Showing posts with label 2018 at 04:10PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 04:10PM. Show all posts

Monday, December 31, 2018

Pertamina Borong Dua Proper Emas 2018

Proper Emas peringkat tertinggi perusahaan yang meningkatkan pengelolaan lingkungan.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Upaya pemberdayaan dan pengembangan masyarakat berbasis lingkungan secara berkesinambungan yang dilakukan oleh Pertamina Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Boyolali membuahkan "kado" istimewa di akhir tahun. Pertamina TBBM Boyolali berhasil meraih penghargaan tertinggi (kategori Emas) dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) IV Jawa Tengah dan DIY, Andar Titi Lestari, mengatakan penghargaan Proper tersebut diberikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (27/12). Ia menjelaskan, raihan Proper dengan kategori Emas ini menjadi penghargaan pertama kali diterima bagi TBBM Boyolali, setelah enam tahun berturut-turut (sejak tahun 2012) mendapatkan Proper kategori Hijau.

Proper untuk kategori Emas merupakan peringkat tertinggi bagi perusahaan yang dinilai telah berhasil meningkatkan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dan melakukan upaya-upaya pengembangan kapasitas masyarakat secara berkesinambungan.

Upaya pengembangan masyarakat secara berkesinambungan di TBBM Boyolali di 2018, jelasnya, adalah terbentuknya workshop Sriekandi Patra dan Integrasi Program Edukasi berbasis lingkungan (Campbell II Edupark). Workshop Sriekandi Patra ini merupakan pembinaan berupa pelatihan membatik bagi kelompok penyandang disabilitas agar dapat berkarya dan mandiri.

“Dari kegiatan membatik ini, kelompok sriekandi patra telah menghasilkan satu motif khusus yang sudah mendapat hak paten, yakni batik motif lembu patra dengan capaian omset hingga Rp 50 juta selama 2018,” tegasnya.

Sedangkan Campbell II Edupark, jelas Andar, merupakan upaya TBBM Boyolali untuk memberdayakan kawasan yang semula berupa lahan kritis menjadi sumber penghasilan bagi desa dan warga sekitar.

Upaya ini dilakukan dengan memberikan program edukasi tentang tenaga hidrolik dari kincir pompa, edukasi peternakan sapi hingga mengolah limbah kotoran sapi menjadi biogas. Tak ketinggalan edukasi “zero waste” dengan mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif.

Tidak hanya TBBM Boyolali yang diganjar proper Emas, TBBM Rewulu yang berada di wilayah Pertamina MOR IV juga mendapatkan Emas untuk ke empat kalinya. Selain itu, delapan unit operasi Pertamina MOR IV juga mendapatkan Proper Hijau yang meliputi TBBM Semarang Group, Depot LPG Cilacap, TBBM Maos, TBBM Tegal, TBBM Lomanis, TBBM Cilacap, TBBM Tegal, DPPU Adi Sutjipto dan DPPU Adi Sumarmo.

Pertamina MOR IV, masih lanjut Andar, terus berupaya meningkatkan pengelolaan lingkungan dan memberdayakan masyarakat berkelanjutan untuk menciptakan kemandirian serta peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar unit operasi.

Pada tahun ini, Pertamina juga mendominasi jumlah kandidat Proper Hijau 45 persen atau 108 lokasi dari total 240 perusahaan dan 61 persen atau 31 lokasi dari 51 perusahaan. Yakni 13 Proper Emas dan 69 Proper Hijau. “Pencapaian ini merupakan bentuk komitmen penuh segenap insan Pertamina untuk menjadi perusahaan energi berkelas dunia yang memberikan dampak positif bagi lingkungansekitarnya,” tandas Andar.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TeH9kK
December 31, 2018 at 04:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TeH9kK
via IFTTT
Share:

Friday, December 28, 2018

Universitas Pakuan Berangkatkan Umrah Dosen dan Mahasiswa

IHRAM.CO.ID, BOGOR -- Universitas Pakuan Bogor (Unpak) berangkatkan umrah secara gratis kepada dosen dan karyawannya yang terpilih, Kamis (27/12). Program ini digagas sebagai bentuk ungkapan penghargaan diberikan Universitas Pakuan kepada dosen dan pegawai yang sudah mengabdikan diri pada Universitas Pakuan Bogor. 

Rektor Universitas Pakuan Bogor, Bibin Rubini, menyampaikan awalnya program ini digagas oleh Pembina  Yayasan Pakuan Siliwangi, yakni Mayor Jenderal Purnawirawan Soedradjat dan Ketua Yayasan Pakuan Siliwangi, yakni H. Subandi Al Marsudi. Menurutnya, Program pemberangkatan umrah sudah rutin dilakukan sejak tahun 2012.

“Setiap Dies Natalis Universitas Pakuan, pada tanggal 1 November. Kita memilih mereka yang sudah lama mengabdikan diri kepada Unpak dan berdedikasi tinggi untuk diberangkatkan umrah,” ucap Bibin saat ditemui Republika.co.id di ruangannya.

Bibin menyampaikan, pemberangkatan umrah gratis yang dibiayai pihak Yayasan Pakuan Siliwangi tiap tahunnya, disediakan tidak kurang untuk 20 orang. Bibin pun menyampaikan rasa syukurnya dengan adanya program ini.

“Alhamdulillah, ini adalah hikmah dan barokah dari doa mereka yang berangkat kesana. Sehingga sampai saat ini Universitas Pakuan masih diberikan kepercayaan oleh para orang tua untuk mengkuliahkan anak- anaknya disini,” ungkapnya.

Bibin yang bergelar Doktor dari Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, ini pun mengatakan, program tersebut tidak hanya memberi hikmah dan keberkahan pada Unpak. Melainkan juga kepada semua civitas akademika Unpak.

Dia menyampaikan, Unviersitas Pakuan mempunyai visi menjadi perguruan tinggi yang menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, mandiri dan berkarakter. Pihaknya pun fokus untuk membentuk karakter yang berdasar pada jiwa. Maka, program ini menjadi salah satu cara pembentukan karakter diantara cara lain yang dilakukan oleh Unpak.

Diketahui pada tahun ini terdapat 16 orang dosen dan pegawai yang terpilih untuk diberangkatkan umrah. Mereka direncanakan akan berangkat umrah pada bulan Februari 2019. Bidin menyampaikan, adanya ketentuan  kriteria pemilihan diantaranya masa kerja minimal lima tahun, menunjukkan kinerja, loyalitas dan dedikasi yang bagus.

Bibin yang sudah menjabat sebagai rektor selama tiga periode ini, mengatakan, bagi mereka yang dipilih oleh rektorat untuk berangkat umrah, tidak bisa  mengganti kesempatan umrah gratis tersebut dengan nominal uang.

Bidin juga mengatakan, pengadaan program ini berdampak pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Unpak. Menurut Bidin, hal itu dapat terlihat dengan adanya peningakatan semangat para dosen dan pegawai dalam menjalankan tugasnya. Selain itu juga merekatkan kebersamaan antara dosen dan pegawai di kampus Unpak.       

Pengakuannya, biaya untuk memberangkatkan umrah para dosen dan pegawai Unpak ini dari anggaran Yayasan Pakuan Siliwangi. “Dana pemberangkatan umrah itu asalnya bersumber dari dana amanah para orang tua untuk membiayai fasilitas bagi anak- anak yang kuliah disini, nantinya dari dana tersebut pihak yayasan akan menyisihkan juga untuk biaya peningkatan kualitas SDM,” ucapnya.

Berita Terkait

Menurut dia, salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas SDM di Unpak yakni dengan pemberangkatan Umrah dosen dan pegawai.  Bidin juga menyampaikan ungkapan terima kasih kepada masyarakat yang mempercayai anak- anaknya untuk kuliah di Universitas Pakuan, dikarenakan dana tersebut dapat tersalurkan untuk kegiatan ibadah yang nantinya dapat memberikan manfaat di dunia dan akherat.

“InsyaAllah amanah,” ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RrT5md
December 28, 2018 at 04:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RrT5md
via IFTTT
Share:

Thursday, December 27, 2018

NU Care-Lazisnu dan Alfamart Gelar Khitanan Massal

Kegiatan ini merupakan implementasi program Donasku Lazisnu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang perhelatan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) II di Kota Banjar, Jawa Barat, Februari 2019 mendatang. NU Care-LAZISNU bersinergi dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) menyelenggarakan khitanan massal serempak di 11 kota, pada Kamis (27/12).

Ketua NU Care-LAZISNU, Achmad Sudrajat, menjelaskan kegiatan khitanan massal ini, merupakan implementasi program Donasiku Sedekah LAZISNU yang merupakan donasi dari konsumen Alfamart.

“Sebanyak 1550 anak dari berbagai daerah mengikuti kesempatan untuk dikhitan secara gratis. kegiatan ini digelar di 11 kota di antaranya Jakarta, Lampung Timur, Serang, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Kudus, Tuban, Jombang, dan Kabupaten Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur,” kata Ajat, biasa disapa.

Ajat menyatakan syukurnya karena program Donasiku Sedekah LAZISNU berjalan optimal dan hasilnya bisa dirasakan secara masyarakat luas.

“NU Care-Lazisnu sebagai lembaga pengelola dana umat, akan mengimplementasikan program dengan transparan, bertanggung jawab serta professional sehingga bantuan yang dititipkan masyarakat benar-benar tersalurkan dengan tepat sasaran,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan siapapun yang ingin berkomunikasi dengan NU Care-Lazisnu untuk bersinergi program, baik program ekonomi, sedang tertimpa bencana bisa langsung menghubungi NU Care-Lazisnu.

“Bapak ibu sekalian jangan pernah putus komunikasi dengan kami, kami banyak program yang bisa disinergikan, ada program ekonomi, ada istighotsah, jadi bapak ibu paginya bekerja, malamnya istighotsah insyaallah rizkinya berkah,” tegasnya.

Corporate Affair Director Alfamart, Solihin mengatakan, khitanan massal ini bisa terselenggara atas penggalangan donasi konsumen Alfamart pada periode April-Juni 2018.

“Kami mengajak peran serta kepada konsumen untuk saling meringankan beban masyarakat kurang mampu, salah satunya melalui khitan massal hasil program Donasiku Sedekah Lazisnu,” ujar Solihin.

Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada pelanggan Alfamart karena bersedia secara sukarela bersedekah melalui toko Alfamart. Alfamart, lanjut Solihin, sebagai toko komunitas berusaha memberi nilai lebih kepada pelanggan bahwa tidak hanya memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari tapi turut serta juga peduli dengan masalah sosial.

“Selain 11 kota itu, rencananya akan ada 20 kota lain yang mengadakan khitan massal seperti ini pula serta bantuan kemanusiaan lainnya juga akan disalurkan melalui LAZISNU. Kami berharap bahwa (sinergi) ini akan memberikan keberkahan bagi semua penerima manfaat,” jelas Solihin.

Kegiatan ini mendapat sambutan meriah untuk orang tua dan anak-anak. Romdoni, salah satu orang tua mengungkapkan bahwa sudah meniatkan anaknya untuk dikhitan, namun terkendala biaya.

“Alhamdulillah, anak saya bisa disunat gratis,” seru Romdoni.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2rRQnb8
December 27, 2018 at 04:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2rRQnb8
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 26, 2018

Mempertanyakan Kejujuran Pemerintah Cina Soal Uighur

Buka pintu, undang pengamat dan NGO asing melihat Uighur.

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh Fuji E Permana, Nashih Nasrullah

JAKARTA -- Unsur-unsur umat Islam di Tanah Air terus mendesak Pemerintah Republik Rakyat Cina (RRC) memberikan pemaparan yang jujur soal kondisi Muslim Uighur di Xinjiang. Sikap RRC yang terus menghalang-halangi pengawas independen ke Xinjiang dinilai menggerus kepercayaan soal penjelasan versi pemerintah.

"(Pemerintah Cina) jangan membela diri, tapi di sisi lain tidak mau memberikan kemudahan bagi pengamat asing untuk meninjau langsung ke wilayah konflik (Uighur) tersebut. Kita berharap Pemerintah Cina kooperatif dengan kita," kata Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI KH Muhyiddin Junaidi kepada Republika, Selasa (25/12).

Ia mengungkapkan, umat Islam masih ada yang ragu terhadap penjelasan Pemerintah Cina karena tidak transparan dan mencari alasan untuk membela diri mereka dengan menutup pintu dari LSM dan inspeksi asing. "Kalau tidak ada kesalahan, mengapa harus takut? Buka pintu, undang pengamat dan NGO asing melihat Uighur," ujar dia.

Laporan-laporan lembaga HAM internasional soal keberadaan barak-barak reedukasi di Xinjiang mencuat pada 2016 lalu. Sempat menyangkal keberadaannya, Pemerintah Cina mengakui keberadaannya. Pemerintah RRC melegalkan keberadaan kamp-kamp itu pada Oktober 2018 dengan memberinya nama "pusat pelatihan vokasional".

Barak-barak tersebut, menurut versi Pemerintah Cina, untuk menormalkan mer ka yang terpapar radikalisme dan ekstremisme. Sejauh ini, belum ada pengamat internasional diizinkan masuk untuk melihat langsung kondisi di barak-barak tersebut.

Versi Kedubes RRC di Jakarta terkait barak-barak reedukasi tersebut berbeda dengan yang disampaikan saksi mata kepada berbagai media dan lembaga HAM. Saks-saksi mata yang diwawancarai berbagai lembaga HAM dan media internasional mengklaim mendapat penyiksaan dalam kamp.

Mereka juga bersaksi dilarang menjalankan ritual keagamaan, bahkan mengucapkan salam secara Islami. Sementara itu, para tahanan mengungkapkan mereka dipekerjakan secara paksa tanpa dibayar atau dengan upah murah meski telah memiliki keahlian lain.

Warga Uighur yang diwawancarai lembaga-lembaga HAM internasional juga mengatakan, menolak minum alkohol dan mengonsumsi babi, membaca Alquran, mengenakan jilbab panjang, memanjangkan janggut, memiliki buku berbahasa Arab dan sajadah, serta menghubungi orang asing karena seluruhnya bisa berujung penahanan.

KH Muhyiddin tak serta merta percaya bahwa mereka yang dimasukkan ke kamp reedukasi semata yang terpapar ekstremisme. "Tapi, yang tidak masuk akal adalah, nggak mungkin itu ratusan ribu orang. Kalau sepuluh orang (terpapar ekstremisme) oke, tapi kalau yang dimasukkan ratusan ribu? Ini yang kami inginkan Pemerintah Cina transparan," ujar dia.

KH Muhyiddin mengharapkan penjelasan dari China Islamic Association (CIA) yang rencananya berkunjung ke Tanah Air pada Rabu (26/12). Kendati demikian, kedatangan tersebut tiba-tiba dibatalkan. "CIA sudah mengirim surat ke MUI, mereka tidak jadi datang ke Indonesia, saya sudah terima suratnya," kata KH Muhyiddin.

KH Muhyiddin mengatakan, rencananya CIA akan berkunjung ke Jakarta dua hari dan di Surabaya dua hari, kemudian mereka melanjutkan perjalanan ke Brunei Darussalam. Namun, pihak CIA menyampaikan ke pada MUI bahwa mereka kesulitan mendapatkan visa dari Brunei Darussalam. Sebab, setelah berkunjung ke Jakarta dan Surabaya, CIA akan melanjutkan perjalanan ke Brunei Darussalam.

MUI dapat memahami jika CIA membatalkan kunjungannya karena mungkin mereka mendapat tekanan dari pemerintahnya. Menurut KH Muhyiddin, bisa jadi hal itu terkait protes terhadap perlakuan RRC terhadap Muslim Uighur yang kian gencar belakangan.

KH Muhyiddin juga menyampaikan, selama ini MUI berkomunikasi dengan CIA. Ia juga beberapa kali pernah berkunjung ke Cina mewakili MUI. Selama kunjungan dan komunikasi tersebut, keterangan dari CIA tentang etnis Uighur tidak jauh beda dengan keterangan yang disampaikan Pemerintah RRC.

Sementara, lembaga amil Aksi Cepat Tanggap (ACT) juga menyatakan kesulitan masuk ke Xinjiang. "Masuk ke Xinjiang masih sangat rumit, bahkan proses untuk wisatawan yang masuk ke Xinjiang, urus visa di kedutaan besar yang biasa wawancara cukup satu kali, ternyata sampai butuh dua kali," kata General Manager Komuni kasi ACT, Lukman Aziz Kurniawan.

Karena sulit masuk ke wilayah Xinjiang, sejauh ini ACT mengirim tim asesmen ke kamp-kamp pengungsian etnis Uighur di Turki, Turkistan, Kazakhstan, dan wilayah-wilayah yang berada di dekat perbatasan Cina. Namun, belum ada kabar atau laporan yang bisa disampaikan tim.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TcWnqx
December 26, 2018 at 04:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TcWnqx
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 25, 2018

Kemensos Sediakan Rp 1 M untuk Bantu Pengungsi Tsunami

Dana Rp 1 Miliar merupakan bantuan tahap pertama untuk korban tsunami Selat Sunda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Sosial RI telah menyediakan bantuan tahap pertama untuk korban tsunami Selat Sunda. Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan Kemensos telah menyediakan dana untuk bantuan sebesar Rp 1 M untuk Banten dan Lampung. 

"Bantuan tanggap darurat provinsi Banten total sekitar Rp 535 juta. Bantuan tanggap darurat untuk provinsi Lampung sekitar Rp 531 juta," kata Harry pada Republika, Selasa (25/12). 

Bantuan yang diberikan oleh Kemensos berupa kebutuhan sehari-hari seperti makanan, perlengkapan anak-anak, perlatan dapur, dan selimut. Selain itu, Kemensos juga menyediakan dapur umum untuk para pengungsi. 

Harry menjelaskan, Kemensos menyediakan lima dapur umum yang dikelola oleh Tagana di masing-masing provinsi. Provinsi Banten dapur umum berada di lapangan futsal belakang kantor Kecamatan Labuan, di depan kantor Koramil Kecamatan Cinangka, Kampung Kadongdong Desa Banjamasin Kecamatan Carita, Kantor Kecamatan Angsana, dan Kantor Badan Penyuluh KB Kampung Kertajaya, Kecamatan Sumur. 

Sementara untuk Provinsi Lampung, dapur umum berada di Kantor Gubernur Provinsi Lampung, Depan Kominfo Lampung, MTS Negeri Way Muli Kecamatan Rajabasa, Kampung Siaga Bencana Kabupaten Pring Sewu, dan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus. 

Menteri Sosial Agus Gumiwang mengatakan dapur umum beroperasi dengan kapasitas produksi 3.000 nasi bungkus per hari. Tim Tagana bersama dengan dinas sosial setempat bekerjasama di dapur umum tersebut. 

"Selain mengelola dapur umum, Tagana juga membantu proses identifikasi korban meninggal," kata Agus.

Selain dari segi material, Kemensos juga menyediakan bantuan psikososial berupa Layanan Dukungan Psikososial (LDP). Lokasi LDP berada di titik yang sama dengan dapur umum. 

Agus menambahkan, Kampung Siaga Bencana (KSB) di Anyer dan Labuan juga telah diaktifkan untuk membantu proses penanganan masyarakat terdampak bencana. "Kedua KSB tersebut telah diaktivasi dan bersama-sama TAGANA melakukan tugas-tugas perlindungan korban bencana alam," kata Agus.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2V99ta3
December 25, 2018 at 04:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2V99ta3
via IFTTT
Share:

Polri akan Tembak Mati Pencuri Alat Pendeteksi Tsunami

Alat tersebut dapat meminimalisasi dampak bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polri akan turut memberikan pengawasan apabila Indonesia telah kembali memiliki alat pendeteksi tsunami. Bahkan Polri juga siap menindak tegas jika ada pencuri alat pendeteksi tsunami tersebut.

“Apabila terbukti ada orang yang mengambil dengan melawan hak akan diproses hukum,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi Republika.co.id, Selasa (25/12).

Bahkan, kata Dedi, anggota juga akan menindak tegas apabila ada pelaku yang melakukan perlawanan saat dalam upaya penangkapan. Polisi siap melepaskan timah panasnya. “Apabila tertangkap tangan dan melawan akan diambil tindakan dengan tegas dan terukur, ditembak,” jelasnya.

Presiden RI Joko Widodo telah menginstruksikan untuk Indonesia kembali memiliki alat pendeteksi tsunami. Presiden telah mencanangkan bahwa pembelian alat pendeteksi tsunami untuk dianggarkan pada APBN 2019.

“Ke depan saya perintahkan BMKG untuk membeli alat-alat deteksi early warning system yang bisa memberikan peringatan-peringatan dini kepada kita semua, kepada masyarakat," kata Joko Widodo dalam jumpa pers saat meninjau fasilitas pariwisata di Hotel Mutiara Carita, Pandeglang, Banten, pada Senin (24/12).

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pun menegaskan batapa pentingnya alat pendeteksi bencana tsunami bagi Indonesia. Mengingat, peristiwa tsunami yang terjadi di Selat Sunda tanpa ada gempa terlebih dahulu. Sehingga diharapkan dengan adanya alat tersebut dapat meminimalisasi dampak bencana.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Q04Mf2
December 25, 2018 at 04:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Q04Mf2
via IFTTT
Share:

Friday, December 21, 2018

Olahraga Teratur Tingkatkan Keterampilan Berpikir Lansia

Olahraga rutin dilakukan selama enam bulan.

REPUBLIKA.CO.ID, DURHAM -- Olahraga teratur terbukti meningkatkan keterampilan berpikir bagi lansia dengan gangguan kognitif. Studi dilakukan oleh peneliti dari Pusat Medis Universitas Duke di Durham, Carolina Utara, Amerika Serikat.

Riset skala kecil itu mengamati 160 peserta dengan usia rata-rata 65 tahun. Peserta memiliki faktor risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, mengalami kesulitan berkonsentrasi, serta kesulitan mengingat tetapi bukan demensia.

Untuk menguji efek dari olahraga dan pengaturan pola makan, peserta secara acak dibagi dalam empat kelompok. Ada yang diminta melakukan olahraga aerobik saja, menerapkan diet untuk hipertensi (DASH), aerobik sekaligus DASH, dan mendapat edukasi kesehatan.

Mereka yang melakukan olahraga diminta melakukan olahraga aerobik 45 menit tiga kali sepekan selama enam bulan. Setiap sesi termasuk pemanasan selama 10 menit dan latihan aerobik seperti berjalan, jogging, atau bersepeda statis selama 35 menit.

Mereka yang menerapkan pola makan DASH mengonsumsi makanan rendah sodium, rendah lemak, dan kaya serat. Berbagai makanan yang diberikan antara lain buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, atau produk susu rendah lemak.

Temuan yang dipublikasikan di Neurology menunjukkan enam bulan olahraga rutin meningkatkan keterampilan berpikir dan konsentrasi peserta. Skor peserta studi pada tes berpikir mengalami kenaikan, tapi tidak ada perbaikan pada ingatan.

Mereka yang berolahraga sekaligus diet memiliki skor rata-rata lebih tinggi dibandingkan mereka yang hanya diet atau olahraga saja. Namun, tidak ada peningkatan yang ditemukan pada peserta yang hanya mendapat edukasi kesehatan.

"Hasil penelitian menunjukkan olahraga teratur bisa membantu orang-orang yang memiliki gangguan kognitif untuk meningkatkan kemampuan mereka menyelesaikan tugas kognitif tertentu," kata penulis studi, James A Blumenthal, dikutip dari laman Malay Mail.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SXqSAG
December 21, 2018 at 04:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SXqSAG
via IFTTT
Share:

Pertamina Pastikan BBM untuk Nataru di Jabar Tercukupi

Pelayanan di terminal BBM milik Pertamina akan ditambah waktunya menjadi 24 jam

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT Pertamina wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar) dan Banten memastikan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) jelang Natal hingga Tahun Baru 2019 aman dan tercukupi di wilayah Jawa Barat. Selain itu, jalur tol diperkirakan menjadi salah satu tempat yang memerlukan BBM banyak.

Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) III PT Pertamina wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, Dian Hapsari Firasati, mengatakan pihaknya menyiapkan antisipasi terhadap kemungkinan lonjakan permintaan BBM di jalur tol dan tempat wisata.

"Penambahan (BBM) di SPBU dan SPBBE terus layanan BBM dengan motor. Penambahan agen dan pangkalan siaga elpiji. Sejumlah layanan disiapkan," ujarnya, Jumat (21/12).

Dirinya menambahkan, pelayanan di terminal BBM milik Pertamina akan ditambah waktunya menjadi 24 jam agar menyalurkannya lebih cepat. Sebab diprediksi konsumsi BBM akan mengalami kenaikan sekitar satu persen.

Menurutnya, pelayanan lain yang ditambah pada masa liburan ke depan di antaranya menyiapkan 39 titik SPBU kantong, 12 titik kios BBM kemasan, 24 unit layanan BBM motor dan delapan titik mobile dispenser.

Dian mengatakan pihaknya juga membentuk tim satuan tugas (satgas) yang bertugas sejak 18 Desember 2018 hingga 8 Januari 2019. Satgas tersebut bekerja untuk menjamin kelancaran distribusi BBM selama masa liburan akhir tahun.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar menjalani liburan dengan tenang dan nyaman serta tidak panik. Dirinya pun mengarahkan jika masyarakat membutuhkan informasi maka bisa langsung menghubungi Pertamina.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LwSUAg
December 21, 2018 at 04:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LwSUAg
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

Umat Islam di Athena akan Miliki Masjid Baru

Saat ini, hanya ada satu masjid di Yunani yang terletak di kota perbatasan utara

REPUBLIKA.CO.ID, ATHENA -- Umat Islam di Yunani bersiap menyambut masjid pertama yang didanai pemerintah di kota Athena. Masjid baru yang dibangun di lingkungan Eleonas itu diperkirakan akan dibuka pada 2019 mendatang.

Ini adalah pertama kalinya, Muslim di Athena memiliki masjid resmi untuk beribadah setelah lebih dari satu abad lamanya. Athena adalah satu-satunya ibukota di Uni Eropa yang tanpa masjid resmi atau pemakaman Muslim.

Awalnya, Athena berencana untuk membangun masjid pada 1890. Namun, baru pada 2013 parlemen di Yunani mengajukan sebuah proyek.

Namun, rencana tersebut gagal karena sejumlah masalah seperti adanya protes dan reaksi dari para pemimpin agama. Pada 2016, parlemen yang terpilih kembali meluncurkan proyek asli dan mulai membangun masjid. Saat ini, hanya ada satu masjid di Yunani yang terletak di kota perbatasan utara di Thrace, dekat Turki.

Dilansir di TRTWorld, Kamis (13/12), masjid  baru tersebut akan berdiri di bekas pangkalan angkatan laut di sekitar Eleonas, yang terletak dekat alun-alun Monastiraki, lingkungan pasar loak di kota tua Athena. Lokasi ini dianggap sebagai salah satu tempat paling penting dan bersejarah di kota Athena.

Bangunan masjid seluas 1.000 meter persegi itu tidak akan memiliki menara. Namun, masjid tersebut akan menampung sebanyak 350 orang dan akan dipisahkan menurut jenis kelamin.

Pendapatan yang diperoleh dari donasi potensial di masjid tersebut akan digunakan untuk membiayai operasional masjid. Namun jika keuntungan itu melebihi kebutuhan operasionalnya, hal itu bergantung pada dewan masjid yang akan memutuskan apakah dana sumbangan akan diterima atau tidak.

Kerangka hukum menyerukan agar masjid dikelola oleh perwakilan negara, yang dibantu oleh dua perwakilan Muslim. Sementara imam yang diminta haruslah warga negara Yunani dan seorang Sunni.

Masjid dengan dua lantai itu akan menelan biaya sekitar 887.000 euro (1.007.966 dolar). Masjid akan dibuka untuk umum sepanjang hari dan selama 24 jam selama bulan suci Ramadhan. Sekretaris Jenderal Agama di Kementerian Pendidikan, Penelitian, dan Urusan Agama Yunani, Agios Georgios Kalatzis, mengatakan bahwa pembangunan masjid baru tersebut adalah usaha yang didanai publik.

"Ini adalah pilihan publik Yunani, dan pesan kepada masyarakat Muslim jelas bahwa Islam memiliki posisi yang setara di negara kita," kata Kalatzis.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rBd82Y
December 13, 2018 at 04:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2rBd82Y
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 11, 2018

Mengenal Desain Lengkungan Tapal Kuda

Dalam Islam, tapal kuda adalah simbol kesucian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lengkungan tapal kuda didasarkan pada lengkungan semilingkaran. Namun, ia berkembang lebih jauh. Tidak terlalu kuat, tapi terlihat mengesankan. Lengkungan ini adalah jenis lengkungan yang pertama kali diadaptasi Muslim.

Lengkungan tapal kuda digunakan pada Masjid Agung Damaskus yang dibangun antara 706 dan 715 M. Dalam Islam, tapal kuda adalah simbol kesucian. Secara struktural, lengkungan ini memberi kesan tinggi pada ruangan.

Lengkungan ini pertama kali dipakai di Eropa pada Masjid Agung Cordoba. Pembangunannya dimulai pada 756 M dan berlangsung sampai 40 tahun. Jenis lengkungan ini kemudian menyebar ke Mozarab, Kristen Spanyol di Andalusia.

Desain ini bisa ditemukan pada bangunan Beatus of Lebana. Ini adalah tempat ibadah luas yang dibangun bergaya Moor dengan lengkungan tapal kuda yang dibangun biksu dari Cordoba pada 913 M.

Baca: Corak Lengkungan dalam Arsitektur Islam

Lengkungan tapal kuda dikenal dengan lengkungan Moor. Sangat populer pada masa Victoria. Sampai saat ini bisa dilihat pada pintu masuk stasiun kereta di Liverpool dan Manchester atau di gerbang depan Sinagoge Cheetham Hill di Manchester.

Selanjutnya, lengkungan berpotongan. Muslim sangat menguasai pembuatan lengkungan. Mereka kemudian bereksperimen dengan lengkungan yang spektakuler. Disebut demikian karena bentuk dan teknik konstruksi yang dibuat.

Lengkungan berpotongan mampu menciptakan bangunan yang lebih besar karena penambahan lengkungan kedua di atas lengkungan pertama dan seterusnya. Lengkungan jenis ini bisa dilihat di Masjid Agung Cordoba.

Ketiga, lengkungan runcing. Keuntungan utama menggunakan lengkungan runcing adalah ia berpusat pada daya topang kubah pada area vertikal yang sempit. Lengkungan ini biasa ditemukan pada arsitektur Gothik Eropa. Artinya, dinding bisa terlihat lebih ringan, tapi mampu menopang kubah yang lebih besar dibandingkan lengkungan semilingkaran.

Keuntungan lain lengkungan jenis ini adalah pengurangan fondasi lateral kubah dan memungkinkan dibuat lengkungan pada kubah sehingga cocok untuk membuat bangunan di lahan manapun. Banyak orang berpikir lengkungan runcing adalah penemuan bangsa Eropa yang mencoba menemukan solusi pada kubah Romanesque.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PyAT54
December 11, 2018 at 04:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PyAT54
via IFTTT
Share:

Friday, December 7, 2018

Madrasah Husnul Khatimah

Ada empat nilai penting yang terkandung di dalamnya.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Hasan Basri Tanjung

Sedari kecil, kita diajarkan doa agar dikaruniai akhir hidup yang baik (husnul khatimah), sekaligus dijauhkan dari ujung hidup yang buruk (suu`ul khatimah). Salah satunya adalah "Allahumma akhtim lanaa bi husnil khatiimah, wa laa takhtim 'alainaa bi suu`il khatimah". (Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan akhir yang baik, dan janganlah akhiri hidup kami dengan akhir yang buruk).

Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya amalan itu bergantung akhirnya (HR Bukhari). Alquran juga mengingatkan agar teguh dalam keyakinan akidah tauhid, hingga wafat dalam dekapan Islam seperti yang diajarkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Yaqub AS kepada anak-anaknya (QS 2: 132, 3: 102).

Prof Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar pun mengatakan, "Sampai akhir hayat di kandung badan, pegang teguhlah agama yang satu ini, agama menyerahkan diri sepenuh dan sebulatnya kepada Allah, tidak bercabang kepada yang lain dan tidak mempersekutukan..."

Sebagai tanda bakti (birrul walidain), apa yang kita lakukan untuk kedua orang tua agar mereka wafat dalam keadaan husnul khatimah? Adalah Prof Mahmud, rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, ketika mengisi Kajian Islam di Kampus IUQI Bogor bulan lalu mengulas hal ini. Sebab, belakangan kian banyak anak yang galau dalam mengurus orang tuanya.

Untuk menjawab kerisauan ini, beliau merancang Madrasah Husnul Khatimah. Ada empat nilai penting yang akan mengalir, yakni: Pertama, menjadi wahana belajar menuju akhir kehidupan yang baik. Agama mendorong kita agar menuntut ilmu dari ayunan sampai ke liang lahad.

Kedua, orang tua bisa menjalin interaksi sosial dengan orang lain, sehingga menyehat kan pikiran dan emosinya. Ketika anak berangkat kerja, seka ligus pula mengantarkan orang tuanya ke Madrasah. Selain bisa bergaul dengan teman seusia, mereka juga didampingi oleh guru-guru pembimbing dari berbagai disiplin ilmu. Kemudian, pada sore hari dapat berkumpul kembali bersama ke luarga di rumah.

Ketiga, orang tua akan merasa disayangi oleh anaknya. Ketika usia senja, orang tua se ring kali merasa kurang men dapat perhatian dari keluraga. Madrasah ini akan membuat mereka lebih bermakna dan bisa menyiapkan diri menghadap Allah SWT dengan tenang (QS 89: 27-30). Mengisi waktu dengan zikir, shalat sunah, membaca Alquran dan aktivitas lain, hingga tiba sakaratul maut pun di-talqin kalimat tauhid.

Keempat, memberikan contoh cara berbakti kepada anak-anak. Nabi SAW berpesan, "Berbaktilah kepada kedua orang tuamu, niscaya anakanakmu pun akan berbakti kepadamu" (HR at-Tabrani). Sudahkah kita berikhtiar sungguh- sungguh agar kedua orang tua meraih husnul khatimah? Allahu a'lam bish-shawab.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BVX69H
December 07, 2018 at 04:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BVX69H
via IFTTT
Share:

Thursday, December 6, 2018

Puluhan Mahasiswa Unida Kunjungi Republika

Puluhan mahasiswa itu ingin mengenal lebih jauh proses produksi media massa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Republika kedatangan 25 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Djuanda (Unida) Bogor, Rabu (5/12). Didampingi Dosen Pembina Mata Kuliah Produksi Media Online, Koesworo Setiawan, puluhan mahasiswa itu ingin mengenal lebih jauh proses produksi media massa.

"Kunjungan ini dilakukan untuk menyeimbangkan teori dengan praktik, agar mahasiswa bisa mendengar dan melihat produksi media dari praktisinya secara langsung," tutur Koesworo di Gedung Republika, Jakarta Selatan, Rabu (5/12).

Koesworo dan puluhan mahasiswa itu diterima Wakil Redaktur Pelaksana Republika.co.id, Joko Sadewo dan wartawan Republika.co.id, Karta Raharja Ucu. Keduanya menjelaskan terkait Republika dan Republika Online, mulai dari rapat redaksi hingga pemilihan tema liputan.

Selama pertemuan, sejumlah mahasiswa antusias bertanya terkait perkembangan media cetak dan media daring di era modern. Joko menurutkan, Republika sedang mengembangkan diri agar dapat menyajikan informasi dari berbagai platform, seperti video, infografis, dan foto agar berita yang diturunkan tampil lebih menarik.

"Sekarang yang penting itu adalah konten, bukan platform. Di era internet ini konten apa pun bisa diunggah di media sosial atau media online dan menarik peminat dengan cepat," ujar dia.

Tidak dapat dipungkiri media cetak saat ini kesulitan dalam menghadapi biaya produksi yang tinggi. Hal ini diakui Joko menjadi tantangan yang berat bagi surat kabar.

Menurut pria yang akrab disapa Dewo ini, salah satu solusi dari masalah ini adalah bersinergi bersama media daring dengan membuat E-Paper atau surat kabar elektronik. "Mungkin saja dalam beberapa tahun ke depan koran tidak berbentuk kertas lagi, tapi sudah berupa E-Paper yang lebih praktis," ucapnya.

Perkembangan media daring begitu pesat. Namun, Republika optimistis tetap mendapatkan tempat di hati masyarakat.

"Kami percaya media cetak akan bertahan, karena memiliki segmentasi usia tersendiri. Media cetak juga bisa menjadi pembelajaran baru dan disimpan dalam bentuk fisik sebagai arsip," tambah Karta.

Karta menambahkan, Harian Republika juga mulai menggaet pembaca dari generasi millennial dengan mengubah tampilan dan membuat konten yang mengedepankan visual. Kehadiran media daring, bagi dia justru bisa melengkapi media cetak.

"Media online biasanya hanya menyajikan potongan-potongan informasi. Sementara bagi yang ingin membaca berita dalam satu perspektif yang utuh, hal itu tersedia di surat kabar," terangnya.

Selain media daring, Republika juga memiliki beberapa media sosial untuk mendukung penyebaran informasi. Berita yang disajikan di media sosial tidak hanya berupa teks, melainkan didukung dengan video dan infografis.

Untuk menjaga kepercayaan masyarakat, Republika menghindari click-bait yang umumnya dilakukan media lain untuk menaikkan rating. "Di media sosial sekalipun kami menyajikan informasi secara utuh. Tidak click-bait, di mana antara judul dengan isi tidak berkaitan," tutur Nara, tim media sosial Republika.

Setelah sesi tanya jawab, mahasiswa diberi kesempatan untuk melihat ruang redaksi Republika Online. Di sana, mahasiswa disambut dengan hangat oleh Redaktur Pelaksana Republika.co.id, Elba Damhuri.

Mahasiswa sangat antusias dengan diselenggarakannya kegiatan ini. "Kami senang karena kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami jadi mendapat pengetahuan baru tentang produksi media cetak dan media online. Selain itu, pengalaman untuk bisa berkunjung ke media besar juga menjadi kesan tersendiri buat kami," kata Napisah, salah satu mahasiswi Ilmu Komunikasi Unida Bogor.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2KWRFdq
December 06, 2018 at 04:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2KWRFdq
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 5, 2018

Mempertahankan Kemuliaan Hidup

Setiap manusia, ingin memperoleh kehidupan mulia.

REPUBLIKA.CO.ID,Oleh: Usep Romli HM

JAKARTA -- Setiap manusia, ingin memperoleh kehidupan mulia. Dalam arti, memiliki kedudukan yang mapan secara lahiriah (materialfinansial) dan batiniyah (moral-spiritual) di tengah lingkungan keluarga dan masyarakat. Sehingga ada semboyan populer 'isy kariman, awu mutsyahidan'. Hidup mulia atau mati syahid.

Hidup dihiasi perbuatan-perbuatan bermanfaat, baik yang bersifat vertikal berupa ketaatan kepada Allah SWT, menjalankan segala perintah-Nya sekaligus menjauhi larangan-Nya, maupun bersifat horizontal. Berbuat amal saleh, kebajikan, yang ikhlas tanpa pamrih, sesuai dengan tuntunan Allah SWT dan Rasul-Nya, kepada sesama manusia. Sedangkan ketika mati, mencapai nilai syahid, berkat sikap dan perilaku ketika menjalani tugas kewajiban di muka bumi.

Kemuliaan itu seluruhnya kepunyaan Allah. Kepada-Nyalah naik kalimat-kalimat yang baik dan amal saleh mengangkatnya (QS Fathir: 10). Menurut para salafush shalihin, syarat memperoleh bagian dari kemuliaan (izzah) adalah keimanan dan ketakwaan. Iman merupakan fondasi untuk menancapkan pilar-pilar takwa. Dan takwa itulah yang menjadi tangga pencapaian kemuliaan hidup di dunia kini dan di akhirat kelak.

Dalam takwa itu terdapat 'kalimat yang baik' (kalimatuth thayyibah). Perilaku yang serbabagus, mulai dari niat, ucapan, hingga tindakan. Semua menunjukkan kerendahhatian, sopan-santun, lemah-lembut, kasih sayang, tunduk, dan patuh kepada aturan-aturan Allah SWT. Dirumuskan oleh para ulama salafus shalihin, 'kalimat yang baik' meliputi doa, zikir, membaca Quran, dan lain-lain, yang berkaitan dengan ibadah ritual.

Hubungan dengan Allah SWT (hablum minallahi), serta perbuatan-perbuatan baik dan bajik terhadap sesama manusia (hablum minannasi). Maka antara 'kalimat yang baik' dengan perbuatan baik dan bajik atau amal saleh, tidak terpisahkan satu sama lain dalam menghasilkan kemuliaan dari Allah SWT. Tegasnya, 'kalimat yang baik' yang merupakan presentasi hubungan dengan Allah SWT, tidak sempurna tanpa amal saleh yang merupakan wujud hubungan dengan sesama manusia. Ibadah ritual akan terangkat berkat ibadah sosial (amal saleh).

Orang yang sudah beruntung mendapat kemuliaan dari Allah SWT dalam bentuk harta kekayaan, pangkat, jabatan, ketinggian ilmu, ketekunan ibadah, serta bentuk-bentuk lain yang menjadi ciri kehormatan diri serta penghormatan orang lain, harus mampu mempertahankannya hingga akhir hayat. Jangan sampai ternodai oleh hal-hal yang dapat menghancurkan nilai kemuliaan itu. Terutama sikap lupa diri dan penyalahgunaan wewenang. Tumpuan fondasi iman dan takwa jangan digoyahkan oleh perilaku-perilaku yang menyimpang dari 'kalimat thayyibah' dan amal saleh.

Kejatuhan seseorang dari kemuliaan hidup yang sudah diperolehnya, akan muncul hanya karena menyimpang dari prinsipprinsip 'kalimat thayyibah' dan amal saleh. Merasa kuat, kaya, tampan, dan lain sebagainya, seolah-olah milik pribadi. Lupa bahwa itu hanya pinjaman atau titipan dari Allah SWT yang diberikan berkat 'kalimat thayyibah' dan amal saleh. Begitu 'kalimat thayyibah' dan amal saleh hilang, hilang pulalah kemuliaan itu dalam sekejap. Peringatan dari Allah SWT, sangat jelas: "Dan orang-orang yang membuat rencana jahat, bagi mereka azab yang keras, serta rencana jahat mereka akan binasa" (QS Fathir: 10).

Artinya, orang-orang yang bermaksud menyelewengkan kemuliaan yang ada pada dirinya, untuk memuaskan hawa nafsu, mengumbar perilaku sewenang-wenang, dan tindakan tercela lainnya, segera akan dicabut kemuliaannya. Anggapan untuk mempertahankan kemuliaan dengan mencederai 'kalimat thayyibah' dan amal saleh, adalah salah sama sekali. Allah SWT sebagai pemilik kemuliaan, tidak akan tinggal diam. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Termasuk mencampakkan manusia yang hari ini mulia, besok hina dina.

Maka itu, tidak ada jalan lain bagi orang yang sudah mencapai kemuliaan, untuk mempertahankannya dengan memelihara 'kalimat thayyibah', yang menjadi pertanda hablum minallah dan amal saleh (hablum minannasi).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2E0PjZK
December 05, 2018 at 04:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2E0PjZK
via IFTTT
Share:

Thursday, November 29, 2018

Unggahan Soal Capres yang Berakhir Duel Maut

Senpi itu ditembakkan ke arah dada kiri Subaidi sehingga tembus pinggang kanan bawah.

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh Arif Satrio Nugroho

Panasnya tahun politik akhir-akhir ini membuat Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mewanti-wanti agar masyarakat mempertimbangkan segala hal yang ingin diunggah ke media sosial. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri itu juga meminta warga tidak selalu terprovokasi dengan segala macam unggahan.

"Saring sebelum sharing," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/11). Imbauan itu muncul setelah sebuah unggahan di Facebook menyebabkan seorang pria bernama Subaidi tewas.

Sebuah peluru dari moncong senjata rakitan milik Idris Sabaidi menembus dada kirinya. Dedi menuturkan, kasus itu berawal dari sebuah unggahan di Facebook milik Habib Bahar.

Unggahan itu menampilkan Habib Bahar sedang memegang senjata tajam katana dengan keterangan (caption) 'Siapa pendukung Jokowi yang ingin merasakan pedang ini'. "Kemudian, unggahan itu dibalas oleh akun Facebook atas nama Idris Afandi Afandi dengan tulisan 'saya pingin merasakan tajamnya pedang Habib Bahar tersebut'," katanya.

Sebagai imbas balasan akun bernama Idris Afandi itu, seorang pria bernama Ustaz Bahrud, warga Desa Sokobanah Laok, Sampang, Jawa Timur, yang mengaku seorang anggota Front Pembela Islam (FPI), mendatangi rumah Idris pada Ahad (28/10). Bahrud ingin mengklarifikasi, apakah Idris adalah pemilik akun "Afandi" yang membalas unggahan Habib Bahar.

Kemudian, Idris mengaku pada Bahrud bahwa akun tersebut sempat menjadi miliknya. Namun, balasan pada unggahan pedang Habib Bahar itu bukan dilakukan oleh Idris. Pasalnya, Idris telah menjual ponselnya dan lupa log out akun Facebook. Pengakuan klarifikasi Idris divideokan oleh Bahrud.

Ternyata, video pengakuan Idris diunggah ke Facebook. Hal ini diketahui Idris dari kakak iparnya yang bernama Farida. Video Idris ternyata diunggah oleh akun Ahmad Alfateh yang dimiliki oleh Subaidi.

Ungahan itu disertai hinaan pada Idris yang ber bunyi, "Ini dia orang yang mau mela wan Habib Bahar, ketakutan sampai kencing di celana saat didatangi FPI. Saya tahu siapa kamu Idris dan kapan saja saya ketemu kamu akan saya bunuh kamu. Cuma jadi LSM *** kamu itu jangan sok jago."

Mengetahui unggahan tersebut, Idris pun mencari Subaidi melalui rekan-rekannya. Subaidi diketahui merupakan seorang tukang gigi. "Tersangka (Idris) sempat mendatangi rumah Subaidi dengan maksud untuk mengklarifikasi akan unggahannya tentang video tersangka. Namun, tersangka tidak bertemu dengan Subaidi. Tersangka hanya bertemu mertua perempuannya," kata Dedi.

Pada Rabu (21/11) pagi, Idris justru tidak sengaja bertemu Subaidi di jalan. Idris hendak pergi ke Pasar Plerenan Tobai Timur. Saat di perjalanan, tepatnya di Dusun Gimbuk Timur, Sokobanah, Sampang, Idris berpapasan dengan Subaidi. Keduanya menggunakan sepeda motor ke arah yang sama.

Subaidi dan Idris pun saling pandang. Hingga akhirnya, Subaidi menabrakkan motornya pada tersangka Idris hingga terjatuh. Setelah itu, Su baidi mengeluarkan sebilah pisau dari balik baju bagian pinggang sebelah kiri dan menyabetkannya kepada Idris. Namun, Idris menghindar mundur.

"Saat mundur tersebut, tersangka Idris mengambil senjata api yang disimpan di dalam kantong samping sebelah kanan," ujar Dedi. Tersangka mengokang senjata api yang dipegang. Kemudian, senpi itu ditembakkan ke arah dada kiri Subaidi sehingga tembus pinggang kanan bawah. Subaidi pun tewas.

Idris lalu ditangkap dengan barang bukti senpi rakitan dan kendaraan sepeda motor yang ia gunakan. Pasal 340 KUHP jo Pasal 56 ayat 1 ke 1e dan 2e KUHP atau Pasal 338 KUHP jo Pasal 1 ayat 1 UURI No mor:12/Drt/1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun menantinya. n ed: ilham tirta

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2KHN0Mh
November 29, 2018 at 04:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2KHN0Mh
via IFTTT
Share:

Monday, November 26, 2018

Fenomena Pemuda Hijrah: Demam Ilmu Agama di Kota Bandung

Fenomena #Pemudahijrah alihkan tongkrongan anak muda ke kegiatan yang lebih positif.

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh Hartifiany Praisra

Fenomena kembali ke agama sebagai jalan hidup kerap diasosiasikan dengan kaum paruh baya yang telah mapan. Kendati demikian, beberapa tahun belakangan semangat serupa juga kian tampak di kalangan pemuda-pemuda kota-kota besar di Indonesia. Wartawan-wartawati Republika mencoba menangkap geliat gerakan ini di sejumlah daerah. Berikut tulisan bagian pertama.

Suasana tenang terasa betul di Masjid Al Lathiif di Jalan Saninten, Kota Bandung, pada Sabtu (17/11). Kendati demikian, itu bukan berarti masjid tersebut sepi pengunjung. Pagi itu, digelar kajian dari Ustazah Haneen Akira, istri Ustaz Hanan Attaki, yang bertemakan "Heart Connection".

Dengan suara lembutnya, Haneen menceritakan kisah nabi dan bagaimana manusia menjaga hubungan dengan Allah. Kajian yang dibuka khusus untuk perempuan ini terisi oleh puluhan perempuan. Duduk bersama dengan syahdu mendengarkan kajian dari Haneen.

Suasana di Masjid Al Lathiif tersebut bukan barang langka lagi di Bandung. Bisa dikatakan, kota ini menjadi salah satu episentrum gerakan hijrah pemuda-pemudi belakangan. Dengan slogan #Pemudahijrah, pemuda dari berbagai kalangan dan komunitas beramai-ramai mendalami agama Islam.

Namun, jauh sebelum fenomena hijrah itu muncul, sudah ada Iskandarsyah Berian. Dia lebih dikenal dengan nama Iskandar Bule, seorang mantan preman yang akhirnya menyerahkan seluruh dunianya untuk bekal di akhirat.

Jangan tanya apa yang sudah dia kerjakan sebelum akhirnya hijrah pada 2007 silam. Kang Is, sapaannya, mendaku sudah mencicipi berbagai macam kejahatan, dari mulai pemalakan, menggunakan obat-obatan terlarang, hingga tindakan maksiat lainnya.

Republika disambut lambaian tangan dari Kang Is yang menghabiskan waktunya di salah satu ruangan di sudut Masjid Madinah, Jalan Depok Raya, Kota Bandung, pekan lalu. Terlihat beberapa tato di kaki dan tangannya, jalannya pun sudah sedikit terpincang.

Dia menggunakan sweater hitam untuk menghangatkan diri setelah siang itu Kota Bandung diguyur hujan deras. "Kejahatan pertama saya yang masuk koran itu ketika saya di kelas IV SD, saya tusuk teman saya pakai pisau tukang buah," kata Kang Is saat ditemui Republika.

Keputusan hijrahnya pun terbilang menarik. Lima pria mendatanginya di tempat tongkrongannya di Jalan Sunda, Kota Bandung. Usai membicarakan soal agama selama beberapa jam, Kang Is kemudian datang ke Masjid Madinah, beriktikaf selama tiga hari, dan akhirnya meninggalkan masa lalunya.

Ketika ditanya siapa orang yang paling bahagia ketika dia berhijrah, mukanya tetiba memerah dan senyumnya melebar. "Pengusaha hiburan malam yang paling senang saya hijrah, enggak ada yang ganggu, enggak ada yang acak-acak, berkurang tukang ngerecokin," kata dia sambil tertawa.

Meski sudah meninggalkan dunia kelam, nyatanya sosok Kang Is masih mengena di antara teman-temannya. Dia masih memiliki jasa pengamanan atau bodyguard sebagai satu-satunya pemasukannya. Dua hari dalam sepekan, dia masih tetap mengunjungi sasana olahraga di Jalan Sunda, Kota Bandung. Di sana dia sering bertemu dengan teman-teman satu profesinya.

Saat ini, Kang Is banyak menghabiskan waktu untuk beribadah di Masjid. "Hebatnya agama itu bisa membatasi sesuatu yang tidak baik, bagaimana diberikan rasa takut saat tidak melakukan hal baik. Siapa yang marah kalau saya tidak shalat? Allah tidak marah ketika kita tidak shalat. Tetapi, hasilnya nanti (di akhirat) yang akan berbeda," kata Kang Is.

Bersambung ke halaman berikutnya..

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ztNTDV
November 26, 2018 at 04:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ztNTDV
via IFTTT
Share:

Sunday, November 25, 2018

Pipa Transmisi PDAM Tirtawening Bandung Pecah

Akibatnya, sekitar 102.820 Sambungan Langganan akan terganggu 4-5 hari

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pipa transmisi Cisangkuy milik PDAM Tirtawening Kota Bandung pecah sekitar pukul 03.30 WIB, Ahad (25/11). Pipa berjenis DCIP (Ductile Cast Iron Pipe) dengan diameter 850 mm tersebut berlokasi di RT/RW 01/12 Desa Margahurip, Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung, Km 6.

Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung, Sonny Salimi menyampaikan permohonan maaf atas gangguan teknis tersebut. Akibat pecahnya pipa tersebut, sekitar 102.820 Sambungan Langganan (SL) akan terganggu sekitar 4-5 hari terhitung sejak hari ini. Jumlah pelanggan tersebut terdiri dari 41.820 SL Wilayah Barat dan 61.749 SL Wilayah Timur.

"Bagi para pelanggan yang memerlukan pelayanan air tangki PDAM Tirtawening Kota Bandung kami sudah menyediakan 13 unit mobil tangki yang akan menjangkau daerah-daerah yang mengalami gangguan. Pelanggan dapat memesannya secara kolektif dengan dikoordinir oleh pengurus RW setempat," kata Sonny dalam keterangan tertulisnya .

Ia pun menyampaikan permohonan maafnya atas ketidaknyamanan tersebut. Terutama kepada sebagian pelanggan yang aliran airnya terganggu.  Ia menuturkan pipa tersebut telah berumur 28 tahun dengan pemasangan pertama kali dilakukan pada tahun 1990. Pipa jalur Cisangkuy Baru ini merupakan penghantar air baku dari Cikalong ke Instalasi Pengolahan Air Badaksinga.

"Kapasitasnya sekitar 725 liter/detik. Meskipun secara manual book kapasitas desain pipa transmisi tersebut adalah kurang lebih 800 liter/detik," ujarnya.

Ia mengatakan penyebab pecahnya pipa masih dalam penyelidikan. Sebagai langkah antisipatif, PDAM Tirtawening menambah debit aliran air yang dipersiapkan kurang lebih 275 liter/detik. Penambahan tersebut dari dua sumber yakni Intake Dago Bengkok kurang lebih 150 liter/detik dan Intake Sabuga kurang lebih 125 liter/detik.

"Dengan penambahan tersebut, debit produksi aliran air yang hilang selama pipa transmisi Cisangkuy pecah adalah hanya sekitar 450 liter/detik," sebut Sonny.

Menurutnya, PDAM Tirtawening saat ini sedang mengupayakan penggantian pipa dan penggantian air baku dengan memanfaatkan Sungai Cikapundung. Hingga pipa rusak bisa kembali normal.

Ia mengatakan masyarakat bisa mendapatkan layanan air tangki PDAM Tirtawening. Untuk mendapatkan pelayanan itu, para pelanggan yang terganggu dapat menghubungi Kantor Pelayanan Air Tangki Jln. Surapati no.67. Bandung, No. Telepon 022- 2507993 dan No. WhatsApp 0821 27242863. Untuk Pengaduan Wilayah Barat No. Telepon 022-20451166, Wilayah Timur No. Telepon 022- 7204227.

Atas nama Pemerintah Kota Bandung, Kepala Bagian Humas Setda Kota, Dedi Priadi Nugraha pun menyatakan permohonan maaf kepada warga Kota Bandung yang merasa tidak nyaman karena terganggu pecahnya pipa transmisi PDAM Tirtawening Kota Bandung.

"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang tidak kita harapkan bersama ini. PDAM Tirtawening sedang mengupayakan agar aliran air baku dari Cikalong bisa kembali normal dalam waktu dekat," tuturnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QkIXLf
November 25, 2018 at 04:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QkIXLf
via IFTTT
Share: