Showing posts with label 2018 at 05:13PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 05:13PM. Show all posts

Tuesday, December 11, 2018

Pemkot Bandung Jamin Pasokan Pangan Aman Jelang Akhir Tahun

Stok beras aman dan siap dikucurkan jika pasokan di pasar terkendala.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Erick M. Athauriq menjamin pasokak kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Kota Bandung aman jelang akhir tahun. Pasokan ini menjadi perhatian serius karena kerap mengalami kenaikan permintaan di akhir tahun.

"Stok (pangan) alhamdulillah terkendali akhir tahun ini," kata Erick ditemui di sela-sela kegiatan Rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bandung di Hotel Grandia, Kota Bandung, Selasa (11/12).

Ia menuturkan ada beberapa komoditi yang menjadi perhatian utama pasokannya di pasaran. Di antaranya beras, daging ayam dan telur ayam yang biasanya mengalami lonjakan permintaan.

Menurutnya berdasarkan koordinasi dengan Bulog, stok beras aman dan siap dikucurkan jika pasokan di pasar terkendala. Sehingga kebutuhan masyarakat bisa tetap aman.

"Kita fokus pada yang sangat fundamental itu beras. Kita koordinasi dengan Bulog aman bahkan untuk 3-6 bulan ke depan. Jadi kalau dibutuhkan kita siap operasi pasar," ujarnya.

Sementara untuk telur, kata dia, telah didatangkan pasokan dari Blitar. Pasokan ini bahkan membuat harga telur yang sempat naik kembali turun. Sedangkan untuk daging ayam ras pasokan juga aman dari daerah produsen.

Ia menambahkan pada Desember ini biasanya pasokan yang cukup terganggu adalah sayuran. Sebab stoknya sangat bergantung pada faktor cuaca. Kebanyakan komoditas sayuran dipasok dari Kabupaten Bandung. Ini juga menjadi salah satu perhatian tim TPID Kota Bandung.

Untuk menekan harga di pasar, ia menyebutkan pihaknya rutin menggelar bazzar murah di berbagai kecamatan hingga akhir tahun. Sehingga masyarakat tetap bisa mendapatkan kepokmas dengam harga terjangkau.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RXoOIA
December 11, 2018 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RXoOIA
via IFTTT
Share:

Saturday, December 8, 2018

Presiden River Plate Mengaku Sebagai Madridista

Rodolfo tidak keberatan final Copa Libertadores dilaksanakan di Madrid.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Presiden River Plate Rodolfo D'Onofrio mengatakan, Real Madrid sebagai klub Eropa yang selalu menjadi favoritnya. Setiap kali menyaksikan pertandingan Los Blancos di La Liga Spanyol dan Liga Champions, Rodolfo selalu mengunggulkan Real Madrid.

"Saya selalu mendukung Real Madrid. Sejak lama saya merasa punya relasi historis dengan klub besar ini," kata Rodolfo dikutip dari AS, Sabtu (8/12).

Rodolfo sekarang berada di Kota Madrid karena mendampingi timnya, Los Millonarios, menjelang melawan Boca Juniors. River akan melawan Boca untuk leg kedua babak final Copa Libertadores yang akan digelar pada Senin (10/12) dini hari WIB di Stadion Santiago Bernabeu.

Final dialihkan ke Spanyol karena adanya insiden penyerangan terhadap bus pemain Boca beberapa waktu lalu menjelang pertandingan di Stadion El Monumental.

Rodolfo tidak keberatan final dilaksanakan di Madrid karena kota tersebut punya kesan di hatinya.

Rodolfo sering berkunjung ke ibu kota Spanyol itu untuk urusan bisnis dan menonton sepak bola. Ia juga senang Los Blancos memfasilitasi pemain River untuk berlatih di Camp Valdebebas. "Kami merasa terhormat bisa memakai fasilitas latihan Real Madrid," ujar dia menjelaskan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PrwgcW
December 08, 2018 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PrwgcW
via IFTTT
Share:

JK Sebut Pembuatan KTP Elektronik Bersifat Dinamis

Yang harus diperbaiki adalah kecepatan pemerintah untuk mengantisipasi penduduk

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan, pembuatan KTP elektronik sangat dinamis. Sebab, tiap tahun penduduk Indonesia yang lahir berjumlah sekitar lebih dari 3 juta jiwa sehingga proyek KTP elektronik tidak pernah berhenti sepanjang zaman.

"Tiap tahun yang lahir di Indonesia ini 3 juta lebih, berarti yang berumur 16 tahun naik 17 tahun itu juga kurang lebih 3 juta orang, maka 3 juta orang tiap tahun harus dikasi KTP," ujar Jusuf Kalla usai menghadiri penutupan Silaknas Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Universitas Bandar Lampung, Sabtu (8/12).

Ketika disinggung terdapat masyarakat yang memalsukan KTP elektronik, Jusuf Kalla menilai, hal tersebut merupakan perbuatan orang yang ingin mencari jalan pintas. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengantisipasi jumlah penduduk yang terus bertambah.

"Karena itu yang harus diperbaiki adalah kecepatan pemerintah untuk mengantisipasi penduduk yang bertambah terus menerus, jadi proyek KTP elektronik itu tidak pernah berhenti sepanjang zaman," kata Jusuf Kalla.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri) telah membuat laporan ke Polda Metro Jaya menanggapi aduan penjualan blanko KTP elektronik pada 4 Desember 2018.

Perwakilan Ditjen Dukcapil Kemendagri sebagai pelapor menjerat pelaku melalui pasal mengenai perdagangan atribut administrasi kependudukan, yaitu Pasal 96A Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan.Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bahtiar mengungkapkan, penjualan blanko KTP elektronik dilakukan oknum NI berdasarkan hasil identifikasi awal diduga yang bersangkutan kerabat mantan pejabat Dinas Dukcapil Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.Bahtiar menuturkan pihaknya telah melaporkan dugan tindak pidana tersebut ke Polda Metro Jaya.

"Setelah dilakukan pelacakan dan investigasi ditemukan bahwa diduga seseorang berinisial 'NI' yang mencuri Blanko KTP-el, sekitar Maret 2018 karena pada 13 Maret 2018 blanko KTP-el diserahkan ke daerah dan blangko tersebut dicoba dijual sekarang," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zPrph0
December 08, 2018 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zPrph0
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 4, 2018

Mabes Polri: TKP Pembunuhan 31 Pekerja di Papua Wilayah Aman

Terjadi pembunuhan di Papua terhadap 31 pekerja jembatan oleh KKB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal mengatakan bahwa lokasi penembakan sejumlah pekerja proyek di Kabupaten Nduga, Papua adalah wilayah yang aman. Sebanyak 31 orang pekerja Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua tewas dibunuh, pada Ahad (2/12).

"Walaupun ada beberapa insiden waktu pemilukada, ada penembakan pesawat. Tapi selama beberapa waktu ke belakang aman," kata Iqbal dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa.

Terkait peristiwa pembunuhan terhadap sejumlah pekerja PT Istaka Karya yang merupakan sebuah BUMN, menurut dia, saat ini Polri masih berusaha menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Kami harus ke TKP untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan semua bukti yang ada, petunjuk yang ada, pertolongan terhadap korban yang paling utama," katanya.

Menurut informasi yang didapatkan dari Istaka Karya, diperkirakan terdapat sekitar 30 orang pekerja yang sedang bekerja membangun jembatan di lokasi kejadian saat penembakan terjadi. Ia juga menegaskan bahwa jumlah korban hingga saat ini belum dapat dipastikan.

"Itu belum bisa kita pastikan. Jumlah korban, ada yang kabur. Harus dipastikan dulu," katanya.

Berdasarkan keterangan Polda Papua, hingga Senin (3/12) pukul 22.35 WIT, sebanyak 24 orang dibunuh terlebih dahulu. Kemudian, delapan pekerja lain sempat menyelamatkan diri ke rumah seorang anggota DPRD. Namun, delapan orang itu dijemput oleh KKB, tujuh di antaranya dibunuh dan satu orang belum ditemukan.

Kapendam Cenderawasih XVII, Kolonel Inf Muhammad Aidi, mengatakan, kejadian pembunuhan di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, masih berkaitan dengan peringatan hari jadi organisasi papua merdeka (OPM). Ia menyebutkan, ada pekerja yang melihat dan mengambil gambar saat OPM melakukan upacara pada Ahad (2/12) lalu.

"Informasi awal, salah satu pemicu kejadiannya ini, pada 2 Desember hari Minggu, mereka melaksanakan upacara ulang tahun yang mereka declare sebagai hari kemerdekannya, kemudian ada pekerja jalan yang ikut nonton dan ikut mengambil gambar dari kejadian itu," ujar Aidi di Jakarta, Selasa (4/12).

Aldi menerangkan, setelah pekerja itu mengambil gambar proses upacara, kelompok yang melaksanakan upacara tersebut marah. Mereka kemudian menyerang seluruh pekerja yang ada di sana. Aidi menuturkan, hal tersebut mengindikasikan, mereka tak mau kegiatan yang mereka lakukan terpublikasi ke luar.

"Apalagi sampai diketahui aparat kemanan. Sehingga dia berpikiran semua pekerja di situ membocorkan kegiatan mereka. Lantas mereka bantai semuanya," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PfrpM4
December 04, 2018 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PfrpM4
via IFTTT
Share:

Monday, December 3, 2018

Dirut KSEI: Jumlah Investor Tahun Modal Depan Bisa 4,5 Juta

Pertumbuhan SID didorong perpindahan Bapertarum ke Tapera.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyatakan, jumlah investor pasar modal terus meningkat. Jumlah pemegang Single Investor Identification (SID) pun per November 2018, telah mencapai 1,6 juta.

"Kita tidak pernah targetin, karena itu hasil dari semua pihak. Jadi kita melihat pertumbuhannya sangat cepat dan signifikan, kita bersyukur sekali," ujar Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari saat ditemui di sela CEO Network di Jakarta, Senin, (3/12).

Ia pun mengaku optimistis dengan prospek perekonomian Indonesia tahun depan. Bahkan ia yakin, jumlah pemegang SID tahun depan bisa menembus dua juta.

"Bahkan bisa tambah 4,5 juta pemegang SID kalau Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat) jadi pindah dari Bapertarum. Anggotanya kan 4,5 juta itu nanti langsung dikasih SID dan jadi investor di pasar modal karena kelolaannya dimasukkan ke pasar modal," jelas Friderica.

Maka bila itu terjadi, kata dia, total pemegang SID tahun depan bisa mencapai enam juta. "Pemindahannya itu kini masih tunggu PP (Peraturan Pemerintah)," katanya.

Lebih lanjut terkait investor asing, Friderica menuturkan setahun ini masih net sell. Hanya saja kemarin setelah ada peralihan transaksi di bursa dari T+3 ke T+2 jumlah investor asing meningkat.

"Masuknya luar biasa, per hari transaksi hampir Rp 13 triliun. Kalau saya lihat, investor asing itu ibaratnya tidak perlu diajari, mereka akan tahu ke mana uang mereka bisa berkembang optimal. Salah satunya di Indonesia," jelasnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DXz3sq
December 03, 2018 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DXz3sq
via IFTTT
Share:

Friday, November 30, 2018

BPN more optimistic to win 2019 presidential election

Prabowo camp gains support from descendants of NU's founders.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — National Winning Agency (BPN) or Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno pair success team has became more optimistic to win 2019 presidential election. Their have bigger confidence following support of the family of Nahdlatul Ulama (NU) founders, namely KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, and KH Bisri Syansuri.

“We are more optimistic to win 2019 presidential election, with the support from NU clerics. It is an extraordinary support,” said BPN member Sodik Mujahid on Friday (Nov 30).

According to Sodik, the support from NU founders family showed that Prabowo is accepted by all parties. During this time, a presidential candidate number 02 often attacked by many issues which cornered him personally.

“Moreover, last night clerics said that Mr. Prabowo is recognized internationally and his assertive attitude doesn’t need to be doubted,” Sodik added.

Furthermore, Sodik refused to comment the rumor about the rejection from one of Islamic Boarding Schools (pesantren) and NU branch in Garut, West Java against a vice presidential candidate of presidential candidate President Joko Widodo (Jokowi), KH Ma’ruf Amin. He stressed BPN focused on embracing the community and establishing friendship with all elements.

“We don’t want to interfere the rumor, also about Mr. Ma’ruf,” Sodik said.

Prabowo and Sandiaga are very pleased with the support of descendants of NU's founders, such as KH Hasyim Asyari, KH Wahab Abdullah, and KH Bisri Syansuri, he noted. The support was conveyed personally at Prabowo's residence in Jakarta on Wednesday evening (Nov 28).

Tens of grandchildren of the NU's founders who met Subianto included Gus Irfan, a grandson of KH Hasyim Asyari; KH Hasib Wahab, a grandson of KH Wahab Abdullah; and KH Hasyim Karim, a grandson of KH Bisri Syansuri.

"Our last pride is how we focus on overcoming economic problems," said Kiai Hasyim at Prabowo's residence on Jalan Kertanegara, Jakarta, Wednesday (28/11) night.

Kiai Hasyim said that he was proud to see Prabowo as the keynote speaker at The World 2019 Gala Diner held by The Economist in Singapore, on Tuesday (11/27) because through the forum, Prabowo explained the economic program promoted to the CEOs of large companies in the world.

He considered a leader must be clear and convincing when speaking in an international forum and that could be done by Prabowo.

"I hope people can see and judge who really has leadership qualities," he said.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2P9WuRa
November 30, 2018 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2P9WuRa
via IFTTT
Share:

Monday, November 26, 2018

Polda Jatim Keluarkan SP3 Kasus Dugaan Penipuan Ahmad Dhani

Kasus tersebut dihentikan karena penyidik tidak menemukan unsur pidana.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepolisian Daerah Jawa Timur mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap kasus dugaan penipuan dan penggelapan investasi vila di Batu senilai Rp200 juta yang menyeret politikus Gerindra Ahmad Dhani Prasetyo. Kasus tersebut dihentikan karena penyidik tidak menemukan unsur pidana dalam pemeriksaannya.

"Setelah didalami oleh penyidik, maka berkesimpulan ini adalah masalah perdata sehingga kita SP3-kan kasus ini. Tidak masuk ke ranah penyidikan karena tidak masuk pidana," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (26/11).

Sebelumnya, suami Mulan Jameela itu dilaporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan dalam laporan bernomor LPB/1232/IX/2018/UM/JATIM tertanggal 26 September 2018 dengan Pasal 378 dan 372 KUHP. Pentolan band Dewa 19 itu dilaporkan pengusaha bernama Moh Zaini Ilyas di Polda Jatim atas dugaan penipuan dan penggelapan investasi vila di Batu senilai Rp200 juta.

Kasus ini bermula saat korban dan Ahmad Dhani melakukan pertemuan dengan mantan Wali Kota Batu Edy Rumpoko di rumah dinasnya. Saat itu Ahmad Dhani lalu bercerita bahwa dirinya sedang membangun proyek pembangunan vila di Batu. Lalu Ahmad Dhani menawarkan pada Zaini untuk bantuan modal sebesar Rp400 juta dengan keuntungan lima persen

Selanjutnya, Zaini memberikan pinjaman ke Ahmad Dhani yang ditransfer sebanyak dua kali dengan total Rp400 juta. Dia memberi pinjaman karena Ahmad Dhani berjanji akan mengembalikan selama satu bulan. Namun Dhani hanya membayar Rp200 juta dan sisanya belum dibayar.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PYsfCh
November 26, 2018 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PYsfCh
via IFTTT
Share: