Showing posts with label 2019 at 11:46PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 11:46PM. Show all posts

Sunday, January 20, 2019

AP I Yakin Bandara Baru Yogyakarta Diminati Maskapai Asing

Penerbangan internasional di Bandara Adisutjipto baru dari Singapura dan Malaysia

REPUBLIKA.CO.ID, KULON PROGO -- PT Angkasa Pura (AP) I optimistis Bandara New Yogyakarta International Airport di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), akan banyak diminati maskapai penerbangan internasional. Hal ini didukung posisi DIY sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.

Direktur PT AP I Faik Fahmi di Kulon Progo, Ahad (20/1), mengatakan saat, sudah ada enam maskapai internasional yang menyatakan berminat mengoperasikan pesawatnya di Bandara NYIA, yakni maskapai dari Cina, Korea Selatan, Jepang, Australia, Timur Tengah dan Garuda Indonesia.

"Pada Maret ini, kami akan memastikan kesiapan mereka mengoperasikan pesawatnya melalui Bandara NYIA," kata Faik.

Ia mengatakan saat ini, penerbangan internasional yang mendarat di Bandara Adisutjipto baru dari Singapura dan Malaysia dengan penerbangan enam kali per hari. "Kami belum dapat memastikan jumlah perbangan internasional di Bandara NYIA ke depan. Kami akan pastikan pada rapat pertemuan dengan maskapai pada Maret mendatang," katanya.

Namun demikian, Faik mengatakan bersama dengan pembangun, AP I juga terus menawarkan slot penerbangan ke berbagai negara. Hingga saat ini, penerbangan charter reguler dari Cina yang kemungkinan besar berpeluang besar akan mengoperasikan pesawat di NYIA.

AP I mengharapkan, penerbangan internasional akan menggunakan pesawat berbadan lebar. Dengan demikian, maka mereka bisa membawa turis dalam jumlah yang besar pula.

"Nanti, turis tidak lagi di Bali dan Jakarta, tapi langsung ke Kulon Progo, sehingga parwisata akan cepat berkembang," katanya.

Lebih lanjut, Faik mengatakan AP I tengah mengebut pembangunan fisik baik gedung dan infrastruktur NYIA. Kini, bandara baru ini sudah mencapai 30 persen fisik pembangunan. Beberapa di antaranya, tampak paralel taxiway atau jalur lalu lalang pesawat. Taxiway sudah pengerasan dan masuk tahap betonisasi.

"Sementara itu, beberapa bagian dari gedung terminal sudah masuk tahap pembangunan lantai ke-3. Gedung parkir hingga masjid bahkan hampir selesai," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FJXomu
January 20, 2019 at 11:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FJXomu
via IFTTT
Share:

Saturday, January 19, 2019

Tak Hanya Baasyir, Tananan Tua Renta Lain Diminta Dibebaskan

Langkah presiden membuka peluang tahanan dalam kondisi serupa bisa bebas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- LBH Masyarakat mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang membebaskan terpidana Abu Bakar Ba'asyir. LBH Masyarakat berharap agar Presiden juga mengkaji terpidana tua renta lainnya agar juga mendapatkan hak yang sama.

Direktur LBH Masyarakat Ricky Gunawan menyampaikan bahwa alasan Presiden membebaskan Baasyir karena kemanusiaan lantaran usia terpidana yang sudah tua.

Sehingga menurutnya langkah yang ditengarai dilakukan dalam kerangka amnesti karena Ba'asyir tidak pernah mengajukan grasi sehingga membuka peluang bagi terpidana tua lainnya.

“(Langkah) Preseden ini sesungguhnya sangat baik karena membuka ruang bagi terpidana-terpidana lain yang usianya juga sudah uzur untuk mendapatkan hal yang serupa dari Presiden,” kata Ricky dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id pada Sabtu (19/1).

Akan tetapi lanjut Ricky, kemungkinan bagi Presiden untuk juga membebaskan terpidana lainnya yang telah uzur atau mengurangi masa hukuman nampak masih sangat kecil.

Pasalnya, untuk kasus Ba'asyir saja memerlukan waktu yang sangat lama, hingga pembebasan Ba’asyir terjadi di waktu-waktu menjelang pemilihan umum.

“LBH Masyarakat berharap pemerintah dapat membentuk suatu peraturan panduan yang mengikat secara hukum tentang usia narapidana,” ujarnya

Peraturan semacam ini kata dia, akan membuat hal yang sekarang ini diterima Ba'asyir dapat pula diterima narapidana lain yang profilnya jauh dari sorot media. Hal ini penting tidak hanya dalam urusan hak asasi manusia namun juga baik sebagai bentuk tertib administrasi keadilan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Rz0wc1
January 19, 2019 at 11:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Rz0wc1
via IFTTT
Share: