Showing posts with label 2018 at 04:41PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 04:41PM. Show all posts

Monday, December 31, 2018

Risma Persilakan Dirut RPH Surabaya Mundur dari Jabatannya

Operasional RPH sementara ini akan dikendalikan oleh dua direktur lainnya

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mempersilahkan Dirut Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (RTH), Teguh Prihandoko mundur dari jabatanny. Alasan Teguh diminta mundur karena tidak adanya kesamaan persepsi dalam kinerja di internal direksi.

"Tidak apa-apa. Saya tidak bisa memaksa seseorang tetap bertahan. Kalau mundur silahkan saja," katanya usai acara refleksi akhir tahun bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Senin (31/12).

Untuk itu, lanjut dia pihaknya akan menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Dirut RPH untuk mengantikan sementara posisi yang akan ditinggalkan Teguh Prihandoko pada akhir Januari 2019. "Kita akan rekrut yang baru. Nanti coba kita evaluasi. Katanya dua direktur di RPH bagus. Justru yang dua ini yang bagus," ujarnya.

Sementara itu, Asisten II Sekretaris Kota (Sekkota) M Taswin menambahkan pasca-pengunduran diri Dirut RPH Prihandoko, saat ini pihaknya melakukan proses evaluasi. "Setelah itu kita usulkan ke wali kota untuk proses selanjutnya," ujarnya.

Menurut dia, untuk operasional RPH sementara ini akan dikendalikan oleh dua direktur di RPH yakni Direktur Keuangan Romi Wicaksono dan Direktur Jasa Niaga Bela Bima. "Nanti akan ditunjuk Plt Dirut. Kalau sudah diangkat baru proses rekrutmen," katanya.

Saat ditanya siapa Plt yang ditunjuk, Taswin belum bisa mengatakan karena pihaknya masih melakukan evaluasi di RPH. Hanya saja, Taswin memperkirakan Plt akan dijabat satu di antara dua direktur di RPH.

Mengenai alasan mundur dari Teguh Prihandoko sebagai Dirut RPH, Taswin mengemukakan berdasarkan surat pengunduran diri yang dikirim ke Wali Kota Surabaya karena dirut tidak bisa kerja sama lagi dengan dua direkturnya.

"Dua direktur lebih menekan kepada beban operasional secara evisiensi," lanjutnya.

Teguh Prihandoko sebelumnya mengatakan alasan pengunduran diri yang utama karena selama ini belum ada kesamaan persepsi di internal direksi RPH dalam menjalankan organisasi perusahan.

Konflik berkepanjangan di internal RPH tersebut memuncak pada saat pencabutan NKV oleh Disnak Jawa Timur.  Teguh meminta Direktur Keuangan RPH Romi Wicaksono mengeluarkan anggaran untuk memenuhi persyaratan NKV.

"Tapi Romi tidak mau keluar biaya. Padahal investasi, kebersihan, IPAL sebagai prasyarat NKV itu butuh biaya. Buat apa menyimpan uang, sementara pengelolaan RPH berdampak buruk," ujarnya.

Teguh menilai dengan kondisi konflik yang berkepanjangan ini, maka yang dirugikan adalah masyarakat, begitu juga dengan jaminan keamanan pangan akan terancam. Untuk itu, Teguh memilih sikap mengundurkan diri dengan harapan Pemkot Surabaya bisa menata ulang RPH agar lebih baik.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SvyOtc
December 31, 2018 at 04:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SvyOtc
via IFTTT
Share:

Friday, December 28, 2018

Unida Bogor Siapkan Kader Dakwah

Program ini merupakan implementasi visi dan misi Unida

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Keberadaan Pondok Pesantren (Ponpes) Mahasiswa Bina Tauhid Universitas Djuanda Bogor (Unida) bertujuan untuk membentuk mahasiwa menjadi  role model kader dakwah. Pengadaan pesantren tersebut berkenaan dengan visi dan misi universitas Djuanda (UNIDA)  untuk jadikan UNIDA sebagai kampus research yang menyatu dengan tauhid dan diakui di dunia.

Kepala Bidang Keasramaan Universitas Djuanda Bogor, Arif Irawan, mengungkap, awal keberadaan pesantren ini terinspirasi dari beasiswa Pendidikan Kader Pertanian (PKP) yang diberikan kepada mahasiswa fakultas pertanian. Menurutnya, mahasiswa PKP yang mendapatkan beasiswa ini dimasukkan ke dalam asrama. Namun, pihak yayasan mempunyai ide untuk pengembangan beasiswa tersebut.

Pengembangan yang dimaksud yakni pengembangan beasiswa dari yang sebelumnya untuk Pendidikan Kader Pertanian (PKP), berkembang menjadi Pendidikan Kader Dakwah (PKD). Maka  pada tahun 2011, dinyatakan secara resmi keberadaan Pondok Pesantren Mahasiswa Bina Tauhid yang terletak di dalam lingkungan Universitas Djuanda.

Menurut Arif, santri mahasiswa yang tinggal di pondok pesantren tersebut, nantinya akan dibina ahlak dan adabnya. Arif juga mengatakan, mahasiswa yang masih menjadi santri mahasiswa maupun yang sudah menjadi alumni Pesantren mahasiswa Bina Tauhid, akan terus membawa misi tauhidnya dimana saja mereka berada.

“Kalaupun dia masih menjadi mahasiswa, dia akan mengajak teman- teman di kampus yang bukan santri untuk bisa salat berjamaah, mengajari membaca Alquran, mengajari ilmu fikih kepada mereka yang memang belum tahu,” ungkapnya saat diemui Republika.co.id di kantornya.

Arif mengatakan, terdapat keunikan santri mahasiswa yakni mereka suka membuat kegiatan- kegiatan yang menyangkut keagaaman untuk dipertunjukkan kepada civitas akademika Universitas Djuanda. Santri mahasiswa yang tinggal di pondok pesantren tersebut akan mendapat pembelajaran di malam dan pagi harinya seperti pada pesantren umumnya.

Beasiswa PKD

Arif juga menyampaikan, mahasiswa yang tinggal di pesantren tersebut terdiri dari mahasiswa yang mendapat beasiswa PKD dan sebagian mahasiswa yang mendapat beasiswa bidik misi dari pemerintah. “Bahkan saat ini Pesantren Mahasiswa Bina Tauhid sudah dibuka bagi mahasiswa regular yang bukan dari jalur beasiswa,” ucap pria asal kelahiran Trenggalek, Jawa Timur.

Diketahui, secara terpisah Pondok Pesantren Mahasiswa Bina Tauhid membina 54 santri mahasiswa putra dan 120 santri mahasiswa putri. Sedangkan pengakuan Arif, terdapat kuota untuk santri mahasiswa putra sebanyak 200 orang dan untuk santri mahasiwa putri sebanyak 300 orang. 

Arif yang juga tamatan dari Institut Arab Riset And Studies (IARS) ini menyampaikan berpesan, dalam berkehidupan ini santri mahasiswa maupun mahasiswa UNIDA lainnya jangan sekedar menghapal Alquran saja. Tapi bisa memahami dan mengamalkan isi kandungan ayat yang ada dalam Alquran.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Sm9UvO
December 28, 2018 at 04:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Sm9UvO
via IFTTT
Share:

Potensi Erupsi Anak Krakatau tak akan Sebesar Peristiwa 1883

Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III Siaga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menegaskan, potensi erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) tidak akan sebesar 'ibunya', yaitu Gunung Krakatau, yang meletus pada 1883. Sutopo menjelaskan, hal itu disebabkan karena adanya perbedaan ukuran diameter gunung yang menyimpan magma pada kedua gunung api tersebut.

"Potensi erupsi dari GAK sebesar ibunya tahun 1883 sangat kecil, karena diameter dari GAK hanya 2 km, sedangkan Gunung Krakatau yang meletus tahun 1883 enam kali lipat, diameternya 12 km," jelasnya kepada wartawan di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (28/12).

Jadi, lanjutnya, tempat atau dapur magma yang tersimpan di dalam perut GAK juga kecil. Sehingga, kemungkinan terjadi erupsi GAK tidak akan menyebabkan bencana besar dan tsunami besar seperti tahun 1883. Karena ukuran GAK lebih kecil dibandingkan Gunung Krakatau.

"Dia (GAK) tidak akan meletus besar karena energinya yang terkumpul hanya segitu saja, tidak akan menyamai seperti tahun 1883," imbuhnya.

Ia memperkirakan, kemungkinan radius erupsi GAK sekitar 7 km. Namun, hal tersebut juga akan dipengaruhi oleh arah dan kekuatan angin yang ada.

Sutopo pun menghimbau, agar masyarakat tidak perlu membayangkan daya letusan GAK akan sebesar ibunya. "Ini anaknya, masih kecil. Energi yang akan dilontarkan, energi yang ada di dalam perut gunung tadi juga tidak besar," jelasnya.

Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap setinggi 2.500 meter pada Jumat (28/12) pagi. Awan panas juga masih terlihat petugas pos pantau di lapangan.

Petugas Pos Pantau Anak Gunung Krakatau, Deny Mardiono mengatakan, tubuh gunung dapat terlihat jelas dari pos. Dari pantauan petugas, kisaran asap Anak Gunung Krakatau berada di angka 2000-2500 meter.

"Asap kawah bertekanan kuat teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal dan tinggi 2.000-2.500 meter di atas puncak kawah," katanya kepada wartawan, Jumat siang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Ae15NJ
December 28, 2018 at 04:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Ae15NJ
via IFTTT
Share:

Sunday, December 23, 2018

Video Suasana Pascatsunami Selat Sunda

Suasana pascatsunami di Banten

Foto: Republika TV/Indira Rezkisari
EMBED
Akibat dari tsunami beberapa bangunan terlihat rusak.

REPUBLIKA.CO.ID, ANYER — Tsunami terjadi di daerah Anyer dan sekitarnya malam, Sabtu (22/12) sekitar pukul 21.30 WIB. Akibat dari tsunami beberapa bangunan terlihat rusak, baik mengalami rusak ringan atau rusak berat.

Pantauan tim Republika, Ahad pagi ini petugas dan warga sudah mulai membersihakan puing-puing akibat tsunami. Seperti yang di lakukan di penginapan Puri Retno 2 Jalan Raya Carita Karang Bolong Anyer, Serang Banten.

Tsunami tidak hanya menerjang wilayah Anyer. Lampung Selatan juga turut terkena gelombang tsunami Selat Sunda.

Berikut video lengkapnya.

  • Videografer:
  • Indira Rezkisari
  • Video Editor:
  • Fian Firatmaja

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2T8veVM
December 23, 2018 at 04:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2T8veVM
via IFTTT
Share:

Gerak Langkah Relawan Rumah Zakat di Lokasi Bencana Tsunami

Tim relawan sudah bergerak sejak dini hari kemarin di lokasi kejadian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bencana tsunami kembali menerpa beberapa wilayah di Tanah Air. Akibat bencana ini, hingga petang tercatat sekitar 200 orang meninggal dunia serta ratusan lainnya mengalami luka berat dan ringan. 

Tak sedikit kerusakan yang ditimbulkan bencana tsunami yang berlangsung kemarin malam. Menyusul luluh lantaknya permukiman masyarakat dan berbagai bangunan publik, sejumlah relawan sejak semalam langsung bergerak melakukan tanggap bencana. Salah satunya yakni lembaga filantropi bernama Rumah Zakat. 

Berikut petikan wawancara singkat kami dengan Corsec Rumah Zakat, Branata.

Apa target tahap awal Rumah Zakat dalam penanganan bencana di Banten dan Lampung?  

Tahap awal ini tim melakukan evakuasi, menurunkan tim medis, memberikan bantuan logistik

Infonya dalam penanganan bencana ini tim terkendala cuaca hujan deras dan angin? bisa diceritakan?  

Cuaca di pantai carita hujan deras, saat ada peringatan tsunami kedua memang tim ikut juga bersama warga naik ke bukit menghindari risiko jika terjadi tsunami susulan. Beberapa tim terkendala juga sinyal telekomunikasi, kondisi lapangan masih dipadatkan dengan kegiatan evakuasi mengingat korban di lapangan masih banyak belum tertangani. 

Update terakhir, Rumah Zakat mengerahkan tim rescue dari tiga lokasi , Jakarta, Cilegon, dan Lampung. Mhn dijelaskan siapa saja mereka? Adakah tim medis maupun para medis mengingat infonya di lapangan banyak dijumpai korban luka-luka. 

Tim lapangan total berjumlah 20 personel relawan evakuasi dan tim medis, tiga armada ambulans juga sudah disediakan dan satu armada membantu distribusi logistik

Bagaimana kordinasi tim relawan dengan pemerintah baik aparat maupun Basarnas?  

Relawan aktif berkoordinasi dengan Basarnas, BNPB, BPBD, termasuk dinas kesehatan setempat

Dapat info bahwa Rumah Zakat dalam waktu dekat akan segera membangun dapur umum. Bisa dijelaskan? 

Saat ini kita sedang mengupayakan persiapan dapur umum dengan titik lokasi dapur umum agar dibangun juga dekat dengan lokasi pengungsian.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Cu4Sbg
December 23, 2018 at 04:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Cu4Sbg
via IFTTT
Share:

Thursday, December 6, 2018

Palestina Kecewa Penyelidikan ICC ke Israel Ditunda

Penundaan hanya akan membuat Israel semakin memiliki waktu melakukan kejahatan.

REPUBLIKA.CO.ID, DEN HAAG -- Pemerintah Palestina mengeluhkan penundaan penyelidikan kejahatan perang Israel terhadap rakyat Palestina oleh Pengadilan Pidana Internasional (ICC). Keluhan itu disampaikan ketika Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Malki bertemu jaksa ICC Fatou Bensouda pada Rabu (5/12).

"Penundaan penyelidikan adalah penundaan dalam membawa keadilan dan memberikan impunitas kekuasaan pendudukan serta lebih banyak waktu untuk melakukan kejahatan," kata al-Malki kepada Bensouda, dilaporkan laman kantor berita Palestina WAFA.

Ia mendesak ICC mempercepat proses penyelidikan terhadap Israel. Sebab langkah itu akan mencegah rezim Zionis melanjutkan kejahatannya terhadap rakyat Palestina.

Palestina pertama kali mengajukan laporan ke ICC pada 22 Mei. Ia menyerukan jaksa ICC agar membuka penyelidikan langsung terhadap kejahatan Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

Baca juga, UNRWA Tolak Hentikan Kegiatan di Yerusalem.

Hal itu dilakukan setelah puluhan warga Palestina di Jalur Gaza tewas ketika berpartisipasi dalam aksi "Great March of Return". Dalam aksi itu, warga Palestina menuntut Israel mengembalikan tanah milik mereka yang dicaplok pasca-Perang Arab-Israel 1948.

Dalam aksinya mereka pun mengutuk Amerika Serikat (AS) karena memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem. Namun pasukan keamanan Israel merespons aksi tersebut dengan brutal.

Tak hanya gas air mata, Israel juga mengerahkan penembak jitu untuk menembak para demonstran. Tindakan itu membuat ribuan warga Palestina di Gaza terluka dan lebih dari 100 orang tewas.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2G3ngvr
December 06, 2018 at 04:41PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2G3ngvr
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 4, 2018

Kasus Pembunuhan 31 Pekerja di Papua, Egianus Kogoya Disebut

Wilayah lokasi pembunuhan sama dengan kasus pemerkosaan guru di Distrik Mependuma.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) yang dipimpin Egianus Kogoya diduga sebagai dalang pembunuhan 31 pekerja di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Wilayah lokasi kejadian pembunuhan tersebut tak jauh dari lokasi penganiayaan dan pemerkosaan terhadap guru di Distrik Mapenduma, Kabupaten Nduga, Papua, beberapa waktu lalu.

"Iya betul (dalangnya Egianus Kagoya), kita identifikasi itu. Dia yang melakukan penganiayaan terhadap guru dan tenaga kerja yang ada di Mapenduma. Nah Mapenduma dan ini tetangga kampung," jelas Kapendam Cenderawasih XVII, Kolonel Inf Muhammad Aidi, di Jakarta, Selasa (4/12).

Daerah tersebut, kata Aidi, termasuk daerah yang terisolasi selama ini, daerah yang dijadikan basis pergerakan oleh KKSB. Ia menduga, mereka melancarkan aksi-aksinya karena di daerah tersebut dilakukan pembangunan jalan untuk membuka isolasi selama ini.

"Dengan adanya pembangunan jalan yang membuka isolasi tersebut, mungkin mereka merasa terusik dengan kehadiran TNI yang ada di tempat tersebut. Sehingga mereka melakukan aksi-aksi," tuturnya.

Ia juga menduga, hal tersebut merupakan salah satu motif dari pembunuhan terhadap 31 pekerja di Distrik Yigi. KKSB, kata dia, merasa perjuangannya dapat terhambat jika dilakukan pembangunan yang akan berdampak pada kesehahteraan masyarakat di sana.

"Semakin banyak masyarakat yang pro terhadap negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mereka merasa terhambat perjuangannya dan meneror masyarakat yang ada di sana," kata dia.

Aidi menerangkan, KKSB memang memiliki senjata api. Namun, ia mengaku pihaknya tak tahu secara pasti berapa pucuk senjata yang KKSB miliki. Berdasarkan data dari laporan intelijen yang ia terima, beberapa senjata api yang KKSB miliki merupakan hasil rampasan dari TNI-Polri yang mereka serang.

"Sebagian juga yang selama ini berhasil kita sita senjatanya pada saat kontak tembak ada yang indeks TNI-Porli, ada juga yang bukan indeks TNI-Polri, artinya berasal dari luar (Papua)," tuturnya.

Tetapi, lanjut Aidi, pihaknya tidak bisa memastikan senjata dari luar itu berasal dari negara atau daerah mana. Ia menuturkan, memang tidak semua negara memiliki produksi senjata, tapi semua negara memiliki angkatan bersenjata.

"Jadi bisa dari mana saja senjata-senjata itu," sambungnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QgGP8k
December 04, 2018 at 04:41PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QgGP8k
via IFTTT
Share: