Showing posts with label 2018 at 07:21PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 07:21PM. Show all posts

Saturday, December 29, 2018

Ini Komentar Positif Pengunjung Atas Acara Hijrah Book Fest

Republika menggelar festival dan Dzikir Nasional dari 29 hingga 31 Desember

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Tahun ini PT Republika Media Mandiri kembali menggelar Festival Republik 2018. Festival kali mengangkat tema 'Menebar Kebaikan Menguatkan Kepedulian' yang digelar di Masjid At-Tin, Jakarta Timur 29 Desember hingga 31 Desember.

Dalam festival ini ada Hijrah Book Fest, bazaar busana muslim, dan workshop jurnalistik milenial. Para Pengunjung pun mengaku antusias dan senang ikut meramaikan.

Salah satu pengunjung Hijrah Book Fest, Sukiyo Said, mengatakan, mengetahui acara ini diadakan oleh Republika dari media sosial. " Saya tahu ada tabligh akbar akhir tahun, bazar buku dan dzikir bersama besok," ucapnya pada Republika, Sabtu ( 29/12).

Sukiyo yang rumahnya berada di Slipi menyempatkan datang untuk membeli buku dan melihat acara Republika. " Media saya dari dulu Republika, sering baca berita Republika," ucapnya.

Rencananya ia akan mengikuti dzikir bersama akhir tahun. " Insya allah besok saya ikut, tiap tahun juga diadakan disini," ujarnya.

Sukiyo senang dengan acara seperti ini, ia berharap agar diteruskan terutama untuk generasi muda. " Lewat bazar buku ini bisa tersalurkan ide tidak hanya hura-hura saja," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RhZpwr
December 29, 2018 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RhZpwr
via IFTTT
Share:

Friday, December 28, 2018

Pejabat PSSI Diciduk, Edy Rahmayadi: Percayakan Proses Hukum

PSSI punya komitmen yang sama dengan satgas dalam memerangi para mafia bola.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PSSI menyerahkan nasib para anggotanya yang ditangkap Satgas Antimafia Bola Mabes Polri ke proses hukum. Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menegaskan, tak akan melindungi para pengurus federasi yang terlibat dalam skandal pengaturan curang pertandingan sepak bola atau match fixing

Menurut Edy, PSSI punya komitmen yang sama dengan satgas dalam memerangi para mafia bola. Namun selama ini federasi tak punya instrumen aparat yang bisa membuat jera dalam penegakan kode disiplin. Keberadaan satgas, lanjut dia, menjadi amunisi tambahan dalam penegakan hukum pemberantasan mafia bola.

“PSSI akan selalu berkordinasi dengan kepolisian dan mendukung satgas dalam komitmen yang sama menyelesaikan match fixing dan match manipulation,” kata Edy dalam rilis resmi PSSI yang diterima wartawan di Jakarta, pada Jumat (28/12).

Terkait status kenggotaan pengurus yang tertangkap satgas, Edy pun memastikan PSSI tak bakal melindungi jika terbukti. “Terkait dengan anggota (pengurus yang tertangkap), kami menyerahkan semuanya ke proses hukum,” sambung dia.

Edy menjelaskan, saat ini PSSI memang belum bertemu langsung dengan satgas di kepolisian. Kata dia, Januari 2019, kepengurusannya baru mengagendakan tatap muka langsung dengan satgas di Mabes Polri untuk membahas ragam persoalan skandal sepak bola di Tanah Air.

PSSI pun, kata Edy, berencana akan melibatkan FIFA yang menjadi badan induk sepak bola dunia tempat PSSI bernaung. “Kami akan menentukan langkah strategis untuk membahas persoalan ini. Kami berharap semua pihak bisa bekerja sama untuk memberantas praktik-praktik kecurangan,” jelasnya.

Sampai Jumat (28/12), Satgas Antimafia Bola bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnivian, menangkap dan menahan empat nama terkait skandal pengaturan pertandingan di klub-klub Liga 3. Empat tersangka tersebut, di antaranya para pejabat di PSSI. Yaitu, Johar Lin Eng yang juga menjadi anggota Exco PSSI sekaligus Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah (Jateng). Satu lagi, yakni Dwi Irianto yang digelari Mbah Putih dalam gelanggang sepak bola nasional. Ia menjadi anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI atau lembaga peradilan internal federasi.

Selain itu, satgas juga menangkap mantan Komite Wasit PSSI, Priyanto, atau terkenal dengan julukan Mbah Pri. Nama terakhir ini ditangkap bersama putrinya, Anika Yuni Artikasari yang banyak terlibat dalam perwasitan kompetisi sepak bola di Indonesia. Penetapan keempat tersangka tersebut sebagai respons satgas atas pelaporan kecurangan, pemerasan, dan penipuan dalam kompetisi sepak bola di Liga 3.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AlpRLY
December 28, 2018 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AlpRLY
via IFTTT
Share:

Monday, December 24, 2018

PLN Pulihkan Sebagian Besar Gardu Listrik di Banten

Sebanyak 88 gardu listrik di Banten masih padam.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- PT PLN telah menyalakan di sebagian gardu untuk memulihkan pasokan listrik di wilayah terdampak tsunami di Banten. PLN telah berhasil menyalakan 160 gardu. Sebanyak 88 gardu masih padam dan dalam upaya perbaikan.

"Hingga saat ini terdapat 39 tiang roboh akibat terjangan Tsunami," kata Executive Vice President Corporate Communication and CSR, I Made Suprateka dalam siaran persnya.

Dengan kekuatan tim total 187 personel yang disebar di wilayah terdampak tsunami, PLN juga mendatangkan sejumlah bantuan dari seluruh yantek UP3 Banten, UP3 Disjaya, UP3 Bogor, tim PDKB. Selain itu, ada bantuan dari vendor konstruksi dan pemeliharaan.

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Sofyan Basir memimpin pelepasan jenazah almarhum GM Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat, Trino Erwin yang menjadi korban Tsunami pada Sabtu (22/12) malam lalu. Sebelumnya almarhum bersama anak istrinya beserta 199 orang lainnya dari keluarga TJBB mengikuti acara Family Gathering di Tanjung Lesung, Banten. Sofyan Basir juga menghadiri pemakaman Deni Soerparjana dan Keluarga karyawan Finaldi yang kehilangan empat orang keluarganya.

Seusai menghadiri pemakaman, ia menuju RS Puri Cinere untuk melihat kondisi korban luka yang sedang dirawat di RS tersebut. Ia ingin menguatkan dan bersimpati terhadap seluruh keluarga korban.

Sebelumnya pada Sabtu malam (22/12) tsunami yang tiba-tiba menerjang Tanjung Lesung dan Lampung merenggut sejumlah korban dari keluarga besar PLN. Acara dihadiri 199 Peserta, sebanyak 156 orang selamat dan 41 orang meninggal. Dua orang tercatat belum ditemukan.

Saat ini seluruh Jenazah sudah dibawa ke masing-masing Rumah duka setelah sebelumnya dibersihkan dan dikafani di RS Fatmawati dan RS KS Cilegon. Sementara korban luka langsung di rujuk ke RS Puri Cinere dan beberapa rumah sakit lainnya untuk dilakukan perawatan dan observasi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QRYDGT
December 24, 2018 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QRYDGT
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

Rupiah Menguat Seiring Turunnya Potensi Kenaikan Bunga Fed

Kenaikan suku bunga the Fed 2019 diperkirakan tidak seagresif seperti tahun ini

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore ini menguat sebesar 102 poin ke posisi Rp 14.499 dibandingkan sebelumnya Rp 14.601 per dolar AS. Kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini (13/12), tercatat mata uang rupiah menguat menjadi Rp 14.536 dibanding sebelumnya (12/12) di posisi Rp 14.577 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan berkurangnya keyakinan pasar terhadap kenaikan suku bunga the Fed pada Desember memicu dolar AS tertekan terhadap mayoritas mata uang dunia. Hal ini akhirnya berimbas positif pada rupiah.

"Tingkat keyakinan kenaikan suku bunga the Fed pada Desember sekitar 70 persen, sebelumnya sekitar 90 persen, jadi masih tanda tanya, kondisi itu memicu tekanan dolar AS," katanya.

Sedianya, the Fed akan mengadakan pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 18-19 Desember 2018. Salah satunya menentukan kebijakan suku bunga acuannya.

Untuk 2019, lanjut dia, kenaikan suku bunga acuan the Fed juga diperkirakan tidak seagresif seperti tahun ini. Sehingga, peluang apresiasi rupiah dapat berlanjut.

Sementara sentimen dari dalam negeri, menurut Ariston Tjendra, relatif cukup kondusif. Hal itu tercermin dari data cadangan devisa yang meningkat dan inflasi yang terjaga.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Bcu4Ru
December 13, 2018 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Bcu4Ru
via IFTTT
Share:

Saturday, December 8, 2018

PSMS akan Tampil Ngotot Hadapi PSM Makassar

PSMS bertekad untuk bisa terhindar dari degradasi

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Pelatih PSMS Medan Peter Butler menegaskan timnya akan tampil ngotot dan memaksakan kemenangan saat menghadapi tuan rumah PSM. Laga akan berlangsung di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging, Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (9/12).

Peter Butler mengatakan, pertandingan terakhir menghadapi PSM merupakan peluang terakhir bagi timnya menjaga asa bertahan di kompetisi Liga 1 pada musim depan.

"Besok merupakan pertandingan terakhir yang begitu penting bagi kedua tim. Situasi (juara dan degradasi) yang beda tapi harus kita berupaya untuk tampil lebih baik," katanya, Sabtu (8/12).

Ia menjelaskan, kualitas tim tuan rumah memang lebih baik. Namun ia mengaku siap bertarung untuk mencuri poin penuh yang begitu penting artinya hingga akhir pertandingan.

Ia juga mengakui jika kualitas dan gaji pemain PSM juga begitu baik. Sehingga menjadi potensi untuk bisa memenangkan pertandingan.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga berharap agar wasit yang memimpin pertandingan dapat menjalankan tugasnya secara adil. Sebab jika memihak salah satu pihak maka tentu akan membuat pertandingan menjadi bermasalah.

"Jika ada wasit seperti kemarin (lawan PS Tira) yang memimpin pertandingan besok, pasti ada masalah. Kami tidak masalah apakah menang atau kalah yang pasti wasit tidak berpihak," ujarnya.

Pemain PSMS Abdul Aziz Lutfi mengaku sebagai pemain akan mengeluarkan seluruh kemampuan yang dimiliki demi membantu PSMS meraih kemenangan. Ia juga mengakui besarnya tekanan dan harapan dari masyarakat Medan agar bisa memetik poin maksimal di Makassar.

"Banyak tekanan dari masyarakat Medan, dan begitu berharap bisa meriah poin maksimal karena ada kesempatan untuk keluar dari zona degradasi," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QLC4TG
December 08, 2018 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QLC4TG
via IFTTT
Share:

Monday, December 3, 2018

Guru Tewas Usai Tabrak KA Joglosemarkerto

Korban merupakan seorang guru Taman Kanak-kanak (TK)

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- KA Joglosemarkerto baru saja melaksanakan perjalanan perdananya. Perjalanan itu memakan korban usai seorang ibu menabrak kereta yang sedang melintas di sekitar Kecamatan Gamping.

Peristiwa itu terjadi di Padukuhan Kaliabu, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, DIY, Senin (3/12) pagi sekitar 07.15 WIB. Korban, Ratna Kusni Agutiyah (49), merupakan seorang pegawai negeri sipil.

Tabrakan terjadi usai korban berbelanja di salah satu warung. Korban merupakan warga RT 04, RW 13, Padukuhan Kaliabu, yang rumahnya tepat di sebelah selatan rel kereta api yang dilintasi tersebut.

Manajer Humas KAI Daop 6, Eko Budiyanto menerangkan, tempat kejadian perkara berada di jalan antara Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Patukan. Sesampainya ke TKP, korban sempat berhenti sejenak.

Korban menanti KA Pupuk 7079 yang akan melintas dari arah barat. Setalah KA melintas, korban langsung menyeberang rel yang ternyata bersamaan dengan KA Jogosemarkerto yang melintas dari timur.

"Karena tidak sempat menghindar korban akhirnya tertemper," kata Eko, Selasa (4/12).

Setelah itu, petugas baik dari KA, Polsuska, PMI dan petugas Polsek Gamping mengamankan kejadian. Ketika tiba di TKP, petugas menemui korban yang telah terluka parah. 

Korban merupakan seorang guru Taman Kanak-kanak (TK) kelahiran 15 Agustus 1969. Korban disebut mengalami cedera berat di bagian kepala dan telah dinyatakan meninggal dunia di TKP. 

Setelah dilaksanakan pemeriksaan identitas dari Polres Sleman, korban dibawa ambulans PMI ke RS Bhayangkara untuk dilaksanakan visum. Peristiwa itu sempat mengganggu aktivitas perjalanan KA.

Namun, usai dilaksanakan penanganan perjalanan KA kembali normal. Untuk KA Joglosemarkerto yang terlibat dikemudikan masinis Dody Hermawan dan Asisten Masinis Beni Susanto, dengan nomor lokomotif CC2018327. 

Rangkaian KA Joglosemarkerto yang melintas sendiri merupakan yang pertama kali meluncur. KA itu baru saja diresmikan pada Ahad lalu dan memulai perjalanan perdananya melintasi DIY-Jateng. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FXzi9p
December 03, 2018 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FXzi9p
via IFTTT
Share:

Keluarga Ini Shalat Hadap Timur dan Yakini Sensen Rasul

Kesbangpol tangani satu keluarga akui Sensen sebagai rasul.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah menangangi satu keluarga pengikut ajaran Sensen Komara yang mengaku sebagai rasul akhir zaman. Pemerintah setempat berharap paham tersebut tidak meluas sehingga bisa menimbulkan keresahan terhadap masyarakat umum lainnya.

"Sudah diproses, kami juga sudah pantau aktivitas keluarga tersebut," kata Kepala Badan Kesbangpol Garut, Wahyudijaya kepada wartawan di Garut, Senin (3/12).

Ia menuturkan, Kesbangpol Garut sudah menerima informasi adanya warga bernama Hamdani bersama keluarganya yang mengakui Sensen sebagai rasul. Bahkan hal itu dibuktikan secara tertulis dengan menggantikan dua kalimat syahadat.

Keluarga yang bertempat tinggal di Kecamatan Caringin tersebut, kata dia, sudah mendapatkan penanganan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecamatan setempat. MUI  pun sudah membuat laporan ke Polsek Caringin.

Baca juga, MUI Tata Cara Shalat Ajaran Damiri Sesat.

Ketua MUI Kecamatan Caringin, Ahmad Nurjaman, menambahkan, sebelumnya Hamdani telah mengirimkan surat ke MUI dan unsur pimpinan kecamatan tentang meminta izin agar shalat menghadap ke arah timur, kemudian mengakui Sensen sebagai rasulnya.

"Masalah itu (shalat ke timur) sudah ditangani biar aqidahnya kembali ke jalan yang benar, tapi itu belum beres, sudah ada lagi surat yang ini," ucapnya.

Ia mengungkapkan, paham Sensen itu sudah diketahui sejak lama dengan pengikutnya masyarakat biasa. Bahkan ada seorang pengikutnya sudah menjalani hukuman dengan kurungan penjara selama tiga tahun pada 2013.

Khusus kasus pengakuan rasul ini, kata Ahmad, MUI Kecamatan Caringin sudah menemui keluarga Hamdani untuk memberikan pengertian tentang pemahamannya yang salah.

Namun, lanjut dia, pemikirannya tersebut tetap tidak berubah dan mengakui Sensen sebagai nabinya. Hingga akhirnya MUI Caringin melaporkan ke kepolisian dengan laporan penistaan agama. "Kami sudah buat laporan resmi ke Polsek," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PgaJUP
December 03, 2018 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PgaJUP
via IFTTT
Share:

Saturday, December 1, 2018

Lalin di Sekitar Museum Nasional akan Dialihkan Sementara

Penutupan terkait pekerjaan penggantian mesin pendingin pada 2-3 Desember.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKART -- Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengalihkan arus lalu lintas (Lalin) di sekitar Gedung Museum Nasional RI, Jakarta Pusat. Ini dilakukan karena akan ada pekerjaan penggantian mesin pendingin pada 2-3 Desember.

"Waktu pelaksanaan pekerjaan dari tanggal 2 Desember pukul 22.00 WIB sampai tanggal 3 Desember pukul 04.30 WIB," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI, Sigit Wijatmoko dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (1/12).

Pekerjaan penggantian mesin pendingin di Gedung Museum Nasional RI akan menggunakan Jalan Museum, sehingga akan dilakukan penutupan ruas jalan selama pekerjaan berlangsung. Rekayasa lalu lintas yang diterapkan oleh Dishub DKI adalah lalu lintas dari arah Utara dan Barat menuju ke Timur yang menggunakan Jalan Museum berputar di putara depan gedung Kementerian Perhubungan, dialihkan melalui Jalan Abdul Muis-Jalan Budi Kemuliaan-Jalan Medan Merdeka Selatan, dan seterusnya.

Pengguna jalan diimbau agar menghindari ruas jalan tersebut dan dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, petunjuk petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan di jalan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PhgGRq
December 01, 2018 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PhgGRq
via IFTTT
Share:

Friday, November 30, 2018

Bisnis Makanan Berbasis Terigu Diyakini Terus Tumbuh

Bogasari menggelar Bogasari Young Foodpreneur Challenge 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pesatnya pertumbuhan usia muda produktif di Indonesia yang dikenal sebagai bonus demografi mendorong PT Indofood Tbk Divisi Bogasari ikut mempersiapkan para kelompok usia muda dan produktif sejak dini. Pelaku industri di sektor bahan makanan tersebut mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha muda melalui program Bogasari Young Foodpreneur Challenge 2018.

"Bogasari Young Foodpreneur Challenge ini merupakan kompetisi bisnis di bidang industri makanan berbasis terigu, yang bertujuan untuk mendorong semangat entrepreneur dan perkembangan food startup business anak muda masa kini," kata Vice President Commercial Bogasari Ivo Ariawan Budiprabawa di Pakuwon Mall Surabaya, Jumat (30/11).

Lewat acara yang berlangsung dari 30 November hingga 2 Desember 2018 itu, Bogasari memberi kesempatan kepada para anak muda untuk mengenalkan sekaligus meningkatkan nilai usaha rintisannya. Sedangkan anak-anak SMA sederajat, ditantang sekaligus diinspirasi untuk mulai belajar menjadi young foodpreneur.

Ivo merasa yakin akan pertumbuhan pelaku bisnis makanan berbasis terigu dari kalangan usia muda. Terbukti, saat ini hampir 3 ribu UKM mitra Bogasari yang menjadi anggota Bogasari Mitra Card (BMC) berusia di bawah 35 tahun. Mulai dari UKM bakeri, mie, pastry, pancake, cake, dan jajanan pasar.

Ivo menjelaskan, ada tiga kompetisi yang digelar dalam Bogasari Young Foodpreneur Challenge, yakni, Food Start Up, Bisnis Ideasi, dan Lomba Cipta Kreasi Resep (LCKR). Khusus untuk Food Start Up batas usia peserta adalah 25-35 tahun, dan masa usahanya antara 2-3 tahun.

Lebih jauh Ivo menjelaskan, seleksi kompetisi Food Start Up dilakukan sejak pendaftaran dibuka pada 1 September 20108 hingga 7 Oktober. Selain usahanya sudah berjalan antara 2-3 tahun peserta juga wajib mengisi formulir sebagai bahan penilaian.  Adapun yang dinilai adalah Produk, Market, Badan Usaha, Kemitraan, Risiko, Safety, dan Investasi.

Menurut Ivo, dari hasil seleksi awal didapat 30 peserta yang memenuhi kriteria. Mereka kemudian wajib mengikuti booth camp selama 3 hari, yakni 22 sampai 24 Oktober di Universitas Ciputra, termasuk field trip ke pabrik Bogasari. Setelah itu peserta  wajib mengikuti selling stage dan mentoring bekerja sama dengan Go Food.

"Jadi para peserta wajib menjual produknya melalui pesan layan antar Go Food selama 3 minggu mulai 25 Oktober-18 November 2018," kata Ivo.

Saat ini ada 25 peserta yang mengikuti final di acara Bogasari Young Foodpreneur Challenge. Di acara ini akan digelar 2 penilaian terakhir yakni hasil penjualan selama 3 hari di acara expo dan presentasi bisnis selama 15 menit di hadapan pengunjung dan dewan juri. 

"Dari kompetisi food start up ini akan dipilih 3 juara dengan hadiah uang tunai, sertifikat dan trofi. Juara 1 akan mendapat hadiah uang tunai Rp 10 juta, Juara 2 Rp 6 juta, dan juara 3 Rp 4 juta," ujar Ivo.

Khusus kompetisi Bisnis Ideasi dan LCKR, lanjut Ivo, sama-sama diikuti anak SMK, SMA sederajat. Pada Bisnis Ideasi, para siswa mengajukan proposal usaha makanan berbasis terigu yang isinya meliputi aspek Produk, Market , Badan Usaha, Kemitraan, Risiko, Safety dan Investasi. Total peserta Idea Bisnis ini adalah 20 pelajar SMK dan sederajat.

Para peserta akan presentasi di depan juri saat acaara expo. Dewan juri yang akan menilai materi presentasi peserta Food Start Up dan Idea Bisnis adalah Chef Hugo, Chef Hadi dari Bogasari dan Irmadita dari HIPMI.

Sementara itu, Kompetisi LCKR (Lomba Cipta Kreasi Resep) adalah lomba menciptakan inovasi resep yang sudah dijalankan Bogasari lebih dari 10 tahun. LCKR 2018 ini mengangak  tema Kreasi Pao dengan bahan terigu Cakra Kembar Emas kemasan 5 kilogram.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ABh8ED
November 30, 2018 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ABh8ED
via IFTTT
Share:

Monday, November 26, 2018

Mirrorless Berformat Medium Terbaru

Mirrorless Fujifilm terbaru dirancang lebih praktis dan ringan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT FUJIFILM Indonesia (Fujifilm) mengumumkan peluncuran kamera Fujifilm GFX 50R. Kamera mirrorless digital terbaru ini dilengkapi sensor gambar FUJIFILM G dengan medium format (43,8x32,9mm) dan ukuran 1,7 kali ukuran sensor gambar pada kamera full frame 35mm.

Kamera GFX 50R mampu menunjukkan karakteristik hasil foto yang jernih dan superior, dengan bobot 145 gram lebih ringan dan 25 mm lebih ramping dibandingkan pendahulunya, FUJIFILM GFX 50S. Sejak diluncurkan pada bulan Januari 2017, kamera GFX 50S menuai banyak respons positif dari para fotografer profesional.

Sebagian fotografer, terutama yang memiliki spesialisasi di pemotretan pernikahan, portrait, dan street photography, menginginkan kamera yang lebih praktis dan ringan untuk dibawa-bawa. Memenuhi kebutuhan tersebut, FUJIFILM menghadirkan GFX 50R sebagai penerus kamera film berformat medium, seperti GA 645 dan GF670.

“Beberapa minggu lalu, Fujifilm Group telah mengumumkan kampanye branding global terbaru kami yaitu NEVER STOP. Kami ingin menekankan komitmen tanpa akhir kami untuk memberikan yang terbaik untuk meningkatkan kualitas hidup orang dengan kehadiran produk kami. Hari ini, Fujifilm dengan bangga menghadirkan GFX50R, salah satu kamera spesial kami dari lineup GFX ke Indonesia,” ujar Noriyuki Kawakubo – Presiden Direktur PT FUJIFILM Indonesia.

Sistem GFX yang merupakan kamera mirrorless dengan medium format saat ini menawarkan kompatibilitas dengan tujuh lensa FUJINON GF, yang mencakup focal length dari 23mm (setara dengan 18mm dalam format film 35mm) hingga 250mm (setara dengan 198mm dalam format film 35mm). Semua lensa GF mampu mencapai resolusi gambar hingga 100MP, sehingga pengguna dapat mengandalkan kamera GFX untuk mengikuti tuntutan perkembangan jaman di masa depan.

Kamera ini juga dirancang tahan cuaca dan tahan debu, serta dapat beroperasi pada suhu serendah minus 10 derajat celcius. Fotografer profesional dapat menggunakan kamera ini dalam kondisi luar ruangan yang ekstrem. Kamera GFX 50R dibekali sensor CMOS dan X-Processor Pro Image, yang memiliki kemampuan menangkap setiap piksel lebih baik dibandingkan dengan kamera 35mm full frame sensor dengan resolusi yang sama. Lensa-lensa mikro di dalamnya dirancang untuk mengoptimalkan kemampuan menjaring cahaya dan resolusi gambar.

"Hasilnya, GFX 50R dapat memproduksi gambar dengan menangkap tekstur subjek, dimensi, hingga atmosfir setiap frame dengan akurat,” ungkap Johannes J. Rampi, General Manager PT Fujifilm Indonesia.

Untuk menghadirkan kemudahan transfer foto antargawai, kamera GFX 50R merupakan produk pertama dalam lini GFX yang menghadirkan sistem teknologi Bluetooth low-energy, sehingga pengguna dapat langsung mengunduh foto-foto melalui aplikasi FUJIFILM Camera Remote di ponsel.

Para profesional fotografer juga membutuhkan kemudahan lain, yaitu kemudahan untuk tethered shooting, di mana mereka dapat menghubungkan lensa kamera dengan layar komputer atau tablet, sehingga hasil foto dapat langsung dilihat beberapa detik setelah foto diambil. Untuk mengakomodasi hal tersebut, sistem GFX mendukung software “HS-V5 untuk Windows” dan “Tether Shooting Plug-in PRO untuk Adobe Photoshop”.

Satu piranti lunak bernama “Capture One Pro (FUJIFILM)” pun akan segera dirilis, sehingga memberikan lebih banyak pilihan untuk mendukung sesi pemotretan komersil atau fashion. Ini berarti para fotografer profesional dapat dengan mudah mengintegrasikan sistem GFX pada area kerja mereka.

Dalam masa pre-order, kamera GFX 50R dibanderol dengan harga Rp 69,99 juta, lensa XF8-16 mm F2.8 berharga Rp 26,99 juta, dan lensa XF200mm F2 berharga Rp 82,99 juta.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zuyuDn
November 26, 2018 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zuyuDn
via IFTTT
Share: