Showing posts with label 2018 at 06:11PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 06:11PM. Show all posts

Thursday, December 20, 2018

Indonesia Prihatin Atas Kekerasan yang Dialami Suku Uighur

Walaupun pihak Cina selalu membantah tidak demikian, tapi Indonesia prihatin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan, Pemerintah Indonesia prihatin dengan penindasan dan kekerasan yang dialami oleh Suku Uighur di Provinsi Xinjiang, Cina. Adapun, sampai saat ini pemerintah belum membuat pernyataan resmi karena masih menunggu laporan dari Kedutaan Besar RI di Beijing yang sudah ditugaskan untuk mencari tahu keadaan yang sebenarnya terjadi.

"Pemerintah sangat prihatin apabila ada pelanggaran HAM, kalau itu terjadi, walaupun pihak Cina selalu membantah tidak demikian, tapi kita prihatin," ujar Jusuf Kalla di kantornya, Kamis (20/12).

Jusuf Kalla mengatakan, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi telah memanggil duta besar Cina untuk Indonesia pada 17 Desember 2018 lalu. Adapun, Retno telah menyampaikan keprihatinan Indonesia terhadap peristiwa yang terjadi di Xinjiang, Cina. Pemerintah tetap mendukung penegakan hak asasi manusia jika terbukti ada tindakan diskriminatif terhadap Suku Uighur.

" Tapi semuanya menunggu laporan dari kedubes kita dan juga follow up dari pemanggilan dubes Cina ke menlu pada tiga hari lalu," ujar Jusuf Kalla.

Pemerintah Indonesia meminta kepada Kedutaan Cina di Indonesia untuk menjelaskan kejadian yang menimpa Muslim Uighur di Xinjiang, kepada masyarakat umum dan ormas-ormas Islam. Di sisi lain, apabila terbukti ada tindak diskriminatif terhadap Suku Uighur, maka Indonesia akan mendukung penegakan hak asasi manusia.

"Pemerintah tetap (mendukung) suatu penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) kalau terjadi diskriminatif dalam agama, melanggar ketentuan atau kesepakatan kita terhadap HAM secara internasional yang harus juga ditaati oleh pihak Cina," kata Jusuf Kalla.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PRwla3
December 20, 2018 at 06:11PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PRwla3
via IFTTT
Share:

Friday, November 30, 2018

Argentina Target KTT G20 Hasilkan Konsensus Dagang dan Iklim

Pertemuan G20 digelar di Buenos Aires mulai Jumat (30/11).

REPUBLIKA.CO.ID, BUENOS AIRES -- Argentina berharap dapat melihat konsensus tentang perdagangan dan pemanasan global pada KTT Kelompok 20 (G20) yang dimulai Jumat waktu setempat di Buenos Aires.

"Pertemuan G20 di Buenos Aires ini akan menjadi peluang besar bagi kekuatan-kekuatan utama untuk duduk di meja yang sama membahas isu-isu global saat ini dan tantangan masa depan yang dihadapi dunia," kata Menteri Luar Negeri Argentina Jorge Faurie, Kamis (29/11) dalam wawancara dengan stasiun radio lokal Mitre.

"Dalam situasi ketegangan yang sulit di dunia di tengah-tengah transisi, di mana sistem internasional sedang mendefinisikan kembali dirinya sendiri, konsensus tidak selalu mudah dicapai," ujarnya menambahkan.

Ia mengatakan kesepakatan dapat tercapai dengan menyatukan pandangan dari berbagai negara untuk menemukan titik-titik yang sama, dan dengan cara itu bersama-sama mengidentifikasi kebijakan publik konkrit yang dapat diterapkan secara terkoordinasi. "Sebagai negara berkembang, kami tahu kami sangat terpengaruh oleh situasi global, jadi kami mendorong koordinasi global sehingga kepentingan semua dilindungi, tanpa meninggalkan siapa pun," katanya.

KTT ini akan mengumpulkan para pemimpin negara-negara maju dan berkembang utama di dunia untuk membahas tentang pemerintahan global. Tuan rumah Amerika Selatan telah menggarisbawahi tiga bidang prioritas untuk agenda G20: "masa depan kerja", "infrastruktur untuk pembangunan", dan "masa depan pangan yang berkelanjutan".

Anggota G20 mewakili 85 persen dari PDB global, dua pertiga populasi dunia, dan 75 persen perdagangan internasional. G20 terdiri atas 19 negara dan Uni Eropa. Ke-19 negara tersebut adalah Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Cina, Jerman, Prancis, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris dan Amerika Serikat.

Baca: Pembatalan Pertemuan Trump dan Putin Mendadak

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Rqwnav
November 30, 2018 at 06:11PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Rqwnav
via IFTTT
Share: