Showing posts with label 2019 at 09:50PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 09:50PM. Show all posts

Saturday, May 4, 2019

Persipura Pulangkan Dua Pemain Asing Asal Brasil

Manajemen klub telah menunggu terlalu lama untuk dokumen kedua pemain tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Manajemen Persipura Jayapura akhirnya memulangkan dua pemain asing asal Brasil karena kendala dokumen dari klub lama. Juru bicara Persipura Jayapura Eveerth Zakariaz Joumilena ketika dihubungi di Kota Jayapura, Sabtu (4/5) malam mengatakan, manajemen klub telah menunggu terlalu lama untuk dokumen kedua pemain tersebut yang terlihat mulai padu dengan tim.

"Kedua pemain tersebut adalah Luis Carlos Rocha da Silva atau yang akrab disapa Pilar tersebut. Sedangkan Pemain lainnya asal Negara Brasil lainnya adalah Wallacer de Andrade Medeiros," katanya.

Pilar, kata dia, merupakan pemain klub kasta kedua sepak bola Brasil, America Mineiro. Sedangkan Wallacer de Andrade Medeiros merupakan pemain Klub Sepakbola asal Brasil, Remo.

"Berkaitan dengan akan dipulangkannya kedua pemain tersebut, manajemen Persipura sedang mencari penggantinya," katanya.

Sementara pemain asing lainnya, yakni Andre Riberio tetap bersama Persipura. 

"Untuk pengganti kedua pemain itu akan dijelaskan nanti. Kedua pemain yang akan bergabung dengan Persipura nanti sudah merasakan kompetisi dalam negeri sebelumnya. Mungkin itu sedikit tambahan saja," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WpCP43
May 04, 2019 at 09:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WpCP43
via IFTTT
Share:

Saturday, April 27, 2019

Merpati Bali Juara Srikandi Cup 2018/2019

Pada babak final, Merpati membungkam Sahabat Semarang 66-45.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYKARTA -- Merpati Bali tampil sebagai juara baru kompetisi bola basket antarklub putri Srikandi Cup musim 2018/2019. Pada babak final, Merpati membungkam Sahabat Semarang 66-45 di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo UII Yogyakarta, Sabtu (27/4).

Kedua tim langsung menggebrak lapangan dengan menampilkan pola permainan bertempo cepat. Namun, Merpati yang memiliki lebih banyak pengalaman mampu tampil lebih tenang dan membukukan keunggulan 21-10 di kuarter pembuka.

Pada kuarter awal tersebut, sebagian besar poin dari Sahabat Semarang disumbang oleh pemain andalan tim Dyah Lestari dengan tujuh poin, sedangkan Regita Pramesti menyumbang delapan poin untuk Merpati Bali.

Memasuki kuarter kedua, Sahabat Semarang mencoba terus mengimbangi permainan Merpati. Meskipun mengumpulkan 14 poin, namun total perolehan poin yang dibukukan masih belum mampu mengungguli Merpati yang menutup kuarter tersebut dengan 33-24.

Merpati yang sudah diperkuat Helena Tumbelaka pun semakin menguasai jalannya pertandingan dan terus membukukan poin demi poin dan unggul 42-24 hingga pertengahan kuarter ketiga. Setelah meminta time out, Sahabat baru bisa menambah poin namun belum cukup untuk mengejar perolehan poin Merpati yang sudah semakin jauh.

Merpati yang semakin nyaman dengan pola permainan yang mereka kembangkan kemudian menutup kuarter ketiga dengan keunggulan cukup jauh 54-30. Meski Sahabat mencoba bangkit pada kuarter keempat, namun perolehan 15 poin di kuarter pamungkas tersebut tidak mampu menggoyahkan Merpati Bali untuk meraih trofi juara.

“Target awal kami memang maju hingga babak final. Tidak dimungkiri Merpati Bali unggul di segala lini dibanding tim kami,” kata pelatih Sahabat Semarang Xaverius Wiwid.

Sedangkan pelatih Merpati Bali Bambang Asdianto Pribadi mengatakan, perjalanan timnya untuk meraih gelar juara tidak semudah membalikkan telapak tangan. “Penampilan kami sempat naik-turun. Tetapi akhirnya dengan kerja keras seluruh keluarga di Merpati Bali, tim ini tampil sebagai juara,” katanya yang juga dianugerahi penghargaan sebagai pelatih terbaik itu.

Pada pertandingan final tersebut, tiga pemain Merpati Bali mencetak double digit yaitu Dora Lovita dengan 11 poin, delapan rebound; Kadek Pratita Citta Dewi dengan 10 poin, lima rebound, dan dua assist; Regita Pramesti dengan 10 poin, dua rebound, dua assist, satu steal.

Sedangkan pemain Sahabat Semarang, Dyah Lestari mencetak 14 poin dan 17 rebound, serta rekan satu timnya Yuni Anggraeni membukukan 13 poin, dan 13 rebound. Yuni bahkan mendapat penghargaan sebagai pencetak steal terbanyak, pemain terbaik, dan pemain yang mencetak 1.000 poin.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PwVBUK
April 27, 2019 at 09:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PwVBUK
via IFTTT
Share:

Friday, April 12, 2019

Data Mustahik Digital Bantu Kembangkan Riset Baznas

Jika data digital berkembang riset strategis Baznas juga ikut berkembang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di era yang serba digital dan serba terintegrasi, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mulai meluaskan lagi data mustahik nasional mereka secara digital. Jika data digital mustahik nasional ini telah berkembang dan matang, maka riset strategis terkait zakat yang dilakukan Baznas juga akan ikut berkembang.

Kepala Divisi Monitoring dan Evaluasi Baznas, Efri Syamsul Bahri, menyebutkan saat ini sudah ada 11 lembaga dari Baznas pusat yang terbagi dalam tiga spesifikasi bidang utama. Yaitu pendistribusian, pendayagunaan, dan riset.

“Pendistibusian itu seperti ada Mualaf Center. Pendayagunaan seperti pengembangan ekonomi mustahik, peternakan, dan sebagainya. Lalu ada riset ini merupakan kajian strategis untuk bidang zakat, dan jenis risetnya ini lebih kepada policy,” ucap Efri dalam diskusi bertema "Sistem Database Mustahik Nasional" yang digelar di Plaza Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (12/4).

Sementar itu, Kepala Pusat Kajian Strategis Baznas, Muhammad Hasbi, menjelaskan secara spesifik terkait riset Baznas soal zakat yang sebenarnya sudah berjalan lama. Hanya saja dengan adanya data digital, maka masyarakat dapat mengakses puskasbaznas.com untuk mendapatkan informasi terkait segala hal.

“Dalam website itu, semua kita publish, mulai dari riset sampai yang sifatnya audit. Dan dalam bidang riset ini, kita memiliki dua divisi yakni divisi riset dan kajian, lalu publikasi dan jaringan,” ungkap Hasbi.

Pada divisi riset dan kajian, ia menjelaskan, divisi ini serupa seperti LIPI. Divisi ini membuat indeks zakat nasional, desa sadar, dan sebagainya. Kemudian divisi publikasi dan jaringan, mereka bertugas meriset data yang berkualitas, lalu akan mereka bandingkan antara data yang satu dengan lainnya.

Jika kedua divisi ini berjalan selaras, maka akan terdeteksi format mustahik yang paling membutuhkan bantuan. “Nah nanti itu semua akan ada dalam Indeks Zakat Nasional (IZN) di situ akan lebih luas lagi. Ada juga dimensi makro dan mikro di sana,” ungkap Hasbi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Xcl6NP
April 12, 2019 at 09:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Xcl6NP
via IFTTT
Share:

Monday, February 11, 2019

Anies Ambil Alih Pengelolaan Air Melalui Tindakan Perdata

Pengambilalihan melalui tindakan perdata merupakan opsi dari tim tata kelola air.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil salah satu opsi dalam pengambilalihan air yang dilakukan privatisasi oleh dua perusahaan swasta sebagai mitra dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PD PAM Jaya. Opsi yang ditawarkan oleh Tim Tata Kelola Air yang diambil oleh pemprov adalah pengambilalihan melalui tindakan perdata.

“Nah, opsi yang disarankan oleh Tim Tata Kelola adalah pengambilalihan pengelolaan melalui tindakan perdata. Dan opsi itulah yang kami ikuti,” kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (11/2).

Anies menuturkan, rekomendasi itu merupakan hasil kajian yang telah dilakukan oleh Tim Tata Kelola Air dari semenjak dibentuk pada 10 Agustus 2018 lalu dengan masa pengkajian selama enam bulan. Dengan adanya keputusan rekomendasi itu, pihaknya meminta kepada PD PAM Jaya untuk menuntaskan pengambilalihan air dalam kurun waktu satu bulan.

Sehingga, ketika telah mencapai satu bulan, maka hal-hal pengambilalihan itu bisa dirangkum dalam sebuah perjanjian yang disebut Head of Agreement atau HOA. HOA itu, kata dia, akan berisi kesepakatan awal sebelum ada MoU atau Perjanjian Kerja Sama.

“Jadi itu nanti mengatur agendanya apa saja, yang diatur apa saja, yang akan dibicarakan apa saja. Sehingga ada kesepakatan atau roadmap. Kesepakatan atau roadmap ini bisa kita pegang sama-sama sebagai komitmen bersama, bahwa di sini kita akan membahas A, B, C, D, E, F, G. Gitu kira-kira. Jadi kesepakatan agenda utama,” kata Anies.

Pengambilalihan ini, kata dia, ditekankan kepada komponen kepemilikan. Sehingga, perihal pelayanan dan lain-lain adalah kewajiban korporasi yang harus tetap ditunaikan. Artinya, siapapun pemegang saham, maka dia harus tetap menjalankan pelayanan sesuai dengan SPM yang sudah disepakati.

Anies tak memungkiri, pengambilalihan dengan opsi tersebut nantinya akan memberikan dampak biaya yang akan ditanggung oleh pemprov. Namun, dia masih belum bisa memastikan adanya besaran biaya yang harus dikeluarkan.

“Nanti akan ada proses akan dilihat valuasinya dll. Baru kemudian kita sampai angka. Dan itu bisa dikerjakan bukan saja pemerintah melalui alokasi anggaran. Tapi juga bisa B to B, dan swasta. Artinya pembiayaan, PDAM mencarikan sumber pendanaan dari banyak tempat,” kata dia.

Dengan adanya keputusan pengambilalihan melalui tindakan perdata, artinya pemprov menjalankan kemauan dari pemprov sendiri. Dia menerangkan, maksud kemauan pemprov adalah ingin mengambil alih seluruh air yang ada di DKI Jakarta, sesuai dengan putusan Makhamah Agung sebelum dilakukan Peninjauan Kembali (PK) oleh Kementerian Keuangan dan dikabulkan.

“Dan kemauan kita sebetulnya sejalan dengan Keputusan MA yang belum di-PK. Dan ini lebih benar lagi. Begini. Ini perintah konstitusi. Sebenarnya konstitusi mengatakan bahwa ini dipakai sebesar-besarnya untuk rakyat. Tahun 1997, pemerintah mendelegasikan itu kepada swasta. 20 tahun kemudian, ternyata tidak mencapai target. Karena itu sekarang kita akan ambil kembali,” kata Anies.

Oleh sebab itu, dia mengambil kembali terlebih dahulu, terutama pendelegasian yang diberikan kepada swasta yaitu PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Aetra Air Jakarta. Namun, kata dia, bila saja swasta berhasil dalam menjalankan tugas pelayanan air yang optimal kepada masyarakat, maka pemprov tak akan memutuskan hal ini.

Direktur Amrta Institute yang juga anggota Tim Evaluasi Tata Kelola Air Jakarta Nila Ardanie menuturkan, setelah dilakukan kajian komprehensif yang meliputi aspek hukum, ekonomi, juga aspek keberlanjutan layanan, pihaknya mengidentifikasi terdapat tiga pilihan kebijakan rekomendasi.

“Yang pertama, kita biarkan saja. Tapi itu tadi konsekuensinya, layanan tidak akan meningkat banyak. Seperti ini saja. Karena waktunya sudah tinggal 4 tahun,” kata Nila di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (11/2).

Oleh karena masa kontrak hanya tinggal empat tahun, dia berpendapat, maka kecil kemungkinan kedua perusahaan swasta mau berinvestasi dalam jumlah besar. Kemudian, prosedur yang akan dilalui oleh pemprov sendiri dan PAM Jaya kalau mau ikut masuk untuk membantu peningkatan layanan, juga tidak mudah. Artinya, Penyertaan Modal Daerah (PMD) tak bisa dioptimalkan mengingat adanya kerja sama dengan swasta.

Pihaknya mengkaji,  bila pemprov mengambil opsi ini, maka kemungkinan pemprov akan mengalami kerugian sebanyak Rp 6,7 trilun pada Palyja, dan tambahan Rp 1,8 triliun pada Aetra.

Dia melanjutnya, opsi kedua yaitu pemutusan kontrak saat ini juga, dan sesegera mungkin, serta secara sepihak. Nila mengatakan, opsi itu adalah bukan pilihan yang cukup baik. Sebab, pemprov juga harus memperhatikan iklim bisnis di Jakarta dan juga di Indonesia.

Lalu, opsi ketiga itu adalah opsi pengambilalihan melalui tindakan perdata. “Ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Kita bisa beli sahamnya Palyja maupun Aetra. Ini tentu perlu proses pembicaraan yang juga tidak mudah. Tapi tentunya harus ada uji tuntas dulu, sehingga prosesnya bisa transparan. Semuanya juga (harus) tahu berapa sebetulnya nilainya, kemudian prosesnya,” ujar Nila.

Masih ada dua opsi lainnya yang direkomendasi oleh Tim Tata Kelola Air. Yaitu, menggunakan perjanjian kerja sama yang mengatur mengenai penghentian kontrak.

Opsi terakhir, kata dia, adalah pengambilalihan sebagian layanan. Artinya, pemprov bisa mengambil alih sebagian layanan seperti instalasi pengolahan dan distribusi sebelum masa kontrak berakhir pada 2023 mendatang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2N0BFIH
February 11, 2019 at 09:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2N0BFIH
via IFTTT
Share:

Saturday, February 9, 2019

Soal Video Viral 'Nasakom', Ini Kata Pengacara Ahmad Dhani

PBNU telah merespons video yang beredar viral di Twitter.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Belakangan beredar viral di media sosial video yang diduga berisi ceramah Ahmad Dhani yang menyebut kemungkinan munculnya ideologi Nasakom baru, yang di dalamnya terdapat Nahdlatul Ulama (NU). Kuasa Hukum Ahmad Dhani, Hendarsam Marantoko, mengatakan, belum mengkonfirmasi kepada Ahmad Dhani tentang video itu.

"Saya belum konfirmasi terhadap Ahmad Dhani tentang video itu karena rutan nya dipindahkan ke Surabaya. Coba kalau di sini saya tinggal datang dan konfirmasi. Paling nanti saya konfirmasi saat sidang selanjutnya," ucapnya, Sabtu (9/2).

Hendarsam merasa tidak ada yang harus dipermasalahkan tentang video tersebut. Sebab, menurutnya, pada masa Soekarno memang ada ajaran Nasakom yang terbagi menjadi tiga ideologi politik besar.

"Saat itu kan nasional oleh PNI, agama oleh NU, dan komunis oleh PKI. Adanya ajaran Nasakom supaya ketiganya saling bersatu dan tidak memecah belah," ujarnya.

Menurutnya, dalam video Ahmad Dhani yang tersebar di media sosial, hanya audionya saja yang terdengar dan perekaman diambil dari jauh, tetapi visualnya tidak terlihat. "Ya suaranya mirip Ahmad Dhani tetapi konten sejarah tidak bisa dihapus toh. Apabila kontra argumentasi monggo. Faktanya ajaran Nasakom pada saat Bung Karno tidak bisa dipungkiri," ucapnya.

Sementara itu, ia menambahkan PDIP dan NU tidak usah merasa resah akan pernyataan dalam video tersebut. Sejarah itu catatan yang sudah terjadi, tidak bisa terlupakan bahkan jangan pernah pura-pura menutup mata seakan tidak pernah terjadi.

Hendarsam berpesan, sejarah merupakan masa lalu yang harus dipelajari untuk masa yang akan datang. Sehingga generasi saat ini bisa mencegah ajaran Nasakom tidak bangkit kembali.

"Intinya paling penting tidak ada black campaign di dalam video itu," ujarnya.

Sebuah video beredar viral di Twitter yang berisi pernyataan diduga Ahmad Dhani. Dalam sebuah ceramah dalam video itu suara Ahmad Dhani terdengar menyebut kemungkinan munculnya Nasakom baru, yang di dalamnya terdapat NU.

"Jadi, harus tahu benar sejarah bahwa NU dahulu mendukung Nasakom. Banyak anak-anak NU meskipun yang sudah di PBNU enggak paham itu bahwa dahulu yang dukung Nasakom bersama PKI dalam komunisnya itu PKI, itu (kelompok agamanya) NU. Nah, sekarang ini mereka sudah bergabung PDIP, NU, juga komunisnya."

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas menyebut Ahmad Dhani ahistoris dan ilusif karena menarasikan seolah-olah NU akan menjadi pendukung Nasakom baru bila Jokowi menang Pilpres 2019.  Menurut Robikin, narasi keliru yang disampaikan musikus yang kini menjadi calon anggota DPR RI dari Gerindra tersebut didasarkan karena NU pada masa Bung Karno berkuasa pernah mendukung Nasakom.

"Perlu dicatat, NU bukan pendukung PKI. Setelah pemberontakan G-30-S/PKI, NU bahkan berada di garda depan menuntut pembubaran PKI," kata Robikin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (8/2).

Robikin menegaskan, bahwa sikap itu didasari paham Islam ahlu sunnah wal jamaah dan visi kebangsaan yang dianut NU tak memberi ruang bagi tafsir PKI terhadap sila pertama Pancasila dan pemberontakan yang dilakukan PKI. Sejarah mencatat, dukungan NU terhadap Nasakom pada era demokrasi terpimpin kala itu selain atas pertimbangan keutuhan NKRI, justru sebagai bandul politik untuk membendung laju komunis yang kala itu pengaruhnya makin meluas.

"NU menempatkan diri menjadi benteng Islam dari kemungkinan ancaman komunis. Apalagi, kala itu NU boleh dibilang sebagai satu-satunya kekuatan politik Islam usia pembubaran Masyumi karena terlibat PRRI/Permesta," kata Robikin.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Dls62s
February 09, 2019 at 09:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Dls62s
via IFTTT
Share:

Saturday, January 19, 2019

Kecelakaaan Maut di Jalan Tol Tebing Tinggi

Satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan empat orang luka-luka.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Kecelakaan maut melibatkan tiga unit mobil terjadi di Jalan Tol Tebing Tinggi-Medan, tepatnya di KM 37.400, Desa Tanjung Morawa, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara, Sabtu (19/1).

Kasat Lantas Polres Deli Serdang, AKP Budiono Saputro mengatakan mobil terlibat kecelakaan itu, yakni Toyota Innova BK 1558 NC, Toyota  Calya BK 1781 OX, Nissan Xtrail BK 1339 KI. Dalam kejadian itu, menurut dia, satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan empat orang lainnya mengalami luka-luka. "Saat ini, korban yang meninggal dunia dibawa ke RSUD Lubuk Pakam, korban luka ringan dan berat dibawa ke Rumah Sakit Medistra Lubuk Pakam," ujar AKP Budiono.

Ia menjelaskan, kejadian ini berawal saat mobil Innova membawa penumpang sakit dengan kecepatan tinggi ingin mendahului mobil Calya dan Nissan Xtrail yang ada di depannya. Karena mobil tersebut tidak dapat melewati kendaraan lainnya, tabrakan tidak dapat dihindari yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.

"Korban di dalam mobil Toyota Innova, yakni Delfina boru Siahaan (67) meninggal di tempat kejadian, Wariel Situmorang (68) luka robek di kepala dan Wilpari Situmorang (35) patah bahu. Ketiga korban tersebut, merupakan warga Perdagangan di Jalan Sudirman dan Jalan Dwitunggal," jelasnya.

Budiono menyebutkan, kemudian korban luka ringan yang berada di Toyota Calya, yakni Abdullah Rahman Ashari (25) warga Jalan Sei Belutu Pasar IX, Kelurahan PB Selayang, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan. Selain itu, korban luka ringan lainnya yang ada di mobil  Xtrail, yakni Dermawan Sipayung (45) warga Kota Wisata Amerika Blok A8/23, Kabupaten Bogor. "Situasi sampai saat ini masih dalam keadaan aman. Arus lalu lintas lancar dan terkendali," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2U3anDt
January 19, 2019 at 09:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2U3anDt
via IFTTT
Share:

Kesetrum Massal di Probolinggo Renggut Empat Nyawa

Kejadian karena adanya konektor listrik yang tersangkut di plafon rumah dari seng.

REPUBLIKA.CO.ID, PROBOLINGGO -- Empat orang meninggal dunia karena kesetrum saat terjadi banjir genangan setinggi 30 cm. Kejadian di Jalan Sunan Kalijaga, Kelurahan Jati, Kota Probolinggo, Jawa Timur itu terjadi pada Jumat (18/1) malam.

''Kami mendapatkan informasi terjadi kesetrum massal yang diakibatkan korsleting listrik saat lampu penerangan jalan di Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, hingga menyebabkan empat orang meninggal dunia," kata Lurah Jati, Endah Dwi Kumalasari di Kota Probolinggo, Sabtu.

Empat korban yang meninggal dunia tersebut yakni Sri Wahyuni alias Bu Sumi (42), pasangan suami istri Joko Sandy (33) dan Elistya Hutahuruk (33), serta Totok (55). Semuanya tinggal di Jalan Sunan Kalijaga RT 2, RW 1, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Sedangkan korban selamat yakni anak pasangan suami istri Joko Sandy dan Elistya Hutahuruk bernama Zaki (3) dan Musdalifah (50). ''Korban Totok dan Sri Wahyuni merupakan warga Kelurahan Jati, sedangkan pasutri Joko Sandy dan Elistya Hutahuruk adalah warga Kelurahan Kanigaran yang menyewa rumah di Jalan Sunan Kalijaga,'' ujar Endah.

Kejadian bermula ketika Sri Wahyuni memegang tiang rumahnya yang terbuat dari besi, kemudian terjatuh dan spontan berteriak. Joko Sandy langsung datang untuk menolong korban dengan memegang besi.

Namun, Joko juga terjatuh dan datang istrinya Elistya Hutahuruk dengan maksud ingin menolong. Elistya tanpa sengaja memegang tiang tersebut.

Tidak selang beberapa lama, Totok juga bermaksud ingin menolong dan memegang tiang tersebut. Totok kemudian terjatuh disertai dengan matinya lampu di sekitar wilayah tersebut karena lokasi kejadian tergenang air setinggi 30 cm pada Jumat (18/1) malam.

Warga yang melihat kejadian tersebut, tidak berani menolong keempat korban yang terjatuh. Karena, sekitar tempat kejadian teraliri oleh listrik.

Warga baru menolong empat korban setelah memastikan tidak ada aliran listrik di sekitar lokasi karena aliran listrik padam, sehingga Jalan Sunan Kalijaga gelap gulita. ''Keempat korban diduga sudah meninggal di lokasi kejadian dan selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Moh Saleh Kota Probolinggo, kemudian pihak PLN datang ke lokasi untuk menetralisir dan mematikan seluruh aliran listrik di lokasi kejadian, agar tidak terjadi hal serupa,'' kata Endah.

Kapolres Kota Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal kepada sejumlah wartawan mengatakan, kejadian tersebut disebabkan karena adanya konektor listrik yang tersangkut di plafon rumah yang terbuat dari seng dan langsung mengalirkan listrik ke tiang penyangga rumah yang terbuat dari pipa besi. Konektor listrik itu terpasang tanpa sepengetahuan PLN.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DlOdqU
January 19, 2019 at 09:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DlOdqU
via IFTTT
Share: