Showing posts with label 2019 at 11:37PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 11:37PM. Show all posts

Saturday, May 4, 2019

Jokowi Unggul di Hanoi, Yangoon dan Washington

Data PPLN Yangon, pasangan Jokowi-Ma'ruf memperoleh 151 suara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan calon (paslon) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin masih mengungguli pesaingnya Paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam lanjutan rekapitulasi perolehan suara Pilpres 2019 di luar negeri. Paslon 01 unggul di sejumlah negara.

Di Washington, Amerika Serikat Jokowi-Ma'ruf unggul atas Prabowo-Sandiaga dengan selisih yang cukup signifikan, yakni sebanyak 762 suara. "Total diperoleh untuk pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 adalah 1114 suara, dan total diperoleh untuk pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 adalah 352 suara," kata Ketua Pokja PPLN Washington Endang Purnama di ruang rapat pleno KPU, Jakarta Pusat, Sabtu (4/5).

Data PPLN Washington, perolehan Jokowi-Ma'ruf untuk pemungutan suara metode pos mencapai 430. Sedangkan perolehan pasangan nomor urut 01 dengan metode TPS, mencapai 684 suara. Sementara itu, Prabowo-Sandiaga memperoleh suara 116 untuk metode pos. Pada metode TPS, pasangan nomor urut 02 memperoleh 236 suara.

Total 70 suara tidak sah di daerah pemilihan Washington. Rinciannya 32 suara tak sah pada metode pemungutan suara pos, 38 suara pada metode TPS.

Selain unggul di Washington, Jokowi-Ma'ruf juga unggul di daerah pemilihan Yangon, Myanmar dan Hanoi, Vietnam.

Data PPLN Yangon, pasangan Jokowi-Ma'ruf memperoleh 151 suara. Sementara itu, pasangan Prabowo-Sandiaga hanya 51 suara. Total selisih suara antara dua pasangan calon sebesar 100. Catatan PPLN Yangon, pengguna hak pilih berjumlah 205 dengan rincian 121 pemilih laki-laki dan 84 pemilih perempuan. Terdapat tiga suara tidak sah di daerah pemilihan Yangon.

Sedangkan di Hanoi, pasangan Jokowi-Ma'ruf juga unggul atas Prabowo-Sandiaga dengan selisih suara mencapai 98 suara. Data PPLN Hanoi, Jokowi-Ma'ruf meraup 161 suara. Sementara itu, Prabowo-Sandiaga hanya mendapatkan 63 suara di ibu kota Vietnam tersebut.

Total surat sah yang masuk di daerah pemilihan Hanoi mencapai 228. Terdapat suara tidak sah mencapai empat lembar di Hanoi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2V41CJr
May 04, 2019 at 11:37PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2V41CJr
via IFTTT
Share:

Sunday, January 13, 2019

Produksi Blok Cepu Melonjak Hingga 220 Ribu Barel

Produksi Blok Cepu berhasil menyalip Blok Rokan yang hanya memproduksi 190 ribu barel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Produksi Blok Cepu melonjak hingga mencapai 220 ribu barel per hari (bph) yang diproyeksikan akan mampu dipertahankan sampai tahun 2020. Kementerian ESDM mencatat angka tersebut lebih tinggi daripada yang ada di proposal pengembangan (PoD) yang disetujui di awal, yakni sebesar 165 ribu bph. 

Peningkatan produksi Blok Cepu ini juga bukan yang pertama kali. Tahun 2017, produksinya meningkat menjadi 185 ribu bph dan tahun 2019 ini ditargetkan sebesar 216 ribu bph.

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto mengungkapkan peningkatan produksi ini terjadi berkat pemasangan fasilitas alat pendingin (cooler) yang dilakukan ExxonMobil selaku operator Blok Cepu.

"Blok Cepu itu kan sekarang menyalip Chevron (Blok Rokan), dia awal Plan of Development (POD) 165 ribu barel per hari lalu kami upayakan ke 185.000 barel per hari, lalu naik ke 220 ribu barel per hari, itu upayanya dengan memasang fasilitas cooler," jelas Dirjen Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto. 

Fasilitas cooler, imbuh Djoko, paling tidak, bisa mempertahankan produksi Blok Cepu sesuai Rencana Program dan Anggaran (WP&B) sampai tahun 2020.

Dengan begitu, apabila nanti di tahun 2021 terjadi penurunan bisa teratasi dari produksi lapangan Kedung Keris yang akan mulai beroperasi di akhir tahun 2019 ini."Kedung Keris sekarang dalam proses pemasangan pipa, sepanjang enam km untuk masuk di fasilitas Lapangan Banyu Urip," terang Djoko.

Untuk diketahui, ExxonMobil selaku operator pertama kali menemukan lapangan Banyu Urip dengan cadangan mencapai 450 juta barel. Mulai berproduksi pada 2008 dengan kapasitas 20 ribu barel sehari di 2009, dan terus naik sampai sekarang.

Pada awal bulan Desember 2018, cadangan Blok Cepu meningkat setelah operator melakukan pembaruan data seismik reprocessing guna meningkatkan gambaran di bawah permukaan tanah.

Cadangan Lapangan Banyu Urip mengalami penambahan dari 729 juta barel menjadi 823 juta barel. Kemudian pada tahun 2011, ExxonMobile menemukan cadangan baru di lapangan Kedung Keris dan akan beroperasi penuh pada Kuartal III tahun 2019 dengan proyeksi penambahan produksi sebesar 10 ribu bph.

Kini, Blok Cepu didaulat sebagai andalan utama lifting minyak nasional menggeser Blok Rokan yang hanya memproduksi rata-rata 190 ribu bph lantaran masuk dalam kategori tua."Secara alamiah, kalau minyak diambil terus menerus ya habis," jelas Djoko.

Meski demikian, keduanya tetap merupakan tumpuan produksi dan lifting minyak nasional. Secara umum, lifting minyak pada tahun 2018 mencapai 778 Million Barrel Oil Per Day (MBOPD). Sedangkan lifting gas sebesar 1.139 Million Barrel Oil Equivalent Per Day (MBOEPD). 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FvxgeW
January 13, 2019 at 11:37PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FvxgeW
via IFTTT
Share:

Saturday, January 12, 2019

FSGI: Guru Harus Berpikir Kritis

Literasi digital dinilai mendesak buat guru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo menyatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus memberikan pelatihan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) bagi para guru. Ini disampaikan FSGI menyusul adanya oknum guru sekolah swasta yang ditangkap polisi terkait kasus hoaks.

"Guru jangan hanya difokuskan ke pelatihan-pelatihan teknis administratif kurikulum semata. Tetapi pada 'keterampilan berpikirnya' yang lebih utama," ujar dia dalam keterangan pers, Sabtu (12/1).

Menurut Heru, pelatihan keterampilan HOTS tidak hanya bertujuan agar para guru terbiasa berpikir kreatif, kritis, inovatif, analitis dan mampu memecahkan masalah. Jika gurunya sudah mampu berpikir dan bertindak HOTS, maka para peserta didiknya akan juga terbiasa berpikir HOTS.

Heru melanjutkan, literasi digital juga mendesak diperlukan guru. Sebab penggunaan internet dan makin masifnya kepemilikan terhadap gawai di masyarakat saat ini, berdampak terhadap arus informasi yang makin besar.

Para guru pun memiliki akun-akun media sosial, dan akses internet tiap detik bisa dilakukan tanpa batas. "Guru tak hanya dituntut rajin membaca buku (di luar buku teks pembelajaran), tetapi memiliki keterampilan literasi terhadap penggunaan media sosial  atau digital. Guru seharusnya tidak mudah percaya dengan apa yang disuguhkan oleh internet," kata dia.

Mekanisme berpikir kritis dan verifikatif, papar Heru, seharusnya lebih dulu dilakukan. Jika ada berita yang belum valid kebenarannya maka bisa dipastikan dulu. Guru jangan mudah membagikan tautan web tanpa memahami konten berita. Apalagi dari web kanal berita yang medianya tidak dikenal atau tidak mainstream.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FnyhGy
January 12, 2019 at 11:37PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FnyhGy
via IFTTT
Share: