasan mungkin menjadi minuman klasik di pagi hari untuk menemani sarapan. Tetapi, itu pilihan yang buruk bagi orang yang ingin menurunkan berat badan.

Seperti yang dilansir dari Express, Sabtu (22/12), jus buah kemasan mengandung gula. Jus tersebut juga rendah nutrisi sebab nilai gizi semakin memburuk jika telah diproses pada suhu yang lebih tinggi. Ini berarti konsumen sudah memasukkan dosis tinggi kalori dan gula, bahkan sebelum mereka memasukkan makanan sarapan.

Ahli diet terdaftar Isabel Smith menyarankan agar mengkonsumsi jus segar, jus peras dingin, atau jus pasteurisasi buah dan sayuran saat sarapan. Jus jenis itu mengandung lebih banyak nutrisi dan lebih sedikit gula.

“Carilah jus yang memiliki dua sayuran untuk setiap buah yang termasuk dalam minuman,” kata Smith.

Atau sebagai gantinya, ganti jus buah kemasan dengan air atau teh tanpa pemanis. Ada banyak teh herbal lezat yang tersedia di pasaran.

Namun, jika menginginkan rasa buah yang manis dalam minuman, peras jeruk ke dalam air soda. Selanjutnya, ada beberapa makanan sarapan yang juga bisa membuat diet sia-sia jika tidak hati-hati.

Misalnya, yogurt mungkin tampak seperti pilihan yang sehat. Tetapi, jika sudah diberi rasa sebelumnya, yogurt akan mengandung banyak sirup dan gula tambahan.

Pilihlah yogurt biasa karena akan meningkatkan kinerja pencernaan. Yogurt dapat ditambahkan dengan buah-buahan dan kacang-kacangan.

Yogurt rendah lemak juga harus dihindari karena memiliki lebih banyak gula. Ini akan berubah menjadi lemak dan mengendap di dalam tubuh. Produk rendah lemak juga sering penuh dengan pengawet buatan, perasa, dan pewarna.

Selain itu, pelaku diet sebenarnya perlu mengkonsumsi lemak. Tetapi mereka harus memastikan lemak yang santap berasal dari sumber sehat seperti alpukat dan salmon.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UYWveS
December 23, 2018 at 05:43AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UYWveS
via IFTTT
Share:

Saturday, November 24, 2018

5 Kebiasaan Orang Indonesia Ketika Belanja Daring

Lebih dari 50 persen orang Indonesia belanja melalui ponselnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Client Solution Manager Facebook Indonesia, Ernest Ferdian, mengungkap riset yang dilakukan Facebook tentang kebiasaan orang Indonesia saat berbelanja online. Ernest menyebut bahwa orang Indonesia adalah mobile shopper.

"Mereka sudah tidak banyak melihat dari desktop, tapi banyak dari mobile phone," ujar dia di sela temu media Festival Belanja Online (FBO) di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selain kecenderungan berbelanja lewat mobile, Ernest juga mengungkapkan hal ini. Berikut lima kebiasaan orang Indonesia saat berbelanja daring.

Belanja daring lewat mobile

Kebiasan orang Indonesia yang cenderung berbelanja lewat mobile, menurut Ernest, didorong oleh pertumbuhan smartphone di Indonesia. "Kita tahu sendiri Indonesia adalah Android market," kata dia.

Hal ini juga berarti bahwa ecommerce atau pun startup harus memperhatikan tampilan di mobile phone, mobile site atau mobile apps. "Yang masih fokus ke desktop, mulai saatnya berpikir untuk fokus ke mobile. Pada 2018, menurut survei kami, hampir 53 persen berbelanja melalui mobile phone," ujar Ernest.

Ernest juga mengungkapkan bahwa penggunaan ponsel dalam belanja daring juga meningkat sesbesar 20 persen tahun ke tahun. Dari segi demografi usia, hampir 90 persen yang menggunakan ponsel adalah para milenial dengan rentang usia 18-34 tahun, yang merupakan target dari para pelaku ecommerce.

Belanja daring jelang makan siang

Survei Facebook juga mencatat bahwa hampir sekitar 75 persen orang berbelanja ketika waktu luang. "Paling besar ketika makan siang. Pagi sebelum makan siang juga lebih besar dibanding sore. Turun pada jam 5 sore, naik mulai dari jam 6 sore hingga puncaknya jam 8 malam, setelah itu turun lagi," kata Ernest.

Belanja daring di hari kerja

Berbeda dari negara-negara lain yang cenderung berbelanja di akhir pekan, survei Facebook menyebutkan bahwa orang Indonesia biasa berbelanja di hari kerja. "Perbandingannya weekday dan weekend hampir sekitar tiga kali lipat," ujar Ernest.

Puncak belanja daring di Indonesia, menurut survei, berada pada hari Kamis. "Weekend turun, mulai naik ketika Senin, Selasa, Rabu, puncaknya Kamis," kata Ernest.

Belanja daring di akhir tahun

Survei Facebook juga menyatakan bahwa belanja daring di Indonesia meningkat pada pertengahan Desember. Hal ini berbeda dari negara-negara lain yang mencapai puncak pada bulan November.

"Yang menarik global, lebih ke bulan November, saat Thanks Giving, di Indonesia mundur di pertengahan Desember," ujar Ernest.

Meski demikian, kecenderungan peningkatan belanja daring sudah mulai terlihat pada bulan Oktober. "Pada Oktober sudah 7 persen mulai belanja. Sebanyak 31 persen orang mengatakan bahwa mereka berbelanja di bulan November, tapi memang puncaknya di Desember, sekitar 50 persen," kata Ernest.

Tidak berhenti pada pertengahan Desember, Ernest mengatakan, jumlah belanja daring akan meningkat saat memasuki akhir tahun.

Mencari insipirasi barang di medsos

Orang Indonesia juga cenderung menemukan barang atau mencari inspirasi barang untuk dibeli lewat media sosial. Sekitar 82 persen lewat Facebook dan 86 persen lewat Instagram.

Oleh karena itu, Ernest mengatakan bahwa para pelaku ecommerce disarankan meningkatkan keterikatan dengan pelanggannya lewat ucapan di media sosial disertai dengan banner atau gambar yang menampilkan pengalaman liburan.

Selain itu, berdasarkan survei, orang Indonesia juga biasanya membandingkan harga terlebih dahulu sebelum akhirnya berbelanja daring. "Karena untuk Indonesia harga sangat penting," ujar Ernest.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2AjMXl7
November 25, 2018 at 05:43AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2AjMXl7
via IFTTT
Share: