Showing posts with label 2019 at 04:46PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 04:46PM. Show all posts

Tuesday, May 28, 2019

Doa Ayah lebih Mustajabah?

Doa ayah sangatlah "amazing".

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Siti Zainab Yusuf

Selama ini, kebanyakan makhluk yang berstatus  sebagai ayah,  hanya disibukkan mencari nafkah untuk keluarganya. Membahagiakan istri dan putra-putrinya adalah tujuan utamanya. Mencukupi kebutuhan ekonomi adalah alasan utamanya. Mengangkat derajat keluarga adalah cita-citanya. Hidup lebih layak dan berkecukupan adalah prioritasnya. 

Begitu sibuknya dengan tuntutan-tuntutan tersebut, akhirnya terlupakanlah dengan urusan doa untuk putra-putrinya. Memasrahkan segala sesuatu yang berhubungan dengan doa kepada istrinya saja. Terkadang mendoakannya juga, tapi tidak yakin kalau doanya terkabulkan.

Ada semacam sekat, bahwa urusan nafkah, urusan ayah, urusan doa urusan ibu semata. Bahkan uniknya, dengan alasan sibuk bekerja yang mengantarkan ayah pada puncak rasa lelahnya, membuat terlena dengan waktu istirahatnya. Tak ada waktu untuk bangun malam untuk shalat Tahajud ataupun shalat Hajat. Terlelap sudah hingga pagi menjelang. Terjebak lagi dengan rutinitas seperti semula. Bekerja, bekerja dan bekerja lagi. 

Kisah para Nabi setidaknya bisa dijadikan sebuah referensi, bahwa doa ayah sangatlah amazing. Ingatlah ketika Nabi Zakaria mendoakan putranya, Nabi Yahya. Robbi habli minas shalihin, robbi habli min ladunka zurriyatan thoyyibatan.

Akhirnya doa Nabi Zakaria terkabulkan, lahirlah Nabi Yahya. Nabi Yahya mempunyai keistimewaan di atas Nabi Isa. Buktinya Allah SWT, memberikan salam kepada beliau dari Allah sendiri, wa salaamun alaihi yauma wulida, wa yauma yamuutu wa yauma yub’atsu hayya.

Nabi Yahya adalah Nabi yang suci hati dan pemikirannya. Dia tidak mempunyai pemikiran yang kotor atau ngeres. Semua itu berkat doa ayahnya, Nabi Zakaria.

Dan yang tak kalah pentingnya adalah doa Nabi Ibrahim untuk anak keturunannya. Sebagaimana hadits Nabi Saw, “Akhbirnaa an nafsik,” suatu kali para sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hakikat keberadaan beliau di tengah-tengah mereka. “Beritahu kami tentang dirimu,” sederhananya. “Ana,” jawab Rasulullah, “da’watu abi Ibrahim,” beliau  memperkenalkan  dirinya  sebagai sebuah  jawaban dari doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.

Kita, dengan jutaan tanda tanya yang melayang-layang bergandeng rasa penasaran, pun mungkin kemudian bersimpuh di depan sebuah pertanyaan yang begitu besar: doa Nabi Ibrahim yang manakah yang membuahkan Rasulullah shallallahu ‘aiaihi wa sallam sebagai jawabannya?

Doa  tersebut   ternyata  telah terukir abadi   dalam QS  Al Baqarah: 129, “Ya Rabb kami, utuslah   untuk  mereka   seorang  Rasul  dari  kalangan   mereka, yang akan membacakan kepada   mereka   ayat-ayat  Engkau, dan mengajarkan kepada   mereka Al-Kitab (Alquran) dan   hikmah   serta menyucikan mereka. Sesungguhnya   Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi   Maha Bijaksana.”

Membacakan, mengajarkan, dan  menyucikan; pinta Ibrahim dalam doanya. Dengan  melantunkan  doa   ini  seusai  membangun  Ka’bah  bersama Ismail, segenggam  cita ia  gantungkan  ke  pucuk   tertinggi    semua  harapan  dapat  dititipkan, yakni di tangan   Rabb-nya. Seolah  ia   menyiratkan  bahwa   Rumah Allah itu  tidak  akan  bisa   menjadi  manfaat  kecuali  ia  dikelilingi  oleh orang-orang yang dibacakan, diajarkan, sekaligus  disucikan. Maka, kecemasan Nabi Ibrahim, semoga  kelak di antara  mereka yang mendiami  lingkungan  Ka’bah   tersebut  terdapat  seseorang yang memastikan  semua  itu  terwujud. Yang mengusahakan agar mereka  terliputi  ilmu, sehingga  tak  kering  jiwanya, tak  tandus  akalnya, serta  tak  kerontang  hatinya.

Permohonan  ribuan  tahun  silam   itu pun kini   terpampang di depan   mata para sahabat, menatap  lekat  mata   mereka   sembari   berkata, “Aku   adalah   jawaban   dari   doa   ayahku, Ibrahim.”

Sebuah   doa yang luar  biasa, tentunya. Sebab   pada    kemudian   hari, miliaran  manusia   merasakan  imbas   dari   doa  tersebut  hingga  detik  ini. 

Dari kisah para nabi dapatlah memotivasi kita semua, terutama para ayah untuk lebih bersemangat mendoakan putra-putrinya. Dengan modal kebersihan dan kesucian hati, yakinlah doa ayah akan lebih mustajabah. Tetap bekerja menjalankan amanah. Tetap semangat melanjutkan aktivitas mulia, mencari nafkah untuk keluarganya. Tetapi tetap termotivasi dan yakin bahwa doa-doanya juga didengar oleh Allah SWT. Layak untuk dikabulkan. Doa yang tak terabaikan. Doa yang mencapai derajat mustajabah sebagaimana doa para ibu.

Wahai para ayah, yakinlah bahwa doamu layak untuk diperhitungkan oleh Sang Maha Pencipta. Kekuatan doa ayah bisa menjadi sumber kekuatan putra-putrinya dalam menerjang badai kehidupan. Dan mampu bertahan dalam berbagai  dera dan coba. 

Doa ayah memang bisa lebih mustajabah. Bersihnya hati sang ayah akan menuntunnya mencapai mustajabah.

Bukan berarti doa ibu tidak mustajabah. Doa ibu juga mustajabah, jikalau kebersihan hati dan lisannya terjaga. Wahai ayah dan ibu,  alangkah indahnya kalau disinergikan. Alangkah dahsyatnya jika disatukan. Alangkah syahdunya jika disenandungkan bersama dalam sepertiga malam.

Sinergi doa ayah dan ibu akan menjadikan putra-putrinya menjadi anak yang saleh salehah dan mengantarkan kesuksesan mereka dalam meniti masa depannya.Berharap lillahi ta’ala wa mardhatillah. Amiin.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EDG415
May 28, 2019 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EDG415
via IFTTT
Share:

Menjaga Anak dan Perempuan

Allah memberikan jalan terbaik, yaitu menitipkan rezeki istri dan anak

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Bahagia

Manusia kini sedang dihadapkan dengan persoalan yang seolah-olah tidak merusak iman. Sebagian ada yang menunda menikah karena takut persoalan impitan kehidupan saat menikah. Memilih pacaran dalam waktu yang lama, kemudian menikah.

Meski satu sisi pacaran itu tak layak secara agama, banyak yang memilih cara ini. Alasannya karena ingin mendekatkan diri dengan keluarga, menunggu agar lebih mampu secara ekonomi, dan banyak lagi alasan. Hingga perintah yang harus disegerakan itu tertunda. Setelah sekian lamanya berpacaran, hingga tak pula menjadi istrinya.

Sudah melakukan banyak dosa, justru menumpuk pula dosa itu. Fakta ini menjadi realitas dalam lingkungan sosial kini. Seharusnya, alasan tidak menikah bukan karena takut tidak dapat rezeki, melainkan karena belum dapat jodoh pilihan yang sesuai. Proses ini yang akan menentukan banyak atau tidaknya rezeki saat sudah menikah tadi. Saat setelah menikah, banyak pula yang menunda punya anak.

Akhirnya, kembali diberikan cobaan kemiskinan sebab Allah belum akan melepaskan kemiskinan itu selagi ia menunda mempunyai anak. Alasannya karena ingin santai dan bahagia. Ada juga karena khawatir tidak bisa mengurus anak. Bahagia apa yang dimaksudkan jika tidak punya anak. Justru punya anak perempuan dan laki-laki, kebahagiaan yang memberikan motivasi hidup. Selain ditahan rezekinya, juga diberikan cobaan baru lagi, yaitu tidak punya anak sampai sekian tahun.

Percayalah bahwa itulah salah satu penyebab mengapa tak dapat anak dan tak pula kaya-kaya. Kita tidak bisa berdiam diri atas kelahiran putra dan putri kita. Terbayang selalu wajah senyum mereka di rumah dan merasa bersalah jika tidak memberikan nafkah kepadanya. Seketika itu pula, Allah memberikan jalan terbaik, yaitu menitipkan rezeki istri dan anak kepada kepala keluarga. Terkumpullah menjadi banyak porsi itu jika mau mengejar harta yang disediakan Allah.

Satu sisi keyakinan ini tidak tumbuh dalam diri manusia kini. Meyakini jika usahanya yang lebih penting. Ia tidak yakin jika ada porsi-porsi rezeki yang dititipkan Allah untuk ditangkap berupa rezeki di permukaan bumi itu. Akhirnya, ia tak sadar jika perbuatannya itu justru membuatnya tertunda menjadi manusia yang terkaya, baik di dunia maupun akhirat. Manusia kaya di dunia karena banyaknya harta yang kita peroleh titipan Allah dari anak perempuan tadi. Banyaknya rezeki dari istri tadi untuk kita.

Akhirnya, memberikan dorongan bagi kepala keluarga untuk mencari rezeki sebanyak mungkin. Kedua, kita akan dapat pahala yang lebih banyak dengan membesarkan anak perempuan. Hal ini terkait dengan sulitnya menjaganya. Banyak yang menginginkannya di luar sana, baik yang beriman maupun tidak. Banyak pula yang ingin melamarnya. Jika nanti jatuh kepada laki-laki yang tidak benar secara agama, banyak sekali aliran dosa kepada orang tua.

Mari kita jaga anak perempuan kita dengan baik dan yakin ada rezeki yang lebih banyak dengan membesarkan anak perempuan. Bahkan, jaminan surga bagi kita. Ketiga, berikan hak perempuan, yaitu sekolah. Jangan anggap karena mau mengurus anak sehingga tidak sekolah. Justru karena ingin mendidik anaklah maka perhatikan sekolah anak perempuan. Padanya bertumpu nasib anak-anak pada kemudian hari.

Itulah kenikmatan yang tertinggi. Dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Anas bin Malik dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Barang siapa dapat mengasuh dua orang anak perempuannya hingga dewasa, aku akan bersamanya pada hari kiamat kelak.' Beliau merapatkan kedua jarinya."

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Xemsb6
May 28, 2019 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Xemsb6
via IFTTT
Share:

Monday, May 27, 2019

Memuliakan Tamu

Islam mengajarkan menghormati tamu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Islam mengajarkan menghormati tamu. Penghormatan itu tidak sebatas pada tutur kata yang halus untuk menyambutnya, tetapi juga dengan perbuatan yang menyenangkan.

Memuliakan tamu merupakan tanda beriman kepada Allah SWT pada hari akhir. Rasulullah SAW bersabda, seperti diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim. "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya memuliakan tamunya."

Sementara itu, Imam Ahmad dan sejumlah ulama lainnya, seperti dikutip oleh Ibnu Katsir, berpendapat, wajib memberikan jamuan kepada orang yang singgah (tamu).

Saking besarnya hak tamu, Rasul memberi peringatan mereka yang tidak memuliakan tamu. "Tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak menjamu tamu." (HR Ahmad).

Memberi jamuan kepada tamu merupakan kebiasaan yang sudah ada sejak lama, bahkan sebelum risalah Nabi Muhammad diturunkan.

Orang yang pertama kali melakukan perbuatan yang mulia ini ialah Nabi Ibrahim AS. "Orang yang pertama kali memberi suguhan kepada tamu adalah Ibrahim," sabda Rasul. 

Syekh as-Sa'di menjelaskan, "Sesungguhnya memberi jamuan kepada tamu (dhiyafah) termasuk sunah (tradisi) Nabi Ibrahim yang Allah SWT perintahkan kepada Muhammad SAW dan umatnya.

Allah mengisahkan jamuah Ibrahim tersebut dalam surah adz-Dzariyat sebagai bentuk pujian dan sanjungan bagi beliau." Memang, Rasulullah dan umatnya diperintahkan untuk mengikuti ajaran-ajaran Nabi Ibrahim.

"Kemudian, Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): 'Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif, dan dia bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Rabb'." (QS an-Nahl [16]: 123).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JFXdeD
May 27, 2019 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JFXdeD
via IFTTT
Share:

Sunday, May 19, 2019

Mudik, Pemerintah Diminta Tetap Perhatikan Jalan Arteri

Pasar tumpah bisa menjadi biang kemacetan di jalan arteri saat mudik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dibangunnya akses jalan tol yang bisa digunakan pada musim mudik Lebaran Idul Fitri 2019, membuat banyak penumpang beralih ke jalun tol dengan menggunakan kendaraan pribadi atau bus. Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai, pemerintah juga harus memperhatikan jalan arteri untuk mengantisipasi banyaknya pemudik menggunakan bus dan mobil pribadi.

"Jalan non tol (arteri) juga harus dirawat seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal yang sama juga berlaku untuk jalan provinsi dan jalan kabupaten atau kota," kata Djoko, Ahad (19/5).

Dia mengatakan kecukupan rambu, marka, dan penerangan jalan umum juga harus diperhatikan pada musim mudik tahun ini. Sebab, kata Djoko, pemudik pasti akan menggunakan jalan arteri untuk tiba di tempat tujuannya atau menuju terminal bus.

Saat musim mudik, Djoko menegaskan pasar tumpah juga bisa jadi biang kemacetan yang aka menghambat lalu linta penggua mobil pribadi dan bus. "Terutama pasar tumpah yang berada bersisuan dengan jalan raya. Ada penanganan khusus terhadap keberadaan pasar ini," ungkap Joko.

Selain itu, dia menilai simpul transportasi seperti terminal bus dan stasiun masih belum disediakan angkutan lanjutan. Buruknya, kata dia, angkutan umum di daerah yang menjadi penyebab. Tidak seperti saat menuju Jakarta yang terminal busnya dan simpul moda transportasi lain lebih siap.

Pada mudik tahun ini, Tol Trans Jawa dari Merak hingga Probolinggo sudah tersambung. Begitu juga dengan ruas Tol Trans Sumatra terutama Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 168 kilometer sudah berbayar. Sementara ruas Tol Terbanggi Besar-Palembang hanya bisa beroperasi fungsional.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi memastikan akan ada peningkatan jumlah penumpang bus dan mobil pribadi saat musim mudik Lebaran 2019. Hal tersebut dipicu salah satunya dikarenakan tingginya harga tiket pesawat.

"Dari moda udara ke darat dalam kondisi reguler ada peepindahan karena salah satunya peningkatan harga tiket. Beberapa operator (bus) akan ada kenaikan mulai 15 sampai 25 persen," kata Budi di kawasan Cikini, Jakarta, Jumat (17/5).

Meskipun begitu, Budi menilai perpindahan penumpang pesawat ke bus dan mobil pribadi bukan hanya faktor tingginya harga tiket saja. Budi mengatakan hal tersebut juga dikarenakan akses jalan tol yang saat ini sudah bisa mempermudah pemudik melalui jalur darat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VNMdT8
May 19, 2019 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VNMdT8
via IFTTT
Share:

Friday, May 17, 2019

Menjadi Umat Terbaik

Rasulullah menanamkan akidah tauhid yang menghunjam ke lubuk hati kaum beriman.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Hasan Basri Tanjung

Sejujurnya, setiap kali mendengar ungkapan khairu ummah (umat terbaik), pikiran kita akan terbang melayang jauh ke masa silam. Tiada lain, kecuali membayangkan sebuah kehidupan yang berkeadaban semasa hidup baginda Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah menanamkan akidah tauhid yang menghunjam ke lubuk hati kaum beriman. Mendidik kader pemimpin yang penuh kesungguhan. Keberanian dalam menegakkan nilai kebenaran. Menumbuhkan adab yang menghiasi kepribadian. Semua upaya itulah yang telah melahirkan generasi terbaik di Madinah al-Munawwarah.

"Sebaik-baik kalian adalah orang-orang yang hidup pada masaku (shahabat), kemudian orang-orang pada masa berikutnya (tabiin), kemudian orang-orang pada masa berikutnya (tabiut tabiin). Setelah itu, akan datang orang-orang yang memberikan kesaksian, padahal mereka tidak diminta kesaksian. Mereka berkhianat dan tidak dapat dipercaya. Mereka bernazar tapi tidak melaksanakannya dan di antara mereka tampak gemuk" (HR Bukhari).

Pesan tersebut terkait erat dengan firman Allah SWT, "Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah ..." (QS Ali Imran [3]: 110). Ungkapan ini bukan semata sanjungan, melain kan tantangan. Bukan pula utopia. Namun, apakah ia permanen atau bisa lenyap tak berbekas? Sebenar nya, ia "menjadi" bukan "dimiliki". Artinya, menjadi umat terbaik itu adalah sebuah perjuangan dan pengorbanan yang tak pernah henti.

Jika tidak diperjuangkan, ia akan hilang ditelan zaman dan perubahan. Prof Quraish Shihab dalam Tafsir al- Misbah menyebutkan tiga syarat yang harus dipenuhi untuk meraih kedudukan sebaik-baik umat, yaitu amar makruf, nahi mungkar, dan berpegang teguh pada ajaran Allah.

Buya Hamka dalam Tafsir al- Azhar menegaskan, ayat ini hendak lah dibaca dari bawah, yakni beriman kepada Allah, itulah permulaan kebe basan jiwa. Berani melarang yang mungkar, itulah akibat pertama iman kepada Allah. Berani menyuruh manusia kepada yang mak ruf, itulah tugas hidup. Jika belum sang gup untuk seluruh dunia, mulai lah da lam nega ra sendiri. Jika belum sang gup untuk negara, mulailah di kampung halaman. Jika belum sang gup di ru mah tangga, mulailah dari diri sendiri.

Untuk meraih kedudukan itu, mesti dengan kekuatan dakwah kolektif dan mumpuni (QS Ali Imran [3]: 104). Buya Hamka mengingatkan, selama amar makruf dan nahi mungkar masih ada, itulah alamat bahwa umat ini masih bernapas. Dan kalau telah lindap, tanda nyawanya telah Senin-Kamis. Kalau tidak ada lagi, tandanya umat ini telah mati, walaupun bangkai masih ada.

Kewajiban dakwah terekam dalam pesan Nabi SAW. "Barang siapa di antara kamu melihat kemungkaran hendaklah ia mencegah dengan tangan nya. Jika tidak mampu, hendaklah mencegah dengan lisannya. Jika tidak mampu juga, hendaklah ia mencegah dengan hatinya. Itulah selemah-lemah iman." (HR Muslim). Jika kita enggan menjalankan dakwah ini, kita bukan lagi menjadi umat terbaik, melainkan seburukburuk umat. Naudzubillahi min dzalik. Allahu a'lam bishawab. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LOLpc4
May 17, 2019 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LOLpc4
via IFTTT
Share:

Thursday, May 16, 2019

Mengenal Piri Reis, Kartografer Terkemuka Utsmaniyah

Piri Reis bernama lengkap Hadji Muhiddin Piri Ibnu Hadji Mehmed

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Piri Reis yang bernama lengkap Hadji Muhiddin Piri Ibnu Hadji Mehmed lahir di Gallipoli, daerah Pantai Aegea, Turki. Ia adalah putra Hadji Mehmed Piri.

Ia hidup antara tahun 877-961Hijriah atau 1465-1554 Masehi. Piri kecil menghabiskan masa kanak-kanaknya hingga remaja bersama pamannya Kemal Reis, pelaut terkenal di masa Kekhalifahan Turki Utsmani. Sang pamanlah yang mendorong Piri mencintai laut, pelayaran, dan kartografi (ilmu pembuatan peta).

Tekad Piri untuk menjadi pelaut, navigator, dan kartografer terkemuka mulai terwujud ketika ia dipercaya menjadi laksamana armada perang Kerajaan Ottoman di masa Raja Sulaiman II.

Ketika Utsmani melewati masa-masa peperangan, Piri Reis bersama pamannya ambil bagian dalam banyak pertempuran di laut. Mereka pernah bertempur melawan Spanyol, Genoa, dan Venesia, termasuk pertempuran Lepanto I (pertempuran Zonchio) pada 1499 dan pertempuran Lepanto II ( pertempuran Modon) pada tahun 1500.

Ketika sang paman tewas tenggelam karena kapalnya diamuk badai pada tahun 1511, Piri kembali ke Gallipoli. Saat itu, dia mulai mempelajari  navigasi. Pada tahun 1516, dia kembali melaut sebagai kapten kapal di armada Ottoman.

Piri naik pangkat menjadi Reis (laksamana) pada tahun 1547. Dia sekaligus menjadi komandan armada Utsmani di Samudra Hindia dan laksamana armada di Mesir yang berkantor pusat di Suez. Pada 26 Februari 1548, ia bersama pasukannya merebut kembali Aden dari Portugis.

Selanjutnya  pada 1552, dia berhasil merebut Muscat, yang telah diduduki Portugis sejak 1507. Ketika Portugis mengalihkan perhatian ke Teluk Persia, Piri Reis menduduki  Qatar dan Bahrain.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Jncfpr
May 16, 2019 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Jncfpr
via IFTTT
Share:

ACT Berikan Ratusan Paket Berbuka untuk Pemulung Piyungan

Relawan MRI menyajikan 600 porsi makanan untuk pemulung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Suasana TPST Piyungan mendadak jadi ramai masyarakat yang menunggu santap buka, Rabu (15/5) sore, lepas ashar. Padahal, sajian yang dimasak di Humanity Food Truk belum sepenuhnya siap.

Masyarakat yang menanti memenuhi sekitaran dapur berjalan milik Aksi Cepat Tanggap (ACT) tersebut. Jelang waktu berbuka, paket yang ditunggu-tunggu akhirnya selesai.

Dipandu belasan relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), 600 porsi sajian makanan berhasil dibagikan kepada masyarakat. Mereka sebagian besar merupakan pemulung.

Tampak raut wajah bahagia dari masyarakat TPST ketika Humanity Food Truck mendekati lokasi. Utamanya, ketika paket-paket makanan yang masih hangat itu dibagikan.

Salah satu pemulung, Darwanto (48), turut meluapkan kegembiraan kala itu. Tidak cuma mendapat makanan, ia turut gembira dapat menyaksikan pembagian makanan dari truk berkapasitas besar.

"Makanan ini sangat membantu kami, bisa memberi kami tenaga setelah bekerja seharian, apalagi ini setahun sekali," kata Darwanto, Rabu (15/5).

Selain itu, ia mengapresiasi pembagian makanan berbuka yang digelar ACT tersebut. Pasalnya, walau selama Ramadhan banyak yang datang membagikan takjil, Darwanto merasa pembagiannya kerap tidak rata.

Koordinator Program Humanity Food Truck, Fuad Ahmad Nafis menjelaskan, ini memang merupakan program memberi kebahagiaan untuk masyarakat. Terutama, lewat layanan makanan gratis.

Ia berharap, melalui truk makanan itu lebih banyak masyarakat dari berbagai elemen yang dapat menikmati santapan berbuka. Hari itu, total ada sekitar 1.000 paket makanan dibagikan.

"Untuk saat ini ada 600 porsi kita bagikan di TPST Piyungan dan 400 porsi lain dibagikan ke wilayah-wilayah lain, termasuk ke panti-panti difabel," ujar Fuad.

Kepala Cabang ACT DIY, Bagus Suryanto berharap, dapat mengajak lebih banyak lagi instansi dan korporasi di DIY dan sekitarnya. Salah satunya lewat Humanity Food Truck tersebut.

Dalam kiprahnya, Humanity Food Truck telah membagikan makanan ke daerah prasejahtera dan membantu pemulihan pascabencana. Ada banjir di Bantul, Bengkulu, gempa di Lombok, Palu sampai Donggala.

"Armada ini memang didesain untuk dapat memberi layanan makan gratis secara mobile kepada masyarakat yang sedang kesusahan atau kurang mampu," kata Bagus.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JFOrwi
May 16, 2019 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JFOrwi
via IFTTT
Share:

Monday, May 13, 2019

Saling Memaafkan di Bulan Suci

Bulan suci menjadi momen yang baik untuk saling memaafkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan suci menjadi momen yang baik untuk saling memaafkan. Terlebih lagi di Indonesia baru saja selesai melaksanakan pesta demokrasi.

Dengan memasuki bulan suci diharapkan kita mampu melebur semua benci dan amarah.

Berikut video lengkapnya.

Videografer | Republika TV     Video Editor | Fian Firatmaja

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/30fgetw
May 13, 2019 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/30fgetw
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 7, 2019

'Safari Senyum Ramadhan', Program Berbagi Ala Pemkot Bandung

Safari Senyum Ramadhan akan bekerja sama dengan Baznas Kota Bandung

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota Bandung melalui Forum Bandung Sehat (FBS) dan Tim Penggerak (TP) PKK Kota Bandung memiliki program selama Ramadhan 1440 H. Tim akan berkeliling ke seluruh pelosok Kota Bandung dalam rangka kegiatan yang dinamakan 'Safari Senyum Ramadan'.

Kegiatan tersebut akan berlangsung pada 7-20 Mei 2019. Safari Senyum Ramadhan akan bekerja sama dengan Baznas Kota Bandung dalam memberikan santunan dan perhatian kepada ribuan kaum duafa.

Ketua FBS sekaligus Ketua TP PKK Kota Bandung, Siti Muntamah Oded menuturkan, ada 30 titik di tiap kecamatan yang akan dikunjungi tim Safari Senyum Ramadan. Kunjungan itu akan dilaksanakan dalam 10 hari.

“Satu hari ada tiga titik, insya Allah. Jadi kurang lebih ada 10 hari kita roadshow secara bersama-sama,” kata Siti Muntamah atau biasa disapa Umi, Senin (6/5).

Umi menuturkan FBS dan TP PKK Kota Bandung telah membagi 3 tim. Tiap-tiap tim dipimpin  oleh Siti, Wakil Ketua FBS sekaligus Wakil Ketua I TP PKK Kota Bandung, Yunimar Yana Mulyana, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bandung Cici Ema Sumarna.

Setiap kunjungan, tim Safari Senyum Ramadan akan membawa 50 paket sembako untuk dibagikan kepada masyarakat duafa. Tim juga akan memberikan bantuan kepada para marbot, muazin, dan imam masjid.

“Kita juga akan memberi santunan kepada 50 anak yatim per titik, ada 30 titik yang kita datangi. Jadi kurang lebih ada 1500 (santunan),” ujarnya.

Guna menyukseskan program 1000 hafiz per kelurahan, Siti juga akan meminta para hafiz untuk tampil di hadapan tim Safari Senyum Ramadan. Setidaknya, 2 hafiz akan diminta melakukan ‘murajaah’ atau melafalkan hafalannya kepada Siti yang juga seorang hafizah.

Tak hanya itu, Safari Senyum Ramadan juga akan menyosialisasikan program-program Pemkot Bandung. Di antaranya, sosialisasi Kang Pisman dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, serta sosialisasi pencegahan kebakaran dari Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung.

“Selama bulan Ramadan rawan sekali terjadi kebakaran, mengingat penggunaan kompor di malam hari di saat ngantuk,” katanya.

Selama jadwal Safari Senyum Ramadhan akan berkeliling di berbagai kecamatan di Kota Bandung. Kegiatan ini akan digelar  di masjid-masjid sesuai jadwalnya masing-masing.

Berikut adalah Jadwal Kunjungan Safari Senyum Ramadan (jadwal dapat berubah sewaktu-waktu).

Selasa, 7 Mei 2019

Tim 1: Masjid Manba’ul Khair, Kelurahan Pamoyanan, Kec. Cicendo

Tim 2: Masjid Besar Cipaganti, Kelurahan Pasteur, Kec. Sukajadi

Tim 3: Masjid Al-Baroka, Kel. Sukarasa, Kec. Sukasari

Rabu, 8 Mei 2019

Tim 1: Masjid Al-Muhajirin, Kel. Ledeng, Kec. Cidadap.

Tim 2: Masjid Al Ihsan Darul Hikam, Kel. Dago, Kec. Coblong

Tim 3: Masjid Al Hidayah, Kel. Tamansari, Kec. Bandung Wetan

Kamis, 9 Mei 2019

Tim 1: Masjid Al-Qanaah Kel. Cihaurgeulis, Kec. Cibeunying Kaler

Tim 2: Masjid Al-Imtiyar, Kel. Pasirlayung, Kec. Cibeunying Kidul

Tim 3: Masjid Jihadul Akbar, Kel. Kebon Pisang, Kec. Sumur Bandung

Jumat, 10 Mei 2019

Tim 1: Masjid Nurur-Rohman, Kel. Ciateul, Kec. Regol

Tim 2: Masjid Al-Hasan, Kel. Turangga, Kec. Lengkong

Tim 3: Masjid Husnul Khatimah Kel. Gumuruh, Kec. Batununggal

Senin, 13 Mei 2019

Tim 1: Masjid Nurul Yakin, Kel. Babakan Surabaya, Kec. Kiaracondong

Tim 2: Masjid Al-Barakah, Kel. Antapani Tengah, Kec. Antapani

Tim 3: Masjid At-Taqwa, Kel. Cisaranten Kulon, Kec. Arcamanik

Selasa, 14 Mei 2019

Tim 1: Masjid Al-Ihsan, Kel. Sukaasih, Kec. Bojongloa Kaler

Tim 2: Masjid Baitul Muttaqin, Kel. Kebonlega, Kec. Bojongloa Kidul

Tim 3: Masjid Besar Al-Ishlah, Kel. Babakan Ciparay, Kec. Babakan Ciparay

Rabu, 15 Mei 2019

Tim 1: Masjid Besar Al Fitroh, Kel. Cijerah, Kec. Bandung Kulon

Tim 2: Masjid Baitusshofiyah, Kel. Garuda, Kec. Andir

Tim 3: Masjid Al-Iqra Kel. Cibadak, Kec. Astanaanyar

Kamis, 16 Mei 2019

Tim 1: Masjid Al Hikmah, Kel. Jatihandap, Kec. Mandalajati

Tim 2: Masjid Darul Ulum, Kel. Sukamulya, Kec. Cinambo

Tim 3: Masji Baitul Makmur, Kel. Batununggal, Kec. Bandung Kidul

Jumat, 17 Mei 2019

Tim 1: Masjid Al Hikmah, Kel. Pasirwangi, Kec. Ujungberung

Tim 2: Masjid Manunggal, Kel. Cipadung, Kec. Cibiru

Tim 3: Masjid Al Hikmah, Kel. Cipadung Wetan, Kec. Panyileukan

Senin, 20 Mei 2019

Tim 1: Masjid Al Adha, Kel. Cisaranten, Kec. Gedebage

Tim 2: MAsji Al-Badriyah, Kel. Dewati, Kec. Rancasari

Tim3: Masjid Al Khalasha, Kel. Cijawura, Kec. Buah Batu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Y5A34u
May 07, 2019 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Y5A34u
via IFTTT
Share:

'Safari Senyum Ramadhan', Program Berbagi Ala Pemkot Bandung

Safari Senyum Ramadhan akan bekerja sama dengan Baznas Kota Bandung

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota Bandung melalui Forum Bandung Sehat (FBS) dan Tim Penggerak (TP) PKK Kota Bandung memiliki program selama Ramadhan 1440 H. Tim akan berkeliling ke seluruh pelosok Kota Bandung dalam rangka kegiatan yang dinamakan 'Safari Senyum Ramadan'.

Kegiatan tersebut akan berlangsung pada 7-20 Mei 2019. Safari Senyum Ramadhan akan bekerja sama dengan Baznas Kota Bandung dalam memberikan santunan dan perhatian kepada ribuan kaum duafa.

Ketua FBS sekaligus Ketua TP PKK Kota Bandung, Siti Muntamah Oded menuturkan, ada 30 titik di tiap kecamatan yang akan dikunjungi tim Safari Senyum Ramadan. Kunjungan itu akan dilaksanakan dalam 10 hari.

“Satu hari ada tiga titik, insya Allah. Jadi kurang lebih ada 10 hari kita roadshow secara bersama-sama,” kata Siti Muntamah atau biasa disapa Umi, Senin (6/5).

Umi menuturkan FBS dan TP PKK Kota Bandung telah membagi 3 tim. Tiap-tiap tim dipimpin  oleh Siti, Wakil Ketua FBS sekaligus Wakil Ketua I TP PKK Kota Bandung, Yunimar Yana Mulyana, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bandung Cici Ema Sumarna.

Setiap kunjungan, tim Safari Senyum Ramadan akan membawa 50 paket sembako untuk dibagikan kepada masyarakat duafa. Tim juga akan memberikan bantuan kepada para marbot, muazin, dan imam masjid.

“Kita juga akan memberi santunan kepada 50 anak yatim per titik, ada 30 titik yang kita datangi. Jadi kurang lebih ada 1500 (santunan),” ujarnya.

Guna menyukseskan program 1000 hafiz per kelurahan, Siti juga akan meminta para hafiz untuk tampil di hadapan tim Safari Senyum Ramadan. Setidaknya, 2 hafiz akan diminta melakukan ‘murajaah’ atau melafalkan hafalannya kepada Siti yang juga seorang hafizah.

Tak hanya itu, Safari Senyum Ramadan juga akan menyosialisasikan program-program Pemkot Bandung. Di antaranya, sosialisasi Kang Pisman dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, serta sosialisasi pencegahan kebakaran dari Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung.

“Selama bulan Ramadan rawan sekali terjadi kebakaran, mengingat penggunaan kompor di malam hari di saat ngantuk,” katanya.

Selama jadwal Safari Senyum Ramadhan akan berkeliling di berbagai kecamatan di Kota Bandung. Kegiatan ini akan digelar  di masjid-masjid sesuai jadwalnya masing-masing.

Berikut adalah Jadwal Kunjungan Safari Senyum Ramadan (jadwal dapat berubah sewaktu-waktu).

Selasa, 7 Mei 2019

Tim 1: Masjid Manba’ul Khair, Kelurahan Pamoyanan, Kec. Cicendo

Tim 2: Masjid Besar Cipaganti, Kelurahan Pasteur, Kec. Sukajadi

Tim 3: Masjid Al-Baroka, Kel. Sukarasa, Kec. Sukasari

Rabu, 8 Mei 2019

Tim 1: Masjid Al-Muhajirin, Kel. Ledeng, Kec. Cidadap.

Tim 2: Masjid Al Ihsan Darul Hikam, Kel. Dago, Kec. Coblong

Tim 3: Masjid Al Hidayah, Kel. Tamansari, Kec. Bandung Wetan

Kamis, 9 Mei 2019

Tim 1: Masjid Al-Qanaah Kel. Cihaurgeulis, Kec. Cibeunying Kaler

Tim 2: Masjid Al-Imtiyar, Kel. Pasirlayung, Kec. Cibeunying Kidul

Tim 3: Masjid Jihadul Akbar, Kel. Kebon Pisang, Kec. Sumur Bandung

Jumat, 10 Mei 2019

Tim 1: Masjid Nurur-Rohman, Kel. Ciateul, Kec. Regol

Tim 2: Masjid Al-Hasan, Kel. Turangga, Kec. Lengkong

Tim 3: Masjid Husnul Khatimah Kel. Gumuruh, Kec. Batununggal

Senin, 13 Mei 2019

Tim 1: Masjid Nurul Yakin, Kel. Babakan Surabaya, Kec. Kiaracondong

Tim 2: Masjid Al-Barakah, Kel. Antapani Tengah, Kec. Antapani

Tim 3: Masjid At-Taqwa, Kel. Cisaranten Kulon, Kec. Arcamanik

Selasa, 14 Mei 2019

Tim 1: Masjid Al-Ihsan, Kel. Sukaasih, Kec. Bojongloa Kaler

Tim 2: Masjid Baitul Muttaqin, Kel. Kebonlega, Kec. Bojongloa Kidul

Tim 3: Masjid Besar Al-Ishlah, Kel. Babakan Ciparay, Kec. Babakan Ciparay

Rabu, 15 Mei 2019

Tim 1: Masjid Besar Al Fitroh, Kel. Cijerah, Kec. Bandung Kulon

Tim 2: Masjid Baitusshofiyah, Kel. Garuda, Kec. Andir

Tim 3: Masjid Al-Iqra Kel. Cibadak, Kec. Astanaanyar

Kamis, 16 Mei 2019

Tim 1: Masjid Al Hikmah, Kel. Jatihandap, Kec. Mandalajati

Tim 2: Masjid Darul Ulum, Kel. Sukamulya, Kec. Cinambo

Tim 3: Masji Baitul Makmur, Kel. Batununggal, Kec. Bandung Kidul

Jumat, 17 Mei 2019

Tim 1: Masjid Al Hikmah, Kel. Pasirwangi, Kec. Ujungberung

Tim 2: Masjid Manunggal, Kel. Cipadung, Kec. Cibiru

Tim 3: Masjid Al Hikmah, Kel. Cipadung Wetan, Kec. Panyileukan

Senin, 20 Mei 2019

Tim 1: Masjid Al Adha, Kel. Cisaranten, Kec. Gedebage

Tim 2: MAsji Al-Badriyah, Kel. Dewati, Kec. Rancasari

Tim3: Masjid Al Khalasha, Kel. Cijawura, Kec. Buah Batu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LuYKpy
May 07, 2019 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LuYKpy
via IFTTT
Share:

Monday, May 6, 2019

Mengenal Parfum di Dunia Islam

Masyarakat Islam sudah menggunakan parfum sejak abad ke-6.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Boleh saja parfum-parfum dari dunia Barat menjadi favorit masyarakat modern. Sebut saja seperti Bvlgari, Louis Vuitton, atau Chanel. Namun sebenarnya, peradaban Islam di masa lampaulah yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan parfum di dunia Barat.

Ketika itu, Eropa banyak mencontoh dan mengembangkan cara menarik aroma wangi bahan-bahan parfum melalui proses destilasi uap. Peradaban Islam juga banyak mengenalkan bahan-bahan baru dalam pembuatan parfum.

Sebagai masyarakat pedagang, kebudayaan Islam yang datang dari Arab dan Persia memiliki akses yang lebih luas terhadap beragam bumbu, bahan-bahan herbal, dan bahan wewangian.

Selain dari hasil perdagangan, masyarakat Islam kala itu juga mampu membudidayakan tanaman yang dibawa dari berbagai tempat yang nantinya digunakan untuk bahan parfum. Misalnya saja, melati yang sebenarnya berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara, serta beragam jenis jeruk yang berasal dari Asia Timur. Dua tanaman ini masih menjadi bahan parfum yang paling dicari sampai saat ini.

Berdasarkan catatan sejarah, masyarakat Islam sudah menggunakan parfum sejak abad enam. Ketika itu, penggunaannya lebih ditujukan pada keperluan keagamaan. Nabi Muhammad pernah bersabda bahwa mandi di hari Jumat adalah wajib bagi pria yang sudah masuk masa pubertas. Selain mandi, diperintahkan pula untuk membersihkan gigi dengan siwak, dan menggunakan parfum jika ada. 

Perkembangan parfum dalam peradaban Islam tak lepas dari dua nama besar, yakni Jabir ibnu Hayyan (lahir di Irak pada 722 Masehi), dan al-Kindi (lahir di Irak pada 801 Masehi). Keduanya berhasil mengembangkan industri parfum.

Jabir, misalnya, mengembangkan berbagai teknik untuk menarik ekstrak wewangian dari berbagai bahan, termasuk cara destilasi, evaporasi, dan filtrasi. Berdasarkan hasil kerjanya, aroma wangi dari tumbuh-tumbuhan bisa dibentuk menjadi uap air sehingga parfum kala itu disimpan dalam botol berisi air atau minyak ekstrak wewangian.

Keberhasilan Jabir kemudian lebih dikembangkan lagi oleh al-Kindi. Sampai saat ini, dia dikenal sebagai bapak penemu parfum. Karena berkat penelitian dan eksperimennya, dia berhasil mengombinasikan aroma wangi dari berbagai macam bahan untuk mendapatkan beragam wewangian.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/300ycja
May 06, 2019 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/300ycja
via IFTTT
Share:

Friday, May 3, 2019

Polres Karawang Musnahkan 15.300 Botol Miras

Polres Karawang memusnahkan 15.300 botol miras hasil sitaan selama sebulan terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Sedikitnya 15.300 botol miras berbagai merek dimusnahkan jajaran Polres Karawang, Jawa Barat. Tak hanya miras botolan, miras dengan jenis ciu yang jumlahnya mencapai ratusan liter juga turut dimusnahkan dengan disaksikan oleh jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) setempat.

Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra mengatakan, ribuan botol miras dan ratusan liter ciu dalam kemasan plastik itu berasal dari hasil razia selama sebulan terakhir. Miras berbagai merek itu dimusnahkan menjelang Ramadhan untuk menekan angka peredaran miras.

"Hari ini kami memusnahkan miras dengan alat berat supaya hancur dan tidak digunakan lagi," ujar Nuredy, kepada wartawan, Jumat (3/5).

Menurut Nuredy, peredaran miras di wilayah Karawang ini cukup tinggi. Tak heran jika dalam sebulan operasi penyakit masyarakat, anggota Sat Narkoba mampu menyita 15.300 botol miras dari sejumlah lokasi penjualan, termasuk kios jamu dan lokalisasi.

"Jangan sampai ibadah umat Islam terganggu akibat efek yang ditimbulkan dari penyakit masyarakat (pekat)," ujarnya.

Nuredy mengatakan, jajarannya akan terus mengintensifkan razia, terutama selama bulan Ramadhan. Tak hanya miras, operasi pekat juga menyasar pedagangnya. Menurut Nuredy, mereka tidak ditahan, namun dibina dan dikenakan sanksi tindak pidana ringan (tipiring).

"Kami harap mereka jera dan tidak lagi berjualan miras," ujar Nuredy.

Sementara itu, Kasat Pol PP Kabupaten Karawang, Asip Suhendar mengatakan, saat ini pihaknya bersama tim dari kepolisian mengintensifkan razia penyakit masyarakat. Sasarannya adalah peredaran miras dan praktik prostitusi.

"Kami sudah menyisir sejumlah wilayah, seperti Karawang kota, Cikampek, sampai Cilamaya untuk merazia miras," ujar Asip.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Lu4cZI
May 03, 2019 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Lu4cZI
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 30, 2019

Adaro Anggarkan 600 Juta Dolar untuk Investasi Tahun 2019

Mayoritas dana akan digunakan untuk pengembangan dan maintenance di batubara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Adaro Energi pada 2019 ini menganggarkan dana untuk investasi sebesar 450 hingga 600 juta dolar Amerika Serikat (AS). Direktur Keuangan Adaro Energi, Lukman, menjelaskan mayoritas dana tersebut digunakan perusahaan untuk melakukan pengembangan dan maintenance di sektor batubara.

Lukman menjelaskan dari dana yang dianggarkan sebesar 450 juta dolar hingga 600 juta dolar AS tersebut sepertiganya akan digunakan perusahaan untuk mengembangkan pertambangan perusahaan di Adaro MetCoal Companies (AMC). Selain itu kata Lukman, perusahaan juga berencana melakukan peremajaan alat alat berat pada tahun ini.

"Lalu, kedua, kita akan peremajaan alat-alat berat kita, itu kurang lebih sepertiga. Lalu sisanya untuk development lainnya. Kalau berapa persennya coal? Duapertiga dari capex kita," ujar Lukman di Hotel Raffles, Selasa (30/4).

Lukman juga menjelaskan dana investasi yang disediakan oleh perusahaan tersebut bersumber dari ekuitas perusahaan. Namun, kata Lukman, perusahaan juga tidak menutup kemungkinan untuk mencari pendanaan melalui penerbitan surat utang atau mengambil pinjaman untuk memenuhi kebutuhan besaran dana investasi.

"Capex akan mix, kita akan gunakan operasional dari EBTIDA yang kita generate, lalu kita financing dari luar. tapi masih kita review market. Apakah mau bond atau big loan," ujar Lukman.

Hal tersebut juga diamini oleh Presiden Direktur Adaro, Garibaldi Thohir. Boy sapaan akrab Garibaldi mengatakan perusahaan tidak menutup diri untuk mencari financing untuk memenuhi kebutuhan investasi perusahaan. Hanya saja kata Boy perlu ada strategi khusus untuk bisa memenuhi kebutuhan dana ini.

"Kita selalu dalam posisi open, source financing mana yang murah. Tapi kita juga harus lihat buat kebutuhan apa," ujar Boy.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2XTuWUV
April 30, 2019 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2XTuWUV
via IFTTT
Share:

Friday, April 26, 2019

Eggi Sudjana Bantah Pidatonya Berunsur Tindakan Makar

Eggi Sudjana hari ini memenuhi panggilan Polda Metro Jaya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Eggi Sudjana memenuhi panggilan polisi terkait laporan terhadap dirinya mengenai dugaan kasus makar. Ia hadir dengan didampingi kuasa hukumnya.

Eggi membantah, bahwa ucapannya mengenai people power beberapa waktu lalu berhubungan dengan makar. Menurutnya, tidak ada unsur makar dalam pidatonya tersebut.

"Dalam kesempatan ini, saya ingin lebih tegaskan dulu bahwa statement yang saya berkait dengan people power harus dipahami oleh masyarakat luas tidak ada kaitannya dengan makar, tidak ada kaitannya dengan melawan pemerintahan yang sah, enggak ada," kata Eggi saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (26/4).

Eggi menyebut, peryataannya terkait people power merupakan konsekuensi logis dari situasi yang disebutnya sebagai pemilu curang. Menurut politikus PAN ini, people power merupakan konsekuensi logis dari segala kecurangan.

Dirinya mengaku telah melaporkan kecurangan ke Bawaslu. Namun, menurutnya tidak ada respons. Ia mengklaim, bahwa seruan people power yang dilakukannya pun dilindungi oleh undang-undang.

"Jadi kecurangan ini sudah kita upayakan secara prosedur, datang ke Bawaslu, saya ke Malaysia juga saya temui dubes, tapi tidak ada responsif yang berharap untuk bisa diselesaikan. Maka logika gerakannya menjadi kekuatan rakyat dan  kekuatan rakyat itu sah menurut UUD 1945 Pasal 1 ayat 2 dan 3 menyatakan dengan jelas kedaulatan rakyat bahkan pasal 28e ayat 3 UUD 1945 menyatakan, setiap orang berhak berserikat, berkumpul, dan menyatakan pendapat," jelasnya.

Eggi menambahkan, pernyataan people power itu disampaikannya sebagai kapasitas advokat di Badan Pemenangan Nasional (BPN) atas dugaan kecurangan pemilu yang terjadi. "Pendapat saya sebagai advokat lho jangan lupa, karena saya Tim Advokasi BPN," tambah Eggi.

Sebelumnya, Dewi Tanjung melaporkan Eggi Sudjana terkait pidato seruan people power atau gerakan rakyat ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Rabu (24/4). Laporan terhadap Eggi merujuk pada tuduhan makar dan melanggar undang-undang ITE.

Dewi membuat laporan serta membawa barang bukti berupa video Eggi Sudjana saat menyerukan people power. "Setelah diteliti, people power itu sama dengan makar atau merebut kekuasaan yang sah. Saya sebagai warga negara merasa terganggu terhadap pernyataan itu," ujar Dewi, saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Rabu (24/4).

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/2424/IV/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus. Tindakan pidana yang dilaporkan adalah dugaan pemufakatan jahat atau makar. Selain itu, Eggi juga dilaporkan atas dugaan melanggar UU ITE Pasal 107 KUHP juncto Pasal 87 KUHP atau Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UXUtzm
April 26, 2019 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UXUtzm
via IFTTT
Share:

Thursday, April 25, 2019

Anggota KPPS Bengkulu Meninggal Bunuh Diri

Anggota KPPS Bengkulu yang bunuh diri bernama Alhat Supawi

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Kepolisian Resor Rejang Lebong, Bengkulu, memastikan anggota KPPS yang meninggal dunia di wilayahnya pada Selasa sore (23/4) akibat bunuh diri. Kepala Polres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika mengatakan korban meninggal bernama Alhat Supawi.

Berdasarkan pemeriksaan sejauh ini tidak ada faktor lain yang melatarbelakangi kasus meninggalnya korban, diduga akibat kelelahan maupun stres setelah beberapa hari bertugas di TPS. Jeki masih akan menunggu laporan perkembangan pemeriksaan yang dilakukan anggotanya di lapangan.

Korban adalah anggota KPPS Desa Karang Pinang, Kecamatan Sindang Beliti Ulu. Kesimpulan itu didapat setelah polisi turun ke lapangan. "Yang bersangkutan meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara minum racun. Sudah ada anggota Polsek Padang Ulak Tanding yang turun ke lokasi," ujarnya.

Selain itu, dia juga mengatakan selama pelaksanaan pemilu serentak di wilayah itu tidak ada anggota Polri yang jatuh sakit maupun meninggal dunia. "Alhamdulilah tidak ada anggota kita yang jatuh sakit atau meninggal dunia. Penyelenggara pemilu mulai dari KPPS, PPK juga tidak ada yang mengalami kasus kekerasan maupun intimidasi," tambah dia.

Ketua KPU Rejang Lebong Restu S WibowO masih menunggu hasil pemeriksaan dari polisi. Sedangkan untuk laporan penyelenggara pemilu di daerah itu mulai dari PPS, PPK dan Linmas yang jatuh sakit kata dia, dialami delapan orang. Bahkan beberapa orang di antaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WbPYhn
April 25, 2019 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WbPYhn
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 24, 2019

Indonesia-Korsel Jalin Kerja Sama Sistem Sertifikasi UKM

Indonesia memiliki 62,9 juta uni skala UKM

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan menjalin kerja sama dalam hal sistem sertifikasi usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. Dalam kerja sama ini, pelaksanaan sertifikasi akan menggunakan sistem sertifikasi milik Innobiz, Korea Selatan.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro Kementerian Koperasi dan UKM, Hanung Harimba Rachman, mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan dapat membangun jejaring bisnis UKM di Indonesia. Selain itu, diharapkan pula menjadi embrio transfer teknologi bagi para pelaku UKM di Indonesia.

"Kita memiliki 62,9 juta unit skala UKM. Ini menjadi tantangan kita untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar domestik dan global. Terutama dalam hal pemanfaatab teknologi", kata Hanung.

Hanung menambahkan, selain menjajaki kerjasama dengan Innobiz Korea, pemerintah Indonesia kini sudah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk meningkatkan penetrasi pasar UKM di pasar domestik.

Staf Khusus Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) KUKM Kemenkop dan UKM Meliadi Sembiring menambahkan, kerja sama pengembangan UKM dengan Korea Selatan sudah dimulai sejak 2010 dalam ajang ASEM Forum di Seoul. "Sudah terjalin MoU antara Menteri Koperasi dan UKM RI dengan Menteri UKM Korea, yang diwujudkan dalam pengembangan Green Business Center yang masih berjalan hingga saat ini", katanya.

Menurut dia, kerjasama Indonesia dengan Korea Selatan merupakan kombinasi ideal yang bisa melahirkan win-win solution bagi pengembangan UKM kedu negara. Ia mengatakan, Indonesia memiliki SDM yang banyak dan sumber daya alam yang melimpah, sedangkan Korea sangat mumpuni dalam hal teknologi. "Ini kombinasi yang sangat ideal dan logis", katanya.

Karena itu, Meliadi mengatakan, Kemenkop UKM komitmen untuk fokus dalam peningkatan kualitas SDM. "Itu juga yang mendasari pertemuan dengan pihak Innobiz Korea. UKM kita perlu kita tingkatkan kualitas dan daya saingnya agar mampu bersaing dalam perdagangan domestik dan global. Sistem sertifikasi Innobiz ini bisa kita gunakan dan kita modifikasi sesuai dengan kebutuhan dan budaya Indonesia", ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Vice Chairman of Innobiz Kim Jong Kil mengatakan, Innobiz merupakan perpaduan erat antara inovasi dan bisnis. Dimana saat ini, anggota Innobiz di Korea Selatan sudah mencapai 18 ribu perusahaan yang didominasi kelas UKM.

Hasilnya, anggota Innobiz sudah mampu membukukan nilai penjualan sebesar 300 triliun Won dengan kontribusi terhadap PDB Korea sebanyak 17 persen.

Kim menjabarkan, dengan sistem Innobiz, UKM Indonesia yang bersertifikat pemerintah akan didorong melakukan inovasi hingga mampu menghasilkan riset dan pengembangan  yang sistematik. Melalui kegiatan inovasi berkelanjutan, UKM diharapkan bisa mandiri dan berkembang.

Kim berharap, kerjasama tersebut bisa menjadi pondasi yang kuat dalam meningkatkan kualitas UKM kedua negara. "Tugas pemerintah Indonesia dalam peningkatan kualitas SDM, bisa kita lakukan bersama dengan teknologi tinggi yang Korea miliki. Apalagi, perubahan iklim usaha global berubah secara cepat. Oleh karena itu, kita harus fokus dalam pengembangan pasar domestik dan juga global", ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VZhM8w
April 24, 2019 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VZhM8w
via IFTTT
Share:

Tiga Masjid di Korea Selatan

Kehadiran masjid merupakan satu tanda eksistensi Islam di Korea Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perkembangan Islam di Korea Selatan (Korsel) menunjukkan cukup positif. Meskipun masih minoritas, jumlah kaum Muslimin di Negeri Ginseng tersebut terus bertambah. Mereka  bukan hanya penduduk asli, melainkan juga imigran dari beberapa negara, termasuk Indonesia.

Salah satu tanda bagusnya perkembangan Islam di Korsel adalah berdirinya masjid-masjid di berbagai penjuru negeri. Masjid ini menjadi pusat ibadah dan dakwah kaum Muslimin di sana.

Bangunan masjid di Korsel cukup unik karena mengadopsi gaya setempat. Namun, yang terpenting adalah fungsinya sebagai pusat dakwah. Masyarakat Muslim dari berbagai  negara berkumpul di masjid-masjid tersebut untuk menjalan ritual ibadah. N.

Masjid Central Seoul

Masjid Central atau Pusat ini letaknya di daerah Itaewon, Seoul. Penggunaan masjid itu mulai dilakukan sejak 1976. Ini merupakan satu-satunya masjid yang ada di ibu kota Korsel tersebut.

Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Masjid Central juga dimanfaatkan oleh penduduk setempat sebagai tempat wisata. Pada akhir pekan, masyarakat berbondong-bondong datang untuk melihat dan mendengarkan pengajian atau diskusi tentang Islam. Hal tersebut disebabkan keindahan arsitekturnya.

Selain tempat shalat, di dalam masjid tersebut juga terdapat ruangan lain, seperti kantor, ruang kelas, ruang rapat, dan konferensi. Ada juga ruang menginap yang sering dimanfaatkan oleh para pekerja asing.   N

Masjid Busan

Masjid Busan dibangun pada 1980 dengan dukungan dari mantan menteri Keuangan Libya Ali Fellaq. Letak persisnya berada di Namsang-dong, Geumjaneong-gu, Busan.

Para pengunjung bisa memanfaatkan masjid ini untuk mengetahui atau belajar lebih jauh tentang Islam. Sebab, imam masjid akan senang hati menjelaskan Islam dan perkembangannya di Korea Selatan.

Di Masjid Busan  juga dibangun perpustakaan yang terbuka untuk umum. Masyarakat bisa meminjam koleksi buku atau materi audio yang ada di perpustakaan ini. N

Masjid Gwangju

Masjid ini letaknya di dekat Seongnam, Icheon, dan Namyangju. Secara resmi Masjid Gwangju dibuka pada 1981. Jamaah masjid itu berasal dari berbagai negara. Antara lain, Pakistan, Mesir, Aljazair, Bangladesh, Srilanka, dan Indonesia. Masjid tersebut dibangun oleh Korea Muslim Federation (KMF). Pemeliharaannya juga dilakukan oleh organisasi itu.

KMF merupakan wadah resmi kaum Muslimin di Korea Selatan untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan Muslimin.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DxiO4l
April 24, 2019 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DxiO4l
via IFTTT
Share:

Monday, April 22, 2019

Ekspor Mainan Indonesia Tembus 319 Juta Dolar AS

Nilai investasi industri mainan di Indonesia mencapai Rp 410 miliar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), industri mainan menjadi salah satu sektor manuaktur yang mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Capaian nilai ekspor mainan anak-anak pada tahun 2018 tembus hingga 319,93 juta dolar AS atau naik 5,79 persen dibanding capaian tahun lalu sebesar 302,42 juta dolar AS.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, industri mainan nasional telah menunjukkan daya saingnya di kancah global. Hal tersebut, kata dia, sekaligus mampu membuktikan bahwa Indonesia termasuk dalam negara-negara produsen utama untuk beberapa produk mainan unggulan yang telah mendunia.

“Untuk itu, pemerintah akan terus pacu pengembangan industri mainan di dalam negeri,” kata Airlangga dalam keterangan pers yang diterima Republika, Senin (22/4).

Dia menambahkan, sektor tersebut tergolong industru padat karya dan berorientasi ekspor. Pada tahun 2017 berdasarkan catatan Kemenperin, nilai investasi industri mainan di Indonesia mencapai Rp 410 miliar dengan jumlah tenaga kerja yang diserap sebanyak 23.116 orang.

Dia mencontohkan, PT Mattel Indonesia merupakan salah satu produsen mainan yang telah menyerap tenaga kerja sebanyak 10 ribu orang dengan nilai ekspor dalam kurun lima tahun terakhir rata-rata di atas 150 juta dolar AS per tahun.

Pihaknya juga mengapresiasi kinerja produksi industri tersebut sebab Indonesia adalah produsen boneka merek Barbie terbesar di dunia yang dihasilkan oleh PT Mattel Indonesia. Perusahaan itu, kata Airlangga, memasok 60 persen produknya ke seluruh pasar global atau telah mengungguli produksi Cina.

“Jadi, enam dari sepuluh boneka yang beredar di dunia itu berasal dari Indonesia, dibuat dengan tangan-tangan terampil anak bangsa kita,” kata dia.

Lebih dari itu, dia menjabarkan, Indonesia memiliki pabrik mobil dengan kapasitas produksi yang cukup besar mencapai 50 juta unit per tahun. Pabrik Hot Wheels di Cikarang milik PT Mattel Indonesia merupakan salah satu industri mobil mini yang kapasitasnya lebih besar 50 kali dari industri otomotif sungguhan.

Tak hanya dari segi jumlah produksinya yang meningkat, lanjutnya, pabrik tersebut dinilai sudah mengaplikasikan teknologi industri 4.0 pada proses produksinya. “Selain mampu memproduksi Barbie dan Hot Wheels yang berkualitas, perusahaan ini juga memiliki kemampuan engineering lokal yang punya inovasi luar biasa membuat mesin canggih sendiri,” ujar dia.

Menurutnya, dalam upaya memacu daya saing industri mainan nasional, pemerintah telah berupaya melindungi produk dan pasar dalam negeri serta menghindari gempuran produk impor yang tidak berkualitas melalui penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). Implementasi SNI tersebut diproyeksi mampu meningkatkan kompetisi dan kapasitas produk dalam negeri.

Selain itu, Airlangga menjelaskan, pemberlakuan SNI memberikan jaminan terhadap produk yang masuk ke pasar domestik merupakan yang berkualitas dan aman bagi konsumen serta menembus pasar ekspor. Adapun standar produk yang diterapkan merupakan technical barrier yang dapat diterima oleh seluruh negara.

“Karena kan harusmemberikan efek positif. Seperti dapat menjamin keamanan, keselamatan, dan kualitas produk,” kata dia.

Sementara itu Ketua Asosiasi Mainan Anak (AMI) Sutjiadi Lukas memproyeksi, industri mainan dalam negeri pada tahun 2019 dapat tumbuh sebesar 10 persen secara tahun ke tahun. Apalagi, kata dia, potensi bisnis mainan di dalam negeri cukup prospektif sebab Indonesia merupakan negara dengan populasi penduduk terbesar di kawasan ASEAN.

“Dengan angka kelahiran rata-rata 4,5 juta jiwa per tahun, Indonesia dapat menjadi pasar terbesar se-Asia Tenggara,” kata Lukas.

Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, AMI pun menggenjot industri mainan nasional agar semakin agresif mempeluas pasar ekspor. Tutupnya beberapa pabrik mainan di Vietnam membuat peluang industri mainan di Indonesia kelimpahan pesanan. Untuk itu pihaknya mengajak seluruh pelaku industri untuk terus meningkatkan kinerjanya.

Guna menumbuhkan gairah bisnis mainan di dalam negeri, menurutnya Indonesia membutuhkan investasi baru. Salah satu strateginya, lanjut dia, AMI akan menyelenggarakan kembali pameran yang diikuti enam negara pada 18-20 Juni 2019 mendatang di JIExpo Kemayoran, Jakarta. “Dalam pameran ini bakal ditampilkan teknologi produksi mainan terbaru,” kata dia.

Seperti diketahui, pada tahun lalu AMI telah meneken nota kesepakatan (MoU) dengan Chaiyu Exhibition berkenaan dengan kerja sama antara pengusaha Indonesia dan China. Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan perusahaan mainan asal Cina dapat berinvestasi membangun pabrik di Indonesia, terutama untuk memproduksi komponen seperti gear box, baut dan keypad.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DqntVN
April 22, 2019 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DqntVN
via IFTTT
Share:

Monday, April 15, 2019

Sensus Pertama di Istanbul

Sensus pertama di ibu kota Istanbul, termasuk Galata, diperintahkan Sultan Mehmed II

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sensus pertama di ibu kota Istanbul, termasuk Galata, diperintahkan Fatih pada 1477 M. Sensus yang hanya meliputi kediaman sipil dan tak menyertakan kelas militer atau mereka yang hidup di istana kekaisaran, menghitung keluarga dalam kategori agama dan etnis.

Hasilnya, tercatat 9.486 Muslim, 4.127 Yunani, 1.687 Yahudi, 434 Armenia, 267 Genoa, dan 332 keluarga Eropa selain Genoa. Semua anggota kelompok terakhir hidup di Galata. Jumlah populasi Istanbul dari sensus itu diperkirakan mencapai 80 – 100 ribu orang, menggandakan populasi yang menempati kota itu sebelum penaklukan.

Warga yang berada dalam Kota Istanbul di balik tembok tuanya meliputi 88 persen dari populasi ibu kota tersebut. Sisanya, hidup di Galata dan sebagian lagi hidup desa-desa Bosporus atau lingkungan di ibu kota di kedua sisi selat. Tujuh puluh persen yang tinggal di Kota Istanbul yang dilindungi tembok pertahanan adalah Muslim Turki dan sisanya non-Muslim. Sedangkan, di Galata sebaliknya.

Sensus pada 1477 M itu juga mencatat ada 31 keluarga Gipsi di Istanbul. Semuanya tinggal di mahalle yang dikenal sebagai Sulukule, tepat di dalam Tembok Theodosius di Bukit Keenam. Tempat perkemahan mereka tercatat sejak abad ke-14 dan keturunan mereka masih hidup hingga saat ini.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UkCXjw
April 15, 2019 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UkCXjw
via IFTTT
Share:

Terlambat Menikah Apa Solusinya?

Tertundanya pernikahan bukan akhir segalanya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menikah dan hidup bahagia berpasang-pasangan adalah dambaan tiap umat manusia. Tak terkecuali bagi kaum Hawa. Namun, acapkali karena satu dan lain hal, pernikahan yang diidam-idamkan tersebut tertunda. Bahkan, tak kunjung terwujud.

Cendekiawan terkemuka asal Tanah Suci Makkah, Syekh Muhammad Shalih al- Munjid berbagi nasihat bagi para perempuan yang tak kunjung menikah karena kondisi dan faktor tertentu. Maka, bersabar dan berinstropeksilah, apa yang salah dalam diri Anda. Ketahuilah, bahwa tiap perkara yang ada di Bumi itu tak akan terjadi tanpa seizin Allah SWT.

Syekh al-Munjid menegaskan, yakinlah tertundanya pernikahan yang Anda inginkan bisa jadi adalah kebahagiaan yang tergeser. Tak ada yang tahu, apa rahasia kebaikan yang akan disiapkan Sang Khaliq untuk Anda. Pernikahan terkadang juga bukan jalan satu-satunya untuk meraih kebahagian.

Berapa banyak perempuan menikah, tetapi justru kesengsaraan yang didapat sebab kekerasan rumah tangga, misalnya. Dan, berbahagialah karena sejatinya tiap perkara yang dialami seorang Muslim itu bermuatan kebaikan. Jika ditimpa masalah ia akan tetap bersabar dan kala mendapat maka ia bersyukur.

Tetaplah berprasangka baik. Bila muncul galau dan khawatir pada diri Anda, segeralah memperbanyak zikir dan mintalah perlindungan kepada-Nya dari godaan setan. Sibukkan diri Anda dengan beribadah atau kegiatan positif lainnya.

Maka, hendaknya menggantungkan permohonan pada Sang Mahakuasa. Khusus untuk mengusir kegalauan, maka berdoalah seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, “Ya Allah, jadikanlah Alquran penyangga hati dan penerang kalbuku, penawar kesedihanku, serta pengusir kegaluan sekaligus kegelisahanku.”

Tak lupa, tetap berdoa agar Allah berkenan mendatangkan jodoh. Berdoalah karena kekuatan doa sangat dashyat. “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” (QS al-Baqarah [2]: 186). Teruslah berdoa dan tak patah asa. Bila doa belum terkabul, bukan berarti doa tersebut “mandul”. Allah SWT pasti telah mempersiapkan yang terbaik buat Anda.

Agar doa lebih maksimal, maka pilihlah waktu-waktu yang tepat memanjatkan doa. Ada di sepertiga malam terakhir, seperti menurut riwayat Bukhari dan Muslim, dan jam-jam terakhir Jumat. Seperti diriwayatkan Bukhari Muslim, bila shalat dan berdoa di jam-jam terakhir pada Jumat, maka permintaannya akan terkabul. Jangan lewatkan pula berdoa di sela-sela azan dan iqamat.

Masih terdapat banyak waktu mustajab untuk berdoa. Jangan pernah menyerah. Allah SWT Mahamengetahui maksud hamba-Nya. Tetaplah berusaha mencari jodoh de ngan cara-cara yang syar’i. Jangan mengedepankan materi. Kedepankanlah para calon pasangan yang mumpuni baik secara akhlak dan agamanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ZajiGK
April 15, 2019 at 04:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ZajiGK
via IFTTT
Share: