Showing posts with label 2019 at 08:58AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 08:58AM. Show all posts

Friday, May 31, 2019

Tjahjo akan Pimpin Upacara Pemakaman Hari Sabarno

Mantan Mendagri Hari Sabarno meninggal pada Jumat malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo akan memimpin upacara pemakaman mantan Mendagri Hari Sabarno di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, Sabtu. Pemakaman dijadwlakan pukul 13.30 WIB.

"Pukul 13.30 WIB (saya) menjadi inspektur upacara (Irup) pemakaman almarhum Pak Hari Sabarno di San Diego Hills," kata Tjahjo dalam pesan singkat yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.

Jenderal TNI (Hor) Hari Sabarno meninggal dunia karena sakit di usia 74 tahun, Jumat (31/5) malam, di RS Cibubur. Mendagri di era pemerintahan Megawati Soekarnoputri itu lahir di Surakarta pada 12 Agustus 1944 dan menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer Magelang dan lulus pada 1967.

Selain pernah menjabat sebagai mendagri, perwira tinggi TNI AD tersebut juga sempat menduduki posisi sebagai wakil ketua MPR dari Fraksi ABRI/TNI dan menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamananan (Menko Polhukam) menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kami keluarga besar Kemendagri dan BNPP turut berduka cita atas meninggalnya Pak Hari Sabarno. Semoga almarhum ditempatkan di sisi terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan," kata Tjahjo.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2I9T8fE
June 01, 2019 at 08:58AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2I9T8fE
via IFTTT
Share:

Saturday, April 20, 2019

Ridwan Kamil: Urusan Kekuasaan Sudah Ada Takdirnya

Ridwan Kamil mengimbau warga untuk kembali rukun usai hiruk pikuk pemilu.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil atau akbra dipanggil Emil mengajak warga Tasikmalaya untuk tetap menjaga kerukunan usai Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Ia mengimbau warga menunggu hasil resmi penghitungan suara dari penyelenggara.

"Kalau urusan kekuasaannya mah sudah ada takdirnya, jadi sekarang mah tidak usah banyak dibahas. Kita serahkan mekanismenya sambil berdoa," kata dia dalam tausiyahnya di Masjid Agung Tasikmalaya, Ahad (21/4).

Menurut dia, siapapun presiden dan wakil presiden yang terpilih nanti, itu merupakan pilihan rakyat. Ia pun yakin, pemimpin bangsa yang terpilih akan bisa membawa Indonesia lebih maju lagi.

Emil mengatakan, Indonesia diprediksi akan menjadi negara maju pada 2045. Namun, untuk menjadi negara maju tak bisa hanya bergantung pada pemimpinnya.

Ia menjelaskan, kemajuan sebuah negara akan sangat ditentukan oleh menjaga stabilitas ekonomi, sosial politik, dan pembinaan generasi muda saat ini. Salah satu cara menjaga kondisi ekonomi dan sosial politik adalah dengan menciptakan suasana konduif.

Karena itu, ia meminta warga kembali rukun setelah hiruk-pikuk kampanye berlalu. Sekarang kita harus damai lagi. Minimal Jabar damai," kata dia.

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman juga mengimbau seluruh warganya untuk menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ia tak ingin masyarakat terbelah hanya karena Pemilu. "Siapapun yang terpilih itu yang terbaik untuk bangsa kiita, termasuk Tasik. Sekarang kita harus fokus pada hal-hal yang lebih positif," kata dia.

Ia mengatakan, pelaksanaan Pemilu di Kota Tasikmlaya relatif berjalan lancar, tertib, dan aman. Selain itu, ia mengklaim, partisipasi masyarakat sangat tinggi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GsgpbD
April 21, 2019 at 08:58AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GsgpbD
via IFTTT
Share: