Showing posts with label 2019 at 09:58PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 09:58PM. Show all posts

Sunday, April 14, 2019

City Kembali ke Puncak Klasemen Liga Inggris

City menaklukkan Crystal Palace 3-1 pada laga pekan ke-34 di Selhurst Park, London.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manchester City kembali ke puncak klasemen sementara Liga Inggris. Ini setelah City menaklukkan Crystal Palace 3-1 pada laga pekan ke-34 di Selhurst Park, London, Ahad (14/4). Raheem Sterling menyumbang dua gol pada laga ini dan Gabriel Jesus memastikan kemenangan City pada menit-menit akhir.

City kini mengoleksi nilai 83, unggul satu angka dari Liverpool di posisi kedua. Namun Liverpool bisa kembali ke singgasana jika malam ini mampu menaklukkan Chelsea di Anfield.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Gg3WHU
April 14, 2019 at 09:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Gg3WHU
via IFTTT
Share:

Saturday, March 16, 2019

Satu WNI Meninggal dalam Serangan ke Masjid di Christchruch

Warga Indonesia yang meninggal atas nama Lilik Abdul Hamid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Wellington mengumumkan satu warga negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan belum mendapatkan kabar, dinyatakan meninggal dunia.

KBRI menerima kabar WNI tewas, adalah Lilik Abdul Hamid yang menjadi korban penembakan di Masjid An Noor, Linewood, Christchruch, Selandia Baru pada Jumat.

"KBRI Wellington menerima kabar pukul 22.10 waktu Selandia Baru bahwa WNI atas nama Lilik Abudl Hamid menjadi korban meninggal dunia dalam peritiwa penembakan di Christchruch," demikai pernyataan resmi KBRI Welingto yang diterima Republika.co.id, Sabtu.

Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk selandia BAru, Tatowi Yahya bersama WNI yang ada di Christchruch langsung mengunjungi kediaman almarhum Lilik dalam rangka memberikan dukungan terhadap musibah ini.

Sementara Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi telah menyampaikan belasungkawa langsung kepada istri almarhum, Nina Lili Abdul Hamid melalui sambungan telepon. Melalui Twitter resmi Menlu juga  mengucapkan belasungkawa kepada almarhum Lilik.

"Inna lillahi wa inna ilaihirojiun. duka Cita yang dalam atas meninggalnya Bapak Lilik Abdul Hamid, WNI korban serangan teroris di Masjid Al-Noor, Christchruch," ujar Menlu Retno.

Sejauh ini dilaporkan terdapat sekitar 7 WNI yang berada di kedua masjid saat terjadi peristiwa penembakkan oleh pria bersenjata. Empat orang telah dinyatakan selamat,  2 orang luka dan saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit dan 1 orang meninggal dunia.

KBRI Wellington terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI, khususnya Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, untuk memfasilitasi rencana kedatangan anggota keluarga dari Indonesia yang ingin mengunjungi WNI yang terkena dampak peristiwa penembakan di Christchurch.

KBRI Wellington telah membentuk Posko Sementara Pascaperistiwa Penembakan yang bekerja selama 24 jam sejak hari Jum’at, 15 Maret 2019. Posko bertugas untuk memantau perkembangan situasi dan membantu WNI yang membutuhkan bantuan sehubungan dengan peristiwa penembakan di Christchurch.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ubbhTD
March 16, 2019 at 09:58PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ubbhTD
via IFTTT
Share:

Saturday, March 9, 2019

Prof dari Jepang: Indonesia akan Jadi Pusat Ekonomi Global

Asianisasi saat ini masih didominasi oleh beberapa negara.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) SEBI menggelar international lecture. Kegiatan itu diadakan di  Aula STEI SEBI, Depok, Jawa Barat,  Jumat ( 8/3).

International lecture yang dihadiri oleh puluhan dosen dan mahasiswa STEI SEBI itu  mengambil tema “Asianization of the global economic order: Place of Indonesia”. Kegiatan itu menampilkan  tiga  nara sumber,  yaitu Prof  Munim K Barai, H  Hendri Tanjung  PhD dan Nur S Buchori.  

Kuliah umum ini diprakarsai oleh Profesor Munim K Barai PhD, dosen dan peneliti  asal Ritsumeikan Asia Pasific Univeristy Oita, Jepang. Dalam Penyampaian hasil penelitiannya,   Munim menyatakan, Indonesia akan menjadi salah satu pusat ekonomi global dengan puluhan faktor potensial seperti ekonomi, militer, teknologi dan ideologi.

“Namun yang paling potensial adalah populasi yang terus tumbuh serta peningkatan kapasitas kompetensinya,” ujar profesor  berkewarganegaraan Bangladesh itu seperti dikutip dalam rilis STEI SEBI yang diterima Republika.co.id, Sabtu (9/3). 

Senada dengan itu, Hendri Tanjung  menyatakan,  Asianization (Asianisasi)  saat ini masih didominasi oleh beberapa negara. Menurutnya, perdagangan internasional merupakan kunci dari kebangkitan Indonesia.

“Komoditas kelapa sawit merupakan potensi yang perlu dijaga, karena pangsa pasarnya bukan hanya untuk diekspor ke negara-negara Eropa namun juga berpotensi ke negara Asia Selatan seperti Pakistan,” tuturnya. 

Agenda international lecture itu ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai potensi Indonesia dan pemaparan potensi filantropi Islam oleh Nur S Buchori. Ia adalah dosen STEI SEBI dan komisioner Badan Wakaf Indonesia (BWI). 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2XNWkoj
March 09, 2019 at 09:58PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2XNWkoj
via IFTTT
Share:

Friday, February 15, 2019

Gatot Nurmantyo Siap Kembali Pimpin Forki

Gatot berharap periode keduanya dapat mengantarkan Indonesia merebut prestasi terbaik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo siap melanjutkan kepemimpinannya sebagai Ketua Umum PB Forki periode 2019-2023. Gatot berharap periode keduanya nanti dapat mengantarkan Indonesia merebut prestasi terbaik di Olimpiade 2020 Tokyo. 

Gatot sudah habis masa baktinya tahun ini sejak memimpin Forki pada 2014.  Namun, dia masih berhak dipilih kembali untuk menakhodai federasi olahraga karate Indonesia itu pada Kongres Forki di Ballroom, Hotel Peninsula Jakarta, 15-16 Februari. Jika terpilih kembali, mantan panglima TNI ini akan memimpin Forki untuk periode 2019-2023. 

“Pada pertemuan terakhir pada 11 Februari lalu, beliau kembali menyatakan kesediaannya untuk memimpin PB Forki. Beliau masih melanjutkan kepemimpinan di Forki karena ingin menggolkan Indonesia lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo,” ujar Sekjen PB Forki Lumban Sianipar dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Jumat (15/2)

Sejauh ini, Gatot sangat fokus membawa Indonesia ke Olimpiada Tokyo. Apalagi, ini pertama kali karate dipertandingkan pada ajang multievent Olimpiade. Karena itu, dia terus mengirimkan sejumlah karateka terbaiknya guna mengikuti pertandingan-pertandingan di mancanegara yang menyediakan poin Olimpiade seperti Chile, Kejuaraan Dunia Spanyol, dan lain-lain. Bahkan, dia siap memberikan bonus Rp 2,5 miliar untuk karateka yang mampu merebut medali emas di Olimpiade Tokyo. 

“Ini agar para karateka termotivasi untuk mempersiapkan diri, sehingga mampu menjadi yang terbaik pada ajang multievent dunia itu,” ujar Gatot, saat itu. 

Yang jelas, banyak perguruan dan Forki provinsi yang masih menginginkan kiprah Gatot di Forki. Salah satu petinggi perguruan Lemkari Ikhlas Bahar misalnya, sangat berharap Gatot memimpin kembali Forki. Sebab, Gatot dinilai berhasil membawa karate Indonesia meraih puncak kesuksesan. Salah satunya, selain mampu menjadi tuan rumah yang baik saat Kejuaraan Dunia Kadet-Junior dan U-21 di BSD Tangerang Selatan pada 2015, Indonesia juga mampu merebut 4 medali emas di kejuaraan dunia resmi Federasi Karate Dunia (WKF) itu lewat Ahmad Zigi Zaresta (kata junior perorangan putra), Faqih Karomi (kumite kadet -70 kg putra), Ceyco Georgia Zefanya (kumite junior 59+ kg putra), dan Muhammad Fahmi Sanusi (kumite junior -76 kg putra). 

“Ini prestasi luar biasa karena sebelumnya Indonesia tidak meraih prestasi emas sebanyak ini. Belum lagi pada Asian Games 2018, Indonesia juga  merebut medali emas lewat Rifky Ardiansyah Arrosyiid setelah emas terakhir dipersembahkan Hasan Basari pada 2002. Itu semua saat Forki di bawah kepemimpinan Pak Gatot,” ujar Ikhlas.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DMBNqK
February 15, 2019 at 09:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DMBNqK
via IFTTT
Share:

Saturday, February 9, 2019

ICJR: Ini Pertama Kali Terjadi Presiden Cabut Kembali Remisi

Presiden Jokowi telah mencabut remisi untuk I Nyoman Susrama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo mencabut remisi I Nyoman Susrama, otak di balik pembunuhan berencana wartawan Radar Bali, Anak Agung Ngurah Bagus Narendra Prabangsa. Direktur ICJR Anggara mengatakan, langkah presiden perlu diapresiasi karena mau mendengar aspirasi.

Anggara menambahkan, ini pertama kalinya terjadi di Indonesia, di mana seorang presiden mencabut kembali remisi yang telah diberikan sebelumnya. Ditambah pencabutan tersebut tidak selang beberapa lama setelah remisi tersebut diberikan.

"Belum pernah terjadi sebelumnya, ini baru pertama kalinya. Dari sisi hukum sih boleh saja presiden mencabut remisi itu," kata Anggara saat dihubungi, Sabtu (9/2).

Menurutnya, secara politis hal ini tentu tidak baik bagi citra presiden. Sebab itu, dia menyarankan agar ke depan, ada evaluasi untuk mekanisme pemberian hak-hak kepada narapidana.

Dalam hal ini, dia mencontohkan, untuk memberikan pengurangan masa tahanan, maka mekanismenya cukup dengan menggunakan remisi. Sementara untuk perubahan hukuman, seperti yang terjadi pada Susrama, maka mekanismenya cukup menggunakan grasi.

"Sebaiknya dikembalikan lagi, supaya tidak ada tumpang tindih. Karena grasi selain bicara perubahan (hukuman) juga pengurangan (masa tahanan), nah kalau memang fokusnya ke perubahan jenis pidana, maka itu harus dalam bentuk grasi sebenarnya, jadi jangan pakai remisi lagi," kata dia.

Dia menilai, agar hal ini tidak terjadi lagi, maka perlu ada kepastian hukum yang diatur dalam mekanisme pemberian hak kepada narapidana. "Nggak bagus juga kan seorang presiden sudah membuat keputusan tiba-tiba dicabut dalam waktu yang tidak lama itu, secara politis sebetulnya tidak cukup baik untuk seorang presiden, tapi bahwa dia mendengar aspirasi masyarakat itu harus diapresiasi," tutur dia.

Presiden Joko Widodo telah menandatangani rancangan keputusan presiden (Kepres) yang berisi pembatalan pemberian remisi kepada I Nyoman Susrama. Ia diketahui terpidana kasus pembunuhan Anak Agung Bagus Prabangsa, jurnalis Radar Bali (Jawa Pos Group).

Kepastian penandatanganan pembatalan remisi tersebut disampaikan secara langsung oleh presiden kepada Pemimpin Redaksi Jawa Pos Abdul Rokhim saat menghadiri acara puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Surabaya, Jatim, Sabtu (9/2).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Sl6Pjz
February 09, 2019 at 09:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Sl6Pjz
via IFTTT
Share:

Monday, February 4, 2019

Ribuan KTP-El di Lombok Barat Belum Diambil

KTP-el yang belum diambil sudah cukup lama dari 2016-2017 ada 1.072 KTP-el.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK BARAT -- Sebanyak 2.072 KTP Elektronik (KTP-el) yang sudah dicetak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lombok Barat belum diambil pemiliknya. "Kita tunggu mereka mengambil karena sudah jadi. Kita berharap bisa diambil secara kolektif oleh desa. Nanti kita serahkan dengan membuat berita acara serah terima lengkap dengan nama, NIK, dan Nomor KTP," ujar Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Lombok Barat, Hamdi di Lombok Barat, Senin (4/2).

Hamdi menyampaikan, KTP-el yang belum diambil sudah cukup lama. Dia menyebutkan, pada 2016-2017 terdapat 1.072 KTP-el yang belum diambil, dan 1.000 KTP-el yang belum diambil pada 2018. Hamdi berharap masyarakat proaktif untuk mengambil KTP yang sudah jadi tersebut, termasuk kepada warga yang merasa sudah melakukan perekaman agar datang ke kantor camat. "Selama blangko, kartu, dan tinta ada, kita cetakkan," kata Hamdi.

Hamdi berharap dengan aktifnya masyarakat untuk mengecek administrasi kependudukannya, pihaknya akan lebih mudah melakukan pencocokan dan penelitian (coklit). Kepala Dinas Dukcapil Lombok Barat Muridun optimistis dengan target nasional 100 persen warga wajib KTP-El bisa direkam.

"Saat ini capaian kita baru 90,89 persen atau 467.900 warga dari 514.817 warga yang wajib KTP-el sudah perekaman," ucap Muridun.

Muridun juga berharap warga masyarakat aktif dalam mendaftarkan dirinya. "Kita sudah menggelar banyak terobosan untuk mewujudkan Gerasak (Gerakan Sadar Adminduk). Kita mau perbup-kan agar semakin kuat," lanjut Muridun.

Dalam mewujudkan Gerasak, pihaknya pun membuka pelayanan sampai malam hari. Bahkan dengan satu kebutuhan, kata Muridun, warga bisa memperoleh lainnya, tidak hanya KTP, tapi kartu keluarga, akta kelahiran hingga akta kematian.

Muridun menambahkan pihaknya bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan NGO Santai Mataram untuk mendampingi warga yang memerlukan akta kelahiran. "Saat ini warga yang berusia 0 hingga 18 tahun yang sudah memiliki akta kelahiran baru 96,29 persen. Kita masih minus empat persen lebih," kata Muridun.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GmTqR6
February 04, 2019 at 09:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GmTqR6
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 22, 2019

Video Bendung Katulampa Siaga Satu, Wali Kota Bogor: Hoaks

Video terkait status bendung katulampa beredar di media sosial.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Wali Kota Bogor Jawa Barat Bima Arya Sugiarto menyampaikan klarifikasi atas adanya video viral yang beredar di masyarakat melalui media sosial (medsos) terkait status Bendung Katulampa dalam kondisi siaga. Bima mengatakan video tersebut hoaks

"Hari ini beredar video rekaman suara saya mengingatkan warga Bogor dan Jakarta kondisi bendungan Katulampa yang bisa menyebabkan banjir, itu hoaks," kata Bima Arya dalam klasrifikasinya di Bogor, Selasa (22/1).

Video yang tersebar itu, kata Bima lebih lanjut, merupakan rekaman tahun 2018 lalu ketika ketinggian air di bendungan Katulampa sempat mencapai siaga satu dengan ketinggian 240 sentimeter.

"Ini rekaman 5 Februari 2018. Saya sampaikan ini rekaman lama, ini hoaks. Kondisi Katulampa saat ini masih aman terkendali ketinggian 40 sentimeter. Jadi saya sampaikan ini tidak benar tapi tetap waspada," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2R5HlkX
January 22, 2019 at 09:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2R5HlkX
via IFTTT
Share:

Friday, January 18, 2019

iMPRESI: Athira Farina, Sang Penjinak Burung Besi (1)

Penerbang, Athira Farina

Foto: Republika TV
EMBED
Sosok wanita di balik cockpit ini memiliki hobi yang banyak digandrungi kaum pria.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Usaha, kerja keras, dan doa menjawab rasa penasarannya sejak kecil. "Siapa sih yang nyetir pesawat terbang?" Ketika bertanya pada orang tuanya kala itu. Waktu berselang, Athira Farina (27) kini berprofesi sebagai penerbang.

Banyak cerita yang ia bagikan saat berbincang bersama jurnalis Republika, Yeyen Rostiyani. Tak hanya berkisah tentang pengalamannya menjadi pilot, namun, Tira, sapaan akrabnya juga memberikan banyak motivasi jika ingin bercita-cita menjadi penerbang.

Sosok wanita di balik cockpit ini juga memiliki hobi yang banyak digandrungi oleh kaum pria, yakni, bermain drum.

Bagaimana kisah seru Tira selama menggeluti dunia 'burung besi?' Ikuti video lengkapnya dalam seri program iMPRESI.

  • Videografer:
  • Surya Dinata
  • Wisnu Aji Prasetiyo
  • Fakhtar Khairon
  • Video Editor:
  • Sadly Rachman

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2T7qXSZ
January 18, 2019 at 09:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2T7qXSZ
via IFTTT
Share:

Aktivis Kecam Kekejaman di Balik Sirkus Lumba-Lumba

Gemuruh tepuk tangan bisa ganggu pendengaran dan membuat lumba-lumba stres.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Aktivitas pencinta satwa di Kota Pekanbaru, Riau, terus melanjutkan kampanye menentang sirkus lumba-lumba. Mereka mensosialisasikannya dengan cara mendatangi sekolah-sekolah.

''Tujuan kami untuk mengedukasi anak-anak usia dini tentang kekejaman di balik sirkus lumba-lumba. Di balik atraksi lumba-lumba yang dianggap lucu itu, ada cerita sedihnya,'' kata Juru Bicara Cinta Satwa Riau, Violetta Hasan Noor di Pekanbaru, Jumat.

Sudah selama sepekan terakhir kampanye menentang sirkus lumba-lumba berlangsung di Pekanbaru. Ini merupakan rentetan aksi aktivis Riau sebagai protes terhadap kegiatan sirkus lumba-lumba keliling Wersut Seguni Indonesia (WSI) yang berlangsung di Pekanbaru mulai 12 Januari hingga 17 Februari 2019.

Para aktivis tersebut telah dua kali menggelar aksi damai di dekat lokasi sirkus di Kompleks Purna MTQ Pekanbaru. Kampanye swadaya itu terlihat makin besar, dimulai dari sekadar sosialisasi di media sosial hingga turun ke jalan dengan jumlah hanya segelintir orang.

Kini kampanye berlanjut secara bergerilya ke sekolah. Karena, penyelenggara sirkus memang menargetkan pengunjung dari sekolah-sekolah dengan memberikan diskon tarif masuk.

Violettaa menjelaskan, aktivis Cinta Satwa Riau menyambangi Sekolah Stanley di Kota Pekanbaru pada Jumat. Mereka mendapat respons baik dari pihak sekolah. Puluhan anak dari TK hingga SD kelas enam mengikuti kegiatan tersebut.

Cinta Satwa Riau menggunakan media berupa video pendek untuk menyampaikan pesannya. Segmen pertama berupa pengenalan tentang lumba-lumba dan habitat aslinya. Segmen berikutnya dilanjutkan dengan video berdurasi 10 menit tentang eksploitasi di balik sirkus lumba-lumba.

Video tersebut menunjukkan bagaimana nasib mamalia laut itu yang dipisahkan dari kelompoknya di habitatnya dan dibawa ke sebuah sirkus. Kemudian ditunjukan bagaimana lumba-lumba diangkut dengan kondisi kotak yang sempit, tidak diberi air dengan benar, dan dilatih dalam keadaan lapar.

''Bahkan gemuruh tepuk tangan dalam sirkus juga bisa mengganggu pendengaran dan membuat lumba-lumba stres,'' katanya.

Ia berharap kampanye tersebut bisa memunculkan pandangan objektif ke anak-anak agar menyadari bahwa sirkus lumba-lumba adalah bentuk eksploitasi satwa. ''Kami tidak akan berhenti melakukan edukasi sampai sirkus ini tutup. Kita termasuk yang malu karena Indonesia menjadi negara yang masih memperbolehkan sirkus lumba-lumba, di saat negara-negara lain sudah melarangnya,'' kata Violetta.

Sebelumnya Manajer Operasional PT Wersut Seguni Indonesia (WSI), Tommy Alfredo, saat pembukaan sirkus lumba-lumba di Pekanbaru mengatakan pihak penyelenggara membuka diri dari yang mengeluarkan pernyataan bahwa sirkus itu adalah penyiksaan terhadap lumba-lumba. ''Kita bisa koordinasi yang baik, ngobrol yang baik, wawancara yang baik agar masyarakat sekitar tidak bingung mana yang benar dan mana yang salah," katanya.

Ia menambahkan, dalam penyelenggaraan sirkus keliling sudah melengkapi semua legalitas dan perizinan. ''Kita legal semuanya. Prosedur dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ada, izin sirkus komplit dan legal ada sampai izin keramaian dari kepolisian juga ada,'' katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ASXm8J
January 18, 2019 at 09:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ASXm8J
via IFTTT
Share: