Showing posts with label 2019 at 03:45PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 03:45PM. Show all posts

Tuesday, May 28, 2019

Keutamaan Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah malam yang penuh bermakna dan mulia

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Lailatul qadar adalah malam yang penuh bermakna dan mulia lantaran merupakan malam diturunkannya Alquran. Sebagaimana diterangkan dalam Alquran surat Al-qadar, malam kemuliaan ini dikatakan lebih baik daripada seribu bulan.

Pada malam itu, turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Allah untuk mengatur semua urusan. Sepanjang malam ini disebutkan sejahtera hingga terbit fajar.

Dosen Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor, Ustaz Hasan Basri Tanjung, mengatakan Lailatul qadar memiliki makna sebagai malam penentuan nasib perjalanan hidup seorang hamba atau malam yang penuh sesak karena para malaikat turun ke bumi. Hal demikian seperti disampaikan oleh pakar Tafsir Prof Quraish Shihab dalam buku "Membumikan Al Quran".

"Orang yang meraihnya akan berubah jalan dan makna hidupnya, bukan hanya meraih ketenangan hidup dunia tetapi juga keselamatan di akhirat, yakni masuk syurga," kata Ustaz Tanjung, melalui pesan elektronik kepada Republika.co.id, Selasa (28/5).

Sebagaimana tertulis dalam ayat ketiga surat Al-qadar, ia menjelaskan bahwa keutamaan Lailatul qadar adalah memberikan  nilai dan ganjaran pahala ibadah atau kebaikan lebih dari seribu bulan atau setara sekitar 84 tahun. Dengan demikian, Ustaz Tanjung mengatakan umur yang relatif singkat dengan ibadah yang sedikit dibanding umat terdahulu diberikan bonus luar biasa, yakni nilai amal semalam sepadan dengan 84 tahun.

Menurutnya, hal ini adalah keutamaan yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Seperti halnya pesan Nabi SAW dalam riwayat shahih disebutkan, barang siapa menegakkan malam Ramadhan akan diampuni dosanya yang telah lalu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QsrZs5
May 28, 2019 at 03:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QsrZs5
via IFTTT
Share:

Monday, May 27, 2019

Masjid Sultan Abu Bakar Bukti Kejayaan Kesultanan Johor

Masjid Sultan Abu Bakar merupakan salah satu peninggalan sejarah Kesultanan Johor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masjid Sultan Abu Bakar merupakan salah satu peninggalan sejarah yang menunjukkan kebesaran Kesultanan Johor pada masa lalu.

Sejarah pendirian masjid ini bisa dirunut dari salah seorang Sultan Johor yang terkenal, Sultan Abu Bakar bin Temanggung Daeng Ibrahim (1862-1895).

Pada era kepemimpinan Abu Bakar, Johor mengalami perkembangan ekonomi yang sangat pesat. Rakyatnya hidup cukup makmur. Pemerintah mampu mendirikan berbagai bangunan megah dan besar, di antaranya, Masjid Sultan Abu Bakar ini yang pembangunannya menghabiskan biaya sekitar 400 ribu ringgit Malaysia.

Bukti lain yang menunjukkan kegemilangan periode Sultan Abu Bakar bisa dilihat dari bangunan yang masih berdiri megah hingga saat ini dan dijadikan sebagai Museum Sultan Abu Bakar.

Pembangunan masjid ini berlangsung setelah ibu kota Kesultanan Johor dipindahkan dari Teluk Belangga di Singapura, menuju Tanjung Puteri, sebuah kampung nelayan yang kemudian dinamakan Johor Baru oleh Sultan Abu Bakar.

Pemindahan ini terjadi pada 1866 dan seiring dengan itu, dibangun pula berbagai bangunan untuk melengkapi kebutuhan sebagai pusat kerajaan yang baru.

Saat ini, Masjid Sultan Abu Bakar merupakan salah satu warisan sejarah yang dilindungi oleh Kerajaan Malaysia. Sebagai lokasi wisata, masjid ini buka setiap hari untuk dikunjungi para pelancong, dari pukul 09.00 hingga 16.00 tanpa dipungut biaya, kecuali Jumat sengaja ditutup.

Lokasi masjid ini sangat strategis di atas bukit di Pantai Lido menghadap ke selatan Tebrau yang memisahkan daratan Malaysia dengan Singapura. Dari halaman belakang masjid ini, Singapura terlihat jelas.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EATMBT
May 27, 2019 at 03:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EATMBT
via IFTTT
Share:

Saturday, May 18, 2019

Lembaga Survei Telah Laporkan Metodologi Survei ke KPU

KPU mewajibkan lembaga survei yang melaksanakan hitung cepat untuk melapor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa lembaga survei mengaku telah menyampaikan laporan metodologi survei dan sumber pendanaan terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU). Seperti diketahui, KPU mewajibkan lembaga survei yang melaksanakan hitung cepat (quick count) untuk segera melaporkan hal tersebut.

Lembaga Survei Indonesia (LSI) merupakan salah satu lembaga survei yang sudah sangat awal menyampaikan laporan tersebut kepada KPU.

"LSI kerjasama dengan Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) untuk quick count, jadi hanya ada satu quick count. Laporan sudah diserahkan ke KPU, dan diterima tanggal 2 Mei," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Dodi Ambardi kepada Republika.co.id, Sabtu (18/5).

Peneliti Senior LSI Ikrama Masloman menambahkan, berdasarkan informasi dari KPU terdapat sekitar 22 lembaga yang belum menyerahkan laporan mereka. Menurut Ikrama, sebanyak 7 lembaga di Holding LSI sudah memasukkan laporan tersebut ke KPU.

"Alhamdullilah 7 PT kami sudah memasukan laporan, bahkan paling cepat, sebagai pertanggung jawaban kami," ungkap Ikrama yang juga peneliti senior di LSI Denny JA.

Sementara itu, Voxpol Center Reseach & Consulting baru menyampaikan laporan pada Jumat (17/5). "Kita kemarin sudah kasih laporan," ungkap Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago.

Sebelumnya KPU menyebut bahwa belum semua lembaga survei menyampaikan laporan mengenai sumber dana dan metodologi survei.

"Belum semua (melaporkan). Tapi kewajiban itu ada di mereka menyampaikan ke kita tanpa harus kita minta-minta harusnya. Ada pasal yang menyatakan mereka harus melaporkan ke KPU," ujar Ketua KPU Arief Budiman.

Berdasarkan UU, KPU melakukan pengecekan sumber daya, metodologi, dan badan hukum lembaga penghitungan cepat yang mendaftar sesuai dengan syarat yang telah ditetapkan. Kemudian, UU tersebut juga memerintahkan lembaga penghitungan cepat melaporkan itu semua ke KPU paling lambat 15 hari pasca penghitungan cepat. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VxG4VV
May 18, 2019 at 03:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VxG4VV
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 15, 2019

Harapan Pimpinan KPK Jilid IV ke Penerusnya

Pimpinan KPK saat ini berharap penerusnya adalah orang-orang yang berintegritas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif berharap agar penggantinya nanti merupakan sosok yang memiliki integritas. Diketahui, Presiden Joko Widodo masih membahas panitia seleksi calon pimpinan KPK.

"Ya, kami berharap ditandatangani segera dan berharap bahwa orang-orang yang di pansel itu adalah orang-orang yang terkenal integritasnya oleh masyarakat Indonesia dan orang-orang yang mengerti tata kerja di KPK," ujar Syarif di Gedung KPK Jakarta, Rabu (15/5).

Ia pun berharap, lima pimpinan KPK yang terpilih nanti melanjutkan apa yang telah dirintis oleh pimpinan KPK di era Agus Rahardjo cs. Terutama, penindakan tindak pidana korporasi yang baru saja dimulai di KPK Jilid ke-IV.

"Melanjutkan apa yg telah dirintis oleh ini kan jilid kelima mereka ya, semoga lebih banyak lagi kasus yang ditangani yang berikutnya kalau tindak pidana korporasi baru kita mulai ini mudah-mudahan yang akan datang menjadi lebih banyak lebih masif lagi," harap Syarif.

Kemudian, dari segi koordinator wilayah diharapkan KPK bisa lebih matang. Diketahui, saat ini KPK mendirikan 9 koordinator wilayah sebagai semacam cabang KPK untuk fokus pada daerah tertentu.

"Jadi, ada orang-orang tertentu yang fokus pada daerah tertentu dan yang terakhir Kami ingin mewariskan ini ACLC sebagai pusat pembelajaran bukan cuma terkenal di Indonesia tapi di negara-negara lain," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Hm4JsV
May 15, 2019 at 03:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Hm4JsV
via IFTTT
Share:

Monday, May 13, 2019

Mengenal Banu Musa, Ahli Mesin Terbaik Dunia Islam

Banu Musa menciptakan sejumlah perangkat mesin yang terbilang canggih pada masalnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Khazanah sains Islam mencatat Banu Musa bin Shakir sebagai ilmuwan terkemuka dalam bidang teknik mesin. Banu Musa (Musa bersaudara) menciptakan sejumlah perangkat mesin yang terbilang canggih pada masanya.

Namun, bukan cuma teknik mesin yang menjadi bidang kepakaran mereka. Banu Musa juga menorehkan prestasi gemilang di ranah matematika. Keahlian mereka di bidang ini bahkan layak disejajarkan dengan beberapa ilmuwan Muslim lainnya, seperti al-Khawarizmi, al-Kindi, dan Umar Khayam.

Banu Musa terdiri atas tiga bersaudara: Jafar Muhammad bin Musa bin Shakir, Ahmad bin Musa bin Shakir, dan al-Hasan bin Musa bin Shakir. Mereka adalah putra seorang cendekiawan terkemuka abad ke- 8, Musa bin Shakir. Si sulung Jafar Muhammad adalah pakar dalam kajian geometri, demikian pula al-Hasan.

Lain halnya dengan Ahmad bin Musa yang membawa konsep matematika kepada aspek mekanika. Meski berbeda spesialisasi, tiga bersaudara ini bahu-membahu untuk mendapatkan sesuatu yang sempurna. Ayah mereka, Musa bin Shakir, bekerja sebagai ahli astrologi Khalifah al-Ma’mun. Saat itu, Musa merupakan sahabat al- Ma’mun, putra Khalifah Harun al-Rasyid.

Ketika Musa bin Shakir meninggal, al- Ma’mun menjadi wali yang menjaga tiga bersaudara ini. Mereka diberikan pendidikan yang bagus di Baghdad. Mereka mempelajari geometri, mekanik, musik, matematika, hingga astronomi. Pada masa kekhalifahan al-Ma’mun pada 813-833, mereka membangun karier yang bagus di bidang ilmu pengetahuan.

Setelah al-Ma’mun wafat, Banu Musa melanjutkan pekerjaan mereka di bawah pimpinan al-Mu’tasim (833-842), al-Wathiq (842-847), dan al-Mutawakkil (847-861). Muhammad dan Ahmad sangat mendukung al-Mutawakkil yang mempekerjakan mereka di bidang teknik konstruksi pembangunan kanal di al-Dja’fariyya, sebuah kota tak jauh dari Baghdad.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HnrwU1
May 13, 2019 at 03:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HnrwU1
via IFTTT
Share:

Saturday, May 11, 2019

Aplikasi Ini Bisa Bedakan Keaslian batik

Aplikasi Batik Analyzer baru tersedia dalam versi Beta 1.0.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta memperkenalkan aplikasi Batik Analyzer kepada para pengunjung pameran Gelar Batik Nusantara (GBN) 2019. Aplikasi ini berguna untuk membedakan kain batik asli, yakni batik tulis, batik cap atau kombinasi, dengan tiruan batik.

"Inovasi ini berawal dari kesulitan masyarakat membedakan kain batik dan tiruan yang beredar di pasaran, khususnya membanjirnya produk impor tiruan batik dengan harga yang sangat murah," kata Kepala BBKB Titik Purwati Widowati lewat keterangan pers, Sabtu (11/5).

Menurut Titik, masyarakat industri batik yang didominasi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) juga dituntut untuk mampu kompetitif di tengah tantangan global era industri 4.0. Aplikasi dengan basis Android dan iOS tersebut menggunakan teknologi artificial intelligence(AI) yang sesuai dengan implementasi industri 4.0.

"Saat ini, aplikasi Batik Analyzer baru tersedia dalam versi Beta 1.0 dengan akurasi outputdua kategori (batik dan tiruan) di 75 persen, dan akan terus dikembangkan hingga mencapai angka 95 persen," kata dia.

Sebelumnya, Aplikasi Batik Analyzer telah diperkenalkan pada acara Indonesia Industrial Summit 2019. Aplikasi ini diharapkan menjadi solusi untuk perlindungan industri batik nasional dalam menyongsong era industri 4.0.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Q0CJO3
May 11, 2019 at 03:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Q0CJO3
via IFTTT
Share:

Friday, May 3, 2019

Umat Islam di Bolivia Luruskan Stigma Negatif

Pemberitaan negatif tentang Islam telah membentuk opini bahwa Islam agama teror.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Islamic Center Bolivia, Mahmud Amir Abusharar, Islam tidak sekalipun mengajak pada kebencian. ''Islam menyerukan untuk bersikap baik, jujur, dan menghargai perbedaan, bukan untuk menunjukkan sikap agresif,'' papar Abusharar.

Lebih jauh, dia menolak adanya stigma serta tudingan negatif. Dirinya sepakat jika yang dikemukakan adalah bersifat kritikan yang membangun sehingga bisa menjadi fungsi kontrol dan koreksi.

Abusharar mengatakan, ''Kita hidup di sebuah negara demokratis. Dengan demikian, jika kita ingin menjaga iklim demokrasi yang kondusif, hendaknya kita menjauhi sikap-sikap saling curiga seperti itu.''

Dia justru curiga, ada kelompok yang punya kepentingan tertentu. Mereka tidak menginginkan stabilitas. Mereka juga tidak senang melihat Islam berkembang dan memiliki hubungan baik dengan banyak kalangan. ''Mereka punya agenda khusus. Mereka mengarang sesuatu tentang umat Muslim dan ingin membenturkan dengan kelompok lain, ujarnya.

Pihak Islamic Center mempersilakan siapa pun yang ingin melihat dari dekat kondisi sebenarnya dan apa saja yang diajarkan.

Pada bagian lain, Abusharar meminta agar masalah politik tidak dicampuradukkan dengan kehidupan keagamaan. Dia yakin, bukan masyarakat Muslim Bolivia yang menjadi sorotan pihak asing.

Bila muncul persoalan dengan kebijakan pemerintah, lanjut dia, tidak lantas tersangkut dengan umat Islam. Dalam kaitan ini, dirinya dan segenap umat tidak sepakat bila ada motif untuk mengecam pemerintah.

Menurut Abusharar, kelompok-kelompok inilah yang harus diwaspadai. Tak hanya oleh Pemerintah Bolivia, umat Islam, melainkan juga oleh Pemerintah AS. Mereka ingin menunjukkan bahwa semua pihak merupakan musuh AS.

''Saya pastikan, semua yang dialamatkan kepada kami, tidaklah benar. Saya kerap bertemu dengan warga AS dan kami saling menghormati satu sama lain. Jadi, kita punya musuh bersama,'' ujar Abusharar mengingatkan.

Baginya, sebagian besar warga Barat tetap memiliki tenggang rasa terhadap umat Muslim. Hanya saja, pemberitaan negatif tentang Islam telah membentuk opini sedemikian rupa hingga memersepsikan Islam sebagai agama teror.

''Jika mereka berpikir jernih serta memiliki pemerintah yang bijak, omong-kosong seperti itu akan dikesampingkan,'' paparnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VdWB62
May 03, 2019 at 03:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VdWB62
via IFTTT
Share:

Thursday, May 2, 2019

Dengan Kerapu, DD dan BCA Syariah Berdayakan Masyarakat

sebanyak 25 Kepala Keluarga tercatat sebagai penerima manfaat pemberdayaan.

REPUBLIKA.CO.ID, SITUBONDO — Dompet Dhuafa (DD) dan BCA Syariah memberdayakan masyarakat Sumberwaru Situbondo Jawa Timur dengan budidaya ikan kerapu. Komoditas tersebut memiliki harga jual yang tinggi sehingga keuntungannya dapat meningkatkan perekonomian mereka.

Dua institusi tersebut bercita-cita memajukan perekonomian para nelayan Indonesia, khususnya di pesisir Situbondo, Jawa Timur. Kolaborasi keduanya memanfaatkan potensi lokal kelautan, sentra nelayan, dan juga pertanian, yang melimpah di Sumberwaru. 

Bentangan pantai yang menghadap taman nasional, seharusnya menjadi potensi peningkatan ekonomi bagi masyarakat pesisir. Namun kehidupan warga di lokasi tersebut, rata-rata penghasilan penduduknya hanya Rp 20 ribu per hari. Padahal mereka memiliki kekayaan potensi lokal tersebut, yang jika dimaksimalkan akan mendongkrak perekonomian.

Di Sumberwaru, Dompet Dhuafa melihat potensi lokal yang begitu kaya. Baik dari sektor kelautan maupun pertanian. Namun, masyarakat setempat belum dapat memaksimalkannya. Sehingga di 2017, Dompet Dhuafa menginisiasi adanya program pemberdayaan masyarakat Sentra Perikanan Pesisir Situbondo.

"Tujuannya mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.” Jelas Sulis Tiqomah, Manager Corporate Partnership Dompet Dhuafa Filantropi.

Pada guliran program tersebut, sebanyak 25 Kepala Keluarga tercatat sebagai penerima manfaat pemberdayaan, di sentra budidaya perikanan Kerapu. Kali ini, sentra budidaya ikan Kerapu mengambil teknik budidaya jaring atau keramba apung dan pembenihan. Dalam pelaksanaannya, masyarakat penerima manfaat tergabung dalam Gabungan Kelompok Nelayan dan mendapatkan pelatihan, pendampingan, serta pengembangan kemampuan di bidang budidaya Kerapu.

Kerapu dipilih untuk dibudidayakan di Sumberwaru, mengingat ikan tersebut memiliki nilai jual tinggi dan merupakan salah satu komoditi ekspor Indonesia. Sejak 2017 bergulir, program tersebut kini membuahkan hasil. Masyarakat mulai terampil sebagai pembudidaya Kerapu jaring apung. Bahkan akhir April ini, para penerima manfaat program juga tengah panen dan menikmati hasil budidayanya. 

 Dana zakat nasabah BCA Syariah yang diserahkan melalui Dompet Dhuafa dimanfaatkan sebagai modal usaha budidaya ikan kerapu untuk masyarakat nelayan di pesisir Situbondo sebagai upaya mewujudkan kemandirian ekonomi bagi 25 Kepala Keluarga peserta program.

“Alhamdulillahnya di program tersebut, kami tidak berjalan sendirian. Ada BCA Syariah yang turut menyalurkan semangat berbagi untuk memberdayakan masyarakat peisisir Situbondo. Kini para penerima manfaat sudah mulai memanen hasilnya,” tambah Sulis Tiqomah.

Sementara itu, Yanto Tanaya, selaku Kepala Satuan Kerja Bisnis dan Komunikasi BCA Syariah mengatakan, “Merupakan suatu kebanggan bagi kami dapat ikut serta dalam program pemberdayaan perekonomian masyarakat pesisir Situbondo. Dana sosial yang kami salurkan melalui Dompet Dhuafa merupakan zakat dari nasabah yang dititipkan melalui BCA Syariah sehingga merupakan sebuah amanah bagi kami. BCA Syariah berkomitmen untuk menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab. Oleh karena itu, kami menyalurkan dana zakat nasabah melalui mitra kami yaitu Dompet Dhuafa dalam salah satu program unggulannya yaitu budidaya ikan kerapu.” 

“Kami turut senang dengan bergulirnya program tersebut. Mengingat program tersebut kini sudah mulai menunjukkan hasilnya dan masyarakat setempat perlahan terangkat perekonomiannya sekaligus menjadi potensi perekonomian baru di Sumberwaru,” ungkap Yanto”.

Tentang Dompet Dhuafa 

Dompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf), serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga). Selama 25 tahun lebih, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan ummat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR. 

Tentang PT Bank BCA Syariah

PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) merupakan anak perusahaan dari PT Bank Central Asia Tbk, yang mulai beroperasi pada 5 April 2010. Per Maret 2019, total Aset BCA Syariah telah mencapai Rp6,96 triliun, naik 13,73% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Penyaluran pembiayaan BCA Syariah tercatat sebesar Rp4,74 triliun, tumbuh 10,43% yoy. Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp5,46 triliun atau meningkat sebesar 12,47% yoy. BCA Syariah kini telah memiliki 66 jaringan cabang yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Surabaya, Semarang, Bandung, Solo, Yogyakarta, Medan, Palembang dan Bandar Lampung.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vxJzky
May 02, 2019 at 03:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vxJzky
via IFTTT
Share:

Polisi Selidiki Massa Berbaju Hitam Perusak Halte Tosari

Polda Metro Jaya telah membuat tim khusus untuk menyelidiki kasus tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi masih menyelidiki sekelompok massa berbaju serba hitam yang merusak pagar Halte Transjakarta Tosari saat peringatan Hari Buruh Sedunia, (1/5) kemarin. Saat ini, Polda Metro Jaya telah membuat tim khusus untuk menyelidiki kasus tersebut.

"Kita sudah bentuk tim khusus untuk penyelidikan terkait (kasus) itu ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Kamis (2/5).

Argo menyebut, pihaknya belum mengetahui apakah kelompok tersebut dikoordinasi oleh satu orang atau tidak. Ia menegaskan, jika pihaknya masih terus menyelidiki kasus tersebut. "Masih kita selidiki ya," tegas Argo.

Tim khusus itu, kata dia, dibentuk untuk menyelidiki perusakan pagar halte Transjakarta dan aksi vandalisme di tengah aksi buruh, Rabu (1/5) kemarin. Dalam sebuah video yang beredar, massa tersebut membawa bendera hitam dengan tulisan lambang 'Anarki' dan juga benda panjang mirip samurai. Belum diketahui apakah massa tersebut adalah kaum buruh atau sekelompok penyusup yang ingin memperkeruh suasana.

PT Transjakarta pun telah melaporkan peristiwa itu kepada polisi. Pihak TransJakarta menyatakan, terdapat aksi vandalisme di sejumlah fasilitasnya dan perusakan, termasuk yang terdapat di Halte Transjakarta Tosari, Jakarta Pusat.

"Kami akan usut dan laporkan kepada pihak berwajib atas kejadian perusakan ini. Aset-aset yang dirusak adalah aset milik publik dan digunakan bersama, sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk selalu menjaga dan memeliharanya," kata Dirut Transjakarta, Agung Wicaksono melalui keterangan tertulis, Kamis (2/5).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PEhDF9
May 02, 2019 at 03:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PEhDF9
via IFTTT
Share:

Sejarah Panjang Islam di Austria

Islam mulai dikenal di Austria pada 1525 ketika Turki Ottoman mengepung Austria.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kedatangan Islam di Austria memiliki akar sejarah panjang. Islam mulai dikenal di Austria pada 1525 ketika Turki Ottoman mencoba untuk menyerang Kerajaan Austria.

Meskipun upaya penyerangan ini gagal, namun kedatangan Islam ternyata  membawa dampak dan pengaruh di Austria, sehingga banyak warga Austria yang masuk Islam pada dekade berikutnya.

Meski minoritas, Islam diakui secara konstitusional sebagai agama di Austria sejak 1912. Pada 2001, terungkap jumlah Muslim di Austria sebanyak 4, 22 persen dari total populasi atau sekitar 338 ribu jiwa.

Meski penganut Katolik Roma merupakan mayoritas, namun negara berdiri dan berlandaskan paham sekularisme. Secara umum, Pemerintah Austria memberikan kebebasan beragama bagi semua masyarakat.

Dalam Islamische Glaubensgemeinschaft in Osterreich diterangkan, pada 1919, hak-hak dan hak istimewa ditingkatkan dengan penandatanganan Perjanjian Saint-Germain

Pemerintah Austria berjanji memberikan perlindungan bagi kaum minoritas dan menegaskan hak setiap warga negara tanpa memandang agama atau asal etnis.

Pada 1979, Undang-Undang Islam pertama disahkan. Pada tahun yang sama juga diumumkan adanya Konstitusi Badan Agama Islam dan pembentukan Agama Komunitas Wina Islam pertama. Menurut Pasal 1 Konstitusi semua Muslim di Austria milik Badan Keagamaan.

Hal ini semakin dipertegas dengan adanya Undang-Undang tentang Pengakuan Status Komunitas Agama 1998. Organisasi keagamaan dikategorikan sebagai masyarakat religius, masyarakat agama, dan asosiasi dengan status hukum yang berbeda.

Organisasi keagamaan didirikan negara, memberi Muslim berbagai hak dan keistimewaan.

Termasuk hak untuk mengatur dan mengelola urusan masyarakat secara mandiri melalui dewan kota, termasuk pengelolaan keuangan.  Klasifikasi masyarakat religius memungkinkan partisipasi dalam sistem kontribusi yang dikelola negara, penyediaan pengajaran agama di sekolah umum dan pembiayaan untuk sekolah swasta. Saat ini sekitar 200 guru memberikan pendidikan agama Islam di sekolah umum.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vuF2zA
May 02, 2019 at 03:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vuF2zA
via IFTTT
Share:

Friday, April 26, 2019

Pemilu Bikin Pilu

Pemilu kali ini tidak efektif, menghabiskan dana, dan energi.

Hingga kini, kisruh pesta pemilu belum berakhir. Dari kampanye, saat pelaksanaan ataupun setelah pelaksanaan. Saat kampanye, suara knalpot memekakkan telinga dan seolah raja jalanan, mereka menunjukkan arogansi. Terjadi kegaduhan dan menelan korban.

Saat pelaksanaan, pemilu mengalami banyak kendala dari kelambatan logistik, kekurangan surat suara, kerusakan surat suara, surat suara telah tercoblos. Belum lagi ditambah orang gila untuk dipungut suaranya, sedangkan bila kena kasus hukum saja mereka dibebaskan.

Setelah pelaksanaan, banyak petugas KPPS gugur dan sakit setelah bertugas, kebanyakan faktor penyebabnya adalah kelelahan hingga ada yang stroke. Selain itu, banyak kecurangan, seperti kotak suara hilang, pembakaran surat suara, salah input data, dan sebagainya.

Sungguh ini waktu yang tidak efektif, menghabiskan dana dan energi ditambah banyak intrik antarpaslon.

PENGIRIM; Sulistyaningsih, Tirtonirmolo, Yogyakarta

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PyFJRI
April 26, 2019 at 03:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PyFJRI
via IFTTT
Share:

Thursday, April 25, 2019

PLN president director suspended following graft case

The KPK has accused Basir of accepting a bribe from Blackgold Natural Resources.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- State electricity company (PT PLN) President Director Sofyan Basir was suspended by the State Enterprises Ministry following the Corruption Eradication Commission (KPK) implicating him as graft suspect over Riau-1 thermal power plant (PLTU) construction contract.

"I have come to know of Basir's suspension by PLN's board of commissioners. We currently await an official letter from the board of commissioners today," Imam Apriyanto Putro, the ministry's secretary, remarked here on Thursday.

Basir's suspension falls in line with PT PLN's articles of association, he revealed. "PLN is a large strategic firm meeting the electricity demands of the people and different types of industries. Hence, (his) suspension was called for," he explained.

Putro noted that the other development was the appointment of PT PLN's human capital management director Muhammad Ali as acting PLN president director as a replacement to Basir. "In accordance with the articles of association, RUPS (the general meeting of the company) has a 30-day time limit for appointing a definitive president director and in the interim, Mr Muhammad Ali will serve as acting president director," he revealed.

The anti-graft body has named Basir, who is tied to the project, as a suspect in the case on Tuesday (Apr 23). The KPK has accused Basir of accepting a bribe from Blackgold Natural Resources shareholder Johannes Budisutrisno Kotjo in connection with a cooperation contract for constructing the PLTU Riau-1.

"The KPK has got its hands on sufficient preliminary evidence on the alleged involvement of other parties in the alleged graft case related to a cooperation contract for constructing PLTU Riau-1," KPK Deputy Chairman Saut Situmorang stated.

Basir is on the receiving end of accusations over plotting with or assisting an expelled House Commission VII member of the Golkar Party, identified by her initials as EMS, and her colleagues in alleged receipt of gratification or assurance from Kotjo over the cooperation contract.

President Joko Widodo (Jokowi) has lent his full support to the KPK's move to name the suspended PT PLN president director as a graft suspect in the case. "We should fully authorize the anti-graft body for settling legal matters, particularly related to corruption," the president emphasized after opening and observing the International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2019 at the Jakarta Convention Center on Wednesday.

The president decidedly stayed mum on case-related details, albeit calling on all parties to fully authorize the Commission to solve legal problems, particularly connected to graft.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2L2k0D3
April 25, 2019 at 03:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2L2k0D3
via IFTTT
Share:

Sunday, April 21, 2019

Alumni PWMP Kembangkan Usaha Kopi

Putra mendapatkan bantuan Rp 35 juta untuk pengembangan usaha kopi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jebolan Program Pengembangan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP), Putra, sukses mengembangkan bisnis kopi. Produknya kini dibeli masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Pengembangan ini tak lepas dari program yang dicanangkan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian tersebut. Saat ditemui pada acara 1st Millenial Indonesian Agropreneurs (MIA) di Botani Square Bogor, Putra mendapatkan bantuan Rp 35 juta untuk pengembangan usaha kopi.

Kelebihan kopi yang menjadi produknya adalah tanpa bahan campuran. Dia mendapatkan bahan baku langsung dari petani. Caranya dengan membeli biji kopi dengan harga di atas pengepul sehingga petani lebih untung. 

“Kita juga memberikan pembinaan kepada petani bagaimana budi daya yang baik, agar kopi yang dihasilkan mendapatkan kualitas bagus", ujarnya.

Putra menceritakan, bantuan dana diberikan langsung melalui rekening badan usahanya. Hal itu dilakukan dengan mengajukan proposal yang kemudian diproses kelengkapan administrasinya. 

Untuk menjadi mitra PWMP BPPSDMP, harus mengembangkan usaha berbasis pertanian. Selain bantuan juga diberikan pembinaan mulai tahap pengembangan dari segi bisnis, manajemen keuangan, waktu, dan semua aspek yang berkaitan dengan pemasaran.

Untuk pengembangan usaha, Putra mengaku dipertemukan dengan dunia usaha lain seperti PWMP yang mengembangkan gula semut. Sehingga bisa sejalan dan dunia industri untuk pengembangan pemasaran lebih luas lagi. 

Dari segi pemasaran, dirinya mengaku telah bekerja sama dengan dinas baik kabupaten maupun provinsi. "Kita juga sudah mensupply produk kita ke dinas-dinas, tidak hanya kopi tapi yang lainnya seperti parfum, sabun, dan lainnya", tambahnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UQkb8P
April 21, 2019 at 03:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UQkb8P
via IFTTT
Share:

Thursday, April 18, 2019

Warga AS Percaya Muslim Hadapi Lebih Banyak Diskriminasi

Presiden Donald Trump mengunggah twit menyerang anggota kongres Muslim AS.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Delapan dari 10 warga Amerika meyakini Muslim menghadapi lebih banyak diskriminasi daripada kelompok lain di Amerika Serikat (AS). Hal ini didapatkan berdasarkan jajak pendapat Pew Research Center. Survei dilakukan antara 20 dan 25 Maret 2019 terhadap 1.503 orang dewasa.

Dilansir di Anadolu Agency, Kamis (18/4), 82 persen responden mengatakan Muslim menghadapi diskriminasi. Sebanyak 80 persen responden mengatakan orang kulit hitam menghadapi beberapa diskriminasi.

Pew merilis angka pada Senin kemarin setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan cicitan di akun Twitter-nya, yang isinya yakni video yang menyerang anggota kongres Muslim Ilhan Omar dari Minnesota. Video itu adalah pidato yang disampaikan oleh Omar saat membahas Muslim Amerika yang dianggap sebagai warga negara kelas dua usai tragedi 11 September 2001.

Omar adalah salah satu Muslimah pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres, bersama dengan Rashida Tlaib dari Michigan. Ia telah menghadapi banyak serangan sejak ia mulai menjabat tahun ini.

Anggota kongres Muslim itu mengatakan dia telah menghadapi lebih banyak ancaman kematian sejak Presiden Trump mengunggah twit tersebut yang memicu kritik  Trump memaafkan serangan berbahaya terhadap pejabat terpilih negara. Sebanyak 92 persen dari Demokrat mengatakan ada diskriminasi terhadap Muslim di Amerika.

Sebanyak 75 persen mengatakan ada banyak diskriminasi berdasarkan jajak pendapat tersebut. Sementara responden dari kalangan Republik kurang lebih mengatakan hal yang sama, yakni 69 persen setuju.

Sementara itu, persentase orang yang berpikir orang Yahudi menghadapi banyak diskriminasi naik hampir dua kali lipat sejak 2016, yakni dari 13 persen menjadi 24 persen. Sebanyak 64 persen mengatakan ada beberapa diskriminasi terhadap kelompok.

Ras memainkan faktor yang besar dalam memprediksi seberapa banyak diskriminasi yang dipikirkan responden terjadi. Sebanyak 73 persen responden kulit hitam mengatakan ada banyak diskriminasi terhadap orang kulit hitam dan 63 persen orang Hispanik mengatakan hal yang sama tentang diskriminasi terhadap orang Hispanik.

Namun, di antara orang kulit putih, keberpihakan adalah faktor terbesar dalam memutuskan bagaimana mereka menjawab. Di antara responden Demokrat berkulit putih dan Demokrat, sekitar dua pertiga mengatakan ada diskriminasi terhadap kulit hitam, sementara hanya 16 persen responden kulit putih dari Partai Republik dan yang condong pada Republik mengatakan hal yang sama

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GtQkdK
April 18, 2019 at 03:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GtQkdK
via IFTTT
Share:

Saturday, April 13, 2019

Massa Pendukung Jokowi Gelar Karnaval di Bundaran HI

Hampir 40 ribu personel mengamankan kampanye Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasto Kristiyanto mengungkapkan, seluruh partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) akan memulai perjalanan kampanye akbar mulai dari Bundaran HI menuju Gelora Bung Karno (GBK). Dia mengatakan, nantinya massa gabungan dari partai pengusung akan bergerak menuju GBK.

Hasto mengungkapkan, partai pengusung Jokowi-Ma'ruf sengaja berkumpul di bundaran HI guna memberikan ruang kepada masyarakat umum untuk merayakan pesta demokrasi di GBK terlebih dahulu. Dia mengatakan, hal itu dilakukan sebagai bukti jika mereka merayakan kehadiran seorang pemimlin yang lahir dari bawah.

"Kami atur, karena sekali lagi kami menempatkan GBK itu sebag tempat untuk masyarakat umum, itu partai mengalah," kata Hasto Kristiyanto di Jakarta, Sabtu (13/4).

Sekretaris Jendral PDIP itu menjelaskan, massa partai politik nantinya akan diatur sebelum berangkat bersama menuju GBK. Dia mengatakan, hal itu dilakukan guna menunjukan kreatifitas kampanye partai pengusung dan relawan Jokowi.

Lebih jauh, dia mengungkapkan, kampanye akbar Joko Widodo-Ma'ruf Amin ini menjadi luapan kegembiraan masyarakat akan kehadiran pemimlin yang muncul dari bawah. Dia mengatakan, luapan itu diungkapkan dengan kampanye kreatif menggunalan arak-arakan kendaraan yang dimodifikasi.

Dia mengungkapkan, massa partai politik dari PDIP berjumlah 261 ribu, Golkar 100 ribu, Nasional Demokrat 100 ribu. Kampanye akbar dari partai politik juga diramaikan massa dari Hanura sekitar 100 ribu, PSI 5 ribu, PKPI 15 ribu, PKB 30 ribu dan PPP 15 ribu massa.

"Tapi kita tetap tertib agar arus lalu lintas umum khususnya transjakarta tidak terganggu," katanya.

Massa pawai diiringi lagu lagi dangdut dan lagu dukungan terhadap Jokowi semisal 'Jokowi sekali lagi' atau 'goyang jempol' yang dipopulerkan Kill the Dj. Disaat yang bersamaan, sebagian massa juga dudah mulai bergerak menuju GBK.

Massa terlihat menikmati dan berjoged bersama alunan lagi yang diputar melalui pengeras suara. Tak hanya memutar lagu, pawai juga diramaikan dengan pawai kendaraan karnaval yang dimodifikasi.

Sementata, massa rencananya akan berjalan kaki dari Monumen Nasional menuju kompleks olahraga GBK melalui Jalan MH Thamrin dan Jalan Sudirman. Kepadatan massa tak pelak membuat akses jalanan mengalami hambatan sehingga terjadi kemacetan.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian sebelumnya mengatakan, kampanye akbar mendapat pengawalan dari hampir 40 ribu personel kepolisian. Dia mengatakan, akan menempatkan aparat keamanan di 10 titik pos pantau dan setiap pintu masuk GBK.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IAzb3c
April 13, 2019 at 03:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IAzb3c
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 9, 2019

Kisah Dua Imperium di Ujung Tanduk

Awal abad ke-20, Imperium Cina dan Ottoman alami masa krisis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Awal abad ke-20, imperium Cina dan Ottoman sedang dalam masa-masa krisis akibat kepungan kekuatan Barat yang sedang dalam masa-masa puncak kolonialis dan imperialismenya berkat industrialisasi pada abad ke-19. Sementara, Ottoman dan Cina sedang menghadapi masalah di berbagai bidang. Wilayah kekuasaan Ottoman digerogoti dan lepas satu per satu menjadi negara merdeka, seperti Serbia, Bulgaria, Romania, Yunani, Mesir, dan Tunisia. 

Dengan melemahnya kekuatan pasukan elite Janissary, ketinggalan teknologi dari Barat, beban utang yang menumpuk, serta banyaknya jalur perdagangan yang dikuasai Barat, membuat Ottoman menjadi negara pesakitan di ujung Eropa. Ottoman tak pernah tunduk langsung di bawah kekuasaan Eropa, tapi wilayah kekuasaannya jatuh satu per satu ke tangan Rusia, Inggris, Austria, dan Prancis. Pasukan Napoleon dengan leluasa memasuki Mesir pada 1798 tanpa perlawanan. 

Nasib Cina juga tak jauh berbeda. Dua kali dipermalukan Inggris dalam Perang Candu (1856-1860), Cina juga kehilangan banyak kota pelabuhan yang dikontrol enam negara Barat dan Jepang, termasuk kehilangan Hong Kong ke tangan Inggris dan Vietnam direbut Prancis. Selama abad ke-19, Cina juga kerepotan terhadap berbagai kerusuhan di dalam negeri sepanjang abad ke-19, seperti pemberontakan Taiping (1850- 1864) dan pemberontakan Boxer (1898- 1901). 

Kondisi Ottoman dan Cina menyebabkan ketidakpuasan di masing-masing komunitas muda yang mendesakkan agenda reformasi. Para Turki Muda yang terdiri atas birokrat, tentara, seniman, maupun jurnalis yang mendapat didikan Barat memiliki agenda pendirian negara yang lebih sekuler yang mendapat penentangan dari kalangan agamis. Tetapi, gerakan ini tak sempat menimbulkan kerusuhan massa seperti halnya di Cina yang diwarnai berbagai pemberontakan. 

Dinasti Qing (Ching) yang berkuasa di Cina sejak pertengahan abad ke-17 sempat menjalankan agenda reformasi pada pertengahan abad ke-19, seperti mengganti sistem rekrutmen pegawai peme rintah dan pembangunan infrastruktur publik, seperti jalan dan bendungan.

Tetapi, langkah itu ternyata sedikit terlambat. Para tuan tanah merasa terancam dengan program reformasi dengan langkah-langkah industrialisasi yang menyebabkan arus urbanisasi penduduk dari desa ke kota. Tetapi, industri di Cina lebih banyak dikuasai pihak asing yang lebih loyal kepada penguasa lokal di banding kepada kaisar. 

Kekuasaan Dinasti Turki Usmani yang berkuasa sejak abad ke-14 akhirnya kolaps setelah Perang Dunia II. Ottoman digantikan oleh Republik Turki yang didirikan para kaum nasionalis pimpinan Mustafa Kemal Pasha.

Di Cina, revolusi Xinhai yang digerakkan dokter Sun yat Sen berhasil menggulingkan Dinasti Qing pada 1912. Kekuasaan kekaisaran Cina yang sudah berlangsung selama 2.000 tahun digantikan oleh sebuah republik nasionalis yang berumur pendek yang kemudian berebut kekuasaan dengan golongan komunis. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WVhf7q
April 09, 2019 at 03:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WVhf7q
via IFTTT
Share:

Saturday, April 6, 2019

HT Dampingi Jokowi Kampanye di Banyumas

Jokowi memperoleh suara sekitar 64% di Banyumas saat Pilpres 2014.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo memperkirakan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan memperoleh suara sekitar 80 persen di Banyumas, Jawa Tengah. Hal itu disampaikan Hary Tanoesoedibjo yang menghadiri kampanye terbuka Capres 01 Joko Widodo di Banyumas, Kamis (4/4).

Tampak dalam acara tersebut Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo menjadi satu-satunya Ketua Umum Parpol yang hadir mendampingi Jokowi berkampanye di Banyumas, Jawa Tengah.

"Saya rasa kalau kemenangan 80% itu sangat mungkin, karena di 2014 saja sudah hampir 70% di Banyumas," kata Hary dalam siaran persnya.

Diketahui, Jokowi memperoleh suara sekitar 64% di Banyumas saat Pilpres 2014. Hary mengatakan dengan kinerja Jokowi yang sangat baik, dia optimistis target 80% suara di Banyumas akan tercapai.

"Apalagi di periode berikutnya ada kartu kuliah, kartu sembako murah, kartu pra kerja juga. Jadi, seharusnya ini memberikan nilai yang sangat positif bagi pemilih," ujar

Hary melihat antusiasme warga yang sangat tinggi.Dalam kesempatan tersebut, Hary juga mengajak para pemilih untuk ramai-ramai datang ke TPS.

"Jangan lupa, datang ke TPS 17 April ajak suami, istri, adik, kakak, anak, orang tua, kerabat. Harus datang jangan sampai golput, jangan sampai tidak datang dan jangan lupa pilih nomor 1," kata Hary yang datang bersama Ketum Kartini Perindo Liliana Tanaja Tanoesoedibjo.

Keduanya tampak menyapa puluhan ribu masyarakat yang datang di GOR tersebut. Mereka pun ke bibir panggung, melayani satu persatu massa yang ingin bersalaman dan foto bersama. Hary juga tampak beberapa kali mengambilkan gambar menggunakan telpon genggam masyrakat yang ingin foto dengannya.

Ini massa riil, mereka sangat antusias. Di GOR saja bisa 25.000 belum yang di luar GOR, mungkin sama besar," tuturnya.

Adapun, Liliana juga berpesan agar seluruh masyarakat menggunakan hak pilihnya. "Kepada seluruh masyrakat Indonesia kita lihat cara kerja Pak Jokowi, sangat baik, kita dukung nomor 1," ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VpQDep
April 06, 2019 at 03:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VpQDep
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 2, 2019

Teknik Pewarnaan Hiasi Bangunan Megah

Warna yang populer di kawasan timur era kekhalifahan, di antaranya biru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Karya mengagumkan dengan warna-warni indah juga menghiasi beberapa bangunan megah yang dibuat umat Islam. Salah satunya,Menurut John L Esposito pada Sains-sains Islam, adalah Kubah Sulaiman di Jerusalem.

Pada awalnya bangunan itu memiliki desain polikrom. Bangunan ini juga berkilau warna emas di bagian luar dan dalam. Efek warna mozaik interior diperkaya lukisan kaligrafi di langit-langit dan disepuh. Motif tumbuhan diukir pada batang panjang warna hitam sehingga kontras dengan marmer putih.

Arsitektur semasa Dinasti Umayyah didominasi warna terang. Ini tampak pada bangunan Masjid Kordoba. Dinding masjid sangat kaya warna dilengkapi mozaik kaca. Warna biru cerah melengkapi bagian ubin.

Mozaik ubin dengan aneka warna banyak terdapat pada bangunan besar di kota-kota Islam dan biasanya terdiri dari tujuh warna. Dekorasi ubin di Masjid Biru, misalnya, memperlihatkan keberagaman yang sangat indah.

Di sekitar abad ke-8 hingga ke-11, mozaik ubin merupakan teknik sulit dan mahal. Butuh waktu lama untuk memotong dan menyesuaikan potongan-potongan kecil. Namun, pada abad ke-15 hadir teknik baru yang menggantikannya.

Menurut Esposito, unsur warna masih menentukan pilihan mozaik tadi. Ubin berbentuk seragam dilukis dengan pola yang menggunakan berbagai lapisan warna. Mozaik ubin semacam ini terkenal di Maghribi dan wilayah barat Islam.

Warna yang populer di kawasan timur era kekhalifahan, di antaranya biru. Sedangkan efek warna yang terbilang mengagumkan juga terdapat pada bangunan yang didirikan dinasti Mughal di India. Teknik yang dimunculkan berupa pualam putih yang dikombinasikan dengan warna batu bata. Dekorasi pada Istana Taj Mahal, dikerjakan dengan warna hitam yang kontras dengan pualam putih. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FHlHzM
April 02, 2019 at 03:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FHlHzM
via IFTTT
Share:

Monday, April 1, 2019

Kemegahan Istana Bahia Maroko

Bahia merupakan istana yang indah peninggalan abad ke-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Bahia merupakan istana yang indah peninggalan abad ke-19. Luasnya mencapai delapan hektare. Kompleks ini merupakan destinasi wisata di Maroko yang terkenal. Tak hanya itu, istana ini merupakan salah satu monumen utama warisan budaya negara.

Dibangun sekitar 1866-1867, kemegahannya menjadi daya tarik wisatawan berbagai negara. Bagian utara istana seluas 8.000 meter persegi. Lokasinya di sebelah tenggara Kota Marrakech, dekat dengan istana kerajaan saat ini.

Arsitek bangunan ini adalah El Mekki. Ide pembangunannya datang dari Si Moussa, bendahara Sultan Hassan I. Ahmed ben Moussa (1841-1900, putra Si Mous sa, penerus ayahnya sebagai bendahara) meme rintah Maroko dari 1894 hingga kematiannya pada 1900.

Dia menjadi bupati sultan muda Abdul Aziz. Selama masa pemerintahannya, Ah med ben Moussa mem perluas bagian selatan Bahia. Ka barnya, Ahmed ben Moussa mendirikan istana ini untuk selir favoritnya, sehingga diberi nama Bahia.

Pada saat kematian Ben Moussa, Sultan Abdul Aziz mengambil alih kekuasaan dan memerintahkan penjarahan istana. Setelah dikuasai oleh Prancis, istana itu ditempati Jenderal Lyautey pada 1912. Bahia menjadi istana pribadi sang jenderal dan kediaman perwira Prancis di sana. Dia pun menambahkan perapian, pemanas, dan listrik.

Sampai saat ini, istana ini terbuka untuk dikunjungi. Di antaranya, untuk konser musik dan pameran seni Arab-Andalusia. Keluarga Raja Mohammed VI tinggal di sana. Sehingga, terkadang di bagian pribadi yang penting tidak terbuka untuk umum.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2I3bUXC
April 01, 2019 at 03:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2I3bUXC
via IFTTT
Share:

Wednesday, March 27, 2019

Tumbangkan Maroko, Pelatih Argentina: Kami Superior

Selain Messi, sejumlah bintang senior Argentina tak tampil di Grand Stade de Tanger.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGIER -- Argentina akhirnya meraih kemenangan pada laga persahabatan. La Albiceleste menumbangkan tuan rumah Maroko, 1-0, di Grand Stade de Tanger, Rabu (27/3) dini hari WIB.

Gol tunggal Angel Correa pada menit ke-83, membungkam pendukung Atlas Lions. Dengan sedikit berlari di depan kotak penalti lawan, penyerang sayap 24 tahun itu melepaskan tembakan jarak dekat merobek jala Yassine Bounou.

Usai pertandingan, pelatih tim Tango Lionel Scalloni memuji kinerja anak asuhnya. Ia menyukai semangat yang ditunjukkan Paulo Dybala dan rekan-rekan.

"Kami bahagia bukan sekadar karena hasilnya, tapi karena kami superior. Itu sangat penting," kata juru taktik kelahiran Rosaria, dikutip dari Mundoalbiceleste.

Argentina sedang mempersiapkan diri jelang Copa America 2019. Ajang bergengsi antarnegara-negara Amerika Selatan itu berlangsung pada Juni 2019.

Sehingga, Scaloni tak bisa menafikkan pentingnya agenda uji coba berlabel persahabatan ini. Sebelumnya beberapa hari lalu, pengoleksi dua gelar Piala Dunia itu ditumbangkan Venezuela 3-1.

Saat jumpa Maroko, Scaloni tidak memainkan Lionel Messi. Namun ia memastikan bakal membawa sang kapten ke Copa America.

Selain Messi, sejumlah bintang senior tidak tampil di Grand Stade de Tanger. Antara lain Sergio Aguero dan Angel di Maria. Pada akhirnya, tim raksasa Amerika Selatan tersebut mampu meraih hasil poasitif ketika bertemu salah satu tim elite Afrika.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HVQxYi
March 27, 2019 at 03:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HVQxYi
via IFTTT
Share: