Showing posts with label 2019 at 09:57PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 09:57PM. Show all posts

Friday, April 12, 2019

Perluasan Wilayah Islam pada Masa Utsman bin Affan

Khalifah Utsman bin Affan mendukung perluasan wilayah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di antara para khulafaur rasyidin, nama Utsman bin Affan dikenang sebagai pribadi yang lembut, bijaksana, dan berpendirian teguh. Meneruskan kepemimpinan Umar bin Khaththab, Khalifah Utsman juga berupaya memperluas wilayah hingga ke luar Jazirah Arab.

Pada tahun ke-24 Hijriah, Utsman mengirimkan pasukan yang dipimpin Alwalid bin Aqobah. Mereka bergerak menuju negeri di utara, khususnya Azerbaijan dan Armenia. Para pemimpin dari dua negeri itu telah mengkhianati perjanjian dengan kaum Muslimin pada era Umar bin Khaththab.

Betapa takutnya penduduk Azerbaijan dan Armenia begitu mendengar kabar kedatangan balatentara Muslimin. Hal itu semata-mata lantaran besarnya kekuatan umat Islam. Toh mereka sendiri tahu, dalam hal perjanjian tersebut, para pemuka merekalah yang bersalah. Maka, pasukan yang dikirim Khalifah Utsman itu tidak melakukan suatu pertempuran. Sebab, penduduk setempat sudah mengaku takluk.

Mirip dengan dua negeri di utara Arab, orang-orang Iskandariah di Mesir juga menolak perjanjian dengan kaum Muslimin. Sebab, mereka merasa mendapat sokongan dari Romawi. Pada tahun 25 Hijriah, pasukan Muslimin datang berjihad ke sana, sehingga Iskandariah takluk ke dalam wilayah umat Islam.

Pada tahun ke-26 Hijriah, sebanyak 3.300 orang pasukan Muslimin dapat menaklukan Sabur. Mereka dipimpin Utsman bin Abil Aash. Setahun kemudian, Khalifah Utsman mengamanatkan kepada Abdullah bin Sa'ad bin Abbi Abi Sarah untuk menaklukan Afrika Utara. Ibnu Sa'ad merupakan gubernur Mesir yang menggantikan Amr bin Ash.

Saat itu, pasukan Muslimin terdiri dari 20 ribu orang. Adapun jumlah pasukan lawan, yakni dari kaum Berber, terdiri atas 120 ribu orang alias enam kali lipat balatentara Muslimin.

Salah seorang sahabat, Abdullah ibnu Azzubair, kemudian tampil berhadap-hadapan dengan Raja Berber, Jarjir. Dalam pertempuran itu, Jarjir berhasil ditumpas. Sesudah penaklukan Afrika Utara, kaum Muslimin menargetkan pembebasan Andalusia (Spanyol).

Pada tahun ke-28 Hijriah, pasukan Muslimin yang dipimpin Muawiyah bin Abi Sufyan dapat menaklukan Pulau Siprus. Setahun berikutnya, Abdullah bin Amir memimpin pasukan hingga menguasai wilayah kerajaan Persia.

Pada tahun ke-30 Hijriah, Tibristan dapat dikuasai. Pada tahun ke-31 Hijriah, pecah peperangan Dzatish-Shawari. Lalu, setahun berikutnya, Muawiyah bin Abi Sufyan

mencoba menyerang daerah-daerah jajahan Romawi. Pasukannya sampai pula ke Konstantinopel.

Pada tahun yang sama tentara yang dipimpin Ibnu Aamir menguasai Marwarrauz, Thaliqon, Fariab, Jauzjan dan Thakharstan. Banyak sejarawan menilai, era Khalifah Utsman sebagai zaman kemenangan kaum Muslimin. Umat Islam begitu disegani para negeri adidaya kala itu, semisal Romawi, Parsi dan Turki.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UvpN8g
April 12, 2019 at 09:57PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UvpN8g
via IFTTT
Share:

Sunday, April 7, 2019

Israel Dinilai Sedang Alami Ketakutan

Oman minta dunia Arab atasi ketakutan Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, AMMAN -- Menteri urusan luar negeri Oman Yusuf bin Alawi bin Abdullah mengatakan, negara-negara Arab harus mengambil inisiatif untuk mengatasi kecemasan Israel terkait eksistensinya di masa mendatang. Menurut dia, tindakan yang dilakukan Israel selama ini dilandasi rasa takutnya akibat dikepung negara-negara Arab.

 “Barat telah menawarkan dukungan politik, ekonomi, militer dan sekarang Israel memegang semua alat kekuasan. Tapi meskipun demikian, ia khawatir untuk masa depannya sebagai negara non-Arab yang dikelilingi oleh 400 juta orang Arab,” ujar Abdullah di sela-sela Forum Ekonomi Dunia yang diselenggarakan di tepi Laut Mati, Yordania, pada Sabtu (6/4), dikutip laman Aljazirah.

Ia percaya bahwa bangsa Arab harus dapat melihat ke dalam masalah ini dan mencoba untuk meredakan ketakutan yang dimiliki Israel melalui inisiatif serta kesepakatan nyata dengan Israel.

Kendati demikian, dia menegaskan bahwa usulannya tersebut bukan berarti sebagai sebuah ajakan untuk mengakui Israel. “Tidak mengakui, tapi kami ingin mereka sendiri merasa bahwa tidak ada ancaman bagi masa depan mereka,” ucapnya.

Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi menentang gagasan Abdullah. Menurut dia, masalah inti terkait Israel adalah bahwa ada pendudukan di tanah Arab, dalam konteks ini yaitu Palestina.

 “Dunia Arab telah mengakui hak Israel untuk hidup. Palestina sendiri mengakui hak Israel untuk hidup, itu bukan masalah. Masalahnya adalah bahwa ada pendudukan. Apakah pendudukan ini akan berakhir atau tidak?” ujar Safadi.

Dia menegaskan bahwa Israel harus menarik diri dari tanah Arab yang diduduki pasca-Perang 1967 dan mengizinkan pembentukan Negara Palestina. “Jika mereka (Israel) mengatakan mereka tidak nyaman, itu bukan urusan saya. Masalahnya bukan dengan orang Arab yang memberikan jaminan, masalahnya adalah dengan Israel untuk melakukan apa yang benar untuk perdamaian,” katanya.

Menurutnya, hingga saat ini, Israel belum melakukan hal yang benar untuk mewujudkan perdamaian di kawasan. Sebaliknya, Israel justru banyak melakukan perbuatan yang justru mencekik warga Palestina.

“Gaza, mungkin seperti yang Anda dengar berkali-kali, penjara terbesar di dunia,” ujarnya mengacu pada blokade yang dilakukan Israel selama 12 tahun.

Padan Oktober tahun lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan pertemuan dengan Sultan Oman Qaboos bin Said Al Said di Muscat. Pertemuan itu cukup mengejutkan dunia Arab, termasuk rakyat Palestina. Sebab Netanyahu dikahwatirkan berupaya melobi Sultan Qaboos untuk menormalisasi hubungan diplomatik negaranya dengan Tel Aviv.

Tahun lalu, dalam sebuah konferensi regional di Bahrain, Oman mengatakan, mungkin telah tiba waktunya bagi Israel untuk diperlakukan sama seperti negara-negara lain di Timur Tengah. Tel Aviv juga dituntut untuk menanggung kewajiban yang sama.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2G5yxcp
April 07, 2019 at 09:57PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2G5yxcp
via IFTTT
Share:

Saturday, March 23, 2019

Aceh Disarankan Bentuk KEK Pariwisata Halal

KEK Pariwisata diyakini permudah Aceh jadi destinasi wisata halal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Aceh untuk membentuk Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata. KEK Pariwisata diyakini akan mempermudah Aceh menjadi destinasi wisata halal yang dapat diunggulkan Indonesia.

Usulan tersebut diampaikan Arief kepada PLT Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Aceh Jamaluddin.  Arief mengatakan, perizinan bagi investor akan jauh lebih mudah jika Aceh memiliki sebuah KEK. Selain itu, pemenuhan infrastruktur penunjang juga akan diprioritaskan oleh pemerintah.

Salah satu bukti manfaat dari KEK yakni di Nusa Dua, Bali, serta Lombok, NTB. Kedua daerah tersebut langsung mengalami perkembangan pesat di sektor pariwisata setelah menjadi KEK. 

“Aceh sedang bersiap menjadi salah satu world best halal destination. Potensi Aceh sebagai destinasi halal sudah tidak diragukan,” kata Arief dalam keterangannya, Sabtu (23/2).

Menurut Arief, saat ini, Aceh bersama Lombok tengah mengarah untuk menjadi destinasi wisata halal. Namun, khusus Aceh, masih menghadapi masalah aksesibilitas. Usulan pembentukan KEK Pariwisata di Aceh juga bukan tanpa dasar. Menurut dia, minat masyarakat setempat untuk menjadikan Aceh sebagai kawasan wisata halal cukup tinggi.

Wisatawan dari Cina Selatan dan India merupakan segmen wisatawan yang dapat ditarik ke Aceh. Sebab, penduduk Cina Selatan didominasi oleh warga muslim yang juga memiliki potensi sebagai kantong wisatawan. Warga Cina Selatan menyukai Indonesia karena pantai dan kuliner ikan cakalang.

Sementara India, juga menjadi pasar wisatawan yang potensial karena 40 persen penduduknya merupakan muslim.

"Untuk itu, bila ada maskapai yang mau membuka rute baru penerbangan, Kemenpar akan memberikan insentif hingga 50 persen. Kemenpar siap memberikan subsidi di awal-awal bagi penerbangan yang membuka rute baru karena permintaanya pasti masih kecil, khususnya rute dari dan ke China Selatan serta India," ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menuturkan, jumlah kunjungan wisatawan di Aceh terus meningkat. Pada 2017 Aceh mampu menarik 2,3 juta wisatawan lokal. Selanjutnya, pada 2018 meningkat menjadi 2,5 juta wisatawan lokal. Adapun untuk 2019, Aceh menargetkan bisa menarik 150 ribu wisatawan dari mancanegara.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2YeEL0V
March 23, 2019 at 09:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2YeEL0V
via IFTTT
Share:

Susy: Kekalahan di Asia Mixed Team Harus Jadi Pelajaran

Langkah Indonesia terhenti di semifinal oleh Jepang dengan skor 0-3, Sabtu (23/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manajer tim bulu tangkis Indonesia Susy Susanti mengatakan, kekalahan tim Garuda pada semifinal Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 harus dijadikan sebagai bahan pembelajaran bagi seluruh pemain. Ini agar mereka bisa bermain lebih baik lagi ke depannya. Langkah Indonesia terhenti di semifinal oleh Jepang dengan skor 0-3, Sabtu (23/3).

Berkaitan dengan kekalahan tersebut, menurut dia, penampilan para atlet sebenarnya bisa lebih baik. Dia menilai masih ada pemain yang kurang maksimal permainannya dan ada juga yang salah menerapkan strategi.

"Untuk Shesar Hiren Rhustavito, sudah sesuai harapan, sudah maksimal. Tapi untuk yang lain, saya berharap lebih dari itu. Ada yang mainnya belum maksimal, ada yang strateginya agak salah. Penampilan para atlet sebetulnya bisa lebih baik," ujar Susy.

Lebih lanjut, perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI itu mengungkapkan penampilan Indonesia di babak semifinal sudah sesuai dengat target mengingat tidak adanya pemain inti yang diboyong dalam kejuaraan tersebut.

"Sesuai prediksi kami, targetnya semifinal. Bukannya tidak mau juara, tapi kami lihat dari kekuatan, kami realistis saja. Kami juga tidak membawa pemain inti, begitu pun negara lain. Secara target dan keseluruhan, semua berjalan lancar," kata dia

Dalam pertandingan semifinal Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 yang berlangsung di Queen Elizabeth Stadium, Hong Kong, Jepang mengalahkan Indonesia dengan skor 3-0. Kekalahan pertama dialami oleh pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra usai menghadapi Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dengan skor 11-21 dan 18-21.

Selanjutnya, pebulu tangkis tunggal putri Ruselli Hartawan juga tidak mampu mengatasi serangan Sayaka Takahashi dan berujung pada kekalahan dengan skor 15-21 dan 15-21. Terakhir, tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito juga harus menyerah di tangan Kanta Tsuneyama dalam tiga gim yang berlangsung selama 1 jam 15 menit dengan skor 21-15, 17-21 dan 16-21.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TrL2m3
March 23, 2019 at 09:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TrL2m3
via IFTTT
Share:

Saturday, March 9, 2019

Immigration Goes to Office Mudahkan Pegawai Urus Paspor

Imigrasi siap mendatangi kantor para pegawai yang mengajukan pengurusan paspor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kantor Imigrasi Kelas I Khusus non-TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) Jakarta Selatan (Jaksel) membuka pendaftaran bagi pegawai yang ingin memperpanjang maupun mengganti paspor ke e-passport. Melalui program "Immigration Goes to Office", Imigrasi Jaksel akan datang langsung ke kantor-kantor.

"Immigration Goes to Office jemput bola di kantor-kantor yang mengajukan," ujar Kepala Bidang Pelayanan dan Verifikasi Dokumen Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Selatan, Marina M. Harahap saat menggelar pelayanan di Lippo Mall, Sabtu (9/3).

Marina menilai, kebanyakan pegawai tak bisa mendatangi kantor imigrasi karena hanya melayani permohonan pada hari kerja. Sedangkan, para pegawai masih sibuk bekerja pada hari Senin sampai Jumat. "Targetnya untuk karyawan yang kesulitan datang ke kantor imigrasi atau yang susah mendapat izin, karena itu kami datengin di kantornya," ujarnya.

Marina menjelaskan, Imigrasi Jaksel siap mendatangi kantor para pegawai yang mengajukan pengurusan paspor. Asalkan, lanjut dia, kantor telah mengajukan permohonan kepada Imigrasi untuk mendapat persetujuan dan jadwal layanan.

Marina menambahkan, program Immigration Goes to Office memiliki batas minimal yang telah ditentukan yakni 25 pemohon. Karena itu, tidak semua kantor dapat mengajukan. Selain itu, kantor pengaju haruslah berasal di Jakarta Selatan.

Berikutnya, persyaratan administrasi pegawai menyertakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan paspor lama yang asli dan salinan yang telah difotokopi. Namun, lanjut dia, pihaknya mengaku tidak melayani pembuatan paspor baru. "Kalo persyaratan sama, kami tidak menerima paspor baru, kami hanya menerima penggantian," terangnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2STXkTZ
March 09, 2019 at 09:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2STXkTZ
via IFTTT
Share:

Sunday, February 24, 2019

Indra Sjafri Tanggapi Santai Vietnam Berang Soal Wasit

Indra meminta semua pihak tidak membesar-besarkan keputusan wasit.

REPUBLIKA.CO.ID, PHNOM PENH -- Pelatih tim nasional Indonesia U-22 Indra Sjafri menanggapi santai mengenai berangnya kubu Vietnam atas berbagai keputusan wasit di laga semifinal Piala AFF U-22 yang berakhir dengan kemenangan Indonesia 1-0 di Stadion Nasional, Phnom Penh, Kamboja, Minggu sore.

"Saya kalau wasit nggak paham, ada komisioner yang menilai dia," kata Indra dalam jumpa pers purnalaga ketika dikonfrontir mengenai pernyataan Pelatih Vietnam U-22 Nguyen Quoc Tuan yang mengkritik keras kepemimpinan wasit di laga tersebut.

Indra meminta semua pihak tidak membesar-besarkan keputusan-keputusan wasit Thant Zin Oo asal Myanmar sepanjang laga tersebut. "Saya pikir dalam pertandingan seketat ini wasit bisa saja membuat kekeliruan. Tapi saya pikir cincai lah," katanya.

Quoc Tuan dalam jumpa pers purnalaga segera mengeluarkan komentar yang menyatakan bahwa wasit tidak melakukan apa-apa dalam beberapa situasi di dalam kotak penalti Indonesia. Bahkan, ketika enam dari delapan kartu kuning yang dikeluarkan wasit ditunjukkan kepada pemain Indonesia, hal itu tidak mengurangi keberangan yang dirasakan Quoc Tuan.

"Indonesia seperti tidak sedang bermain bola, terlalu banyak kontak fisik," kata Quoc Tuan.

Pertandingan berlangsung keras sejak awal. Bahkan, Marinus Wanewar seolah dijadikan target sasaran provokasi oleh para pemain Vietnam yang sempat berbuah peringatan dari wasit terhadap penyerang Bhayangkara itu di menit-menit awal.

Namun, Marinus perlahan lebih tenang sementara kubu Vietnam tetap berusaha memancing emosinya. Termasuk, ketika Nguyen Van Hanh menjatuhkan Marinus dalam pergerakan tanpa bola di tengah situasi upaya serangan balik Indonesia pada menit ke-31.

Van Hanh merupakan pemain pertama yang mendapatkan kartu kuning di laga tersebut, kendati Indonesia kemudian diganjar enam kartu kuning secara keseluruhan. Tendangan bebas yang dieksekusi Muhammad Luthfi Kamal Baharsyah pada menit ke-70 berbuah menjadi gol semata wayang yang memastikan kemenangan Indonesia atas Vietnam.

Gol itu sekaligus mengantarkan Garuda Muda lolos ke partai final, menanti pemenang semifinal lain antara Kamboja dan Thailand.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BSYZ6O
February 24, 2019 at 09:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BSYZ6O
via IFTTT
Share:

Thursday, February 14, 2019

Progres Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Capai 85,7 Persen

Proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda terdiri dari lima seksi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono optimistis target pembangunan jalan tol dalam lima tahun (2015-2019) sepanjang 1.852 Km bisa tercapai. Dalam empat tahun (2015-2018), jalan tol yang sudah rampung sepanjang 782 Km.

Salah satunya adalah pembangunan Proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda. Jalan tol yang mempunyai panjang 99,35 Km hingga awal Februari 2019 pembangunan konstruksinya telah mencapai 85,7 persen.

Jalan tol pertama di Pulau Kalimantan ini terdiri dari lima seksi. Seksi I Balikpapan-Samboja sepanjang 22,03 Km saat ini dalam tahap konstruksi dengan progres sebesar 96,82 persen ditargetkan akan rampung pada April 2019.

Seksi II Samboja-Muara Jawa dengan panjang 30,98 Km dengan progres konstruksi sebesar 83,73 persen dan Seksi III Muara Jawa-Palaran sepanjang 17,50 Km progresnya sebesar 97,21 persen. Kedua seksi tersebut ditargetkan akan rampung pada Maret 2019,

Seksi IV Palaran-Samarinda dengan panjang 17,95 Km progresnya sudah mencapai 75,33 persen dengan target rampung Juli 2019 dan terakhir Seksi V Balikpapan-Bandara Sepinggan sepanjang 11,09 Km progresnya mencapai 68 persen dengan target rampung Agustus 2019.

Kehadiran Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dapat memangkas waktu tempuh dari Kota Balikpapan menuju Samarinda yang menghabiskan waktu hingga 3 jam menjadi 1 jam. Jalan tol ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mengurangi biaya logistik sehingga mampu mendorong pengembangan kawasan-kawasan industri yang bergerak di sektor kelapa sawit, batubara, migas, dan pertanian.

Sebagai informasi, pembangunan proyek tol Balikpapan-Samarinda dengan nilai investasi Rp 9,9 triliun dilakukan dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) adalah PT Jasamarga Balikpapan-Samarinda yang mengerjakan Seksi 2, 3, dan 4 dengan total sepanjang 66,43 Km.

Tandatangan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol pada 9 Juni 2016 dengan masa konsesi 40 tahun. Jalan tol ini memiliki kecepatan rencana 80 km/jam. Untuk meningkatkan kelayakan finansial, pemerintah memberikan dukungan konstruksi melalui dana APBN dan APBD pada Seksi I dan Seksi V.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TPrqtc
February 14, 2019 at 09:57PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TPrqtc
via IFTTT
Share:

Saturday, January 26, 2019

Gebu Minang Belum Tentukan Dukungan di Pilpres 2019

Gebu Minang tengah menggelar rakernas di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Gerakan Ekonomi dan Budaya Minang (Gebu Minang) Oesman Sapta Oedang (OSO) menegaskan, organisasinya belum menentukan sikap politik di Pemilu Presiden 2019. Menurut OSO, Gebu Minang masih fokus membangun ekonomi kerakyatan.

"Kami belum membicarakan soal dukungan di Pemilu 2019, karena masih fokus pada internal," kata Oesman dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (26/1).

Hal itu dikatakannya usai membuka rapat kerja nasional (rakernas) dan peringatan hari ulang tahun ke-29 organisasi tersebut, di Jakarta. OSO mengatakan, Gebu Minang merupakan gerakan ekonomi kerakyatan sehingga tanpa ikut politik, organisasinya ikut andil dalam pembangunan negeri.

Oesman mengakui, bahwa organisasinya diharapkan ikut andil dan ambil bagian dalam pemilu serta Pilpres 2019 namun organisasinya belum mengarah ke kancah politik, maupun dukungan ke capres dan cawapres. "Meski berbeda-beda pilihan, kami tetap satu tujuan untuk membangun Minang," ujarnya.

Ia mengatakan, organisasinya menyelenggarakan rakernas pada Sabtu-Ahad (26-27 Januari) yang dihadiri pengurus Gebu Minang dari daerah se-Indonesia untuk menentukan arah politik di Pemilu 2019. Menurut dia, hasil rapat itu akan dititipkan ke warga Minangkabau untuk diteruskan ke segala penjuru negeri.

"Semua akan kita titipkan. Kita boleh berbeda-beda tapi satu tujuan satu kepentingan dan satu pembangunan untuk Minang," katanya.

Selain itu, Oesman juga mengajak warga Minang khususnya yang berada di organisasi Gebu Minang agar tetap kompak di manapun tinggalnya. Untuk itu dia berpesan agar masyarakat Minang di manapun berada tetap harus menjaga budaya dan adat istiadat sehingga menjadi masyarakat yang disegani dan turut serta membantu pembangunan negeri ini.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MxFqF2
January 26, 2019 at 09:57PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MxFqF2
via IFTTT
Share:

Thursday, January 17, 2019

Ginting ke Perempat Final Malaysia Masters

Ginting akan menghadapi Chen Long yang telah mengalahkan Jonatan Christie.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting melangkah ke putaran perempat final turnamen Malaysia Masters 2019. Ginting menaklukkan wakil India Parupalli Kashyap 21-17 dan 25-23 pada pertandingan putaran kedua di Stadion Axiata, Kuala Lumpur, Kamis (17/1).

Catatan pertemuan kedua pemain itu pun menjadi 3-0 bagi Ginting atas Parupalli setelah pertandingan dalam turnamen Hong Kong Terbuka 2018.

"Sejak gim pertama, pertandingan kami selalu ketat meskipun saya masih mampu menjaga keunggulan poin. Begitupula pada gim kedua hingga interval pertandingan," kata atlet asal klub SGS PLN Bandung itu seperti tercantum dalam situs resmi PBSI.

Ginting mengaku permainan pemain peringkat 45 dunia itu sempat berubah setelah interval gim kedua. "Permainan saya sempat terpengaruh karena pola itu berubah tidak sesuai yang saya pikirkan," katanya.

Pada pertandingan perempat final yang akan berlangsung pada Jumat (18/1), Ginting akan menghadapi Chen Long yang telah mengalahkan Jonatan Christie pada pertandingan putaran kedua. Ginting masih mempunyai keunggulan atas pemain peringkat empat dunia itu dengan catatan pertemuan 5-2.

"Saya hanya persiapan pada fisik sama fokus permainan saja. Saya harus siap bermain lebih lelah dan mental terjaga. Pertandingan besok tidak akan mudah dibanding hari ini dan kemarin," kata atlet berusia 22 tahun itu.

Ginting menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang lolos ke perempat final Malaysia Masters 2019 setelah Tommy Sugiarto dan Jonatan Christie tersingkir. Jonatan kalah dalam dua gim langsung 15-21, 18-21 selama 45 menit permainan dari Chen Long pada pertandingan putaran kedua. Sedangkan Tommy tersingkir pada laga pertama dari pemain tuan rumah Liew Daren 21-23, 13-21 selama 44 menit permainan. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RAUyYb
January 17, 2019 at 09:57PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RAUyYb
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 1, 2019

Makanan Sisa tak Lagi Terbuang Berkat Garda Pangan

Garda Pangan sudah menyalurkan 49.294 jenis makanan kepada 41.557 penerima

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Erik Purnama Putra, wartawan Republika

Tanpa disadari masyarakat, rata-rata orang Indonesia membuang makanan mencapai 300 kilogram per tahun. Berdasarkan penelitian dari Economist Intelligence Unit pada 2017, Indonesia merupakan negara terbesar kedua di dunia dalam hal pembuangan sampah makanan (food waste). Di sisi lain, ada sekitar 19,4 juta penduduk yang harus berjuang untuk bisa makan setiap harinya agar tidak kelaparan.

Menyikapi fenomena tersebut, Eva Bachtiar tergerak untuk membuat sebuah wadah berupa food bank untuk menyelamatkan makanan sisa yang masih layak konsumsi dan dibagikan kepada warga Surabaya yang membutuhkan. Melalui perusahaan rintisan (start up) Garda Pangan, Eva bertekad ingin mengurangi jumlah makanan yang terbuang sia-sia, padahal sebenarnya masih bisa dimanfaatkan.

"Kita start mulai Juni 2017 atau sudah satu setengah tahun ini, concern mempertemukan orang yang kelebihan makanan dengan yang membutuhkan di Surabaya," kata Eva saat berbincang dengan Republika, belum lama ini.

Eva menerangkan, Garda Pangan bermula dari pengalaman salah seorang pendirinya, yaitu Dedhy Trunoyudho yang berlatar belakang pengusaha katering pernikahan, yang sering menghadapi masalah pembuangan makanan setiap pekannya. Dari sudut pandang bisnis, menurut Eva, apa yang dilakukan Dedhy menjadi pilihan ideal karena merupakan solusi cepat, murah, dan praktis untuk dilakukan.

Kebiasaan membuang makanan tersebut ternyata dicermati oleh Indah Audivtia, istri Dedhy, yang menganggap keputusan itu hal yang menyesakkan dan mengganggu. Berawal dari kegelisahan itulah, Dedhy dan Indah akhirnya tergerak untuk memilih langkah lain, dengan mendonasikan makanan berlebih. Eva mengatakan, ia yang juga mempunyai semangat  untuk menyelesaikan isu pembuangan makanan berkolaborasi bersama pasangan suami istri tersebut, menginisiasi gerakan bank makanan di Kota Pahlawan.

Eva menerangkan, tidak banyak yang tahu bahwa banyak kerugian yang dihasilkan dari proses pembuangan makanan. Selain masalah ekonomi, sambung dia, makanan yang dibuang dan menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA) juga menghasilkan gas metana. Hal itu sama saja Indonesia turut berkontribusi terhadap pemanasan global.

"Yang paling parah dampak sosialnya, kenapa banyak banget makanan dibuang, tapi ada 19 juta orang kesulitan mendapatkan makanan? Ini gap-nya besar sekali," ujar Eva.

Dia pun bergerak cepat untuk menjadi agen perubahan dengan berusaha memfasilitasi pihak yang kerap membuang makanan sisa dengan mereka yang membutuhkannya sehari-hari. Garda Pangan, kata dia, bekerja sama dengan pelaku industri hospitality, di antaranya restoran atau rumah makan, hotel, perusahaan katering, kafe, hingga toko roti, buah, dan sayuran yang memiliki konsep tidak menyisakan makanan di hari itu.

Maksudnya, berbagai jenis makanan tersebut selama ini kalau tidak laku akan dibuang oleh pemilik atau pihak manajemen. Eva mengatakan, Garda Pangan ingin berbagai jenis makanan sisa tidak langsung dibuang ke tempat sampah. Dengan melakukan food rescue, pihaknya ingin agar surplus makanan yang dihasilkan oleh bidang usaha itu terhindari dari potensi terbuang.

"Mekanismenya kita mengambil, misalnya bisa toko bakery dari 100 roti, yang terjual 70 dan sisa 30. Daripada dibuang, kita ambil karena masih sangat layak," ucap Eva yang juga menjadi konsultan pertanian tersebut.

Menurut dia, Garda Pangan tidak asal mengambil makanan sisa, lantaran harus dipastikan higienisnya. Eva menjelaskan, setiap relawan yang bertugas harus melakukan pemeriksaan kualitas makanan, sebelum didistribusikan kepada masyarakat prasejahtera. Hingga November 2018, tercatat 49.294 jenis makanan yang disalurkan dengan total 41.557 penerima manfaat, dan menyelamatkan tujuh ton potensi makanan terbuang.

Dia mengatakan, Garda Pangan juga bergerak untuk menyelenggarakan food drive atau pengumpulan donasi surplus makanan pada momen-momen tertentu. Misalnya, pengumpulan kue kering berlebih pasca-Hari Raya Idul Fitri, atau saat terjadi bencana alam. Pengumpulan donasi dilakukan dengan beberapa cara, antara lain dengan menitipkan kotak-kotak donasi di beberapa drop point di Surabaya, hingga penjemputan donasi oleh para relawan.

Dia mengatakan, setiap harinya ada tiga relawan yang bergerak menjadi distributor makanan untuk disebar di area Surabaya. Pihaknya juga menggandeng Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) universitas untuk menyalurkan makanan pascaacara yang digelar di kampus, seperti seminar dan wedding organizer agar lagi-lagi tak ada makanan yang terbuang percuma.

"Wilayahnya masih di Surabaya. Mimpi besar kita, juga bisa buka di kota besar lain, tapi tidak mau grusu-grusu, fokus dulu memperkuat di Surabaya. Kalau sudah mapan gampang buka cabang," katanya.

Selain itu, pihaknya juga turut aktif menyebarkan kesadaran untuk mengurangi sampah makanan kepada masyarakat lewat kampanye kreatif di media sosial (medsos) hingga car free day (CFD). Dari hasil survei yang dilakukan Garda Pangan kepada 321 responden yang tersebar di 31 kecamatan di Kota Surabaya, sambung dia, didapati fakta masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tindakan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk berkontribusi mengurangi sampah makanan.

"Kesadaran untuk menghargai makanan dan mengurangi sampah makanan sebaiknya dipupuk sejak dini. Kami menganggap edukasi terhadap isu sampah makanan untuk anak-anak sangat penting, untuk menciptakan generasi yang sadar dan peduli terhadap permasalahan ini," ujar Eva.

Pemilik Tanak Melayu Resto Riyan Kaizir mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Garda Pangan, karena memang memiliki visi meniminalisasi limbah makanan. Sehingga kalau ada surplus makanan, ia akan menyerahkan kepada Garda Pangan selama masih layak, untuk disalurkan kepada para penerima. "Tentu kami senang sekali dengan kegiatan positif seperti ini. Apalagi teman-teman Garda Pangan sangat konsisten dan peduli dengan permasalah food waste," kata Riyan.

Salah satu penerima manfaat bernama Bu Mira mengaku, ia termasuk keluarga yang kurang mampu. Sehingga sangat membutuhkan bantuan makanan gratis yang diantar relawan Garda Pangan. "Jadi kami senang sekali, karena bisa ikut merasakan makanan yang enak, terjamin sehat, dan bergizi," kata Bu Mira.

Juara The NextDev

Perusahaan rintisan Garda Pangan yang berbasis situs di alamat gardapangan.org mengajak semua kalangan untuk berpartisipasi menjadi agen perubahan. Di laman tersebut, masyarakat bisa ikut memberi donasi makanan, donasi tunai, mengusulkan penerima manfaat, dan menjadi relawan.

Eva menuturkan, berkat kehadiran Garda Pangan yang dianggap membawa kebaikan di masyarakat, ia bersama Dedhy dan Indah ikut The NextDev 2018, sebuah kompetisi start up lokal yang mendorong anak muda Indonesia untuk berkarya lewat teknologi tersebut diadakan Telkomsel. Eva mengaku, tidak menyangka aplikasi ciptannya bisa menjadi juara dan terbaik di mata juri.

"Mungkin karena Garda Pangan memberi dampak luar biasa bagi masyarakat, sehingga dinyatakan pemenang," kata Eva. Dia menambahkan, penghargaan itu akan semakin memacu pengelola Garda Pangan untuk bisa lebih baik lagi melayani masyarakat tak mampu agar bisa mendapatkan pasokan makanan secara berkelanjutan.

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan, tiga pemenang The NextDev 2018, termasuk Garda Pangan merupakan aplikasi terbaik yang memiliki kemampuan untuk memberi solusi bagi masalah yang ada di tengah masyarakat. “Semoga aplikasi-aplikasi ini dapat memberikan dampak langsung yang positif terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat,” kata Ririek dalam siaran.

Ririek menambahkan, setiap tahunnya kompetisi The NextDev yang dimulai 2015, terus menelurkan aplikasi digital yang inovatif. Hal itu menunjukkan tingginya kreativitas anak muda Indonesia untuk mencari solusi menggunakan teknologi bagi permasalahan yang terjadi di sekitar lingkungannya.

Hal itu sesuai dengan upaya Telkomsel dalam membangun ekosistem digital di Indonesia, di mana salah satu komponen utamanya adalah kehadiran berbagai aplikasi yang berkualitas ciptaan anak negeri. Menurut Ririek, para peserta The NextDev juga diberi pelatihan agar memperoleh pengetahuan dan informasi yang komprehensif mengenai teknologi perusahaan rintisan untuk meningkatkan kualitas aplikasi yang mereka ciptakan dan membangun bisnis dalam waktu dekat.

Di samping itu, para peserta juga mempelajari berbagai keterampilan secara lebih mendalam untuk menghasilkan strategi perencanaan produk yang matang dan siap untuk dipasarkan. “Kami melihat teknologi bisa menjadi percepatan dalam penyelesaian suatu masalah. Kami harap program ini bisa memberikan inspirasi bagi lebih banyak lagi anak muda Indonesia untuk berkarya melalui teknologi, mewujudkan ide dan impian mereka melalui kreasi aplikasi digital,” kata Ririek.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AppsrD
January 01, 2019 at 09:57PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AppsrD
via IFTTT
Share: