Showing posts with label 2018 at 04:32PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 04:32PM. Show all posts

Saturday, December 29, 2018

Kapal TB Sri Maju 933 Tenggelam, Seluruh ABK Dievakuasi

Kru kapal berusaha memompa keluar air dari buritan kapal, tapi tak berhasil.

REPUBLIKA.CO.ID, MARUNDA -- Kapal Tugboat TB. Sri Maju 933 tenggelam di kira-kira 60 mil laut arah Timur Laut Pulau Pabelokan atau kira-kira 45 mil laut dari Arjuna Offshore, Kamis (27/12). Kapal ini mengalami kebocoran pada buritan sehingga ruang mesin terendam air. Beruntung, seluruh kru kapal berhasil dievakuasi oleh kapal tug boat TB. Biliton 288 dan dibawa ke Pelabuhan Marunda pada (28/12). 

"Informasi dari pemilik kapal TB. Biliton 288 bahwa pada Kamis lalu (27/12) TB. Sri Maju mengirimkan pesan melalui radio UHF membutuhkan pertolongan karena sedang dalam kondisi darurat. Kemudian seluruh kru yang berjumlah 10 orang berhasil dievakuasi dan diselamatkan oleh TB Biliton 288," kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Marunda, Yuserizal, dalam keterangannya yang disampaikan kepada Republika.co.id, Sabtu (29/12).

Berdasarkan laporan kru kapal, kapal TB. Sri Maju 933 ini mengalami kebocoran pada buritan kapal sehingga ruang mesin terendam air. Menurut laporan kru, kapal mengalami kebocoran sehingga air masuk ke ruang mesin setinggi 1 meter.

"Kru kapal sudah berusaha memompa, namun tidak berhasil," kata Yuserizal. Menurut informasi, pada saat kejadian cuaca dalam kondisi yang buruk, ombak diperkirakan mencapai 2 meter. 

Adapun Kapal TB. Sri Maju 933 yang berangkat pada Senin, 24 Desember 2018 dari Tanjung Pelumpang, Manggar ke Tanjung Priok. Kapal ini membawa muatan pasir dan tenggelam di perairan Kepulauan Seribu.

"Notice to Mariner sudah disebarluaskan untuk memperingati nakhoda kapal-kapal lainnya yang sedang melintas di wilayah perairan tersebut," tutup Yuserizal.

Cuaca ekstrim

Terkait dengan cuaca ekstrim yang terjadi beberapa hari ini, Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan Maklumat Pelayaran Nomor TX-38/XII/DN-18 tertanggal 28 Desember 2018 untuk menginformasikan para nakhoda kapal agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrim yang masih terjadi di beberapa perairan Indonesia.

Berdasarkan hasil pemantauan BMKG tanggal 27 Desember 2018, diperkirakan dari tanggal 27 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019, gelombang dengan ketinggian empat hingga enam meter masih terjadi di sejumlah perairan di wilayah Indonesia. Ketinggian gelombang 4 - 6 meter berpeluang terjadi di Perairan Laur Natuna Utara, Perairan Kepulauan Anambas, Perairan Kepulauan Natuna, Samudera Hindia Selatan Jawa Timur, dan Laut Arafuru Bagian Timur. 

Sedangkan tinggi gelombang 2,5 - 4 meter diperkirakan akan terjadi di Perairan Laut Natuna, Selat Karimata, Perairan Barat Kalimantan, Perairan Selatan Kalimantan, Selat Gelasa, Laut Jawa, Perairan Kepulauan Karimun Jawa, Perairan Pulau Bawean-Masalembu, Perairan Utara Jawa Tengah-Jawa Timur, Perairan Kepulauan Kangean, Laut Bali, Laut Sumbawa, Selat Makassar Bagian Selatan, Perairan Amamapere Agats, Perairan Barat Yos Sudarso, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Jawa hingga Pulau Sumbawa, Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas Bagian Selatan, Samudera Hindia Selatan Banten hingga Jawa Tengah, Samudera Hindia Selatan Bali hingga NTB, Laut Arafuru Bagian Barat-Tengah, dan Samudera Pasifik Utara Halmahera.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BOxoT8
December 29, 2018 at 04:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BOxoT8
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 25, 2018

Aplikasi Cari Temu Baznas Bantu Temukan Korban Tsunami

Aplikasi Cari Teman sudah tersedia di Google Play.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTEN -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyediakan aplikasi Cari Temu untuk membantu masyarakat mencari anggota keluarga dan kerabat yang belum ditemukan pascabencana tsunami di Selat Sunda, Sabtu (22/12) malam.

Dari data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (25/12) pagi, tercatat 154 orang yang tersebar di 5 kabupaten masih belum ditemukan hingga saat ini. Tim gabungan, termasuk Baznas Tanggap Bencana (BTB), masih terus melakukan evakuasi di lokasi kejadian.

“Selain memberikan bantuan langsung ke Banten dan Lampung, Baznas juga ingin melayani masyarakat agar lebih mudah mencari keluarganya yang belum ditemukan sampai saat ini, dengan memanfaatkan teknologi,” kata Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Selasa (25/12).

Korban Tsunami di Pengungsian Butuh Dokter Spesialis

Aplikasi ini sudah digunakan pada saat pencarian korban bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, September lalu. Hingga saat ini sekitar 80 orang yang telah masuk ke data pencarian orang hilang, termasuk diantaranya dilaporkan berada di sekitar Pantai Anyer dan Carita, Banten.

Salah satunya Siti Afiah yang dilaporkan terakhir terlihat di Villa Mutiara, kawasan Pantai Carita. Perempuan berkerudung ini dinyatakan hilang sejak Sabtu (22/12) saat terjadi tsunami.

Ada pula Muhammad Taufik yang dilaporkan berada di sekitar Tanjung Lesung ketika tsunami terjadi. Dalam profilnya, pria berperawakan gemuk dan tinggi, dengan warna kulit sawo matang.

Bagi masyarakat yang menemukan kedua orang ini, dapat langsung menginformasikannya melalui aplikasi Cari Temu agar keluarganya dapat segera memperoleh informasi mengenai keberadaan mereka.

Kepala Divisi Informasi Teknologi dan Pelaporan, Achmad Setio, mengatakan aplikasi ini sudah tersedia di google play. Terdapat empat fitur dalam aplikasi ini yaitu melaporkan, mencari, melaporkan apabila menemukan dan menu SOS. Saat pertama kali masuk ke dalam aplikasi, pengguna akan menemui tampilan menu pencarian korban.

Ahmad Setio memaparkan, hingga Selasa (25/12/2018), ada 138 user sudah mengunduh aplikasi Cari Temu BAZNAS. "Sebanyak 2. 4000 lebih telah mengakses dalam dua hari ke belakang. Lebih dari 400 data orang hilang gabungan dari bencana gempa dan tsunami Selat Sunda," ucap dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BDyBNl
December 25, 2018 at 04:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BDyBNl
via IFTTT
Share:

Friday, December 14, 2018

Indonesia must be strong: Retno Marsudi

Indonesia must also grow its economy well so it would not be bullied, Marsudi says.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Foreign Affairs Minister Retno Marsudi said that Indonesia must be strong and its economy must grow well. Therefore, the country would not be bullied or made fun of.

"Indonesia must be strong, and its economy must grow well to maintain stability, because if we are weak, we will be bullied and made fun of," she stated in a general lecture in front of students of the Law Faculty of Pancasila University here on Thursday.

Marsudi praised the Djuanda Declaration, which is commemorated as Nusantara (archipelago) Day on Dec 13, as a great achievement of the country's diplomacy that people have now enjoyed as a fundamental concept of the declaration that had been put in the United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982 to recognize the country as an archipelagic state. She noted that Indonesia has always used the concept of negotiations so far, including dealing with maritime borders, with other countries.

"This is a commemoration of a great achievement," she remarked, referring to the Nusantara Day.

Quoting other diplomatic achievements, Marsudi referred to the country's involvement in the issue of protection and its contribution to peace efforts. She added that the world's trust in Indonesia has been reflected by the country's appointment as a member of the UN Security Council.

"This is not easy, but thank God, we have been able to win it and carry it out well," she explained.

Border negotiations with Malaysia have also been advanced and marked by achievements in the maritime negotiations, which is yet to be formalized. Marsuid elaborated that Indonesia has always striven to settle the border issue as it is very important to prevent incidents. Hence, maritime as well as land border negotiations must be continued.

"The challenges are always big, but we believe negotiations may give good results," she added.

Marsudi returned from the UN Summit to ratify Global Migration Agreement in Marrakesh, Morroco, on Dec 10 and 11. She noted that the issue of migration is very important for Indonesia, because millions of its citizens are working abroad.

Migration has become a choice for people to have better livelihood and also to escape the political or economic instability in their countries, Marsudi pointed out. She noted that the country's solidarity with migration was evident by the priority it gives to the protection of citizens who need help.

When evacuating Indonesian citizens in Yemen from the port of Aden, there were other countries that had asked Indonesia to help take their citizens in Aden.

"When it comes to human beings, there is no issue of whose citizens need to be helped first," she explained.

On the occasion, Marsudi also referred to Indonesia's stance to fully support Palestine to gain independence. "This is a mandate of the constitution. We continue to support Palestine," she remarked.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SHbpoe
December 14, 2018 at 04:32PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SHbpoe
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 11, 2018

Kontribusi Syariah untuk Pembangunan Nasional Digenjot

Sukuk adalah salah satu sumber pembiayaan syariah yang tengah populer.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pembangunan nasional memerlukan dukungan dari berbagai aspek, termasuk dukungan dari ekonomi dan keuangan syariah yaitu melalui pembiayaan dan pasar keuangan syariah. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Erwin Rijanto berharap kontribusi pembiayaan dari keuangan syariah bisa terus diperbesar terhadap pembangunan nasional. 

Saat ini, kontribusi pembiayaan dan pasar keuangan syariah dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pembiayaan syariah ini, ungkap Erwin, tidak hanya bersumber dari sumber sosial, seperti wakaf, zakat dan infak tapi juga pembiayaan dari perbankan syariah. Terutama untuk pembangunan infrastruktur dan pembiayaan sosial dari dana haji untuk kemaslahatan umat.

"Dan juga bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan Sukuk korporasi untuk membiayai proyek pemerintah dalam rangka mendukung pembangunan nasional," ungkap Erwin dalam kesempatan seminar 'Kontribusi Pembiayaan dan Pasar Keuangan Syariah pada Pembangunan Nasional' ISEF 2018, Selasa, (11/12) di Surabaya.

Sementara dari sisi pasar keuangan syariah, ia berharap bisa diwujudkan melalui transaksi hedging syariah dan repo syariah yang secara lebih aktif dilakukan oleh perbankan syariah.

Perkembangan pasar keuangan syariah antara lain ditunjukkan dengan meningkatnya total akumulasi penerbitan Sukuk Korporasi. Sebelumnya total akumulasi Sukuk Korporasi tercatat Rp 20,4 triliun pada tahun 2016, dan menjadi Rp 35,6 triliun pada Oktober 2018. Sementara rata-rata transaksi di pasar uang syariah tahun 2016 masih Rp 780 miliar, namun rata-rata Januari-Oktober 2018 telah menjadi Rp 947 miliar.

Erwin mengungkapkan sindikasi pembiayaan perbankan syariah telah dilakukan di beberapa proyek. Antara lain proyek kelistrikan senilai Rp 4 triliun, proyek jalan tol Pasuruan-Probolinggo senilai Rp 1,3 triliun, Pemalang-Batang senilai Rp 400 miliar serta penyaluran manfaat sosial dana haji kepada UKM senilai kurang lebih Rp 50 miliar. Hal ini dapat terwujud berkat upaya dan kerjasama yang erat antara berbagai pihak yang melibatkan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Keuangan, Kementerian Agama dan Badan Pengelola Keuangan Haji, serta pelaku pasar keuangan syariah utamanya perbankan syariah dan asosiasi pasar keuangan syariah.

Kepala Sub Direktorat Peraturan SBSN dan Pengelolaan Aset SBSN Kementerian Keuangan, Agus Prasetya Laksono mengatakan sukuk saat ini memang menjadi salah satu instrumen utama untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur. Salah satu contoh jembatan di Indonesia timur, yang berperan penting menghubungkan pelabuhan kupang dengan Timor Tengah Utara. Selain itu, kata dia, telah banyak proyek infrastruktur lain yang telah dibiayai untuk sektor produktif.

"Sampai hari ini per 3 Desember total sudah Rp 937 triliiun yang dibiayai. 62 triliun di antaranya untuk project financing yang kita kembangkan sumber pembiayaan sendiri untuk penjalankan pembiayaan proyek proyek pemerintah," paparnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QIxpSi
December 11, 2018 at 04:32PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QIxpSi
via IFTTT
Share:

Thursday, December 6, 2018

270 Desa di Kab Bandung Didorong Maksimalkan Website Desa

Website desa bisa untuk mempromosikan keunggulan desa.

REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG -- Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong agar 270 desa dan 10 kelurahan di 31 kecamatan memiliki website desa. Diharapkan dengan website tersebut akses masyarakat terhadap desa bisa lebih mudah dan bisa mengetahui semua kegiatan desa.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Bandung, Atih Wiratih mengatakan diharapkan dengan website desa maka masyarakat bisa mengelola dan mengembangkan potensi yang dimiliki desa masing-masing.

"Web desa ini juga merupakan salah satu upaya pemkab dalam mewujudkan smart city di Kabupaten Bandung,” ujarnya, Kamis (6/12).

Dirinya mengklaim semua desa sudah memiliki website dan terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). "Sebanyak 270 desa dan 10 kelurahan di Kabupaten Bandung telah kami fasilitasi untuk membuat web, dan semuanya sudah terdaftar di Kemenkominfo,” ujar dia.

Menurutnya, website desa memiliki dua fungsi yaitu sebagai bentuk keterbukaan informasi dan pelayanan publik. "Semua orang dapat melihat berapa besar dana yang didapatkan oleh desa serta kemana saja alokasi dana tersebut," katanya.

Atih mengatakan warga bisa memanfaatkan website desa termasuk untuk mempromosikan potensi yang ada di wilayahnya. Oleh karena itu diharapkan desa dan masyarakat memanfaatkan keberadaannya.

Bupati Bandung, Dadang M Naser mengatakan dengan website desa maka bisa mempercepat realisasi Bandung 1000 kampung. Dirinya mengimbau seluruh perangkat daerah Kabupaten Bandung untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam mengimplementasikan inovasi yang sudah diciptakan.

"Berbagai macam inovasi sudah diciptakan oleh perangkat daerah, tinggal kolaborasinya saja,” katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Ee76O9
December 06, 2018 at 04:32PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Ee76O9
via IFTTT
Share:

Saturday, December 1, 2018

Fakta Laga Roma Hadapi Inter Milan

Inter Milan mampu menjaga gawangnya tidak kebobolan dalam lima laga.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Inter Milan akan mengawali laga sepanjang bulan Desember dengan bertandang ke markas AS Roma pada Ahad (2/12) malam waktu setempat. Pada musim lalu, Inter tergelincir ketika menghadapi sejumlah laga di bulan akhir tahun ini.

Berikut sejumlah data fakta laga AS Roma menghadapi Inter Milan.

5 -- Dalam tujuh laga terakhir di Serie A Italia, Inter Milan mampu menjaga gawangnya tidak kebobolan dalam lima laga.

12 -- Setidaknya ada 12 pemain berbeda yang mencetak gol dalam 25 gol yang telah dicetak Inter Milan hingga pekan ke-13 Liga Italia.

1,9 -- Dalam 13 laga Serie A, Inter Milan mampu mencetak 25 gol dengan rataan 1,9 gol per laga.

2 -- Dari enam pertemuan terakhir, kedua tim berbagi torehan kemenangan yang sama, yaitu dua kali menang, dua kali kalah, dan dua kali imbang.

169 -- Dari 13 laga di Serie A, para penggawa Roma melepaskan total 169 tendangan ke arah gawang lawan dengan tingkat akurasi mencapai 50 persen.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Q5K3ve
December 01, 2018 at 04:32PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Q5K3ve
via IFTTT
Share:

Monday, November 26, 2018

Tak Hanya Yogya, Paris Juga Gelar Perayaan Grebeg Maulud

Grebeg Maulud berlangsung di bawah dinginnya cuaca musim gugur

Oleh: Muhammad Subarkah, Jurnalis Republika.

Selepas siang datang berita dari sahabat saya di Prancis. Melalui media sosial dia mengabarkan tulisan seorang rekannya penulis Azizah Chesneau dan ilustrasi sebuah acara dari fotogrfer Joe Tanjung. Artikelnya menarik dan unik. Mengenai prosesi 'Grebeg Maulid' yang biasanya di gelar di Kraton Yogyakarta pada dua hari silam yang ternyata juga digelar juga di Prancis, sebuah negeri yang sangat jauh dari kota yang jadi pusat kebudayaan Jawa. Tulisan ini dimuat dalam laman 'Suratdunia.com'.

Tulisan selengkapnnya begini: Di tengah-tengah dinginnya udara musim gugur, tanggal 24 November 2018, warga Paris mendapatkan suguhan unik yaitu rekonstruksi prosesi Grebeg Maulud.

Rekonstruksi prosesi Grebeg Maulud yang diselenggarakan atas prakarsa Institut des Cultures d’Islam (ICI) dan Komunitas Seni 7+ serta didukung oleh Kedutaan Besar Indonesia di Prancis, asosiasi-asosiasi Indonesia di Paris seperti Srikandi, Pantcha Indra, IKFI, Réseau Indonésie, IDNF, Pasar Malam dan Joged Nusantara. Kesuksesan acara ini tidak lepas dari aktifnya partisipasi sekitar 40 masyarakat diaspora Indonesia di kota Paris, yang secara aktif mempersiapkan perlengkapan prosesi, menari serta menyiapkan kue-kue jajanan tradisional.

Acara ini berhasil menarik perhatian warga yang memadati ruangan ICI serta mengikuti prosesi gunungan sepanjang 260 m yang diarak dari gedung ICI Léon menuju gedung ICI di Goutte d’Or.

                                      *******

                                     

Pada prosesi Grebeg Mualud itu, diawali oleh, penari Herman Sitepu sebagai cucuk lampah sang pembuka jalan. Iring-iringan an terdiri dari barisan penari dan pemusik di bawah arahan artisitik dan musik oleh Kadek dan Christophe Moure, yang sangat aktif berkiprah dalam mempromosikan dan melestarikan seni tari dan gamelan Indonesia di Prancis.

Para peserta 'Grebeg Mualud' itu berkostum tradisional kebaya dan beskap lurik mengiringi dan memanggul dua gunungan. 'Gunungan Jaler' terbuat dari sayur-mayur yang dibeli di pasar lokal Château Rouge dan 'Gunungan Estri' terbuat dari makanan jadi sumbangan masyarakat Indonesia. Hadir pada kesempatan tersebut, Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya dan Pariwisata di KBRI Prancis, Bapak Rully F. Sukarno, yang memberikan kata sambutan.

Untuk tahu lebih jauh apa yang dimaksud 'Grebeg Maulud; itu mari kita simak ringkasan latar belakang munculnya prosesi tersebut. Kata ‘grebeg’ atau ‘gumrebeg’ sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti riuh, rebut, ramai, atau berasal dari kata 'anggarebeg'yang berarti mengiringi pejabat atau raja dengan megah dan meriah.

Kini grebeg bermakna iring-iringan atau prosesi. Upacara ini diyakinkini berakar pada tradisi kerajaan di Jawa sejak jaman kerajaan Majapahit (abad XIII-XV) sebelum datangnya Islam di Jawa. Prosesi ini juga merupakan upaya pihak raja untuk menjalin hubungan dengan rakyat melalui pemberian sayur-mayur hasil bumi dan makanan.

Maka dalam prosesi 'Grebeg Maulud' itu muncul rangkaian sayur-mayur dan makanan yang disusun membentuk kerucut sehingga disebut gunungan. Gunungan ini merupakan simbol sedekah kerajaan kepada rakyatnya dan cara untuk menunjukkan kemakmuran dan kesuburan tanah kerajaan.

Dan setelah Islam berkembang dengan berdirinya kerajaan Islam Demak, acara Grebeg tetap dipertahankan sabagai salah satu rangkaian acara Sekaten, yang diselenggarakan tiap tahunnya untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW yang lahir pada tanggal 12 Rabi'ul Awal atau Mulud dalam bulan ketiga tahun Jawa.

Upacara Grebeg Maulud ini hingga saat ini oleh keraton Yogyakarta tetap mempertahankannya melalui rangkain acara sekaten (berasal dari kata Syhadatain/ kalimat syahadtat) yang meliputi Sekaten Sepisan (Sekaten Pembuka) dan ditutup dengan Garebeg di halaman Masjid Gedhe Kauman. Acara puncak peringatan sekaten ini ditandai dengan Grebeg Muludan di bawa dari area kraton Yogyakarta menuju Masjid Besar (Masjid Kauman) yang tak jauh dari Alun Alun Utara KratonYogyakarta.

Secara subtansial, grebeg memiliki peran penting dalam ranah kebudayaan dan lokalitas Jawa. Sekaten bekerja sebagai suatu sistem integratif antara akulturisme budaya Jawa dengan nilai-nilai ke-Islaman. Integrasi nilai kejawen dengan nilai ajaran islam menghasilkan suatu sistem kepercayaan yang membumi dan mudah diterima masyarakat (Jawa).

Menurut Sandy Huynh dan Upie Mengual dari komunitas Seni 7+, penyelenggaraan Grebeg Maulud ini bertujuan untuk memperkenalkan prosesi sebagai salah satu kegiatan budaya Indonesia yang merupakan akulturasi antara kebudayaan lokal Hindu (upacara selamatan) dengan kebudayaan Islam (Maulid nabi). Prosesi ini menarik di tengah maraknya aksi sebagian masyarakat di Indonesia untuk menolak beberapa kegiatan budaya dan adat yang dianggap bertentangan dengan nilai agama, Grebeg Maulud di Paris tidak semata sarana untuk memperkenalkan budaya Indonesia di Perancis, tetapi merupakan upaya aktif menunjukkan dukungan terhadap keberagaman dan kelestarian adat tradisi lokal Indonesia.

Kegiatan ini mengedepankan nilai-nilai budaya dan artistik Indonesia yang tercermin mulai dari persiapan hingga acara berakhir, yaitu : nilai gotong-royong dan kebersamaan, toleransi beragama, upaya pelestarian tradisi dan wujud ekspresi estetik masyarakat Indonesia.

« Kami juga memperkenalkan kue tradisional atau jajanan pasar untuk mempromosikan cita rasa makanan Indonesia. Bagi sebagian besar pengunjung, ini merupakan kali pertama mereka merasakan makanan Indonesia seperti wajik, dadar gulung, lumpia dan lemper.» lanjut panitia mengakhiri wawancara.

Indonesia sendiri sebagai negara dengan jumlah pemeluk agama islam terbanyak di dunia, mendapat perhatian tersendiri dari para kurator di Institut des Cultures d'Islam (ICI). Sebelumnya ICI dengan kurator Bénénice Saliou, telah mengundang beberapa seniman dan kolektif seniman dari Indonesia, untuk berpartisipasi pada pameran koletif berjudul JAVA- Art Enerfy bertempat di ICI.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QiGkJL
November 26, 2018 at 04:32PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QiGkJL
via IFTTT
Share:

Saturday, November 24, 2018

JK Tegaskan Pengangkatan Guru Honorer Tetap Lewat Tes

Pemerintah pada tahun ini memberikan jatah PNS bagi guru honorer sekitar 120 ribu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menegaskan, pengangkatan guru honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS) tetap harus melalui tes. Adapun pemerintah pada tahun ini memberikan jatah PNS bagi guru honorer sekitar 120 ribu.

"Kalau lulus tes langsung jadi PNS, tidak ada yang langsung (jadi PNS), harus lewat tes," ujar Jusuf Kalla, Sabtu (24/11).

Adapun pemerintah saat ini membuka skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Melalui skema tersebut pemerintah berupaya menjadikan honorer setara dengan PNS. Pegawai honorer yang telah berusia 35 tahun ke atas tidak dapat memenuhi syarat mengikuti seleksi CPNS namun dengan skema P3K tersebut tetap bisa jadi pegawai pemerintah setara PNS.

Guru honorer yang tidak memenuhi syarat tersebut dapat melalui seleksi P3K dengan kualitas tetap diutamakan. Cara tersebut dapat menjadi alternatif untuk menyelesaikan permasalahan kesejahteraan pegawai honorer.

"(Honorer) yang tidak lulus (mengikuti seleksi CPNS) itu kesitu (P3K),  tapi harus ditingkatkan dulu dia punya mutu. Karena kalau tidak bermutu juga kasian sekolahnya, kasian anaknya (didiknya)," kata Jusuf Kalla.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2S9btg3
November 24, 2018 at 04:32PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2S9btg3
via IFTTT
Share: