Showing posts with label 2019 at 04:04AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 04:04AM. Show all posts

Saturday, March 16, 2019

Vs Liverpool, Pelatih Fulham Minta Pemainnya tak Gentar

Jika menang, Fulham menghidupkan asa lepas dari zona degradasi.

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Pelatih Fulham Scott Parker menyadari pertandingan melawan Liverpool pekan ke-31 Liga Primer Inggris, Ahad (17/3) akan menjadi tantangan besar bagi para pemainnya. Namun ia menegaskan nama besar Liverpool tak akan menyurutkan semangat Alexander Mitrovic dkk saat memasuki Stadion Craven Cottage.

Apalagi, jika Fulham bisa menang atas Liverpool, maka bisa menghidupkan kembali harapan untuk keluar dari zona degradasi. Sehingga, Scott Parker menyatakan timnya bisa memberikan masalah untuk skuat asuhan Juergen Klopp.

''Semoga kami akan memberikan pengaruh dalam perburuan gelar (Liverpool). Kami punya beberapa pemain yang sangat bagus di klub dan kami harus dapat mengeluarkan yang terbaik dari mereka,'' ujar Scott Parker, dilansir laman resmi klub, Sabtu (16/3).

Menurut Parker, para pemainnya punya kesempatan untuk membuktikan diri. Jika pemain Fulham bisa bermain sesuai dengan strategi, maka timnya bisa mendapatkan poin.

Hal itu karena Parker telah melihat kemampuan para pemainnya setiap saat selama latihan. Para pemainnya telah meningkatkan standar permainan. Dalam pertandingan terakhir lawan Chelsea, pemain Fulham menunjukan agresivitas dan pertandingan babak kedua lawan Leicester menunjukkan karakter tim sesungguhnya.

Namun Liverpool merupakan tim yang sangat mematikan. Sadio Mane dkk punya kecepatan dan kekuatan yang dipertajam dengan pelatih kelas dunia yang melakukannya secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir sehingga pertandingan itu akan sangat berat. "Jelas itu tantangan yang besar. Kami berada di kandang dengan fan di belakang kami. Saya berharap pada Ahad kami akan bermain dengan baik,'' kata Parker.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2CnXwp0
March 17, 2019 at 04:04AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2CnXwp0
via IFTTT
Share:

Meminta Jabatan

Jabatan kerap kali menggoda manusia untuk mendapatkannya dengan cara apa pun

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Fajar Kurnianto

Jabatan kerap kali menggoda manusia untuk mendapatkannya dengan cara apa pun, bahkan dengan menghalalkan segala cara. Nabi SAW pernah berpesan kepada Abdurrahman bin Samurah, "Wahai Abdurrahman bin Samurah, jangan engkau meminta jabatan (dalam pemerintahan). Jika engkau diberi jabatan tanpa meminta, engkau akan dibantu Allah untuk melaksanakannya. Namun, jika jabatan itu engkau dapatkan karena engkau memintanya, maka engkau sendiri yang akan memikul beban pelaksanaannya (tanpa dibantu Allah)." (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Rasulullah SAW mengingatkan siapa pun untuk tidak meminta jabatan jika tidak memiliki keahlian atau kompetensi di bidangnya. Apalagi, orang yang rupanya meminta jabatan hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya sendiri, seperti mengeruk keuntungan dan memperkaya diri sendiri dan kelompoknya, dengan mengabaikan kepentingan umum. Seperti dikatakan dalam hadis tadi, orang yang meminta jabatan tanpa keahlian dan kompetensi tidak akan dibantu oleh Allah dalam menjalani tanggung jawab jabatannya.

Dalam sebuah hadis disebutkan, orang yang meminta jabatan karena keahlian dan kompetensinya, lalu melaksanakan tugasnya dengan baik, ia akan mendapatkan surga di akhirat. Nabi bersabda, "Barang siapa meminta menjadi qadhi (hakim) bagi kaum Muslimin sampai dia memperoleh jabatannya itu, kemudian keadilannya (dalam memutuskan hukum) mengalahkan kecurangannya, maka baginya adalah surga. Dan barang siapa kecurangannya (dalam memutuskan hukum) mengalahkan keadilannya, maka baginya adalah neraka." (HR Abu Dawud).

Adapun orang yang diberi jabatan tanpa meminta, akan dibantu oleh Allah. Ia diberi atau mendapatkan jabatan semata karena kepercayaan akan keahlian dan kompetensinya, bukan karena kedekatan (nepotisme). Ia dipilih karena prestasi dan rekam jejaknya yang baik. Dengan kata lain, ia adalah orang berkualitas yang diakui dan diketahui banyak orang. Orang-orang semacam ini akan dapat membuat kebijakan-kebijakan yang membawa kemaslahatan bagi banyak orang, bukan menciptakan kerusakan dan kekacauan yang berujung kepada masalah hukum.

Nabi Yusuf adalah contoh terbaik untuk hal ini. Raja Mesir kala itu mengangkatnya sebagai pejabat tinggi di kerajaannya, karena ia percaya akan keahlian dan kompetensi Yusuf. Setelah mendapat kepercayaan itu, Yusuf pun meminta jabatan bendahara kerajaan, karena ia bisa menjaga kas kerajaan dan memiliki pengetahuan tentang manajemen keuangan. Allah pun membantu Yusuf dalam menjalani jabatannya, dan terbukti, beliau sukses membawa Kerajaan Mesir dan masyarakatnya melewati krisis ekonomi, karena musim kemarau yang begitu panjang kala itu.

Allah SWT menyebutkan kisah Yusuf itu dalam Alquran, "Dan raja berkata, 'Bawalah dia (Yusuf) kepadaku, agar aku memilih dia (sebagai orang yang dekat) kepadaku.' Ketika dia (raja) telah bercakap-cakap dengan dia, dia (raja) berkata, 'Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi di lingkungan kami dan dipercaya.' Dia (Yusuf) berkata, 'Jadikanlah aku bendaharawan negeri (Mesir); karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, dan berpengetahuan.' Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri ini (Mesir); untuk tinggal di mana saja yang dia kehendaki. Kami melimpahkan rahmat kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik." (QS Yusuf [12]: 54-56).

Jabatan adalah sesuatu yang berat, karena itu perlu dipikul oleh orang-orang yang ahli dan berkompeten di bidangnya. Bukan oleh orang yang sekadar mengejar jabatan hanya demi memperkaya diri sendiri ketika jabatan itu sudah didapatkan. Jabatan mesti diberikan kepada orang-orang yang tepat. Wallahu a'lam.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UDbwT2
March 17, 2019 at 04:04AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UDbwT2
via IFTTT
Share:

Saturday, March 9, 2019

Karakter Kikir

Kisah pemilik kebun yang kikir.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Muhbib Abdul Wahab

Salah satu isi kandungan Alquran yang cukup dominan adalah kisah umat terdahulu, baik yang saleh maupun durhaka. Kisah-kisah umat terdahulu menghiasi lebih dari 30 persen ayat Alquran.

Tujuan utama pengisahan adalah agar umat Nabi Muhammad SAW mau menjadikannya sebagai pelajaran berharga untuk menatap masa depan yang lebih mulia dan bahagia, bukan sengsara dan binasa, baik di dunia maupun akhirat.

Di antara kisah menarik dalam Alquran adalah kisah pemilik kebun yang kikir. "Sesungguhnya Kami telah memberi cobaan kepada mereka (musyrikin Makkah) sebagaimana Kami memberi cobaan kepada para pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik hasilnya di pagi hari, dan mereka tidak mengucapkan insya Allah."

"Lalu, kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur; maka jadilah kebun itu hitam (karena terbakar) seperti malam yang gelap gulita.Lalu mereka saling memanggil di pagi hari."

"Pergilah di pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak meme tik buahnya. Maka pergilah mereka saling berbisik-bisik: pada hari ini janganlah ada seorang miskin pun masuk ke dalam kebunmu." "Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat mengha langi (orang miskin), padahal mereka mampu (menolongnya)."

"Tatkala mereka melibat kebun itu, mereka berkata: 'Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan), bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)'." "Berkatalah orang yang paling baik pikirannya di antara mere ka: 'Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendak lah ka mu bertasbih (kepada Tuhanmu)!' Mereka mengucapkan:

'Maha suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim'." "Lalu satu sama lain saling berhadap-hadapan seraya saling mencela. Mereka berkata: 'Aduhai celakalah kita; sesungguhnya kita adalah orang-orang yang melampaui batas'." (QS al-Qalam [68]: 17-31)

Kisah menarik dan sarat pesan moral tersebut menunjukkan, bakhil atau kikir itu merupakan karakter seka ligus penyakit sosial yang sangat berbahaya, baik bagi pelaku nya sendiri maupun orang lain, terutama kaum fakir-miskin. Bahaya kikir itu terlihat dari sikap pemilik kebun yang som bong dan merasa tidak akan ada yang dapat menggagal kan panennya, sekaligus kerakusannya terhadap karunia Allah dengan tidak mau peduli dan simpati terhadap sesama nya.

Sebagai peringatan keras bagi orang kikir, Allah SWT lalu men datangkan petir yang menyambar dan menghanguskan kebun yang sudah siap dipanen milik orang bakhil itu. Ketika datang ke kebun di pagi buta, mereka hanya bisa "gigit jari" sambil menyesali diri karena apa yang sudah direncanakan (panen besar) ternyata gagal total.

Pesan moral yang dapat dipetik adalah bahwa karakter kikir, sombong, dan rakus, minimal kikir dalam mensyukuri nikmat Allah itu sangat berbahaya karena dapat menjadi penyebab banyak bencana, musibah, dan malapetaka yang datang silih berganti.

Kekikiran, keserakahan, dan kesombongan kerap kali membuat manusia tidak pernah dapat bersikap qana'ah dan tidak pandai bersyukur kepada Allah SWT, sehingga menjadi orang yang durhaka dan melupakan-Nya.

Orang kikir cenderung berniat jahat dengan sikap antisosial dan tidak peduli terhadap nasib fakir miskin.Kisah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kekikiran finansial dan sosial cende rung melahirkan karakter egois dan individualistis yang berlebihan, sehingga pelakunya tidak memiliki sikap empati.

Dengan demikian, warga bangsa ini perlu mengubah karakter negatif seperti kikir dan sombong menjadi karakter positif dengan menyadari sepenuh hati bahwa sesungguhnya kepemilikan di dunia ini hanyalah titipan yang bersifat sementara belaka, karena semua yang ada di langit dan di bumi pada hakikatnya adalah milik Allah SWT. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2NUtbD3
March 10, 2019 at 04:04AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2NUtbD3
via IFTTT
Share: