Showing posts with label 2018 at 09:17PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 09:17PM. Show all posts

Saturday, December 22, 2018

Jamaah Pekanbaru Tempuh 2 Hari Perjalanan ke VFS Tasheel

IHRAM.CO.ID,

IHRAM.CO.ID, REPUBLIKA -- Pemerintah melalui Kementerian Agama mesti segera merespons keluhan-keluhan jamaah dengan meminta Pemerintah Saudi untuk menunda secepatnya perekaman biometrik sebagai syarat mendapatkan visa. Perekaman biometrik perlu ditunda, selain tidak sesuai dengan jamaah di daerah juga sistem kerja VFS Tasheel dinilai belum baik sehingga menambah kesulitan jamaah yang melakukan perekaman.

Irma Romi Anto pemilik travel PT Mayasa Wisata Mulya Riau mengatakan, tidak membayangkan berapa waktu, tenaga dan biaya tambahan yang perlu dikeluarkan oleh setiap jamaah untuk mendapat visa biometrik. “Tidak terbayangkan kalau semua jamaah saya dari 101 harus ke VFS, berapa biaya dan tenaga yang harus disiapkan dengan geografis Indonesia yang seperti ini,” kata Irma Romi Anto saat berbincang Republika.co.id akhir pekan ini.

Irma Romi memiliki 101 jamaah yang akan diberangkatkan pada 29 Desember 2018 mendatang. Dari 101 jamaah itu, ada dua jamaah yang belum mendapatkan visa biometrik.

Kedua jamaah tersebut harus menempuh dua hari waktu perjalanan dari Pulau Burung Indragiri Hilir untuk sampai ke PKU, nama kota di Pekanbaru tempat di mana prekaman dilakukan. Dai mengkhawatirkan kondisi kedua calon jamaah yang sudah tidak muda lagi ini untuk menempuh jarak hingga dua hari perjalanan. “Jamaah sudah tua, tidak mungkin bisa kembali lagi ke kampung halamannya di Pulau Burung, Indragiri Hilir,” katanya.

Dua orang dari 101 jamaah yang berangkat 29 Desember itu harus melakukan rekaman biometrik. “Karena paspor lama keluar dari Imgirasi. Jadi terpaksa menyusul dan kena aturan VFS ini,” ujarnya.

Dengan perjalan dua hari itu, Irma Romi menjelaskan, keduanya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membayar biaya penginapan di hotel selama sembilan hari. Belum lagi untuk membayar biaya VFS Tasheel. “Coba berapa biaya hotel yang harus disiapkan jamaah hanya demi yang katanya untuk menghindari antre di Imigrasi Saudi,” katanya.

Berita Terkait

Irma Romi menambahkan, dua orang itu belum termasuk jamaahnya yang datang dari Papua. Jamaah ini juga harus melakukan perekaman biometrik. “Jamaah saya dari Papua terpaksa harus berankat ke Surabaya karena di Papua tidak ada,” katanya.

Dia mengatakan saat ini sedang menunggu dua orang dari Pulau Burung Indragiri Hilir yang akan melaksanakan rekaman biometrik. Jalur lintas timur Sumatra selama ditempuh selama delapan jam. Namun, Irma Romi mengabarkan, saat ini tidak bisa ditempuh karena banjir. Sehingga harus memutar jalan dan ditempuh selama 20 jam. “Semoga keduanya bisa sampai tepat waktu,” katanya.
 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2rSUDa4
December 22, 2018 at 09:17PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2rSUDa4
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 18, 2018

Suka Belanja Pakaian? Pencemaran Industri Fesyen Memburuk

Komitmen penurunan emisi tidak diiringi pengurangan konsumsi pakaian.

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Bisnis fesyen dunia menjadi sumber efek rumah kaca yang sangat besar. Produksi tekstil mengeluarkan setara dengan 1,2 miliar ton karbondioksida atau CO2 pada 2015.

Jumlah itu hampir sama dengan emisi yang dihasilkan 300 pembangkit listrik tenaga batu bara dalam satu tahun, atau lebih dari dua kali lipat emisi tahunan Australia. Angka itu pun meningkat dengan cepat, misalnya pada Maret, PBB bahkan telah menganggap produksi pakaian sekali pakai yang murah, atau sebutannya 'fast fashion', dalam jumlah yang banyak sebagai "keadaan darurat lingkungan dan sosial".

Keadaan itu dikatakan akan lebih buruk seiring dengan meningkatnya kelas menengah di negara-negara seperti Cina dan India, sehingga mereka mulai membeli lebih banyak pakaian.

Sejumlah merk fesyen ternama, seperti Adidas, Gucci, Zara, dan H&M telah berjanji untuk mengurangi emisi gas rumah kaca mereka 30 persen pada 2030 dengan bimbingan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mereka menyatakan dalam sebuah Piagam Industri Fashion Untuk Aksi Iklim di acara KTT iklim COP24 PBB di Polandia pekan lalu ini, yang diikuti juga oleh sejumlah merk fesyen dan para pemegang kebijakan lainnya.

Mereka berkomitmen untuk mengurangi emisi hingga 30 persen serta mencapai 15 tujuan lainnya, termasuk secara bertahap tidak lagi menggunakan pembangkit listrik berbahan bakar batubara mulai tahun 2025.

Sekretaris Eksekutif Perubahan Iklim PBB, Patricia Epinosa mengatakan piagam ini "penting serta menjadi sebuah "komitmen unik".

"Industri fesyen selalu lebih maju ke depan untuk mendefinisikan budaya dunia," katanya.

"Piagam ini, seperti peragaan busana di dunia, memberikan contoh yang saya harap akan diikuti oleh orang lain."

Tapi piagam ini tidak menyarankan pengurangan konsumsi pakaian. PBB akan "memfasilitasi dan mengoordinasikan" soal iklim untuk industri fesyen, termasuk mengatur lokakarya dan menetapkan sasaran tahunan. Kelompok kerja pertama akan dimulai awal tahun depan.

Selain dari merek-merek utama, para penandatangan mencakup perusahaan logistik global seperti Maersk dan Otto Group. Sementara, badan-badan industri tekstil Cina menjadi "organisasi pendukung".

Dalam sebuah pernyataan, CEO Puma, Bjorn Gulden, mengatakan lebih dari 90 persen karbon dihasilkan dalam rantai pasokan bersama-sama.

"Jika kita ingin mengurangi emisi karbon dalam rantai pasokan, maka perlu bekerja sama dengan rekan-rekan industri lainnya," katanya.

Karl-Johan Persson, CEO H & M, salah satu merek 'fast fashion' terbesar mengatakan piagam itu untuk menyatukan industri fesyen. "Industri kami memiliki jangkauan global dan hanya dengan bersama-sama kita dapat menciptakan perubahan yang sangat dibutuhkan," katanya.

Desainer Stella McCartney meminta agar pihak lain di industri fesyen menandatangani piagam dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengurangi emisi. Mereka yang menandatangani piagam ini adalah: Adidas, Aquitex, Arcteryx, Burberry Limited, Esprit, Guess, Gap Inc., Grup H & M, Hakro Gmbh., Hugo Boss, Inditex (pemilik Zara), Kering Group (pemilik Gucci dan Yves Saint Laurent, dan lainnya), Lenzing AG, Levi Strauss & Co, Mammut Sports Group AG, Dunia Mantis, Maersk, Otto Group, Pidigi SPA, PUMA SE, re: newcell, Schoeller Tekstil AG, Peak Performance, PVH Corp, Salomon, Skunkfunk, SLN Textil, Stella McCartney, Sympatex Technologies, Target, dan Tropic Knits Group.

Simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2S6S7Zy
December 18, 2018 at 09:17PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2S6S7Zy
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

Komentar Negatif Pecut Semangat Bermusik Shima

Shima berupaya menghapus stigma negatif band perempuan tak bertahan lama

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komentar negatif akan selalu hadir di setiap kehidupan manusia, terlebih lagi ketika sudah menjadi sosok yang dikenal masyarakat. Begitu pula dengan anggota band Shima yang sering mendapatkan pertanyaan-pertanyaan bernada miring.

Vokalis Shima Bimbi menceritakan, mereka sering mendapatkan sentilan tentang hal negatif seputar eksistensi mereka di dunia musik. Terbentuk sejak 2009, tidak membuat mereka mendapatkan sambutan hangat.

"Band perempuan ini sering banget bakal dianggap cepat bubar," ujar Bimbi saat mengunjungi Kantor Republika bersama anggota lainnya Yunita (gitar), Ayis (bass), dan We (drum), Kamis (13/12).

Penilaian negatif tentang keberadaan band perempuan tidak hanya terjadi pada mereka. Bimbi menyadari, hampir semua band dengan anggota seluruhnya perempuan mendapatkan cap yang sama.

Anggapan band perempuan mudah bubar coba ditepis oleh Shima. Mereka terus berjuang agar musik terus bisa bertahan di industri musik Indonesia yang cenderung tidak stabil saat ini dengan mencoba terus bermusik.

"Karena biasanya band perempuan ini setelah booming terus hilang, kalau kita kan belum booming, jadi ngga bakal ilang-ilang," ujar We sambil tertawa.

Untuk bertahan di industri musik, mereka mencoba memberikan musik yang menyenangkan untuk didengar. Shima baru saja merilis lagu baru berjudul "Di Matamu" bekerja sama dengan penyanyi asal Malaysia Sufian Suhaimi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RXJCjl
December 13, 2018 at 09:17PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RXJCjl
via IFTTT
Share:

Sunday, December 9, 2018

Kementan: Alsintan Tingkatkan Produksi Pertanian

Program mekanisasi pertanian berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan petani

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Alat dan Mesin Pertanian, Direktorat Jenderal Prasaranan dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), Andi Nur Alam Syah mengatakan, program mekanisasi pertanian atau alat mesin pertanian (alsinta) berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan petani dan tingkat produksi tanaman pangan Indonesia.

"Bantuan alsintan mampu menekan biaya operasional 35 persen hingga 48 persen dalam produksi petani. Dulu tanpa kemajuan mekanisasi ini, petani bisa membajak sawahnya satu hektare berhari-hati, tapi ini cukup dua hingga tiga jam saja," kata Andi di Jakarta, Ahad (9/12).

Andi menambahkan, penggunaan alsintan modern dapat menyusutkan hasil panen (losses) sebesar 10%, meningkatkan nilai tambah dan penanaman padi yang dulunya hanya satu kali setahun kini bisa tiga kali karena proses pengolahan dan panen yang cepat.

"Dengan demikian, produksi yang dicapai petani lebih tinggi, pendapatan petani pun ikut naik" ujarnya.

Selain itu, tutur Andi, penggunaan alsintan mendorong generasi muda terjun ke sektor pertanian. Sebab, mekanisasi pertanian telah mengubah pandangan masyarakat mengenai bertani. 

"Dulu petani miskin, kumuh. Sekarang sejahtera. Lihat saja, dengan alat yang moderen, petani bisa olah tanah, tanam, panen sambil telepon dan pakaian yang rapih. Ini mengubah mindset," lanjut Andi.

Andi menambahkan, berkat kontribusi penggunakan alat mesin pertanian yang moderen, lima tahun terakhir produksi komoditas tanaman pangan utama, yaitu padi, jagung, dan kedelai, meningkat signifikan. Setiap tahunnya, rata-rata produksi padi mencapai 4,07 persen, jagung 12,5 persen, dan kedelai 8,79 persen selama lima tahun terakhir.

Terkait capain ekspor, Andi menjelaskan, berdasarkam data BPS, perkembangan ekspor beras khusus dan beras premium melonjak tajam pada periode 2017 dan 2018. Volume ekspor beras kategori ini pada 2017 mencapai 3.433 ton.

“Angka itu meningkat lebih dari 2.540 persen dibandingkan pada 2014 yang hanya sekitar 130 ton,” kata dia.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, hingga September lalu, volume ekspor beras kategori premium dan khusus sudah mencapai 3.069 ton. Begitu pula ekspor dan impor jagung. Indonesia pada 2015 masih mengimpor jagung sebesar 3,5 juta ton, pada 2015 dan 2016 mengimpor 1,3 juta ton.

"Tapi sejak 2016, sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kementan membatasi pemberian rekomendasi impor jagung. Bahkan pada 2017, sama sekali tidak melakukan impor," ujar Andi.

Andi mengatakan, kebijakan ini terbukti mampu menggerakan perekonomian petani. Petani menjadi tertarik menanam jagung karena harga yang bagus. Bahkan tahun ini, Indonesia mampu ekspor jagung sebesar 380 ribu ton.

Perlu diketahui, berdasarkan data And, tahun ini Kementan memberi bujet sebesar Rp 2,81 triliun untuk membeli 70.839 unit alsinta yang berfokus pada subsektor padi, jagung dan kedelai. Per November 2018, anggaran dan target sudah terealisasi sebesar 98%. Artinya, sekitar Rp 2,75 triliun dana sudah dirogoh untuk alokasi total 69.196 unit alsinta kepada 69.196 kelompok tani dengan luas lahan sekitar 500 hektare (ha). Tahun lalu, ada sebanyak 84.356 unit alsinta yang dialokasikan. Sisa anggaran untuk pendanan sekitar 1.697 unit yang belum dialokasikan dari target di akhir tahun.

 

 

 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2G4nh1V
December 09, 2018 at 09:17PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2G4nh1V
via IFTTT
Share:

Thursday, November 22, 2018

Mengapa Garuda Indonesia Selalu Merugi? Ini Kata KPK

Perusahaan milik negara seharusnya memberikan keuntungan terhadap negara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap alasan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang sering merugi setiap tahunnya. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam diskusi di Gedung KPK Jakarta, Kamis (22/11).

Meskipun hanya memberikan contoh kasus, Syarif menuturkan adanya dugaan  mark up di Garuda saat pembelian mesin pesawat dari perusahaan asal Inggris, Rolls-Royce. Hal tersebutlah yang membuat Garuda selalu merugi. 

Dia menyebutkan, misalnya harga satu pesawat Rolls-Royce itu misalnya Rp 100 ribu. Sebuah perusahaan yang baik tentu akan menawar lebih rendah harga itu. 

Akan tetapi, kata Laode, yang terjadi justru oknum Garuda menaikkan harga dari tawaran awal. “Lu naikin deh Rp 110 ribu. Tapi nanti Rp 10 ribu kirim lagi ke rekening saya. Jadi mereka selalu mark up. Makanya kita rugi terus," kata Syarif. 

Menurut Syarif, perusahaan milik negara seharusnya memberikan keuntungan terhadap negara. Sayangnya, perusahaan justru membeli barang tersebut dengan harga yang sengaja dimahalkan, kemudian kelebihan harganya itu masuk ke kantong pribadi.

"Itu contoh-contoh perusahaan, memakai perusahaan tapi dia bertingkah laku sebagai penjahat terorganisir," tutur Syarif.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan suap pembelian pesawat dan mesin pesawat Airbus A330-300 milik PT Garuda Indonesia.

Dua tersangka tersebut adalah mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan Beneficial Owner Connaught International, Soetikno Soedarjo. Namun, keduanya belum dilakukan penahanan oleh KPK.

Dalam kasus ini, Emirsyah diduga telah menerima suap dari perusahaan mesin Rolls Royce terkait pengadaan mesin A330-300. Suap tersebut diberikan Rolls Royce kepada Emirsyah dalam bentuk uang dan barang melalui perantara Soetikno Soedarjo.

Atas perbuatannya, Emirsyah Satar disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun ditambah dengan pidana denda paling sedikit Rp200 hingga Rp1 miliar.

Sementara Soetikno Soedarjo selaku pihak pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana paling singkat 1 tahun dan lama 5 tahun ditambah denda paling sedikit Rp50 juta hingga Rp250 juta.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zjTaxF
November 22, 2018 at 09:17PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zjTaxF
via IFTTT
Share: