Showing posts with label 2019 at 01:54PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 01:54PM. Show all posts

Thursday, April 25, 2019

PT Timah Kucurkan Rp 30 Miliar untuk UMKM

PT Timah mengajak UMKM binaan mengikuti Inacraft.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Timah Tbk selama 2018 telah mengucurkan Rp 30, 9 miliar untuk membantu 3.609 unit usaha mikro kecil menengah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kepala Bidang Kemitraan PT Timah Tbk, Erwan Sudarto mengatakan bantuan modal usahaini merupakan program sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dalam mengembangkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar operasional perusahaan.

"Kita berharap dengan adanya bantuan ini dapat meningkatkan usaha mitra binaan yang mandiri dan berdaya saing di pasar global," kata Kepala Bidang Kemitraan PT Timah Tbk, Erwan Sudarto saat menghadiri Pameran Inacraft 2019 di Jakarta, Kamis (25/4).

Selain memberikan bantuan modal usaha, PT Timah Tbk juga melatih mitra binaan dalam mengelola usaha, mempromosikan dan ikut memasarkan produk khas daerah ini ke tingkat nasional dan internasional. Pada Pameran Inacraft tahun ini, PT Timah mengikutsertakan enam mitra binaan agar mereka bisa mempromosikan produk kerajinan khas Bangka Belitung.

Ia mengatakan enam mitra binaan yang diikutsertakan mengikuti pameran Inacraft yang dibuka pada 24 hingga 28 April 2019 di JJC Senayan Jakarta yaitu perajin pewter, akar bahar, tenun cual, rajutan dan kerajinan pernak pernik khas Bangka Belitung. Menurut dia, melalui pameran yang diikuti pelaku kerajinan se-Indonesia ini mempermudah mitra binaan dalam mempromosikan produk khas daerah.

"Kami berharap para pelaku kerajinan ini bisa mempromosikan kerajinan khas Babel ke tingkat nasional, sehingga mereka bisa berkembang dengan baik," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2L5cfMy
April 25, 2019 at 01:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2L5cfMy
via IFTTT
Share:

Monday, April 15, 2019

Mantan Gubernur BI Ajak Perbankan BUMN Konversi ke Syariah

Kapasitas kelembagaan industri keuangan syariah belum kompetitif dan efisien

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indonesia merupakan negara dengan populasi jumlah kaum muslim terbesar di dunia. Dalam kondisi tersebut, kemajuan keuangan syariah menjadi salah satu titik sentral.

Menurut mantan Gubernur Bank Indonesia Periode 2003-2008 Burhanuddin Abdullah saat ini kapasitas kelembagaan industri keuangan syariah belum sepenuhnya kompetitif dan efisien. Bahkan, pertumbuhan industri ini mengalami stagnansi lima persen setiap tahunnya.

“Perbankan syariah tidak maju, padahal 30 tahun kita punya bank syariah tapi makret sharenya masih lima persen. Sekarang masih stagnan juga, kita ingin 2008 lalu di atas lima persen tapi memang betul sulit sekali dicapai, sangat menyedihkan,” ujarnya saat acara ‘Peluncuran Buku Turbulensi Ekonomi’ di Gedung PPM Manajemen, Jakarta, Senin (15/4).

Sebenarnya, kata Burhanuddin, cara mendorong tumbuhnya bank syariah bisa mengikuti apa yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Aceh dan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB). Peran pemerintah juga harus besar, mengingat dari sisi infrastruktur, fasilitas perbankan syariah masih sangat terbatas.

“Kalau bisa pemerintah bisa turun tangan supaya industri bank syariah besar, kalau perlu salah satu bank pemerintah dijadikan bank syariah. Daripada BNI dan Mandiri bersaing, mending dibikin salah satu bank syariah (konversi ke syariah),” ucapnya.

Menurutnya salah satu kendala yang menghambat kemajuan industri perbankan syariah adalah sikap politik yang tidak jelas. Kedua, penciptaan kreativitas instrumen syariah yang perlu dikembangkan lebih baik ke depan.

“Kendala sikap politik yang mendorong, kalau sikap politiknya jelas, ini salah satu yang penting. Kedua, orang-orangnya sekarang harus sejahtera, kreativitas untuk menciptakan instrumen syariah untuk industri keuangan kita,” ungkapnya,

Ke depan, Burhanuddin memperkirakan industri keuangan syariah akan mengalami penurunan jika terobosan-terobosan perbankan syariah tidak dimaksimalkan dengan baik oleh pemerintah.

“Sekarang ini stagnan lima persen, ketolong karena Aceh menjadi bank syariah. Mungkin tahun depan bisa jadi turun karena bank konvesional makin besar, karena keuntungan besar dan mengambil suku bunganya besar-besar, maka bank asing pada masuk,” ucapnya.

Pada kesempatan sama Dosen UGM Yogyakarta Anggito Abimanyu menambahkan ada dua jal yang harus dilakukan untuk mendorong ekonomi dan keuangan syariah. Pertama, kebijakan top down oleh pemerintah, pemerintah daerah dan regulator.

Anggito mencontohkan pemindahan dana haji, kewajiban menggunakan bank syariah di instansi pemerintah, penempatan dana-dana pemerintah dan BUMN di lembaga keuangan syariah, konversi lembaga keuangan konvesional menjadi keuangan syariah, mempermudah persyaratan dan insentif di lembaga keuangan syariah dan lain sebagainya.

Kedua, bottom up dari industri, lembaga fatwa atau lembaga pendidiakn, seperti mendirikan program studi ekonomi Islam atau keuangan syariah terapan di perguruan tinggi, mendorong kreativitas produk syariah, lahirnya fatwa-fatwa produk syariah dan keuangan syariah, memperbesar promosi dan sosialisasi syariah di majelis ilmu, masjid, pondok pesantren, media sosial, target milenial dan lain sebagainya.

“Potensi yang dimiliki sangat baik, bukan hanya dari sisi kemunculan kelas menengah muslim secara pesat, namun juga kebutuhan yang makin meningkat dalam meningkatkan eksistensi diri di dunia,” jelasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KE5QYF
April 15, 2019 at 01:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2KE5QYF
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 9, 2019

TKN: Debat Terakhir Jadi Arena Adu Narasi Calon Pemimpin

TKN optimistis debat bakal menjadi sarana bagi Jokowi menebar narasi inspiratif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Meutya Hafid mengatakan debat terakhir calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) akan menjadi arena bagi kedua kontestan untuk beradu narasi sebagai pemimpin. Ia pun optimistis debat tersebut bakal menjadi sarana bagi capres pejawat Joko Widodo (Jokowi) untuk menebar narasi-narasi optimis dan inspiratif.

Meutya berpendapat, tema debat terakhir akan memberikan keuntungan bagi capres pejawat. Tema debat kelima yaitu ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan, dan investasi. 

Menurut Meutya, tema tersebut dapat dijawab Jokowi melalui kinerja yang telah dilakukan. Kondisi berbeda, dia melanjutkan, akan dihadapi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang masih dalam tataran janji dalam ruang imajiner.

"Pak Jokowi sudah membuktikan. Kita bisa melihat secara seksama bagaimana infrastruktur penunjang ekonomi kerakyaatan dibangun serta sejumlah program telah diluncurkan terkait kesejahteraan masyarakat, seperti dana kesehatan, sekolah dan dana desa," kata Meutya Hafid dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (9/4).

Dia mengatakan, segala pembuktian soal kinerja di sektor kesejahteraan dan ekonomi ini juga ditunjang rencana jangka panjang. Dia mengatakan, rencana itu adalah mempersiapkan pembangunan manusia melalui tiga program utama, yakni Kartu KIP Kuliah, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Pra-Kerja. 

Politikus Golkar itu mengatakan, ketiga program itu adalah bentuk kesinambungan dari program yang telah berjalan di periode pertama. Dia melanjutkan, ketiga program itu juga merupakan program yang bisa diukur dan segera dirasakan manfaatnya selepas Jokowi dilantik sebagai presiden di periode kedua nanti.

"Tiga program itulah yang selama ini disosialissasikan Jokowi sepanjang kampanye terbuka dan dalam debat nanti pula kita dapat melihat bagaimana program paslon 01 jelas manfaatnya, realistis pelaksanaannya dan terukur hasilnya," kata Meutya.

Meutya mengatakan, Jokowi akan terus menebar optimisme pada debat terakhir di saat calon lain terus berbicara tentang pesimisme. Dia meneruskan, bekal semangat dan optimisme seorang pemimpin akan menjadi contoh bagi rakyatnya. 

Dia mengatakan, Jokowi merupakan pemimpin yang memberi contoh bagaimana kerja keras dengan optimisme dan semangat bisa mengantarkan keberhasilan. Sebaliknya, dia menambahkan, pemimpin yang menebar pesimisme dan narasi negatif justru mencerminkan contoh yang tidak baik bagi rakyat. 

"Tak ada negara maju yang dibangun dengan narasi pemis. Maka itu, kita  pilih pemimpin yang gemar menebar optimisme untuk membawa Indonesia sebagai negara maju," tutupnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KivKkd
April 09, 2019 at 01:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2KivKkd
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 2, 2019

Anak-Anak Khashoggi Terima Kompensasi Pembunuhan Ayahnya

Pembayaran itu disebut sebagai bagian dari negosiasi jelang persidangan tersangka.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Anak-anak dari jurnalis asal Arab Saudi Jamal Khashoggi mendapatkan rumah bernilai jutaan dolar AS dan uang per bulan dengan jumlah besar sebagai kompensasi atas pembunuhan ayah mereka. Kabar ini dilaporkan oleh beberapa pejabat Arab Saudi serta keluarga kerajaan tersebut.

Dua anak laki-laki dan perempuan Khashoggi disebut mendapatkan pembayaran dalam jumlah yang lebih besar, sekitar puluhan juta dolar AS. Pembayaran itu disebut sebagai bagian dari negosiasi menjelang persidangan para tersangka kasus pembunuhan ayah mereka digelar beberapa bulan mendatang.

Kompensasi yang sebelumnya dirahasiakan ini dikatakan adalah bagian dari upaya Pemerintah Arab Saudi agar keluarga Khashoggi menahan diri dan tidak membuat pernyataan di hadapan publik mengenai kasus pembunuhan tersebut. Selama ini, anak-anak dari pria berusia berusia 59 tahun itu diam di tengah kritik keras dan kecaman internasional terhadap keluarga kerajaan. Kritik khususnya dialamatkan pada Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang diyakini berada di balik kasus itu.

Pemberian rumah dan uang bulanan sebesar 10 ribu dolar AS atau lebih untuk anak-anak Khashoggi telah disetujui pada tahun lalu oleh Raja Salman. Seorang pejabat Arab Saudi mengatakan kompensasi itu memang secara konsisten diberikan kepada para korban kejahatan serta benacana alam. Ia membantah hal itu bertujuan membungkam keluarga jurnalis tersebut.

Salah satu kompensasi yang diketahui diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi adalah rumah di Jeddah. Masing-masing anak Khashoggi akan mendapatkan rumah bernilai empat juta dolar AS.

Salah Khashoggi sebagai putra tertua yang saat ini tinggal di Jeddah disebut akan menempati bangunan utama. Ia adalah satu-satunya anak dari Khashoggi yang menetap di Arab Saudi, sementara yang lain berada di Amerika Serikat (AS).

Pada Oktober tahun lalu, Pemerintah Arab Saudi merilis foto Salah berjabatan tangan dengan Pangeran Mohammed. Foto itu diyakini bermaksud memperlihatkan rasa belasungkawa putra mahkota, namun tak sedikit yang menilai itu adalah bentuk paksaan dan ancaman keluarga kerajaan terhadap anak-anak Khashoggi.

Khashoggi, seorang jurnalis asal Arab Saudi yang juga merupakan kolomnis Washington Post diyakini tewas pada 2 Oktober 2018 di Konsulat Saudi di Istanbul. Selama ini, ia kerap menulis kolom-kolom yang mengkritik kebijakan Pemerintah Arab Saudi dan menetap di AS.

Pada 16 November lalu, The Washington Post melaporkan CIA telah menyimpulkan Pangeran Mohammed memerintahkan pembunuhan terhadap Khashoggi. Para pejabat Negeri Paman Sam huga telah memberi kepercayaan yang tinggi atas kesimpulan tersebut.

Media tersebut mengutip orang-orang yang akrab dengan masalah ini, yang mengatakan CIA mencapai kesimpulan itu setelah memeriksa berbagai sumber intelijen. Salah satunya adalah panggilan telepon yang menyatakan saudara laki-laki Pangeran Muhammad, Duta Besar Saudi untuk AS Khalid bin Salman bersama Khashoggi.

Khalid mengatakan kepada Khashoggi, dia harus pergi ke konsulat Saudi di Istanbul untuk mengambil dokumen pernikahan dan memberinya jaminan keamanan. Belum jelas apakah Khalid tahu Khashoggi akan terbunuh, tetapi saat itu ia menelepon Pangeran Mohammed.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FILwPT
April 02, 2019 at 01:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FILwPT
via IFTTT
Share:

Monday, March 25, 2019

Jokowi Imbau Warga Banyuwangi tak Golput

Jokowi meminta pendukungnya memakai pakaian putih saat mencoblos pada 17 April.

REPUBLIKA.CO.ID,  BANYUWANGI -- Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, supaya menggunakan hak pilihnya. Jokowi meminta warga tidak golput.

"Tanggal 17 April nanti, ajak tetangga, saudara, kerabat semuanya untuk berbondong-bondong ke TPS dan ketika sampai di bilik suara harus menggunakan hak pilihnya ya, jangan sampai golput," ujar Jokowi ketika berkampanye di Alun-Alun Banyuwangi, Senin (25/3).

Jokowi menambahkan penting bagi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya, karena hal itu akan menentukan masa depan bangsa Indonesia.  Lebih lanjut Jokowi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengenakan pakaian berwarna putih ketika mencoblos. "Karena putih adalah kita," tambah Jokowi.

Jokowi yang mengenakan ikat kepala khas Banyuwangi dan kemeja berwarna putih, tiba di alun-alun Kota Banyuwangi pada pukul 10.00 WIB, didampingi istrinya Iriana Joko Widodo dan sejumlah perwakilan partai politik koalisi, serta Tim Kemenangan Nasional.

Dalam kampanye terbuka ini Jokowi sempat berdiskusi dengan warga Banyuwangi dengan tajuk "Ngobrol Inspirasi Jokowi" (Ngopi Jokowi) bertempat di Pendopo Alun-Alun Banyuwangi dengan Relawan Pengusaha Muda Nasional untuk Jokowi - Ma'ruf Kabupaten Banyuwangi.

Setelah berdiskusi di Pendopo, Jokowi berorasi di panggung kampanye di alun-alun Banyuwangi, memaparkan visi dan misinya yang ingin melanjutkan pembangunan dan memajukan infrastruktur di Banyuwangi seperti jalan tol, waduk, pabrik kereta api, dan kartu prakerja.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2JMuUwa
March 25, 2019 at 01:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2JMuUwa
via IFTTT
Share:

Friday, March 15, 2019

BI: Utang Luar Negeri Tetap Terkendali

Posisi ULN meningkat 5,5 miliar dolar AS dibandingkan dengan posisi sebelumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Januari 2019 tetap terkendali dengan struktur yang sehat. Bank Indonesia (BI) mencatat posisi ULN Indonesia pada akhir Januari 2019 tercatat 383,3 miliar dolar AS, terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 190,2 miliar dolar AS, serta utang swasta termasuk BUMN sebesar 193,1 miliar dolar AS. 

Posisi ULN tersebut meningkat 5,5 miliar dolar AS dibandingkan dengan posisi pada akhir periode sebelumnya. Hal itu disebabkan neto transaksi penarikan ULN dan pengaruh penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sehingga utang dalam rupiah yang dimiliki oleh investor asing tercatat lebih tinggi dalam denominasi dolar AS. 

Secara tahunan, ULN Indonesia Januari 2019 tumbuh 7,2 persen (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan periode sebelumnya. Pertumbuhan ULN yang relatif stabil tersebut sejalan dengan peningkatan pertumbuhan ULN pemerintah di tengah perlambatan pertumbuhan ULN swasta.

Sementara itu, ULN pemerintah sedikit meningkat pada Januari 2019. Posisi ULN pemerintah pada Januari 2019 sebesar 187,2 miliar dolar AS atau tumbuh 3,7 persen (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 3,1 persen (yoy). Pertumbuhan ULN tersebut terutama dipengaruhi oleh arus masuk dana investor asing di pasar SBN domestik selama Januari 2019, yang menunjukkan peningkatan kepercayaan investor asing terhadap kondisi perekonomian Indonesia. 

Kenaikan posisi ULN pemerintah memberikan kesempatan lebih besar bagi Pemerintah dalam pembiayaan belanja negara dan investasi pemerintah. Sektor-sektor prioritas yang dibiayai melalui ULN pemerintah antara lain sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, sektor konstruksi, sektor jasa pendidikan, sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib, serta sektor jasa keuangan dan asuransi.

Sedangkan ULN swasta mengalami perlambatan pada Januari 2019. Posisi ULN swasta meningkat 1,5 miliar dolar AS, atau tumbuh 10,8 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,5 persen (yoy). Perlambatan tersebut terutama disebabkan oleh pertumbuhan ULN sektor industri pengolahan dan sektor jasa keuangan dan asuransi yang melambat. 

Di sisi lain, pertumbuhan ULN sektor pertambangan dan sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas (LGA) mengalami peningkatan dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya. Pangsa ULN di keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 74,1 persen.

Secara umum, struktur ULN Indonesia tetap sehat. Hal ini tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Januari 2019 yang tetap stabil di kisaran 36 persen. Rasio tersebut masih berada di kisaran rata-rata negara. 

Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,2 persen dari total ULN. Bank Indonesia dan Pemerintah terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan ULN dan mengoptimalkan perannya dalam mendukung pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OcQeJP
March 15, 2019 at 01:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2OcQeJP
via IFTTT
Share:

Wednesday, March 13, 2019

Bawaslu akan Serahkan Hasil Pengawasan Surat Suara Rusak

Surat suara rusak banyak ditemukan di sejumlah daerah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah melakukan pengecekan terkait kerusakan pada surat suara Pemilu di sejumlah daerah. Anggota Bawaslu, Mochammad Afiffuddin mengatakan temuan-temuan Bawaslu terkait surat suara yang rusak akan disampaikan langsung ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kendati demikian, Afiffuddin tak memerinci lebih lanjut.

“Sementara yang kita temukan langsung kita rekom dan sampaikan ke KPU,” kata Afiffuddin melalui pesan singkat kepada Republika.co.id, Rabu (13/3).

Kerusakan surat suara untuk Pemilu terjadi di sejumlah daerah. Seperti di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Hasil penyortiran KPU Indramayu pada Ahad (10/3) ditemukan ada 2.779 lembar surat suara yang rusak. Dari jumlah itu, sebanyak 2.010 lembar ditemukan pada hari pertama dan 769 lembar ditemukan pada hari kedua.

Kerusakan surat suara juga terjadi di Cilacap, Jawa Tengah. KPU Cilacap menemukan sekitar 16.000 lembar surat suara yang mengalami kerusakan. Di mana surat suara yang mengalami kerusakan paling banyak yakni surat suara untuk pemilihan  DPR RI yang berjumlah hingga 9.000 lembar.

Afiffuddin mengatakan dalam waktu dekat Bawaslu akan memberitahukan hasil temuan di lapangan untuk kerusakan surat suara di sejumlah daerah. Namun, Afiffuddin tak menjelaskan apakah kerusakan surat suara terjadi saat proses pencetakan atau dalam proses pelipatan.

“Dalam waktu dekat kami akan rilis secara keseluruhan hasil pengawasan logistik,” katanya. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HzqCFH
March 13, 2019 at 01:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HzqCFH
via IFTTT
Share:

Tuesday, March 12, 2019

Pengaruh Sejarawan Muslim al-Mas'udi di Dunia Barat

Al-Mas'udi hidup pada era keemasan Dinasti Abbasiyah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapasitas keilmuwan Abu Al-Hasan Ali Ibnu Al-Husain Al-Mas'udi tak hanya diakui di Dunia Islam. Peradaban Barat juga membenarkan kebesaran tokoh ini, khususnya dalam merintis historiografi modern.

Salah satu bentuk pengakuan masyarakat Barat terhadap Al-Mas'udi adalah dengan diterjemahkannya kitab Muruj Adh-Dhahab Wa Ma'adin Al-Jawahir ke dalam bahasa Prancis. Penerjemahnya bernama Societa Asiatique. Dia menggarap sebanyak sembilan volume kitab tersebut pada 1861-1877.

Seabad kemudian, buah karya Al-Mas'udi direvisi Charles Pellat. Buku itu kemudian diterbitkan dalam lima volume oleh Universitas Lebanon, Beirut. Selain itu, Pellat juga merevisi terjemahan buku yang sama dalam bahasa Prancis. Pada 1989, dua penulis bernama Paul Lunde dan Caroline Stone menerjemahkan Muruj Adh-Dhahab Wa Ma'adin Al-Jawahir ke dalam bahasa Inggris.

Penerjemahan buku Al-Mas'udi ke dalam bahasa Prancis telah memberi pengaruh bagi intelektual Eropa. Tak heran jika Al-Mas'udi dikenal luas dan lekas mendapat tempat terhormat dalam peradaban Barat. Filsuf pemikir nasionalisme, Ernest Renan, misalnya, membandingkan Al-Mas'udi dengan penulis Yunani di abad kedua, Pausanius.

Ilmuwan Barat lainnya kerap membandingkan Al-Mas'udi dengan penulis dari Romawi, Pliny. Sebelum karya Al-Mas'udi diterjemahkan di Eropa, para orientalis kerap membandingkan Al-Mas'udi dengan Herodotus, sang "Bapak Sejarah" dari Yunani Kuno. Perbandingan itu membuktikan Al-Mas'udi memiliki pengaruh yang besar terhadap peradaban Barat.

Rihlah Keilmuannya

"Al-Mas'udi hidup di saat buku melimpah ruah dan harganya relatif murah," tutur Paul Lunde dan Caroline Stone dalam buku Mas'udi, The Meadows of Gold, The Abbasids. Sang sejarawan memang hidup pada era keemasan Dinasti Abbasiyah. Kala itu, aktivitas intelektual tengah mengemuka di kota-kota Islam.

Lunde dan Stone menuturkan, di Baghdad dan kota-kota besar lainnya saat itu menjadi kawasan yang subur untuk munculnya perpustakaan-perpustakaan umum. Selain itu, banyak ulama, ilmuwan, atau bahkan penguasa memiliki perpustakaan pribadi.

"Sebagai contoh, temannya Al-Mas'udi bernama Al-Suli memiliki perpustakaan pribadi dengan koleksi buku mencapai ribuan volume," imbuh Lunde dan Stone.

Melimpahnya buku dengan harga yang murah meriah di era kejayaan Abbasiyah, tak lepas dari penguasaan teknologi pengolahan kertas. Dalam pertempuran Talas tahun 751, umat Islam berhasil melakukan transfer teknologi pengolahan kertas dari peradaban Cina.

Di puncak kejayaan Kekhalifahan Abbasiyah, industri kertas dan buku berkembang pesat seiring dengan geliat intelektualitas. Sebagai seorang penulis yang produktif, Al-Mas'udi pun kerap mendorong para pembacanya untuk mendiskusikan buku-buku yang telah ditulisnya.

Hal itu menunjukkan betapa dunia Islam di era kejayaan mengalami geliat keilmuan yang sangat pesat. Menurut Lunde dan Stone, dunia Islam pada masa itu sungguh sangat terpelajar.

Sebelum menjadi seorang ilmuwan yang terkemuka, Al-Mas'udi adalah seorang murid dari sejumlah tokoh intelektual Irak kenamaan. Ia sempat berguru pada filologis, seperti Al-Zajjaj, Ibnu Duraid, Niftawaih, dan Ibnu Anbari. Selain itu, dia juga sempat menimba ilmu pada Kashajim yang ditemuinya di Aleppo.

Selama masih menjadi seorang murid, Al-Mas'udi sangat menyukai filsafat. Buku-buku filsafat karya filosof terkemuka, seperti Al-Razi, Al-Kindi, Aristoteles, Al-Farbi, dan Plato dilahapnya setiap hari. Ia pun mencatat dalam bukunya tentang pertemuannya dengan Yahya Ibnu Adi, seorang murid sang legenda: Al-Farabi.

Karya-karya ilmuwan Yunani juga dipelajarinya. Al-Mas'udi sangat akrab dengan karya-karya kedokteran yang ditulis Galen. Ia juga suka sekali membaca karya Ptolemous tentang astronomi serta buah pikir Marinus tentang geografi. Al-Mas'udi pun tak lupa mempelajari hasil karya para astronom dan geografer Muslim terkemuka.

Sang sejarawan juga sempat mempelajari ilmu hukum. Salah satu kebiasaannya adalah kerap menemui para ahli hukum berpengaruh dan tak lupa mempelajari hasil karyanya. Al-Subkhi menyatakan, Al-Mas'udi merupakan salah seorang murid Ibnu Suraij--ulama terkemuka dari Sekolah Shafi'ie. Setiap mengunjungi sebuah negara, ia selalu menemui para ulama dan ilmuwan terkemuka di wilayah itu.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2F75V2g
March 12, 2019 at 01:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2F75V2g
via IFTTT
Share: