Showing posts with label 2018 at 07:34PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 07:34PM. Show all posts

Sunday, December 23, 2018

In Picture: Debut Solskjaer, MU Pesta Gol ke Gawang Cardiff

MU menang 5-1 atas Cardiff City.

REPUBLIKA.CO.ID, CARDIFF -- Debut pelatih interim Ole Gunnar Solskjaer bersama Manchester United (MU) berbuah manis. Sebab, the Red Devils sukses menggasak tuan rumah Cardiff City dengan skor telak 5-1 pada lanjutan Liga Primer Inggris ke-18.

Kemenangan ini membuat MU naik satu peringkat ke posisi enam klasemen dengan perolehan 29 poin, tertinggal delapan angka di bawah Arsenal. Hasil ini sekaligus mengobati luka akibat kekalahan di dua laga sebelumnya.

Sementara bagi Cardiff, hasil ini tentu menambah tekanan di pundak pelatih Neil Warnock. Tim berjuluk the Bluebirds masih belum lepas dari bayang-bayang zona degradasi di kursi ke-17.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UZGmWy
December 23, 2018 at 07:34PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UZGmWy
via IFTTT
Share:

Thursday, December 6, 2018

Travel Patuna Jaya Targetkan 1.500 Jamaah Umrah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Patuna Mekar Jaya Syam Resfiadi Amirsyah menargetkan 1.500 jamaah umrah di bulan Desember tahun 2018 yang berangkat menggunakan travelnya. Dari 1.500 jamaah travel Patuna Mekar Jaya baru memberangkatkan sekitar 300 jamaah ke Tanah Suci.

“Sekarang yang sudah kita kirim mulai dari mau pulang dan yang sedang datang, juga yang sedang ada di Madinah dan Makkah itu kurang lebih sekitar 300 dalam kurun 10 hari ini,” kata Syam Resfiadi saat berbincang dengan Republika.co.id, Kamis (6/12).

Sementara untuk bulan-bulan biasa Syam Resfiadi menarget sekitar 700 jamaah umrah untuk bisa berangkat menggunakan travelnya yang beralamat di Jalan Panglima Poli Raya Nomor 43 AB, Kebayoran Baru Jakarta Selatan. “Kalau bicaranya bulanan, per bulannya itu sekitar 700 jamaah,” ujarnya.

Akan tetapi beradasarkan realisasinya jamaah yang ditargetnya PT Patuna Mekar Jaya sekitar 700 itu tidak tercapai di setiap bulannya. Meski tidak tercapai dari target yang telah ditentukan, jumlah jamaah yang tertarik terhadap travel Patuna Jaya cukup signifikan.

“Kalau pertanyaanya bulan Oktober ada berapa ok. Mulai di bulan September itu ada 300, di bulan Oktober ada 500, di bulan November ini ada 700 jamaah,” katanya.

Syam mengaku travelnya tidak terdampak atas kecurangan yang dilakukan travel-travel terhadap calon jamaahnya. Untuk itu kata dia, meski ada kasus penipuan yang dilakukan First Travel, SBL dan lainnya, PT Patuna Mekar Jaya tetap diminati jamaah sebagai kendaraan untuk melakukan perjalanan ibadah umrah.

“Beda pasarnya. Kalau untuk pasar bawah memang terasa. Tetapi  kalau untuk pasar menengah tidak,” katanya.

Berita Terkait

Syam mengatakan faktor utama kenapa travelnya yang mendapatkan izin usaha tahun 1983 itu tidak terdampak atas kecurang First Travel, SBL dan lainnya, karena PT Patuna Mekar Jaya menjalankan mesin marketingnya untuk menjaring calon jamaah. “Satu memang sudah lama, kedua kita tetap membranding nama kita di orang-orang baru. Yang baru lahir, baru gede baru bisa kerja, baru punya duit itu kita branding lagi,” katanya.

Meski pasar PT Patuna Mekar Jaya kalangan menengah ke atas, untuk masalah harga tidak jauh beda dengan pasar menengah ke bawah. Dia mengatakan, harga paket umrah untuk bintang tiga di kisaran Rp 21 juta untuk, bintang empat dan lima di angka Rp 35 hingga Rp 45 juta per orang.
 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zMNIE5
December 06, 2018 at 07:34PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zMNIE5
via IFTTT
Share:

Komnas HAM: Tangan Korban Diikat, Kemudian Ditembak

Saat penembakan terhadap 25 orang tersebut, 11 orang berhasil meloloskan diri.

REPUBLIKA.CO.ID, WAMENA -- Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua Frits B Ramandey mengatakan saksi korban menyampaikan bahwa sebanyak 25 orang pekerja konstruksi di Distrik Yigi dipaksa berbaris dan tangannya diikat. Kemudian, mereka diberondong peluru atau ditembak secara beruntun.

Frits di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Kamis (6/12), mengaku sudah bertemu dua korban selamat. Keduanya saat itu juga diikat bersama-sama dengan pekerja lain sebelum ditembaki oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB).

Berdasarkan kesaksian saksi korban yang disampaikan kembali oleh Frits, sebelum tangannya diikat, mereka dipaksa berjalan kaki dari lokasi penyerangan mulai pukul 15.00 WIT hingga pagi ke tempat eksekusi di Gunung Mbua. "25 orang itu diikat, lalu perintah dari pimpinannya untuk mereka diberondong dengan cara yang sadis. Ini tidakan yang tidak manusiawi. Tidak ada orang yang tidak punya alasan untuk memberi alamat kutuk terhadap mereka ini," kata Frits.

Saat insiden penembakan terhadap 25 orang tersebut, 11 orang berhasil meloloskan diri. Akan tetapi, dikejar dan hanya empat orang yang selamat setelah lari terpisah masuk ke dalam hutan belantara.

Sebagian pekerja berhasil lari dari lokasi penembakan awal karena mereka pura-pura terjatuh saat penembakan. Saat anggota KKSB bersorak-sorak, pekerja yang pura-pura tertembak langsung bangun dan lari.

Dari pengakuan korban selamat yang disampaikan kepada Komnas HAM, KKSB menduga semua pekerja di sana adalah anggota TNI. "Kalau mendengar testimoni dari karyawan, dua minggu sebelumnya mereka (KKSB) sudah melintas di lokasi tersebut dan tahu siapa yang tentara, baik yang ada di Mbua maupun yang ada di Yigi. Pertanyaan kita selanjutnya adalah kenapa mereka bisa sadis melakukan tindakan begini. Sudah ikat orang tidak berdaya, menyita barang-barang mereka, lalu kemudian mereka menembak," katanya.

Frits mengatakan perilaku penembakan secara sadis itu tidak mendapat simpati dari siapa saja. "Karena itu sekali lagi orang-orang itu harus bertanggung jawab, kalau itu pelakunya di bawah struktur OPM, Komnas HAM meminta untuk harus hentikan," katanya.

Frits Ramandey mengatakan perilaku penembakan KKSB tersebut mengesahkan tindakan TNI/Kepolisian untuk melakukan tindakan atau kepentingan hukum. "Dalam mekanisme HAM, kalau di sana pegang senjata (KKSB) dan tentara/polisi pegang senjata di sini maka itu tidak berlaku mekanisme HAM. Itu sah tindakan aparat," katanya.

Frits menambahkan, saksi mengatakan saat penembakan, kelompok berseberangan dengan NKRI itu menggunakan tiga senjata laras panjang dan tiga senjata laras pendek, serta beberapa orang memegang alat-alat seadanya seperti panah, parang dan sebagainya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Pps4ui
December 06, 2018 at 07:34PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Pps4ui
via IFTTT
Share: