Showing posts with label 2019 at 03:40PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 03:40PM. Show all posts

Tuesday, May 28, 2019

Royal Safari Garden Gelar Bukber dan Santunan Anak Yatim

Kegiatan santunan anak yatim dari Royal Safari ini adalah sebagai sarana berbagi.

REPUBLIKA.CO.ID, CISARUA -- Managemen Royal Safari Garden menggelar acara buka puasa bersama (bukber) dan pemberian santunan kepada anak yatim yang berdomisili di sekitar Cisarua dan Megamendung. Acara ini berlangsung di Bale Banjar Royal Safari Garden Resort, Cisarua, Bogor, Senin (27/5).

General Manager Royal Safari Garden, Lies Yuwati, mengatakan kegiatan bukber dan santunan anak yatim ini rutin di adakan setiap tahun di bulan Ramadhan. Untuk tahun ini mengusung tema "Spirit Ramadhan untuk Menuju Wonderfull Royal Safari Garden", karena tahun 2019 dan 2020 Royal Safari Garden memiliki beberapa produk unggulan baru di antaranya yang dilihat di bagian depan adalah new dome yang lebih megah dengan nama "Dome New Icon Puncak".

Dome New Icon Puncak mengusung konsep elegan dan savana pada lobi utama dan restoran. Harapannya produk baru ini bisa disambut gembira oleh para pelanggan dan calon pelanggan dari Royal Safari Garden.

Diharapkan pula dari kegiatan santunan anak yatim ini adalah sebagai sarana berbagi, dimana secara komersil kegiatan Royal Safari Garden sudah dilakukan setiap hari. "Tapi kita juga harus berbagi, mengingat dan membantu mungkin ada adik adik kita,anak anak kita yang tidak seberuntung kita nasibnya," ujar Lies Yuwati seperti dalam siaran persnya, Selasa (28/5).

Selain dihadiri anak-anak yatim piatu dari panti asuhan di sekitar Cisarua dan Megamendung, acara ini juga dihadiri oleh Direktur Taman Safari Indonesia (TSI) Jansen Manansang, karyawan Royal Safari Garden, Kapolsek dan Danramil setempat, para tamu undangan, juga tokoh masyarakat sekitar.

Lies Yuwati juga mengatakan program santunan di Royal Safari Garden ini dalam setiap tahunnya dilakukan beberapa kali. Bukan hanya di bulan Ramadhan saja tapi ada juga program CSR yang lain.Lies juga berharap acara seperti ini bisa terus di lakukan.

Menyinggung mengenai okupansi hotel menjelang lebaran di daerah puncak, Lies mengatakan untuk okupansi saat lebaran bisa dibilang hampir rata-rata hotel dari bawah sampai atas pasti memetik panen. Sampai hari ini untuk lebaran kamar yang di booking sudah mencapai 50 persen lebih. Ia optimistis di waktu akhir menjelang lebaran pasti akan bertambah banyak tamu yang menginap.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VVvtV4
May 28, 2019 at 03:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VVvtV4
via IFTTT
Share:

Monday, May 27, 2019

Denny: Biarkan Saya Diserang, Saya tak akan Beberkan Bukti

Denny Indrayana menyebut kuasa hukum Prabowo akan beberkan bukti pada 14 Juni.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Salah satu Kuasa Hukum tim Prabowo-Sandi di Mahkamah Konstitusi (MK) Denny Indrayana mengaku saat ini sedang diserang secara personal di media sosial.

Namun ia mengaku tidak masalah, dan tetap tidak akan membeberkan bukti kuat kecurangan hingga persidangan MK digelar pada 14 Juni mendatang.

"Enggak papa (diserang), saya tidak akan sampaikan (bukti) sekarang. Kalau sampaikan sekarang, ibarat bayi bisa prematur, belum saatnya lahir. Waktu 'lahirnya' nanti pada saat 14 Juni, akan kami sampaikan," kata Denny Indrayana kepada wartawan, Senin (27/5).

Jadi kalau sekarang dipaksa untuk membeberkan bukti, bahkan sampai diserang secara personal, ia tegaskan tidak ada masalah. "Sekarang kita ajak saja berdiskusi atau cukup dengarkan saja, bukti-bukti dan argumentasinya pada saat 14 Juni nanti," ujarnya.

Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM era SBY ini menyebut selain bukti, pihaknya juga menyiapkan strategi argumentasi yang kuat dan matang untuk meyakinkan para hakim MK.

Argumentasi itu, jelasnya, bukan yang sekarang berkembang di media sosial. Ia memastikan argumen dan substansi gugatan yang berkembang saat ini, seolah dari kubu 02, hanya dugaan saja.

"Kalau dari kami argumentasi, substansi gugatan dan bukti yang akan dipaparkan, tunggu nanti. Yang sekarang beredar ini kan dugaan-dugaan semua, bukan dari tim kuasa hukum," terangnya.

Rencana persidangan pertama gugatan pemilu presiden akan dimulai pada 14 Juni 2019 mendatang. Rencananya pada 14 Juni tersebut pemeriksaan pendahuluan, akan diperlihatkan apa yang akan menjadi gugatan tim kuasa hukum 02, Prabowo-Sandi.

Apa saja dalil dan bukti adanya kecurangan akan disampaikan di pemeriksaan pendahuluan tersebut. "Karena itu tunggu saja pada 14 Juni mendatang, kalau sekarang apa saja argumentasi dan buktinya, masih terlalu prematur disampaikan," tegas Denny.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2X44qbs
May 27, 2019 at 03:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2X44qbs
via IFTTT
Share:

BSMI Santuni Keluarga Korban Meninggal Aksi 22 Mei

Santunan diberikan kepada keluarga Harun Rasyid dan Adam Noor Ryan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) memberi santunan kepada keluarga korban kerusuhan di Jakarta 22 Mei silam. Ketua Umum BSMI Djazuli Ambari memberikan bantuan dan santunan kepada keluarga almarhum Harun Rasyid di Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta dan keluarga almarhum Adam Noor Ryan di wilayah Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat.

Djazuli menerangkan, BSMI akan memberikan santunan kepada keluarga semua korban meninggal pada kejadian di Jakarta beberapa waktu lalu. Santunan yang diberikan berupa uang tunai dan bingkisan sembako untuk menyambut hari raya Idul Fitri 1440 H.

"Semoga dengan sedikit santunan, bisa membantu keluarga yang ditinggalkan. Semakin bertambah sabar karena ditinggal anggota keluarga yang dicintai," papar Djazuli dalam keterangannya, Senin (27/5).

Djazuli menyebut saat kunjungan ke keluarga almarhum Adam Noor Ryan, nampak keluarga besar cukup tegar dan ikhlas menerima kepergiaan Ryan yang masih berusia 19 tahun. Sementara, kondisi berbeda dialami keluarga besar Harun Rasyid yang masih berusia 15 tahun.

Kakak almarhum masih depresi dan sangat terpukul kehilangan Harun yang masih duduk di bangku SMP. "BSMI menyarankan pendampingan profesional untuk keluarga para korban terutama yang menunjukkan gejala depresi. Kami berdoa semoga kelurga almarhum dikuatkan dan diberikan ketabahan," papar Djazuli.

Djazuli menyebutkan, BSMI fokus pada aksi-aksi kemanusiaan terlepas dari latar belakang sebuah aksi yang terjadi. Ia menegaskan, jika dalam sebuah peristiwa jatuh korban, maka BSMI terpanggil untuk membantu menyelamatkan korban karena panggilan kemanusiaan.

"Tim BSMI sebelumnya juga membantu merawat korban luka dan bekerjasama dengan rumah sakit dalam mengirim dan merawat korban. Kami memegang prinsip selamatkan satu jiwa sambung seribu asa. Satu-satunya motif kami adalah kemanusiaan," ujar dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EATJ9b
May 27, 2019 at 03:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EATJ9b
via IFTTT
Share:

Saturday, May 25, 2019

Banjir Bandang di Lebak, Dompet Dhuafa Terjunkan DMC

DMC Dompet Dhuafa menurunkan lima relawan dengan mobil operasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 59 rumah di Kecamatan Sajira dan Muncang diterjang banjir bandang. Merepons hal itu, Koordinator lapangan DMC Dompet Dhuafa, Gugun menjelaskan, Sabtu (25/5), pihaknya langsung terjun ke lokasi kejadian.

Banjir bandang tersebut disebabkan oleh hujan deras yang berlangsung pada pukul 16.00-19.00 WIB, Rabu (22/5). Banjir bandang tersebut telah menghanyutkan sebuah bangunan majelis taklim, empat bangunan pondok pesantren, dan dua bilik bangunan MCK (Mandi Cuci Kakus). Banjir juga merendam sebuah Madrasah Ibtidaiyah dan memutus dua jembatan desa. Meskipun demikian, dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Sebanyak 309 jiwa mengungsi di rumah sanak keluarganya. Disediakan pula tempat pengungsian di Kantor Desa Margaluyu. Sedangkan, DMC Dompet Dhuafa telah mendirikan posko di Cibeurih, Margaluyu, Sajira, Lebak, Banten.

Meskipun banjir telah surut. Kejadian tersebut meninggalkan lumpur, sampah, kayu gelondongan. Tim DMC Dompet Dhuafa segera membersihkan lumpur sisa banjir bandang. Koordinator lapangan DMC, Gugun menjelaskan, pihaknya juga akan membantu mendistribusikan barang-barang kebutuhan masyarakat.

Dalam Membantu para korban banjir bandang, DMC Dompet Dhuafa menurunkan lima relawan dengan mobil operasional. Selain itu, tim DMC juga berkoordinasi dengan lembaga lain untuk mendata kebutuhan rumah sementara (rumtara) bagi korban yang kehilangan rumah.

"Saat ini para korban banjir bandang membutuhkan pakaian, makanan siap saji, selimut, air bersih, terpal, peralatan memasak serta, hygiene kit," ujar Gugun.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MiFcFc
May 25, 2019 at 03:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MiFcFc
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 21, 2019

Produsen Bakpia Naikkan Produksi Hingga 5 Kali Lipat

Saat lebaran permintaan bakpia meningkat hingga lima kali lipat.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pelaku usaha kecil menengah di Kampung Pathuk, Kecamatan Ngampilan, Kota Yogyakarta, yang memproduksi bakpia bersiap menyambut libur Lebaran 2019. Mereka meningkatkan produksi hingga lima kali lipat.

"Ada dua jenis bakpia yang kami produksi, yaitu bakpia kering dan basah. Untuk bakpia kering, biasanya ada kenaikan permintaan hingga 25 persen dibanding hari biasa tetapi untuk bakpia basah bisa meningkat empat hingga lima kali lipat,"  kata perajin bakpia di Kampung Pathuk Ngampilan Sumiati, Selasa (21/5).

Menurut Sumiati, rata-rata produksi bakpia setiap hari mencapai sekitar 50 hingga 100 dus bakpia isi 20 biji. Saat libur Lebaran akan terjadi kenaikan produksi mencapai 400 hingga 500 dus setiap hari.

Sumiati mengatakan, untuk saat ini masih menggencarkan produksi bakpia kering karena memiliki daya tahan yang lebih lama dibanding bakpia basah yang berisi kumbu kacang hijau. Bakpia kering mampu bertahan selama tiga hingga empat pekan.

Produksi bakpia basah, lanjut dia, baru akan digencarkan mulai H-1 Lebaran hingga sepanjang libur Lebaran. Bakpia basah hanya memiliki daya tahan paling lama sekitar satu pekan.

"Konsumen biasanya meminta bakpia yang dibeli masih dalam kondisi baru. Jadi, kami pun harus menyesuaikan waktu produksi," kata Sumiati yang juga menjadi Ketua Koperasi Sumekar yaitu koperasi yang mewadahi perajin bakpia di Kampung Pathuk.

Sesuai kondisi pada libur Lebaran tahun lalu, Sumiati mengatakan, puncak permintaan bakpia akan terjadi pada H+2 hingga H+5 Lebaran dan akan berangsur turun hingga H+10 Lebaran. Sumiati dan anggota Koperasi Sumekar tidak akan menaikkan harga yaitu tetap Rp 24 ribu per dus isi 20 biji bakpia.

"Saya biasanya tidak menaikkan harga saat libur panjang, Lebaran atau akhir tahun. Jika ada kenaikan, paling tidak terlalu banyak sekitar 2.000 per dus," katanya.

Mengenai kebutuhan bahan baku seperti tepung terigu, kacang hijau, gula pasir, dan minyak goreng, Sumiati mengatakan masih bisa diperoleh dengan mudah dan harganya stabil.  Sementara itu, untuk 65 anggota Koperasi Sumekar dengan total 35 merek bakpia, Sumiati mengatakan, rata-rata biasanya membutuhkan sekitar lima kilogram hingga 10 kilogram tepung terigu untuk kebutuhan produksi.

Satu kilogram tepung terigu bisa dimanfaatkan untuk memproduksi 200-250 biji bakpia. "Kami tetap fokus untuk memproduksi bakpia kacang hijau yang menjadi ‘best seller'' dan dipastikan laku. Kami tidak menyiapkan rasa khusus menyambut Lebaran. Kami khawatir rasa baru tersebut justru tidak diminati," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HF0JT6
May 21, 2019 at 03:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HF0JT6
via IFTTT
Share:

Thursday, May 9, 2019

Bawaslu: Temuan C1 di Menteng tak Ganggu Rekapitulasi

Bawaslu tetap menyiapkan data-data C1 untuk melakukan konsolidasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Mochamad Afifuddin, mengatakan temuan dua kotak berisi formulir  C1 di Menteng, Jakarta Pusat,  tidai akan mengganggu rekapitulasi pemilu nasional. Meski demikian,  Bawaslu tetap menyiapkan data-data C1 untuk melakukan konsolidasi hasil pemungutan suara. 

"Harusnya begitu (tidak mengganggu rekapitulasi nasional). Sebab (C1) kan sudah terkoreksi. Kan kalau C1 basisnya TPS.  Jadi saat ini (rekapitulasi) sudah lewat tingkat kecamatan, kemudian kabupaten, sekarang sedang diprovinsi (rekapitulasi provinsi). Nah mekanisme koreksi (data C1) kan di situ," ujar Afif kepada wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/5).

Meski demikian, menurut Afif C1 bisa digunakan sebagai bukti untuk sengketa hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi  (MK). Afif mengungkapkan, ada sejumlah pihak yang memegang formulir C1.

"Nanti para pihak itu akan buktikan mana yang benar. Harusnya sama ya barang yang dipegang sama saksi dan pengawas. Nah saat ini kami sendiri mengkonsolidasikan hal itu.  Sebab kan data itu (rekapitulasi) masih jalan di provinsi. Meskipun belum tentu dibuka tapi teman-teman pengawas siapkan itu jika nanti ada yang digugat sampai MK," jelas Afif. 

Lebih lanjut Afif mengungkapkan, masyarakat diminta tetap mencermati penanganan yang dilakukan Bawaslu DKI Jakarta temuan C1 di Menteng. Bawaslu DKI Jakarta sudah melakukan investigasi atas kasus ini dan belum bisa menetapkannya sebagai temuan. 

"Ya kita tunggu penanganannya.  Sekarang kami tidak  bisa bicara. Meskipun kita yakin (temuan C1) itu tidak benar,  tetapi mekanisme dalam (penanganan)  pelanggaran itu kan ada. Ada prasyaratnya," tambah Afif. 

Bawaslu DKI Jakarta sebelumnya membenarkan adanya temuan dua kotak suara berisi formulir C1. Dua kotak berisi formulir C1 asal Boyolali ditemukan di sebuah mobil di daerah Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/5) sekitar pukul 10.30 WIB. Penemuan tersebut terjadi saat Polres Jakpus menggelar operasi lalu-lintas dan menemukan dua kota tersebut dalam sebuah mobil.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2E1jak2
May 09, 2019 at 03:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2E1jak2
via IFTTT
Share:

Monday, May 6, 2019

Hati Mesti Dilibatkan dalam Berdakwah di Media Sosial

Menurut Ustaz Yusuf Mansur, berdakwah di media sosial juga mesti melibatkan hati

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam era digital kini, semakin marak orang yang mengakses atau bahkan melakukan dakwah melalui media sosial (medsos). Sebagian kalangan menilai, inilah keberkahan dari kian pesatnya perkembangan teknologi.

Menurut Ustaz Yusuf dakwah melalui medsos idealnya selalu melibatkan hati. Sebab, konten dakwah baik berupa tulisan dan video sejatinya memiliki nyawa. "Jangan sampai ruh konten dari tulisan dan video jelek nyawa dan ruhnya, jelek energinya karena dilahirkan dari orang yang jelek hatinya," kata Ustaz Yusuf saat ditemui Republika.co.id akhir pekan lalu.

Kejelekan hati itu, lanjut dia, dapat berupa niat buruk. Misalnya, hendak memukul, mejerumuskan, atau bahkan membunuh karakter orang lain. Orang yang jelek hatinya juga dapat bersifat ujub, takabur, sombong dan riya.

Pendiri PPPA Daarul Qur'an itu mengingatkan, sebaiknya kemudahan teknologi memang dimanfaatkan sebesar-besarnya sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Apalagi, di zaman kini internet sudah menggapai semua orang di manapun dan kapanpun. Maka dari itu, lanjut Ustaz Yusuf Mansur, hendaknya internet dipergunakan secara arif dan bijaksana.

"Kalau bisa kontrol segala aktivitas dakwah di media sosial, agar semakin tawadhu dan semakin rendah hati, kita cuma berbagi karena diizinkan Allah bisa berbagi," tutur sosok yang akrab disapa UYM itu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Y2JOjU
May 06, 2019 at 03:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Y2JOjU
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 16, 2019

AP II Harapkan Manfaat Positif Holding Penerbangan

Holding diharapkan bisa mengkonsolidasikan bisnis dan operasinya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini tengah merencanakan untuk membentuk holding penerbangan yang salah asatuanggotanya yakni PT Angkasa Pura (AP) II (Persero). Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengharapkan adanya manfaat positif dari pembentukan holding tersebut.

"Holding ini sangat baik karena mengkonsolidasikan seluruh kemampuan infrastruktur terutama di saranan dan perhubungan udara," kata Awaluddin di kawasan Glora Bung Karno (GBK), Selasa (16/4). 

Awaluddin mengakui saat ini Kementerian BUMN tengah melakukan konsolidasi untuk membuat holding penerbangan. Sehingga, kata dia, Awaluddin menginginkan dengan terintegrasinya beberapa perusahaan BUMN tersebut dapat mengkonsolidasikan beberapa hal. 

"Paling tidak, pertama bisa mengkonsolidasikan bisnisnya dan konsolidasi operasinya dan sekaligus konsolidasi pelayanan dari masing-masing BUMN tersebut," jelas Awaluddin. 

Awaluddin menuturkan saat ini belum mengetahui informasi detil mengenai holding tersebut karena masih menunggu arahan dari Kementerian BUMN. Hanya saja, menurutnya berdasarkan kajian dari konsultan, induknya adalah PT Survai Udara Penas. 

Dia menegaskan untuk selanjutnya AP II akan fokus untuk bagaimana holding penerbangan sukses. "Karena itu (holding penerbangan) program pemerintah dan juga sesuai blue print dari cetak birunya Kementerian BUMN," tutur Awaluddin. 

Sebab, Awaluddin melihat banyak manfaat yang bisa diterima AP II setelah holding penerbangan terbentuk. Menurutnya hal tersebut sesuai dengan konsep holding yakni  bagaimana memperbesar kemampuan baik secara finansial maupun operasi.

Selanjutnya, menurut dia kapasitas bandara dan juga hal yang berkaitan dengan percepatan penambahan kapasitas juga dapat dilakukan. "Terutama dengan simplifikasi proses yang kemudian lebih mudah kalau itu diturunkan ke holding," ungkap Awaluddin.

Menteri BUMN Rini Soemarno memastikan saat ini sudah mengajak kementerian terkait untuk membahas rencana pembentukan holding penerbangan. "Dalam kita membuat holding, kita analisa. Analisa itu kita undang Kemenkeu, Kemenkumham," kata Rini di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/4).

Dia mencontohkan saat merencanakan holding infrastruktur maka Kementerian BUMN juga berkoodinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hal tersebut menurutnya sama saja dilakukan untuk pembentukan holding penerbangan. 

"Kalau urusan penerbangan kita undang Kementerian Perhubunhan. Hal-hal tu, seperti itu normal, tidak ada yang out of the ordinary," jelas Rini. 

Rini memastikan saat ini tengah dipelajari mengenai pembentukan holding penerbangan dengan juga menggunakan jasa konsultan. Dia mengatakan saat ini semua pihak terkait tengah mempelajarinya untuk menentukan arah selanjutnya.

Dia menjelaskan pembentukan holding penerbangan juga berkaca dengan pengalaman di negara lain. "Seperti di Doha bandaranya dengan penerbangannya Qatar Airways. Di Dubai itu juga Dubai Airport juga sama dengan Emirates jadi kita ingin melihat," ungkap Rini.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Um5W6L
April 16, 2019 at 03:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Um5W6L
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 10, 2019

Lewati Pertarungan Sengit, Jojo Melaju ke Putaran Kedua

Di babak dua Singapore Open, Jojo akan berhadapan dengan Lee Zii Jia dari Malaysia.

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan 'Jojo' Christie, berhasil maju ke putaran kedua Singapore Open 2019 setelah mengalahkan wakil Thailand, Phetpradab. Pertandingan yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Rabu (10/4), itu dimenangkan Jojo melalui rubber set dengan skor 21-18, 19-21, dan 21-18.

Ketatnya persaingan membuat laga harus berlangsung selama 67 menit. Menurut Jojo, ada faktor angin yang mempengaruhi pertandingan tersebut berjalan alot. Di beberapa saat, ia merasa arah bola kerap berubah saat berada di udara.

"Puji Tuhan saya bisa melewati babak pertama ini. Cukup ketat juga, saya masih penyesuaian lapangan karena di sini anginnya juga agak membingungkan. Karena beberapa kali bola berhenti terus agak maju gitu," kata Jonatan seperti dikutip dari Badminton Indonesia, Rabu.

Kendati demikian, Jojo mengaku penampilannya kali ini belum maksimal. Ia masih beradaptasi dengan kondisi lapangan.

Jojo mengatakan, ia masih banyak melakukan kesalahan sendiri yang menguntungkan lawan. Ia pun bermain kurang sabar di game kedua dan tiga. "Saya mau buru-buru menyerang dan mematikan. Sebaliknya lawan tinggal defend aja, dia banyak dapat poin dari kesalahan saya sendiri. Saya merasa hari ini belum bermain maksimal,” ujar dia.

Di babak dua, Jojo akan berhadapan dengan Lee Zii Jia dari Malaysia. Di atas kertas, Jojo punya catatan yang meyakinkan atas lawannya tersebut dengan mengantongi angka 3-0 pada pertemuan terakhir di Swiss Open 2019.

“Lee Zii Jia punya kemampuan menyerang yang cukup baik. Saya harus waspadai itu juga karena di sini anginnya nggak bisa diprediksi. Jadi saya harus lebih pintar untuk menggunakan stroke dan pola permainan,” jelas Jojo.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UFwCnf
April 10, 2019 at 03:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UFwCnf
via IFTTT
Share:

Sunday, April 7, 2019

Serangan Fajar Momok Pemilu, Salah Siapa?

Serangan fajar adalah hal yang lumrah terjadi bak tradisi wajib dalam pemilu.

Temuan Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cukup mencengangkan. Pasalnya, KPK berhasil menyita 84 kardus yang berisi amplop uang, jumlah amplop kurang lebih ada 400 ribu amplop.

Selain kardus ada pula 2 kontainer yang saat ini masih dalam proses penyelidikan apakah juga berisi uang atau tidak. Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengungkapkan bahwa barang temuan ini diduga untuk keperluan serangan fajar pada pemilu mendatang. 

Serangan fajar masih menjadi hantu dalam pemilu. Baik di tingkat pusat maupun daerah istilah ini tidak pernah luput. Sekalipun baru terungkap oleh KPK, tidak berarti kasus ini baru terjadi.

Dalam pergelaran pemilihan pemimpin baik dari tingkat desa hingga mengerucut keatas pada Pileg, Pilpres dan lain sebagainya, Serangan fajar adalah hal yang lumrah terjadi bak tradisi wajib dalam pemilu. Padahal jalannya pemilu telah diramaikan dengan slogan jujur dan adil. Akan tetapi, pada faktanya para kandidat yang bertarung masih saja mengkhianatinya. 

Sistem Demokrasi menganut asas pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Namun mengapa suara rakyat begitu mahal dalam menyukseskan agenda besar demokrasi yakni pemilu?

Sehingga para politisi yang bertarung harus membekali diri dengan sejumlah materi demi mendapatkan ruang di hati para rakyatnya. Bukankah di dalam perhelatan 5 tahun sekali ini maupun selainnya terdapat kepentingan mereka (rakyat)?. 

Paradigma ini tidak disadari telah menjadi hal biasa dalam masyarakat hari ini. Sebagian masyarakat seakan-akan amnesia bahwa di sana ada pertaruhan nasib mereka kelak.

Meskipun pada faktanya hal ini juga dilakukan rakyat sebagai luapan kekecewaannya sebab tidak sedikit para elit politik khianat ketika telah duduk di kursi panas kekuasaan. Sehingga muncul narasi di tengah-tengah masyarakat untuk memilih jika ada money-nya, toh juga kalau sudah mendapatkan kursi mereka sudah tidak memikirkan nasib rakyatnya. 

Menyalahkan rakyat sepenuhnya, tentu tidak adil rasanya. Rakyat demikian diakibatkan oleh hasil dari bentukan sistem dan kondisi hari ini yang menempatkan materi sebagai tujuan utamanya.

Pada akhirnya, rakyat menjadi materialistik. Apapun aktifitasnya materi menjadi asas dan tujuannya. Di samping itu, mahalnya biaya politik juga turut memberi sumbangsih.

Untuk maju menjadi pemain dalam kontestasi politik, yang bersangkutan harus tebal dompet sebab ia harus siap membayar uang saksi, akomodasi kampanye, mendanai yang akan mensukseskannya nanti di lapangan dan biaya-biaya akomodasi lainnya.

Belum lagi jika ia harus membayar mahar politik jika diminta oleh partai tempat ia berkecimpung. Segala sesuatunya pun membutuhkan uang. Maka jangan heran jika sebagian politisi tertangkap tangan oleh KPK akibat tersandera kasus korupsi. 

Permasalahan ini pun sesungguhnya datang dari sistem kita hari ini yang tanpa disadari telah menciptakan jalan kecurangan dalam aktivitas kehidupan. Begitu pula dengan sistem politik. Oleh karenanya, penting untuk kembali meninjau mesin politik kita. Pada bagian manakah yang bermasalah dan masih layakkah digunakan untuk membawa bangsa ini dalam perjalanan panjangnya? Wallahua’lam 

Pengirim: Rosmiati asal Kendari, Sulawesi Tenggara

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UBlVSp
April 07, 2019 at 03:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UBlVSp
via IFTTT
Share:

Sunday, March 24, 2019

Menkeu: Biaya MRT Fase II Masih Dikaji

Pembangunan MRT fase II menelan biaya sebesar Rp 22,5 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani belum menetapkan biaya pasti pembiayaan pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) fase II rute jalur Utara berpararel dengan Timur dan Barat. Dia menjelaskan, persiapan pembiayaan MRT fase II tersebut masih akan dibahas lebih lanjut.

“Itu (biaya) akan kita bahas nanti,” kata Sri Mulyani kepada wartawan usai menemani Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian MRT fase I rute Lebak Bulus-Bunderan HI, di Jakarta, Ahad (24/3).

Direktur PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan pembiayaan pembangunan MRT fase II menelan biaya sebesar Rp 22,5 triliun yang mana anggarannya berasal dari dana pinjaman pemerintah Jepang.

“Kita dapat pinjaman, jadi tinggal dikerjakan,” kata William.

Dia menjelaskan, tahapan MRT fase II sudah selesai proses lelang paket pembangunan gardu bawah tanah atau CP200 yang akan dibangun di Monas. Sementara itu, kata dia, yang masih berproses lelang merupakan pembangunan paket rute Bundaran HI-Harmoni atau CP201. Dia menjelaskan, tahun ini PT MRT Jakarta akan melakukan proses pembebasan lahan dan penanganan utilitas.

William menambahkan, jika proses pembangunan dimulai secara tepat waktu pada tahun ini, maka target penyelesaian pembangunan MRT fase II diharapkan dapat selesai pada 2024 mendatang. Rencananya, kata dia, MRT fase II akan dilengkapi dengan delapan stasiun meliputi Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota Tua.

“Fasilitasnya akan sama dengan yang (MRT) fase I, dan tentu akan kita integrasikan dengan bangunan-bangunan sekitar. Jadi di fase II ini akan kita buat juga TOD (transit oriented development)-nya,” kata William.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Fw9zmi
March 24, 2019 at 03:40PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Fw9zmi
via IFTTT
Share:

Thursday, March 21, 2019

Rumah Zakat Beri Penyuluhan Desa Tangguh Bencana

Bencana dapat terjadi sewaktu waktu.

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Rumah Zakat mengadakan penyuluhan desa tangguh bencana di Kedungumpul, Temanggung. Kewaspadaan atas terjadinya bencana merupakan sikap yang harus ada di setiap tempat. Sebab bencana dapat terjadi sewaktu waktu.

Hal itu disampaikan oleh Bayu Setioko, pemateri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Temanggung pada Sabtu (16/3) di Balai Inspirasi Desa Kedungumpul. Materi tentang kesiapsiagaan ini disampaikan dalam acara penyuluhan menuju Desa Tangguh Bencana.

Selain Bayu, hadir juga Slamet Prayogo yang menyampaikan mengenai pembentukan jaringan relawan. Slamet selaku penanggungjawab Destana di Desa Kedungumpul menyampaikan dalam tiga hari terakhir intensitas hujan sangat tinggi disertai angin besar melanda Temanggung dan sekitarnya.

"Walaupun belum ada laporan terjadinya kerusakan, namun kesiagaan atas berbagai kemungkinan harus selalu ada," ujar Bayu.

Penyuluhan ini merupakan bagian dari tujuh program pembentukan Desa Tangguh Bencana oleh Rumah Zakat Action. Diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas pemuda dan tokoh masyarakat.

Fasilitator Desa Berdaya Rumah Zakat setempat, Anantiyo Widodo menyampaikan terimakasih atas dukungan dari pemerintah Desa dan semua elemen masyarakat.

"Terimakasih atas dukungan dari Desa Kedungumpul, penyuluhan berikutnya akan diadakan secara khusus untuk kalangan perempuan di bulan April dan relawan terpilih di bulan Mei," ujar Anantiyo Widodo.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ThMMyp
March 21, 2019 at 03:40PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ThMMyp
via IFTTT
Share:

Tuesday, March 19, 2019

Orang Saleh yang Beli Minuman Keras dan Datangi Prostitusi

Orang saleh itu sempat dicap sebagai fasik oleh publik yang awam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kisah ini terjadi pada era Sultan Murad II. Dia merupakan ayahanda dari Sultan Mahmud al-Fatih, sosok yang memimpin penaklukan kaum Muslimin atas Konstantinopel (kini Istanbul). Ayah dan anak itu terkenal sebagai pemimpin yang taat kepada agama dan amat peduli pada rakyat.

Sultan Murad II memiliki kebiasaan yang baik, yakni menyamar sebagai orang biasa. Dengan begitu, dia dapat berjalan-jalan ke luar istana serta mengetahui keadaan rakyat jelata. Biasanya, dia melakukan hal itu dengan diiringi dua penasihatnya, yang juga berpakaian orang biasa.

Suatu malam, Sultan Murad II dan dua penasihatnya melakukan kebiasaan itu. Mereka pun menyusuri jalan-jalan untuk melihat langsung kondisi kaum Muslimin.

Tiba-tiba, seorang yang membawa banyak botol minuman keras lewat di depan mereka. Saat itulah, pria tadi terpeleset dan kemudian meregang nyawa.

Sultan terkejut karena melihat seseorang meninggal dunia di depannya. Yang lebih mengherankannya, tidak ada satu pun masyarakat yang menolong pria itu. Bahkan, setelah dia dipastikan tidak lagi bernyawa.

"Wahai kaum Muslimin, bukankah pria ini seorang Muslim? Mengapa kalian tidak peduli?" seru Sultan Murad II kepada orang-orang yang berlalu lalang. Mereka tentunya tidak tahu, yang berkata itu adalah pemimpin negara.

Tiga kali berturut-turut Sultan Murad II mengimbau masyarakat, tetapi tidak ada yang menanggapi. Semuanya tampak tidak peduli, bahkan ada yang mencibir almarhum.

Lalu, seseorang keluar dari rumahnya dan memberi tahu kepada Sultan. "Wahai, pak tua. Orang yang meninggal di hadapanmu ini terkenal gemar membeli minuman keras. Tidak hanya itu, dia juga suka mengunjungi tempat pelacuran. Karena itulah orang-orang tidak mau mengurusnya," kata dia.

"Tapi, bagaimana kalau begitu?" tanya Sultan lagi.

Orang tadi masih tampak tidak acuh. Kemudian, datanglah beberapa orang mendekati Sultan dan para penasihatnya. Mereka berinisiatif mengantarkan ketiganya ke rumah almarhum, sehingga dapat mengurus jasadnya.

Singkat cerita, sampailah Sultan ke rumah duka. Kedua penasihatnya menggotong jasad tersebut yang kini ada dalam keranda.

Ketika di tujuan, orang-orang yang tadi menunjuk jalan kemudian pergi begitu saja.

Sultan pun mengetuk pintu. Dari dalam rumah, muncul seorang perempuan yang tidak lain istri almarhum.

"Wahai perempuan, saya mengabarkan bahwa kami menemukan pria ini meninggal dunia saat sedang berjalan," kata Sultan.

Begitu mengetahui keadaan suaminya, perempuan itu menangis. Dia sangat sedih melihat suaminya yang kini tidak lagi bernyawa.

Setelah agak tenang, perempuan itu kemudian ditanya. "Apakah boleh kami bertanya kepadamu?" kata Sultan.

"Kami mendapati orang-orang enggan mendekati suamimu. Sebab, mereka mengatakan, almarhum ini seorang yang gemar membeli minuman keras dan mengunjungi tempat pelacuran. Apakah benar suaminya demikian?" sambung Sultan lagi.

"Sungguh, suamiku termasuk orang-orang yang saleh. Mereka yang mengatakan itu hanya tidak mengetahui," jawab si perempuan.

"Mengapa demikian?" tanya Sultan lagi.

"Tiap malam, suamiku selalu pergi ke tempat penjualan minuman keras. Suamiku membeli minuman haram itu dan membawanya ke rumah, tetapi bukan untuk diminum. Dia lantas membuang seluruh isi botol ke lantai kamar mandi. Sesudah itu, dia selalu berkata, 'Alhamdulillah, malam ini ada anak-anak muda Muslimin yang tidak jadi minum minuman keras. Aku sudah membelinya (minuman keras), sehingga tidak bisa sampai ke mereka,'" tutur perempuan itu.

"Selain ke kedai minuman, suamiku juga selalu tiap malam ke tempat pelacuran. Namun, dia tidak mendatangi si pelacur. Kepada penjaga rumah pelacuran, dia berkata, 'Wahai fulan, ada berapa perempuan yang tersedia?'

Ketika si pemilik prostitusi itu menyebutkan jumlah mereka, maka suamiku membayar sejumlah banyak uang senilai biaya sewa para pelacur itu. Kemudian, dia pulang ke rumah dan berkata kepadaku, 'Alhamdulillah, malam ini ada para pemuda Muslimin yang tidak jadi berzina, lantaran kebutuhan ekonomi para pelacur itu malam ini terpenuhi,'" cerita si perempuan.

Bahkan, lanjut dia, almarhum selama hidupnya selalu membagi tiga penghasilan sehari-hari. Satu bagian untuk keperluan diri dan keluarganya. Satu bagian untuk membeli khamr tadi. Satu bagian sisanya untuk membiayai kebutuhan para pelacur tiap malam.

"Aku pernah mengeluh kepadanya, 'Wahai suamiku, jika terus-menerus engkau lakukan ini, orang-orang akan mengecapmu sebagai fasik. Kelak ketika engkau meninggal, tidak ada yang mau mengunjungimu.' Tapi jawabnya, 'Tidak, demi Allah, aku berdoa semoga Allah membuat jasadku diurus sultan Turki dan para penasihatnya serta seluruh alim ulama Kesultanan,'" papar si istri almarhum.

Mendengar itu, Sultan Murad II menitikkan air mata.

"Sungguh mulia suamimu. Ketahuilah, aku ini Sultan. Dan dua orang di sisiku ini adalah para penasihatku," ungkap penguasa Turki Ustmaniyah itu.

"Demi Allah, aku akan imbau para penasihatku dan seluruh ulama Turki untuk datang menshalati jasad almarhum," sambung dia. Perempuan itu pun terkejut, tetapi sejurus kemudian mengucapkan alhamdulillah karena terharu.

Demikianlah, kisah orang saleh yang tampak fasik di mata masyarakat--yang belum mengetahui alasan di balik kebiaaannya itu. Doanya ternyata dikabulkan oleh Allah.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Fn3c4U
March 19, 2019 at 03:40PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Fn3c4U
via IFTTT
Share:

Yenny Wahid dan Santri Madura Terpukau Debat Kiai Maruf

Yenny mengatakan penampilan Kiai Ma'ruf dalam debat itu memang membius.

REPUBLIKA.CO.ID, SUMENEP -- Putri kedua presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, memuji penampilan Kiai Ma'ruf dalam debat ketiga Pilpres 2019 yang digelar pada Ahad (17/3) kemarin. Yenny mengutarakan pujian itu ketika mendampingi Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin, dalam Acara Ngaji Bareng di Pondok Pesantren An-Nuqayah Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Selasa (19/3). 

"Siapa yang saksikan debat Cawapres kemarin? Siapa yang sama seperti saya terpukau dengan penampilan Abah Ma'ruf yang luar biasa??" tanya Yenny kepada ribuan santri Madura yang menghadiri acara tersebut, Selasa (19/3).

Santri Madura itupun menjawab terpukau dengan penampilan Kiai Ma'ruf. Yenny tak heran dengan jawaban itu, karena penampilan Kiai Ma'ruf dalam debat itu memang membius ratusan juta pasang mata yang menyaksikan.

"Bayangkan ada seorang santri di tonton ratusan juta pasang mata. Penampilannya luar biasa membius kita semua. Sebagai santri dan santriwati bangga tidak? Ada santri yang sekarang kiai besar memberi inspirasi bagi dunia," jelas Yenny.

Santri pun menjawab 'bangga'.

Acara tersebut dihadiri puluhan ulama pesantren dari Jawa Timur, yang di antaranya Pengasuh Pesantren An-Nuqayah KH. Abd. A'la, Pengasuh Pesantren Sidogiri Pasuruan, Pengasuh Pesantren Nurul Jadid Probolinggo. Bahkan hadir pula Bupati Sumenep Abuya Busyro Karim, serta sejumlah pejabat lainnya di Madura. 

Sementara itu, dalam sambutannya, Kiai Ma'ruf merasa tidak lelah bersilaturahim dengan ulama dan santri di Sumenep, walau baru saja mengikuti debat ketiga Pilpres 2019. Menurutnya, silaturahim itu justru menghilangkan rasa lelah Kiai Ma'ruf.

"Saya ini masih capek habis debat Cawapres kemarin. Tapi walaupun capek kemarin langsung karena diundang ke Jawa Timur. Apalagi ke Pesantren Guluk-Guluk, maka capeknya langsung hilang," kata Kiai Ma'ruf.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OcuihQ
March 19, 2019 at 03:40PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2OcuihQ
via IFTTT
Share:

Saturday, March 16, 2019

Pesan Gus Muwafiq untuk Generasi Milenial Belajar Agama

Belajar agama selazimnya harus bertumpu pada ulama.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG — Pendakwah terkemuka Nahdlatul Ulama KH Ahmad Muwafiq atau yang akrab disapa Gus Muwafiq memberikan pesan khusus kepada generasi milineal terutama dalam mencari ilmu agama. 

Gus Muwafiq mengatakan, perkembangan informasi yang serba cepat dan mutakhir telah memangkas segala sesatu dan menjadikannya instan, tak terkecuali memotong pula proses belajar agama. 

“Agama kita mengajarkan agar belajar kepada mereka yang mempunyai mata rantai keilmuan yang jelas,” kata dia saat mengisi Tausiyah Kebangsaan yang digelar Gerakan Pramuka Gugus Depan Jakarta Selatan di Auditorium Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (15/3).  

Sebagai contoh, dia membeberkan mata rantai para guru yang selama ini mengajarkanmya ilmu agama di pesantren.

Dari paparan mata rantai atau sanad tersebut, terungkap betapa para ulama dan kiai yang menjadi gurunya, sanadnya tersambung hingga Rasulullah SAW.

“Tradisi semacam ini yang hendak dipotong kompas dengan gaya instan ngaji di media sosial,” tutur dia.

Dia mengatakan, tradisi mata rantai itu pula yang menjadi salah satu ciri khas bangunan keilmuan yang telah ditelakkan para kiai, habaib, dan ulama di nusantara.

Tradisi tersebut semakin diperkuat dengan kemampuan membaca konsep hubungan antarsesama anak bangsa dalam konteks berbangsa dan bernegara.   

Dia menegaskan keragaman Indonesia yang begitu kaya. Negara ini tidak hanya dianugerahi kekayaan budaya, suku, bahasa, tetapi juga flora, fauna, hingga energi dan logam dalam bumi.

 "(Sudah semestinya anugerah ini) nggak ada yang membuat kita inferior," katanya di hadapan mahasiswa dan kader Pramuka. 

Gus Muwafiq juga membuktikan betapa para leluhur bangsa ini diberikan sumber daya manusia yang luar biasa. 

Dia menyebutkan misalnya logam paling kuat bisa diolah masyarakat Indonesia dengan suhu 15 ribu derajat yang berbentuk senjata hingga musik gamelan di saat negara lain belum memilikinya.     

Bangsa Indonesia juga, kata dia, pernah menghadang dan mengusir bangsa Mongolia dengan kekuatan militer superpower pada masa itu. Namun, di tangan pasukan Kertenegara, pasukan Mongolia harus bertekuk lutut.    

Dia mengakui, meski anuegerah bangsa yang dimiliki sedemikian dahsyat bahkan dirinya merasa tak ada kekuarangan apapun dari Indonesia, tetapi sayangnya memang upaya membangkitkan semangat masih cukup berat. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Tb0EtY
March 16, 2019 at 03:40PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Tb0EtY
via IFTTT
Share:

Monday, February 25, 2019

UEA Biayai Operasional Masjid-Masjid di Kota Sharjah

ketentuan itu berlaku hanya bagi masjid milik otoritas lokal dari pemerintah Sharjah.

REPUBLIKA.CO.ID, SHARJAH – Pemerintah Sharjah, Uni Emirat Arab (UEA), akan menanggung sepenuhnya semua biaya operasional dari masjid-masjid dan fasilitas yang berafiliasi dengan otoritas lokal dari pemerintah Sharjah.

Anggota Dewan Tertinggi sekaligus Penguasa Sharjah, Yang Mulia Dr  Sheikh Sultan Bin Mohammed Al Qasimi, telah mengarahkan agar masjid-masjid tersebut dibebaskan dari biaya material dan biaya operasional seperti untuk instalasi air, listrik, dan gas.  

Hal itu diumumkan Direktur Departemen Urusan Islam, Abdullah Bin Y'rouf Al-Sabousi, melalui telepon yang disiarkan Radio Sharjah dan televisi di sana. 

Abdullah mengatakan, ketentuan itu berlaku hanya bagi masjid milik otoritas lokal dari pemerintah Sharjah. 

Menurutnya, hal itu tidak mencakup wilayah yang mengikuti penyambungan dari Otoritas Air dan Listrik Federal (FEWA). Seperti halnya beberapa bagian di wilayah tengah, lantaran di sana gardu listrik milik FEWA. 

Lebih lanjut, ia mengumumkan bahwa pemerintah akan membangun sebuah masjid di daerah di seberang Majaz Park. Masjid tersebut akan menampung 1.200 jamaah. 

"Syukurlah, donor telah diberikan setelah departemen perencanaan dan survei di Sharjah mengalokasikan sebagian taman untuk masjid," kata Al Sabousi, dilansir dari Gulf Today, Senin (25/2).  

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SoUnui
February 25, 2019 at 03:40PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SoUnui
via IFTTT
Share:

Polemik Konsesi, BPN: Jokowi Balikin Dulu Modal Pilgub DKI

BPN merasa Jokowi menyinggung Prabowo terkait pidato seruan pengembalian konsesi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Direktorat Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Dian Fatwa menanggapi pernyataan capres Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai kembali menyinggung capres nomor urut 02 Prabowo Subianto di dalam pidatonya di acara Konvensi Rakyat yang digelar di Sentul, Jawa Barat, Senin (25/2). Dian pun menagih kembali modal yang pernah dipakai Jokowi pada saat maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012 lalu.

"Ya kalau misalkan dia minta dikembalikan (konsesi), dulu waktu dia ke Jakarta harus kembalikan juga modal dia ke Pak Hasjim, dia kan dulu waktu ke Jakarta dimodalin sama keluarga Pak Prabowo. Balikin dong itu dulu gitu lho," katanya saat ditemui di TB Simatupang, Jakarta, Senin (25/2).

Ia menjelaskan, secara administrasi, konsesi baru bisa dikembalikan setelah kontrak yang disepakati telah selesai. Namun saat ini lahan tersebut sedang diolah, sehingga ia menyebut pernyataan Jokowi tersebut adalah pernyataan yang yang tidak lucu.

"Jadi buat kami ini menjadi joke yang nggak lucu ketika dia meminta mengembalikan, karena secara adminstrasi nggak mungkin dikembaikan, batasnya setelah 30 tahun baru bisa dikembalikan, dan itu juga diolah, dibayar pajaknya itu juga diberikan kepada negara," ujarnya.

Selain itu, dirinya mengaku heran dengan pernyataan yag dilontarkan mantan gubernur DKI Jakarta tersebut. Pernyataan tersebut menunjukkan seolah-olah Jokowi tidak mengerti soal tata kelola agraria.

"Saya pikir penting dijaga marwah lembaga kepresidenan ketika beliau mengatakan demikian, seolah-olah beliau ini seperti belum paham gitu lho kalau misalkan persoalan HGU ini kan belum selesai. Justru tanah-tanah itu dimanfaatkan oleh rakyat," ungkap politikus PAN tersebut.

Sementara itu, Koordinator Juru Bicara Prabowo-Subianto Dahnil Anzar Simanjuntak  dalam cicitannya juga sempat menanggapi pidato Jokowi tersebut. Menurutnya, Prabowo dipastikan senang hati memenuhi permintaan tersebut.

"Pak @prabowo pasti dengan senang hati memenuhi permintaan tersebut, apalagi demi rakyat dan negara, sama halnya ketika Pak Jokowi mau maju di Pilkada DKI beliau dengan ikhlas membantu bukan hanya dukungan partai tapi juga uang Beliau dan adik beliau, diberikan kepada Pak Jokowi," kata Dahnil dalam cicitannya yang telah dikonfirmasi langsung oleh Republika, Selasa (25/2).

Sebelumnya, Jokowi dalam pidatonya di Sentul menyebut akan ada 12,7 juta hektare tanah konsesi yang akan dibagikan pemerintah untuk rakyat. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya masih menunggu kepada pihak-pihak pemegang konsensi besar untuk mau mengembalikan ke negara.

"Saya ulang, jadi kalau ada konsesi besar yang ingin mengembalikan kepada negara. Saya tunggu," ujar Jokowi.

Pada hari ini, Jokowi kembali menjelaskan makna di balik pernyataannya soal konsesi lahan dalam acara 'Konvensi Rakyat' di Sentul, Bogor tadi malam. Dalam pidatonya, Jokowi menyatakan, akan menunggu pengembalian lahan atau tanah oleh penerima konsensi dalam skala besar.

Jokowi menegaskan, bahwa apa yang dimaksud dengan pengembalian konsensi bukan sebuah paksaan bagi pemilik konsensi untuk mengembalikannya ke negara. "Bukan memaksa. Bukan memaksa. Karena kita juga tahu kepastian hukum itu harus ada. Setiap hak yang diberikan kepada investor, kepada pengusaha, kepada rakyat, kepastian hukumnya harus jelas," jelas Jokowi di Cilacap, Senin (25/2).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2XmZFdG
February 25, 2019 at 03:40PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2XmZFdG
via IFTTT
Share:

Friday, February 8, 2019

BI Sebut Rupiah Kelewat Murah Saat Kurs Rp 13.900

Nilai tukar rupiah belum mencerminkan fundamental perekonomian yang terus membaik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menyebutkan nilai tukar rupiah yang dalam beberapa hari terakhir bergerak di kisaran Rp 13.900 per dolar AS masih terlalu murah (undervalue). Hal ini mengindikasikan masih terdapat ruang penguatan untuk waktu ke depan.

Ditemui di Jakarta, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan nilai tukar rupiah saat ini belum mencerminkan fundamental perekonomian yang menurutnya terus membaik. Hal ini terlihat dari indikator inflasi, prospek pertumbuhan ekonomi 2019 dan juga neraca pembayaran.

"Secara hitung-hitungan fundamental, rupiah kita masih undervalue (terlalu murah), baik dari inflasi rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi yang akan lebih baik, dan juga NPI yang lebih baik," kata Perry.

Merujuk kurs tengah Bank Indonesia, nilai tukar rupiah sejak Jumat pekan kemarin (1 Februari 2019) terus merangsek ke level kisaran Rp 13.970 dari sebelumnya di Rp 14.072. Pada Jumat ini, kurs tengah BI menetapkan rupiah di Rp 13.992 per dolar AS.

Adapun di pasar spot, Jumat pagi ini, kurs rupiah dibuka di level Rp 13.995 per dolar AS atau melemah 22 poin dibanding posisi sebelumnya Rp 13.973 per dolar AS.

Menurut analis ekonomi Samuel Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih, nilai tukar (kurs) rupiah kemungkinan bergerak melemah karena pesimisme yang kembali muncul pada pelaku pasar atas penyelesaian perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Cina. "Kemungkinan kurs rupiah melemah karena isu perang dagang AS-China," ujar Lana di Jakarta, Jumat.

Kendati belum ada pernyataan resmi, tetapi pernyataan Presiden Donald Trump bahwa tidak ada pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Cina Xi Jinping, seperti mengkonfirmasi potensi kebuntuan pembicaraan mengenai kesepakatan dagang tersebut pada saat ini. 

Efek perang dagang antara AS dan Cina terhadap perdagangan global, kata Lana, mulai terlihat. Neraca transaksi berjalan Jepang misalnya, mencatatkan surplus pada Desember 2019, semakin kecil sejak empat bulan terakhir. Penurunan surplus tersebut terutama berasal dari neraca barang yaitu ekspor-impor Jepang.

Dia mengatakan kekhawatiran utama efek perang dagang AS-Cina berdampak pada melambatnya ekonomi global. Dana Moneter Internasional (IMF) juga merevisi proyeksi turun pertumbuhan ekonomi global dari 3,3 persen menjadi 3,1 persen untuk 2019.

"Kurs rupiah kemungkinan melemah ke tingkat Rp 13.980 per dolar AS sampai Rp 14.000 per dolar AS," kata Lana.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SAfqOL
February 08, 2019 at 03:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SAfqOL
via IFTTT
Share:

Thursday, February 7, 2019

Gubernur Bali Berharap Kopi Kintamani Tembus Pasar Ekspor

Kopi Kintamani sudah memiliki sertifikat indikasi geografis dan hak paten.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Gubernur Bali Wayan Koster menginginkan kopi produksi daerah Kintamani, Kabupaten Bangli, dapat menembus pasar ekspor. Sehingga bisa lebih meningkatkan kesejahteraan para petani.

"Kita tahu kopi Kintamani sangat bagus, untuk itu perlu difasilitasi agar bisa nantinya melakukan ekspor," kata Koster di Denpasar, Rabu (6/2) malam lalu, saat menerima kunjungan distributor dan petani kopi serta Atase Pertanian Kedubes RI di Amerika Serikat.

Selain Pergub Bali No 99 Tahun 2018 yang memberikan perlindungan terhadap pemasaran produk pertanian lokal Bali, kata Koster, pihaknya juga menyiapkan peraturan lanjutan agar produk pertanian lokal dapat diterima lebih luas di pasaran dan bahkan berorientasi ekspor. Kopi, menurut Koster, merupakan salah satu produk pertanian dari Bali yang menjanjikan untuk dikemas secara baik dan diekspor ke luar negeri.

Sementara itu, Atase Pertanian Kedubes RI di Washington DC Amerika Serikat, Hari Edi Soekirno mengatakan AS dan negara sekitarnya merupakan pangsa pasar kopi yang menjanjikan. Permintaan pasarnya menurut dia, mencapai sekitar 6 juta dolar AS.

"Kita (Indonesia) baru bisa memasok sekitar tiga ratus ribu dolar AS, masih sangat jauh, dan pangsa pasarnya terbuka," ujar Hari. Untuk kopi Kintamani, menurut dia, memiliki rasa spesial yang sudah diakui oleh Prancis sehingga harus dikenalkan juga ke pasar AS.

Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kintamani, Bali, yang juga petani kopi Kintamani, Ketut Jati, mengatakan kopi Kintamani memiliki rasa spesifik yang tidak ada di daerah lain.  "Kopi Kintamani juga sudah memiliki sertifikat indikasi geografis dan hak paten, hanya saja pemasaran saat ini masih terbatas," ucapnya.

Oleh karena itu, ia menyambut baik jika kopi yang berasal dari daerah sejuk di Kabupaten Bangli itu bisa merambah pasar Amerika dengan bantuan Pemprov Bali dan distributor. Di Kintamani ada 64 subak yang mengembangkan kopi.

"Yang kami butuhkan hanya sarana prasarana agar bisa mengolah sesuai SOP (standar operasional dan prosedur)," kata Ketut Jati.

Sedangkan Direktur PT Dagna Agro Bumi Wahyudi Angligan berharap Pemprov Bali bisa membantu memfasilitasi agar kopi Kintamani jenis arabika ini bisa merambah ke pasar AS. "Kami melihat peluang karena kopi arabika belum terlalu dikenal di sana," ujar Wahyudi.

Selain berorientasi ekspor, pertanian kopi Kintamani nantinya bisa dikemas dengan agrowisata yang bisa menarik minat wisatawan dan semakin meningkatkan citra kopi Kintamani.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2tayqoY
February 07, 2019 at 03:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2tayqoY
via IFTTT
Share:

Saturday, January 26, 2019

Soal Tabloid Indonesia Barokah, BPN: Kita Serahkan ke Aparat

BPN yakin aparat keamanan serius.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres dan cawapres Prabowo-Sandiaga, Suhud Alinudin mengatakan, terkait kasus beredarnya tabloid Indonesia Barokah, BPN tidak berencana mengerahkan kader masing-masing untuk merazia tabloid tersebut. Namun, BPN menyerahkan penyelidikan sepenuhnya pada aparat. 

"Kita serahkan ke aparat saja, sebetulnya mudah untuk melacak sumbernya, kan penyebarannya melalui kantor pos ya, pasti ada (alamat) pengirimannya," kata Suhud, Sabtu (26/1).

Menurutnya, jika pihak berwajib serius memberantas penyebaran hoaks, maka akan mudah melakukan penyelidikan terhadap penyebar tabloid tersebut. "Saya kira kalau memang aparat serius ingin memberantas hoaks, saya kira ya mudah gitu (cari tahu) siapa kira-kira penyebar tabloid ini," imbuhnya. 

Selain aparat, ia menambahkan, agar pihak Bawaslu juga bisa ikut mengawasi penyebaran tabloid Indonesia Barokah. "Kita memang sepenuhnya menyerahkan ke aparat dan juga Bawaslu untuk bisa ikut mengawasi penyebaran media hitam seperti ini," ucapnya. 

Sebelumnya, tabloid Indonesia Barokah yang diduga memuat konten kampanye dan ujaran kebencian terhadap salah satu calon presiden beredar di sejumlah masjid dan pesantren di Kabupaten Majalengka. Bawaslu setempat sedang mendalami kasus tersebut.

Kepolisian akan menindaklanjuti laporan keberadaan tabloid sebelum mendapatkan hasil penilaian dari Dewan Pers. Dewan Pers telah memberikan kesimpulan sementara dari analisa mengenai konten tabloid Indonesia Barokah. Dewan Pers tidak menemukan pekerjaan jurnalistik dalam barang cetakan seukuran tabloid itu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MxXZsS
January 26, 2019 at 03:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MxXZsS
via IFTTT
Share: