Showing posts with label 2019 at 09:54PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 09:54PM. Show all posts

Saturday, May 18, 2019

Tradisi Kerlap Lentera Hias di Masjid Istiqomah Pekanbaru

Masjid Istiqomah Pekanbaru memasang lampu hias selama Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU— Pemuda di Jalan Sembilang Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, masih melestarikan tradisi unik menghias Masjid Istiqomah di daerah itu dengan ratusan lentera dan lampu colok untuk menyemarakan bulan suci Ramadhan 1440 H.

“Pemasangan lampu hias ini dilakukan sejak jauh-jauh hari sebelum datangnya bulan puasa ini. Dipasang sejak malam Ramadan pertama,” kata Ketua Ikatan Pemuda Bomlama Rumbai (IPBR), Dodi Elvian, kepada wartawan di Pekanbaru, Sabtu (18/5).

Lentera yang dipasang jumlahnya ada 124 unit disesuaikan dengan 99 nama baik Allah atau al-asma’ al-husna dan 25 nama nabi. Pemuda setempat memasangnya di tepi jalan di depan Masjid Istiqomah. Lenteranya beraneka warna terlihat berjejer dan menyala terang pada saat malam.

Selain itu, ada juga ratusan lampu colok atau lampu minyak yang disusun membentuk asma Allah dan Muhammad dalam bahasa Arab. Rangkaian lampu colok itu ditempatkan di sebelah kanan halaman Masjid Istiqomah, dengan ukuran lebar 6 meter dan tinggi 4 meter. Setiap menjelang waktu berbuka puasa, pemuda setempat menyalakan lampu-lampu itu.

Dodi mengatakan ratusan lentera dan lampu colok tersebut dipasang selama sebulan penuh saat bulan puasa. Setiap tiga hari sekali, pemuda IPBR menambah bahan bakar yang menghabiskan sekitar 70 liter solar. “Biayanya dari hasil swadaya IPBR,” katanya.

Tradisi unik warga setempat tidak hanya membuat semarak bulan Ramadhan, namun warga dari daerah lainnya juga selalu datang untuk berfoto di tempat itu.

“Jarang-jarang di Pekanbaru ada yang bikin hal unik seperti ini,” kata Yudi, seorang warga, memuji tindakan kreatif pemuda IPBR.

Selain memasang lampu hias, pemuda setempat juga menggelar pawai lampu obor pada malam takbiran. Pawai ini bisa melibatkan ratusan warga yang berjalan kaki membawa obor sambil menyarakan kalimat takbir jelang Hari Idul Fitri.   

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JQWwOT
May 18, 2019 at 09:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JQWwOT
via IFTTT
Share:

Saturday, May 4, 2019

Kementan Imbau Pemda Pantau Ketersediaan dan Harga Pangan

Ketersediaan pangan strategis mencukupi permintaan pasar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian mengimbau pemerintah daerah untuk mengawasi harga dan ketersediaan pangan. Aparat pemda harus terjun ke lapangan untuk memastikan keduanya. 

"Harga pangan menjadi perhatian pemerintah dan kami akan lakukan terus pemantauannya, agar terkendali dan daya beli masyarakat terjangkau," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan), ketika meninjau pasar Tradisional Tanjung Pandan, di Kota Tanjung Pandan, Belitung, Sabtu (4/5). 

Khusus untuk Bangka Belitung, Agung berpesan kepada pemerintah daerah agar terus memantau ketersediaan dan harga pangan, mengingat beberapa komoditas pangan di Bangka Belitung sebagian besar dari provinsi lain," tambah Agung.

Agung juga menjelaskan, secara nasional ketersediaan komoditas pangan pokok/strategis nasional seperti beras, jagung, minyak goreng, bawang merah, cabai, daging dan telur ayam ras mencukupi. Hanya bawang putih yang ketersediaan produksinya masih kurang sehingga dipenuhi dari impor.

Tim Satgas Pangan Bangka Belitung, Armain, menyatakan akan terus melakukan pengawasan distribusi pangan agar pasokan dan harga pangan terjaga.

"Kami akan terus lakukan pengawasan, agar stok dan harga pangan selalu terkendali," ujar Armain.

Berdasarkan pantauan di Pasar Tanjung Pandan, harga komoditas pangan cenderung stabil, antara lain beras 12.500 per kg, gula 12.000 per kg, dan minyak goreng 10.000 per kg. Bawang putih dan cabai merah yang mengalami sedikit kenaikan. Diharapkan dalam waktu dekat segera turun karena pasokan dipastikan masuk ke pasar pada Ahad (5/5).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Wq78b4
May 04, 2019 at 09:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Wq78b4
via IFTTT
Share:

Thursday, February 14, 2019

Tantangan Berat Peserta IOX 2019 Hadir di Trek Siosar

Trek IOX 2019 Andalas kali ini adalah yang terberat.

REPUBLIKA.CO.ID, BRASTAGI -- Para peserta Indonesia Off-Road eXpedition (IOX) 2019 Andalas mulai menghadapi rintangan berat ketika melewati trek Siosar, Brastagi, Sumatra Utara. Trek yang berada di hutan rimba itu membuat 19 peserta harus berjibaku untuk bisa melanjutkan penjelajahan yang dimulai dari Medan, Sabtu (9/2) lalu.

Menurut Team Leader IOX 2019 Andalas, Syamsir Alam, akibat liarnya trek yang dilalui, mayoritas peserta tertinggal dua hari dari jadwal. Dia mengatakan, trek Siosar menjadi rintangan terberat sejauh ini karena seharusnya, dalam waktu empat hari semua rute bisa dilahap.

"Namun kenyataannya hanya peserta terdepan yang mampu memenuhi jadwal waktu yang ditentukan. Mayoritas tertahan didalam track, akibat sulitnya track yang harus dilalui ditambah kerusakan dibanyak kendaraan peserta akibat tidak mampu mengatasi kondisi track yang suit," kata dia, Kamis (14/2).

Ketua Panitia IOX Zulkarnain Danie atau Joel menambahkan, trek IOX 2019 Andalas kali ini adalah yang terberat dari seluruh event IOX yang pernah diikutinya. Padahal cuaca cerah dan tidak hujan. “Kalau saja hujan selesai kita semua," kata Joel yang juga menjadi peserta dari Tim Badak Mopar.

Kondisi trek racikan Syamsir Alam memang membuat seluruh peserta harus berjibaku menghadapi tantangan alam yang ekstrem. Peserta harus mampu melewati tanjakan super tajam, menaiki tembok Cina, lumpur yang dalam, turunan yang curam ditengah cuaca dingin. Bahkan ada trek turunan tajam yang sebagian peserta mengalami slink (tali) winch putus. Putusnya slink winch adalah kejadian yang sebenarnya jarang terjadi.

 

Peserta motor Dirt Bike IOX juga masuk ke area off-road tapi dengan jalur yang berbada dengan kendaraan 4x4. Trek ini juga tidak mudah dilalui oleh peserta motor. Seluruh peserta basah kuyup akibat harus melalui trek lumpur yang dalam. Bahkan ada peserta yang harus dibantu ditarik karena tidak sanggup nanjak akibat curamnya trek. Hal biasa melihat peserta motor jatuh bangun melahap trek.

Setelah melewati trek berat, rombongan IOX 2019 Andalas bergerak menuju base camp 6 di Dolok Sanggul yang masih di kawasan Danau Toba. "Para peserta diberi kesempatan untuk menikmati keindahan wisata Danau Toba," kata Joel.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Sy0aCR
February 14, 2019 at 09:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Sy0aCR
via IFTTT
Share:

Tuesday, February 5, 2019

Kemenag Pastikan Layanan dan Fasilitas Jamaah Dimaksimalkan

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Komisi VIII sepakat Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tidak dinaikan. BPIH tahun 2019 sebesar Rp 35,2 juta sama dengan BPIH tahun 2018.

Direktur Pengelolaan Dana Haji Kementerian Agama Maman Saefullah mamastikan, meski BPIH tidak naik, pelayanan kepada para jamaah haji tetap akan dimaksimal. "Insya Allah akan pemerintah upayakan peningkatan dari tahun yang lalu," kata Maman kepada Republika.co.id, Selasa (5/2).

Maman mengatakan salah satu upaya peningkatan kepada jamaah adalah memberikan fasilitas pendingin moderen atau Air Conditioning (AC) di tenda-tenda Arafah dan penambahan urinior di Mina. Penambahan AC dan urinoir ini merupakan salah satu upaya pemerintah meningkatkan pelayanan terhadap seluruh jamaah haji Indonesia.

"Antara lain pemasangan Air Conditioning di Arafah dan penambahan fasilitas urinoir di mina," ujarnya.

Mamam tidak merinci berapa jumlah unit AC yang akan diadakan untuk jamaah haji tahun 2019 nanti. Maman hanya merinci berapa jumlah urinoir diadakan untuk di Mina. "Hanya penambahan fasilitas urinoir per maktab 8 unit," katanya.

Maman mengatakan, tidak ada perubahan untuk desain atau model tenda yang digunakan bagi para jamaah haji di Arafah dan di Mina, seperti yang telah disarankan Sekjen Aphuri Firman Nur Alam.

Menurut Firman, salah upaya pemerintah meningkatkan pelayanan ada dengan memberikan fasilitas maksimal, salah satunya adalah dengan membuat perubahan desain tenda bertingkat. "Makanya sekarang harus sudah dipikirkan membuat tenda bertingkat atau gedung bertingkat atau lain sebagainya agar peningkatan pelayanan di sana bisa baik," katanya Firman belum lama ini.

Menurut Firman, pemerintah perlu tim khusus untuk bernegoisasi terkait percepatan perbaikan atau penambahan fasilitas ibadah haji terutama di Mina dan di Arafah. "Jadi diplomat itu yang bisa memberikan masukan yang baik kepada pemerintah Saudi," ujarnya.

Misalnya, masukan yang mesti disampaikan ke pemerintah Saudi adalah bagaimana membuat sebuah inovasi tempat tinggal yang memuat banyak jamaah dalam satu tempat. Sebagaimana yang pemerintah Saudi lakukan terhadap perluasan di Masjidil Haram dan Nabawi.

Berita Terkait

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GnBgPc
February 05, 2019 at 09:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GnBgPc
via IFTTT
Share: