Showing posts with label 2019 at 03:53PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 03:53PM. Show all posts

Sunday, May 26, 2019

77 Ribu Benih Lobster Hasil Penyelundupan Dilepasliarkan

Nilai komoditas benih lobster yang dilepasliarkan mencapai Rp 11,5 miliar.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Yogyakarta melepasliarkan 77 ribu benih lobster. Puluhan ribu benih lobster ini dilepasliarkan di Pantai Kukup, Gunungkidul, Jumat (24/5) malam.

Kepala BKIPM Yogyakarta, Hafit Rahman mengatakan, benih lobster tersebut merupakan hasil upaya penyelundupan ke Singapura yang digagalkan Petugas DitPolair Riau, Kamis (23/5). Pencegahan tersebut dilakukan di perairan Sungai Raja, Dumai, Riau.

"Baby lobster yang dilepasliarkan 77 ribu ekor dengan perkiraan nilai komoditas sebesar Rp 11,5 miliar," kata Hafit dalam keterangan resminya, Sabtu (25/5).

Hafit mengatakan, pelepasliaran ini dilakukan dalam rangka menjaga kelestarian sumber daya ikan, khususnya lobster. Di samping itu, langkah tersebut juga dapat menambah populasi lobster di perairan Gunungkidul.

Pantai Kukup, menurut Hafit, dipilih karena kondisi perairannya cukup baik dan memiliki pantai yang berkarang. Kondisi itu cocok untuk lobster.

"Terdapat juga kelompok masyarakat pengawas yang turut berperan aktif dalam mengawasi dan melestarikan sumber daya kelautan dan perikanan," ujarnya.

Kegiatan pelepasliaran ini juga sebagai bentuk sosialisasi Gerakan Masyarakat Sadar Mutu dan Karantina (Gemasatukata). Hafit berharap kegiatan itu dapat membangkitkan dan menggerakkan kesadaran masyarakat dalam pengendalian keamanan hayati ikan.

"Ini merupakan upaya mewujudkan kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/30NAYZo
May 26, 2019 at 03:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/30NAYZo
via IFTTT
Share:

Saturday, May 25, 2019

Kominfo Ingatkan Warganet Hapus VPN, Ini Alasannya

Pembatasan akses ke medsos telah resmi dicabut pada Sabtu (25/5) siang ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta warganet untuk menghapus aplikasi virtual private network (VPN) di gawai mereka setelah pembatasan akses ke media sosial (medsos) dan pesan instan dicabut. Pembatasan akses ke medsos telah resmi dicabut pada Sabtu (25/5) siang ini.

"Kominfo mengimbau agar pengguna telepon seluler atau perangkat lain segera menghapus pemasangan aplikasi VPN agar terhindar dari risiko pemantauan, pengumpulan hingga pembajakan data pribadi pengguna," kata Kominfo dalam keterangan resmi, Sabtu.

Kominfo pada pukul 13.00 WIB melakukan normalisasi pembatasan akses ke platform media sosial dan pesan instan sehingga pengguna bisa kembali mengirim dan menerima pesan berupa video dan gambar. Menteri Kominfo Rudiantara kemudian berpesan agar warganet menggunakan Internet untuk hal-hal yang positif serta tidak menyebarkan hoaks.

"Ayo, kita perangi hoaks, fitnah, informasi-informasi yang memprovokasi," kata Rudiantara.

VPN semula dirancang untuk mengamankan transaksi dan jaringan. Aplikasi VPN menjadi populer setelah pembatasan akses ke media sosial diberlakukan pada Rabu (22/5).

Warganet memasang VPN di perangkat mereka agar bisa mengakses media sosial. Namun, VPN gratis berisiko dimanfaatkan sebagai perangkat pengintai (spyware) untuk mencuri informasi dari pengguna.

Ahli keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya berpendapat VPN yang berbayar lebih aman digunakan dibandingkan dengan VPN gratis. Alasannya, kata Alfons, VPN berbayar dibuat oleh perusahaan yang bergerak di bidang keamanan siber.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QmyBIx
May 25, 2019 at 03:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QmyBIx
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 21, 2019

Lalu Lintas Sekitar Gedung KPU Tersendat

Lalu lintas dari arah Taman Suropati menuju Bundaran HI ditutup.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Arus lalu lintas kendaraan di sekitar Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, tersendat. Kepadatan merupakan imbas dari penutupan jalan dari arah Taman Suropati menuju Bundaran Hotel Indonesia pada Selasa (21/5).

Hingga pukul 15.00 WIB, terjadi kepadatan di Jalan HOS Cokroaminoto atau di depan Taman Menteng dari arah Kuningan. Kendaraan roda dua dan roda empat hanya bisa melaju sekitar 10 km/jam.

Pengendara motor yang berhenti sejenak untuk mengabadikan situasi di sekitar Gedung KPU RI juga membuat arus lalu lintas tersendat.

Petugas Kepolisian dan Dishub DKI sibuk mengatur arus lalu lintas di perempatan Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, tak jauh dari Gedung KPU RI. Meski demikian, situasi di depan Gedung KPU RI hingga sore ini masih terpantau kondusif.

Akses masuk ke dalam Kantor KPU juga terbatas hanya pihak berkepentingan yang dapat menuju ke Kantor KPU. Terlihat hanya pegawai KPU, aparat kepolisian, TNI dan awak media yang berada di dalam.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Qfog0E
May 21, 2019 at 03:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Qfog0E
via IFTTT
Share:

Friday, May 10, 2019

KPK Eksekusi Penyuap Bupati Phakpak Barat

Penyuap bupati Phakpak sudah divonis bersalah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  telah melakukan eksekusi terhadap terpidana Rijal Efendi Padang. Penyuap Bupati Pakpak Bharat Remigo Berutu yang juga merupakan Direktur PT Tombang Mitra Utama (TMU) itu telah divonis bersalah melakukan korupsi dengan hukuman penjara 2 tahun 6 bulan di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (29/4) lalu.

"Terpidana dibawa kemarin sore sekitar Pukul 16.15 WIB dari Rutan klas 1 Medan ke Lapas Tanjung Gusta Medan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Jumat (10/5)

Rijal merupakan kontraktor yang mengerjakan proyek peningkatan Jalan Simpang Kerajaan-Binanga Sitelu dengan nilai kontrak Rp 4,5 miliar. Rijal lantas diminta fee sebesar 15 persen dari nilai proyek oleh Plt Kepala Dinas PUPR Pakpak Bharat David Anderson Karosekalidan. Rijal kemudian menyerahkan Rp 200 juta kepada David. Setelah menerima uang itu David menyerahkan Rp 150 juta kepada Remigo.

Putusan terhadap Rijal lebih rendah dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, yang meminta agar terdakwa dijatuhi hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Atas perbuatannya Rijal dijerat dengan pasal utama dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/309LH03
May 10, 2019 at 03:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/309LH03
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 8, 2019

Ini Alasan UBN tak Penuhi Panggilan Penyidik

UBN diwakili oleh kuasa hukumnya meminta agar dilakukan penjadwalan ulang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyidik menjadwalkan pemeriksaan perdana Ustaz Bachtiar Nasir sebagai tersangka. Sayangnya mantan ketua GNPF MUI tersebut berhalangan hadir.

Melalui kuasa hukumnya, Aziz Yanuar mengatakan bahwa UBN berhalangan hadir karena sudah memiliki jadwal terlebih dahulu. Yakni mengisi ceramah sebuah tempat di Jakarta. “(Berhalangan karena) mengisi pengajian dan semacamnya, acara pribadi di sekitar Jakarta. Saya tidak tahu detailnya tapi komunikasi seperti itu,” kata Aziz di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (8/5).

Karena itu, Aziz mengatakan, kedatangannya untuk memberitahukan penyidik perihal ketidakhadiran UBN. Serta meminta penyidik untuk menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap kliennya.

“Beliau tadi minta maaf enggak bisa dateng, kami sudah komunikasi sama penyidik minta dijadwal ulang karena bulan Ramadhannya jadi ada kegiatan dan janji yang sudah harus dipenuhi oleh beliau. Makanya tadi untuk pertimbangan itu kita minta di jadwalkan ulang,” jelas Aziz.

UBN diduga telah melanggar Pasal 70 juncto Pasal 5 ayat (1) UU Nomor 16/2001 tentang Yayasan sebagaimana telah diubah dengan UU No 28/2004 atau Pasal 374 KUHP juncto Pasal 372 KUHP atau Pasal 378 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 KUHP atau Pasal 49 ayat (2) huruf b UU Nomor 10/1998 tentang Perbankan atau Pasal 63 ayat (2) UU No 21/2008 tentang Perbankan Syariah dan Pasal 3 dan Pasal 5 dan Pasal 6 UU No 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/306OhnM
May 08, 2019 at 03:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/306OhnM
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 7, 2019

Ini Komentar Bakayoko Terkait Adu Mulut dengan Gattuso

Bakayoko sejatinya tak dimainkan Gattuso sebagai starter menyusul masalah indisipline

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Kemenangan AC Milan 2-1 atas tamunya Bologna pada lanjutan Serie A Italia pekan ke-35 di Stadion San Siro, Selasa (7/5) dini hari WIB tadi, sedikit tercoreng. Pasalnya, insiden adu mulut terjadi antara pelatih Milan Gennaro Gattuso dengan pemainnya, Tiemoue Bakayoko.

Menanggapi hal tersebut Bakayoko langsung menegaskan apabila dirinya sama sekali tidak menolak untuk bermain di laga tersebut. "Saya tidak setuju dianggap sebagai pemain yang menolak untuk masuk ke lapangan ketika pelatih meminta dan siapa yang tak menghormati klub dan rekan satu timnya," tulis Bakayoko pada akun Instagram pribadinya disadur Football Italia, Selasa (7/5).

Bakayoko sejatinya tidak dimainkan Gattuso sebagai starter menyusul masalah indisiplinernya ketika datang terlambat saat sesi latihan di Milanello tengah pekan kemarin.

Permasalahan terjadi pada menit ke-25, saat itu Lucas Biglia mengalami cedera. Gattuso lantas menyuruh Bakayoko melakukan pemanasan, tetapi sang gelandang melakukannya dengan setengah hati dan terlalu lama menuruti perintah pelatih.

Mengetahui hal tersebut, Gattuso justru memasukkan Jose Mauri. Bakayoko pun duduk lagi di bangku cadangan. Gattuso kemudian beradu mulut dengan pemain pinjaman dari Chelsea itu.

"Saya tidak pernah menolak untuk masuk ke lapangan. Menurut saya gambar (video) itu berbicara sendiri. Saya hanya punya satu keinginan, untuk masuk ke lapangan dan membantu rekan setim saya seperti yang selalu saya inginkan sampai akhir musim, Forza Milan," sambung pesepak bola asal Prancis.

Adapun pada laga kali ini, Milan berhasil mengalahkan Bologna melalui gol Suso Fernandez menit ke-37 dan Fabio Borini menit ke-67. Sementara satu gol Bologna dicetak Mattia Destro menit ke-72.

Kemenangan ini membuat posisi i Rossoneri naik ke peringkat lima klasemen dengan perolehan 59 angka ama dengan yang di miliki AS Roma di posisi keenam. Keduanya tertinggal tiga angka atas Atalanta di urutan keempat alias batas akhir zona Liga Champions.

Selanjutnya, Milan akan menghadapi Fiorentina pada akhir pekan mendatang di Stadion Artemio Franchi. La Viola saat ini tengah mengalami tren negatif dengan tak pernah menang dalam 13 pertandingan terakhir.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WoMBn8
May 07, 2019 at 03:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WoMBn8
via IFTTT
Share:

Monday, May 6, 2019

Deputi IV Kemenpora Didakwa Terima Suap

Tujuan pemberian hadiah agar Mulyana mempercepat proses pencairan dana hibah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana didakwa oleh jaksa telah menerima suap dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum (Bendum) KONI Johny E Awuy. Suap yang diduga diterima, yakni satu unit mobil Toyota Fortuner, uang Rp400 juta dan satu unit ponsel Samsung Galaxy Note 9 senilai total sekitar Rp 900 juta.

"Terdakwa Mulyana selaku Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora menerima hadiah berupa satu unit mobil Fortuner VRZ TRD nomor polisi B 1749 ZJB, uang Rp300 juta, satu ATM dengan saldo Rp 100 juta, dan satu unit ponsel Samsung Galaxy Note 9 dari Ending Fuad Hamidy selaku Sekjen KONI dan Johny E Awuy selaku Bendum KONI," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ronald Worotikan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (6/5).

Tujuan pemberian hadiah tersebut adalah agar Mulyana membantu mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI Pusat kepada Kemenpora tahun 2019.

Pemberian pertama adalah terkait proposal hibah pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada multievent Asian Games ke-18 dan Asian Para Games ke-3 pada 2018. Usulan dana dari KONI sebesar Rp51,529 miliar diajukan Tono Suratman selaku Ketua Umum KONI Pusat.

"Menindaklanjuti surat tersebut, Imam Nahrawi selaku Menteri Pemuda dan Olahraga melakukan disposisi kepada terdakwa selaku Deputi IV untuk ditelaah dan dilanjutkan kepada Asisten Deputi Olahraga dan Prestasi, Pejabat Pembuat Komitmen dan tim verifikasi untuk dilakukan penelitian apakah proposal tersebut layak diberikan,"ujar jaksa Ronald.

Untuk mempercepat proses pencairan dana hibah tersebut, Mulyana meminta dibelikan mobil kepada Bendahara Pengeluaran Pembantu Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional Kemenpora Supriyono. Supriyono lalu menyampaikan hal itu kepada Ending.

"Pada 17 April 2018, Supriyono dengan menggunakan uang yang diberikan Ending membeli satu unit mobil Toyota Fortuner VRZ TRD hitam seharga Rp 489,9 juta yang kepemilikannya diatasnamakan sopir Supriyono, Widhi Romadoni, kemudian terdakwa menerimanya di rumahnya di Jakarta Timur pada April 2018," ungkap jaksa Ronal.

Setelah dilakukan penelitian oleh tim verifikasi, Chandra Bhakti selaku PPK menyetujui dana hibah yang diberikan kepada KONI Pusat sejumlah Rp 30 miliar dan dituangkan dalam perjanjian kerja sama pada 24 Mei 2018.

"Setelah proposal disetujui Kemenpora, terdakwa dan Adhi Purnomo selaku ketua tim verifikasi memberi arahan kepada Ending Fuad Hamidy untuk berkoordinasi dengan MIftahul Ulum selaku asisten pribadi Imam Nahrawi terkait jumlah commitment fee yang harus diberikan KONI kepada Kemenpora agar dana hibah segera dicairkan," ujar jaksa Ronald.

Setelah berkoordinasi dengan Miftahul Ulum, disepakati commitment fee untuk Kemenpora sebesar 15-19 persen dari total nilai bantuan dana hibah. Pencairan tahap I dilakukan pada 6 Juni 2018, yaitu sejumlah Rp 21 miliar atau 70 persen dari total proposal yang disetujui. Setelah pencairan, Mulyana kembali menerima fee Rp300 juta diberikan Johny E Awuy di ruangan kerja Mulyana pada Juni 2018.

Setelah pemberian itu, pada 8 November 2018 dilakukan pencairan dana tahap II pada 8 November 2018 sebesar 30 persen atau sejumlah Rp 9 miliar. Pemberian kedua adalah terkait proposal dukungan KONI dalam pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun 2018 dengan usulan sejumlah Rp27,506 miliar.

Imam Nahrawi kembali membuat disposisi kepada Mulyana untuk dilakukan telaah dan dilanjutkan kepada Asisten Deputi Olahraga dan Prestasi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan tim verifikasi untuk dilakukan penelitian.

Dalam rapat pembahasan yang dihadiri oleh Mulyana, Asisten Deputi Olahraga Prestasi pada Deputi IV Chandra Bakti dan Ketua Tim Verifikasi Adhi Purnomo ternyata proposal yang diajukan KONI tidak sesuai dengan peraturan presiden karena waktu pengajuan sudah akhir 2018 dan dana hibah akan digunakan untuk 2019, sehingga Mulyana meminta Ending untuk merevisi proposal tersebut.

"Untuk memperlancar proses persetujuan itu, terdakwa meminta handphone kepda Ending Fuad Hamidy yang disampaikan oleh terdakwa mealui Atam selaku sopir Ending. Selanjutnya Ending meminta Johny Auwy menyerahkan uang sejumlah Rp 100 juta dan 1 handphone Samsung Galaxy Note 0 sesuai permintaan terdakwa," kata jaksa Ronald.

Pemberian handphone dan kartu ATM itu dilakukan pada 27 September 2018 di Restoran Bakso Lapangan Tembak Senayan. Johny E Awuy menyampaikan kepada terdakwa, "Pak uang yang di lapangan tembak yang tidak jadi diambil saya masukkan ke bank dan ini ATM-nya beserta nomor pinnya, bapak tinggal ambil uangnya lewat ATM itu".

Kartu ATM diterima Mulyana. Beberapa hari kemudian, Mulyana mengganti nomor PIN kartu ATM dengan nomor PIN baru agar uang dalam ATM tidak dapat ditarik orang lain selain Mulyana.

Ending pada 28 November 2018 kembali mengajukan proposal perbaikan yang dibuat secara back date tertanggal 10 Agustus 2018 dengan usulan dana Rp 21,062 miliar. Selanjutnya Imam Nahrawi memberikan disposisi kepada Mulyana untuk menelaah proposal perbaikan itu.

Dalam rapat verifikasi pada 6 Desember 2018, disepakati dana hibah yang diberikan adalah sejumlah Rp 17,971 miliar untuk pelaksanaan kegiatan terhitung 1 Juli sampai dengan 31 Desember 2018. Kemudian, ada penandatanganan MoU pada 7 Desember 2018 meski proses verifikasi belum selesai dilakukan.

Pencairan dana hibah dilakukan pada 13 Desember 2018 senilai Rp17,971 miliar dengan transfer ke rekening KONI Pusat. "Masih pada 13 Desember 2018, sesuai arahan Miftahul Ulum, Ending memerintahkan Suradi selaku Sekretaris Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Suradi untuk mengetik daftar rincian para penerima dana commitment fee dari Kemenpora atas pencairan dana sejumlah Rp 17,971 miliar di dalam daftar tersebut di antaranya tertulis inisial ''Mly'' yaitu Mulyana sejumlah Rp 400 juta, ''Ap'' yaitu Adhi Purnomo selaku Pejabat Pembuat Komitmen sejumlah Rp 250 juta, dan ''Ek'' yaitu Eko Triyanta (staf pada Deputi IV Kemenpora) sejumlah Rp 20 juta," ungkap jaksa Ronald.

Pada 17 Desember 2018, Ending meminta Eko Triyanta mengambil uang fee ke kantor KONI Pusat. Selanjutnya, Eko melaporkan kepada Adhi Purnomo bahwa akan ada "tanda terima kasih" untuk Adhi Purnomo dan dijawab dengan mengatakan "Kalau ada tanda terima kasih, Insya Allah akan saya gunakan untuk menambah pembayaran cicilan rumah".

Penyerahan uang untuk Adhi dan Eko tersebut dilakukan pada 18 Desember 2018 di gedung KONI Pusat. Ending memberikan Rp215 juta kepada Eko dengan mengatakan "sekalian saja biar dibawa Eko, sekalian kasihkan ke Pak Adhi". Saat Eko kembali ke kantor Kemenpora, ia langsung diamankan petugas KPK beserta barang bukti uang.

Atas dakwaan tersebut, Mulyana tidak mengajukan nota keberatan (eksepsi), dan sidang dilanjutkan pada 13 Mei 2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vE6zP5
May 06, 2019 at 03:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vE6zP5
via IFTTT
Share:

Saturday, May 4, 2019

Jamaah Tarekat Naqsabandiyah Sudah Berpuasa

Penetapan awal Ramadhan Tarekat Naqsabandiyah dengan metode hisab Munjid.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Ratusan pengikut Jamaah Tarekat Naqsabandiyah di Padang, Sumatera Barat sudah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 1440 Hijriyah, Sabtu (4/5). Pemerintah baru akan menggelar sidang itsbat penetapan awal Ramadhan pada Ahad (5/5).

Menurut Mursyid Jamaah Tarekat Naqshabandiyah Surau Baitul Makmur, Syafri Malin Mudo, berdasarkan penghitungan yang dilakukannya, 1 Ramadhan 1440 Hijriyah bertepatan dengan 4 Mei 2019 sehingga hari ini ia sudah melaksanakan puasa pertama. Pelaksanaan hari pertama puasa diawali dengan shalat tarawih pada Jumat malam di Surau Baitul Makmur, Pasar Baru, Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Ia menjelaskan cara melakukan penetapan awal Ramadhan dilakukan dengan melihat bulan yang dilakukan sejak Rajab dan Syaban. "Kami menggunakan metode hisab Munjid, dasarnya sejak tahun 16 Hijriah, jadi pada malam ke-8, ke-15 dan ke-22 bulan Rajab kami sudah melihat bulan," ujarnya.

Di Padang, terdapat puluhan masjid dan mushala yang menjadi pusat ibadah Jamaah Tarekat Naqshabandiyah. Masjid dan mushala tersebut tersebar di Kecamatan Pauh dan Kecamatan Lubuk Kilangan.

Salah seorang pengikut jamaah Naqshabandiyah, Leni, mengatakan ia sejak kecil sudah mengikuti tradisi yang ada di jamaah tersebut. "Biasanya memang puasa lebih dahulu sekitar dua hari dibandingkan penetapan yang dilakukan pemerintah dan Lebaran juga lebih dulu," kata dia.

Pakar Hisab dan Rukyat Muhammadiyah Sumatera Barat Firdaus AN menyampaikan, berdasarkan hasil hisab, 1 Ramadhan 1440 Hijriah bertepatan dengan Senin, 6 Mei 2019. Berdasarkan hasil hisab pada 29 Rajab 1440 Hijriyah, posisi bulan pada saat matahari terbenam sudah mencapai lima derajat.

"Artinya, jika sudah lima derajat bulan baru sudah masuk, sedangkan berdasarkan kesepakatan ahli saat posisi dua derajat dinyatakan bulan baru sudah masuk," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JeTvHL
May 04, 2019 at 03:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JeTvHL
via IFTTT
Share:

Friday, March 29, 2019

Seleksi Tilawatil Alquran Nasional Dimulai Juni

Seleksi tersebut akan berlangsung di Pontianak, sejak 27 Juni 2019

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) tingkat nasional. STQ Nasional ke-25 itu akan berlangsung di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada 27 Juni-6 Juli 2019.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah mempersiapkan STQ tersebut sejak Kamis (28/3) lalu. Terkait itu, pihak Kemenag mengapresiasi. Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Muhammadiyah Amin, provinsi berjulukan "Seribu Sungai" itu mempersiapkan segala yang diperlukan sejak awal.

Dia juga berpesan supaya komunikasi dan koordinasi antara panitia pusat dan daerah berlangsung intensif dan optimal. Komunikasi tidak mesti formal, tetapi bisa juga informal dan personal.

"Pengalaman dalam setiap kegiatan berskala nasional, masalah dan kendala teknis yang kerap muncul di lapangan sebagian besar disebabkan buruknya koordinasi dan komunikasi di antara pihak-pihak yang terkait," ujar Muhammadiyah Amin dalam keterangan yang diterima Republika.co.id, Jumat (29/3).

Dirjen juga menggarisbawahi pentingnya pengendalian terhadap segala persiapan fisik maupun nonfisik, mulai dari sarana prasarana pendukung pelaksanaan STQ maupun persiapan kafilah peserta dari seluruh provinsi, dewan hakim dan seterusnya. Semua itu harus dikontrol secara optimal dan menyeluruh dari hari ke hari.

Ia juga mengingatkan pentingnya transparansi penggunaan dana, akuntabel, tepat guna dan tepat sasaran. Dengan hal tersebut nantinya tidak menimbulkan kesulitan dalam pelaporan dan pertanggungjawabannya.

Melalui STQ Nasional XXV Tahun 2019, Kemenag berharap setiap daerah dapat terus berlomba untuk membina potensi qari/qariah dan hafizh-hafizhah di wilayahnya masing-masing.

"Praktik-praktik kecurangan dalam penilaian, harus ditinggalkan karena bertentangan dengan tujuan dan hakikat STQ Nasional itu sendiri," ujar Dirjen.

Pelaksanaan STQ Nasional XXV Tahun 2019 diharapkan dapat memajukan syiar Islam serta menjadikan masyarakat berkarakteristik insan qurani. Karena itu, penyelenggaraan STQ Nasional XXV ini hendaknya melibatkan lintas lembaga, baik itu pemerintah, ormas-ormas Islam, maupun ulama.

"Pengurus masjid, tokoh masyarakat, tokoh adat, organisasi kepemudaan, organisasi sosial politik, media massa, dan masyarakat luas," sebut dia.

STQ Nasional XXV Tahun ini mengambil tema "Implementasi Nilai-Nilai Alquran untuk Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang Religius, Rukun, dan Damai".

Perhelatan dua tahunan ini akan melibatkan 830 orang, terdiri dari 680 peserta dari 34 provinsi, 75 orang Pengawas, Dewan Hakim, dan Panitera, 50 Peserta Pusat dan 25 orang pendamping.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2I0tSKu
March 29, 2019 at 03:53PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2I0tSKu
via IFTTT
Share:

Thursday, March 28, 2019

Inkatsu Pordibya Dukung Pengembangan Karate FORKI Banten

Inkatsu Pordibya mendukunng kegiatan FORKI termasuk Olimpiade Olahraga Siswa

BANTEN -- Inkatsu Pordibya Pengurus Provinsi Banten melaporkan terbentuknya Pengurus Provinsi Banten kepada Federasi Olah Raga Karate-Do Indonesia (FORKI) Provinsi Banten, di Sekretariat FORKI Banten Rabu Siang (27/3).

Dalam laporannya Ketua Umum Inkatsu Pordibya Propinsi Banten Godang Sitompul menyampaikan kepada Ketua Umum FORKI Pengurus Propinsi Banten Maruli Girsang bahwa Inkatsu Pordibya siap dukung dan kembangkan olahraga karate di bawah naungan FORKI Pusat dan FORKI Banten.

"Seluruh kegiatan Karate yang ada di bawah naungan Forki Pusat dan Forki Banten, kami dari Inkatsu Pordibya Banten siap ikuti dan mendukungnya. Termasuk Olimpiade Olahraga Siswa Nasional di lingkup Provinsi Banten. Ini penting guna mencetak atlet-atlet karateka handal buat harumkan nama Banten di kancah Nasional dan Internasional,"kata Ketua Umum Inkatsu Pordibya Provinsi Banten Godang Sitompul.

Karate, ucap dia, merupakan jenis cabang olahraga yang juga diperlombakan di kancah nasional dan internasional. "Menjadi visi dan misi kami untuk bisa mencetak kohai dari Inkatsu Pordibya Banten sebagai atlet yang bisa membawa harum nama Perguruan Pordibya dan Forki Banten. Minimal kami punya 1-2 orang atlet handal bisa bawa nama Banten ke kancah laga nasional bahkan jika perlu internasional,"ujar Godang.

Ketua Umum Pengprov Forki Banten Maruli Girsang mengatakan pihaknya menerima dengan terbuka keberadaan Inkatsu Pordibya Pengprov Banten."Harus memang kita saling mendukung. Buat sebanyak mungkin kejuaraan. Buat pendekatan dengan Pemda. Buat pendekatan dengan insan-insan karateka. Pordibya ini bikin turnamen dulu. Nanti kita bantu dari Forki Pengprov. Jadi gaungnya langsung ada. Terus yang kedua..inikan kita terus berusaha memperbanyak kejuaran-kejuaran. Supaya jam terbang karateka itu banyak," jelas Maruli.

Forki Pengprov Banten, lanjutnya, minta dukungan Inkatsu Pordibya Pengprov Banten untuk sukseskan Musyawarah Daerah/Musyawarah Forki Provinsi Banten pada medio Januari-Februari 2020.

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2JJXNsx
March 28, 2019 at 03:53PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2JJXNsx
via IFTTT
Share:

Friday, March 15, 2019

Korban Meninggal Penembakan Masjid Selandia Baru 49 Orang

Korban meninggal akibat penembakan di dua masjid Selandia Baru.

REPUBLIKA.CO.ID, CHRISTCHURCH -- Setidaknya 49 orang telah tewas dalam serangan teroris di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru.

Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush mengatakan 41 orang tewas dalam penembakan di sebuah masjid di Deans Avenue di pusat Christchurch, dan 7 lainnya di masjid kedua di pinggiran Linwood yang berdekatan. Dari 40 orang yang dirawat di Rumah Sakit Christchurch, satu telah meninggal dunia.

"Hati kami ditujukan kepada mereka dan semua keluarga mereka, semua teman mereka, semua orang yang mereka cintai, dan saya ingin meyakinkan semua orang bahwa kami akan melakukan yang terbaik untuk mereka," kata Bush sekitar pukul 19.00 waktu setempat pada Jumat (15/3) dilansir dari media lokal 10Daily.

Dia mengatakan seorang pria, berusia akhir 20-an, telah didakwa dengan pembunuhan dan akan muncul di pengadilan pada Sabtu (16/3) pagi. Ancaman keamanan nasional di Selandia Baru telah ditingkatkan dari rendah ke tinggi.

"Jelas bahwa ini sekarang hanya dapat digambarkan sebagai serangan teroris. Dari apa yang kita ketahui, tampaknya sudah direncanakan dengan baik," kata Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern kepada wartawan sekitar 5.30 sore waktu setempat.

"Dua alat peledak ditemukan terpasang pada kendaraan yang dicurigai dan telah dilucuti," katanya.

Sebelumnya, Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush membenarkan empat orang - tiga pria dan satu wanita telah ditangkap. Ardern kemudian mengatakan sementara empat orang telah ditangkap, tiga orang terkait dengan serangan ini saat ini dalam tahanan. Dia mengatakan bahwa mereka yang ditahan tidak ada dalam daftar pengawasan agen intelijen, tetapi tidak mau berkomentar lebih lanjut.

"Ini adalah orang-orang yang saya sebut memiliki pandangan ekstremis, yang sama sekali tidak memiliki tempat di Selandia Baru, dan pada kenyataannya tidak memiliki tempat di dunia."

Salah satu yang ditahan adalah warga negara kelahiran Australia. Perdana Menteri Australia Scott Morrison membenarkan penahanan salah satu warganya. Dia mengatakan pihak berwenang Australia terlibat dalam penyelidikan kasus itu.

Morrison mengutuk serangan kejam dan mematikan yang telah merenggut begitu banyak warga Selandia Baru.

"Sebagai anggota keluarga dengan sepupu Selandia Baru kami hari ini, kami berduka, kami terkejut, kami murka, kami marah, dan kami berdiri di sini dan mengutuk serangan yang terjadi hari ini oleh seorang teroris ekstremis, sayap kanan, dan kejam," kata Morrison.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Hjtgji
March 15, 2019 at 03:53PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Hjtgji
via IFTTT
Share:

Monday, March 11, 2019

Antusiasme Pengunjung dalam 'Visit My Mosque Day' di Inggris

Acara 'Visit My Mosque' ini digelar untuk pertama kalinya di masjid tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEAFORD -- Sleaford Islamic Centre di Lincolnshire, Inggris, menggelar kegiatan silaturahim dengan warga sekitar. Acara itu bertajuk, "Visit My Mosque" dan dihelat pada Ahad (10/3). Tujuannya untuk memperkenalkan dan memberikan pemahaman yang benar tentang Islam.

Seperti dilaporkan Sleaford Standard, pengunjung dengan antusias menghadiri acara tersebut. Komunitas lokal dari berbagai agama dan budaya yang sebelumnya diundang turut hadiri. Mereka juga dipersilakan untuk mengajukan pelbagai pertanyaan untuk mengembangkan dialog yang lebih luas tentang konsep dan praktik agama Islam.

Dalam acara itu, Nadim Aziz selaku juru bicara Asosiasi Komunitas Muslim Sleaford mengungkapkan fasilitas yang telah disiapkan panitia. Para pengunjung dapat menyaksikan berbagai diorama dan infografis yang dipasang pada dinding masjid.

Selain itu, setiap anggota komunitas Muslim setempat menyediakan diri untuk berbicara dengan pengunjung. Obrolan tidak bernuansa kaku, tetapi justru dilakukan secara santai, sembari memminum teh atau kopi.

Aziz mengaku bersyukur karena acara itu bisa berjalan dengan baik. Sebagai informasi, inilah untuk pertama kalinya masjid Selaford menggelar kegiatan silaturahim semacam ini.

Kesuksesan acara tidak lepas dari antusiasme pengunjung yang datang. Menurut Aziz, di antara pengunjung yang datang terdapat anggota dewan, kepolisian, dan para pemimpin gereja. Hampir semuanya mengajukan pertanyaan tentang berbagai aspek Islam kepada pengelola masjid dan anggota komunitas Muslim yang ada.

Aziz berharap kegiatan serupa tahun depan akan lebih besar lagi dan dilangsungkan di dalam masjid yang lebih besar. Pasalnya, masjid akan pindah begitu pekerjaan pengalihan selesai di belakang gedung yang sekarang berdiri.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2NVg3Oi
March 11, 2019 at 03:53PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2NVg3Oi
via IFTTT
Share:

Thursday, March 7, 2019

Atribut Kampanye, Sampah Visual Di Perumahan Kami

Di perumahan Dukuh Zamrud atribut kampanye tersebar dimana-mana

BEKASI - Pemasangan atribut kampanye Pemilu 2019 semakin lama semakin semakin bertebaran dimana-mana dan merusak keindahan diruang publik. Hal ini merupakan " Sampah Visual" yang mengganggu tata kota. 

Di perumahan kami,  tepatnya di Perumahan Dukuh Zamrud Kota Bekasi, atribut kampanye seperti poster, baliho,  bendera dan lain-lainnya terpasang secara sembarangan terpampang dimana-mana. Mulai dari taman-taman, di pinggir jalan bahkan sampai merusak pohon. 

Beberapa pekan yang lalu, penulis sempat melihat para anggota Satpol PP dan warga sekitar membersihkan atribut-atribut kampanye di sekitaran taman patung kodok di perumahan kami. Tapi tak berapa lama kemudian, atribut-atribut kampanye itu muncul kembali, bahkan dengan jumlah yang semakin banyak. 

Mungkin sebagai masyarakat awam, penulis tidak mengetahui secara detail bagaimana aturan dan mekanisme pemasangan atribut kampanye pada saat masa-masa kampanye. Tetapi penulis hanya berharap agar para peserta pemilu sebaiknya lebih bijak dalam melakukan kampanye. 

Salah satu cara kampanye yang tepat contohnya mungkin adalah para peserta pemilu bisa lebih intens mendatangi daerah pemilihan (dapil) dan menemui masyarakat secara langsung serta memberikan sosialisasi atau program yang akan dikerjakan apabila terpilih nanti. Ketimbang harus memperbanyak atribut kampanye yang jelas-jelas merusak keindahan di ruang publik.

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2IVY8YX
March 07, 2019 at 03:53PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2IVY8YX
via IFTTT
Share:

Thursday, February 21, 2019

Dewan yang Terhormat

Suasana sidang anggota dewan ricuh saat merundingkan RUU pengaturan pembatasan impor

REPUBLIKA.CO.ID, Cerpen Oleh: Teguh Firmansyah (Instagram @teguhthr)

Suasana sidang dewan memanas. Surya menggebrak meja berulang kali sambil mengeluarkan nada umpatan ke anggota dewan yang lain. Ia berdiri dari kursinya. Memandangi satu per satu para peserta sidang dengan sorot matanya yang tajam.

Ia bak raja yang berdiri di depan kongres. Setiap ada anggota yang menyanggahnya Surya selalu mempunyai jawaban dan membuat sang lawan tak berkutik. Lagi pula partainya merupakan mayoritas di dewan yang menguasai dua pertiga kursi.

"Sudah saya bilang, kita tak bisa terus-terusan begini. Kita harus loloskan undang-undang ini," serunya.

Undang-undang tersebut mengatur tentang pembatasan impor. Peraturan ini berulangkali gagal mendapat persetujuan. Pemerintah menolak rancangan peraturan tersebut karena dinilai bisa mendorong kenaikan harga barang.

Jika hal itu terjadi, maka tingkat inflasi akan melonjak. Dan itu tentunya tidak baik bagi pencitraan pemerintahan.

Surya tak habis pikir mengapa anggota dewan selalu kalah berdebat dengan pemerintah dan pada akhirnya gagal meloloskan aturan itu. "Kalian ini digaji oleh uang rakyat," teriaknya. "Kalian tak bisa terus-terusan ikut apa kata pemerintah."

Seperti seorang guru yang mengajarkan muridnya, ia memberikan kertas jawaban pertanyaan-pertanyaan dari pemerintah. Ia pun kembali membagian draf rancangan undang-undang yang telah disusunnya berpekan-pekan.

Surya bahkan harus rela mengurangi waktu tidurnya tiga jam selama satu hari demi peraturan itu. "Sekarang kalian tolong baca lagi, perhatikan dengan benar kata demi kata, jangan sampai ada yang tidak mengerti," pintanya. "Ada yang ditanyakan?" tanya pria kelahiran Jakarta itu.

"Pak Surya, pemerintah selalu bilang kalau kita tak impor maka barang akan mahal dan itu tak bagus bagi konsumen, lalu ini bagaimana?" tanya salah seorang anggota.

"Kita harus selektif pilih impor, kita harus berdayakan produk lokal, itu yang harus kita dorong dalam undang-undang ini," jelas Surya.

Coba bayangkan kalau semua produk impor masuk, bagaimana nasib pengusaha kecil dalam negeri. Apalagi impor bahan pangan secara jor-joran sudah masuk dengan bebas di saat musim panen.

Petani harus menjerit karena harga produk panen mereka yang anjlok, sementara kebutuhan produksi seperti pupuk tak juga turun. "Ini yang harus kita pikirkan, semangat kita adalah membangun produk-produk dalam negeri."

Setelah dua jam rapat, Surya mengakhiri sidang. Ia akan kembali mengagendakan pertemuan dengan pemerintah Senin pekan depan. Harapannya rancangan undang-undang ini dapat disetujui bersama baik dari dewan maupun pemerintah.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Sg6HwY
February 21, 2019 at 03:53PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Sg6HwY
via IFTTT
Share:

Sunday, February 17, 2019

In Picture: PKL Berjualan di Kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Kurangnya pengawasan petugas menyebabkan banyak PKL berjualan tidak pada tempatnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pedagang kaki lima (PKL) berjualan di jalan saat pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad (17/2).

Kurangnya pengawasan petugas menyebabkan banyak PKL yang berjualan tidak pada tempat yang telah disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta sehingga mengganggu aktivitas warga yang berolahraga.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SSemGj
February 17, 2019 at 03:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SSemGj
via IFTTT
Share:

Sunday, February 10, 2019

Persib Fokus Lolos ke 16 Besar Piala Indonesia

Persib menjamu Persiwa pada Senin (11/2).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung akan menjamu Persiwa Wamena di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (11/2) pada babak 32 besar Piala Indonesia. Kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk lolos ke babak berikutnya.

Pelatih Persib, Miljan Radovic menyebut materi pemainnya sudah matang dalam menjamu Persiwa. Pelatih asal Montenegro ini telah mengevaluasi pertandingan di leg pertamanya.

"Mereka profesional, mereka mau menang untuk besok. Semua positif, atmsofer positif, semua siap dan kita harapkan menang besok," kata Radovic di Graha Persib, Kota Bandung Ahad (10/2).

Menurutnya, Persib harus bisa menang dalam pertandingan besok. Jika Persib melaju ke babak 16 besar, Persib akan menghadapi Arema Malang.

"Saya tahu potensi pemain Persib dan saya bisa bicara untuk menang besok," tegasnya.

Mantan pemain Persib itu menyebut tidak akan berpikir soal babak 16 besar. Karena kini fokus Persib adalah mengalahkan Persiwa Wamena.

"Sekarang besok konsentrasi untuk Wamena, itu dulu. Kita perlu menang besok dan kita 100 persen positif untuk itu kita akan lihat besok. Saya berharap menang," tutupnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SooYgo
February 10, 2019 at 03:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SooYgo
via IFTTT
Share:

Saturday, February 9, 2019

Kementan Pantau Pemanfaatan Alsintan di Lahan Rawa Sumsel

Bantuan excavator bekerja optimal untuk pengerukan saluran irigasi yang dangkal

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUASIN -- Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya agar penggunaan alat dan mesin pertanian (Alsintan) khususnya excavator untuk optimalisasi lahan rawa lebak dan pasang surut menjadi lahan sawah produktif di Sumatra Selatan, dimanfaatkan secara intensif.

Direktur Alsintan, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementan, Andi Nur Alam Syah mengatakan, Kementan telah menyalurkan bantuan excavator sebanyak 69 unit di Provinsi Sumsel. Berdasarkan pantauan, bantuan tersebut bekerja optimal untuk pengerukan saluran irigasi yang mengalami pendangkalan, pembuatan jalan usaha tani dan optimasi lahan rawa lebak dan lahan rawa pasang surut.

"Pemantauan ini sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Alsintan dan Excavator harus bekerja optimal sehingga lahan rawa menjadi lahan sawah produktif. Dengan demikian, produksi pangan khususnya beras nantinya kita berdaulat dan kesejahteraan petani meningkat. Bahkan dari lahan rawa kita bisa mencukupi pangan dunia," kata Nur Alam.

Kepala Desa Talang Rejo, Kecamatan Muara Talang, Banyuasin, Sumsel, Hendrik Kuswoyo menjelaskan, excavator memberikan hasil dan nilai tambah yang begitu besar bagi pertanian dan petani itu sendiri. Satu unit excavator dapat mengerjakan long storage sepanjang 20 km dengan lebar 2,5 m. Hal itu dapat mengairi sawah seluas 1.800 hektare dengan indeks pertanaman (IP) 200, yakni menanam padi dua kali setahun.

"Produktivitas padi yang tadinya 8,5 ton menjadi 13 ton per hektare untuk dua musim tanam. Jadi ada selisih 5 ton per hektare," ujar Hendrik.

Menurut Hendrik, sebanyak 5 ton gabah per hektare tersebut, nilainya mencapai Rp 20 juta. Dengan demikian, dari total lahan 1.800 hektare, menghasilkan tambahan pendapatan bagi petani mencapai Rp 36 miliar.

"Tambahan pendapatan ini untuk dua musim tanam" tuturnya.

Hendrik menambahkan, dalam pengerjaan optimalisasi lahan rawa menjadi lahan sawah produktif ini, pemerintah desa memanfaatkan dana desa untuk biaya BBM dan operator. Total dana desa mencapai Rp 800 juta, namun digunakan untuk membuat long storage sepanjang 20 km dengan lebar 2,5 m hanya Rp 270 juta.

"Namun, dengan adanya bantuan excavator, pengerjaan ini bisa dilakukan hanya butuh waktu 2 bulan saja. Tapi kalau tidak ada excavator bisa 5 tahun," jelasnya.

Kemudian, sambung Hendrik, jika tidak ada excavator, pengerjaan long storage tersebut juga membutuhkan dana Rp 900 juta untuk sewa alat dan bahan bakar minyak Rp 160 juta. Belum lagi biaya operator, per meternya Rp 3 juta sehingga totalnya biaya operator untuk long storage sepanjang 20 km itu sebanyak Rp 60 juta.

"Jadi, jika tanpa bantuan excavator ini, total biaya yang dibutuhkan untuk sewa excavator dan biaya operasional untuk pembuatan long storage sepanjang 20 km dan lebar 2,5 meter sekitar Rp 3,5 miliar," pungkasnya.

 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SCZaww
February 09, 2019 at 03:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SCZaww
via IFTTT
Share:

Friday, February 8, 2019

In Picture: Menkominfo Resmi Membuka Konvensi Nasional Media Massa

Konvensi nasional media massa dalam rangkaian HPN 2019 di Surabaya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara resmi membuka konvensi nasional media massa dalam rangkaian HPN 2019 di Surabaya,Jawa Timur, Jumat (8/2). 

Turut hadir dalam acara pembukaan, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, Gubernur Jatim Soekarwo, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S.Depari dan Penanggung Jawab Hari Pers Nasional (HPN) Margiono. 

Konvensi nasional media dihadiri oleh ratusan insan pers dengan mengangkat tema "Media Massa di Tengah Terpaan:Winner Takes All Market". 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2I0esaE
February 08, 2019 at 03:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2I0esaE
via IFTTT
Share:

Thursday, February 7, 2019

Jose Mourinho Gelar Pembicaraan dengan Petinggi Inter Milan

Kemungkinan salah satu agendanya membahas rencana Mourinho kembali.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Kabar masa depan Jose Mourinho kembali mengapung. Kini laporan dari Italia menyebut Mourinho berpeluang kembali ke klub lamanya, Inter Milan. Itu setelah pria Portugis ini dilaporkan menggelar pertemuan dengan kubu i Nerazzurri.

Jurnalis TeleLombardia, Davide Russo de Cerame, dikutip Football Italia, mengabarkan bahwa Mourinho dan CEO Inter, Giuseppe Marotta, akan makan siang bersama pada Kamis (7/2) waktu setempat. Kemungkinan salah satu agendanya membahas rencana Mourinho kembali ke Stadion Giuseppe Meazza pada musim depan.

Hal itu sekaligus mematahkan spekulasi sebelumnya bahwa pelatih asal Portugal akan menggantikan peran Santiago Solari di Real Madrid. Ketertarikan Inter dan Madrid lantaran juru taktik  56 tahun telah kehilangan pekerjaan sejak pemecatannya dari Manchester United pada Desember 2018 lalu.

Indikasi lain menguatnya Mourinho bergabung dengan La Beneamata adalah pihak klub dan juga para fan senantiasa menyambutnya dengan hangat. Terlebih bersama Inter, pelatih yang menjuluki dirinya sebagai the Special One memiliki kisah manis pada musim 2008 hingga 2010.

Saat itu, Mourinho sukses menjadikan Inter sebagai satu-satunya tim Italia yang memenangkan tiga gelar dalam semusim, Liga Italia, Coppa Italia, dan Liga Champions. Meski sudah tak menangani Inter, Mou kerap mengeluarkan pernyataan yang menunjukkan dirinya masih mencintai kesebelasan asal Kota Mode. Dia pun mengaku masih mengikuti perkembangan Inter.

Di sisi lain, posisi pelatih Inter Luciano Spalletti berada dalam tekanan. Sebab Nerazzurri tak pernah menang dalam empat laga terakhir, dengan sekali imbang dan tiga kalah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2tbxikO
February 07, 2019 at 03:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2tbxikO
via IFTTT
Share:

Wednesday, February 6, 2019

Manusia Bisa Belajar Bahasa Asing Saat Tidur

Hippocampus memainkan peran penting dalam memori dan pembelajaran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Proses belajar lazimnya dilakukan saat orang sedang terjaga atau terbangun dan tentunya ketika otak masih segar. Namun, ternyata proses belajar juga bisa terjadi saat seseorang tidur.

Penelitian terbaru mengungkapkan untuk pertama kalinya manusia dapat mempelajari informasi baru ketika mereka sedang tidur. Maksudnya, menurut para ilmuwan, tidur dapat mengonsolidasikan pembelajaran informasi baru yang manusia peroleh selama terjaga.

Para peneliti di University of Bern di Swiss menyatakan pembelajaran juga dapat terjadi selama tidur nyenyak. Dalam sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Current Biology itu, peneliti menunjukkan bagaimana hubungan dengan kata-kata asing baru dapat terjadi pada fase-fase tertentu dari tidur.

Dilansir di Medical News Today, banyak penelitian tentang tidur menyangkut proses yang menstabilkan dan mengonsolidasikan ingatan yang terbentuk selama periode terjaga. Sekarang ada bukti yang cukup saat tidur dapat memperkuat ingatan dan menanamkannya di memori pengetahuan yang sebelumnya diperoleh otak.

Para penulis penelitian mencatat banyak yang menganggap mustahil belajar dapat terjadi selama tidur karena tidur adalah di mana kondisi orang sedang tidak sadar. Selain itu, penelitian sebelumnya menghasilkan hasil yang bertentangan.

Tetapi sejumlah peneliti dari Swiss tertarik dengan pertanyaan, jika keadaan tidur memperkuat 'jejak memori' yang terbentuk selama terjaga, maka mengapa keadaan tidur itu sendiri tidak dapat membentuk jejak memori yang bertahan hingga terjaga?

Dengan menggunakan electroencephalograms (EEGs), peneliti merekam aktivitas gelombang otak pada 41 pria dan wanita yang sehat ketika mereka tidur di siang hari, lalu mereka menjalani tes memori berikutnya. 'Sakelar' otak tunggal yang mengontrol tidur ternyata bangun saat itu.

Otak hanya menggunakan satu area untuk mengendalikan tidur dan bangun. Selama tidur siang, para peserta mengenakan headphone in-ear yang diputarkan rekaman banyak pasangan kata verbal. Mereka merancang setiap pasangan kata, baik kata yang akrab dengan bahasa ibu, sementara yang lain adalah 'pseudoword' atau kata palsu yang dibuat-buat.

Sebagai contoh, peneliti memasangkan kata 'rumah' dengan pseudoword 'tofer'. Di pasangan lain, kata yang akrab adalah 'gabus' dan pseudoword adalah 'aryl'. Setelah tidur siang, para relawan menjalani tes asosiasi tidur.

Tes memberi peserta sampel acak dari pseudoword. Pada setiap presentasi, mereka harus mengatakan apakah objek yang dideskripsikan dengan kata itu bisa masuk ke dalam kotak sepatu atau tidak. Hasil penelitian menunjukkan klasifikasi ukuran pseudoword lebih baik daripada yang lainnya.

Waktu pengkodean adalah kuncinya

Gelombang lambat atau tidur nyenyak adalah tahap yang paling bermanfaat untuk mengkonsolidasikan ingatan yang terbentuk pada periode terjaga. Saat otak memasuki tidur gelombang lambat, sel-selnya secara bertahap menyinkronkan aktivitas mereka. Mereka jatuh ke dalam pola yang bergantian setiap 0,5 detik antara periode singkat aktivitas universal dan tidak aktif. Periode aktivitas muncul sebagai puncak pada EEG.

Penulis studi pertama, Marc Züst mengatakan mereka juga mengamati pengambilan kata-kata yang dipelajari dalam tidur selama tes bertepatan dengan aktivitas di hippocampus dan area bahasa di otak. Hippocampus memainkan peran penting dalam memori dan pembelajaran.

Ini adalah area otak yang juga berperan saat manusia sedang terbangun dan menerima pembelajaran. "Struktur otak ini tampaknya memediasi pembentukan memori secara independen selama tidur nyenyak maupun selama terjaga," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GojFGC
February 06, 2019 at 03:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GojFGC
via IFTTT
Share: