Showing posts with label 2018 at 11:38PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 11:38PM. Show all posts

Sunday, December 30, 2018

Warga Garut Diimbau tak Pesta Kembang Api Saat Tahun Baru

Larangan diberlakukan atas pertimbangan menghormati masyarakat yang dilanda bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Beberapa wilayah di Indonesia sempat diguncang bencana beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, Kepolisian Resor Garut memberlakukan larangan kegiatan pesta kembang api pada malam tahun baru di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Kepala Kepolisian Resor Garut, AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, larangan itu diberlakukan atas pertimbangan untuk menghormati masyarakat yang dilanda bencana alam tsunami di Banten dan Lampung. "Kami sudah melarang tidak boleh ada pesta yang berlebihan," kata Budi, Ahad (30/12).

Ia menuturkan, kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Garut telah mengimbau masyarakat terkait larangan pesta secara berlebihan seperti hura-hura atau menyalakan kembang api saat malam pergantian tahun. Selain itu, lanjut dia, kepolisian sudah mengumpulkan para pengelola hotel di Garut dan meminta untuk tidak menyelenggarakan kegiatan hiburan secara berlebihan pada malam tahun baru.

"Sudah kami koordinasikan dengan beberapa pengusaha hotel termasuk pengusaha hiburan agar tidak menggelar kegiatan secara berlebihan," katanya. Ia menyampaikan, bangsa Indonesia saat ini sedang dilanda duka dengan adanya bencana alam  di Banten dan Lampung, Palu, Bogor termasuk longsor di Garut.

Budi menyarankan, perayaan malam tahun baru diselenggarakan dengan kegiatan yang lebih positif seperti doa bersama untuk Indonesia. Direktur PT Alam Indah Lestari selaku pengelola Taman Wisata Alam Gunung Papandayan, Tri Persada menyatakan, pengelola siap melaksanakan imbauan tentang tidak menyelenggarakan kegiatan hiburan secara berlebihan sebagai wujud menghormati masyarakat lain yang dilanda bencana alam. "Kami untuk malam tahun baru ini tidak ada acara khusus karena ada larangan itu sekaligus untuk menghormati saudara kita yang dilanda bencana," kata Tri.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SpGVHu
December 30, 2018 at 11:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SpGVHu
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 26, 2018

Masih Takut Tsunami, Warga Serang Sekarang Terendam Banjir

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) nerilis sebagian masyarakat Kabupaten Serang Provinsi Banten, kembali dilanda bencana. Jika sebelumnya masyarakat dicekam ketakutan menghadapi bahaya tsunami, kini mereka harus terjebak banjir.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, masyarakat di pantai Kecamatan Cinangka dan Anyer dilanda banjir.

"Pada Rabu (26/12) pagi, masyarakat Desa Batukuwung dan Desa Citasuk Kecamatan Padarincang Kabupaten Banten terendam banjir," katanya seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Rabu malam.

Dia mengatakan hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan meluapnya sungai Cikalumpang sehingga banjir melanda permukiman. Dampaknya banjir sebanyak 297 KK / 1.658 jiwa terdampak dan mengungsi di SDN Suka Maju sedangkan 70 KK / 160 jiwa mengungsi ditempat yang aman di Ds. Batukuwung. Sekitar 200 unit rumah terendam banjir dengan tinggi banjir 50 -100 centimeter.

Ia mengklaim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Serang bersama TNI, Polri, SKPD dan relawan melakukan evakuasi. Bantuan logistik diberikan kepada masyarakat terdampak banjir. "Tidak ada korban jiwa dari banjir yang terjadi," ujarnya.

Sementara itu, ia menyebut hingga saat ini penanganan darurat tsunami yang menerjang Pantai Anyer dan Cinangka di wilayah Serang masih dilakukan. Tercatat 25 orang meninggal dunia, 62 orang luka-luka, 68 orang hilang dan 83 orang mengungsi. Evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban terus dilakukan. Penanganan pengungsi dan layanan kesehatan juga dilakukan.

Aparat gabungan bersama relawan dan masyarakat mulai membersihkan lingkungannya dari puing-puing bekas tsunami. Ia mengakui, wilayah Serang memang rawan bencana, baik gempa, tsunami, banjir, kekeringan dan puting beliung.

"Karena itu pembangunan hendaknya benar-benar mengindahkan peta bahaya bencana ke dalam tata ruang dan diimplementasikan secara ketat," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VaBZIr
December 26, 2018 at 11:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VaBZIr
via IFTTT
Share:

Friday, December 21, 2018

Saat Natal, KPK Buka Kunjungan Tahanan

Jadwal kunjungan mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Saat libur hari raya Natal, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap membuka jam kunjung rumah tahanan bagi pengunjung yang ingin menjenguk pada Selasa (25/12). Diketahui, hari Senin dan Kamis merupakan jadwal kunjungan yang diberikan untuk keluarga ataupun kerabat yang ingin menjenguk tahanan.  Jadwal kunjungan mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Yuyuk Andriati mengatakan untuk hari Senin (24/12), KPK tak menerima kunjungan dan lebih memilih membuka kunjungan pada perayaan natal.

"Jadwal kunjungan tahanan 24 Desember 2018 tidak ada kunjungan. Tanggal 25 Desember 2018 baru ada kunjungan dari pukul 09.00 - 13.00 WIB," kata Yuyuk di Gedung KPK Jakarta, Jumat (21/12).

Lebih lanjut, Yuyuk memastikan kepada pengunjung pada hari Natal nanti hanya diperuntukan bagi para keluarga. Bukan untuk kunjungan bagi penasehat hukum.

"Keluarga boleh membawa makanan kesukaan bagi keluarga mereka," ujarnya

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QN3Pfl
December 21, 2018 at 11:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QN3Pfl
via IFTTT
Share:

Friday, November 23, 2018

Mantan Menhan Israel Terus 'Serang' Pemerintahan Netanyahu

Netanyahu dianggap abaikan sel teror di Jalur Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Mantan menteri pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengkritik Pemerintah Israel di bawah kepemimpinan Benyamin Netanyahu karena dianggap melunak terhadap kelompok-kelompok perlawanan di Jalur Gaza. Lieberman mengundurkan diri dari jabatannya pekan lalu setelah Israel menyepakati gencatan senjata dengan Hamas.

"Kemarin kami semua melihat (situasi) yang tidak masuk akal, yang akhirnya kami berakhir di sana,” kata Lieberman, dikutip dari The Times of Israel, Jumat (23/11).

 

Ia mengatakan, Dinas Keamanan Israel Shin Bet mengungkap sel teror yang dikendalikan dari Gaza, tapi kemarin dan hari ini bantuan bahan bakar dari Qatar masih dipindahkan ke Jalur Gaza, sementara mereka melakukan serangan di Yudea, Samaria, dan Israel.

Ia berpendapat Israel tidak harus menyerah pada teror. "Sangat penting bahwa kami mengubah kebijakan pemerintah yang telah kami lihat dalam sepekan terakhir. Ini bukan pemerintahan yang berfungsi, tapi masih hidup," ujar Lieberman.

Pada Kamis (22/11), Dinas Kemanan Israel mengumumkan bahwa mereka menemukan jaringan Hamas di Tepi Barat. Jaringan itu bekerja atas perintah para pemimpin Hamas di Gaza. Dinas keamanan Israel mengklaim jaringan tersebut berencana melancarkan serangan bom berskala besar di Tepi Barat dan Israel.

Menurut dinas keamanan, anggota dari jaringan Hamas itu bersiap memproduksi bahan peledak dan diperintahkan memilih tempat ramai sebagai target serangan. Serangan tersebut merupakan prioritas Hamas guna mengacaukan stabilitas di daerah terkait.

Lieberman mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri pertahanan Israel pada Rabu (14/11). Keputusan itu diambil karena Lieberman kecewa atas tercapainya gencatan senjata antara negaranya dan kelompok Hamas yang mengontrol Gaza.

"Saya tidak mencari alasan untuk berhenti. Saya mencoba untuk tetap menjadi anggota pemerintah yang setia, di kabinet, menjaga perbedaan internal bahkan dengan biaya pemilu," kata Lieberman, dikutip dari Haaretz.

Ia tak menyangkal tentang kekecewaannya perihal kesepakatan gencatan senjata yang dicapai dengan Hamas. "Apa yang kita lakukan sekarang sebagai sebuah negara adalah membeli keheningan jangka pendek dengan mengorbankan keamanan jangka panjang kami," ujarnya.

Selain perihal eskalasi Gaza, masuknya bantuan dana Qatar ke Gaza juga menjadi alasan mundurnya Lieberman. "Bukan rahasia bahwa ada perbedaan antara perdana menteri dan saya. Saya tidak setuju untuk mengizinkan masuknya uang Qatar (ke Gaza) dan saya harus mengizinkannya hanya setelah perdana menteri mengumumkannya," kata Lieberman.

Hamas menyambut pengunduran diri Lieberman. Menurut Hamas, mundurnya Lieberman merupakan pengakuan kekalahan Israel dalam konfrontasi militer pekan lalu.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Bv4nNH
November 23, 2018 at 11:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Bv4nNH
via IFTTT
Share: