Showing posts with label 2019 at 08:46PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 08:46PM. Show all posts

Sunday, April 28, 2019

Pelaku Korupsi Terbanyak Pegawai Pemda

Wacana reformasi birokrasi belum berhasilkan musnahkan korupsi pegawai pemda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia Corruption Watch (ICW)  menilai tidak ada perbedaan yang signifikan dari latar belakang profesi pelaku korupsi yang banyak ditangani oleh aparat penegak hukum setiap tahunnya. Pelaku korupsi terbanyak masih berasal dari latar belakang Pegawai Pemda baik tingkat provinsi, kabupaten, maupun kota, dan disusul dengan pihak swasta sebagai pelaku kedua terbanyak.

"Pada tahun 2018 sendiri, pegawai pemda dan swasta kembali menempati posisi pertama dan kedua untuk pelaku korupsi terbanyak, di mana terdakwa korupsi yang berasal dari pemerintahan daerah berjumlah 319 orang atau sekitar 27,48 persen, pihak swasta berjumlah 242 terdakwa atau 20,84 persen," ungkap peneliti ICW Kurnia Ramadhana di Kantor ICW Jakarta, Ahad (28/4).

Peringkat ketiga diduduki oleh aktor baru yaitu perangkat desa dengan jumlah 158 terdakwa atau 13,61 persen. Ini merupakan konsekuensi dari penerapan UU Desa yang memberikan keleluasaan kepada desa untuk mengelola keuangannya melalui program dana desa.

"Dapat terjadi, banyaknya perangkat desa yang terlibat dalam korupsi Program Dana Desa adalah karena program tersebut tidak dibarengi pengembangan  kapasitas perencanaan anggaran, penggunaan anggaran, dan pelaporan penggunaan anggaran yang berasal dari dana desa, bagi para perangkat desa," tuturnya.

Menurut ICW analisa ini perlu ditelusuri lebih jauh. Munculnya tren perangkat desa yang melakukan korupsi tidak dapat dilepaskan dari keseluruhan pelaksanaan program dana desa itu sendiri. Artinya ada sistem yang belum mumpuni yang mengakibatkan para perangkat desa berbondong-bondong melakukan korupsi.

Analisis terhadap fenomena serupa juga dapat dilakukan terhadap masih tingginya kecenderungan pegawai pemda dan swasta menjadi pelaku korupsi.

"Bertahun-tahun sudah wacana soal reformasi birokrasi dan pemerintahan yang bebas dari korupsi digulirkan, namun belum juga dapat menjawab tantangan ini. Dengan tingginya jumlah pelaku dengan latar belakang profesi tersebut, menunjukkan ada kekeliruan struktural yang belum berhasil dijawab, meskipun hipotesis ini juga masih harus diuji melalui riset yang lebih mendalam," ujarnya.

Dugaan lain yang perlu diuji dari temuan tren vonis korupsi ini adalah, korupsi yang melibatkan Pegawai Pemda dan swasta adalah korupsi di sektor pengadaan barang dan jasa, maupun dalam konteks penerbitan izin usaha, dan lainnya. Karena hanya dalam konteks itulah terdapat persinggungan langsung antara pegawai pemda dengan swasta.

"Artinya, besar kemungkinan kedua sektor ini perlu mendapat perhatian yang serius dalam hal perbaikan tata kelola," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ZFSdeY
April 28, 2019 at 08:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ZFSdeY
via IFTTT
Share:

Sunday, March 31, 2019

In Picture: Kunjungan ke Gedung Balai Kota Jakarta

Pengunjung dapat menjelajahi bangunan warisan bersejarah pusat pemerintahan Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Warga saat melihat salah satu ruangan Balai Kota pada acara Semasa di Balai Kota, Jakarta, Ahad (31/3).

Semasa di Balai Kota menyelenggarakan acara bazar dan kunjungan ke Gedung Balai Kota Jakarta dengan tujuan agar pengunjung terutama anak muda bisa menjelajahi bangunan warisan bersejarah.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FQXWFJ
March 31, 2019 at 08:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FQXWFJ
via IFTTT
Share:

Saturday, March 23, 2019

Stapac Jakarta Juara IBL Pertamax 2018/2019

Stapac mengalahkan juara bertahan Satria Muda (SM) Pertamina 2-0.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Stapac keluar sebagai juara Indonesian Basketball League (IBL) Pertamax musim 2018/2019 setelah mengalahkan juara bertahan Satria Muda (SM) Pertamina 2-0 dalam format final the best of three. Stapac memetik kembali memetik kemenangan pada gim kedua 74-56 pada laga yang berlangsung di C'Tra Arena, Bandung, Sabtu (23/3). Ini merupakan gelar keenam Stapac dari 11 pertemuan kedua tim di final.

Laga berlangsung ketat sejak awal. Pelatih SM Pertamina Youbel Sondakh membuktikan janjinya akan memberikan perlawanan terbaik, meskipun timnya tak diperkuat pemain naturalisasi Jamarr Andre Johnson. Namun Stapac tetap memimpin 17-14 pada akhir kuarter pertama.

Pada kuarter kedua, SM Pertamina berhasil menyamakan poin dengan cepat melalui tembakan tiga angka dari Arki Dikania. Namun Stapac juga membalas tembakan tiga angka sehingga SM kembali tertinggal 20-17.

Poin ketat pada kuarter kedua. Melalui Dior Alexandors Lowhorn SM terus mengejar hingga poin 22-21. Poin ini cukup lama bertahan karena percobaan kedua tim untuk meraih poin selalu gagal. Usai time out dari Stapac, SM berbalik unggul 23-22 melalui tembakan dua angka Arki. Tak lama giliran Lowhorn melakukan tembakan angka sehingga poin menjadi 26-22 untuk keunggulan SM. Stapac kemudian dengan susah payah menyamakan kedudukan menjadi 28-28 mengakhiri kuarter kedua.

Titik kebangkitan Stapac terjadi pada kuarter tiga. Pada perempat ketiga ini, fokus beberapa pemain SM Pertamina menurun yang berbuah turn over. Para pemain Stapac memaksimalkannya dengan mencetak angka. Sebaliknya, SM Pertamina kesulitan mencetak angka karena center mereka Dior Lowhorn mendapatkan penjagaan dua sampai tiga pemain di dekat ring. Akhir kuarter kuarter ketiga, Stapac unggul 56-50.

Dominasi Stapac benar-benar nyata pada kuarter keempat. Tempo permainan yang tidak menurun karena kebijakan rotasi yang maksimal membuat Stapac tak terbendung. Tim asuhan Giedrius Zibenas membuat Arki Dikania Wisnu dkk seperti kehabisan akal untuk mencetak angka.

Di sisi lain, pertahanan SM Pertamina yang pada tiga kuarter awal cukup rapat dengan mudah ditembus. Time out yang diambil Youbel untuk mengubah keadaan tak berarti banyak. Sebab, para pemain SM Pertamina yang berada di lapangan terlihat tak sanggup menyamai agresivitas Stapac dan akhirnya menutup laga dengan skor 74-56. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TZR6Xq
March 23, 2019 at 08:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TZR6Xq
via IFTTT
Share:

Friday, February 15, 2019

Jokowi never politicizes prayer: TKN

TKN clarifies the photo of Jokowi performing the prayer service.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ace Hasan Syadzily, a spokesman for the Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin National Campaign Team, stressed that the incumbent President Jokowi had never politicized his prayer activities. "Pak Jokowi has never politicized prayers or houses of worship. Unlike Prabowo, who politicized the Friday prayers, so that Bawaslu and takmir of the mosque were banned," Syadzily noted in a written statement in Jakarta on Friday.

Syadzily remarked that the Prabowo Subianto-Sandiaga Uno National Winning Body were unable to avoid that there was a mobilization of Gerindra cadres to attend Friday prayer services at mosques in Semarang. According to Syadzily, the letter of invitation to perform Friday prayers indicates an attempt to politicize the Jumatan, or Friday prayer, in Semarang.

"If it is not a political motive, why spread the invitation for Friday prayers," Syadzily pointed out.

Speaking in connection with the photo of Jokowi performing the prayer service, he clarified that it took place without any special design. He stressed that the issue of prayer is a personal matter of each congregation to fulfill its obligations as Muslims.

"Pak Jokowi's activities, as a president, must have news value, so photographers and reporters will automatically and naturally capture Jokowi performing prayer. There is no mobilization of journalists or photographers to take pictures of Jokowi's prayer. We only facilitate journalists or photographers to capture Mr. Jokowi performing prayers," he explained.

He stated that in a photo of Jokowi praying, the prayers were deliberately reversed to make the congregational prayers solemn. Moreover, it does not violate the prayer rules.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SEbU6Q
February 15, 2019 at 08:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SEbU6Q
via IFTTT
Share:

Thursday, January 17, 2019

Mufti Damaskus: Indonesia Damai Jadi Contoh Negara Lain

Keragaman Indonesia yang saling menyatu merupakan teladan bagi dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG – Mufti Agung Damaskus Suriah, Syekh Dr Adnan Afyouni, memuji Indonesia sebagai negara yang patut dicontoh oleh negara lain. Hal itu disampaikan saat menghadiri Haul Habib Hasan bin Toha bin Muhammad bin Yahya di Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (15/1) lalu. 

Syekh Adnan datang ke Semarang setelah selesai mempersiapkan Konferensi Internasional Sufi Jatman di Pekalongan.

"Indonesia menjadi negara yang aman, adil dan makmur, semua rakyatnya bersatu, Indonesia negara yang besar, menjadi contoh bagi negara lainnya," kata Syekh Adnan, dalam keterangan rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis (17/1).  

Syekh Adnan juga menyampaikan pesan dan nasihat di hadapan ribuan orang yang menghadiri haul tersebut. Jika seseorang sudah meninggal, yang akan tersisa adalah amal kebaikan dan sejarah pada masa hidupnya. 

Ia melanjutkan, Nabi Muhammad SAW adalah salah satu dari manusia yang sepanjang sejarah peradaban manusia akan terus dikenang dan disebut namanya seluruh manusia. 

Karena itulah, Syekh Adnan menganjurkan untuk memperbanyak shalawat atau menyebut Rasulullah SAW. Andai kata dunia kering dan terdapat manusia yang selalu bershalawat kepada Rasulullah, Allah akan menurunkan rahmat dan keberkahan-Nya. 

"Dengan kita menyebutnya (bershalawat), maka rahmat dan keberkahan Allah akan terus turun kepada kita," lanjutnya.  

Lebih lanjut, mufti ini mengatakan Rasulullah mengajarkan kepada umatnya untuk melanjutkan perjuangannya. Salah satu penerus Rosulullah dalam memperjuangkan agama Allah adalah Habib Hasan bin Toha. 

Mufti Damaskus mengenang bahwa Habib Hasan adalah orang yang melanjutkan perjuangan Rasulullah dengan selalu mengajarkan nilai-nilai Islam dengan baik. Dalam pandangannya, Habib Hasan adalah orang yang tidak kenal lelah. 

"Semoga beliau termasuk ahli surga-Nya. Kita selalu mencintainya, karena beliau adalah ulama pewaris Nabi," ujarnya.

Sementara itu, ulama senior dari Damaskus tersebut menjelaskan bahwa pecinta Rasulullah yang sesungguhnya adalah mereka yang selalu berbuat kebaikan, meniru akhlak Rasulullah, saling tolong menolong, menebarkan kebaikan, dan selalu mengikuti ajaran Rasul.  

"Itulah para pencinta Rasulullah, saling tolong menolong, karena ibaratnya manusia satu dengan lainnya adalah satu badan, jika ada bagian yang sakit, maka seluruh badannya akan merasa sakit," jelas Syekh Adnan.

Selain para ulama, haul Habib Hasan itu juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, perwakilan dari Pangdam dan Kapolda, serta Walikota Semarang. (Kiki Sakinah)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HkuPOS
January 17, 2019 at 08:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HkuPOS
via IFTTT
Share:

Sunday, January 6, 2019

Pembunuhan di Green Pramuka, Polisi: Pelaku Dendam Dihina

Pelaku juga tinggal di Apartemen Green Pramuka City.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi telah mengamankan seorang berusia 24 tahun dengan inisial H sebagai pelaku pembunuhan perempuan yang ditemukan di Apartemen Green Pramuka City, Rawasari, Jakarta Pusat. Pelaku mengaku melakukannya lantaran sakit hati pada korban.

"Hari ini kami amankan seorang pelaku yang bernama H kelahiran tahun 1994, dia mengakui perbuatan itu bahwa motifnya sakit hati karena dikatain," ujar Kasat Reskrim Polrestro Jakpus, AKBP Tahan Marpaung, di Jakarta, Ahad.

Kejadian berawal ketika pelaku menunggu korban atas nama Nurhayati (36). Keduanya lalu masuk ke lift hingga lantai 16.

Di lantai 16, pelaku dan korban cekcok. Pelaku kemudian menusuk korban sebanyak beberapa kali.

"Korban ditarik ke ruang tengah, si pelaku turun melalui pintu darurat, turun ke bawah ke lantai dua, masuk lagi ke lift naik ke lantai 27. Pelaku ini penghuni lantai 27 bersama saudaranya," kata Tahan.

Menurut Tahan, di lantai 27, pelaku merenung dan menghubungi ibunya untuk dijemput. Setelah itu, pelaku dibawa ke suatu tempat dan polisi mengamankannya pada Ahad pukul 14.00 WIB di Perumnas Klender, Cakung, Jakarta Timur.

Pelaku kemudian kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, korban yang dibawa ke RSUD Cempaka Putih tak dapat diselamatkan nyawanya akibat luka tusukan di ketiak dan sembilan tusukan lainnya.

Polisi belum bisa memastikan pembunuhan tersebut berencana atau tidak. Akan tetapi, pelaku diketahui telah menyiapkan pisau sebelumnya.

Ditanya mengenai adanya modus perampokan, Tahan mengatakan barang-barang korban seperti telepon genggam, dompet dan ATM tertinggal di TKP. Pelaku yang merupakan eks petugas pengamanan di apartemen tersebut dan kini menganggur belum diketahui hubungannya dengan korban.

Tahan menjelaskan pelaku tinggal di apartemen bersama saudaranya. Polisi mengamankan pisau sebagai barang bukti pembunuhan serta sandal pelaku, pakaian korban, baju pelaku, topi pelaku serta barang bukti lainnya.

Polisi akan menjerat pelaku dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Nurhayati ditemukan tewas dengan penuh luka tusukan di lorong Apartemen Green Pramuka City lantai 16, Jakarta Pusat, pada Sabtu (5/1) sekitar pukul 17.30 WIB.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GUtBJW
January 06, 2019 at 08:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GUtBJW
via IFTTT
Share: