Showing posts with label 2019 at 07:30AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:30AM. Show all posts

Friday, December 6, 2019

Renovasi Rumah, Tulus Perbesar Ruang Terbuka Hijau

Tulus mengurangi luasan bangunan rumahnya demi menambah ruang terbuka hijau.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyanyi solo Muhammad Tulus menerapkan ilmu arsitekturnya ketika merancang desain rumahnya. Ia menyediakan ruang terbuka hijau di huniannya demi mengurangi dampak polusi udara.

"Kalau saya pikirannya sederhana. Bagaimana caranya semakin membuat banyak area hijau di rumah saya," tutur pelantun lagu "Sepatu" itu ketika ditemui di Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Di lain sisi, Tulus mengaku bahwa rumah yang dia tinggali saat ini belum sepenuhnya mengikuti peraturan mengenai batas minimal luasan ruangan terbuka hijau. Sarjana arsitektur Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, Jawa Barat, ini pun berupaya untuk mengurangi luasan bangunan di rumahnya demi menambah ruang terbuka hijau.

"Jadi beberapa bulan yang lalu, saya renovasi rumah. Saya robohkan sebagian, sehingga ruang terbuka hijaunya sudah mendekati standar yang dianjurkan," jelas Tulus yang belum lama ini menghelat konser "Sewindu".

Tulus memiliki perhatian besar terhadap kerusakan lingkungan saat ini. Oleh sebab itu, dia berusaha untuk terus mencari informasi mendalam mengenai kerusakan lingkungan dan mengupayakan perubahan.

Dia memiliki gerakan lain yang telah dibina sejak lama yang bertajuk 'Teman Gajah'. Gerakan yang kemudian berkembang menjadi komunitas itu bekerja sama dengan WWF untuk melindungi kelestarian populasi gajah di Indonesia.

Tulus menganggap, kondisi Bumi saat ini sudah sangat parah. Menurutnya, itu sangat menyeramkan.

"Di laut itu dalam waktu dekat akan lebih banyak sampah daripada ikan," kata pemenang Anugerah Musik Indonesia Awards 2019 kategori Penyanyi Solo Pria atau Wanita Urban Terbaik itu.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2s74LiQ
December 07, 2019 at 07:30AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2s74LiQ
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 4, 2019

BI Klaim Inflasi Kota Tasikmalaya Terendah di Jawa dan Bali

Inflasi Kota Tasikmalaya didorong oleh kenaikan harga bawang merah dan beras.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Bank Indonesia (BI) merilis indeks harga konsumen Kota Tasikmalaya pada November 2019, yang mengalami inflasi sebesar 0,07 persen (mtm). Angka itu merupakan yang paling rendah di Jawa dan Bali.

Kepala Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya, Heru Saptaji mengatakan, di tingkat provinsi inflasi Jawa Barat tercatat 0,22 persen (mtm). Sementara inflasi Nasional tercatat 0,14 persen (mtm). Dengan perkembangan tersebut, inflasi tahun berjalan Kota Tasikmalaya November 2019 adalah 1,38 persen (ytd). 

"Adapun secara tahunan, Kota Tasikmalaya mengalami inflasi 1,64 persen (yoy), terendah di Jawa-Bali dan terendah dalam 10 tahun terakhir," kata dia dalam keterangan resminya, Rabu (4/12).

Ia menyebutkan, inflasi di Kota Tasikmalaya pada November 2019 terutama berasal dari kenaikan harga bawang merah. Serupa dengan kondisi nasional, kenaikan harga bawang merah disebabkan oleh menurunnya pasokan karena sisa pasokan dari panen kuartal III sudah menipis dan memasuki musim hujan sehingga meningkatkan risiko gagal tanam. 

Selain itu, lanjut dia, harga daging ayam ras juga meningkat akibat terbatasnya pasokan setelah program pemusnahan (culling program) DOC dari Direktorat Pertenakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, pada September lalu. Sementara permintaan meningkat menjelang akhir tahun.

Terakhir, Heru menambahkan, harga beras mulai merangkak naik karena stok berkurang akibat periode musim tanam. Di sisi lain, tekanan kenaikan harga tertahan oleh normalisasi harga aneka cabai, yaitu cabai merah, cabai rawit, dan cabai hijau, karena mulai tercukupinya pasokan di pasar. 

"Selain itu harga jengkol dan petai juga masih menurun karena permintaan yang rendah. Di luar kelompok bahan makanan, harga emas perhiasan juga sudah mengalami penurunan seiring dengan tren harga emas dunia yang menurun," kata dia.

Ia memperkirakan pada Desember 2019 akan terjadi inflasi. Secara historis, inflasi didorong oleh kenaikan konsumsi rumah tangga pada akhir tahun dan kenaikan konsumsi pemerintah untuk penyelesaian proyek pembangunan. Secara spesifik, menurut dia, risiko tekanan inflasi berasal dari bahan makanan, yaitu beras, telur dan daging ayam ras, karena peningkatan permintaan pada akhir tahun.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/33JqomI
December 05, 2019 at 07:30AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/33JqomI
via IFTTT
Share:

Saturday, November 30, 2019

Ljungberg Tersanjung Dipercaya Jadi Pelatih Arsenal

Ljungberg harus memperbaiki catatan terburuk Arsenal sejak 1992.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Freddie Ljungberg merasa tersanjung dipercaya menggantikan Unai Emery menjadi pelatih sementara Arsenal. Ia yang sebelumnya menjadi asisten pelatih, harus memperbaiki catatan terburuk Arsenal sejak 1992.

"Kepercayaan ini membuat saya sangat merasa dihormati. Tentu ada rasa sedih tentang yang terjadi pada klub, tapi saya antusias menghadapi laga berikutnya," kata Ljungberg dalam laman Sky Sports, Ahad (1/12).

Eks gelandang Arsenal era 2000-an itu juga sudah bertemu dengan pemain dan berdiskusi soal banyak hal. Ljungberg juga meminta kerja sama dari seluruh pemain untuk meningkatkan performa di atas lapangan. "Saya bangga dan tersanjung para pemain memercayai saya. Kami punya pemain-pemain yang berkualitas dan klub ini besar. Saya antusias," ujarnya.

Terkait masa depannya bersama the Gunners, Ljungberg menyatakan belum memikirkan hal itu. Ia hanya ingin fokus pada pertandingan jangka pendek dan melakukan yang terbaik.

"Pihak klub hanya meminta saya untuk fokus di laga selanjutnya dan mereka akan mempertimbangkan itu. Saya hanya akan berkonsentrasi pada pemain jelang laga itu," jelas Ljungberg. "Bagi saya, ini adalah tentang tim. Fokus ke pertandingan bukan yang lain. Memenangkan laga dan kita lihat lagi nanti."

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DuShnO
December 01, 2019 at 07:30AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DuShnO
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 20, 2019

Studi: Kaldu Sup dari Dapur Keluarga Bisa Lawan Malaria

Kaldu sup buatan sendiri kemungkinan memiliki sifat antimalaria.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa kaldu sup bening buatan sendiri dengan kaldu dari ayam, daging, atau sayuran kemungkinan memiliki sifat antimalaria. Studi ini dilakukan oleh para peneliti di Imperial College London, Rumah Sakit Great Ormond Street untuk Anak-Anak NHS Trust, dan Eden Primary School, London.

Studi ini menganalisis sup yang dibawa oleh anak-anak ke sekolah untuk diteliti apakah kaldu sup sayuran atau daging mereka dapat memiliki sifat antimalaria. Anak-anak itu datang dari berbagai latar belakang etnis, dari seluruh Eropa, Afrika Utara, dan Timur Tengah.

Secara total, para peneliti menguji 56 kaldu bening dengan menginkubasi ekstrak tiap sup selama 72 jam. Temuan yang dipublikasikan di Archives of Disease in Childhood menunjukkan bahwa lima kaldu mampu memperlambat pertumbuhan parasit Plasmodium falciparum hingga lebih dari 50 persen.

Efek ini sebanding dengan obat antimalaria dihidroartemisinin terkemuka. Selain itu, empat kaldu lainnya tampak lebih dari 50 persen efektif menghambat kematangan parasit yang juga berpotensi menghentikan penularan penyakit.

Sup yang dibawa anak-anak tersebut dibuat dari resep turun-temurun. Selama ini, sup buatan rumah itu terkenal bisa meredakan demam.

Namun, kegunaan setiap kaldu yang diketahui memiliki aktivitas antimalaria, tentu saja akan sangat tergantung pada standardisasi persiapan sup. Peneliti tidak menemukan kesamaan bahan dari berbagai resep yang membuat kaldu sup mengandung antimalaria.

"Proses memasak dan persiapan sup juga memengaruhi kegunaan dari setiap kaldu sup," kata peneliti seperti dilansir Malay Mail, Rabu (20/11).

Reuters melansir, temuan baru ini menegaskan bahwa "kita harus terbuka terhadap gagasan perawatan baru yang berasal dari obat-obatan tradisional," kata rekan penulis Jake Baum, seorang profesor biologi sel dan penyakit menular di Imperial College London.

"Anak-anak, dan semoga orang dewasa juga, dapat memahami bahwa apa yang memisahkan obat alami dari obat adalah bukti," ujar Baum.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rgOZBB
November 21, 2019 at 07:30AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2rgOZBB
via IFTTT
Share:

Apindo Nilai Indonesia Harus Terbuka dengan Investasi Asing

Investasi sektor riil akan mendatangkan kapital berupa uang,

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menuturkan, Indonesia harus lebih terbuka dengan investasi asing. Sebab, peranan investasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terus mengalami peningkatan. Menurut data Badan Pusat Statistik, kontribusinya pada kuartal ketiga tahun lalu adalah 32,07 persen yang meningkat menjadi 32,32 persen pada periode sama di tahun ini.

Salah satunya upaya yang bisa dilakukan adalah pemerintah meminimalkan daftar negatif investasi (DNI). Setidaknya, hanya sekitar belasan sektor usaha atau klasifikasi baku lapangan usaha (KBLI). Tujuannya, agar investor dapat lebih leluasa dalam melakukan investasi. "Khususnya untuk investasi yang bentuk atau tipe usahanya belum pernah kita pikirkan," kata Shinta ketika dihubungi Republika, Rabu (20/11).

Shinta mengakui, keterbukaan tersebut memiliki risiko. Tapi, dunia usaha, pemerintah maupun masyarakat harus menghadapinya dengan lebih positif dan ‘kepala dingin’ mengingat banyak dampak positif yang tercipta dari investasi asing itu.

Shinta menyebutkan, investasi yang masuk melalui DNI umumnya merupakan investasi di sektor riil. Investasi tersebut akan tinggal di Indonesia dalam kurun waktu menengah-panjang. Berbeda dengan investasi pasar modal yang dananya cepat masuk dan cepat keluar.

Bagaimanapun, investasi sektor riil akan mendatangkan kapital berupa uang, teknologi ataupun inovasi ke Indonesia. Di sisi lain, menciptakan pekerjaan, multiplikasi keterampilan, dan menghasilkan pajak bagi Indonesia ketika kegiatan usaha mereka berjalan dengan baik. "Dari sisi short term gain dan long term gain, efeknya positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Shinta.

Shinta menekankan, keterbukaan Indonesia terhadap investasi asing bukan berarti kita dijajah oleh asing. Sebab, pemerintah Indonesia tetap memiliki kedaulatan untuk mengatur regulasi usaha dan investasi di Indonesia.

Hanya saja, pemerintah harus memastikan bahwa regulasi usaha yang mengatur dan mengikat investor asing maupun investor dalam negeri diberlakukan sama. "Artinya, persaingan usaha nasional bisa berjalan dengan sehat," ucap Shinta.

Keterbukaan ini dilihat Shinta sebagai sebuah keniscyaan. Cepat atau lambat, sektor-sektor usaha yang selama ini terproteksi oleh DNI tetap akan menghadapi persaingan asing di pasar kita sendiri. Sebab, Indonesia memiliki banyak perjanjian perdagangan yang mengekspos pasar terhadap produk barang, jasa serta investasi asing.

Di sisi lain, Shinta menambahkan, Indonesia memiliki terlalu banyak potensi ekonomi yang tidak dapat digarap sendiri. Pasalnya, kita masih kekurangan modal, teknologi dan kemampuan manajemen. "Kalau mau pertumbuhan ekonomi kita bergerak cepat untuk keluar dari middle income trap, kita harus dibantu oleh pelaku asing yang berkompeten," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/348uAgD
November 21, 2019 at 07:30AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/348uAgD
via IFTTT
Share:

Sunday, June 2, 2019

Waspadai Perpindahan Kendaraan Antarlajur di Tol

Banyak pemudik yang berpindah jalur tanpa memperhatikan kecepatan kendaraan lain.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKALONGAN -- Rekayasa pemberlakuan satu arah atau one way pada wilayah tol pada Ahad (2/6) lalu, telah diberlakukan kembali mulai pukul 06.14 WIB pagi. Rekayasa itu diberlakukan oleh Jasa Marga dan pihak kepolisian mulai dari KM 69 Gerbang Tol Cikampek Utama sampai dengan KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung.

Pemberlakuan ini memberikan sejumlah catatan dari para pemudik yang pada tahun ini menggunakan jalan tol untuk dilintasi. Salah satu pemudik, Rahadeni Ayu, menyebut salah satu kendala dalam pemberlakuan satu arah adalah adanya kondisi dimana banyak pemudik yang pindah lajur dari A dan B, maupun sebaliknya.

“Banyak pemudik yang pindah jalur dari lajur contra flow atau lajur B ke arah Jakarta, ke lajur biasa ke arah Semarang. Mereka lalu bertemu dengan kendaraan di jalur biasa yang berada di sisi kanan yang rata-rata memiliki kecepatan tinggi. Jadi sangat berbahaya,” ungkap perempuan yang dipanggil Deni kepada Republika.co.id, Ahad lalu.

Adanya perpindahan itu, kata dia, disebabkan karena adanya beberapa titik pembatas yang dibiarkan terbuka. Sehingga, hal itu membuat para pemudik yang telah berada di lajur B bisa kembali ke lajur A dengan mudah.

Oleh sebab itu, dia menyarankan, sebaiknya tak ada celah lagi yang dibiarkan terbuka, agar para pengendara tak berpindah lajur. “Kalau tidak, ya, berarti harus menjadi titik kewaspadaan bagi para pemudik lain yang tengah memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi,” ungkap Deni.

Selanjutnya, dia juga menyoroti kurang layaknya kondisi rest area yang ada di wilayah Jawa Tengah. Meskipun hanya sepintas dan tak mampir, dia menilai kondisi rest area kurang rapi.

“Sekilas kurang rapi, mungkin memang belum selesai, ya. Lalu, pom bensinnya kan belum permanen, beberapa saya lihat masih didirikan yang berdiri sendiri,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, ibu dua anak itu pun memberikan saran kepada pihak pengelola jalan tol untuk memperhatikan keadaan rest area yang ada. Jangan sampai, tambah dia, rest area yang ada, memiliki kondisi seperti kondisi yang dia temukan pada tahun-tahun sebelumnya karena memang belum dibuat.

“Meskipun kita sudah makasih banget dipikirin jalannya, kita tetap berharap kualitas rest area sekeren kualitas jalannya,” jelas dia.

Namun, secara keseluruhan, Deni mengaku dia sangat menikmati perjalanan mudiknya ke Temanggung, Jawa Tengah pada tahun ini. Sebab, dengan adanya pemberlakukan satu arah, dapat mengurangi kepadatan arus dan perjalanan menjadi jauh lebih singkat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QCSEm6
June 03, 2019 at 07:30AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QCSEm6
via IFTTT
Share:

Thursday, March 7, 2019

Pemkot Seleksi Calon Dirut Taman Jurug

Pemkot melakukan evaluasi terhadap Direktur TSTJ yang saat ini menjabat.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo segera melakukan seleksi calon Direktur Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ). Jabatan Direktur TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso akan berakhir awal Mei 2019.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan, seleksi bisa dilakukan secara internal maupun eksternal. Seleksi akan dilakukan setelah Pemkot melakukan evaluasi terhadap Direktur TSTJ yang saat ini menjabat.

Direktur perusahaan daerah memiliki masa kerja selama empat tahun. Setelah itu, akan diadakan pergantian sesuai mekanisme yang berlaku. Seorang direktur memiliki kesempatan memimpin dua periode. Bimo baru menjabat satu periode sebagai Direktur TSTJ.

"Karena Pak Bimo baru satu periode maka bisa kami pilih lagi, tentu dengan evaluasi dan seleksi secara internal," jelasnya kepada wartawan, Kamis (7/3).

Menurutnya, Pemkot akan melakukan evaluasi bersama beberapa instansi dan pejabat yang berhubungan dengan TSTJ. Antara lain, sekretaris daerah, Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), asisten walikota, dan juga dapat melibatkan unsur di luar Pemkot.

Rudyatmo menyatakan tidak memiliki tuntutan khusus terhadap Direktur TSTJ. "Yang paling penting bekerja. Tidak hanya menjadi direktur atau pengelola kebun binatang, tetapi bagaimana melayani masyarakat di dunia wisata itu harus konkret,” ungkapny.

Dia mengungkapkan, kinerja Bimo sebagai Direktur TSTJ sudah cukup baik. Namun, sebenarnya Wali Kota menginginkan agar TSTJ lebih berprestasi dan maju. Tingkat kunjungan wisatawan menjadi salah satu indikator utama yang diukur.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UpLrXH
March 08, 2019 at 07:30AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UpLrXH
via IFTTT
Share: