Showing posts with label 2018 at 09:38PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 09:38PM. Show all posts

Monday, December 31, 2018

Puluhan Ribu Pendekar Setia Hati Terate Berzikir Bersama

Kegiatan ini merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT.

REPUBLIKA.CO.ID, PONOROGO—  Sebanyak 45.024 pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) cabang Ponorogo mengikuti zikir dan deklarasi dalam kegiatan "Bumi Reyog Berzikir 2018 dan Deklarasi Pemilu Damai" di Alun-alun Ponorogo, Jawa Timur, Ahad (30/12).

"Zikir bersama yang diadakan pada tutup tahun 2018 ini merupakan suatu bentuk syukur kita kepada Allah SWT, karena kita diberikan nikmat yang luar biasa. Dan kita berdoa semoga pada 2019 hidup kita selalu mendapatkan bimbingan dan rahmat dari Allah," kata Ketua Cabang PSHT Ponorogo, Prijono Boedi Setiawan saat memberi sambutan.

Ia menyebutkan, para pesilat yang mengikuti zikir dan deklarasi pemilu damai tersebut berasal dari 21 ranting, tiga komisariat dan tiga ranting khusus di seluruh Ponorogo.

"Yang tercatat hadir 45 ribu orang. Mohon maaf, mungkin banyak yang tidak mencatatkan diri, karena datang terlambat," ujarnya.

Sementara itu, menurut Ketua Umum dan Pendiri Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid), Paulus Pangka, jumlah pesilat yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 45.024.

Dengan jumlah pesilat sebanyak tersebut, Leprid memberikan piala dan piagam penghargaan kepada Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni atas prestasi sebagai pemrakarsa "Rekor Zikir dan Gerakan Kolosal Pencak Silat dengan peserta pesilat terbanyak".

Selain itu, Paulus juga memberikan piagam penghargaan kepada PSHT Cabang Ponorogo yang diterima ketuanya, Prijono.

Prijono mengatakan, kegiatan zikir bersama tersebut diharapkan bisa menjadi ajang silaturahim antarwarga PSHT.

"Dengan kegiatan seperti ini, kita bisa menjalin silaturahim. Sehingga antarwarga PSHT yang tempatnya berjauhan bisa berkumpul di alun-alun," ucapnya menjawab wartawan.

Selain itu, lanjut dia, dengan berkumpul dalam acara zikir bersama, akan memantapkan persatuan dan kebersamaan, mempererat persaudaraan antarwarga PSHT. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EXHNPI
December 31, 2018 at 09:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EXHNPI
via IFTTT
Share:

Friday, December 21, 2018

Dana Sponsor tak Mencukupi Kebutuhan Sriwijaya FC

PT SOM menjalin kerja sama dengan PT Digi Sport Asia.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Komisaris Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri Muddai Madang, pengelola klub Sriwijaya FC, mengakui dana yang diperoleh perusahaan dalam bentuk sponsor selama ini tidak pernah mencukupi kebutuhan klub. Ia mencontohkan seperti yang terjadi pada musim 2018, perusahaannya hanya mendapatkan dana sponsor sekitar Rp 18 miliar, sementara kebutuhan klub mencapai Rp30 miliar.   

"Dana sponsor tidak pernah mencukupi kebutuhan klub. Ini sebenarnya fakta yang bertahun-tahun terjadi," kata Muddai di Palembang, Jumat (21/12)   

Pendapatan sponsor senilai Rp18 miliar itu diperoleh dari dari PT Bank Sumsel Babel, Smartfren, PT Semen Baturaja, PT Bukit Asam, PDPDE, Calci, Kuku Bima, dan Go-Jek.  Oleh karena itu, sejak turun tangan mengurus SFC pada Juni 2018 lantaran terjadi persoalan finansial, Muddai membuat skema perencanaan keuangan agar pengelolaan klub asal Sumsel ini nantinya bisa menguntungkan pada 2019.     

PT SOM kemudian menjalin kerja sama dengan PT Digi Sport Asia yakni perusahaan profesional internasional yang bergerak di bidang jasa finansial teknologi (fintech), pemasaran, dan IT.    

"Ini perusahaan jasa yang sengaja saya gandeng untuk menggali potensi dana yang bisa kami dapatkan. Namun sayangnya, kami terdegradasi. Meski Digi Asia tidak mundur, tapi tentunya ada sejumlah penyesuaian ke depan," kata Muddai.    

Menurut Muddai, jika melihat secara bisnis, sejatinya pengelolaan klub profesional ini sangat menguntungkan, asalkan ditangani secara baik dan bisa menggali potensi sponsor. Hal ini karena pangsa pasar industri sepak bola yang sangat besar dan dapat memberikan multiplier effect.    

"Persib, Persija, dan Bali United itu bisa untung. Logikanya, kenapa kami tidak. Itulah sebabnya saya menggandeng Digi Asia Sport untuk target 2019 harus untung," kata mantan Ketua KONI Sumsel ini.     

Sebelumnya, Muddai menyatakan dirinya akan melepas seluruh saham mayoritas miliknya sebesar 88 persen demi menjaga eksistensi klub asal Sumsel itu berkompetisi di Tanah Air.   

Ia mengharapkan sahamnya itu dibeli oleh BUMD di Sumsel sehingga klub ini benar-benar dimiliki masyarakat karena selama ini dimiliki kalangan perorangan saja.    

"Mudah-mudahan ada pembelinya, syukur-syukur ada BUMD seperti yang disampaikan Gubernur. Jika tidak ada pembelinya, saya tidak bisa berjanji (Liga 2,red) karena saya sendiri sudah berat untuk membiayai kelangsungan SFC ini. Karena ini tidak murah, biaya sangat mahal," kata Wakil Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia ini.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Bxn6XJ
December 21, 2018 at 09:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Bxn6XJ
via IFTTT
Share:

Friday, December 14, 2018

Tim Kampanye Jabar akan Lakukan 'Operasi Darat' Jelang Pilpr

Pemerintah mengendalikan perekonomian di tengah situasi global yang tak mendukung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Tim kampanye daerah (TKD) Jawa Barat Joko Widodo-Maruf Amin akan melakukan 'operasi darat' untuk mengampanyekan kandidat tersebut jelang Pemilu Presiden 2019. Menurut Ketua TKD Jawa Barat Joko Widodo-Maruf Amin, Dedi Mulyadi, cara ini dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui keberhasilan presiden ketujuh Indonesia tersebut.

"Januari operasi darat. Menyampaikan program pemerintah," ujar Dedi usai menggelar rapat koordinasi tim pemenangan itu, di Bandung, Jumat (14/12).

Dedi mengatakan, saat ini, banyak program pembangunan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang berhasil dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain di bidang infrastruktur, perkembangan perekonomian pun cukup membanggakan.

Dedi menyontohkan, saat ini, warga penerima program keluarga harapan (PKH) mendapat bantuan pangan yang layak dibanding periode sebelumnya. Sehingga, masyarakat miskin bisa menikmati beras yang sama dengan jenis yang dimakan oleh kita. "Ini terobosan baru," katanya.

Selain itu, pemerintah saat ini berhasil mengendalikan perekonomian di tengah-tengah situasi global yang tidak mendukung. Terlebih, saat ini mata uang rupiah terus menguat terhadap dollar Amerika. "Relatif bisa bertahan stabil, bahkan cenderung terus menguat," katanya. 

Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur terus digenjot pemerintahan Joko Widodo sebagai stimulus untuk menggairahkan perekonomian masyarakat. Dengan begitu, ia memastikan pihaknya akan maksimal agar masyarakat mengetahui berbagai prestasi tersebut. "Di bulan Januari ini masyarakat harus sudah mengetahui capaian-capaian itu," katanya.

Dedi pun optimistis, Joko Widodo-Maruf Amin akan unggul khususnya di Jawa Barat pada Pemilu Presiden 2019. "Selisihnya jelas. Kita sudah lebih unggul di Jawa Barat," katanya. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2S2xMEO
December 14, 2018 at 09:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2S2xMEO
via IFTTT
Share: