Showing posts with label 2018 at 03:25PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 03:25PM. Show all posts

Thursday, December 27, 2018

Pelanggaran Hak Anak Bidang Pendidikan Naik Sepanjang 2018

Pelanggaran mayoritas merupakan kekerasanyang terjadi di kawasan sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendata terdapat 445 kasus pelanggaran hak anak di bidang pendidikan untuk tahun 2018. Pelanggaran hak anak tersebut mayoritas merupakan kekerasan yang terjadi di kawasan sekolah.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengatakan ada peningkatan signifikan dalam kasus pelanggaran hak anak di bidang pendidikan tahun ini. Sebab, setahun sebelumnya cuma ada 328 kasus.

"Ada peningkatan. Dari 328 kasus pelanggaran di tahun 2017, sekarang naik cukup signifikan. Tahun ini meningkat cukup tinggi yakni ada 445 kasus," katanya dalam konferensi pers di Kantor KPAI, pada Kamis (27/12).

Ratna merinci dari total 445 kasus, mayoritasnya iakah kasus kekerasan. Yaitu sebanyak 228 kasus atau sekitar 51,20 persen. Menyusul kasus tawuran pelajar 144 kasus (32,35 persen) dan kasus anak menjadi korban kebijakan pendidikan 73 kasus (16,50 persen).

"Masih banyak pendidik yang mendidik, menertibkan dan mendisiplinkan para siswa dengan cara kekerasan bukan dengan cara mengedepankan penghargaan dan kasih sayang atau dengan cara terapan disiplin positif. Tentu saja hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap HAM," jelasnya.

KPAI sudah menyampaikan sejumlah rekomendasi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) guna merespon fenomena itu. Salah satunya, perbaikan secara menyeluruh, khususnya kemampuan guru dalam manajemen penguasaan kelas. KPAI menyarankan agar pemerintah mengadakan pelatihan guru.

"KPAI merekomendasikan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah sangat perlu menyelenggarakan pelatihan-pelatihan guru. Sehingga, tidak ada lagi guru yang dipukul oleh siswa dan guru yang menghukum siswa secara berlebihan," tegasnya.

Di sisi lain, Retno menilai tingginya angka pelanggaran bisa disebabkan beberapa faktor. Salah satunya, mulai munculnya keberanian korban untuk melapor. Sebab, semua data KPAI didasarkan pada pengaduan.

"Ada pengaduan online. Jadi banyak laporan. Basis kami hanya data primer orangnya langsung yang laporkan. Ada kesadaran masyarakat berani lapor," tuturnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QVpp1h
December 27, 2018 at 03:25PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QVpp1h
via IFTTT
Share:

Gomez 'Gertak' Manajemen Persib, Ini Kata Asistennya

Gomez memberi pernyataan akan menyelesaikan masalahnya dengan Persib lewat pengacara.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung sudah tidak menggunakan Mario Gomez sebagai pelatihnya untuk kompetisi 2019 mendatang. Sebagai gantinya, Miljan Radovic dipercaya sebagai juru taktik menggantikan Gomez.

Namun keputusan manajemen untuk memutuskan kontraknya membuat pelatih asal Argentina ini gerah. Di akun Instagram-nya, Gomez memberi pernyataan akan menyelesaikan masalahnya dengan Persib lewat pengacara.

"Halo untuk semua penggemar Persib. Terima kasih semua atas kebersamaannya di 2018 ini dan dukungan Anda. Tampaknya manajemen tidak ingin melanjutkan kerja sama. Situasi ini ada di tangan pengacara saya. Terima kasih lagi," tulis keterangan dalam video yang diunggah pada 24 Desember lalu.

Asisten Gomez, Fernando Soler, ikut buka suara. Dia mempertanyakan keputusan manajemen tanpa membicarakan pada keduanya.

"Kami sampai sekarang tidak tahu kenapa dicoret oleh pengurus. Itu masih ditanya," kata Soler saat dihubungi, Kamis (27/12).

Dia menampik alasan manajemen yang memecat keduanya karena sikap mereka yang buruk. Menurutnya, mereka datang untuk membawa Persib juara.

"Kami datang untuk prestasi, bukan untuk bisnis. Tim besar, sponsor besar, supporter besar, mau apa lagi? Jadi juara saja (yang belum)," tegas Soler.

Soler mengaku akan berbicara lebih mengenai hal ini. Karena menurutnya, banyak kejanggalan dari pemecatan keduanya.

Di sisi lain, manajemen Persib akan membuat konferensi pers mengenai 'gertakan' Mario Gomez di media sosial. Sebelumnya, manajemen bersikukuh telah menyelesaikan hak dan kewajiban pada keduanya sebelum menunjuk Miljan Radovic.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BHkvKF
December 27, 2018 at 03:25PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BHkvKF
via IFTTT
Share:

Thursday, December 20, 2018

Stadion Emirates tak Lagi Angker untuk Spurs

Spurs harus bermain dengan cara yang berbeda untuk menekuk Arsenal.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Maurichio Pochettino akhirnya mendapatkan kemenangan perdana di Stadion Emirates, sejak pertama kali ia menjadi pelatih Tottenham Hotspur pada 2014 lalu. Spurs mampu mengalahkan Arsenal 2-0 dalam perempat final Piala Liga, Kamis (20/12). 

Sejak 2014 itu, Poch telah membawa lima kali skuatnya ke Emirates Stadium. Timnya meraih tiga kali imbang dan dua kali kalah dalam dua pertemuan terakhir di Emirates.

Namun, Spurs justru lebih perkasa saat bermain di kandang sendiri selama dilatih oleh Pochettino. Dalam lima pertemuan terakhir, baik itu di White Hart Line maupun di Wembley Stadium, Lilywhite menang tiga kali, imbang sekali, dan kalah sekali. Oleh karena itu, kemenangan 2-0 tersebut punya arti penting bagi Spurs pada derbi London Utara dan juga bagi Pochettino.

''Saya sangat bahagia. Itu kemenangan pertama saya di Emirates dan clean sheet pertama untuk Tottenham (di Emirates),'' ujar Poch dikutip dari situs resmi klub, Kamis (20/12).

Menurut Poch, penampilan Dele Alli dkk cukup solid sehingga bisa mendapatkan apa yang diinginkan, yaitu lolos ke semifinal. Pelatih asal Argentina itu menyatakan, pertandingan melawan the Gunners sangat ketat. Dalam laga derbi, lanjut dia, timnya harus bermain dengan cara yang berbeda karena ada banyak emosi di dalamnya. Apalagi pertandingan berjalan sangat ketat, dengan Arsenal ditopang oleh pemain-pemain yang sangat berkualitas.

''Itu kemenangan yang luar biasa bagi kami untuk fan. Mereka sangat menikmatinya. Beberapa pekan lalu kami kalah di sini, mereka (fan) sangat bersedih, dan ini adalah momen yang layak dinikmati,'' jelas Poch.

Sementara, pelatih Arsenal Unai Emery menyatakan, para pemain sebenarnya telah tampil sesuai dengan yang direncanakan. Apalagi, Aubameyang dkk telah mempersiapkan laga ini dengan matang. Ia menyebut timnya menciptakan peluang di babak pertama untuk mencetak gol, tapi itu tidak terjadi.

Karena itu, Emery menyoroti efektivitas permainan anak asuhnya dalam kekalahan ini. ''Kami tidak dapat mencetak (gol) pada banyak peluang. Tapi mereka (Spurs) punya pemain dengan kualitas bagus untuk mencetak gol,'' ujar dia.

Meski bermain bagus di lapangan, tapi mantan pelatih Sevilla itu menilai para pemainnya harus menguasai bola lebih lama lagi. Walaupun, pelatih berusia 47 tahun itu menyatakan, menguasai bola lama-lama lawan tim sekelas Spurs bukan hal mudah. Karena tim tamu terus menekan dengan baik. ''Pada rencana permainan kami, itu berjalan baik. Itu (masalahnya) hanya penyelesaian yang buruk,'' jelas dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Ra68bz
December 20, 2018 at 03:25PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Ra68bz
via IFTTT
Share:

Monday, December 17, 2018

Jeddah yang Memang Beda

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Di jalan-jalan utama seantero Jeddah maupun bangunan-bangunan di sana, mudah menemukan slogan kota itu terpampang. Jeddah Ghair bunyinya. Dalam Bahasa Indonesia, ia kurang lebih berarti Jeddah Memang Beda.

Lokasi paling tepat membuktikan slogan itu barangkali di wilayah tepian pantai di sepanjang corniche selatan dan utara Jeddah. Lokasi itu kontras dengan kebanyakan wilayah lain di Arab Sau di. Ia dihiasi taman-taman dan plaza yang hijau dipenuhi pohon-pohonan, jalan-jalan setapak yang rapi, serta toilet-toilet umum modern.

Sore hari menjelang malam, saat mentari sudah tak sedemikian terik dan kebanyakan warga Saudi memulai aktivitas luar ruangan mereka, kawasan Hamra dan Obhur tersebut pe nuh dengan pria dan wanita yang berolahraga. Para laki-laki dengan kaus oblong dan celana pendek. Yang perempuan menutupkan abaya ke atas baju olahraga mereka, sebagian tak berjilbab.

Wilayah yang dijilati Laut Merah tersebut baru pada 2017 lalu diselesaikan perombakannya jadi taman-taman yang elok. Bangku- bangku taman di mana-mana, warung-warung yang menjual kopi dan berbagai penganan berdiri membelah jalan. Ia kini tempat yang menyenangkan ditingkahi senja di langit Jeddah yang lebih sering bersih tanpa awan itu.

Pengelana legendaris asal Maroko, Ibn Batutah, menuliskan dalam catatan perjalannya, bahkan pada 1830-an Jeddah sudah jadi kota yang lebih terbuka dibandingkan kota-kota lain di Hijaz. Sejarahnya, merujuk kisah lokal bisa ditarik dari asal nama kota itu, jaddahyang artinya nenek.

Nama itu seturut kepercayaan tempatan bahwa Siti Hawa, ibu pertama umat manusia meninggal di Jeddah meski lokasi legendaris kuburannya saat ini tak lagi terbuka untuk umum.

Posisi kota itu sebagai persinggahan kapal- kapal dagang sejak maupun jamaah haji sejak abad ke-7 agaknya berperan membentuk keterbukaan tersebut. Puritanisme ketat Kerajaan Arab Saudi tak sedemikian terasa di kota ini. Di pusat-pusat perbelanjaan, warga Jeddah berbaur tak canggung dan relatif lebih ramah terhadap warga asing ketimbang daerah- daerah lain, bahkan Riyadh yang merupakan ibu kota atau Yanbu, kota pantai lainnya.

Belakangan, seturut tekad Kerajaan Saudi melancarkan modernisme dan keterbukaan, kota ini jadi salah satu ujung tombaknya.Perempuan Saudi menyupir sendirian yang sedemikian lama dilarang pihak kerajaan sudah saya temui di kota ini, meski larangan itu baru dicabut belum setahun lalu.

Pusat Perbelanjaan Corniche

Kawasan pusat perbelanjaan ini sedianya di luar wilayah Kota Tua, tapi tak sebegitu jauh. Ia sejak lama jadi tujuan utama para jamaah haji Indonesia guna mencari rerupa buah tangan untuk dibawa ke Tanah Air. Berbagai toko suvenir tersebar di kawasan ini. Salah satu yang bisa langsung dicapai dari jalan besar adalah Toko Ali Murah.

Berita Terkait

Nama toko itu tak sedemikian jujur jika menengok perbandingan harga-harga suvenir di dalamnya dengan yang dijual di pelataran di dalam Kota Tua atau pasar-pasar lain di Madinah dan Makkah. Meski begitu, ia salah satu yang paling lengkap menjual rerupa cendera mata.

Jika lapar dan rindu dengan masakan Tanah Air, di lokasi itu ada juga warung makan Bakso Mang Udin dan Ayam Bakar Wong Solo yang menjual berbagai kuliner khas nusantara seperti bakso, mi ayam, gado-gado, soto, ayam bakar, sop buntut, nasi goreng, dan sebagainya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2LlADpE
December 17, 2018 at 03:25PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2LlADpE
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 12, 2018

Adab Pinjam-Meminjam dalam Islam, Seperti Apa?

Berhutang atau meminjam terkadang menjadi kebiasaan atau kebutuhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berhutang atau meminjam terkadang menjadi kebiasaan atau kebutuhan. Sehingga, seseorang terlilit dalam hutang dan tidak jarang hutang menjerat peminjam.

Di dalam Islam, hutang pada dasarnya diperbolehkan. Namun, Islam juga mengatur adab dalam meminjam dan berhutang.

Pakar ekonomi syariah, Dr. Oni Sahroni, MA, mengatakan berhutang diperkenankan dalam Islam. Sebagaimana hadist Rasulullah SAW, "Nabi SAW membeli makanan dari seorang Yahudi dengan tidak tunai, kemudian beliau menggadaikan baju besinya." (HR. Bukhari).

Bagi peminjam (kreditor), hendaklah ia membantu saudaranya tatkala ia membutuhkan pinjaman. Karena membantu orang lain yang membutuhkan termasuk tolong menolong dalam kebaikan.
Sebagaimana firman Allah QS. Al-Maida ayat 2, "Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran."
Di sini, kata Oni, kreditor tidak boleh mengambil imbalan bersyarat atas jasa pinjamannya. Misalnya, Oni mencontohkan, A meminjam uang Rp 10 juta kepada B yang mempersyaratkan pengembaliannya melebihi pokok pinjaman.
Maka, ia mengatakan kelebihan tersebut adalah riba jahiliah yang diharamkan. Hal ini sesuai dengan kaidah, bahwa setiap manfaat bersyarat yang diterima kreditor itu riba. Kecuali jika atas inisiatif debitur (tanpa diperjanjikan), maka dibolehkan. 
Sedangkan bagi debitur (peminjam), Ketua Dewan Pengawas Syariah Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) ini mengatakan yang bersangkutan boleh meminjam, tetapi dengan itikad ia mampu menunaikan utangnya pada masa yang disepakati. Oleh karena itu, menurutnya, tidak diperkenankan meminjam dalam kondisi tidak mampu menunaikan pinjaman tersebut. 
"Semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan finansial dan fasilitas dalam batas standar (sederhana atau tidak berlebihan), agar tidak menyebabkan defisit dan berutang," kata Oni melalui pesan elektronik kepada Republika.co.id, Rabu (12/12).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Lemxq3
December 12, 2018 at 03:25PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Lemxq3
via IFTTT
Share:

Monday, December 10, 2018

Mesin Transplanter Kementan Solusi Kelangkaan Tenaga Kerja

Dampak kelangkaan tenaga petani adalah rendahnya kapasitas kerja tanam padi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program mekanisasi pertanian kementerian Pertanian (Kementan) tidak hanya berperan meningkatkan produksi pangan. Namun terbukti menjadi solusi dalam kelangkaan tenaga kerja pertanian.

Berdasarkan hasil analisis Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan pada 2015, jumlah terbanyak tenaga kerja pada sektor tanaman pangan adalah petani yang sudah berusia lebih kurang 60 tahun kemudian disusul usia antara 40 hingga 45 tahun. Dampak kelangkaan dan usia lanjut tenaga petani untuk mendukung budidaya tanaman padi adalah rendahnya kapasitas kerja tanam padi per satuan luas lahan dan mahalnya biaya tanam.

“Masalah yang muncul pada kegiatan tanam dapat ditangani dengan menerapkan mesin tanam pindah bibit atau transplanter padi. Mesin transplanter adalah sebagai solusi peningkatan kerja kegiatan tanam padi. Hemat tenaga kerja, mempercepat waktu penyelesaian kerja tanam per satuan luas lahan. Dan faktor tersebut akhirnya mampu menurunkan biaya produksi budidaya padi,” kata Direktur Alat dan Mesin Pertanian, Andi Nur Alam Syah di Jakarta, Senin (10/12).

Menurut Andi, penggunaan mesin tanam padi menunjukkan rata-rata kinerja satu mesin transplanter dengan satu orang operator dan dua asistennya dapat menggantikan antara 15 hingga 27 hari orang kerja (HOK), sedangkan kemampuan kerja tanam mencapai satu hingga 1,2 hektare per hari.

“Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian Kementan telah menghasilkan mesin transplanter yang dinamai mesin Transplanter Jarwo 2:1. Secara umum rata-rata biaya tanam padi secara manual sekitar Rp 1,72 per hektare, sedangkan dengan mesin transplanter jarwo 2:1 sekitar Rp 1,1 per hektare,” ujar Andi.

Ia menuturkan keuntungan lain dari cara tanam dengan mesin transplanter, yaitu munculnya usaha pembibitan padi. Sebab mesin memerlukan bibit khusus, yaitu umur bibit harus kurang dari 18 hari dan bibit harus ditaruh pada kotak mesin tipe dapog sesuai ukuran mesin. Rata-rata kebutuhan bibit sebanyak 250 sampai 300 dapog per hektare.

Lebih lanjut Andi menjelaskan, petani sudah profesional atau lihai menggunakan mesin transplanter. Ini terungkap dari hasil pemberdayaan yang dilakukan Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Badan Litbang Kementan.

Di antaranya, Gapoktan Madiun Bersatu di Dusun Parit Madiun, Kecamatan Sei Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Petani sudah sangat menggantungkan kegiatan tanam pada mesin transplanter Jarwo 2:1. Biaya tanam padi secara manual dengan metode tanam Jarwo sebesar Rp1,8 juta per ha dan dengan Jarwo Transplanter hanya Rp1,4 juta per ha. Produktivitas padi dengan metode tanam Jarwo meningkat rata-rata dari 3,3 ton per ha menjadi sekitar 4,7 ton per ha.

“Begitu juga di Kabupaten Subang, ongkos tanam manual sebesar Rp. 3,5 per ha dibanding untuk Jarwo Transplanter hanya Rp 1,8 juta per ha. Rata-rata produktivitas padi yang menerapkan metode tanam Jarwo mencapai 7,6 ton per ha,” tuturnya.

Fakta lainnya, sambung Andi, dirasakan juga oleh Kelompok Tani Suka Maju, Dusun Kalikebo, Kecamtan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Dengan menggunakan mesin transplanter, biaya tanam secara manual untuk cara jarwo Rp2 juta per ha.

“Sedangkan dengan transplanter sebesar Rp1,9 juta per ha dengan rata-rata produktivitas padi dengan metode tanam Jajar Legowo mencapai 7,5 ton per ha,” sambungnya.

Andi menyatakan, rata-rata persepsi petani pengguna mesin transplanter arwo 2:1 yakni sebagai solusi mulai munculnya kelangkaan tenaga kerja tanam, sekaligus meningkatkan efisiensi waktu dan biaya tanam yang akhirnya akan menurunkan biaya usahatani padi. Kemudian, dengan menggunakan mesin transplanter, usaha pembibitan secara dapog dianggap sebagai peluang bisnis bagi petani sehingga dapat membuka peluang kerja tenaga tanam yang tersisih oleh adanya mesin transplanter.

"Untuk itu, dalam meningkatkan hasil panen petani, Kementan terus meningkatkan jumlah bantuan alat mesin pertanian. Tahun ini, pemerintah memberikan sekitar 80 ribu unit alat mesin pertanian untuk disebar di seluruh wilayah di Indonesia,” tegasnya.

Hal senada dikatakan Kepala Bidang KSPHP Agung Prabowo Balai Besar Pengembangan Mekanisasi bahwa penggunaan alat mesin pertanian secara nyata telah meningkatkan produksi pangan salah satunya padi. Contoh nyatanya, panen perdana di area pengembangan pertanian modern di Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menghasilkan 10 ton padi per hektare.

"Ini bukti nyata penggunaan alat mesin pertanian. Kami bekerjasama dengan pemerintah daerah, produksi naik dan petani tentunya sejahtera," kata Agung.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rvp8D0
December 10, 2018 at 03:25PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2rvp8D0
via IFTTT
Share:

Sunday, December 9, 2018

Proyek IPP Jawa 1 Masuki Tahap Konstruksi

Listrik akan dipasok ke Pertamina selama 25 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertamina mengumumkan bahwa Independent Power Producer (IPP) Jawa-1 akan memasuki tahap konstruksi pembangkit listrik bertenaga gas siklus ganda (combined cycle) berkapasitas 1.760 MW dan sebuah Floating Storage Regasification Unit (FSRU) berkapasitas 170 ribu meter kubik. Proyek yang berlokasi di Cilamaya, Jawa Barat ini menjadi proyek terintegrasi 'LNG-to-Power' pertama di Asia, dan juga salah satu yang terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Pertamina melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Power Indonesia (PPI) yang merupakan holding company dari dua project companies IPP Jawa-1 yaitu PT Jawa Satu Power (JSP) dan PT Jawa Satu Regas (JSR), bertindak sebagai lead consortium yang beranggotakan Marubeni Corporation, dan Sojitz Corporation dan perusahaan lainnya. JSP dibentuk untuk melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit listrik, sedangkan JSR didirikan untuk pengelolaan FSRU.

Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Heru Setiawan mengatakan seluruh listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tersebut akan dipasok ke PT PLN (Persero) selama 25 tahun. Melalui pengembangan proyek ini, Pertamina grup menjadi partner PLN dalam memasok listrik ke jaringan listrik nasional Jawa-Bali.

“Pembangunan infrastruktur gas dan pembangkit listrik yang terintegrasi dilakukan untuk mewujudkan energi bersih bagi negeri," kata dia, Ahad (9/12).

Proses pembangunan pembangkit listrik gas terintegrasi ini akan memasuki masa konstruksi (full-scale) pada bulan Desember. Pelaksanaan ground breaking dilakukan pada pekan ke-3 Desember 2018.

Konsorsium Jawa-1 menunjuk konsorsium General Electric (GE), Samsung C&T, PT Meindo Elang Indah berturut-turut sebagai kontraktor rekayasa sipil dan konstruksi, pemasok turbin generator dan kontraktor jalur pipa gas. Sementara, Samsung Heavy Industries telah ditunjuk untuk pelaksana pembangunan FSRU.

Direktur Utama PPI Ginanjar menambahkan, proyek Jawa-1 ini terbagi dalam 3 tahapan penting, yaitu Tahap I (pra proyek s/d Financial Close (FC)), Tahap II (konstruksi) dan Tahap III (operasional). Dengan telah tercapainya FC pada tanggal 5 Desember 2018, maka tahap I proyek sudah berhasil diselesaikan.

Tantangan berikutnya adalah memastikan tahap konstruksi dapat terlaksana sesuai tata waktu yang ditargetkan COD pada Desember 2021 dan On Budget. Proyek Jawa-1 ini menggunakan skema pendanaan non-recourse project financing.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RNEeiI
December 09, 2018 at 03:25PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RNEeiI
via IFTTT
Share:

Monday, November 26, 2018

Pemerintah Salurkan 143 Unit Konverter Kit di Samarinda

Dengan konverter kit berbahan bakar elpiji nelayan bisa menghemat biaya operasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beban perekonomian para nelayan kecil di Samarinda mulai perlahan terbantukan setelah Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mendistribusikan 143 unit Konverter Kit elpiji tiga kilogram secara gratis. Program ini sebenarnya ditujukan supaya biaya operasional nelayan lebih rendah sehingga pendapatan nelayan bisa membaik.

Dengan konverter kit berbahan bakar elpiji, nelayan bisa menghemat biaya operasional penggunaan elpiji sampai dengan sekitar 30 persen dengan asumsi tanpa ada subsidi. Bila dengan subsidi yang berlaku sekarang ini baik untuk bensin maupun elpiji, maka penghematan yang diperoleh bisa mencapai sekitar 50 persen," kata Dirjen Migas, Djoko Siswanto, Senin (26/11).

Djoko mengungkapkan pembagian konverter kit Bahan Bakar Minyak (BBM) ke elpiji untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil merupakan salah satu upaya Pemerintah melakukan diversifikasi energi yaitu menyediakan alternatif energi yang dapat digunakan. Pemilihan elpiji sebagai sumber energi lantaran dinilai sudah akrab dan dapat digunakan secara praktis di masyarakat.

Ia pun mengharapkan bantuan ini dapat meringankan beban perekonomian para nelayan setempat. "Dengan semakin bertambahnya nelayan kecil yang menerima bantuan konkit ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan, melainkan juga mendorong roda pembangunan di sektor perikanan," harap Djoko.

Pembagian paket Konverter Kit elpiji tiga kilogram ini merupakan pertama kali bagi masyarakat Samarinda. Kota Samarinda menjadi bagian dari 55 kota atau kabupaten yang ditargetkan oleh Pemerintah pada tahun 2018 sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 294 K/10/MEM/2018 sejumlah 25 ribu unit.

Pembagian paket perdana konverter kit BBM ke elpiji terdiri atas beberapa komponen yaitu mesin penggerak, konverter kit, as panjang, baling-baling, dua buah tabung elpiji tiga kilogram, as panjang dan baling-baling, serta aksesoris pendukung lainnya (reducer, regulator, mixer, dan lainnya).

Adapun kriteria nelayan yang mendapatkan paket konverter kit BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG) sesuai Perpres No.126 Tahun 2015 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga elpiji untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil antara lain nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah lima Gross Tonnage (GT), berbahan bakar bensin atau solar dan memiliki daya mesin di bawah 13 Horse Power (HP).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2P4MtVs
November 26, 2018 at 03:25PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2P4MtVs
via IFTTT
Share: