Showing posts with label 2019 at 11:49PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 11:49PM. Show all posts

Saturday, May 18, 2019

Seorang Kakek di Bekasi Ditemukan Membusuk Dirumahnya

Kasman kakek berusia 70 tahun ditemukan meninggal membusuk dirumahnya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasman, seorang kakek berusia 70-an ditemukan membusuk di rumahnya di Komplek Mutiara Gading Timur, Mustika Jaya Bekasi, Sabtu (18/5).  Warga mengatakan selama ini Kasman yang hidup sendirian dan jarang dijenguk oleh keluarganya 

Tetangga almarhum merasa curiga setelah pria yang hidup sendirian di rumahnya tersebut tidak keluar rumah selama tiga hari, sementara lampu luar masih dalam kondisi menyala, dan pintu agak terbuka. Kecurigaan warga semakin besar setelah dari dalam rumah, tercium bau menyengat yang pada awalnya dikira berasal dari bangkai tikus.

Dipimpin Ketua RW Saefudin, warga kemudian berusaha memasuki rumah, tapi terhalang oleh gonggongan anjing peliharaan almarhum yang dalam kondisi lapar dan siap menerkam mereka yang mencoba masuk rumah.

Setelah hampir setengah jam, anjing tersebut akhirnya berhasil dijinakkan setelah diberi makan.

Beberapa warga yang masuk ke rumah mendapati Kasman sudah terbujur kaku di lantai dengan posisi meringkuk, dan terdapat ceceran darah, tapi tidak ada tanda-tanda kekerasan dan diperkirakan darah akibat benturan saat terjatuh.

Menurut keterangan berapa tetangga, almarhum selama ini memang hidup sendirian setelah istrinya meninggal sekitar dua tahun lalu dan hanya ditemani seekor anjing. Selama ini, almarhum juga jarang dijenguk oleh empat orang anaknya yang tinggal terpisah di daerah lain.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JOzpEQ
May 18, 2019 at 11:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JOzpEQ
via IFTTT
Share:

Saturday, April 6, 2019

Real Madrid Susah Payah Kalahkan Eibar

Karim Benzema menjadi pahlawan los Blancos setelah mencetak dua gol

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Real Madrid akhirnya mampu mengalahkan tamunya Eibar dalam pertandingan lanjutan La Liga Spanyol pekan ke-31 di Stadion Santiago Bernabeu, Sabtu (6/4) malam WIB. Karim Benzema menjadi pahlawan los Blancos setelah mencetak dua gol dalam pertandingan itu.

Sejak awal laga, Real Madrid langsung mencoba mencuri gol. Pada menit ke-9, publik Santiago Bernabeu sempat berteriak senang karena Karim Benzema mampu memgoyak gawang Eibar. Namun wasit menganulir gol tersebut karena Benzema terlebih dulu terperangkap offside.

Meski menguasai jalannya pertandingan, namun los Blancos tetap tidak bisa mencetak gol. Justru tim tamu yang mengejutkan tuan rumah. Pada menit ke-39, gelandang Eibar Marc Cardona membobol gawang Keylor Navas. Berawal dari pergerakan Gonzalo Escalante di dalam kotak penalti Madrid, pemain itu kemudian mengirimkan umpan pendek ke Cardona yang tidak terkawal, sebelum akhirnya melepaskan tembakan yang gagal diantisipasi Navas.

Hingga babak pertama pertama berakhir, Madrid tidak bisa mencetak gol penyeimbang. Di babak kedua, kedua tim tampil dengan tempo tinggi. Pendukung Real Madrid sempat dibuat gembira, setelah Benzema menyarangkan bola ke gawang Eibar, namun lagi-lagi, wasit menganulir gol tersebut karena menganggap pemain asal Prancis itu offside.

Benzema akhirnya benar-benar mencetak gol yang disahkan wasit pada menit ke-59. Memanfaatkan umpan silang Asensio, Benzema menanduk bola dari jarak dekat yang gagal diantisipasi oleh kiber Eibar. Madrid 1-1 Eibar.

Untuk menambah daya gedor, Zidane kemudian menarik Luca Modrid dan memasukan Lucas Vazquez serta Gareth Bale dan memasukan Toni Kross dipertengahan babak kedua. Upaya Madrid untuk menambah keunggulan selalu digagalkan oleh rapinya barisan pertahanan Eibar.

Akhirnya Madrid memperoleh gol kemenangan pada menit ke-81. Toni Kross mengirimkan umpan dari sisi kanan kotak penalti Eibar yang langsung ditanduk dengan sempurna oleh Karim Benzema. Hingga pertandingan berakhir, Madrid menang dengan skor 2-1 atas Eibar.

Dalam laga itu, secara ball possesion kedua tim tidak berbeda jauh, Madrid menguasai 57 persen penguasaan bola berbanding 43 persen Eibar.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UljJiL
April 06, 2019 at 11:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UljJiL
via IFTTT
Share:

Monday, February 4, 2019

Pesantren Terpadu Darul Quran Mulia Terapkan 4 Kurukulum

Pesantren ini juga menargetkan santrinya hapal Alquran 30 Juz.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pesantren Terpadu Darul Quran Mulia membekali santrinya dengan empat kurikulum secara terpadu, Senin (4/2). Pesantren yang berlokasi di Jalan Raya Puspitek Pembangunan, Kampung Cikarang, Pabuaran, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor ini juga menargetkan santrinya hapal Alquran 30 Juz.

Direktur Pendidikan Pesantren Terpadu Darul Quran Mulia, Muhammad Abdul Hasib, mengatakan, penerapan empat kurikulum yang dipadukan tersebut merupakan salah satu kekhasan program yang ada di pesantren ini. “Empat kurikulum yang dipadukan tersebut berupa kurikulum  Diknas, kurikulum pesantren, kurikulum tarbiyah, dan kurikulum Alquran,” ucap Hasib.

Dia menjelaskan, kurikulum diknas yang berlaku setara tingkat SMP dan SMA, dikarenakan pesantren terpadu ini hanya diperuntukkan bagi santri dan santriyah jenjang pendidikan SMP dan SMA. Sedangkan kurikulum pesantren diterapkan untuk mendidik santri di bidang ulum syar’i, keterampilan dan bahasa. "Kalau kurikulum tarbiyah itu fokus pembinaan karakter santri, dan kurikulum Alquran ditujukan untuk mempelajari tahsin, tahfiz, tafhim,” katanya kepada Republika.co.id.

Pesantren tersebut memiliki visi untuk menjadikan lembaga dakwah dan pendidikan Islam yang unggul dalam membentuk masyarakat yang sholih menuju kemajuan ummat dan bangsa. Oleh karenanya, Pesantren Terpadu Darul Quran Mulia juga memadukan tiga aspek pembelajaran dalam membentuk karakter siswanya. Tiga aspek itu adalah yakni aspek jasadiyah, fikriyah, ruhiyah, dengan mengedepankan kedisiplinan beribadah.

Hasib menjelaskan, penargetan hapalan Alquran pada santri itu bukan merupakan kewajiban melainkan harapan dari pesantren. “Bagi santri yang dari SMP sampai SMA bersekolah di pesantren ini, maka diharapkan dapat meraih target hapalan 15 Juz saat lulus SMP dan 15 Juz lagi ketika lulus SMA. Jadi totalnya 30 Juz,” ucapnya. Penargetan hapalan 30 Juz itu tidak berlaku bagi siswa yang SMP nya tidak di Pesantren Terpadu Darul Quran Mulia.        

Pesantren yang berdiri pada tahun 2007 ini, pertama kali ada untuk santri Putra jenjang SMP. Sedangkan penerimaan santri putri dilakukan pertama kali tahun 2010.  Pada tahun ajaran 2018/2019 pesantren tersebut memiliki jumlah santri putra dan putri sebanyak 1.585 orang.

Lembaga Pendidikan Darul Quran Mulia, tidak hanya menyediakan pesantren terpadu unit SMPIT dan SMAIT, melainkan juga terdapat unit pendidkan PAUD, SDIT, dan sekolah tinggi STIU. Hasib menyampaikan, setiap unit pendidkan masih berada dalam satu lokasi yang berdekatan. Tetapi hanya untuk siswa di unit pendidikan SMPIT dan SMAIT yang diharuskan menjadi santri di Pesantren Terpadu Darul Quran Mulia selama masa bersekolah.

Hasib menyatakan, dengan adanya penerapan empat kurikulum yang dipadu tersebut, maka diharapkan santri lulusan Pesantren Terpadu Darul Quran Mulia dapat memiliki potensi yang merata. “tidak hanya unggul di akademik atau agamanya saja, kita ingin membentuk muslim ideal yakni dengan mempunyai kemampuan di empat aspek yang dipejari sesuai empat kurikulum yang diterapkan di pesantren ini,” ungkap Hasib yang merupakan alumnus ITS dan UI.       

Santri Pesantren Terpadu Darul Quran Mulia yang juga siswa SMAIT di pesantren tersebut, Fauzan Syarif Nursyafi, mengatakan, dia memilih untuk sekolah di SMAIT pesantren itu karena adanya penerapan empat kurikulum. Menurutnya, penerapan empat kurikulum tersebut  berpotensi untuk bisa mencetak umat yang tidak hanya paham agama tapi juga paham di berbagai macam bidang akademis.  

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MPUK06
February 04, 2019 at 11:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MPUK06
via IFTTT
Share:

Sunday, January 20, 2019

Pakar: Kecurangan Pemilu Terjadi Saat Pencoblosan

Pengubahan suara dari sisi TPS itu sendiri sangat perlu diwaspadai.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Ahli Telematika ITB Hermansyah, memprediksi kecurangan-kecurangan mungkin terjadi saat pencoblosan Pemilu 2019. "Ada hal yang perlu di waspadai yaitu pengubahan suara dari sisi TPS itu sendiri, sehingga perlu adanya penjagaan ketat," kata Hermansyah di Depok, Ahad (20/1).

Jumlah TPS di seluruh Indonesia ada kurang lebih 800 ribu. "Sampai sekarang, kita tidak tahu ada berapa jumlah DPT di masing-masing TPS. Jadi kalau dibayangkan perubahan data bukan karena masalah komputerisasi TPS dari kecamatan kabupaten lalu ke pusat, namun dari pendataan langsung yang tidak diketahui," tutur Hermansyah.

Selain itu, apabila saat menampung data hasil pencoblosan KPU pusat menggunakan produk jaringan internet wilayah lokal nirkabel (WiFi) sangat rentan mengalami hacker. "Seperti diketahui banyak penyadapan itu lebih mudah apabila menggunakan WiFi. Kalau menggunakan jaringan kabel itu dipastikan tidak nembus penyadapan," paparnya.

Hermasyah menyontohkan, berkaca dari beberapa kasus Pemilu di luar negeri yang kedapatan terjadi kebocoran data (intersepsi) hal tersebut menurutnya disebabkan oleh penerapan sistem E-Voting.

"Itu kalau kita mengadopsi sistem internet, dalam Pemilu. Tapi kita tidak perlu risau karena sistem pemilihan Umum di Indonesia itu langsung. Disitu ada saksi - saksi dan pemilih juga," jelas dia.

Selanjutnya Hermansyah menghimbau, sebelum Pemilu serentak 2019, KPU harus mengantisipasi berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi terutama dalam hal data telematika. "Jadi tentunya, KPU harus menggunakan privat network, menganalisis server apakah ada trojan di dalam server yang mampu mengubah data base dan sebagainya. Tetapi, ini bukan hal yang susah karena banyak ahli IT di negara ini," terang Hermasyah.

Saat ditanya, kedepannya apakah dia siap membantu KPU dalam menghadapi masalah - masalah //hacker sepanjang proses pemungutan suara, Hermansyah menegaskan kesiapannya. "Tentu saja siap, karena memang ini perlu pengawalan. Sehingga proses demokrasi itu benar-benar terwujud," pungkas dia. (Rusdy Nurdiansyah)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CAm0uD
January 20, 2019 at 11:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CAm0uD
via IFTTT
Share: