Showing posts with label 2018 at 03:34PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 03:34PM. Show all posts

Monday, December 31, 2018

Aktivitas Anak Krakatau Menurun Tapi Harus Tetap Diwaspadai

PVMBG belum menurunkan status terakhir Anak Krakatau dari Siaga menjadi Waspada.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono, melakukan kunjungan koordinasi dengan para pemangku kepentingan di Provinsi Banten. Koordinasi dilakukan dengan Gubernur Provinsi Banten, Kapolda Banten, Bupati Pandeglang, dan wakil Bupati Serang.

Rahmat menyampaikan, zona kewaspadaan di wilayah pesisir Selat Sunda yang semula dinyatakan 500 hingga 1000 meter, menjadi hanya 500 meter dari tepi pantai. Hal ini menyusul keterangan PVMBG bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau telah menurun dan hasil monitoring InaSEIS BMKG yaitu aktivitas kegempaan di sekitar Gunung Krakatau menurun.

Meski demikian, Rahmat mengatakan, masyarakat di pesisir Selat Sunda, yaitu Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Lampung Selatan, Kota Bandar Lampung, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Tanggamus, dan Kabupaten Pesisir Barat, diharapkan selalu waspada. "Hal ini karena PVMBG belum menurunkan status terakhir Gunung Anak Krakatau dari Siaga menjadi Waspada. Di samping itu potensi longsor di wilayah Gunung Anak Krakatau masih tetap ada," kata dia dalam keterangan pers, Senin (31/12).

Rahmat mengatakan, BMKG meminta agar masyarakat selalu memperhatikan informasi kegempaan dan potensi tsunami melalui aplikasi info BMKG, atau pun aplikasi MAGMA untuk memantau aktifitas gunung api. Selain itu BMKG juga akan segera memberikan informasi resmi terbaru terkait kondisi kegempaan di wilayah Gunung Anak Krakatau.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AplKP0
December 31, 2018 at 03:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AplKP0
via IFTTT
Share:

Friday, December 28, 2018

Jokowi Bantah Kiai Ma'ruf tak Bantu Dongkrak Elektabilitas

Jokowi mengatakan hasil survei menunjukan Kiai Ma'ruf ikut menyumbang elektabilitas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Presiden (Capres) Joko Widodo (Jokowi) membantah jika KH Ma'ruf Amin, sebagai cawapres, tidak membantu mendongkrak elektabilitas pasangan nomor urut 1 itu. Jokowi mengatakan, hasil survei menunjukan jika Kiai Ma'ruf ikut menyumbang kenaikan elektabilitas.

"Mendongkrak, siapa bilang (tidak mendongkrak). Di survei kan kelihatan," kata Jokowi, di kediaman Kiai Ma'ruf di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/12).

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) mengaku akan mengintensifkan kampanye mulai Januari nanti. TKN mengatakan, saat itu tim dan pasangan calon akan lebih agresif dalam menyosialisasikan program pasangan calon.

Calon wakil presiden Ma'ruf Amin mengatakan, dirinya dan Jokowi akan membagi tugas dalam melaksanakan kampanye ke sejumlah daerah. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini melanjutkan, keduanya tidak akan berjalan bersama dalam melakukan kunjungan ke daerah-daerah.

"Kita saling mengisi saja, jadi ada daerah yang saya harus datang, ada yang pak Jokowi harus datang jadi mengalir saja, daerah mana," kata Ma'ruf Amin.

Baca juga: Bertemu Kiai Ma'ruf, Jokowi Bahas Hasil Survei Pilpres

Dia mengatakan, dirinya juga tidak akan membatasi Jokowi dalam melakukan kunjungan daerah ataupun sebaliknya. Mantan Rais Aam PBNU itu mengatakan, pembagian wilayah dilakukan guna memaksimalkan sosialisasi menyusul minimnya waktu sehingga dapat tertata dengan baik.

"Karena soal waktu saja supaya bisa terkelola dengan baik di seluruh wilayah, maka terpaksa kita harus membagi wilayahnya," kata Ma'ruf lagi.

Kendati, Ma'ruf enggan untuk mengungkapkan lebih lanjut bahasan evaluasi kampanye dalam pertemuan tersebut. Dia beralasan keduanya tidak membahas banyak hal terksit evaluasi kampanye dalam pertemuan kali ini. "Sedikit-sedikit saja, sedikit si enggak usah diceritakanlah, sedikit," tutup Ma'ruf Amin.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LBXEVl
December 28, 2018 at 03:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LBXEVl
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

Jokowi Ingin Pendamping PKH Belajar ke Luar Negeri

Kesempatan belajar ke luar negeri akan membuka dan menambah wawasan pendamping PKH.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo meminta Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengupayakan pengiriman pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) terpilih ke luar negeri untuk belajar. Dengan demikian, pendamping bisa membandingkan praktik di negara maju.

“Bisa sekolah, maksudnya melanjutkan sekolah, bisa training, bisa melihat dan membandingkan negara lain itu negara maju itu seperti apa," katanya saat memberikan pengarahan pada Jambore Sumber Daya Program Keluarga Harapan Tahun 2018 di Istana Negara Jakarta, Kamis (13/12).

"Saya titip Pak Menteri, kita ingin ke depan melakukan pembangunan besar-besaran di SDM, saya minta ada seleksi pendamping-pendamping PKH, ada yang kita kirim ke luar negeri," katanya kepada Menteri Agus.

Kepala Negara mengatakan kesempatan belajar ke luar negeri akan membuka dan menambah wawasan para pendamping program PKH. "Sehingga, mereka memiliki semangat,” kata dia.

Ia menambahkan semuanya memiliki semangat tinggi membangun negara sehingga jangan sampai ada yang tertinggal. “Kita harus memiliki semangat yang sama untuk mengentaskan 15,6 juta yang masih tertinggal," katanya. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengatakan akan terus mengecek pelaksanaan PKH di lapangan. 

Menteri Sosial mengatakan PKH pada 2015 menjangkau sekitar 3,5 juta keluarga penerima manfaat. Namun, tahun ini meningkat dan sudah menjangkau 10 juta keluarga penerima manfaat.

PKH ditujukan untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan, mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin, meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan keluarga miskin, serta mendorong kemandirian keluarga penerima manfaat. Menteri Sosial mengatakan pelaksanaan PKH tidak lepas dari peran 39.700 pendamping PKH yang tersebar di 34 provinsi.

"Penyelenggaraan jambore ini dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM pendamping PKH, " katanya.

Ia menambahkan jambore yang diikuti 598 peserta dari seluruh Indonesia itu merupakan ajang sosialisasi arah kebijakan pemerintah dalam memerangi kemiskinan dan ketimpangan. Jambore sekaligus bagian dari upaya untuk meningkatkan kemampuan SDM pendamping PKH dalam menjalankan program dan melayani warga penerima manfaat.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Goh550
December 13, 2018 at 03:34PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Goh550
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 12, 2018

BI Dorong Wakaf Produktif Jadi Elemen Pembiayaan Pembangunan

Wakaf Linked Sukuk merupakan alternatif berinvestasi sekaligus beramal.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Bank Indonesia (BI) turut mendorong upaya pemanfaatan wakaf secara produktif yang sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional-MUI. Wakaf produktif dianggap mampu menjadi salah satu solusi instrumen pelengkap pembiayaan pembangunan.

Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto mengatakan pengembangan wakaf produktif dibutuhkan untuk mendorong perekonomian nasional, khususnya di tengah masih terbatasnya pembiayaan sosial atau Islamic Social Finance. Untuk itulah, kata dia, BI telah menyusun dan menerbitkan Waqf Core Principles (WCP) dan penerbitan Waqf- Linked Sukuk (WLS). 

Ia menjelaskan, Wakaf Linked Sukuk ini merupakan wakaf tunai, yang akan dibelikan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Instrumen itu merupakan alternatif berinvestasi sekaligus untuk beramal.

"Inovasi wakaf menjadi sebuah instrumen keuangan sosial syariah ini sejalan dengan pilar kedua fokus strategi utama Blueprint Pengembangan Ekonomi Keuangan Syariah yaitu pendalaman pasar keuangan syariah," kata Erwin di forum diskusi ISEF 2018 bertema 'Inovasi Wakaf untuk Kemartabatan dan Kemakmuran Bangsa' Rabu, (12/12).

Wakaf Linked Sukuk merupakan hasil kerja sama antara BI, BWI dan Kemenkeu. Dengan inovasi ini, diharapkan pengembangan wakaf secara masif dapat dicapai sehingga pembangunan ekonomi syariah bisa dipercepat, serta memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional.

Dalam rangka mempertahankan dan melanjutkan program pengembangan wakaf, secara implementasi Bank Indonesia bekerja sama dengan Universitas Darussalam Gontor mendirikan pusat pendidikan bidang wakaf Internasional Center of Awqaf Studies (ICAST). 

Rektor Universitas Darussalam Gontor (Unida), Hamid Fahmi Zarkasy mengatakan ICAST merupakan suatu wadah pengembangan keilmuan yang mencakup pengembangan kurikulum dan edukasi melalui program studi pascasarjana Magister Wakaf, program sertifikasi nadzir wakaf, research and development, seminar dan pelatihan, serta publikasi terkait wakaf. Hamid mengatakan, kondisi masyarakat khususnya umat Islam saat ini, memang kurang edukasi wakaf. Sehingga wajar apabila ada harta atau aset wakaf yang digugat, ahli waris yang mempersoalkan harta wakaf dan orang yang memperjualbelikan harta wakaf. 

Publik banyak yang tidak tahu soal wakaf, sehingga ketika ada niat berwakaf tapi pesannya minta dibangun pesantren atau dibangun masjid. Menurut Hamid ini cara berwakaf yang tidak produktif. Semestinya ia mewakafkan harta dan asetnya, namun hasil dari pengelolaan wakaf tersebut baru diperuntukkan untuk pesantren dan masjid.

"Inilah yang seharusnya perlu diedukasi ke masyarakat," kata Hamid.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PxsPSk
December 12, 2018 at 03:34PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PxsPSk
via IFTTT
Share:

Sunday, December 9, 2018

Ma'ruf Terkilir, Erick: Enggak Pengaruhi Elektabilitas

Ketua TKN mengatakan Ma'ruf Amin tetap bekerja meski dilanda cedera.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim pemenangan kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 memastikan cidera yang mendera Ma'ruf Amin tidak akan berdampak pada elektabilitas pasangan calon. Tim Kampanye Nasional (TKN) mengatakan, hal ini disebabkan Ma'ruf Amin yang tetap bekerja meski dilanda cedera.

"Enggak, kalau cedera kaki memang harus diurut baru bisa jalan tapi tetep bisa bekerja," kata Ketua TKN Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Erick Thohir di Jakarta, Ahad (9/12).

Erick mengaku telah berkomunikasi dengan Ma'ruf perihal cederanya itu. Menurut mantan presiden direktur Inter Milan ini, cedera yang dialami seseorang itu merupakan hal yang wajar.

"Kalau serangan jantung, gegar otak itu baru fatal, kalau ini (cedera kaki) biasa jadi tetap bekerja," ujarnya.

Meski demikian, Erick tidak membantah cedera yang dialami Ma'ruf membuat dirinya tidak bisa meninggalkan kediamannya di Situbondo. Dia mengatakan, meski begitu sakit tersebut tidak menghalangi Ma'ruf untuk tetap aktif bekerja.

"Enggak, kan beliau seperti yang saya bilang, beliau itu memang sekarang silaturahmi ke ponpes-ponpes, kampanyenya Januari. Nanti kalau beliau kampanye janhan kaget kejutan-kejutan yang beliau buat," jelasnya.

Ma'ruf Amin sebelumnya mengklarifikasi kabar yang menyebut dirinya sedang sakit. Dia menekankan dirinya tidak sakit dan tidak sedang dirawat di rumah sakit layaknya kabar yang sempat beredar. Ma'ruf mengaku dirinya tengah dalam pemulihan akibat kaki yang terkilir.

Dia pun meminta maaf kepada awak media kalau dalam beberapa waktu terakhir ini dirinya tidak bisa menemui wartawan lantaran kakinya terkilir. Menurut dia, sebenarnya kakinya sudah lama terkilir, tetapi dirinya tetap memaksakan diri untuk bersilaturrahim ke daerah-daerah.

Akhirnya, lanjut dia, dokter menyarankan agar beristirahat untuk sementara agar kakinya bisa pulih kembali. "Jadi saya sebenarnya bukan sakit. Tidak ada. Apalagi diceritakan saya masuk rumah sakit," ucap Mustasyar PBNU ini.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2L5ZnCa
December 09, 2018 at 03:34PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2L5ZnCa
via IFTTT
Share:

Saturday, December 8, 2018

MTT Selenggarakan Siaga Sehat di Tasikmalaya

Mayoritas penyakit di pengungsian adalah hipertensi.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Kampung Situ dan Kampung Cikondang merupakan kampung yang terkena dampak bencana longsor. Kurang lebih sudah satu bulan terakhir ini longsor kerap kali terjadi saat curah hujan tinggi di daerah tersebut.

Longsor menimpa rumah warga dan akses jalan menuju Kampung Situ dan Kampung Cikondang Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya. Tim Majelis Taklim Telkomsel (MTT) beserta tim Rumah Zakat mengalami kesulitan saat menuju desa tersebut karena jalan tertimbun lumpur, bebatuan, dan jalan yang curam. Waktu yang di tempuh dari Bandung ke lokasi kurang lebih 7-8 jam perjalanan.

Namun diwilayah tersebut telah terlaksana program Siaga Sehat. Yaitu pelayanan kesehatan gratis yang dilaksanakan oleh Majelis Taklim Telkomsel bersama Rumah Zakat di Posko Cikondang dan Posko Situ.

Kegiatan dimulai posko Situ pada  09.00-12.00 WIB, diawali dengan pembukaan oleh PIC. Acara dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan oleh Dr. Laila Dinda dengan tema peningkatan tekanan darah atau hipertensi. Penyuluhan mengambil tema tersebut karena mayoritas penyakit di pengungsian adalah hipertensi.

Kemudian warga melakukan pemeriksaan tensi, setelah itu Pemeriksaan Kesehatan oleh Dokter. Warga yang terindikasi Asam Urat, Kolesterol dan Gula Darah di arahkan untuk ke meja tensi untuk cek Metabolik, lalu mengambil obat di bagian depo obat. Selain itu, dilaksanakan juga pemberian makanan tambahan untuk bayi dan balita berupa Susu dan biskuit.

Setelah istirahat makan dan sholat, tim melanjutkan perjalanan menuju posko Cikondang. Saat menuju posko ini, jalan yang di lalui penuh lumpur dan curam. Waktu yang diperlukan kurang lebih satu jam dari Desa Situ menuju Desa Cikondang. Kurang lebih di mulai  pukul 14.30-16.00 WIB.

Warga sangat antusias dengan kegiatan ini. Secara keseluruhan kegiatan aksi ini berjalan  lancar dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 150 orang. Adapun masyarakat yang mengikuti pelayanan kesehatan yaitu pemeriksaan Kesehatan Umum sebanyak 150 orang, Cek Matabolik sebanyak 40 orang, pemberian PMT 100 Orang, Penyuluhan kesehatan sebanyak 43 orang dan pembagian pampers sebanyak 50 buah untuk pengungsi bayi di posko.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SytN2w
December 08, 2018 at 03:34PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SytN2w
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 5, 2018

Dialog dengan Houthi, Pemerintah Yaman Berangkat ke Swedia

Sekutu Barat telah meningkatkan tekanan pada koalisi Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Delegasi dari Pemerintah Yaman berangkat ke Swedia pada Rabu (5/12) untuk menggelar pembicaraan damai dengan perwakilan kelompok Houthi. Ini merupakan upaya baru untuk mengakhiri perang yang telah membawa kehancuran ekonomi dan kelaparan di Yaman.

Seorang pejabat Yaman mengatakan, tim mewakili pemerintah yang diakui secara internasional Abd-Rabbu Mansour Hadi berangkat dari ibu kota Arab Saudi, Riyadh. Ini perundingan pertama mereka sejak 2016.

Baca juga, PBB akan Gelar Perundingan Damai Yaman.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, pemimpin koalisi yang didukung Barat  memerangi  Houthi untuk memulihkan pemerintahan Hadi.

Namun belakangan, sekutu Barat telah meningkatkan tekanan pada koalisi Saudi untuk menemukan cara dalam mengakhiri konflik yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan lebih dari 8 juta orang di ambang kelaparan.

Kasus pembunuhan  jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul, juga membuat dunia Barat memfokuskan kembali perhatiannya pada perang Yaman dan melakukan pengawasan atas kegiatan Arab Saudi di wilayah tersebut.

Utusan khusus PBB Martin Griffiths melakukan beberapa langkah untuk membangun kepercayaan sebelum perundingan dimulai, termasuk di antaranya mengevakuasi anggota Houthi yang terluka. Ini sebagai syarat agar kelompok itu bersedia  menghadiri pembicaraan di Swedia.

Sementara delegasi Houthi telah tiba di Swedia pada Selasa (4/12). Pada perundingan September lalu, Houthi tidak hadir sehingga pembicaraan tidak dapat dilakukan. Dialog putaran terakhir ini akan fokus pada langkah-langkah membangun kepercayaan  dan pembentukan badan pemerintahan transisional.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SsEOCs
December 05, 2018 at 03:34PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SsEOCs
via IFTTT
Share:

Monday, December 3, 2018

Luhut Bantah Indonesia Hidup dari Utang

Rasio utang RI dinilai masih tergolong rendah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan membantah bahwa selama ini bangsa Indonesia hidup dari utang. Indonesia, kata Luhut, justru menjadi salah satu negara yang paling rendah untuk urusan utang.

"Jadi kita termasuk ke negara yang paling rendah untuk utang. Jadi kalau banyak yang bicara kita hidup dari utang itu tidak benar," kata Luhut dalam seminar Penguatan Kapasitas Pemimpin Indonesia Session 3 guna menghadapi perubahan era revolusi industri 4.0, bertema "Inovasi untuk Indonesia yang lebih baik" yang diselenggarakan Lemhannas, di Jakarta, Senin (3/12).

Ia menjelaskan, utang Indonesia digunakan untuk pembiayaan sektor-sektor produktif seperti pembangunan. Sementara itu, RI memanfaatkan sumber pendanaan lain untuk membiayai program-prgram masyarakat, baik dari pajak maupun penerimaan negara lainnya.

Menurut Luhut, utang yang ditanggung pemerintah saat ini dikelola dengan baik sehingga tidak membebani keuangan negara. Buktinya, Indonesia masih mampu menekan inflasi di bawah 4 persen - 3,5 persen. Ini merupakan pencapaian yang baik.

"Kita bisa menjadi contoh di emerging market karena kita mampu mengelola state budget kita sangat kredibel. Jadi kalau sekarang kita punya inflasi di bawah 4 persen, 3,5 persen, itu adalah satu achievment yang bagus karena selama 12 tahun terakhir ini kita tidak bisa pada posisi seperti itu," ucapnya.

Baca juga, Utang Luar Negeri Indonesia, Naik 42 Persen.

Luhut juga menjelaskan, rasio utang RI masih tergolong rendah karena hanya sekitar 29 persen dari GDP nasional. Angka tersebut jauh dari angka yang ditentukan yakni 60 persen.

Tak hanya itu, Luhut menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah berjalan lebih bagus jika dibandingkan negara lain di dunia. Bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup diapresiasi oleh Bank Dunia dan IMF.

Kemudian alasan selanjutnya, Indonesia memiliki gross domestic product (GDP) yang cukup besar, di sekitaran angka 1,1 triliun dolar AS. Selain itu, ada pula kebijakan tax amnesty yang berdampak pada meningkatnya rasio penerimaan pajak nasional.

Luhut menjelaskan, tax rasio RI untuk pertama kalinya ada di angka 12,1 persen di tahun ini. Intinya kata Luhut, penerimaan negara dari pajak meningkat karena orang yang membayar pajaknya bertambah.

"Kenapa bertambah, karena itu akibat dari tax amnesty. Kita berharap, dalam 2-3 tahun ke depan tax rasio kita akan bisa 15 persen. Artinya kalau 15 persen dari 16.000 triliun GDP kita itu kira kira kita akan bisa menerima mungkin lah Rp 2.400 triliun," tutur Luhut.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Q7cusx
December 03, 2018 at 03:34PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Q7cusx
via IFTTT
Share:

Friday, November 30, 2018

TKN can't confirm yet Jokowi's presence on 212 reunion rally

The 212 reunion rally to be held at Monas square, Jakarta, on Sunday (Dec 2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — National Campaign Team (TKN) or success team of incumbent President Joko Widodo (Jokowi) - KH Ma’ruf Amin pair spokesman Abdul Kadir Karding said he cannot confirm yet whether Jokowi will attend 212 reunion rally or not on next Sunday (Dec 2). He stressed that it is related to state affairs.

“I don’t know whether (Jokowi) will be present or not, there is no information yet about that,” Karding said on Thursday (Nov 29).

According to him, Jokowi’s presence on the event will not be part of the campaign. He asserted Jokowi’s presence on 212 reunion rally is related to state affairs.

“It’s up to Mr Jokowi and his team at State Secretariat because this isn’t a campaign, but state matter, not TKN matter,” Karding added.

Brotherhood of Alumni 212 initiated the second grand reunion on Dec 2 at National Monument (Monas) area, Central Jakarta. According to Alumni 212 chairman Slamet Ma’arif, Jokowi and Vice President Jusuf Kalla (JK) are invited to the reunion.

Meanwhile, House of Representatives (DPR) deputy speaker Fahri Hamzah confirmed his attendance at 212 reunion rally this year. He also invited Jokowi and Ma’ruf to attend the event, which he assessed important to show no political agenda in the event.

“There’s no political agenda. so Mr Jokowi should come, also Mr Prabowo, Mr Ma’ruf, and Mr Sandiaga ahead of peaceful election,” Fahri said.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2E6Xq7Y
November 30, 2018 at 03:34PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2E6Xq7Y
via IFTTT
Share:

Friday, November 23, 2018

JK Minta Prabowo Terbuka Soal Elite yang Merasa Diancam

Menurut Jusuf Kalla, definisi elite bisa bermacam-macam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) meminta Prabowo Subianto untuk terbuka menyebut siapa elite yang mendapatkan ancaman karena mendukung dirinya. JK mengatakan, elite memiliki makna yang luas yakni ada elite pemerintahan dan elite pengusaha.

Menurut JK, elite di pemerintahan juga bisa bermacam-macam. Namun, mereka tidak bisa ikut berkampanye dan memberikan dukungan. Sementara, elite pengusaha bebas memberikan dukungan kepada siapapun.

"Kalau bicara elite, elite itu kan macam-macam, kalau elite pemerintahan seperti ASN memang tidak bisa ikut berkampanye, tidak bisa mendukung siapa-siapa, itu terlarang, kalau pengusaha kan bebas mau dukung siapa saja," ujar Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jumat (23/11).

Menurut Jusuf Kalla, Prabowo lebih baik menyebutkan siapa elite yang dimaksud. Sehingga, pemerintah dapat mencari kebenaran atas pernyataan dari Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

"Kalaun hanya menyebut elite, pemerintah susah untuk mencari tahu sebenarnya apa, kalau disebutkan kita akan koreksi, kalau memang itu benar," kata Jusuf Kalla.

Sebelummya Prabowo menyebut bahwa saat ini ada sejumlah elite yang ingin mendukungnya di Pilpres 2019, namun tidak berani menyampaikan secara terang-terangan. Sebab mendapatkan ancaman yang cukup besar apabila mendukungnya.

Hal itu disampaikan dalam pidatonya di acara Pembekalan Relawan Prabowo-Sandi di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, (22//11). Prabowo mengatakan, elite tersebut berasal dari berbagai macam posisi dan jabatan. Mantan Danjen Kopassus ini pun mengaku prihatin dengan hal itu.

Namun dalam ceritanya tersebut, Prabowo tidak mengungkap siapa salah satu elite yang dimaksud. Ketua Umum Partai Gerindra ini mengaku, tidak bisa berbuat banyak dengan adanya fenomena tersebut. Prabowo mengatakan, saat ini dirinya mensyukuri bahwa masih ada relawan-relawan yang mendukungnya tanpa takut diancam.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2KqFfu3
November 23, 2018 at 03:34PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2KqFfu3
via IFTTT
Share: