Showing posts with label 2018 at 05:55PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 05:55PM. Show all posts

Thursday, December 27, 2018

Tsunami tak Selalu Diawali Surutnya Air Laut

Ada atau tidaknya fenomena 'air laut surut' bergantung pada sumber gempa.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Peneliti LIPI, Danny Hilman Natawidjaja mengatakan tsunami tidak harus didahului dengan air laut surut yang selama ini dipahami kebanyakan orang. Hal ini diketahui setelah dilakukan penelitian pada 2012 oleh Program Riset Bencana Alam, Puslit Geoteknologi LIPI.

Berdasarkan riset yang dilakukannya, ada dua rekomendasi utama yang disampaikan. Pertama, masyarakat harus segera mengungsi dari daerah pesisir pantai ke tempat yang tinggi kalau merasakan gempa yang kuat atau berlangsung lebih dari satu menit. Masyarakat seharusnya tidak menunggu peringatan yang mungkin tidak datang. Rekomendasi kedua, masyarakat seharusnya tidak pergi ke laut atau sungai untuk mengamatai permukaannya. Karena, menurut Danny, kadang-kadang tsunami besar datang tanpa air laut surut sebelumnya.

"Dan kalau air laut surut pun, berarti tsunami akan datang dalam beberapa menit saja," katanya, Kamis (27/12).

Danny menjelaskan bahwa ada atau tidaknya fenomena 'air laut surut' bergantung pada sumber gempa. Ia mencontohkan Sumatra Barat, ada dua ancaman gempa bumi yang bersumber di laut yakni Zona Megatrust yang berada di sebelah barat Kepulauan Mentawai dan zona Backthrust Mentawai yang berada di antara Kepulauan Mentawai dan Sumatra daratan (sebelah timur Mentawai).

"Yang didahului laut surut kalau sumber gempa Megathrust. Kalau itu yang pecah, maka yang pertama terjadi laut akan tersedot dulu ke bawah sebelum akhirnya membal ke daratan. Namun sumber gempa di mentawai tak hanya itu, ada juga di antara Siberut dan Padang (Bakcthrust Mentawai). Itu akan langsung hantam daratan dan lebih cepat," jelas Danny panjang lebar.

Menurut analisis yang pernah dilakukan Danny bersama peneliti lainnya yakni Kerry Sieh, Jamie McCaughley, dan Ashar Lubis, menyebutkan bahwa gempa bumi yang bersumber dari Zona Megathrust akan jauh lebih merusak ketimbang gempa yang bersumber dari Backthrust Mentawai. Gempa dari Megathrust bisa mencapai magnitudo 8,8 Skala Richter (SR), sementara gempa dari Backthrust Mentawai diperkirakan tak akan lebih dari 8 SR.

"Dengan ancaman ini, saya minta Pemprov Sumbar jangan melempem lakukan mitigasi bencana dan simulasi evekuasi. Sejak 2005 sempat giat, makin ke sini terlihat makin melempem. Jangan-jangan orang sudah lupa jalur evakuasi ke mana," katanya.

Isu soal ancaman tsunami memang sudah sering didengar masyarakat Sumatra Barat. Namun Danny mengingatkan Pemprov Sumbar untuk tak lengah melakukan edukasi terkait bencana. Ia menyampaikan, masyarakat di pesisir Sumbar punya waktu sekitar 30 menit untuk mengevakuasi diri ke tempat lebih tinggi bila gempa besar terjadi di Megathrust.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Tdq6PY
December 27, 2018 at 05:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Tdq6PY
via IFTTT
Share:

Indonesia Ingin Perkuat Akses Pasar Pertanian ke Australia

Nilai ekspor komoditas pertanian Indonesia ke Australia mencapai Rp 1,77 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah pertemuan Indonesia-Australia pada Kelompok Kerja Pertanian, Pangan, dan Kehutanan (Working Group on Agriculture, Food, and Forestry Cooperation/WGAFFC) ke-22 pada 2019. Agenda tersebut akan menjadi ajang penguatan kerja sama bidang pertanian antara ke dua negara, termasuk mendorong kapasitas ekspor komoditas unggulan Indonesia ke negeri kangguru tersebut.

“Persiapan telah dilakukan dan pelaksanaannya akan digelar pada bulan Juni atau Juli tahun depan,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Banun Harpini selaku co-chair Indonesia untuk WGAFFC melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (27/12).

Menurut Banun, Barantan telah melakukan pertemuan dengan perwakilan Australia pada Rabu (19/12) di Jakarta dan disepakati agenda pembahasan WGAFFC ke-22 untuk sektor pertanian dan kehutanan. Hadir mewakili pemerintah Australia pada pertemuan kali ini adalah First Assistant Secretary, Trade Market Access, Department of Agriculture and Water Resources Australia Louis van Meurs.

Pada pertemuan sebelumnya yang diadakan pada Februari 2018 di Meulbourne, Indonesia telah berhasil mencapai kesepakatan, di antaranya disetujuinya metode iradiasi untuk ekspor komoditas mangga dan buah naga, juga ekspor produk olahan ayam yang harus sesuai dengan persyaratan biosecuriti Australia.

“Persetujuan ini menjadi penting bagi ekspor buah mangga dan buah naga Indonesia karena dapat lebih bertahan lama. Sementara di pihak Australia dicapai kesepakatan berupa importasi benih kentang yang harus sesuai dengan ketentuan perkarantinaan di Indonesia,” ujar Banun.

Khusus eksportasi mangga asal Indonesia, Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Barantan Dr Antarjo Dikin juga meminta Australia untuk segera mengirimkan ahli iradiasi dari IAEA Austria. Hal ini guna tindak lanjut kerja sama dengan Batan dalam penyempurnaan prosedur standard radiasi buah mangga.

Antarjo yang mendampingi Banun dalam pertemuan kali ini juga menekankan beberapa hal teknis perkarantinaan, yakni meminta Australia agar memberikan kesetaraan perlakuan atau equivalency treatment terhadap buah manggis yang akan masuk pasar Australia berupa penyemprotan udara bertekanan atau air brush presure pengganti fumigasi dengan gas Methyl Bromida. Antarjo juga meminta Australia untuk segera membuka pasar ekspor buah naga karena telah memenuhi persyaratan masa dengar pendapat publik (public hearing consultation) telah berakhir.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, tercatat nilai ekspor komoditas pertanian Indonesia ke Australia senilai 126,53 juta dolar AS atau sebesar Rp 1,77 triliun. Adapun komoditas unggulan adalah kedelai, kakao, kopi, karet, dan nanas. “Kerja sama Indonesia-Australia, khususnya di bidang pertanian, telah berlangsung lebih dari 20 tahun dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Untuk itu, kerja sama bilateral ini harus terus diperkuat,” ujar Banun.

Selain pembahasan mengenai perdagangan komoditas pertanian juga dibahas agenda terkait kehutanan dan peningkatan kapasitas, capacity building bagi petugas karantina, khususnya dalam hal keamanan pangan atau biosekuriti. Selain membawa agenda negosiasi khusus bagi produk pertanian yang bakal menembus pasar Australia, Banun juga berencana fokus pada penguatan sistem sertifikasi perkarantinaan.

“Akses pasar untuk produk buah tropis seperti manggis, pisang, dan buah lainnya akan menjadi fokus agenda dari kami. Juga kerja sama terkait Animal Health Certificate dan penguatan e-cert Indonesia-Australia yang telah berjalan,” kata Banun.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Q29EQB
December 27, 2018 at 05:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Q29EQB
via IFTTT
Share:

In Picture: Eddy Sindoro Didakwa Menyuap Panitera PN Jakarta Pusat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Chairman PT Paramount Enterprise Eddy Sindoro meberikan suap kepada mantan panitera Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Edy Nasution. Suap diberikan terkait pengurusan dua perkara di PN Jakarta Pusat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VbLbfK
December 27, 2018 at 05:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VbLbfK
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 19, 2018

Menpora Segera Copot Pejabat Terlibat Korupsi

Menpora menunggu pengumuman resmi KPK terkait dugaan kasus korupsi Kemenpora.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, akan mengganti para pejabat di institusinya yang tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi. Menpora akan segera melakukan pergantian setelah mendapatkan pengumuman resmi dari lembaga antirasuah itu.

''Dalam waktu paling cepat, kami akan memutuskan dan mengangkat pejabat yang akan mengisi posisi yang ditinggalkan. Jadi, kami akan menyiapkan itu setelah ada pengumuman resmi dari KPK," kata Menpora Imam Nahrawi dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu.

Menpora juga akan menunggu pengumuman resmi dari KPK terkait dugaan kasus korupsi yang menyangkut Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Mulyana; Asisten Deputi Olahraga Prestasi, Adhi Purnomo; dan sejumlah staf Deputi IV Kemenpora. Imam mengaku baru sampai di Jakarta dan belum melapor kepada Presiden Joko Widodo. Pihaknya akan menunggu pengumuman resmi KPK.

Menpora pun mengaku belum mengetahui dana hibah kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) terkait penangkapan pejabat Kemenpora oleh KPK pada Selasa (18/12) malam. Setelah mendapatkan pemberitahuan, ia mengatakan Kemenpora akan melihat bagaimana hasil proses dari awal pengajuan proposal, verifikasinya, dan pencairannya karena ini soal-soal teknis.

Menpora mengatakan pejabat dan sejumlah staf yang tertangkap tangan KPK merupakan petugas teknis yang menerima proposal, memverifikasi proposal hingga mencairkan anggarannya. Ia belum ada komunikasi dengan perwakilan KONI terkait operasi tangkap tangan dugaan korupsi dana hibah di Gedung PPITKON Kemenpora pada Selasa (18/12) malam. ''Saya belum tahu ini apa dan di mana masalahnya,'' kata Menpora.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2A7vM7g
December 19, 2018 at 05:55PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2A7vM7g
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 11, 2018

Delapan Halte Transjakarta Terintegrasi MRT-LRT-KRL

Di Halte Bundaran HI akan dibangun pelican crossing dengan enam pintu halte.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Transjakarta membangun delapan halte bus yang akan terintegrasi dengan Moda Raya Terpadu/MRT atau Ratangga, LRT (Light Rail Transit), dan KRL (Kereta Rel Listrik) dalam Jak Lingko. "Halte-halte yang akan diintegrasikan adalah Halte Bundaran Hotel Indonesia (HI) dengan Stasiun MRT Bundaran HI, Halte Tosari dengan Stasiun MRT Dukuh Atas, Halte CSW Koridor 13 dengan Stasiun MRT Sisingamangaraja, dan Halte Lebak Bulus Koridor 8 dengan Stasiun MRT Lebak Bulus," ujar Direktur Teknik dan Fasilitas PT Transjakarta Wijanarko di Jakarta, Selasa (11/12).

Kemudian, Halte Tosari Koridor 1 dengan Stasiun Sudirman, Halte Stasiun Klender Koridor 11 dengan Stasiun Klender, dan Halte Stasiun Cakung dengan Stasiun Cakung. Halte Pemuda Rawamangun dengan Stasiun LRT Velodrome juga akan diintegrasikan.

Misalnya, di Halte Bundaran HI akan dibangun zebra cross menggunakan sistem lampu lalu lintas terkontrol atau pelican crossing dengan enam pintu halte agar pelanggan bisa langsung mengakses MRT. Ke depannya pelanggan tidak perlu bersusah-payah menggunakan jembatan penyeberangan orang (JPO).

Salah satu halte yang butuh perjuangan dalam realisasi integrasi adalah Halte CSW Koridor 13 yang kemungkinan untuk integrasinya dengan Stasiun MRT Sisingamangaraja akan dibuatkan fasilitas eskalator atau lift. Transjakarta yang telah menjual kartu Ok Otrip atau sekarang disebut Jak Lingko dari Desember 2017 hingga November 2018 mencapai 131.787 itu telah memulai sebuah perubahan integrasi moda transportasi umum yang tergabung dalam Jak Lingko dimulai dari Tanah Abang pada Selasa.

"Yang sekarang banyaknya orang menggunkan angkutan daring (online), tapi yang akan menjadi utama karena JPM (Jembatan Penyeberangan Multiguna) telah selesai, ini menjadi pertemuan antarmoda stasiun KRL, jalan busway dengan Jak Lingko," ujar Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PxkqOv
December 11, 2018 at 05:55PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PxkqOv
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 5, 2018

In Picture: Aktivis Lingkungan Minta Polusi Udara Ditangani Serius

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah aktivis Gerakan Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta (Ibu Kota) mengendarai sepeda menggunakan masker saat aksi di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (5/12).

Pada aksinya mereka mengajukan notifikasi gugatan warga negara terkait buruknya udara Jakarta dan meminta Pemprov DKI Jakarta untuk menangani permasalahan polusi udara di Jakarta secara serius agar tidak memakan korban terutama kelompok masyarakat rentan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Suj3lH
December 05, 2018 at 05:55PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Suj3lH
via IFTTT
Share:

Sunday, December 2, 2018

Panggilan Hati dan Silaturahim di Reuni 212

Sejumlah massa dari berbagai organisasi islam mengikuti reuni aksi 212 di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Ahad, (2/12).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
EMBED
Bahkan, sampai jalan kaki hanya untuk datang ke Reuni Alumni 212.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panggilan hati dan ingin bersilaturahim menjadi alasan masyarakat untuk datang ke Reuni Alumni 212. Hal itu diungkapkan Sunandar yang datang dari Bogor, Jawa Barat.

Menurutnya, masyarakat dari Bogor banyak yang mengikuti Reuni Alumni 212. Baik dari kalangan tua dan muda ikut ke Reuni tersebut. Bahkan, sampai jalan kaki hanya untuk datang ke Reuni Alumni 212.

Berikut video lengkapnya.

  • Videografer:
  • Havid Al Vizki
  • Video Editor:
  • Wisnu Aji Prasetiyo

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2AHSXVb
December 02, 2018 at 05:55PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2AHSXVb
via IFTTT
Share:

Friday, November 30, 2018

Boeing akan Lakukan Pembaruan Perangkat Lunak 737 Max

Pembaruan perangkat lunak Boeing 737 Max sebagai antisipasi pascajatuhnya Lion Air

REPUBLIKA.CO.ID, SEATTLE -- Boeing dikabarkan akan tengah mempertimbangkan rencana untuk memperbarui perangkat lunak pesawat 737 Max. Pembaruan perangkat lunak pesawat tersebut rencananya akan dilakukan dalam enam sampai delapan pekan ke depan.

Boeing memastikan hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi usai kecelakaan pesawat Lion Air registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 yang terbang dari Jakarta ke Pangkalpinang pada 29 Oktober 2018. Pesawat tersebut mrupakan tipe Boeing 737 Max 8.

Dilansir dari Reuters, Jumat (30/11), informasi tersebut didapatkan dari dua sumber regulator penerbangan Amerika Serikat. Sebab, saat ini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan ada kemungkinan kecelakaan tersebut terjadi karena adanya anti-stall atau kondisi pesawat yang kehilangkan daya angkat sehingga terus membuat hidung pesawat terdorong ke bawah.

Meskipun begitu, Boeing menilai pilot pada penerbangan sebelumnya yaitu rute Denpasar-Jakarta dapat mengatasi hal tersebut. Pada akhirnya, pesawat tipe Boeing 737 Max 8 tersebut tetap aman untuk terbang.

Hanya saja, regulator Amerika Serikat (AS) mengatakan Boeing juga memeriksa kemungkinan adanya perbaikan perangkat lunak. Hal itu dilakukan setelah Boeing dianggap tida menyampaikan perubahan sistem otomatis pesawat tersebut dalam manual untuk 737 Max.

Dengan adanya peningkatan perangkat lunak tersebut, diperkirakan kondisi anti-stall tersebut dapat dihindari. Hal itu terjadi karena Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) terus aktif sampai hidung pesawat turun.

Kedua sumber regulator penerbangan AS tersebut mengungkapkan fungsi MCAS tersebut akan dinonaktifkan. Hal itu dapat dilakukan jika kru meniadakannya dengan menyesuaikan pengaturan dalam arah yang berlawanan.

"Ketika kru membuat penyesuaian, pada dasarnya akan melepaskan MCAS kecuali mendapat data baru," kata salah serorangs umber tersebut.

Dari rekaman flight data recorder (FDR) yang sudah ditemukan KNKT, pilot berusaha memperbaiki sistem lebih dari 24 jam sebelum pesawat tersebut jatuh ke perairan Tanjung Karawang. Lalu menewaskan sekitar 189 orang yang berada di dalam pesawat.

Semenjak hal itu terjadi, fungsi sensor angle of attack (AOA) mulai disorot. Investigator menduga sensor AOA tidak bekerja dengan baik sehingga mengarahkan munculnya peringatan stall. Dapat dipastikan, pembaruan perangkat lunak Boeing akan menjadi langkah darurat dari Boeing dan Federal Aviation Administration (FAA).

Hanya saja, Boeing menolak berkomentar terkait rencana peningkatan perangkat lunak tersenut. "Sebagai bagian dari praktik standar kami setelah kecelakaan atau insiden apa pun, kami memeriksa desain dan operasi pesawat kami, dan bila perlu, menerbitkan buletin dan membuat rekomendasi kepada operator untuk lebih meningkatkan keselamatan," jelas juru bicara Boeing.

Juru bicara Boeing memastikan evaluasi kebutuhan untuk perangkat lunak atau perubahan lain terus dilakukan. Sebab, Boeing akan belajar lebih banyak dari penyelidikan yang sedang berlangsung. Terlebih selama ini, Boeing telah mengirimkan 241 pesawat kepada para pelanggannya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rfaNKA
November 30, 2018 at 05:55PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2rfaNKA
via IFTTT
Share:

Thursday, November 29, 2018

4 Benda yang Selalu Dibawa Kate Middleton di Tas Kecilnya

Kate tidak membawa ponsel.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Coba cek tas Anda. Ada benda apa saja di dalamnya? Apakah ada kuitansi pembelian, beberapa lipstik, kunci, sisir, kaca, ponsel, dompet, hingga tisu?

Coba bandingkan dengan Kate Middleton yang hanya membawa empat benda di dalam tasnya. Duchess of Cambridge ini sering tertangkap kamera membawa sebuah tas kecil dalam banyak kegiatan formal kerajaan. Dengan tas sekecil itu, benda-benda yang dibawa pun lebih terbatas.

Sebab itu, menurut penulis Kate: A Biography, Marcia Moody, Kate hanya membawa empat barang dalam tasnya. Barang-barangnya sangat praktis dan menjadi alasan yang bisa menjelaskan bagaimana dia selalu terlihat begitu segar dalam setiap kesempatan.

Benda pertama yang menempati tas kecilnya adalah cermin yang ringkas. Keberadaan benda itu mungkin untuk memeriksa riasan di bagian tertentu agar penampilannya selalu terlihat sempurna.

Kate juga membawa lip balm dan selembar kertas blotting. Kertas itu biasanya digunakan untuk menghilangkan minyak berlebih atau keringat dari wajah. Sedangkan item terakhir adalah saputangan.

Ya, anggota keluarga Kerajaan Inggris ini sama sekali tidak membawa ponsel, kunci, atau benda-benda yang sering ditemukan dalam tas perempuan pada umumnya. Dia hanya membawa cermin, lip balm, kertas blotting, dan saputangan, benda-benda yang menjaganya tetap elegan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Q2uOD1
November 29, 2018 at 05:55PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Q2uOD1
via IFTTT
Share:

“Bertemu” Almarhumah Usai Umrah Badal untuk Ibunda dan Istri

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Pria berusia 74 tahun itu bernama M Takwid. Ini pertama kalinya ia menunaikan ibadah umrah. Tepatnya, tanggal 3-12 November 2018.

Semula, laki-laki yang berprofesi sebagai guru itu sempat ragu dan khawatir. Ia takut tertipu seperti teman-temannya  yang sudah bayar tapi tak kunjung berangkat umrah. Setelah mencari banyak referensi akhirnya ia  memutuskan untuk umrah bersama Naja Travel Cabang Pantura. 

Setelah mendaftar, Takwid lebih aktif untuk konsultasi tentang umrah bersama H. Khotibul Umam,  yang akrab dengan panggilan Gus Khotib, pengurus Pondok Pesantren Al-Karimi, Mereng, Pemalang, Jawa Tengah.  “Di Ponpes Al-Karimi, saya bertemu tim Naja. Alhamdulillah, saya semakin yakin untuk segera berangkat umrah,” kata Takwid dalam rilis Naja Travel yang diterima ihram.co.id, Rabu (28/11).

Takwid berniat, begitu selesai menunaikan ibadah umrah untuk dirinya sendiri, ia ingin mengumrahkan (mem-badal-kan) almarhumah ibunda dan istrinya. “Setelah melaksanakan umrah badal untuk almarhumah ibu dan istri saya, saya mendapatkan pengalaman yang indah,” tuturnya.

Setelah sepulang umrah badal untuk ibu tercinta,  ketika istirahat di hotel,  belum sempurna  tidurnya dan ia   masih sadar, tiba-tiba sang ibu datang dan menyapanya, "Kok lama baru ke sini?" 

Takwid pun langsung  bangkit dan mengkonsultasikan hal tersebut kepada muthowif. Muthowif mendoakan sang ibu dan Takwid agar disatukan oleh Allah SWT di surga Allah kelak.

Pada hari berikutnya, Takwid melakukan umrah badal untuk istri tercinta yang sudah meninggal 20 tahun lalu. Pengalaman yang sama terjadi. “Saat saya hendak istirahat di hotel, dalam keadaan masih sadar, tiba-tiba istri saya datang dan berkata, ‘Saya kangen’,” ungkapnya.

Berita Terkait

Takwid mengaku, ucapan sang istri terdengar jelas olehnya. Hal itu membuatnya menangis. “Saya menangis terharu karena rindu kepada dua wanita terindah dalam hidup saya, yakni almarhumah ibu saya dan almarhumah istri saya,” papar Takwid.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RmJERA
November 29, 2018 at 05:55PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RmJERA
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 27, 2018

Cina akan Gunakan Satelit dan Roket untuk Buat Hujan

Cina ingin memindahkan uap air di atas sungai Yangtze ke kawasan kering.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Ilmuwan China mengungkapkan rencana mereka untuk menggunakan satelit dan roket sebagai bagian dari proyek ambisius untuk secara artifisial menciptakan curah hujan. Namun, sebagian kalangan mempertanyakan keberhasilan program tersebut.

Proyek bernama 'Tianhe Project' alias 'Sungai Angkasa' yang memakan anggaran sebesar 19 juta dolar AS atau setara dengan Rp 199 miliar merupakan proyek percobaan hujan buatan terbesar di dunia. Tujuannnya adalah untuk mengalihkan uap air berlebih di atas cekungan sungai Yangtze menuju ke kawasan yang lebih kering di Cina, demikian dilaporkan oleh sejumlah media setempat.

Para ilmuwan dari Universitas Tsinghua dan Qinghai Cina mengajukan proyek ini pada tahun 2015, yang mengharuskan pembangunan koridor udara buatan untuk membawa uap air tersebut.

Baru-baru ini, mereka telah mulai mengembangkan satelit dan roket yang kemudian akan memantau keberadaan dan gerakan uap air tersebut dan mengarahkannya kembali untuk menciptakan curah hujan. Surat kabar People's Daily awal bulan ini melaporkan enam satelit yang dikembangkan oleh Shanghai Academy of Spaceflight Technology dijadwalkan akan mulai beroperasi pada 2022. Satelit akan memandu pembuatan koridor udara di atas sungai terbesar di Asia itu, dan untuk memantau distribusi uap air di udara.

Menurut mantan Perdana Menteri China Wen Jiabao, krisis air dapat menjadi ancaman terbesar bagi kebangkitan Cina sebagai negara adikuasa karena akan mempengaruhi pertumbuhan dan stabilitas di sana. Jika proyek itu berhasil, maka sistem ini bisa mengalihkan 5 miliar meter kubik air setiap tahun untuk meringankan daerah yang kering di utara Cina. Namun fisikawan dari Cina dan Australia meragukan kemungkinan keberhasilannya.

"Saya pikir proyek ini terlalu ambisius," kata ahli meteorologi dan fisika ABC, Nate Byrne.

"Ini persoalan tentang sejumlah besar energi yang akan diperlukan hanya untuk menguapkan air dan itu biasanya dilakukan secara alami oleh matahari."

Agenda pembangunan proyek 'Sungai Angkasa' ini mengikuti tren proyek baru-baru ini di mana Cina mencoba untuk merekayasa aspek lingkungan alam. Awal bulan ini, para ilmuwan nuklir mencapai tonggak penting dengan menciptakan "matahari buatan" dengan memanfaatkan energi dari fusi nuklir, sementara bulan lalu, Cina mengumumkan mereka sedang dalam proses menciptakan "bulan buatan" yang cukup terang untuk menggantikan lampu jalan kota pada 2020.

'Fantasi yang tidak masuk akal'

Dasar-dasar pemikiran sains di balik rencana ini masih menjadi bahan kontroversi. Beberapa fisikawan terkemuka di Cina mempertanyakan apakah proyek itu akan berhasil. Mereka memilih untuk menyuarakan kekhawatiran mereka secara terbuka setelah terungkap bahwa proyek itu akan menggunakan satelit dan roket yang mahal.

"Proyek ini adalah fantasi yang tidak masuk akal baik berdasarkan landasan ilmiah maupun kelayakan teknis," kata Lu Hancheng, seorang profesor di Universitas Teknologi Pertahanan Nasional di Beijing kepada harian milik pemerintah Global Times.

Ahli meteorologi dan fisika ABC, Nate Byrne sepakat dengan komentar ini, menurutnya agar rencana ini berhasil, awan perlu dikendalikan ke arah yang benar. Menurutnya, itu membutuhkan perubahan yang "tidak mungkin" terjadi mengenai arah angin di atmosfer.

"Ini masalah yang terlalu besar untuk dipikirkan ... dalam pandangan saya, tidak ada peluang nyata bahwa ini akan berhasil," katanya.

"Mengarahkan [uap air] - itu adalah tugas yang sangat besar."

Ini bukan pertama kalinya Cina beralih ke roket untuk secara aktif mengubah perilaku cuaca. Selama Olimpiade Beijing 2008, media pemerintah Cina melaporkan bahwa negaranya berhasil mencegah hujan selama upacara pembukaan. Hal itu dilakukan dengan menembakkan 1.110 roket ke langit untuk mengacaukan sabuk hujan dan memicu hujan sebelum memasuki stadion.

Dipercaya bahwa roket-roket itu mengandung partikel-partikel inti kondensasi awan di udara yang terdiri dari debu, garam, atau bakteri yang sangat penting untuk menciptakan uap air dan menyebabkan hujan. Proses ini disebut penyemaian awan, tetapi Byrne mengatakan bahwa bidang ilmu yang sedang berkembang ini masih dalam tahap pengembangan awal.

"Eksperimen pembenihan awan yang telah dilakukan skalanya luar biasa kecil, sangat lokal ... dan bahkan eksperimen tersebut belum membuahkan hasil," katanya.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2r4zGc0
November 27, 2018 at 05:55PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2r4zGc0
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 21, 2018

Persib dan Tuduhan Pengaturan Skor Itu

Manajemen Persib akan mengusut tuntas tudingan pengaturan skor.

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh Hartifiany Praisra

BANDUNG -- Persib Bandung dilanda isu pengaturan skor ketika melawan PSMS Medan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (9/11) lalu. Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Yoyok Sukawi angkat suara mengenai kabar match fixing yang dilakukan Persib.

"Dua pertandingan Persib melawan PSMS Medan dan PSIS Semarang sangat penting bagi ketiga tim. Saya rasa terlalu dibuat atau mengada-ada karena pendapatannya ratusan miliar rupiah dari penonton dan sponsor," kata Yoyok saat dihubungi Republika, Selasa (20/11).

Yoyok menilai isu pengaturan skor yang ditujukan ke Maung Bandung terkesan dipaksakan. Menurut dia, hal tersebut sangat tidak mungkin dilakukan karena Persib merupakan tim yang besar, termasuk dari segi finansial. Apa lagi, kondisi penampilan Persib yang sedang menurun dan rumor tersebut menyedot isu nasional.

"Jadi, begitu dituduh menjual, saya rasa malah kasihan pemainnya dan juga tidak kondusif," ujar Yoyok. Yoyok menegaskan, PSSI menjaga seluruh pertandingan Liga 1 dengan sangat ketat. Langkah tersebut bertujuan untuk menghindari beragam pelanggaran pertandingan, termasuk match fixing.

"Ibaratnya dua pertandingan itu hidup mati ada di sana. Kalau Persib kalah, tidak juara. Kalau PSMS kalah, degradasi. Begitu juga PSIS. PSSI akan memastikan bahwa pertandingan itu berjalan fair play," kata Yoyok.

Selain itu, PSSI mengedukasi dan mengganjar hukuman kepada klub dan pesepak bola mana saja jika ada pelanggaran dalam pertandingan. Yoyok mengatakan, jika memang ada yang menuduh, tim yang terseret bisa menuntut masalah ini. Sebaliknya, jika memang hanya rumor, sebaiknya tidak perlu diperbesar polemiknya.

Untuk itu, Yoyok mengimbau agar pihak manapun tidak termakan dan terpancing dengan berita yang belum pasti kejelasannya. Ini karena akhir-akhir kompetisi merupakan masa krusial bagi semua tim kontestan Liga 1.

"Justru ini dimanfaatkan oleh orang-orang yang menyebar berita hoaks yang membuat kita (suporter) terpecah belah. Kita harus hati-hati, jangan mudah terpancing berita yang tidak benar," ujar Yoyok.

Di tempat berbeda, manajemen Persib membantah keras tudingan pengaturan skor pertandingan ketika melawan PSMS. Manajemen Maung Bandung bakal mengusut tuntas fitnah yang beredar luas tersebut.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QdJ0s4
November 21, 2018 at 05:55PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QdJ0s4
via IFTTT
Share: