Showing posts with label 2018 at 12:05AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 12:05AM. Show all posts

Sunday, December 30, 2018

Hengkang dari Persebaya, Imbiri Gabung ke Madura United

Madura juga memulangkan Andik Vermansyah yang sejak lama bermain di Liga Malaysia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Madura United FC terus menyusun komposisi tim terbaik dengan mengontrak beberapa pemain anyar untuk Liga 1 2019. Pada Ahad (30/12), manajemen di Pamekasan, resmi mengumumkan pemain baru di lini belakang, Fredy Imbiri.

Mantan bek Persebaya Surabaya tersebut resmi diikat kontrak Laskar Sapeh Kerap dengan durasi bermain semusim. “Proses komunikasi dan kontrak bermain Imbiri, sudah selesai,” kata Manajer Madura United Haruna Sumitro, Ahad (30/12).

Menurut Haruna, manajemen juga masih terus melakukan negosiasi dengan sejumlah pemain baru di bursa beli pemain awal 2019. Imbiri menjadi pemain baru ketiga yang didapatkan Madura untuk persiapan musim depan.

Pekan lalu, Madura juga berhasil mendaratkan dua pemain baru. Yakni kiper Muhammad Ridho Jazuli dari Borneo FC. Madura pun berhasil memulangkan gelandang Andik Vermansyah yang sejak lama bermain di Liga Malaysia.

Khusus Andik Vermansyah dan Fredy Imbiri, ini sepertinya menunjukkan rivalitas dua manajemen antara Madura United dan Persebaya Surabaya. Sejak musim lalu, Persebaya sebetulnya memburu kontrak bermain Andik. Namun usaha tersebut gagal. Sedangkan hengkangnya Imbiri, seperti menggambarkan ketidakmampuan Persebaya mempertahankan para pemainnya mengingat Imbiri sebetulnya cukup punya peran di skuat utama Bajul Ijo.

Musim lalu di Persebaya, Imbiri tercatat 22 kali tampil dari 34 laga. Ia pun kerap diandalkan menjadi strater. Posisi penggawa asal Papua sebagai pemain belakang tak menghalanginya memberikan sumbangan gol. Ada dua gol milik Imbiri bersama Persebaya pada musim lalu.

Kembali ke Madura, selain mematiskan kontrak bermain Imbiri, manajemen di Pulau Garam juga memperpanjang kontrak pemain gelandang Slamet Nur Cahyo. Gelandang bernomor punggung 10 tersebut semula diragukan akan bertahan di Madura United.

Akan tetapi, Presiden Madura United Achsanul Qosasi memastikan, Slamet Nur Cahyo tetap bersama klub tersebut pada musim mendatang. “Nomor punggung 10 tetap milik Slamet Nur Cahyo untuk musim 2019,” kata Qosasi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ThAh6o
December 31, 2018 at 12:05AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ThAh6o
via IFTTT
Share:

Sunday, December 23, 2018

Divestasi Freeport Upaya Agar Ada Alih Tekhnologi

Teknologi yang dimiliki Indonesia mungkin masih belum mumpuni.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali berpendapat, untuk memahami kasus Freeport Indonesia harus dibedakan antara Freeport Indonesia sebagai perusahaan dengan kekayaan sumber daya alam Indonesia yang berisi komoditas mineral tambang. Dalam hal ini, tanah tambang yang ada di Papua masih dikuasai oleh Republik Indonesia.

Dengan demikian, sejak dahulu Indonesia mendapatkan uang konsesi, pajak, dan lainnya dari aktivitas pertambangan Freeport Indonesia. Adapun, Freeport Indonesia yang merupakan Perseroan Terbatas (PT) bukan aset negara.

"Saya berkali-kali ke sana untuk riset dan ikut upacara bendera di bawah tanah dan di puncaknya, maka kita jadi tahu bahwa ada perbedaan antara bumi dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, yang memang milik kita dengan perusahaan tambang yang bernama Freeport, dan bukan milik kita," ujar Rhenald dalam keterangan tertulisnya, Ahad (23/12).

PT Freeport Indonesia (PTFI) memiliki modal, saham, expertise, teknologi, pasar, aset, dan lain sebagainya. Dengan demikian, PTFI bukan menjadi milik negara sehingga jika terjadi nasionalisasi, maka akan dibawa oleh pemiliknya. Adapun, jika pada 2021 Freeport angkat kaki dari Papua, maka semua aset dan teknologi yang dimilikinya akan dibawa pulang. Sementara, Indonesia hanya ditinggalkan tanah tambang yang terbengkalai.

"Kita tak pernah mendirikan Freeport, juga tak pernah taruh uang di perusahaan itu sehingga kita punya saham. Jadi kalau Freeport diusir atau berakhir (2021) yang kembali ke pangkuan kita ya cuma buminya saja, tanahnya. Lalu untuk eksploitasinya kita harus tanam modal juga bukan? Artinya keluar duit lagi, bukan?" kata Rhenald.

Menurut Rhenald, keberhasilan divestasi Freeport merupakan upaya pemerintah agar ada alih teknologi. Oleh karena itu, anak perusahaan BUMN harus didorong agar sehat dan siap berkompetensi.

"Justru kalau kita pernah melihat ke sana kita jadi mengerti beda antara PTFI dengan bumi itu. Karena yang kita mau kuasai bukan cuma buminya, tapi teknologinya, modalnya, jaringan pemasarannya, cara menambang skala besar, itulah maka kita minta mereka divestasi. Itulah makanya kita harus jadikan anak perusahaan BUMN kita yang sehat," ujar Rhenald.

Adapun tambang Freeport fase kedua ini ada di bawah tanah dengan cadangan yang cukup untuk 40-50 tahun ke depan. Namun, untuk masuk ke bawah tanah tersebut membutuhkan teknologi tinggi dan mahal. Menurutnya, jika kontrak karya Freeport berakhir pada 2021, maka mereka akan meninggalkan tambang yang terbengkalai, tanpa teknologi. Sedangkan, teknologi yang dimiliki Indonesia mungkin masih belum mumpuni.

"Kalau kita pernah ke sana akan mengerti Freeport itu sebuah kesatuan global, yang kuasai teknologi tingkat tinggi dgn R&D dalam bidang pertambangan yang luar biasa. Untuk eksploitasi tambangnya, butuh alat berat yang tak pernah kita lihat di Pulau Jawa sekalipun, kendaraan untuk membawa pegawainya ke area tambang pun harus yang ber-CC tinggi, 3000-5000 CC, juga harus antipeluru karena sering didor penembak liar, atau pakai heli Puma yang harganya triliunan rupiah," kata Rhenald.

Rhenald meyakini, divestasi ini telah dipikirkan secara matang oleh pemerintah. Sebab, menganalisis Freeport cukup kompleks, yakni gabungan makro-mikro, corporate finance dan fiscal policy, hingga masalah hukum dan lingkungan hidup, antara kepentingan domestik dengan global value chain. Belum lagi, kasus Freeport ini dapat menimbulkan dampak politis.

"Lucu juga logika pengamat-pengamat  yang mungkin khilaf sampai begitu nafsunya mengatakan bangsanya goblok, padahal negosiater kita telah  membuat pusing petinggi Freeport dengan deal yang katanya hebat. Mereka salah ngukur karena sekarang menteri-menteri kita jago dan rata-rata pejabatnya PhD pula lulusan University Illinois plus UI, ITB, UGM, UNAIR," ujar Rhenald.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EFtxuU
December 24, 2018 at 12:05AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EFtxuU
via IFTTT
Share:

Saturday, November 24, 2018

Celine Dion Gagas Lini Busana Anak Netral Gender

Seluruh busana bisa dikenakan untuk anak lelaki maupun perempuan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyanyi Celine Dion ternyata memiliki minat besar di dunia mode. Pada usia yang menginjak 50 tahun, dia menggagas lini busana khusus anak yang mengusung tema netral gender.

Jenama besutan Dion tersebut diberi nama Celinununu. Seluruh produk bisa dikenakan oleh anak lelaki maupun anak perempuan, dengan tujuan merayakan individualitas lewat pakaian.

Dikutip dari laman Female First, situs resmi lini busana itu sudah aktif menjual pakaian sejak pertengahan November silam. Pada situs, terdapat deskripsi bahwa Celinununu ingin menjadi pemersatu.

"Mode memiliki kekuatan untuk membentuk pikiran. Menginspirasi anak-anak untuk bebas dan menemukan individualitas mereka sendiri melalui pakaian," demikian bunyi pernyataan itu.

Ini bukan pertama kalinya Dion menggagas bisnis di bidang mode. Tahun lalu, pelantun lagu "My Heart Will Go On" itu juga merilis lini busana yang menjual tas mewah dan berbagai barang bermerek.

Kehadiran Celinununu tidak terlepas dari dukungan anak-anak Dion dan sang mendiang suami, René Angélil. Putra sulung mereka adalah René (17 tahun) serta si kembar Nelson dan Eddy (8 tahun).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2P25mYX
November 25, 2018 at 12:05AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2P25mYX
via IFTTT
Share: