Showing posts with label 2019 at 01:13PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 01:13PM. Show all posts

Saturday, April 20, 2019

Presiden Bashar Temui Wakil Perdana Menteri Rusia

Perdana Menteri Rusia menyampaikan dukungan Rusia untuk Suriah

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Presiden Suriah Bashar al-Assad pada Sabtu (20/4) menerima Wakil Perdana Menteri Rusia Yuri Borisov. Borisov juga menjabat sebagai Ketua Komite Gabungan Suriah-Rusia bagi Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, Sains dan Teknologi.

Dilansir Anadolu Agency, pertemuan tersebut membahas kerja sama lama antara kedua negara itu di segala bidang dan kesepakatan yang sudah ditandatangani dalam kerangka kerja Komite Gabungan, terutama di sektor listrik, industri dan peningkatan perdagangan timbal-balik.

Pihak Rusia mengkaji pelaksanaan tahap kesepakatan itu dan penghalang yang merintangi pelaksanaan penuhnya, kata Kantor Berita Suriah, SANA. Rusia menyampaikan kepercayaan mengenai beberapa langkah yang dilakukan oleh kedua pihak berkaitan dengan kesepakatan tersebut, masalah yang akan mendorong hubungan antara kedua negara.

Presiden Bashar membahas dengan Borisov mekanisme yang layak untuk mengatasi semua penghalang baik yang bersifat administratif maupun akibat sanksi yang dijatuhkan oleh musuh rakyat Suriah, selain perluasan prospek kerja sama untuk mencakup sektor baru dengan cara yang menguntungkan rakyat kedua negara.

Borisov menyampaikan keinginan negaranya untuk terus memberi dukungan buat Suriah sampai terorisme dihapuskan dan keamanan serta kestabilan dipulihkan di seluruh wilayahnya, selain dukungannya buat Suriah dalam proses pembangunan kembali. Ia menyatakan ada keputusan kuat Rusia untuk mendukung Suriah dalam kondisi sulit akibat perang teror dan ekonomi.

Dalam konteks yang sama, Wakil Perdana Menteri, Menteri Urusan Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah Walid Al-Moallem bertemu dengan Borisov dan delegasi yang menemaninya. Kedua pihak membahas peningkatan kerja sama antara kedua negara di segala bidang, terutama di bidang ekonomi.

Sudut pandang kedua negara sama berkaitan dengan pentingnya peningkatan hubungan ekonomi antara mereka dengan cara yang sejalan dengan hubungan politik dan militer sampai dicapainya kemitraan strategis antara mereka dengan cara yang menguntungkan kepentingan bersama rakyat kedua negara yang bersahabat itu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VlnK6E
April 21, 2019 at 01:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VlnK6E
via IFTTT
Share:

Kotak Linting Lelaki Tua

Kotak linting itu berisi daun kawung dan tembakau batangan

Sebuah kotak kecil dari alumunium

dibawa-bawa lelaki tua di kampung

isinya daun kawung dan kelobot

tembakau batangan dan cengkeh

diraciknya menjadi batang rokok

Sebatang korek memercik api

menyala seperti ilalang terbakar

dihisap dengan mata terpejam

asap putih bergulung-gulung

dari mulut bahkan lubang hidungnya

Sudah lama tidak lagi kujumpa

pemandangan luar biasa itu

lelaki dan kotak linting rokok

hanya ingatan masih membara

setiap kali kulihat kotak itu di lemari

--Indramayu, 2018

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PtVRUB
April 21, 2019 at 01:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PtVRUB
via IFTTT
Share:

Thursday, March 7, 2019

Kadin Usul Zero Subsidi BBM Transportasi Massal

Masyarakat perlu mengubah pola dari kendaraan pribadi menuju transportasi massal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengusulkan zero subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk transportasi massal. Tujuannya untuk mendorong percepatan dalam menciptakan sistem transportasi yang efisien.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan, Carmelita Hartoto dalam keterangan persnya yang diterima, Jumat (8/3) mengatakan, pemerintah sebagai pembuat kebijakan bersama dengan para pelaku usaha harus sejalan untuk menciptakan konsistensi implementasi sistem transportasi yang handal, efisien, dan berdaya saing.

Untuk itu, Kadin mengusulkan zero subsidi BBM dan mengalihkannya menjadi subsidi biaya transportasi langsung ke masyarakat. Khususnya, kata Carmelita, diarahkan kepada pengembangan sistem transportasi nasional agar bisa mendukung pengembangan sistem transportasi yang efektif dan efisien, melalui subsidi penyelenggaraan angkutan.

"Ini sebagai cara mendorong masyarakat mengubah pola transportasi dari kendaraan pribadi menuju transportasi masal atau angkutan umum," ujarnya.

Sementara Ketua Komite Tetap Kadin Indonesia Bidang Perhubungan Darat sekaligus Ketua Umum DPP Organda, Adrianto Djokosoetono mengatakan zero subsidi BBM maksudnya dengan menghapus subsidi BBM bagi angkutan jalan raya dan menggantinya dengan mensubsidi masyarakat dalam penggunaan angkutan umum jalan raya. Caranya, dengan otoritas membeli jasa angkutan publik kepada operator.

Selain itu, kata Adrianto, juga perlunya dukungan pemerintah dalam memberikan pembiayaan yang murah kepada bidang usaha angkutan darat, laut dan udara. "Termasuk fasilitas lainnya seperti jalur khusus angkutan umum, biaya tol khusus angkutan umum dan lainnya," ujarnya.

Usulan ini, kata dia, selaras dengan sosialisasi peningkatan penggunaan angkutan umum, mengurangi kemacetan jalan raya dan meningkatkan keselamatan di jalan. Selain itu, pengembangan transportasi nasional juga membutuhkan pendekatan keterpaduan seluruh moda transportasi, dari angkutan jalan raya, angkutan laut, angkutan udara hingga kereta api, baik pendekatan kesiapan infrastruktur maupun pembinaan penyelenggaraannya.

"Dengan begitu, konektifitas inter dan antarmoda dalam satu pengaturan, sehingga akan menghasilkan percepatan transportasi yang efisien," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UqKYV5
March 08, 2019 at 01:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UqKYV5
via IFTTT
Share:

Kisah Turunnya Surah ‘Abasa

Kisah itu terkait dengan Abdullah bin Ummi Maktum

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Selain Bilal bin Rabah, Abdullah bin Ummi Maktum merupakan muazin pada masa Nabi Muhammad SAW. Sahabat Nabi itu termasuk Assabiqun al-awwalun atau orang-orang pertama yang masuk Islam. Ia digambarkan memiliki fisik tak sempurna, sebab matanya tak dapat melihat atau buta. Meski begitu, Abdullah dikenal berilmu serta beradab, sehingga bisa melihat dengan mata hati.

Tak heran bila dirinya memiliki kepekaan tinggi untuk mengetahui waktu. Jika Bilal mengumandangkan azan pada malam hari, setiap fajar Abdullah keluar dari rumahnya untuk menyerukan azan Subuh di Masjid.

Pada bulan Ramadhan, Rasulullah pun bersabda: "Makan dan minumlah kalian hingga Abdullah bin Ummi Maktum mengumandangkan azan." Bahkan Allah telah memuliakan pria tersebut. Pasalnya, Abdullah merupakan, sebab surah ke-80 dalam Alquran yakni surah 'Abasa turun.

Pada suatu hari, Nabi tengah duduk bersama para pemuka Quraisy. Tiba-tiba Abdullah menanyakan sesuatu ke beliau, tapi Rasul tak menghiraukannya karena sibuk berbicara dengan beberapa tokoh Quraisy di antaranya Syaibah bin Rabi'ah. Selesai berunding dengan para Qu raisy, Rasulullah kemudian bersiap untuk pulang. Namun, mendadak beliau merasa kesakitan. Saat itulah Firman Allah berupa surah 'Abasa ayat 1 sampai 16 turun.

"Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling karena telah datang se orang buta kepadanya. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan diri nya (dari dosa), atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya? Ada pun orang yang merasa dirinya serba cukup maka kamu melayaninya. Padahal, tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman). Adapun orang yang datang kepadamu dengan ber segera (untuk mendapatkan pelajaran), sedang ia takut kepada (Allah) maka kamu mengabai kannya. Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan.

Maka barang siapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya di dalam kitab-kita yang dimuliakan, yang ditinggikan lagi disucikan, di tangan para penulis (mala ikat), yang mulia lagi berbakti." Nabi Muhammad lalu memanggil Abdullah bin Ummi Maktum. Untuk pertama kalinya, Rasulullah SAW menunjuk Abdullah menjadi wakil beliau di Madinah. Sejak hari itu, Rasulullah makin memuliakan sang muazin.

Suatu ketika Abdullah menyampaikan keinginannya untuk ikut berjihad. Pa ra sahabat pun menyambut baik hal itu. Hanya saja, kemudian firman Allah dalam dalam surah an-Nisa ayat 95 tu run. "Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang )." Mengetahui dirinya tak bisa ikut ber perang, Abdullah merasa sedih. Lantas ia berkata: "Apakah ada keringan an untuk ku?" Lalu turunlah ayat lanjutannya, "Selain yang mempunyai uzur."

Kendati demikian tekad Abdullah ikut berperang sangat kuat. Dirinya berulang kali menyampaikan keinginannya tersebut, hingga akhirnya pada Perang Qadisiyah, dia berperang sebagai pembawa panji pasukan berwarna hitam. Sejarah mencatatnya sebagai orang buta pertama yang turut dalam peperangan Islam.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TnZksQ
March 08, 2019 at 01:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TnZksQ
via IFTTT
Share: