Showing posts with label 2019 at 08:41PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 08:41PM. Show all posts

Sunday, May 12, 2019

Pemerintah Diminta Evaluasi Importir Plastik

Australia diduga selipkan limbah plastik dalam kertas bekas yang dikirim ke Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah diminta mengevaluasi kembali perusahaan yang memiliki izin impor plastik. Hal ini menyusul temuan limbah plastik dalam paket impor kertas bekas dari luar negeri di Surabaya, yang laporannya dirilis April 2019 lalu.

Australia, sebagai negara pengekspor, diduga menyelipkan limbah plastik dalam kertas bekas yang dikirim ke Indonesia sebagai bahan baku industri kertas. Laporan penemuan ini dilakukan dari hasil investigasi lembaga Ecological Observations and Wetlands Conservations (Ecoton), yang berbasis di Jawa Timur.

Dalam sebuah pernyataan yang dikirim Departemen Lingkungan dan Energi Australia, disebutkan bahwa standar untuk impor bahan daur ulang termasuk tingkat kontaminasinya adalah tanggung jawab negara penerima. Dalam hal ini Indonesia.

Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) pun meminta pemerintah Indonesia lebih tegas menanggapi kasus ini. Dalam rilis yang diterbitkan Maret lalu, AZWI sudah menerbitkan lima rekomendasi. Selain desakan pelaksanaan evaluasi terhadap izin impor plastik, AZWI juga meminta pemerintah Indonesia meninjau kembali kebijakan dan regulasi mengenai importasi sampah dan skrap, khususnya plastik dan kertas.

Aliansi juga meminta pemerintah membatasi bahan tercampur atau kontaminan pada sampah dan skrap plastik atau kertas yang diimpor hingga kurang dari 0,5 persen. Selain itu, pemerintah juga didorong untuk mengembangkan sistem yang memampukan dan insentif untuk tingkatkan prosentase daur ulang dari sampah di dalam negeri.

Rekomendasi kelima, mendesak pemerintah melarang penggunaan bahan-bahan B3 sebagai aditif plastik dan saat mendaurulang plastik. "Sampah dan reja (buangan) plastik yang dihasilkan pabrik kertas ada dua macam yang kami temukan di Gresik," kata Prigi Arisandi, aktivis dari Ecoton dalam rilisnya.

Jenis pertama, jelas Prigi, adalah serpihan plastik bercampur kertas yang tidak bisa didaur ulang, biasanya digunakan untuk bakar tahu atau bahan bakar lainnya. Sementara jenis kedua adalah sampah plastik yang bentuknya beragam, seperti botol, sachet, kemasan makanan, personal care, hingga produk rumah tangga. "Masyarakat sebetulnya hanya mendapat keuntungan ekonomi sesaat, tidak bersifat jangka panjang," kata Prigi.

AZWI mencatat, negara-negara ASEAN memang sudah menjadi negara pemroses sampah dan reja plastik, baik yang diimpor maupun dari sampah domestik, termasuk Indonesia. Negara-negara ASEAN selama ini menyerap 3 persen sampah dan reja plastik global, dan secara bersamaan berperan mengirimkan kembali 5 persen untuk diekspor ke pasar global.

Dari seluruh negara, Cina mengambil peran yang jauh lebih besar untuk menyerap sampah plastik dunia. Secara kumulatif selama 1988 hingga 2016, AZWI merangkum, Cina menyerap 45,1 persen sampah dunia.

Namun sejak Maret 2018 yang lalu, Pemerintah Cina membuat kebijakan untuk membatasi secara ketat impor sampah plastik mereka dengan berlakunya kebijakan 'National Sword'. "Hal ini telah membuat perdagangan sampah, khususnya sampah plastik, di seluruh dunia terguncang," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VvwYhx
May 12, 2019 at 08:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VvwYhx
via IFTTT
Share:

Saturday, May 11, 2019

KPU Segera Keluarkan SK Soal Teknis Rekapitulasi Pemilu

KPU mendapat kritikan dari BPN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, mengatakan pihaknya akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) terkait pembagian rapat pleno rekapitulasi suara dan penetapan hasil Pemilu 2019 ke dalam dua sidang panel. Rencana dikeluarkannya SK ini muncul akibat adanya kritik dari Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandiaga, Ferry Mursyidan Baldan soal landasan hukum dibentuknya dua panel.

"Kan saya sudah sampaikan, tata caranya itu sudah kita sampaikan di dokumen tatatertib itu kan sudah ada disitu, bahwa rekapitulasi akan dilakukan secara pararel. Tadi kami sudah diskusi ya jadi nanti kami tinggal buat tata caranya dalam bentuk SK," ujar Arief ketika rapat pleno rekapitulasi hasil pemilu nasional di Kantor KPU,  Menteng,  Jakarta Pusat,  Sabtu (11/5).

Menurut Arief semua pihak berharap dengan adanya SK nantinya tidak ada lagi perdebatan terkait terbaginya rapat pleno ke dalam dua panel. "Kan tadi semua menyampaikan jangan sampe di belakng nanti diperdebatkan, saya kira ini masukan yang postif. KPU akan mengatur pasti bahwa ini tidak ada celah (hukum)," jelas Arief.

Sebelumnya, usai Ketua KPU Arief Budiman membuka rapat pleno hari ini, Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandiaga, Ferry Mursyidan Baldan langsung menginterupsi menanyakan soal akan dibaginya rapat pleno ke dalam dua panel yakni di Ruang Sidang Utama, Lantai 2 Gedung KPU RI dan di tenda yang didirikan di halaman depan Gedung KPU

Ia keberatan lantaran fokus timnya harus terbagi ke dua tempat dan merepotkan dalam koordinasi saksi-saksi mereka yang ada di daerah ketika muncul masalah dalam rekapitulasi suara.

"Jadi kami ini tidak datang dadakan. Kami juga memerlukan barangkali [koordinasi] saksi kami di daerah," jelas Ferry.

Ketua KPU Arief Budiman saat menjawab interupsi dari Ferry mengatakan alasan dibagi menjadi dua panel untuk mempercepat proses rekapitulasi yang harus selesai pada 22 Mei 2019.

Menurut Arief, pembagian ke dalam dua panel rapat pleno ini telah dilakukan pihaknya saat melakukan rekapitulasi suara Pemilu di luar negeri. Guna meyakinkan Ferry, Arief menjelaskan bila nantinya seluruh hasil rapat pleno akan di bawa ke dalam forum rapat paripurna untuk menetapkan hasil Pemilu 2019.

"Tetap penetapan hasil akan diukumkan dalam rapat pripurna. [Dua panel rapat pleno] ini hanya untuk rekapitulasi dari masing-masing provinsi, PPLN, dapil DPR RI, nanti bagian akhirnya kita lakukan rapat paripurna," jelas Arief.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HdE15r
May 11, 2019 at 08:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HdE15r
via IFTTT
Share:

Sunday, May 5, 2019

Pembangunan Masjid Cologne Sempat Ditentang Warga

Masjid Cologne diresmikan Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan pada 2018

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pembangunan Masjid Cologne yang dirancang karya Gottfried Bohm dan putranya Paul Bohm, ini sempat ditentang oleh warga lokal. Namun, masjid yang menghabiskan biaya sampai 20 juta pound sterling atau sekitar Rp 366 mi liar, ini akhirnya bisa selesai dibangun berkat bantuan Diyanet Isleri Turk Islam Birligi (DITIB) atau cabang otoritas agama Pemerintah Turki.

Masjid terbesar di Jerman yang diresmikan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 29 September 2018, ini bisa menampung 2.000 jamaah. Di bagian halaman, ada kolam berbentuk bulat yang disebutsebut sebagai lokasi sumur untuk menyup lai air wudhu, dan di sampingnya ter dapat monumen polos melengkung.

Tidak lupa, pintu masuk utama masjid ini juga menyita perhatian pengunjung karena memiliki tinggi sekitar lima meter. Di sisi kanan pintu yang dipelitur ini tertulis kaligrafi Allah Subhanallu Watala, dan di kiri tertulis Muhammadur Rasulullah.

Seusai menunaikan shalat, bagi jamaah yang ingin menikmati makanan, di bagian bangunan lain tersedia kantin. Ada pula di lantai dasar yang juga menjual menu olahan daging halal. Republika pun sempat mencicipi kebab di sebuah toko yang dikelola warga keturunan Turki. Dia merasa senang ketika mengetahui kami berasal dari Indonesia.

"Kamu dari Malaysia? Oh Indonesia," katanya sambil mengangkat ke dua tangannya. "Indonesia negara Muslim terbesar di dunia, bagus," begitu pujian pemilik toko tersebut yang mendekati kami seusai menghabiskan kebab dan kentang goreng di meja.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2J0qIrc
May 05, 2019 at 08:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2J0qIrc
via IFTTT
Share:

Friday, April 26, 2019

BNPB: Banjir Jakarta, 2 Warga Meninggal dan 2.258 Mengungsi

Naiknya debit Sungai Ciliwung menyebabkan banjir Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hujan deras dengan durasi yang cukup lama di wilayah Bogor telah menyebabkan naiknya debit Sungai Ciliwung pada Kamis (25/4) malam. Air kiriman dari Bogor menyebabkan beberapa wilayah di Jakarta terendam banjir. Banjir mengakibatkan dua orang dikabarkan meninggal dan 2.258 jiwa lain mengungsi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, banjir tinggi muka air Sungai Ciliwung mencapai 220 - 250 sentimeter sehingga masuk status Siaga 1. Naiknya debit Sungai Cilwung menyebabkan banjir bantaran sungai di beberapa wilayah di Jakarta.

"Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD DKI Jakarta daerah terdampak banjir pada Jumat (26/4), terdiri dari 32 titik banjir," ungkap Sutopo, dalam keterangan pers kepada wartawan.

Beberapa wilayah yang terdampak banjir yaitu di wilayah Jakarta Selatan tepatnya di RW 01, 02, 011 Kel. Pengadegan; RW 01, 03, 07 di Kel. Rawa Jati; RW 01 di Kelurahan Cikoko, dan RW 010 di Kelurahan Kebon Baru dengan ketinggian banjir rata-rata 10-250 cm.

Sementara untuk Jakarta Timur tepatnya di RW 01, 02, 03, 05, 08, 012 Kel. Cawang; RW 01, 02, 04, 05 Kel. Balekambang; RW 05, 06, 07, 015, 016 Kel. Cililitan; RW 04 sampai dengan RW 08 Kel. Kamp. Melayu dan RW 06,07,011,014 Kel. Bidara Cina, dengan ketinggian banjir rata-rata 10-250 cm.

"Banjir menyebabkan dua korban jiwa yaitu Imas (48, P) yang meninggal akibat kecelakaan terseret arus kali Ciliwung di Kel. Kebon Baru Jakarta Selatan dan Suyanto (70, L) meninggal akibat serangan jantung di Kel. Bidara Cina Jakarta Timur," ungkapnya.

Sutopo memaparkan sebanyak 285 Kepala Keluarga (KK) dan 2.258 Jiwa pengungsi akibat banjir pada tanggal 26 April 2019. Saat ini lokasi pengungsi berada di 12 titik lokasi yang terdiri dari 2 titik lokasi di Jakarta Selatan dan 10 titik lokasi di Jakarta Timur.

"Upaya penangan banjir telah dilakukan sejak semalam saat terjadi kenaikan Siaga 1," terangnya.

BPBD DKI Jakarta melalui UPT. Pusat Data dan Informasi Kebencanaan memberikan peringatan dini kepada masyarakat yang berada di bantaran sungai Ciliwung melalui SMS Blast saat Bendung Katulampa dan Pintu Air Depok mengalami kenaikan status Siaga menjadi Siaga 1. Tim Piket BPBD melakukan assessment dan koordinasi dengan kelurahan terdampak.

BNPB menyerahkan evakuasi warga terdampak dilaksanakan oleh BPBD, Dinas Gulkarmat, Dinas Kesehatan, Dinas Kehutanan, Basarnas, PMI, petugas dari Unsur kelurahan, Satpol PP, PPSU, Babinsa, dan masyarakat. Pompa yang telah disiapkan Dinas SDA sebanyak 133 unit pompa mobile dan 465 unit pompa stasioner yang tersebar di 164 lokasi.

Dinas SDA melalui Satgas SDA Kecamatan melakukan penanganan banjir di lokasi dengan penyedotan menggunakan pompa serta pembersihan tali-tali air dibantu PPSU Kelurahan dan Dinas Lingkungan Hidup melakukan pengangkutan sampah-sampah akibat banjir.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GLl4qQ
April 26, 2019 at 08:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GLl4qQ
via IFTTT
Share:

Friday, April 19, 2019

Moody's: Hasil Pemilu Bisa Gairahkan Investasi di Indonesia

Kemenangan Jokowi-Ma'ruf juga akan membuat pertumbuhan ekonomi menjadi lebih stabil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga pemeringkat internasional, Moody's Investors Service, merilis pernyataan resminya terkait Pemilihan Umum 2019 di Indonesia. Menurut lembaga tersebut, kemenangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang tercermin dari versi hitung cepat bisa menggairahkan pasar investasi tanah air.

Hal tersebut didukung adanya gabungan antara kebijakan lanjutan dari pemerintahan pada periode pertama dengan kebijakan-kebijakan yang baru. "Kebijakan pemerintah ke depan akan fokus pada pengembangan infrastruktur, peningkatan sumber daya manusia, serta pengurangan bertahap birokrasi yang ketat," ujar analis senior yang juga wakil presiden Moody’s Investors Service Anushka Shah, Jumat (19/4).

Selain baik untuk pasar investasi, menurut Moody's, kemenangan Jokowi-Ma'ruf juga akan membuat pertumbuhan ekonomi menjadi lebih stabil. Pada akhirnya, kestabilan ini akan membantu perkembangan stabilitas pasar keuangan, yang mana sangat krusial dalam memberikan keuntungan yang tinggi dari kepemilikan asing di bond market.

Sebelumnya, berdasarkan versi hitung cepat yang dirilis sejumlah lembaga survei, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul dibandingkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sementara itu, berdasarkan data KPU, hasil perhitungan suara sementara juga menunjukkan hal yang sama.

Hingga Jumat (19/4) pukul 14.00, data Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU RI menunjukkan Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 1.764.574 suara atau 55,14 persen. Sedangkan, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 1.435.432 suara atau 44,86 persen.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vdp2BK
April 19, 2019 at 08:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vdp2BK
via IFTTT
Share:

Thursday, April 18, 2019

FKUB Tebing Tinggi: Persatuan Lebih Utama Dibanding Pemilu

FKUB meminta masyarakat tidak merusak persaudaran.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN— Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara, mengajak masyarakat tetap saling membangun kebersamaan dan mengikat persaudaraan serta menghormati perbedaan usai pelaksanaan pemungutan suara. 

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tebing Tinggi, Abu Hasyim Siregar, di Tebing Tinggi, Kamis (18/4) mengatakan, membangun kebersamaan, mengikat persaudaraan dan menjaga persatuan kesatuan jauh lebih penting dari pemilu.

"Untuk apa kita laksanakan pemilu kalau bangsa ini menjadi porak poranda, pemilu hanyalah salah satu sarana untuk berdemokrasi. Mari kita jaga kesatuan dan persatuan bangsa ini," katanya.

Dia mengatakan dalam pemilu yang harus menjadi pegangan utama adalah kejujuran dan apapun hasilnya itu merupakan sebuah proses kejujuran.

"Sebagai suatu bangsa yang menjunjung tinggi ketuhanan kita tidak boleh saling berseteru satu sama lain, semua rencana yang kita buat yang terbaik, namun rencana Tuhanlah yang paling benar dan pasti," katanya.

Untuk itu dia menyampaikan harapan apa yang terjadi dalam pemilu 2019 ini dengan apapun hasilnya pasti ada ikut campur tangan Tuhan.

Diharapkan semua umat khususnya di Tebing Tinggi yang mengaku adanya Tuhan tetap legawa menerima hasil resminya.

"Kita semua bersaudara, saling menghormati dan menghargai. Mari tetap kita jaga persatuan dan kesatuan dan suasana yang kondusif," sebutnya.

Kepada elite politik, dia juga menyampaikan harapan untuk berhenti membuat statemen yang bisa memecah belah dan masyarakat sudah menjatuhkan pilihannya pada Pemilu 2019 yang tentunya itu adalah kata hati nuraninya.

"Mari kita tunggu pengumuman hasilnya dari lembaga yang resmi, bersabar dan tetap menjaga kebersamaan, persatuan dan kesatuan," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KJcL2y
April 18, 2019 at 08:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2KJcL2y
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 10, 2019

TKN Imbau Masyarakat Pilih Pemimpin yang Psikisnya Stabil

TKN menyoroti emosi Prabowo Subianto saat orasi di kampanye akbar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin meminta masyarakat Indonesia untuk jeli dalam memilih presiden. TKN meminta masyarakat untuk tidak menyerahkan kepemimpinan di Indonesia pada seorang yang punya emosi yang tidak stabil.

"Pemimpin yang emosinya tidak stabil seperti itu akan sangat berbahaya saat memegang tampuk kekuasaan negara," kata Wakil Ketua TKN Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Abdul Kadir Karding dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (10/4).

Karding mengatakan, pemimpin yang tidak bisa mengendalikan stabilitas emosinua berpotensi mengancam rakyat. Dia mengatakan, masyarakat akan menjadi korban dari emosi kepala negara tersebut.

Ucapan Karding didukung hasil riset dari 204 ahli psikologi Universitas Indonesia. Hasil survei terhadap psikologi kedua calon presiden (capres) menunjukkan kepribadian Jokowi dinilai lebih tenang dibanding Prabowo Subianto.

Merunut hasil survei, Karding mengatakan, jika diukur dengan angka 1 sampai 10, poin untuk stabilitas emosi Prabowo berada pada angka 5,16. Sedangkan Jokowi 7,60 dalam hal ketenangan dalam menghadapi persoalan yang berat.

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu melanjutkan, Jokowi juga hanya memiliki kemungkinan 13 persen sikap otoriter, berbeda dengan lawan politiknya sebsear 76 persen. Dia meambahkan, Jokowi juga memiliki angka 87 persen dan Prabowo hanya 24 persen terkait sikap demokratis.

Karding mengatakan, ukuran analisis psikologis itu diinilai menjadi bukti tegas bagi pemilih agar memilih pemimpin yang stabil. Dia mengungkapkan, akan sangat berbahaya jika bangsa diserahkan pada pemimpin yang tidak stabil.

"Taruhannya adalah nasib 260 juta rakyat yang terancam menjadi korban," kata Karding.

Sebaliknya, Karding menilai Jokowi adalah cermin pemimpin yang punya psikis yang baik. Dia mengatakan, Jokowi mampu bersikap tenang dan tidak mengedepankan emosi saat mengambil keputusan sehingga bisa terlihat dengan semakin baiknya iklim bernegara dan demokrasi nasional.

"Jokowi adalah contoh bagaimana seorang pemimpin mampu berpikir jernih, menguasai emosi dan yang terpenting dia adalah pemimpin yang stabil secara psikis," katanya.

Karding berpendapat, dalam menangani negara besar seperti Indonesia, diperlukan pemimpin yang tenang, tidak otoriter, dan pandai dalam memecahkan masalah. Menurutnya, pemimpin yang emosional bukannya memecahkan masalah tapi akan menciptakan masalah besar.

Pernyataan Karding merujuk sosok Prabowo yang semakin menunjukkan karakter emosi yang tak terkontrol. Dia mengatakan, ini tergambar mulai dari debat keempat saat Prabowo marah kepada penonton.

Lanjut Karding, emosi Prabowo juga semakin tak terkendali saat rapat terbuka. Pada rapat akbar di GBK, 7 April lalu, Prabowo sempat marah kepada salah satu pendukungnya yang terlihat mengobrol saat dia berpidato.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Fadli Zon mengomentari terkait diksi-diksi yang digunakan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam orasinya di kampanye terbuka yang dinilai terlalu kasar. Fadli mengatakan bahwa diksi-diksi tersebut disampaikan sembari bercanda.

"Saya kira nggaklah itu kan, coba dong dilihat gesture Pak Prabowo kan kadang-kadang sambil bercanda dan sebagainya," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/4).

Sebaliknya, yang justru melancarkan pernyataan kasar adalah capres nomor urut 01 Jokowi. Menurut Fadli, pernyataan 'Saya akan Lawan' yang disampaikan Jokowi beberapa waktu lalu merupakan bukti bahwa yang justru melontarkan pernyataan keras adalah Jokowi.

"Kalau Pak Prabowo dari dulu biasa saja begitu," ucap wakil ketua Partai Gerindra itu.

Selain itu, Fadli mengaku tidak khawatir bahwa diksi yang disampaikan Prabowo memberikan pembelajaran politik yang tidak baik kepada masyarakat. Justru menurutnya, masyarakat senang dengan sikap tegas yang diperlihatkan Prabowo.

"Masyarakat membutuhkan pemimpin yang tegas, yang jelas, yang tidak tipu-tipu, dan tidak munafik," tegasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2D7yoDA
April 10, 2019 at 08:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2D7yoDA
via IFTTT
Share:

Golkar Targetkan Perolehan 18 Persen Kursi Parlemen

Banyak calon legislatif dari Partai Golkar yang masih berjiwa dan berusia muda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto meyakini partainya akan meraih 18 persen kursi DPR RI. Hal itu sudah diperhitungkan dan dipersiapkannya dengan matang. Kader Golkar dari berbagai latar belakang sudah diterjunkan untuk pemenangan.

"Tadi saya sudah sampaikan, berdasarkan data internal yang secara sistematis dengan database yang ada perhari ini, Golkar sudah bisa mencapai di atas 100 kursi," kata Airlangga usai menggelar kampanye akbar, Selasa (9/4).

Selain itu, ia mengaku bahwa partai berwarna kuning ini lebih banyak diisi oleh para kaum milenial atau kaum muda. Terlebih, banyak calon legislatif dari Partai Golkar yang masih berjiwa dan berusia muda.

"Kalau kita lihat dari data yang ada, terjadi regenerasi pemilih di Partai Golkar. Dimana anak-anak muda 30 persen juga sudah memilih Partai Golkar dan apalagi kemarin sudah diluncurkan aplikasi G4AR," ujarnya.

Aplikasi itu adalah untuk interaksi antara Partai Golkar dengan kaum milenial. Ini dalam waktu satu hari sudah ribuan publik yang mengunduh program selfie dengan presiden.

Menurutnya, program tersebut bisa terus menjadi program andalan komunikasi publik antara Partai Golkar dengan masyarakat. Terlebih, nantinya masyarakat akan diberikan atau disajikan indivasi-indivasi soal program Partai Golkar.

"Nah, program ini bisa terus menjadi platdiv komunikasi publik antara partai dan masyarakat karena kontennya masih bisa kita tambahkan terus. Nah, begitu mereka mendownload program Golkar, mereka bisa mendapatkan indivasi tentang Partai Golkar," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono menyampaikan hal yang serupa dengan Airlangga yakni soal target partainya yang bisa mencapai atau memperoleh 100 kursi di Parlemen, Senayan.

"Mudah-mudahan targetnya disampaikan lebih dari 100 saya yakin, lebih dari 18 persen akan mampu diraih Partai Golkar," ujar Agung Laksono.

Ia pun merasa bangga terhadap Partai Golkar yang sekarang. Karena lebih diisi oleh para kaum muda dan milenial. Oleh karena itu, Partai Golkar tak lagi dicap sebagai partai tua oleh orang lain.

"Saya bangga melihat pertemuan pada hari ini yang dilakukan oleh generasi muda Partai Golkar, generasi baru, generasi milenial yang melanjutkan kepemimpinan Partai Golkar. Saya yakin bahwa ini mengubah citra Partai Golkar, partai orang muda," ungkapnya.

"Dulu sempat dianggap seperti itu (partai tua), sekarang kaum muda, kaum milenial mengarahnya bukan ke partai-partai lain tapi ke Partai Golkar, partai kaum muda yang meskipun partai sudah lama tapi sudah melakukan perubahan-perubahan besar, kita lebih banyak mempercayakan kepada kaum-kaum muda," pungkasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VyZbjm
April 10, 2019 at 08:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VyZbjm
via IFTTT
Share:

Saturday, April 6, 2019

Anak Perlu Nutrisi Tepat Hindari Infeksi Pernafasan

Ketika anak bereksplorasi, ada banyak tantangan penyakit

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pakar Nutrisi Ayu Kusuma Dewi mengatakan anak harus mendapatkan nutrisi yang tepat agar terhindar dari penyakit seperti infeksi saluran pernapasan dan diare.

"Ketika anak bereksplorasi, ada banyak tantangan penyakit yang mungkin bisa mengganggu seperti infeksi saluran pernapasan dan diare," katanya di Atrium Jogja City Mall (JCM) Yogyakarta, Sabtu (6/4).

Pada peluncuran modul "Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesia", Ayu mengatakan hasil riset menunjukkan 41,9 persen anak Indonesia masih sering terkena infeksi saluran pernapasan dan 12,2 persen anak masih sering terkena diare.

Oleh karena itu, menurut dia, anak harus mendapatkan nutrisi yang tepat, yang dapat dilakukan dengan memberikan asupan probiotik seperti Lactobacillus rhamnosus.

"Lactobacillus rhamnosus telah teruji secara klinis dapat membantu menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran cerna, dan meningkatkan daya tahan tubuh," kata Ayu.

Psikolog Tri Novita Herdalena mengatakan menjadi tanggung jawab orang tua untuk mempersiapkan anak dengan berbagai kecakapan yang sesuai dengan perkembangan zaman dan membekali mereka dengan karakter yang kuat agar dapat membawa Indonesia semakin maju.

"Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi jika generasi muda dalam usia produktif tidak memiliki kecakapan dan karakteristik yang unggul," kata Novita.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Vrwu7X
April 06, 2019 at 08:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Vrwu7X
via IFTTT
Share:

Thursday, January 31, 2019

Kemenpan-RB Masih Matangkan Aturan Penggajian P3K

Rekrutmen harus disertai kesanggupan anggaran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) masih akan mematangkan peraturan soal perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Hal ini menanggapi banyaknya daerah yang menolak perekrutan tersebut karena harus membayar gaji P3K dengan APBD.

"Intinya rekrutmen harus disertai kesanggupan anggaran. Tapi semua masih dalam pematangan," kata Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Kemenpan-RB Mudzakir, pada Republika, Kamis (31/1).

Terkait apakah Kemenpan-RB akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah ataupun Kementerian Keuangan soal anggaran ini, Mudzakir mengatakan masih belum bisa memastikannya. Namun, ia menegaskan akan menerima masukan-masukan serta mematangkan peraturan tersebut.

"Kita juga masih perkuat koordinasi dengan semua kementerian dan lembaga terkait," kata dia lagi.

Sebelumnya, pemerintah telah mengeluarkan PP Nomor 49 Tahun 3018 tentang Manajemen P3K. Salah satu peraturan di dalamnya adalah pembayaran P3K dibayarkan oleh pemerintah daerah dan anggarannya ada di dalam APBD.

Meskipun demikian, Kemenpan-RB tidak akan mengangkat pegawai honorer menjadi PPPK dengan sekaligus. Pengangkatan honorer menjadi PPPK akan dilakukan bertahap. Dengan begitu kebutuhan anggaran pun tak terlalu besar.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CX9yFD
January 31, 2019 at 08:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CX9yFD
via IFTTT
Share:

Monday, January 28, 2019

Rumah Qur’an di Lombok Dibangun dari Donasi TCash dan Gopay

Rumah Qur’an sendiri merupakan solusi hunian di wilayah terdampak bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jika datang ke Lombok, cobalah mampir ke Dusun Melempo (Lombok Timur) dan Dusun Dasan Lekong (Lombok Utara). Ratusan rumah Qur’an berdiri di dua dusun tersebut bak vila. PPPA Daarul Qur’an bersama masyarakat menginisiasi pembangunan rumah Qur’an sebagai solusi hunian layak bagi masyarakat korban gempa Lombok dan kemudian menjadikan dua dusun tersebut sebagai kampung Qur’an.

Direktur Utama PPPA Daarul Qur’an Tarmizi As Shidiq dan sejumlah rombongan dari Dewan Syariah PPPA Daarul Qur’an KH Ahmad Kosasih ditemani Vokalis Band D’Masiv Rian Ekky Pradipta atau kerap disapa Rian D’Masiv pada 21-22 Januari lalu telah meresmikan 187 hunian layak dan empat mushalla untuk korban gempa Lombok di dua dusun tersebut.

Dari 187 unit rumah Qur’an yang telah berdiri, sebagian plang pada rumah tersebut bertuliskan hasil donasi TCash dan GoPay. PPPA Daarul Qur’an belum lama ini memang telah resmi menjadi salah satu mitra penghimpun donasi pada aplikasi Tcash milik operator Telkomsel dan GoPay dari Gojek. Tarmizi mengatakan bahwa, saat terjadi gempa bumi di Lombok, lembaganya membuka akses kemudahan berdonasi melalui Tcash dan Gopay.

"Sejak terjadi gempa bumi di Lombok, kami terus mendampingi masyarakat hingga mereka kembali bangkit. Kami juga membuka akses donasi untuk para pengguna TCash yang ingin membantu saudara kita di Lombok dengan nama PPPA DAQU PUSAT pada aplikasi, sedangkan pada aplikasi GoPay kami menggunakan QR Code sedekah yang bisa langsung discan pada aplikasi GoPay,” tutur Tarmizi.

“Alhamdulillah donasi yang terhimpun dari para penguna TCash cukup besar sekitar 100 juta rupiah, ini bisa digunakan untuk membangun 7 unit rumah Qur'an dan dari GoPay dapat membangun satu unit rumah Qur’an, maka setiap rumah kami pasangkan plang masing-masing logo agar masyarakat penerima manfaat mengetahui siapa saja yang telah membantu,” sambungnya.

Rumah Qur’an sendiri merupakan solusi hunian yang telah dibangun PPPA Daarul Qur’an di sejumlah wilayah yang pernah terjadi gempa bumi yaitu di Merapi, Jailolo, Maluku dan beberapa wilayah di Timur Indonesia sebagai hunian yang layak dan aman. Rumah Qur’an merupakan “recycle house” dan dapat tumbuh serta disesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing wilayah. 

“Biasanya, bangunan lama itu memiliki sejarah yang tidak dapat dipisahkan dengan pemilik rumah itu sendiri. Sebab itu bagian-bagian material yang masih bisa digunakan dipakai kembali untuk membuat rumah Qur’an seperti kusen, tralis, jendela dan daun pintu lalu kami menambahkan material-material yang baru. Nilai rumah Qur’an ini Rp17,5 juta untuk satu unitnya,” jelas Tarmizi.

Sejumlah acara digelar oleh masyarakat dua dusun itu. Dari anak-anak hingga orang tua, semua menyambut peresmian dengan ceria, tangis dan dukapun telah berganti tawa dan bahagia. Rian D'Masiv juga sempat menghibur masyarakat Lombok Timur dengan menyanyikan salah satu lagu andalannya "Jangan Menyerah". Rian memberikan semangat hidup untuk masyarakat Dusun Dasan Lekong lewat lagunya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WpZtd5
January 28, 2019 at 08:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WpZtd5
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 22, 2019

Soal Baasyir, Menkumham: Kami Lakukan Kajian Sangat Mendalam

Menkumham angkat bicara soal polemik pembebasan Ustaz Baasyir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laolly angkat bicara terkait rencana pembebasan Ustaz Abu Bakar Baasyir. Yasonna mengatakan, pihaknya bersama Kemenkopolhukam masih memberikan kajian yang sangat mendalam terkait hal itu.

"Bahwa ada faktor kemanusiaan yang dipertimbangkan tentang beliau ya. Karena sejak saya kira lebih dari satu tahun lalu persoalan ini sudah disampaikan pihak keluarga," kata Yasonna di kantornya, Selasa (22/1).

Yasonna menuturkan, sudah ada permintaan dan niat sejak setahun yang lalu mengingat usia Ba'asyir yang semakin tua. Serta ada keinginan keluarga di Solo, agar Baasyir dipindahkan ke rumahnya di Solo.

"Sementara UU tidak memungkinkan itu. Kami tawarkan untuk dipindahkan ke Solo. Tidak di gunung Sindur, mengingat umur sudah uzur kami bantu berdasarkan pertimbangan kemanusiaan, tapi keluarga mengatakan, kalau hanya di lapas, ya di Sindur saja. Karena dekat dengan fasilitas kesehatan," terangnya.

Yasonna melanjutkan, terdapat ketentuan hukum meskipun presiden ingin membebaskan dengan alasan kemanusiaan. Sehingga pembebasan bersyarat dipertimbangkan.

"Maka presiden memerintahkan kepada kita untuk berkoordinasi dan melakukan kajian yang mendalam. Kembali ke statement pak Wiranto mengatakan diperlukan kajian secara hukum juga termasuk NKRI karena ini kan mengenai perbuatan pidana yang berkaitan dengan keselamatan orang. Terorisme," tambah Yasonna.

Menurutnya, sampai saat ini proses kajian masih terus berjalan. Lantaran proses ini juga menyangkut ya ada urusannya dengan Polri, BNPT, bahkan dengan Kemlu karena menyangkut dengan resolusi PBB. Yasonna menambahkan, dengan rencana pembebasan bersyarat artinya Baasyir tidak bebas murni. Karena bila ingin bebas secara penuh baru akan terwujud pada tahun 2023.

"Tetapi hukum mengatakan kalau sudah melewati 2/3 bisa bebas bersyarat tapi ada syarat-syaratnya. Persyaratan itu harus dipenuhi," ujarnya.

Ihwal syarat pembebasan bersyarat, Yasonna menegaskan  mengakui Pancasila sangat fundamental yakni mengakui Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.

"Jadi jangan salah mengakui Pancasila seolah-seolah tidak mengakui Tuhan. Tidak. Maksudnya kita mengakui Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara dan ya paham NKRI. Itu yang kita persyaratkan karena jenis kejahatannya, kejahatan tentang terorisme terhadap negara. Maka Itu yang jadi persoalan pokok yang kita bahas," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FQpgoV
January 22, 2019 at 08:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FQpgoV
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 15, 2019

Ngabalin Minta Prabowo Ungkap Mantan Presiden yang Diinteli

Ngabalin meminta Prabowo memberikan data terkait adanya mantan presiden yang diinteli

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin meminta calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memberikan data mengenai tudingan adanya mantan presiden yang "diinteli". Ngabalin mengatakan KSP bisa melacak jika ada mantan presiden yang jadi objek pengawasan intelijen.

"Mantan Presiden siapa sih yang merasa? Siapa mantan Presiden yang merasa 'diinteli'? Jangan buat berita bohong," kata Ngabalin ditemui di Jakarta, Selasa (15/1), terkait tudingan dari Prabowo mengenai pemerintah "menginteli" sejumlah mantan pejabat negara, termasuk mantan Presiden.

Ngabalin mengatakan Kantor Staf Presiden, sesuai perintah Presiden, dapat melakukan pelacakan jika ada mantan presiden yang menjadi objek pengawasan intelijen. Politikus Partai Golkar itu juga mengajak politisi untuk memberikan data dan fakta yang valid saat berpidato di masyarakat.

"Pemerintah sedang mempersiapkan pelaksanaan pemilu secara serentak dengan damai, dengan baik, dengan penuh keceriaan dari rakyat Indonesia," kata Ngabalin.

Dia juga menegaskan akan menghadapi pihak-pihak yang kerap menebar berita bohong maupun fitnah terhadap Komisi Pemilihan Umum pada masa Pemilihan Presiden 2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2M9JQ4Z
January 15, 2019 at 08:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2M9JQ4Z
via IFTTT
Share:

Sunday, January 6, 2019

PSSI: Kekhawatiran Kemenpora Berlebihan

Tak ada alasan bagi PSSI menolak keberadaan Satgas Antimafia Bola.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tak menganggap peran Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola bentukan Mabes Polri sebagai intervensi pemerintah terhadap federasi nasional. Badan induk sepak bola nasional tersebut menilai, keberadaan tim penyelidikan dari aparatur penegak hukum sebagai upaya bersama membersihkan kompetisi sepak bola Indonesia dari praktik yang culas.

Ketua Bidang Hukum di Komite Eksekutif (Exco) PSSI Gusti Randa menyatakan, federasi pun belum pernah melaporkan resmi keberadaan satgas tersebut ke Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA). “Pertama, kami (PSSI) tidak pernah menganggap itu (satgas) sebagai intervensi. Jadi kami juga buat apa lapor ke FIFA,” ujar dia, Ahad (6/1).

Karena itu Gusti menilai, kekhawatiran Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai reaksi berlebihan. “Saya pastikan itu bukan intervensi. Karena sejak awal dibentuknya satgas ini, kami sangat mendukung untuk bersih-bersih. FIFA juga pernah mengalami yang sama,” ujar dia menambahkan.

Gusti pun menegaskan kembali, tak ada alasan bagi PSSI menolak keberadaan satgas. “Karena instruksinya dari ketua umum (PSSI) kan jelas. Kami mendukung pembentukan satgas,” sambung dia.

Di satu diskusi terbuka, Sabtu (5/1), Sesmenpora Gatot S Dewa Broto mengingatkan PSSI agar tak gegabah melaporkan pembentukan dan aksi Satgas Antimafia Bola kepada FIFA. Gatot khawatir, laporan federasi nasional ke badan induk sepak bola internasional tersebut membawa dampak yang buruk. Yaitu terulangnya kembali peringatan keras FIFA terhadap Indonesia.

Gatot mengatakan, Indonesia pernah mengalami itu pada 2015 lalu, yang berujung pada penonaktifan PSSI dari keanggotaan FIFA. Penanggalan keanggotaan PSSI di federasi dunia tersebut sebetulnya buntut dari pembekuan badan induk sepak bola nasional oleh Kemenpora yang dianggap FIFA melanggar Pasal 13 dan 17 Statuta FIFA. Deretan pasal dalam beleid internal tersebut memastikan independensi anggota FIFA dalam menyelesaikan segala persoalan yang melibatkan sepak bola.

Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono dari Abu Dhabi, Uni Emirates Arab, saat dihubungi tak ingin berkomentar terkait kekhawatiran Gatot tersebut. Karena, menurut dia PSSI sampai saat ini terbuka dengan semua pihak yang berupaya menjadikan sepak bola Indonesia menjadi lebih baik dan bersih dari praktik-praktik yang curang. “Sudahlah, kita sama-sama menginginkan sepak bola kita ini lebih baik,” ujar dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2sb8XLg
January 06, 2019 at 08:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2sb8XLg
via IFTTT
Share:

Mumpung Masih Diberi Waktu

Betapa banyak kita melakukan dosa dan khilaf.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Waktu memang berharga. Ada yang menyamakan dengan uang ada pula yang menganalogikannya dengan pedang. Sedemikian berharganya, Allah SWT pun bersumpah demi waktu (ashr) dalam QS al-Ashr.

Quraish Shihab menjelaskan, kata alashr di ambil dari kata 'ashara yang berarti menekan sesuatu, sehingga apa yang terdapat pada bagian terdalam daripadanya tampak ke permukaan atau keluar (memeras).

Angin yang tekanannya keras, sehingga memorakporandakan segala sesuatu dinamakan i'shar. Menurut Quraish, penamaan ini agaknya disebabkan ketika itu manusia yang sejak pagi telah memeras tenaganya diharapkan telah mendapatkan hasil dari usaha-usahanya.

Mengutip Syekh Muhammad Abduh, Quraish menjelaskan, turunnya ayat ini tidak lepas dari kebiasaan orang-orang Arab pada masa turunnya Alquran untuk berkumpul dan berbincang-bincang mengenai berbagai hal.

Tidak jarang, dalam perbincangan tersebut terlontar kata-kata mengumpat sekaligus memuji waktu. Waktu baik jika mereka berhasil dan waktu sial jika mereka gagal. Padahal, waktu merupakan sesuatu yang netral.

Tidak perlu disematkan kemujaraban atau kesialan di balik sebuah tanggal atau jam. Tafsir lainnya, Quraish menulis bahwa pada surah ini, Allah SWT bersumpah demi waktu dengan menggunakan kata ashr untuk membuat suatu pernyataan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LR5nPJ
January 06, 2019 at 08:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LR5nPJ
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 1, 2019

Relawan Tidim Jatman & Cordofa Bantu Pulihkan Trauma

Sejumlah posko-posko bantuan berdiri di sejumlah titik terdampak bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejak awal, Dompet Dhuafa sigap dan tanggap terhadap bencana di Banten. Sejumlah posko-posko bantuan berdiri di sejumlah titik terdampak bencana.

Dompet Dhuafa  Banten berkordinasi dengan tim HC PFA (Psychologically First Aid) kembali mengirim relawan kesana, untuk 5 hari terhitung jumat (28/12) sampai dengan selasa(1/1).

Perjalanan menjadi tim relawan psikolog ini  bertujuan agar menghilangkan trauma para penyintas korban bencana tsunami Banten. 

"Nanti bersama tim PFA Ustaz biasanya kita mendampingi para penyintas atau korban bencana lalu memberikan semangat hidup kepada mereka. PFA itu Psycological First Aid di tambah religi. jadi mengembalikan semangat hidup melalui psikoreligi,"  demikian penjelasan Ustaz Lukman Hakim Divisi Dakwah DD Pusat terkait dengan PFA.

Pada 1 januari sekitar jam 8 pagi, tim relawan PFA menyambangi posko pengungsian didaerah cikujang Tanjung lesung untuk bertemu mengajak bermain anak-anak penyintas bencana Tsunami selat sunda. Di sana tim relawan bertemu Ela, 4 tahun.

Ketika malam bencana, ayahnya sedang menjala ikan di pesisir pantai Tanjung Lesung.

Cuaca yang begitu cerah tidak menyangka datang gelombang air yang begitu tinggi menyeret ayah Ela ke tengah lautan. Ela pun menjadi yatim.

Selanjutnya, tim relawan memberikan bantuan sembako dan dorongan moral psikologi religi. Dari bantuan ini, harapannya masyarakat yang terdampak dapat segera bangkit.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BQSn85
January 01, 2019 at 08:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BQSn85
via IFTTT
Share: