Showing posts with label 2019 at 08:44PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 08:44PM. Show all posts

Sunday, May 26, 2019

Kapal Ramadhan ACT di Lampung Singgahi Tiga Pulau

Kedatangan Kapal Ramadhan ACT Lampung disambut gembira warga setempat

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Kapal Ramadhan milik Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung membawa sejumlah bahan pokok (sembako). Kapal tersebut juga menyinggahi tiga pulau di perairan Lampung, Ahad (26/5). Ratusan paket sembako itu lantas disambut kapal-kapal nelayan warga setempat.

Tim relawan Kapal Ramadhan ACT Lampung membawa sembako tujuan pertama Pulau Tegal, Kabupaten Pesawaran pada periode Sabtu (25/5) hingga Ahad (26/5). Terik sinar matahari, tak menyurutkan semangat relawan membawa bantuan sembako pada bulan puasa tersebut.

Di ujung Pelabuhan Ketapang, Pesawaran, Lampung, tampak kapal-kapal nelayan sedang buang sauh.  Deburan ombak mengiringi beberapa relawan memikul ratusan paket sembako ke dalam kapal. Pemilik kapal mulai mendorong perahu melewati pantai dangkal. Tali pengikat spanduk bertulis Kapal Ramadhan Lampung berderik mengikuti arah angin.

Kemudian, tim relawan melanjutkan perjalanan ke Pulau Legundi. Warga pulau sangat antusias menunggu kehadiran tim relawan di bibir dermaga. Paket sembako segera dipindahkan ke gerobak milik warga setempat.

Sekitar tujuh pelajar bahu-membahu menariknya hingga halaman SMP Negeri Satu Atap 6 Pesawaran. Tim kemudian melanjutkan ke Pulau Sebesi pada Ahad (26/5), menggunakan perahu dari Pelabuhan Canti, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan.

Kali ini, tim relawan tiba di dermaga Pulau Sebesi bertemu dengan ratusan warga terdampak bencana tsunami Selat Sunda yang terjadi pada 22 Desember 2018 malam silam.

Setelah hampir dua pekan bertahan di lokasi pengungsian di Kalianda,  ibu kota Kabupaten Lampung Selatan, kini masyarakat Pulau Sebesi mulai menjalani kehidupan seperti biasanya; nelayan dan berkebun.

Sebagian warga mencari nafkah dengan melaut dengan sisa perahu seadanya. Lebaran kali ini menjadi saat yang tepat untuk melupakan kejadian pahit dan pilu itu. Saat itu, lava pijar Gunung Anak Krakatau menjulur tepat di hadapanya, yang berujung ombak besar menejang sisi pantai Pulau Sebesi.

Kepala Cabang ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni mengungkapkan, perhatian dan dorongan semangat untuk warga terdampak bencana tsunami Selat Sunda di Pulau Sebesi akan terus disampaikan. Salah satunya dengan mengirim Kapal Ramadhan berisi ratusan paket sembako dan hadiah untuk beberapa marbot masjid.

Program Kapal Ramadhan didukung oleh berbagai pihak termasuk Yayasan Alfian Husin dan IBI Darmajaya yang menyediakan 120 paket sembako.

Menurutnya, program ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat pulau dan memberikan bantuan sebagai bentuk ikhtiar kepedulian di kepulauan terluar yang mengalami kesulitan ekonomi. Terlebih untuk masyarakat Pulau Sebesi juga ikut terdampak bencana tsunami Selat Sunda akhir tahun lalu.

“Biasanya harga bahan pokok di pulau menjelang Lebaran cenderung naik, untuk itu ACT menyampaikan amanah donatur di saat menjelang Lebaran. Kapal Ramadhan ini merupakan komitmen kami untuk terus menjangkau pulau terluar,” ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2X7fuol
May 26, 2019 at 08:44PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2X7fuol
via IFTTT
Share:

Sunday, April 28, 2019

BMH Memulai Pembangunan Masjid Jabal Nur

Masjid tersebut berada di Ponpes Hidayatullah Mamuju, Sulawesi Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Pendidikan spiritual umat Islam tidak bisa dipungkiri membutuhkan masjid sebagai sentra kegiatan. Terlebih pondok pesantren para penghafal Quran. 

Hal itulah yang mendorong Laznas BMH Perwakilan Sulawesi Barat berikhtiar membangun pusat pendidikan spiritual dan intelektual para santri tahfizh yatim-dhuafa Salutalawar Kampus II Hidayatullah Mamuju.

“Alhamdulillah, hari ini program peletakan batu pertama pembangunan Masjid Jabal Nur di Pesantren Hidayatullah Salutalawar, Mamuju, berjalan lancar. Harapan kami, dengan dibangunnya masjid ini kegiatan pendidikan di Mamuju semakin komprehensif dalam upaya mencerdaskan bangsa baik dari sisi intelektual maupun  spiritual,” terang Kepala BMH Perwakilan Sulawesi Barat, Rahmat Wijaya melalui rilis yang diterima Republika.co.id, Ahad (28/4).

Ia menambahkan, program ini mendapat dukungan langsung dari pemerintah setempat. Hal itu ditandai dengan kehadiran Kepala Biro Kesra Pemprov Sulawesi Barat, Mohammad Ali Candra yang sekaligus meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Jabal Nur.

“Masjid adalah tempat terbaik di muka bumi ini. Jadi,  jika ada masjid yang akan dibangun harus kita dukung. Sebab, di sinilah tempat berkomunikasi dengan Sang Pencipta dan ini tempat yang paling baik di muka bumi ini,” tuturnya kala memberikan sambutan.

Hal yang tak kalah menarik, lanjut Ali Candra adalah kiprah dari para Dai Tangguh BMH. “Saya sangat kenal Hidayatullah.  Para Dai Tangguh di berbagai pelosok tanah air, tidak perlu lagi dipertanyakan. Jadi,  setiap kegiatan yang dilakukan oleh para Dai Tangguh Hidayatullah Insya Allah akan kita dukung  terus,” imbuhnya.

Rahmat Wijaya mengemukakan, keberadaan masjid ini juga akan menjadikan syiar Islam bagi masyarakat sekitar semakin kuat. Karena itu,  sekalipun masjid ini berada di lingkungan pesantren, masyarakat luas juga dapat menjadikan rumah Allah ini untuk meningkatkan spiritualitas dalam beragam bentuknya.

“Dengan dibangunnya masjid ini, maka program pendidikan dan dakwah yang dilakukan oleh BMH akan memiliki dampak berkesinambungan yang lebih baik dan efektif. Sebab, masjid ini adalah milik umat, sekalipun ada di dalam pesantren. Para santri semakin terkondisi ibadahnya, masyarakat pun dapat menggelar beragam kegiatan keilmuan di dalamnya,” tutur Rahmat Wijaya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DAslI0
April 28, 2019 at 08:44PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DAslI0
via IFTTT
Share:

Friday, April 26, 2019

Pasokan Cabai dan Bawang Cukup Hingga Lebaran

Pasokan bawang merah saat ini sudah kembali normal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pertanian memastikan pasokan cabai dan bawang merah mencukupi kebutuhan selama Ramadhan hingga Idul Fitri tahun ini. Harga bawang merah dan cabai juga diprediksi kembali normal.

Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi, mengatakan, sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menjaga pasokan dan stabilisasi harga, dua komoditas hortikultura yakni cabai dan bawang merah tersedia dan terjangkau. “Stoknya sangat mencukupi kebutuhan," kata Suwandi di sela-sela pertemuan pengamanan pasokan dan stabilisasi harga aneka cabe dan bawang menyambut Ramadhan dan Idul Fitri 2019 di Bogor, pada Jumat (26/4). 

Acara itu dihadiri para petani dan petugas dinas sentra utama produksi cabai dan bawang. Suwandi menjelaskan hal ini bertepatan dengan panen raya bawang merah dan cabai yang terjadi di sentra-sentra besar bertepatan pada bulan Mei - Juni 2019. Dengan demikian, inilah yang menjadi faktor utama penyebab kepastian pasokan dan harga kedua komoditas tersebut. 

Terkait bawang putih, Kementan bersama dengan Kemendag kompak memastikan pasokan akan segera normal seiring dengan mulai diterbitkannya Surat Persetujuan Impor kepada beberapa importir. Pasokan bawang merah saat ini sudah kembali normal. Dia mengklaim harga di pasar induk sudah dibawah Rp 20 ribu per kilo. Sentra-sentra besar seperti Brebes, Nganjuk, Demak, Grobogan hingga Bima saat ini sudah memasuki panen. 

Pasokan dan harga di Pasar Induk juga terpantau normal. Trend pasokan dan harga stabil ini akan terus berlanjut sampai lebaran nanti. Cabai rawit dan keriting pun sangat aman. Untuk jenis TW atau cabai merah besar dalam beberapa hari ke depan juga akan terkoreksi normal seiring panen di Parakan, Muntilan hingga Pujon Malang.

Terkait pasokan bawang putih, Suwandi memastikan akan segera terisi dari impor. Kementan sudah terbitkan rekomendasi impornya yang kemudian disusul dengan terbitnya izin impor dari Kemendag, jumlahnya sekitar 115 ribu ton. "Artinya pasokan cukup untuk kebutuhan puasa dan lebaran nanti. Surat rekomendasi impor berikutnya juga akan segera menyusul," tukasnya.

Komoditas pangan yang diwaspadai

Di tempat yang sama, Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, Kementerian Perdagangan, Tuti Prahastuti, menyebutkan terdapat 4 komoditas pangan yang perlu diwaspadai dan dijaga stabilitas pasokan dan harganya jelang puasa tahun ini. Yaitu bawang putih, bawang merah, cabai TW dan daging ayam. 

"Kami sudah cek ke beberapa gudang importir untuk memastikan ketersediaan bawang putih. Operasi pasar bawang putih juga sudah kami lakukan di 8 provinsi yang peningkatan harganya diatas 20 persen," sebutnya.

"Seiring dengan diterbitkannya persetujuan impor, mudah-mudahan pasokan kembali normal terutama saat puasa dan lebaran nanti," lanjut Tuti.

Kepala Satuan Operasi (Kasatops) Satgas Pangan Mabes Polri, Kombes Pol Helfi Assegaf meminta pemerintah untuk memetakan dengan pasti kebutuhan di masing-masing daerah serta lumbung-lumbung produksi. Namun demikian, pihaknya telah memetakan pasokan cabai dan bawang untuk puasa dan lebaran nanti secara nasional aman. 

"Distribusi harus diperbaiki, terutama untuk pasar antar-pulau. Kalau soal pungli, silahkan masyarakat melaporkan ke aparat jika masih menjumpai di lapangan. Pasti ditindak asal ada buktinya," tegasnya.

Direktur Utama PD Pasar Jaya, Dion, mengatakan pihaknya telah menyiapkan 13 unit mesin penyimpanan produk hortikultura yang dikenal dengan Controlled Atmosphere Storage (CAS) untuk mengamankan pasokan bawang dan cabai di beberapa pasar retail Jakarta. Dengan teknologi tersebut, bawang dan cabai bisa disimpan lama. "Tahap awal ini baru terisi 3 unit, selebihnya menyusul," kata Dion. 

Dari hasil pemantauan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati pada tanggal 26 April 2019, menunjukkan pasokan kembali normal. Menurut petugas pasar induk Kramat Jati, Suminto, pasokan bawang merah setiap harinya rata-rata sudah diatas 90 ton dengan harga berkisar Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu. 

"Kami mendapat laporan dari para pedagang bahwa panen sudah mulai banyak di beberapa daerah di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. Puncaknya di Mei - Juni nanti, pas saat puasa dan lebaran. Jadi untuk bawang merah dipastikan aman," kata Suminto.

Dia pun menjamin untuk pasokan cabai juga aman. Hanya untuk bawang putih, pasokan memang berkurang dari biasanya diatas 1.100 ton sekarang tinggal 700 lebih ton. 

"Tapi ini juga gak akan lama, sebentar lagi akan masuk bawang putih impor, harga akan turun lagi," terang Suminto.

Senada, Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia, Juwari, memastikan ribuan hektar tanaman bawang merah saat ini sudah mulai memasuki musim panen. Ia pun mengakui jika beberapa pekan lalu harga bawang merah sempat naik, karena musim panen sedikit mundur. 

"Nah, tahun ini kebetulan panen rayanya di bulan Mei-Juni, jadi amanlah pasokan. Harga juga stabil, di petani rata-rata Rp 15 ribu per kilo," tegasnya.

Juwari optimis harga bawang merah akan stabil jika pemerintah mampu mendorong penanaman off-season di bulan Januari-Februari. 

"Yang lebih penting lagi menindak tegas penyelundupan dan memastikan bawang bombai mini tidak masuk ke Indonesia," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2XLm83j
April 26, 2019 at 08:44PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2XLm83j
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 3, 2019

Karawang akan Terapkan Zona Bebas Sampah

Ada empat titik wilayah yang akan diujicobakan jadi area bebas sampah.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Pemkab Karawang, akan memberlakukan zona bebas sampah di sejumlah titik ruas jalan. Rencananya, akan ada empat titik wilayah yang jadi area bebas sampah. Akan tetapi, guna mewujudkannya wilayah yang terkenal dengan sebutan lumbung padi nasional ini, masih menunggu regulasinya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan, mengatakan, ada empat titik wilayah yang akan diujicobakan jadi area bebas sampah. Yaitu Jl A Yani, Jl Tuparev, Jl Kertabumi serta Jl Arif Rahman Hakim. Keempat lokasi tersebut, merupakan pusat wilayah niaga yang ada di Karawang. "Kita punya alasan, kenapa ingin memberlakukan kawasan bebas sampah," ujar Wawan, melalui rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (3/4).

Alasannya, untuk mengurangi volume sampah. Mengingat, sampai saat ini masih banyak sampah yang tercecer dan tidak bisa diangkut ke TPA Jalupang. Karena, dari 900 ton sampah yang dihasilkan setiap harinya, yang bisa terangkut hanya sampai 500 ton.

Artinya, masih ada 400 ton sampah lagi yang tidak bisa terangkut. Sampah tak terangkut oleh armada itu, tercecer di sejumlah titik. Seperti, terbuang di saluran air.

Karena itu, lanjut Wawan, perlu ada zonasi bebas sampah. Untuk mewujudkannya, saat ini masih menunggu regulasi serta konsep dari zona bebas sampah itu. "Nanti, akan ada aturan khusus yang ditandatangani langsung oleh bupati," ujarnya.

Selain itu, pelaku usaha yang berada di sepanjang ruas jalan perkotaan, wajib memiliki tempat sampah. Kantong sampah itu, dilengkapi dengan kantong sampah yang memisahkan antara sampah organik serta anorganik.

Tak hanya itu, untuk mengurangi sampah plastik, akan ada regulasi khusus bagi hotel, rumah makan, dan kantin sekolah. Supaya, bisa mengurangi pemakaian bahan plastik.

Saat ini, melalui instruksi bupati, lanjut Wawan, seluruh lembaga pemerintahan untuk mengurangi penggunaan plastik. Serta, harus menyediakan penggunaan air minum isi ulang bagi pegawai. Serta, menyediakan dispenser air minum dan gelas di setiap ruangan berkumpul. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FRac8P
April 03, 2019 at 08:44PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FRac8P
via IFTTT
Share:

Friday, February 15, 2019

Cigatas Diharap Mampu Mengurai Kepadatan di Gentong

Kehadiran tol otomatis dapat memangkas waktu tempuh.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Hampir setiap hari, kepadatan lalu lintas selalu terjadi di Jalan Lingkar Gentong, Tasikmalaya, Jawa Barat. Antrean pun kian mengular saat akhir pekan atau saat musim liburan.

Melihat hal ini, Kasatlantas Polres Tasikmalaya Kota, AKP Andriyanto pun menyambut positif atas rencana pembangunan Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas). “Diharapkan, kehadiran tol itu mampu mengurai kepadatan di Gentong secara signifikan,” kata Andriyanto, Jumat (15/2).

Di satu sisi, lanjutnya, kehadiran jalan bebas hambatan itu tentu nantinya semakin memudahkan masyarakat dan pengusaha di bidang transportasi. Sebab, kehadiran tol itu otomatis dapat memangkas waktu tempuh.

Ia mengatakan, selama ini, dalam kondisi normal dengan kecepatan rata-rata sekitar 60 km/jam, diperlukan waktu tempuh sekitar dua hingga tiga jam. Namun, waktu tempuh itu dapat melonjak hingga mencapai delapan jam jika di Gentong sedang terjadi kecelakaan atau tanah longsor.

“Jika ada kejadian di Gentong, kami kerap melakukan sistem buka tutup sehingga waktu tempuh pun otomatis melonjak. Jika ada tol, maka Tasik-Bandung dapat ditempuh hanya dalam satu jam,” ujarnya.

Ia pun menekankan, berdasar evaluasi pada 2018, Gentong masih merupakan jalur rawan kemacetan dan kecelakaan. Tak jarang, kecelakaan yang terjadi pun menelan korban jiwa.

Kecelakaan kerap terjadi mengingat Gentong memiliki kontur jalan yang menanjak serta tikungan tajam. Kecelakaan yang terjadi pun kerap dipicu oleh beberapa persoalan teknis seperti rem blong, gardan patah dan persoalan kopling.

Oleh karena itu, ia pun berharap pembangunan tol dapat segera direalisasikan. Di satu sisi, ia pun mengakui sebenarnya saat ini terdapat jalur selaij Gentong yakni jalur via Singaparna. Namun, jalur Gentonng ternyata tetap menjadi pilihan utama masyarkat.

“Meski Gentong rawan macet dan kecelakaan, namun ternyata ini masih jadi jalur favorit karena jika dalam kondisi normal jalur ini memiliki waktu tempuh yang lebih singkat dibanding lewat Singaparna. Selain itu, jalur Gentong juga dilengkapi dengan sejumlah tempt istirahat atau rumah makan yang representatif,” ucap dia

Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto pun berharap agar pembangunan Cigatas dapat segera terealisasi. “Tentu kehadiran Cigatas akan banyak memberikan dampak positif terutama dari aspek ekonomi serta pariwisata,” kata Ade.

Ia optimisitis, kehadiran Cigatas akan mempercepat pertumbuhan di Tasik mengingat tol itu mampu memangkas waktu tempuh. Selain itu, tentu kehadiran tol ini juga dapat menekan antrian panjang yang kerap terjadi di jalur Tasik-Bandunf saat arus mudik lebaran

“Kami harap exit tol ada di daerah Ciawi atau Kadipaten sehingga Tasik dapat memperoleh dampaknya secara langsung,” ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DKyf8D
February 15, 2019 at 08:44PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DKyf8D
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 9, 2019

Govt speeds up temporary post-disaster housing in Palu

A 7.4 magnitude earthquake, tsunami hit Donggala and Palu on Sept 28, 2018 evening.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- The government has accelerated the development of temporary post-disaster housing for victims of the earthquake, tsunami, and liquefaction in Palu, Central Sulawesi, Vice President Jusuf Kalla said. Kalla, who was appointed as the Palu disaster mitigation team commander, stated that one third of the total 12 thousand temporary houses planned to be built for the victims have been finalized and occupied.

"Of the total 12 thousand, we have finished some one third of it. We are still working on it. The temporary housing are needed, because victims will be relocated," Kalla noted, after a closed-door meeting on post-disaster rehabilitation and reconstruction of Central Sulawesi and West Nusa Tenggara at the Vice Presidential office here, on Wednesday.

The public Works and Public Housing Ministry has finalized 190 of the total 699 units of temporary housing for victims of earthquake in Palu City, Sigi, and Donggala districts in Central Sulawesi. Some evacuees have begun to leave the shelter and reside in their houses.

Among the temporary housing facilities which are ready for the evacuees are 10 units of housing in Silae village of Ulujadi sub-district, with 120 rooms. The temporary housing in Duyu village of Tatanga subdistrict would be ready after the power installation is finished.

Kalla remarked that the development of the temporary housing is urgently needed as the government would have to relocate victims of the disaster that devastated the region in September.

"Areas that would not need relocation do not need temporary housing. They can just repair their own houses," he added.

The meeting was also attended by the Coordinating Minister for Culture and Human Development Puan Maharani, the Coordinating Minister for Political, Legal and Security Affairs Wiranto, Social Affairs Minister Agus Gumiwang Kartasasmita, Head of the National Disaster Mitigation Agency (BNPB) Doni Monardo, Deputy Finance Minister Mardiasmo, and Central Sulawesi Governor Longki Djanggola.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RFZQRc
January 09, 2019 at 08:44PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RFZQRc
via IFTTT
Share:

Sunday, January 6, 2019

Imbang Kontra Blackburn, Rafael Benitez tak Kecewa

Ia memuji reaksi pemainnya yang tampil ngotot hingga menit akhir.

REPUBLIKA.CO.ID, NEWCASTLE -- Newcastle United terpaksa menelan hasil kurang memuaskan setelah bermain imbang 1-1 dari Blackburn Rovers pada lanjutan Piala FA di Stadion St James Park, Ahad (6/1) dini hari WIB. Meski begitu, pelatih Newcastle Rafael Benitez memuji reaksi pemainnya yang tampil ngotot hingga menit akhir.

Penalti Matt Ritchie pada menit ke-84 menghindari the Magpies dari kekalahan setelah Bradley Dack lebih dahulu membuat tim tamu unggul pada menit ke-56 di St James Park Stadium. Skor imbang 1-1 pun bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

"Kami harus mengambil beberapa hal positif. Reaksi para pemain bagus, mereka mendorong sampai menit terakhir," kata Benitez selepas pertandingan dikutip BBC Sports, Ahad (6/1).

Pada laga melawan tim Divisi I Liga Inggris, Benitez memberikan keputusan untuk merotasi hampir seluruh pemainnya. Pelatih asal Spanyol itu lantas beralasan bila tim perlu melakukan rotasi untuk beberapa pemain yang belum mendapat waktu bermain. "Kami harus mengambil beberapa hal positif," sambung eks pelatih Napoli dan Real Madrid.

Alhasil, laga melawan Blackburn dipastikan bakal kembali dimainkan secara ulang. Kini Benitez bersama Newcastle tengah berusaha mmemutuskan rekor buruk sejak lima laga terakhir. Nantinya, the Magpies bakal berhadapan dengan Chelsea pada lanjutan Liga Primer Inggris pekan ke-22 pada 13 Januari mendatang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AHE06r
January 06, 2019 at 08:44PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AHE06r
via IFTTT
Share:

Saturday, January 5, 2019

Terima Kunjungan Kiai Ma'ruf, Bima Arya Acungkan Satu Jari

Ma'ruf Amin hari ini mengunjungi Pondok Pesantren Al Ghazaly, Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Cawapres nomor urut 01,  Ma'ruf Amin disambut sejumlah tokoh agama dan pejabat daerah saat mengunjungi Pondok Pesantren Al Ghazaly di Jalan Cempaka, Kota Bogor, Sabtu (5/1). Wali Kota Bogor Bima Arya sempat mengacungkan jari satu kepada awak media yang disinyalir kuat sebagai bentuk dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

“Pilihan saya cuma satu,” kata Bima.

Aksi Bima yang mengacungkan jari satu itu langsung diikuti oleh Ma'ruf dan sejumlah orang yang hadir di dalamnya. Kemudian Bima terlihat dikalungkan sorban khas yang biasa dipakai Ma'ruf. Menyambut itu, Bima menunduk takzim dan kemudian saling berpose bersama.

Sebagai tuan rumah, kata dia, kedatangan Ma'ruf Amin di Kota Bogor haruslah disambut dengan baik karena merupakan bagian dari adab umat Islam dalam menyambut tamu. Terlebih, menurutnya, Ma'ruf Amin merupakan guru umat Islam yang pernah memimpin banyak organisasi Islam.

“Jangankan kita, Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Bogor saja menerima dan menyambut. Apalagi, saya ini muridnya Ketua MUI, jadi harus menerima. Menyambut dengan baik,” kata dia.

Selama menyambut Ma'ruf Amin, Bima nampak mencium tangan Ma'ruf Amin dan langsung duduk bersila di karpet sebelah kiri. Posisi Bima berada di bawah kursi yang diduduki Ma'ruf Amin ditemani dengan Wakil Wali Kota Bogor terpilih Dedie Rachim.

Sementara itu Ma'ruf Amin menilai, sebagai cawapres, dirinya memiliki harapan besar dan ingin mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjadikan Indonesia ke arah yang lebih baik lagi. Terlebih, kata dia, yang diajak merupakan seorang Wali Kota yang mana dapat mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Biar lebih sejahtera dalam membangun bangsa, nomor satu untuk Indonesia yang maju. Semua orang harus diajak sama-sama dalam mewujudkan cita-cita yang mulia ini,” kata Ma'ruf.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AsYHCD
January 05, 2019 at 08:44PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AsYHCD
via IFTTT
Share: